Anda di halaman 1dari 21

Memahami Pengertian, Sejarah, dan Perkembangan Jaringan Komputer

Dewasa ini, jaringan komputer menjadi salah satu bidang yang mendukung perkembangan teknologi. Tidak
bisa dipungkiri, peran serta jaringan komputer dalam perkembangan teknologi di dunia sangatlah
berdampak besar. Tanpa adanya jaringan komputer, mungkin dunia akan kesulitan dalam mengakses
informasi, data, bahkan untuk berkomunikasi.

Pengertian Jaringan Komputer

Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang menghubungkan dua node (komputer / device / virtual
machine) atau lebih menggunakan media komunikasi berupa kabel (wire) atau tanpa kabel (wireless)
sebagai perantara serta membutuhkan protokol-protokol komunikasi untuk bisa saling berbagi sumber daya
seperti software atau data maupun perangkat keras seperti printer dan media penyimpanan.

Jaringan komputer memungkinkan kita bekerja bersama-sama untuk meningkatkan penggunaan sumber
daya yang ada dalam sebuah perusahaan / organisasi, komunikasi dan arus informasi semakin cepat serta
melindungi aset-aset penting perusahaan /organisasi yang semestinya diakses oleh pihak yang berwenang
di dalamnya.

Sejarah dan Perkembangan Jaringan Komputer

Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan
komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken.
Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus
dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah
proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer
dengan dengan kaidah antrian.
Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah
komputer mesti melayani beberapa terminal. (Lihat Gambar 1.2) Untuk itu ditemukan konsep distribusi
proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama
kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung
secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan
teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.
Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer
besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed
Processing). Seperti pada Gambar 1.3, dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah
pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap
host komputer. Dala proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi
komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib
melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.

Pada tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program surat elektonik (email) yang
dibuatnya setahun yang lalu untuk ARPANET. Program tersebut begitu mudah untuk digunakan, sehingga
langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama yaitu tahun 1972, ikon at (@) juga diperkenalkan sebagai
lambang penting yang menunjukan at atau pada. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai
dikembangkan meluas ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan
komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan ARPANET. Pada tahun yang
sama yaitu tahun 1973, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan
sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran International Network (Internet). Ide
ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex. Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal
26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan surat elektronik dari Royal Signals and Radar
Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET
membentuk sebuah jaringan atau network.
Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET
(User Network) pada tahun 1979. Tahun 1981, France Telecom menciptakan sesuatu hal yang baru dengan
meluncurkan telepon televisi pertama, di mana orang bisa saling menelepon yang juga berhubungan
dengan video link.
Seiring dengan bertambahnya komputer yang membentuk jaringan, dibutuhkan sebuah protokol resmi yang
dapat diakui dan diterima oleh semua jaringan. Untuk itu, pada tahun 1982 dibentuk sebuah Transmission
Control Protocol (TCP) atau lebih dikenal dengan sebutan Internet Protocol (IP) yang kita kenal hingga saat
ini. Sementara itu, di Eropa muncul sebuah jaringan serupa yang dikenal dengan Europe Network (EUNET)
yang meliputi wilayah Belanda, Inggris, Denmark, dan Swedia. Jaringan EUNET ini menyediakan jasa surat
elektronik dan newsgroup USENET.
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan
Sistem Penamaan Domain atau domain name system, yang kini kita kenal dengan DNS. Komputer yang
tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1.000 komputer lebih. Pada 1987, jumlah komputer
yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat menjadi 10.000 lebih.
Jaringan komputer terus berkembang pada tahun 1988, Jarkko Oikarinen seorang berkebangsaan Finlandia
menemukan sekaligus memperkenalkan Internet Relay Chat atau lebih dikenal dengan IRC yang
memungkinkan dua orang atau lebih pengguna komputer dapat berinteraksi secara langsung dengan
pengiriman pesan (Chatting). Akibatnya, setahun kemudian jumlah komputer yang saling berhubungan
melonjak 10 kali lipat. tak kurang dari 100.000 komputer membentuk sebuah jaringan. Pertengahan tahun
1990 merupakan tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee merancang sebuah programe
penyunting dan penjelajah yang dapat menjelajai komputer yang satu dengan yang lainnya dengan
membentuk jaringan. Programe inilah yang disebut Waring Wera Wanua atau World Wide Web.
Komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer pada tahun
1992. Dan pada tahun yang sama muncul istilah surfing (menjelajah). Dan pada tahun 1994, situs-situs di
internet telah tumbuh menjadi 3.000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya berbelanja melalui internet
atau virtual-shopping atau e-retail muncul di situs. Pada tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga
sekaligus tahun kelahiran Netscape Navigator 1.0.
Pengertian Dan Macam Macam Topologi pada Jaringan Komputer Lengkap

Sebenarnya informasi seputar topologi jaringan sudah banyak tersebar di berbagai situs maupun
blog. Topologi jaringan komputer ini memang banyak sekali yang mencari terutama bagi mereka yang
sedang mengembangkan ilmu komputer atau IT. Informasi seputar macam-macam topologi jaringan pun
bisa Anda dapatkan dengan mudah hanya dengan browsing atau menjelajah ke berbagai situ, tidak
terkecuali pada situs blog ini yang dengan senang hati ikut membagikan beberapa informasi
seputar macam-macam topologi jaringan komputer.

Sebelum melanjutkan ke point utama, ada baiknya Anda mengetahui apa sih pengertian topologi jaringan
komputer ataupun definisinya. Topologi jaringan merupakan sebuah desain jaringan komputer yang akan
dibentuk serta menjelaskan bagaimana komputer-komputer tersebut dapat saling berhubungan antara satu
sama lain. Topologi jaringan juga bisa memudahkan kita untuk memahami bagaimana jalur lalu lintas data
yang terjadi pada sebuah sistem jaringan. Dengan begini, jika kita ingin melakukan perbaikan terhadap
sebuah jaringan, kita tidak perlu lagi kebingungan untuk mulai memperbaikinya dari mana. Karena topologi
jaringan ini sudah menggambarkan sejelas-jelasnya bagaimana sistem jaringan tersebut terbentuk.

Macam Macam Topologi Jaringan Komputer

1. Topologi Bus

Topologi ini merupakan topologi yang paling awal digunakan untuk menghubungkan komputer. Media
transmisi yang digunakan pada topologi ini hanya menggunakan satu kabel panjang dengan dilengkapi
beberapa terminal, dan pada akhir kabel tersebut harus diakhiri oleh satu terminator. Kabel coaxial lah
yang menjadi media transmisi pada topologi ini. Meskipun terlihat simple, namun topologi bus sudah
sangat jarang digunakan dalam membangun sistem jaringan. Hal ini mungkin dikarenakan beberapa
kekurangan yang diantaranya kemungkinan terjadinya tabrakan aliran data, dan juga jika pada salah
satu perangkat terjadi keslahan maka jaringan tersebut langsung down.
2. Topolgi Ring / Cincin

Sesuai namanya, pada topologi ini setiap komputer yang yang tersusun berbentuk cincin atau ring. Data
token diberikan untuk memberikan izinuntuk setiap komputer agar dapat berkomunikasi. Dimana setiap
node yang tersusun berkomunikasi dengan formasi melingkar membentuk ring,. Dengan kata lain setiap
komputer saling terhubung antar dua komputer lainnya.

3. Topolgi Star / Bintang

Pada topolgi ini, setiap komputer saling terhubung sedemkian rupa sehingga membentuk bintang,
dimana setiap perangkat saling terhubung mengelilingi hub/switch sebagai consentrator nya. Topologi ini
adalah yang paling sering digunakan pada jaringan LAN (local Area Network). Topologi ini sering
digunakan di rumah, kantor, sekolah, lab komputer, dan lain sebagainya. semua komputer yang
terhubung pada topologi star memerlukan hub, switch, ataupun router dengan media transmisinya adlah
kabel UTP / STP.
4. Topologi Mesh / Jala

Pada topologi ini setiap komputer saling terhubung satu sama lain. Dengan kata lain setiap komputer
dapat langsung berkomunikasi dengan komputer lainnya. Akibatnya, untuk menerapkan topologi ini,
setiap komputer harus memiliki banyak interface agar bisa terhubung dengan komputer-komputer lain.

5. Topologi Tree / Pohon

Topologi ini bisa juga disebut sebagai penggabungan dari topologi star dan topologi bus. Topologi ini biasa
juga disebut sebagai topologi bertingkat, dan sangat cocok untuk diterapkan di kantor-kantor yang
bertingkat. Topologi jaringan komputer Type Tree ini paling ideal digunakan pada sistem jaringan komputer.
Pada jaringan Tree, terdapat beberapa tingkatan simpul atau node. Pusat atau simpul yang lebih tinggi
tingkatannya, dapat mengontrol simpul dibawah tingktannya. Kombinasi topologi ini mendukung masa
depan upgrade dari jaringan komputer, jauh lebih baik daripada bus atau star.
Macam-Macam Perangkat Keras Jaringan Komputer dan Fungsinya

Perangkat Keras Jaringan Komputer adalah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan dua atau
lebih komputer dalam jaringan komputer agar setiap komputer yang terhubung dapat saling berbagi data,
file, dan sumber daya lainnya.
Seperti hal nya komputer, sebuah jaringan komputer bisa beroperasi dengan didukung oleh software dan
hardware. Pada artikel ini, Penulis akan sedikit membahas perangkat keras apa saja yang ada dalam
jaringan komputer. Berikut Perangkat Jaringan Komputer dan Fungsinya

1. Modem
Modem (Modulator Demodulator) merupakan perangkat yang menghubungkan kita ke internet.
Perangkat ini berfungsi mengubah sinyal Analog menjadi sinyal Digital. Modem mengganti sinyal digital
dari komputer menjadi sinyal analog ketika melewati medium seperti saluran telepon, kemudian modem
merubah kembali sinya tersebut menjadi sinya digital saat menuju komputer tujuan. Hal ini dilakukan
agar bisa dipahami oleh komputer.

2. Kabel Jaringan
Kabel jaringan merupakan peralatan yang berfungsi sebagai media penghubung antara komputer
dengan komputer atau komputer dengan perangkat jaringan lainnya. Berikut adalah jenis-jenis kabel
yang digunakan dalam jaringan komputer.
Twisted Pair (UTP dan STP)
Coaxial
Fiber Optic
Tipe kabel untuk jaringan akan dibuat artikel tersendiri pada posting selanjutnya
3. Network Interface Card (NIC)
Perangkat keras jaringan komputer yang satu ini dikenal dengan istilah Ethernet Card atau lebih populer
dengan istilah LAN Card. Adalah kartu jaringan yang berfungsi sebagai penghubung antar komputer
dengan sebuah jaringan. Umumnya NIC ini sudah terintegrasi dengan motherboard komoputer dan
laptop, namun ada juga berupa kartu yang ditancapkan ke motherboard. Bahkan seiring dengan maju
perkembangan, ada juga yang berupa USB.
4. Konektor
Konektor adalah alat yang menghubungkan kabel dengan network adapter. Coba bayangkan apabila
tidak ada konektor, dengan cara bagaimana kabel-kabel jaringan dapat terhubung dengan network
adapter atau NIC. Jeni konektor tentunya disesuaikan dengan jenis kabel yang digunakan.
Konektor RJ-45 digunakan untuk Kabel UTP
Konektor BNC/T digunakan untuk Kabel Coaxial
Konektor ST digunakan untuk Kabel Fiber Optic

5. Hub dan switch


Hub adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menyatukan kabel-kabel network dari tiap
workstation, server atau perangkat lain. Biasanya perangkat keras jaringan ini digunakan untuk
membangun topologi bintang, kabel twisted pair datang dari sebuah workstation masuk kedalam hub.
Sebenarnya fungsi dari switch adalah sama dengan hub. Namun sebenarnya cara kerja switch sedikit
lebih rumit bila dibandingkan dengan hub. Switch tidak hanya sekedar mengurusi sinyal listrik tapi juga
harus memproses informasi pada lapisan atau layer data link, informasi yang dicek oleh switch adalah
alamat MAC address dari setiap perangkat dan komputer yang tersambung dengan dirinya. Perbedaan
antara switch dengan hub seperti gambar dibawah ini :
6. Repeater
Repeater berfungsi untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen jaringan
lalu memancarkan kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen kabel yang
lain.

8. Bridge
Fungsi dari bridge itu sama dengan fungsi repeater tapi bridge lebih fleksibel dan lebih cerdas dari pada
repeater. Bridge dapat menghubungkan jaringan yang menggunakan metode transmisi yang berbeda.
Misalnya bridge dapat menghubungkan Ethernet baseband dengan Ethernet broadband.

9. Router
Fungsi utama router adalah sebagai perangkat dalam jarinan komputer yang digunakan sebagai
penghubung antara jaringan atau network. Router yang menentukan jalur mana yang terbaik untuk
dilewati paket data sehingga data dapat sampai ke tujuannya.
Jenis-Jenis Kabel yang Digunakan Pada Jaringan Komputer

Jenis-Jenis Kabel Jaringan Komputer Kabel jaringan merupakan salah satu media transmisi yang
digunakan pada jaringan komputer agar setiap komputer/perangkat yang tergabung didalamnya bisa saling
berkomunikasi. Selain menggunakan kabel, terdapat juga media transmisi yang tidak menggunakan kabel
yang lebih sering kita sebut wireless. Pada OSI Layer, media komunikasi menempati posisi paling bawah
yaitu Physical Layer.
Dibandingkan media tanpa kabel, media kabel lebih memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi serta
jangkauan yang lebih jauh. Dalam artikel ini, saya akan membahas jenis-jenis kabel apa saja yang ada
pada jaringan komputer. Ada tiga jenis kabel yang digunakan dalam media komunikasi via Kabel yaitu :

1. Kabel Coaxial
Kabel coaxial adalah jenis kabel yang terdiri atas dua penghantar di mana salah satu penghantarnya
berada di tengah kabel dan dikeliling oleh penghantar satunya lagi dengan pola melingkar. Prinsip kerja
Coaxial dengan cara menghantarkan arus atau sinyal listrik dari sumber ke tujuan.
Saat ini kabel jenis Coaxial sudah mulai ditinggalkan karena port untuk konektor BNC yang dipakai
sudah jarang ditemukan pada perangkat komputer atau perangkat jaringan seperti switch dan router.
Instalasi jaringan denga kabel coaxial sulit dan butuh keahlian esktra terutama dalam membuat atau
memasang konektor.

Bagian-bagian kabel coaxial ialah sebagai berikut.


Isolator luar (outer jacket) yang merupakan bagian kulit pembungkus terluar untuk melindungi
seluruh bagian kabel.
Pelindung atau disebut juga grounding (barided copper shielding) yang merupakan serabut kabel
terpilin bersilang yang berfungsi mengantisipasi frekuensi listrik yang tidak diinginkan.
Isolator dalam (plastic insulation) yang merupakan kulit pelapis kabel konduktor.
Konduktor (copper cunductor) merupakan inti kabel tunggal atau serabut yang berfungsi sebagai
medium transmisi data.
2. Kabel Twisted Pair
Kabel twisted pair merupakan kabel jaringan yang didalamnya terdiri atas beberapa kabel yang saling
berpasangan. Sama seperti kabel coaxial, cara kerja dari kabel Twisted Pair adalah dengan
mengahantarkan arus atau sinyal listrik dari sumber ke tujuan. Kabel twisted pair ini terbagi atas jenis,
yaitu STP (Shielded Twisted Pair) dan UTP (Unshielded Twisted Pair).
STP adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus tembaga/alumunium foil yang khusus
dirancang untuk mengurangi gangguan elektrik. UTP adalah kabel yang terdiri dari 4 pasang kabel
terpilin mirip kabel telepon.
Untuk Kabel Twisted pair sendiri jangkauannya tidak lebih jauh dari 100meter, Kecepatannya bervariasi
mulai dari 10 Megabit per detik sampai 10000megabit/detik atau 10 Gigabit per detik

3. Kabel Fiber Optik


Tidak seperti dua kabel sebelumnya yang menggunakan tembaga sebagai media penghantarnya. Kabel
fiber optik ini tebuat dari serat kaca atau plastik yang sangat tipis. Karena terbuat dari kaca, sinyal yang
dikirim oleh FO ini berupa cahaya dari sumber ke tujuan.
Makanya tidak heran bila transmisi kabel ini lebih cepat dibandingkan dengan dua kabel sebelumnya.
Salah satu kelemahan kabel ini adalah gangguan (noise) yang sering terjadi apabila tertekuk walaupun
hanya sedikit.
Bagian-bagian kabel fiber optik adalah sebagai berikut.
Pelindung kabel (cable jacket) yang merupakan bagian kulit pembungkus terluar untuk melindungi
seluruh bagian kabel.
Pelindung fiber (strengthening fibers) berfungsi menjaga kabel dari benturan keras.
Lapisan plastik (coating) berfungsi menjaga kabel dari tekukan.
Lapisan tipis (cladding) berfungsi sebagai pembatas yang memuat gelombang cahaya sehingga
data dapat ditransmisikan.
Fisik medium utama (core) berfungsi sebagai medium transmisi data.
Itulah beberapa jenis kabel jaringan komputer. Kabel coaxial biasanya digunakan untuk topologi bus.
Installasi CCTV juga biasanya menggunakan kabel coaxial. Jenis kabel fiber optik biasanya untuk tipe
jaringan yang besar. Kabel UTP lebih cocok untuk installasi jaringan LAN.
Klarifikasi Jenis-jenis Jaringan Komputer

Berdasatkan Jangkauan Geografis (LAN, MAN, WAN)

Seperti yang sempat dibahas pada artikel sebelumnya, jaringan komputer adalah sebuah sistem dimana
kita dapat menghubungkan beberapa komputer menjadi satu kesatuan yang dapat saling berhubungan,
berbagi, dan berkomunikasi.

Terdapat 3 jenis jaringan komputer saat ini, yaitu Local Area Network (LAN), Metropolitan Area Network
(MAN), dan Wide Area Network (WIDE). Silahkan Anda bisa membaca penjelasan dibawah ini tentang
ketiga jenis jaringan komputer tersebut.

1. Local Area Network (LAN)


LAN adalah jenis jaringan yang ruang lingkupnya berada di area yang relatif kecil. Pada umumnya, jenis
jaringan ini sering diterapkan pada kantor, lab sekolah, rumahan, dan lain sebagainya yang area
lingkupnya kecil. Dengan kata lain, jenis jaringan ini hanya dapat menghubungkan komputer-komputer
yang berada di satu tempat (terbatas) yang berjarak tidak lebih dari 1 KM.

2. Metropolitant Area Netwrok (MAN)

Pada jenis jaringan MAN ini, biasanya ruang lingkupnya sedikit lebih luas dari LAN. Biasanya bisa
meliputi antar wilayah dalam satu provinsi. Dalam hal ini, sistem jaringan komputer menghubungkan
beberapa jaringan kecil (LAN) ke area yang lebih besar. Contoh: jaringan Bank dimana beberapa kantor
cabang sebuah Bank di dalam sebuah kota besar dihubungkan antara satu dengan lainnya. Misalnya
Bank Mandiri yang ada di seluruh wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi. Dengan
begini, jaringan ini bisa memudahkan sebuah perusahaan untuk mengelola cabang mereka dari jarak
yang jauh, tanpa harus mendatanginya satu-persatu.
3. Wide Area Network (WAN)

Mengingat ruang lingkup pada jaringan WAN ini sangatlah luas, maka kebanyakan pengguna sudah
menggunakan satelit atau bahkan kabel bawah laut untuk menghubungkannya. WAN mencakup daerah
geografis yang sangat luas, dan biasanya saling menghubungkan negara bahkan benua.
Klarifikasi Jenis-jenis Jaringan Komputer

Berdasarkan Type Jaringan

Pada artikel ini, saya mencoba jelaskan dua tipe jaringan komputer yang ada. Secara umum tipe jaringan
komputer ini terbagi menjadi dua, yaitu jaringan peer to peer dan jaringan client-server.

1. Jaringan Peer-to-Peer

Jaringan komputer yang hanya menghubungkan dua komputer dimana kedua komputer bisa menjadi
server maupun client, jadi tidak ada perbedaan antara client dan server. Dalam pemasangan Jaringan
Peer to Peer anda tidak perlu memakai hub karena dalam tipe jaringan dua komputer (PC to PC) ini
dapat langsung dihubungkan dengan 1 kabel UTP. Pada jaringan tipe ini, setiap komputer yang
terhubung dalam jaringan dapat saling berkomunikasi dengan komputer lainnya secara langsung tanpa
perantara. Bukan hanya komunikasi langsung tetapi juga sumber daya komputer dapat digunakan oleh
komputer lainnya tanpa ada pengendali dan pembagian hak akses.
Setiap komputer dalam jaringan Peer to Peer mampu berdiri sendiri sekalipun komputer yang tidak
bekerja atau beroperasi. Masing-masing Komputer tidak terikat dan tidak tergantung pada komputer
lainnya. Komputer yang digunakan pun bisa beragam dan tidak harus setara, karena fungsi komputer
dan keamanannya diatur dan dikelola sendiri oleh masing-masing komputer.
Tipe jaringan ini cocok digunakan untuk membangun jaringan komputer skala kecil seperti di rumah, di
dalam sebuah ruangan kerja, lab komputer sekolah dan lain-lain. Peer to Peer ini umumnya dipakai
dalam membangun jaringan berbasis workgroup yang menerapkan fungsi sharing atau bagi pakai
penggunaan hardware dan software, karena pada tipe ini biasanya tidak memerlukan pengaturan
keamanan dan kendali antara masing-masing komputer.
Beberapa hal dari jaringan Peer to Peer ini adalah :
tidak perlu spesifikasi yang setara untuk setiap komputer (bisa beragam)
biasanya tidak ada komputer pusat yang dijadikan sentral jaringan
biasanya juga tidak ada kontrol atau kendali terhadap pengaturan keamanan jaringan
tidak memerlukan Operating System khusus seperti untuk server
jika ada 1 atau lebih komputer yang rusak atau tidak bekerja, komputer lain tetap dapat berfungsi
normal.
Sebagai catatan untuk membuat jaringan komputer peer to peer kabel UTP yang dibuat harus dengan
Crossover / Crossline karena jika menggunakan Straight Through kabel LAN dianggap tidak terkoneksi
(a network cable is unplugged) kecuali jika Ethernet atau LAN Card yang anda gunakan sudah support
dengan straight through.

Kelebihan :
Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya seperti :
harddisk,drive,fax/modem,printer.
Biaya operasional relatif lebih murah dibanding dengan tipe jaringan client-server,salah satunya
karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan
dan menyediakan fasilitas jaringan.
Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server, Sehingga bila salah satu komputer
mati atau rusak,jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.
Kelemahan :
Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit,karena pada jaringan tipe ini setiap komputer
dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada.Di jaringan client-server komunikasi adalah
antara server dengan workstation.
Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client-server,karena setiap komputer /peer
disamping harus mengelola pemakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi
sendiri.
Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur keamanan
masing-masing fasilitas yang dimiliki. Karena data jaringan tersebar dimasing-masing komputer dalam
jaringan,maka backup harus dilakukan oleh masing-masing komputer tersebut.

2. Jaringan Komputer Client-Server


Tipe jaringan ini sering di katakan sebagai jaringan berbasis server. Mengacu pada konsep kerja yang
melibatkan komputer klien dan komputer server. Pada model jaringan tipe Clien-server koneksi yang
terjadi sebenarnya bukan antara komputer melainkan antara prgram dengan program.

Server di jaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server karena murni berperan sebagai
server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai
workstation.

Kelebihan :

Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan
secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain seperti sebagai
workstation.

Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat sebuah komputer yang
bertugas sebagai administrator jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan.

Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat di server,
yang akan membackup seluruh data yang digunakan di dalam jaringan.

Kelemahan :

Biaya operasional relatif lebih mahal.


Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai
server.
Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server mengalami gangguan maka secara
keseluruhan jaringan akan terganggu.
Klarifikasi Jenis-jenis Jaringan Komputer

Berdasarkan Media Transmisi Data

Jaringan Berkabel (Wired Network)

Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung
berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar
komputer jaringan.

Jaringan Nirkabel (Wireless Network)


Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan
kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan
mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan.