Anda di halaman 1dari 12

A.

DEFINISI antropologi
Antropologi adalah suatu studi ilmu yang mempelajari tentang manusia baik dari segi
budaya, perilaku, keanekaragaman, dan lain sebagainya. Antropologi adalah istilah kata
bahasa Yunani yang berasal dari kata anthropos dan logos. Anthropos berarti manusia dan
logos memiliki arti cerita atau kata.
Objek dari antropologi adalah manusia di dalam masyarakat suku bangsa, kebudayaan dan
prilakunya. Ilmu pengetahuan antropologi memiliki tujuan untuk mempelajari manusia dalam
bermasyarakat suku bangsa, berperilaku dan berkebudayaan untuk membangun masyarakat
itu sendiri.
Antropologi adalah ilmu tentang manusia, masa lalu dan kini, yang menggambarkan manusia
melalui pengetahuan ilmu sosial dan ilmu hayati (alam), dan juga humaniora. Antropologi
berasal dari kata Yunani (baca: anthropos) yang berarti "manusia" atau "orang",
dan logos yang berarti "wacana" (dalam pengertian "bernalar", "berakal") atau secara
etimologis antropologi berarti ilmu yang memelajari manusia.
Antropologi bertujuan untuk lebih memahami dan mengapresiasi manusia sebagai spesies
homo sapiens dan makhluk sosial dalam kerangka kerja yang interdisipliner dan
komprehensif. Oleh karena itu, antropologi menggunakan teori evolusi biologi dalam
memberikan arti dan fakta sejarah dalam menjelaskan perjalanan umat manusia di bumi sejak
awal kemunculannya. Antropologi juga menggunakan kajian lintas-budaya (Inggris cross-
cultural) dalam menekankan dan menjelaskan perbedaan antara kelompok-kelompok
manusia dalam perspektif material budaya, perilaku sosial, bahasa, dan pandangan hidup
(worldview).[1]
Dengan orientasinya yang holistik, antropologi dibagi menjadi empat cabang ilmu yang
saling berkaitan, yaitu: antropologi biologi, antropologi sosial budaya, arkeologi, dan
linguistik. Keempat cabang tersebut memiliki kajian-kajian konsentrasi tersendiri dalam
kekhususan akademik dan penelitian ilmiah, dengan topik yang unik dan metode penelitian
yang berbeda.
Antropologi lahir atau berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa pada ciri-ciri fisik, adat
istiadat, dan budaya etnis-etnis lain yang berbeda dari masyarakat yang dikenal di Eropa.
Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal, tunggal
dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal daerah yang sama, memiliki ciri fisik dan bahasa
yang digunakan serupa, serta cara hidup yang sama.
Berikut Istilah-istilah dalam Ilmu Antropologi beserta
artinya:

1 Agraris. Hal yang berkaitan dengan pembudidayaan tanah


atau kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pertanian
2 Akulturasi. Penyerapan kebudayaan asing tanpa
menghilangkan kebudayaan lama yang menyerapnya.
3 Antropologi. Ilmu yang mempelajari manusia dengan hasil
kebudayaan.
4 Antropologi budaya. Bagian dari antropologi yang mengkaji
aneka kebudayaan manusia di muka bumi. Antropologi fisik.
Cabang antropologi yang khusus mempelajari manusia dari
sudut jasmani (fisik).
5 Antropologi linguistik. Cabang antropologi budaya yang
mempelajari bahasa-bahasa berbagai suku bangsa di dunia
6 Antropometri. Ilmu yang mempelajari tentang teknik
pengukuran tubuh manusia.
7 Arkeologi. Ilmu yang mempelajari kebudayaan sebelum
manusia mengenal tulisan, termasuk perkembangan dan
penyebaran kebudayaan.
8 Asimilasi. Proses bertemunya dua atau lebih kebudayaan yang
saling berinteraksi, kemudian masing- masing kebudayaan
melebur dan membentuk kebudayaan baru.
9 Cultural activities. Kegiatan kebudayaan yang
dimiliki/dilakukan oleh masyarakat setempat.
10 Cultural log. Ketimpangan budaya.
11 Custom. Tata kelakuan yang kekal, serta kuatnya
kesatuan/integrasi dengan pola perilaku masyarakat dapat
meningkat menjadi adat istiadat.
12 Deduktif. Penjalasan dari sifat-sifat umum kemudian ditarik
kesimpulan yang bersifat khusus.
13 Demonstration effect. Pola hidup yang menampakkan
penampilan yang tidak sesuai dengan keadaan yang
sebenarnya demi memperoleh gengsi.
14 Dialek. Variasi bahasa yang berbeda-beda menurut
pemakaiannya.
15 Diffusi. Penyebaran atau pembesaran sesuatu (kebudayaan,
teknologi, atau ide dari pihak yang satu ke pihak yang lain.
16 Dinamis. Bersifat aktif bergerak dan berubah.
17 Dinamisme. Kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai
tenaga atau kekuaran yang dapat mempengaruhi keberhasilan
atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup.
18 Disintegrasi. Pecahnya persatuan dan kesatuan dalam
masyarakat/kelompok atau negara. Disorganisasi. Keretakan
sistem masyarakat karena unsur-unsur di dalamnya yang tidak
berfungsi lagi.
19 Empati. Proses psikologis melalui perasaan yang begitu
mendalam oleh seseorang terhadap orang lain, sehingga orang
yang berempati seolah-olah dapat merasakan apa yang orang
lain rasakan.
20 Empiris. Sifat suatu ilmu yang mendasarkan diri pada
observasi dan akal sehat, yang hasilnya tidak bersifat
spekulatif, tetapi pada kenyataan di lapangan.
21 Enkulturasi. Pembudayaan.
22 Etnografi. Gambaran kehidupan dan kebudayaan yang
mengenai suku bangsa tertentu
23 Etnologi. Cabang antropologi budaya yang mempelajari
bangsa-bangsa di dunia, meliputi pola tingkah laku, adat
istiadat, agama, dan sebagainya
24 Etnosentrisme. Sikap atau pandangan yang berpangkal pada
masyarakat dan kebudayaan sendiri, biasanya disertai dengan
sikap dan pandangan yang merendahkan masyarakat dan
kebudayaan lain.
25 Hipotesis. Kesimpulan sementara yang kebenarannya harus
dibuktikan terlebih dahulu. Ilmiah. Memenuhi syarat ilmu
pengetahuan.
26 Informan. Orang yang memberi informasi atau orang yang
menjadi sumber data dalam penelitian.
27 Inovasi. Cara adaptasi di mana perilaku seseorang mengikuti
tujuan yang ditentukan oleh masyarakat.
28 Institusionalisasi. Proses pelembagaan nilai-nilai dalam
masyarakat.
29 Integrasi. Pemhauran hingga menjadi kesatuan yang bulat
dan utuh.
30 Komunikasi. Hubungan antara manusia melalui bahasa verbal
maupun nonverbal.
31 Kumulatif. Pembentukan teori baru berdasarkan pada teori
yang sudah ada sebelumnya.
32 Like interest. Kepentingan-kepentingan yang serupa/sama
yang ada dalam masyarakat.
33 Linguistik. Ilmu tentang bahasa, telaah bahasa secara ilmiah.
34 Masyarakat. Kesatuan hidup manusia yang berinteraksi
menurut suatu sistem, adat istiadat tertentu.
35 Matrilineal. Sistem kemasyarakatan berdasarkan garis
keturunan ibu.
36 Metode. Cara kerja untuk dapat memahami objek yang
menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan.
37 Metode kualitatif. Metode penelitian yang berupa deskripsi
hasil penelitian berdasarkan penilaian-penilaian terhadap data
yang diperoleh.
38 Metode kuantitatif. Metode penelitian dengan analisis data
yang berupa angkaangka atau gejala-gejala yang diukur
melalui uji statistik.
39 Mite. Cerita suatu bangsa tentang dewa dan pahlawan zaman
dahulu, mengandung penafsiran tentang asal-usul semesta
alam dan manusia, mengandung arti mendalam yang diungkap
dengan cara gaib.
40 Mistik. Hal gaib yang tidak terjangkau dengan akal manusia
biasa.
41 Mode/fashion. Perhuatan meniru sesuatu yang dianggap
terbaru untuk menjadi gaya hidup.
42 Nonetis. Tidak mempersoalkan baik atau buruk dari suatu
fakta, tetapi hanya menjelaskan fakta tersebut.
43 Norma. Aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok
dalam masyarakat yang digunakan sebagai panduan, tatanan,
dan pengendali tingkah laku yang sesuai.
44 Objektivitas. Sikap tidak terpengaruh oleh pendapat dan
pertimbangan prihadi atuU golongan tertentu.
45 Observasi partisipan. Penelitian yang menggunakan cara
pengamatan terlihat dengan objek kajiannya.
46 Patrilineal. Sistem kemasyarakatan berdasarkan garis
keturunan dari ayah.
47 Ritual. Sesuatu hal yang berkaitan dengan upacara
keagamaan. Somatologi. Cabang antropologi yang mempelajari
terjadinya beragam manusia dari segi ciri-ciri fisiknya.
48 Sosialisasi represif. Penanaman nilai dan norma pada tahap
pertama dan utama yang dijalani oleh seorang anak.
49 Sosialisasi sekunder. Proses penanaman nilai dan norma
pada tahap berikutnya yangmemperkenalkan pada anak hal-hal
di luar dari lingkungan keluarganya.
50 Segregasi. Upaya untuk saling memisahkan diri dan saling
menghindar di antara pihak-pihak yang bertentangan dalam
rangka mengurangi ketegangan.
51 Sinkretisme. Paham (aliran) baru, yaitu perpaduan dari
beberapa paham (aliran) yang berbeda untuk mencari
keserasian dan keseimbangan.
52 Sosialisasi. Proses mengakomodasikan kebudayaan kepada
warga masyarakat yang baru.
53 Simpati. Proses psikologis melalui perasaan dari seseorang
yang merasa tertarik dengan orang atau kelompok lain.
54 Stupor. Kondisi seperti orang idiot/dungu, diam, dan tidak
bereaksi. Biasanya akibat pengaruh narkoba.
55 Sugesti. Penerimaan pengaruh dan rangsangan dari orang lain
tanpa berpikir lagi secara rasional.
56 Syaman. Dukun, tukang sihir. Teoretis. Hasil observasi yang
disusun secara logis dan bertujuan menjelaskan hubungan
sebab-akibat.
57 Toleransi. Sikap saling menghargai dan menghormati
pendirian masing-masing pihak.
58 Totem. Benda atau binatang yang dianggap suci dan dipuja.
59 Tradisional. Sikap dan cara berpikir serta bertindak yang
selalu berpegang teguh pada norma dan adat kebiasaan yang
ada secara turun-temurun.
60 Trait complexes. Alat-alat yang rnelengkapi kegiatan
kebudayaan.
61 Trance. Peristiwa kerasukan roh ketika melakukan tarian adat
upacara keagamaan.
62 Universal culture. Kebudayaan semesta yang dapat diterima
di mana-mana.
Urbanisasi. Proses yang terjadi apabila sejumlah besar orang
meninggalkan daerah-daerah pertanian pedesaan berpindah
dan mendirikan tempat-tempat tinggal ke wilayah-wilayah,
perkotaan dalam suatu negara.

Ruang Lingkup Antropologi

Antropologi sebagai salah satu cabang ilmu sosial mempunyai bidang kajian sendiri yang dapat dibedakan
dengan ilmu sosial lainnya, seperti sosiologi, ilmu ekonomi, ilmu politik, kriminologi dan lain-lainnya.
Antropologi juga dapat dikelompokkan ke dalam cabang ilmu humaniora

1.6 pengantar antropologi

karena kajiannya yang terfokus kepada manusia dan kebudayaannya. Seperti halnya yang terjadi di Universitas
Indonesia, di mana pada masa awal terbentuknya Jurusan Antropologi ini berada di bawah Fakultas Sastra. Akan
tetapi dalam perkembangan selanjutnya, ketika muncul anggapan bahwa antropologi cenderung memiliki fokus
pada masalah sosial dari keberadaan manusia, maka jurusan antropologi ini pun pada tahun 1983 pindah di
bawah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Saat ini beberapa universitas di Indonesia mempunyai Jurusan
Antropologi, di antaranya adalah di Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Gajah Mada (UGM),
Universitas Andalas (Unand), Universitas Cendrawasih (Uncen), dan Universitas Udayana (Unud).

Sebagaimana sudah dijelaskan bahwa, secara umum dapat dikatakan antropologi merupakan ilmu yang
mempelajari manusia dari segi keragaman fisiknya, masyarakatnya, dan kebudayaannya, namun demikian, di
beberapa tempat, negara, dan universitas, antropologi sebagai ilmu mempunyai penekanan-penekanan tertentu
sesuai dengan karakteristik antropologi itu sendiri dan perkembangan masyarakat di tempat, negara, dan
universitas tersebut. Seperti yang pernah diungkapkan Koentjaraningrat bahwa ruang lingkup dan dasar
antropologi belum mencapai kemantapan dan bentuk umum yang seragam di semua pusat ilmiah di dunia.
Menurutnya, cara terbaik untuk mencapai pengertian akan hal itu adalah dengan mempelajari ilmu-ilmu yang
menjadi pangkal dari antropologi, dan bagaimana garis besar proses perkembangan yang mengintegrasikan
ilmu-ilmu pangkal tadi, serta mempelajari bagaimana penerapannya di beberapa negara yang berbeda.

AliranaliranAntropologi:
[if!supportLists]1. [endif]AliranEvolusionisme
[if!supportLists]2. [endif]AliranKognitif
[if!supportLists]3. [endif]AliranStrukturalisme,dan
[if!supportLists]4. [endif]AliranSimbolikInterpretatif

1.AliranEvolusionisme.
AsumsiDasar
Kebudayaan mengalami proses perubahan dari satu tahap ketahap
selanjutnysecaraevolutif
Tokoh:
[if!supportLists]a) [endif]E.B.Taylor:menemukanteorianimisme.
[if!supportLists]b) [endif]J.J.Bachofen:menemukanteoripembentukan
keluarga
[if!supportLists]c) [endif]J.G.Frazer:menemukanteoribatasakalataumagi
[if!supportLists]d) [endif]R.R.Maret:menemukanteoridinamisme
[if!supportLists]e) [endif]AndrewLang:menemukanteoridewatertinggi

KebudayaandlmPerspektifEvolusionisme
KebudayaandalamperspektifAntropologiEvolusionismeterbagidalam
tigakonsepsi:
[if!supportLists]a) [endif]Kebudayaansebagaisebuahsistem(culturalsystem)
Yaituberupagagasan,pikiran,konsep,nilai,norma,pandangan,undang
undang.Kesemuanyadimilikiolehpemangkuidedanbersifatabstrak.
[if!supportLists]b) [endif]Kebudayaansebagaisistemsosial,
MenurutC.Kluckholnkebudayaansebagaisistemsosialterdiridari:
[if!supportLists]1. [endif]Sistemperalatandanperlengkapanhidup
[if!supportLists]2. [endif]Sistemmatapencarian
[if!supportLists]3. [endif]Sistemkemasyarakatan
[if!supportLists]4. [endif]Bahasa
[if!supportLists]5. [endif]Kesenian
[if!supportLists]6. [endif]Sistempengetahuan
[if!supportLists]7. [endif]Sistemreligi
KetujuhisikebudayaanitudisebutjugasebagaiUnsurunsur
KebudayaanatauCulturanUniversal
[if!supportLists]c) [endif]Kebudayaansebagaihasiltingkahlakumanusia
(materialculture)
Terbagimenjadi2
[if!supportLists]1. [endif]Benda(Artifak)atauMaterialCulture
[if!supportLists]2. [endif]Tingkahlakumanusiaitusendiri

DesainpenelitianperspektifEvolusionisme
CarapandangEvolusionisme
Mendeskripsikan unsurunsur budaya universal dan pola perubahan yg
teramati melalui mekanisme pembandingan kebudayaan yg hidup dan
berkembangdalamsebuahentitasbudaya
MetodeKomparasi
Metode KomparatifDiakronik & Metode KomparatifSinkronik
PERUBAHANKEBUDAYAAN

MetodeKomparatifSinkronik
Penelitimenelitiduaentitasbudayayangberbedadarisatukomunitiyang
samadlmwaktubersamaan.
Contoh:PenelitianE.MBurnerth1958thdkebudayaanBatakTobapd
masydesa&kotaMedan.Hasilnyamasyarakatdesa&kotasama2kuat
memegangtradisiBatakketikaberhadapandgbudayalaindikota.
MetodeKomparatifDiakronik
Penelitimenelitisuatukebudayaandarientitasmasyarakattertentupada
satuwaktulaludikajilagipadabeberapasaatkemudianpadaentitasyang
sama.
Contoh:PenelitianR.FirthpadaKomunitaspulauTikopeaPolinesiapada
tahun1929,laludilakukanLagi25thkemudian.Hasilnyaadaperubahan
signifikandarikebudayaantradisionalkekebudayaanmodern.

2.AliranAntropologiKognitif
Asumsidasar
Memandang kebudayaan sebagai kognisi manusia atau Melihat kaitan
antarabahasa,kebudayaandankognisimanusia
Tokoh:WardH.Goodenough(ahlilinguistikyangtertarikpada
kebudayaan)
KajianAntropologiKognitif
Bagaimanamanusiamemandangbenda,kejadiandanmaknadaridunianya
sendiri
Goodenoughmemandangbahwakebudayaanbukanlahfenomenamaterial
(benda,perilaku,emosi),namunlebihmenjadibagaimanacarapengaturan
halhaltersebut.
DalamkajiannyaAntropologiKognitifmembagimenjadi2bahasan
yaitu:
[if!supportLists]1. [endif]Bahasasebagaibahanmentahkebudayaan,artinya
kemunculantiapkebudayaanmaterialdalamkehidupanmanusiadidahului
olehlahirnyapersepsi,naluri,fikiranmanusiayangdapatdilihatdari
bahasamereka.
[if!supportLists]2. [endif]Kebudayaanadalahkognisimanusia.Artinya
seluruhkebudayaanmaterilayangdihasilkanmanusiapadadasarnya
hanyalahakibatdarikemampuanpikiranmanusiadalamberkreasi.

PenelitianAntropologiKognitifataucarapandangantropologikognitif
dititikberatkanpadaBahasa,BudayadanKepribadiandanBudaya
AnalisakosakatadananalisiskaraktermanusiaPerubahan
Kebudayaan.

3.AliranAntropologiStruktural

Asumsidasar:Nalarmanusia(humanmind)dansistemrelasi(systemof
relation)
Tokoh:ClaudeLeviStrauss
Human MindKebudayaan & bahasa Berposisi sejajar karena
keduanyamerupakanhasildarinalarmanusia
AntropologiLeviStraussbertujuanmenemukanmodelbahasa&budaya
melalui strukturnya Pemahaman thd pikiran & perilaku kehidupan
manusia

SistemRelasidalamantropologistrukturalterbagidalam3bagianyaitu
Relasimanusiadengankebudayaan,RelasiManusiadenganBahasadan
relasimanusiadenganTradisi
KebudayaanProdukatauhasilaktifitasnalarmanusiayangmemiliki
kesejajarandenganbahasa&tradisi
TradisiSebuahjalanbagimasyarakatuntukmemformulasikandan
memperlakukanfaktafaktadasardarieksistensikehidupanmanusia.
Tradisiadalahtatanantransendentalsbgpengabsahtindakan&juga
sesuatuygimanendlmsituasiaktualdanbersesuaiandengankonteks
bersifatdinamis(J.C.Hastermann)
Contoh:Konsensusmanusiatentangpersoalankehidupan&kematian

4.AliranAntropologiSimbolikInterpretatif

KebudayaanAdalahkeseluruhanpengetahuanmanusiayangdijadikan
sebagaipedomanataupenginterpretasikeseluruhantindakanmanusia.
Kebudayaanadalahpedomanbagimasyarakatyangdiyakinikebenarannya
olehmasyarakattersebut.
Tokoh:CliffordGeertz

Cara pandang dalam disiplin ilmu ini adalah dalam penelitian seorang
penelitiharusberdasarkanapayangdiketahui,dirasakandandialamioleh
pelaku budaya yang ditelitinya ( melihat kenyataan dari sidut pandang
pelaku)
Referensi:Dariberbagaisumber

beberapa objek kajian, antara lain:


63 Paleoantropologi; mempelajari tentang asal-usul manusia
beserta evolusi yang dapat dilihat dari hasil fosil-fosil.
64 Somatologi; mempelajari tentang keragaman ras manusia yang
tersebar di dunia.
65 Prehistori; ilmu yang mempelajari sejarah dari penyebaran serta
perkembangan budaya manusia yang saat itu belum mengenal
tulisan.
66 Etnolinguistik; mempelajari suku-suku yang ada di dunia.
67 Etnologi; mempelajari tentang asas kebudayaan terhadap semua
suku manusia yang ada di dunia.
Etnopsikologi; mempelajari tentang kepribadian bangsa serta
peranan individunya dalam proses dan nilai yang berpegang pada
konsep psikologi.

Koentjaraningrat(1981:224)membuatbaganpembagiandalamilmuantropoloisebagai
berikut:
Antropologidibagi2yaitu:
I.Antropologifisik
Antrologifisikdibagimenjadi
a.Paleontropologi
b.Antropologibiologis
II.Antropolgibudaya
Antropologibudayadibagimenjadi
a.Antropologiprehistori
b.Etnolinguistik
c.Etnologi
Etnologidibagimenjadi
1.Etnologisecarakhusus
2.Antropologisocial

68 Antropologifisik
Antropologifisikmempelajarimanusiasebagaiorganismebiologisyang
melacakperkembanganmanusiamenurutevolusinyadanmenyelidikivariasibiologisnya
dalamberbagaijenis(spesies).Contoh:Paraantropologumumnyamemilikianggapan
bahwanenekmoyangmanusiaadalahsejeniskeradanmonyet,karenamemilikikemiripan
kemiripantertentu.
Paleoantropologi
Merupakanilmutentangasalusulatausoalterjadinyaevolusimakhlukhidupmanusiadengan
mempergunakanbahanpenelitianmelaluisisasisatubuhyangtelahmembatu,ataufosilfosil
manusiadarizamankezamanyangtersimpandalamlapisanbumidandidapatdengan
berbagaipenggalian.b.
AntropologiBiologis
Merupakanbagianilmuantropolgiyangmempelajarisuatupengertiantentengsejarah
terjadinyaanekawarnamakhlukmanusiajikadipandangdarisudutciriciritubuhnya,baik
lahir(fenotipik),sepertiwarnakulit,warnadanbentukrambut,indekstengkorak,bentuk
muka,warnamata,bentukhidung,tinggibadandanbentuktubuhmaupunsifatbagiandalam
(genotipik),sepertigolongandarahdansebagainya.Manusiadimukabumiiniterdapat
beberapagolonganberdasarkanpersamaanmengenaibeberapaciritubuh.Pengelompokkan
sepertiitudalamilmuantropologidisebutras

2.AntropologiBudaya

Antropologiudayamemfokuskanperhatiannyapadakebudayaanmanusiaataupuncara
hidupnyadalammasyarakat.
MenurutHaviland(1999:12)cabangantropologibudayainidibagibagilagimenjaditiga
bagian,yakniantropologiprehistori,etnolinguistik,danetnologi.Untukmemahami
pekerjaanparaahliantropologibudaya,kitaharustahutentanghakikatkebudayaan,
menyangkutkonsepkebudayaan,dankarakteristiknya;bahasadankomunikasi,menyangkut
hakikatbahasadanbahasadalamkerangkakebudayaan;sertakebudayaandankepribadian.
Antropologibudayajugamerupakanstuditentangpraktikpraktiksocial,bbentukbentuk
ekspresif,danpenggunaanbahasa,dimanamaknadiciptakandandiujisebelumdigunakan
olehmasyarakatmanusia(Burke,2000:193)

Antropologiprehistori

Merupakanilmutentangperkembangandanpenyebaransemuakebudayaanmanusiasejak
sebelummanusiamengenaltulisanatauhuruf.Dalamilmusejarah,seluruhwaktudari
perkembangankebudayaanumatmanusiamulaisaatterjadinyammakhlukmanusia,yaitu
kirakira800.000tahunyanglaluhinggasekarang,dibagimenjadiduabagianyaknimasa
sebelummengenaltulisanatauhuruf,danmasasetelahmanusiamengenaltulisanatauhuruf.
Subilmuprehistoriiniseringdisebutilmuarkeologi.Disiniilmuarkeologisebenarnyaadalah
sejarahkebudayaandarizamanprehistori
A.
EtnolinguistikatauAntropologiLinguistik
Suatuilmuyangberkaitandenganilmuantropologidenganberbagaimetodeanalisis
kebudayaanyangberupadaftarkatakata,pelukisantentangciridantatabahasadariberatus
ratusbahasasukubangsayangtersebardiberbagaitempatdimukabumiini.Daribahanini
telahberkembangkeberbagaimacammetodeanalisiskebudayaan,sertaberbagaimetode
untukmenganalisisdanmencatatbahasabahasayangtidakmengenaltulisan.Semuabahan
danmetodetersebutsekarangtelahterolah,jugailmulinguisticumum.Walaupundemikian,
ilmuetnolinguistikdiberbagaipusatilmiahdiduniamasihtetapberkaitaneratdenganilmu
antropologi,bahkanmerupakanbagiandariilmuantropologi.
Etnologi
Merupakanbagianilmuantropologitentangasasasasmanusia,mempelajarikebudayaan
kebudayaandalamkehidupanmasyarakatdaribangsabangsatertentuyangtersebardimuka
bumipadamasasekarang

Antropologi Spesialisasi berkembang karena adanya perubahan-


perubahan dalam masyarakat yang diiringi dengan masalah-masalah
yang muncul, sehingga menuntut adanya pendekatan Antropologi
kependudukan, Antropologi pendidikan, Antropologi Perkotaan,
Antropologi pedesaan, Antropologi hokum, Antropologi Kesehatan dalam
menyelesaikan masalah yang ada dalam masyarakat tersebut. Dalam
hal ini banyak masalah yang sebetulnya dapat diselesaikan bila yang
dipakai adalah pendekatan Antropologi.
Misalnya untuk mensosialisasikan bidan atau dokter kedaerah terpencil
yang masih percaya pada dukun. Pemerintah tidak bisa hanya dengan
mengirimkan bidan atau dokter ke daerah tersebut dan meminta
masyarakat untuk berobat kepada mereka dan tidak lagi ke dukun. Tapi
dengan pendekatan Antropologi budaya, hal ini menjadi lebih mudah
karena masyarakat tidak bisa dipaksa berubah tiba-tiba.