Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN

PRAKTIKUM PENGOPERASIAN
KUBIKEL TM 20kV
Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah praktikum
pemeliharaan peralatan distribusi pada semester VI di Program Studi D3 Teknik
Listrik Departemen Teknik Elektro

Oleh :

Muhammad Fajar Anshori


141321020
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2017
Tujuan
Setelah melakukan percobaan diharapkan mahasiswa dapat :
- Mengetahui kubikel TM 20 kV.
- Mengetahui jenis dan fungsi komponen-komponen yang terdapat pada
kubikel TM 20 kV.
- Mengetahui prosedur pengoperasian kubikel TM 20 kV.
- Dapat mengoperasikan dengan benar semua perangkat kubikel TM 20kV
(incoming, outgoing, dan metering).

Landasan Teori
Kubikel 20kV adalah seperangkat peralatan listrik yang dipasang pada gardu
distribusi tenaga listrik. Fungsi perangkat ini adalah sebagai pembagi, pemutus,
penghubung, pengontrol, dan proteksi sistem penyaluran tenaga listrik pada
tegangan kerja 20 kV. Kubikel dapat dipasang pada gardu induk, gardu hubung,
atau gardu distribusi. Gambar berikut merupakan sketsa dari beberapa kubikel
incoming, outgoing, dan metering.

Metering Outgoing Incoming

Gambar 1. Sketsa Kubikel incoming, outgoing, dan metering.


Jenis dan Fungsi Kubikel TM
Kubikel pada sebuah jaringan tegangan menengah terdiri dari :
Kubikel incoming
Bagian dari sistem peralatan kubikel yang berfungsi untukmenerima
tegangan menengah 20 kV dari PLN. Dilengkapi dengan alat pengukur
energi listrik kWh meter sebagai pencatat pemakaian daya.
Kubikel outgoing
Peralatan yang berfungsi untuk menghubungkan tegangan menengah 20 kV
ke trafo distribusi.
Kubikel metering
Berfungsi untuk memonitoring dan mengukur besaran listrik berupa arus,
tegangan antar fasa fasa atau antar fasa netral.

Peralatan yang tepasang pada Kubikel TM


PMS (pemisah)
Peralatan listrik yang berfungsi untuk memisahkan bagian yang
bertegangan dengan bagian lainnya.
Pengoperasiannya hanhya dapat dilakukan pada kondisi tanpa beban,
karena tidak memiliki perangkat untuk memadamkan busur api.
Pengoperasiannya secara interlock, bila dipasakan dengan PMT.

PMT (pemutus tenaga)


Peralatan listrik yang berfungsi untuk memutuskan dan
menghubungkan arus listrik dengan cepat, baik dalam keadaan
normal atau keadaan gangguan.
Pengoperasiannya dapat dilakukan pada kondisi berbeban, karena
mempunyai perangkat untuk memadamkan busur api.
Pengoperasiannya secara interlock, bila dipasangkan dengan PMS.

LBS
Peralatan listrik yang berfungsi untuk menghubungkan dan
memutuskan arus listrik dengan cepat.
Pengoperasiannya dapat dilakukan pada kondisi berbeban, karena
mempunyai perangkat untuk memadamkan busur api.

ES
Peralatan listrik yang berfungsi untuk pengamanan terhadap sisa
muatan listrik yang terdapat pada kubikel.
PT
Peralatan listrik yang berfungsi untuk menurunkan tegangan tinggi
ke tegangan rendah (20.000 / 100 volt).
Digunakan untuk keperluan pengukuran tegangan atau proteksi.
Mempunyai kelas ketelitian 0.5 atau 1 dan burden puluhan VA.

CT
Peralatan listrik yang berfungsi untuk menurunkan arus tinggi ke
arus rendah (20 / 5 A).
Digunakan untuk keperluan pengukuran arus atau proteksi.
Mempunyai kelas ketelitian 0.5 atau 1 dan burden puluhan VA.

OCR
Peralatan listrik yang berfungsi untuk mengamankan gangguan arus
lebih atau hubung singkat fasa ke fasa.
Digunakan untuk pengamanan transformator.

GFR
Peralatan listrik yang berfungsi untuk mengamankan gangguan
hubung singkat fasa dengan tanah.
Digunakan untuk keperluan pengamanan tranformator.

Busbar
Sebagai rel penghubung antara kubikel yang satu dengan kubikel
yang lainnya, yang umumnya terletak pada bagian atas kubikel.
Pada kubikel type RMU (Ring Main Unit) rel 20 kV terdapat dalam
tabung SF6.
Bentuk rel ada yang bulat dan ada yang pipih. Busbar harus dari
bahan tembaga atau alumunium dan harus dilapisi timah pada titik
sambungan.

Meter
Peralatan listrik yang berfungsi untuk pengukuran besaran listrik.
Pengukur arus, tegangan, dan energi listrik.
Langkah-Langkah Pengoperasian Kubikel
A. Kubikel Incoming
Meng-On-kan LBS
Buka ES :
1. Posisikan awal LBS membuka dan earthing switch (ES) terhubung
ke ground.
2. Masukkan handle L ke lobang kunci interlock (LKI) ES, putar ke
arah kanan sampai LKI LBS terbuka penuh (agar handle L dapat
masuk ke dalam lubang kunci) dan melepaskan ES dari ground.
Tutup LBS :
3. Lepaskan handle L dari LKI ES, pindahkan ke LKI LBS. Putar ke
arah kanan sampai terlihat tanda pegas warna merah muncul.
4. Tekan tombol On untuk menutup LBS.

Meng-Off-kan LBS
Buka LBS :
1. Posisikan awal LBS menutup dan ES membuka.
2. Tekan tombol Off sampai dengan LBS membuka, perhatikan tanda
pegas warna kuning muncul.
Tutup ES :
3. Masukkan handle L ke LKI ES (untukmenghubungkan ES ke
ground), kemudian putar handle L ke arah kanan sampai dengan
ES terhubung ke ground. Perhatikan LKI LBS tertutup sehingga
handle L tidak bisa masuk ke dalamnya.

B. Kubikel Outgoing
Meng-On-kan CB
Buka ES :
1. Posisikan awal CB membuka dan earthing switch (ES) terhubung
ke ground.
2. Perhatikan LKI ES membuka, LKI CB menutup, dan kunci khusus
(KK) ada di lubang kunci close locked key free.
3. Masukkan handle L ke LKI ES, putar ke kiri untuk membuka LKI
DS.
4. Perhatikan LKI CB terbuka, KK masih ada dilubang kunci close
locked key free dan ES terlepas dari ground.
Tutup DS :
5. Masukkan handle L ke LKI DS, putar kearah kanan untuk
masukkan DS.
6. Perhatikan DS telah menutup, LKI ES menutup dan pintu kubikel
tidak bisa dibuka.

Tutup CB :
7. Putar KK ke arah kanan 90o, lalu lepaskan KK dengan menariknya
keluar.
8. Masukkan KK ke lubang kunci PMT, putar ke arah kanan (pada
posisi ini KK tidak bisa ditarik keluar) sampai tanda pegas warna
kuning muncul.
9. Tarik handle pegas ke arah operator (kurang lebih 14 kali tarikan)
sampai tanda pegas warna merah muncul, tanda CB masih hijau.
10. Tekan tombol On (hitam) untuk memasukkan PMT.
11. Perhatikan tanda pegas warna kuning dan tanda CB warna putih
muncul.

Meng-Off-kan PMT
Buka CB
1. Tekan tombol Off (merah), untuk membuka CB.
2. Perhatikan tanda CB warna hijau dan tanda pegas warna kuning
muncul.
3. Lepaskan KK CB, dengan cara sambil menekan tombol Off putar
KK ke arah kiri terus tarik ke luar.
Buka DS
4. Masukkan KK ke lubang kunci close locked key free, untuk
membuka LKI DS.
5. Masukkan handle L ke LKI DS, putar ke arah kiri untuk membuka
DS.
Tutup ES
6. Masukkan handle L ke LKI ES, putar ke arah kanan sampai
dengan berbunyi sebagai tanda ES menutup.
7. Perhatikan pintu kubikel dapat dibuka untuk pemeliharaan.

C. Kubikel Metering
Meng-On-kan DS
Buka ES :
1. Posisi awal ES terhubung ke grounddan DS membuka.
2. Masukkan handle L ke LKI ES, putar ke kiri untuk membuka LKI
DS.
Tutup DS :
3. Lepaskan handle L dari LKI ES, kemudian masukkan ke LKI DS,
putar ke arah kanan untuk memasukkan DS.
4. Perhatikan posisi ES membuka dan DS menutup.

Meng-Off-kan DS
Buka DS :
1. Posisi awal ES membuka dan DS menutup.
2. Masukkan handle L ke LKI DS, putar ke arah kiri untuk membuka
DS.
Tutup ES :
3. Lepaskan handle L dari LKI DS, kemudian masukkan ke LKI ES,
putar ke arah kanan sampai dengan berbunyi sebagai tanda ES
menutup.
4. Perhatikan pintu kubikel dapat dibuka untuk pemeliharaan.

Tabel Hasil Pengamatan

Kubikel Incoming
Indikator
No Kegiatan LKI ES LKI LBS Indikator ES
LBS
1 Buka ES
2 Tutup LBS
3 Buka LBS
4 Tutup ES

Kubikel Metering
No Kegiatan LKI ES LKI DS Indikator ES Indikator DS
1 Buka ES
2 Tutup DS
3 Buka DS
4 Tutup ES

Kubikel Outgoing
Indikator Indikator Indikator Indikator
No Kegiatan LKI ES LKI DS
ES DS CB Pegas
1 Buka ES
2 Tutup DS
3 TutupCB
4 Buka CB
5 Buka DS
6 Tutup ES

Analisa