Anda di halaman 1dari 3

1.

LATAR BELAKANG LAHIRNYA SOSIOLOGI


Sosiologi termasuk ilmu yang paling muda dari ilmu-ilmu sosial yang ada. Semua ilmu
pengetahuan yang kita ketahui selama ini, pernah menjadi bagian dari filsafat yang
merupakan induk dari segala ilmu pengetahuan. Filsafat pada masa itu mencakup pula
segala usaha pemikiran mengenai masyarakat. Dengan makin berkembangnya zaman
serta tumbuhnya peradaban manusia, berbagai ilmu pengetahuan yang semula tergabung
dalam filsafat mulai memisahkan diri. Ilmu tersebut kemudian berkembang dan mengejar
tujuan masing-masing.
Astronomi dan fisika merupakan ilmu yang pertama kali memisahkan diri dari filsafat.
Kemudian diikuti oleh ilmu kimia, biologi dan geologi. Pada abad ke -19, dua ilmu
pengetahuan baru muncul, yaitu psikologi dan sosiologi. Dengan demikian, timbullah
sosiologi sebagai ilmu pengetahuan. Di dalam proses pertumbuhannya, sosiologi dapat
dipisahkan dari ilmu-ilmu kemasyarakatan lainnya seperti ekonomi dan sejarah.
Sosiologi yang merupakan pemikiran terhadap masyarakat lambat laun menjadi ilmu
pengetahuan yang berdiri sendiri. Banyak usaha baik bersifat ilmiah maupun non ilmiah
yang membentuk sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri. Faktor
pendorong utama munculnya sosiologi adalah meningkatnya perhatian terhadap
kesejahteraan masyarakat dan perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya.
Di Amerika Serikat, sosiologi dihubungkan dengan usaha-usaha untuk meningkatkan
keadaan-keadaan sosial manusia. Selain itu, sebagai pendorong untuk menyelesaikan
persoalan yang ditimbulkan oleh kejahatan, pelacuran, pengangguran, kemiskinan,
konflik, peperangan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Banyak ahli sepakat bahwa faktor yang melatarbelakangi kelahiran sosiologi adalah
karena adanya krisis yang terjadi di dalam masyarakat.
Menurut Peter L. Berger pemikiran lahirnya sosiologi berkembang pada saat
masyarakat menghadapi ancaman terhadap hal yang selama ini dianggap sebagai hal
yang memang sudah seharusnya demikian, benar dan nyata
Peristiwa apa sajakah yang oleh pakar mengenai masyarakat diaggap sebagai ancaman
terhadap hal-hal yang pada zaman mereka telah diterima sebagai kenyataan maupun
kebenaran? Menurut Berger, salah satu ancaman tersebut adalah munculnya disintegrasi
masyarakat pada abad pertengahan.
L. Laeyendecker mengatakan lahirnya sosiologi adalah akibat adanya serangkaian
perubahan jangka panjang yang melanda Eropa Barat. Proses perubahan yang
teridentifikasi oleh L. Laeyendecker diantaranya adalah:
1. Tumbuhnya kapitalisme pada akhir abad 15
2. Perubahan sosial politik di Eropa
3. Lahirnya ilmu Pengetahuan dan teknologi modern
4. Meningkatnya individualisme
5. Berkembang kepercayaan pada diri sendiri
6. Revolusi industri abad ke 18
7. Revolusi Perancis
Pada abad ke -19 seorang filosof berkebangsaan Perancis bernama Auguste Comte, telah
menulis beberapa buku. Buku tersebut berisi pendekatan-pendekatan umum untuk
mempelajari masyarakat. Dia berpendapat bahwa ilmu pengetahuan mempunyai urutan
tertentu berdasarkan logika. Selain itu, ia juga berpendapat bahwa setiap penelitian
dilakukan melalui tahap-tahap tertentu untuk kemudian mencapai tahap akhir, yaitu
ilmiah. Oleh sebab itu, Auguste Comte menyarankan agar semua penelitian terhadap
masyarakat ditingkatkan menjadi suatu ilmu tentang masyarakat yang berdiri sendiri.
Berdasarkan kondisi tersebut, dapat dikatakan bahwa sosiologi merupakan ilmu
pengetahuan kemasyarakatan umum yang merupakan hasil terakhir dari perkembangan
ilmu pengetahuan. Sosiologi lahir pada saat-saat terakhir perkembangan ilmu
pengetahuan karena didasarkan pada kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh ilmu-
ilmu pengetahuan lainnya.
Lahirnya sosiologi tercatat pada tahun 1842, tatkala Auguste Comte menerbitkan jilid
terakhir dari bukunya yang berjudul Positive-Philosophy. Beberapa pandangan penting
yang dikemukakan oleh Auguste Comte adalah tentang Hukum Kemajuan Manusia
atau Hukum Tiga Jenjang. Menurut hukum ini, sejarah akan melewati tiga jenjang
yang mendaki.
Pertama : Jenjang Teologi.
Pada jenjang ini manusia mencoba menjelaskan gejala di sekitarnya dengan
mengacu pada hal-hal yang bersifat adikodrati.
Kedua : Jenjang Metafisika.
Pada jenjang ini manusia mengacu pada kekuatan-kekuatan metafisik atau abstrak.
Ketiga : Jenjang Positif
Pada jenjang ini penjelasan gejala alam ataupun sosial dilakukan dengan mengacu pada
deskripsi ilmiah.
Menurut P.J. Bouman, sejarah perkembangan sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang
berdiri sendiri mengalami 4 tahap perkembangan yaitu :
1. Tahap Pertama
Pemikiran sosiologi merupakan bagian dari fifsafat yang secara khusus membahas
tentang masyarakat yaitu filsafat sosial
2. Tahap Kedua
Pemikiran sosiologi dipengaruhi oleh pemikirian hukum kodrat / hukum alam yang
melandasi segala gejala sosial
3. Tahap Ketiga
Sosiologi berkembang menjadi ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri tetapi masih
menggunakan motode ilmu pengetahuan alam yang lain
4. Tahap ke empat
Sosiologi tidak hanya berkembang menjadi suatu ilmu mandiri kerena memiliki
obyek formal yang khusus tetapi juga telah menemukan konsep-kosep sendiri serta
metode yang khusus.
2. PENGERTIAN SOSIOLOGI