Anda di halaman 1dari 6

KAJIAN ISOLASI SENYAWA FENOLIK RUMPUT LAUT

EUCEUMA COTTONII BERBANTU GELOMBANG MICRO


DENGAN VARIASI SUHU DAN WAKTU
a
Denni kartika sari, bDyah Hesti Wardhani, cAji Prasetyaningrum
a,
Teknik Kimia , Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Jl. Sudirman Km 3 , Banten, Indonesia
bc,
Teknik Kimia, Universitas Diponegoro, Jl. Prof.H. Sudarto, SH, Semarang, Indonesia
denni_123456@yahoo.com

Abstrak
Rumput laut jenis Eucheuma cottonii merupakan salah satu penghasil antioksidan, karena mengandung
senyawa fenolik seperti catechin (gallocathecin, epicathecin, catechin gallate), flavonols, flavonol glycosides,
caffeic acid, hesperidin, dan myricetin. Konsentrasi senyawa fenolik pada ekstrak rumput laut dipengaruhi oleh
kondisi ekstraksi. Ekstraksi dengan metode konvensional membutuhkan waktu lama dan jumlah pelarut yang
banyak. Pengembangan teknik ekstraksi untuk mempercepat waktu ekstraksi dan mengurangi jumlah pelarut
diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh metode isolasi senyawa fenolik berbantu
microwave dan pengaruh suhu dan waktu ekstraksi terhadap kandungan total fenolik dari rumput laut
Eucheuma cotttonii. Ekstraksi dilakukan dengan metode ekstraksi berbantu gelombang micro menggunakan
pelarut metanol dengan variasi waktu (1, 2, 4, 6, 8, 10 menit) dan suhu (50 0C, 55oC, 60oC, 650 C). Kandungan
senyawa fenolik optimum didapatkan pada suhu ekstraksi 60 0C dengan waktu ekstraksi 6 menit sebesar 2.526
mg EAG (ekuivalen asam gallat)/ gram berat kering. Hasil penelitian menunjukkan Suhu dan waktu ekstraksi
berpengaruh terhadap kandungan total fenolik rumput laut Eucheuma cottonii

Kata kunci: Eucuema Cottonii , Antioksidan, Ekstraksi berbantu gelombang micro, Kandungan senyawa
fenolik.

Abstract
Eucheuma cottonii seaweed is one of the producers of antioxidants, such as phenolic compounds containing
catechin (gallocathecin, epicathecin, catechin gallate), flavonols, flavonol glycosides, caffeic acid, hesperidin
and myricetin. Concentration of phenolic compounds in seaweed extract affected by extraction conditions.
Extraction with conventional methods require a long time and solvents consumtion. Development of extraction
technique to speed up the extraction time and reduce the amount of solvent required. This research aims to study
the effect of isolation phenolic coumpounds using method of microwave assisted extraction, and study the effect
of temperature and time on total phenolic content of seaweed Eucheuma cotttonii. Extraction is done with
microwave assisted extraction method using methanol as solvent with time variations (1, 2, 4, 6, 8, 10 min) and
temperature (50 oC, 55oC, 60oC, 65oC). The highest content of phenolic compounds at 60 oC with a 6 minute
extraction time of 2.526 mg EAG (gallat acid equivalent) / g dry weight. The results showed the extraction
temperature and time affected to the total phenolic content of seaweed Eucheuma cottonii.

Keywords: Euchuema Cottonii , Antioxidant, Microwave assisted extraction, Total phenolic content.

1. PENDAHULUAN Eucheuma cottonii memiliki komposisi


makro protein 5,12%, lemak 0,13%,
Indonesia memiliki potensi yang besar karbohidrat 13.38%, serat 1,39%, abu 14,21%,
sebagai penghasil rumput laut Eucheuma air 12,9%, dan karagenan 65,7%. Komposisi
Cottoni. Total produksi Eucheuma Cottoni kandungan micro rumput laut adalah mineral
Indonesia mencapai 3.082.113 ton atau esensial (besi, iodin, aluminum, mangan,
menguasai sekitar 50 % produk rumput laut kalsium, nitrogen, phosphor, sulfur, klor,
dunia pada tahun 2010 dan diproyeksikan silicon, rubidium, strontium, barium, titanium,
meningkat 32 % setiap tahun dari tahun 2010- kobalt, boron, tembaga, kalium, dan unsur-
2014 [1]. Eucheuma cottonii merupakan salah unsur lainnya), asam nukleat, asam amino,
satu jenis rumput laut merah (Rhodophyceae) protein, mineral, tepung, gula dan vitamin A,
[2]. D, C, D E, dan K [3].

Jurnal Teknik Kimia No. 3, Vol. 19, Agustus 2013 Page | 38


Rumput laut E. Cottoni diketahui pula perendaman (maserasi) [13]. Ekstraksi
memiliki kandungan senyawa fenolik [4]. maserasi sangat sederhana dan ekonomis,
Senyawa fenolik merupakan salah satu namun kelemahan dari metode ini adalah
kandungan rumput laut yang berperan sebagai memerlukan pelarut yang banyak dan waktu
antioksidan [5]. Rumput laut Eucheuma yang lebih lama. Ekstraksi dengan gelombang
Cottonii terdapat senyawa flavonoid seperti micro dan berbantu gelombang ultrasonik
catechin (gallocathecin, epicathecin, catechin dapat dijadikan metode alternatif. Kelebihan
gallate), flavonols, flavonol glycosides, caffeic dari ekstraksi microwave dan berbantu
acid, hesperidin, myricetin yang berfungsi ultrasonik adalah berkurangnya waktu
sebagai antioksidan [6]. ekstraksi dan penggunaan solven yang lebih
Antioksidan didefinisikan sebagai sedikit [14].
senyawa yang dapat menunda, memperlambat Penelitian kandungan total fenolik dari
dan mencegah proses oksidasi lipid. Dalam arti anggur didapatkan peresentase residu kering
khusus, antioksidan adalah zat yang dapat dalam ekstrak cair dengan ekstraksi berbantu
menunda atau mencegah terjadinya reaksi microwave selama 17 menit sebesar 1,27% g
radikal bebas dalam oksidasi lipid [7]. Radikal residu kering/100 ml ekstrak cair,
bebas dapat didefinisikan sebagai molekul atau dibandingkan dengan ekstraksi maserasi
senyawa yang dalam keadaan bebas selama 24 jam sebesar 1,05 % g residu
mempunyai satu atau lebih elektron bebas yang kering/100 ml ekstrak cair[15].
tidak berpasangan. Elektron dari radikal bebas Ekstraksi berbantu microwave dengan
yang tidak berpasangan ini sangat mudah variasi waktu 1-3 menit dibandingkan dengan
menarik elektron dari molekul lainn ya ekstraksi maserasi selama 15 jam
sehingga radikal tersebut menjadi lebih menghasilkan nilai penghambatan radikal
reaktif. Oleh karena sangat reaktif, radikal bebas dan kandungan total fenolik berturut-
bebas sangat mudah menyerang sel-sel yang turut 8,88%, 6,16%, dan 7,21% untuk FRAP
sehat dalam tubuh [8]. Senyawa penangkap (Ferric Reducing Antioxidant Power), ORAC
radikal bebas disebut dengan antioksidan dan TPC [16].
dengan adanya antioksidan maka reaksi Penelitian yang dilakukan pada tanaman A.
oksidasi yang mengakibatkan munculnya Milleof dengan menggunakan ekstraksi
radikal bebas dapat berikatan dengan berbantu microwave selama 20 menit
antioksidan dan membentuk molekul yang menghasilkan yield senyawa fenolik 62%,
lebih stabil dan tidak berbahaya [9]. pada ekstraksi maserasi selama 72 jam hanya
Antioksidan dapat menangkal radikal menghasilkan sebesar 35% [17]. Bahan-bahan
bebas yang memicu berbagai penyakit, seperti yang terkandung dalam sampel tersebut akan
penuaan dini, diabetes, inflamasi, kanker, dan menyerap gelombang micro melalui proses
lain-lain [10]. Konsumsi harian penduduk yang disebut pemanasan dielektrik yang
Amerika hanya mencapai 1200 ORAC artinya molekul-molekul pada makanan
(Oxygen radical absorbance capacity) perhari bersifat dipol eletrik yang berarti molekul
sementara kebutuhan harian yang diperlukan tersebut memiliki muatan negatif pada satu sisi
agar antioksidan memiliki efek perawatan dan positif pada sisi yang lain. Gelombang
terhadap jaringan sel adalah sekitar 3000 micro bekerja melewatkan radiasi gelombang
ORAC sampai 5000 ORAC per hari (Milam, micro pada molekul air, lemak maupun gula
2012) [11]. Nilai ini sangat jauh dari yang merupakan dipol elektrik yang
mencukupi kebutuhan antioksidan harian, mempunyai kutub positif dan negatif, pada
sehingga ekstrak antioksidan alami sangat molekul-molekul ini akan berotasi jika terkena
dibutuhkan untuk mengimbangi kekurangan berkas gelombang micro. Dengan kehadiran
konsumsi antioksidan. gelombang micro tiap sisi akan berputar untuk
Metode pengambilan antioksidan senyawa mensejajarkan diri satu sama lain. Pergerakan
fenolik dari rumput laut Eucheuma cottoni molekul ini akan mengakibatkan panas yang
dapat dilakukan dengan cara ekstraksi. Metode disebabkan gesekan antar molekul, gesekan
ekstraksi, rasio pelarut, suhu, dan lama waktu tesebut meng akibatkan panas [18].
ekstraksi sangat berpengaruh pada ekstraksi Ekstraksi senyawa fenolik dalam
senyawa fenolik dalam tanaman [12]. Ekstraksi rumput laut perlu mempertimbangkan sifat
yang umum dilakukan untuk mengekstrak komponen fenolik yang terkandung didalam
antioksidan dari rumput laut adalah ekstraksi tanaman. Senyawa fenolik dalam rumput laut

Jurnal Teknik Kimia No. 3, Vol. 19, Agustus 2013 Page | 39


dapat diekstrak dengan metode maserasi. Proses ekstraksi
Namun diketahui bahwa senyawa fenolik
umumnya sulit larut dalam air dingin [19]. Sebanyak 1 gram serbuk rumput laut
Karenanya modifikasi suhu dilakukan untuk kering dimasukkan kedalam erlenmeyer,
mengetahui seberapa besar pengaruh suhu ditambahkan pelarut metanol metanol (Merck,
terhadap ekstraksi senyawa fenolik, selain kemurnian 90%). dengan perbandingan 1:10
faktor suhu, waktu memiliki pengaruh yang dan ditutup dengan alumunium foil.
besar terhadap ekstraksi senyawa fenolik. Selanjutnya diekstraksi menggunakan oven
waktu ekstraksi memiliki pengaruh yang besar microwave (Miyako). Ekstraksi dilakukan
terhadap ekstraksi terlalu lama atau terlalu dengan variasi suhu 50, 55, 60, 65 0C dan
singkat waktu ekstraksi dapat mempengaruhi waktu 1, 2, 4 ,6, 8, 10 menit kemudian disaring
sifat fisik dan kimia dari bahan yang terekstrak dengan menggunakan kertas saring dan filtrat
karenanya diperlukan kajian lama waktu disimpan pada freezer untuk pengujian lebih
ekstraksi [20]. Didukung oleh penelitan Kojic lanjut
et.al. (2011) terhadap pengaruh waktu dan
temperatur terhadap kandungan senyawa Metode Analisis
fenolik fig fruit, hasilnya menunjukan bahwa
faktor faktor tersebut memiliki peranan yang Analisis Kandungan Total Fenolik
penting dalam ekstraksi senyawa fenolik[12].
Waktu ekstraksi tidak dapat ditentukan, namun Kandungan total fenolik diukur dengan
bergantung pada jenis senyawa yang diekstrak spektrofotometer (Optima), menggunakan
(Mandal, 2007) [21]. Karenanya waktu asam galat sebagai standar, berdasarkan
merupakan salah satu variabel ekstraksi yang metode Folin ciocalteu yang dimodifikasi [22].
dilakukan dalam penelitian ini. Dari masingmasing konsentrasi dipipet 0,2 ml
ditambahkan 15,8 ml aquadest kemudian
2. METODE PENELITIAN dimasukan 1 ml reagen Folin Ciocalteu.
Diamkan selama 8 menit, tambah 3 ml larutan
Bahan dan peralatan Na2CO3 20% (w/v) dan kocok hingga
homogen. Diamkan selama 2 jam pada suhu
Bahan utama penelitian ini adalah rumput kamar sebelum diukur pada absorbansi 765 nm
laut segar Eucheuma cottonii yang didapatkan
dari perairan Karimun Jawa. Bahan lain yang 3. HASIL DAN PEMBAHASAN
digunakan reagen Folin ciocalteu (Merck),
Na2CO3 (Merck, kemurnian 99 %), Asam Dari hasil analisa kandungan senyawa
gallat (Merck, kemurnian 99 %), H2O2 (Sigma, fenolik rumput laut Euceuma Cottoni dengan
kemurnian 30 %), dan metanol (Merck, variasi waktu dan suhu dapat dilihat pada
kemurnian 90%). Air suling diambil dari Gambar 1.
reverse osmosis unit di Jurusan Teknik Kimia
FT-UNDIP. Adapun peralatan yang digunakan
digunakan dalam penelitian ini adalah
timbangan elektrik (Sartorius), oven
(Memmert), Microwave (Miyako),
spektrofotometer (Optima), peralatan gelas
(Pyrex), kertas saring, dan alumunium foil.

Prosedur percobaan

Persiapan bahan baku

Eucheuma cottonii dari Karimun Jawa,


provinsi jawa tengah Indonesia. Rumput Laut
Eucheuma Cottonii kemudian dikeringkan
dengan menggunakan oven (Memmert) pada Gambar 1. Kurva Fenolik dengan Variasi
suhu 55 0C selama 48 jam dilanjutkan dengan suhu dan waktu
penghalusan dengan menggunakan blender.

Jurnal Teknik Kimia No. 3, Vol. 19, Agustus 2013 Page | 40


Gambar 1 menunjukan kandungan Total waktu ekstraksi, lama waktu ekstraksi
fenolik dengan naiknya suhu dan waktu menaikan jumlah analit yang terekstrak.
ekstraksi akan semakin menaikkan kandungan Semakin lama proses ekstraksi, maka kontak
total fenolik pada ekstraksi rumput laut antara pelarut dengan zat terlarut akan semakin
Euceuma Cottoni. Kandungan total fenolik lama sehingga proses pelarutan senyawa
tertinggi pada waktu ekstraksi 6 menit dengan fenolik akan terus berlangsung dan berhenti
suhu 60 0C kemudian mengalami penurunan sampai pelarut jenuh terhadap solute [29].
ketika suhu ekstraksi 65 0C. Penelitian Hukum kedua Fick menyatakan setelah waktu
terhadap ekstraksi senyawa fenolik dengan tertentu proses difusi akan mencapai
ekstraksi berbantu microwave pada gandum keseimbangan pada saat itu penambahan waktu
telah dilakukan dengan meningkatnya suhu ekstraksi tidak akan meningkatkan jumlah
dapat meningkatkan kandungan total fenolik bahan terekstrak [30].
[23]. Hal yang sama didapat dari estraksi Namun ketika waktu optimum telah
gandum, beras dan oat menunjukan bahwa tercapai, penambahan waktu ekstraksi tidak
pada suhu 60 0C meningkatkan kandungan lagi dapat meningkatkan kandungan senyawa
senyawa fenolik dan mengalami penurunan fenolik yang terekstrak [31] [32]. Penelitian
kandungan senyawa fenolik pada suhu ekstrak senyawa fenolik dari Euceuma cottoni
ekstraksi 70 0C [24]. Penelitian pada yang dilakukan menunjukan waktu terbaik
Monostroma nitidum , Ulva conglobata , pada waktu ekstraksi 6 menit dengan suhu
Codium fragile , Papenfussiella kuromo , ekstraksi 60 oC. Penambahan waktu ekstraksi
Ishige okamurai ,Ishige sinicola , Colpomenia diatas 8 menit tidak akan menambah
sinuosa Myagropsis myagroides, Sargassum kandungan total fenolik secara signifikant. Hal
coreanum Sargassum fulvellum Sargassum ini menunjukkan pada waktu ekstraksi 6 menit
horneri dari kepulauan Jeju, dengan hampir semua senyawa fenolik telah terekstrak
menggunakan pelarut metanol pada suhu 20 0C [33]. Lama waktu ekstraksi dapat
dan 70 0C menunjukan suhu terbaik pada suhu menyebabkan paparan terhadap oksigen lebih
70 0C [25]. banyak [32]. Hal ini dapat meningkatkan
Kenaikan temperatur meningkatkan peluang untuk terjadinya oksidasi senyawa
permeabilitas dinding sel, yang mengakibatkan fenolik sehingga kandungan total fenolik yang
meningkatkan kelarutan dan difusi dari terekstrak menurun, yang pada penelitian ini
senyawa fenolik dan penurunan viskositas dari terjadi ketika ekstraksi dilangsungkan diatas 8
pelarut sehingga memudahkan proses menit pada suhu 60 oC.
ekstraksi [26]. Kenaikan suhu akan
meningkatkan kandungan senyawa fenolik 4. KESIMPULAN DAN SARAN
yang terekstrak kenaikan temperatur ekstraksi
dapat merusak atau meningkatkan ikatan Kesimpulan
hidrolisis dari beberapa senyawa fenolik dan
menyebabkan senyawa tersebut mudah Dari hasil penelitian ekstraksi berbantu
terekstrak. Ekstraksi senyawa fenolik gelombang micro pada rumput laut Euceuma
hubungan antara suhu dan senyawa fenolik Cottonii menunjukkan suhu dan waktu
terekstrak bersifat kuadratik, peningkatan suhu ekstraksi berpengaruh terhadap kandungan
menyebabkan peningkatan kadar total fenol total fenolik rumput laut Eucheuma cottonii
sampai suhu tertentu kemudian peningkatan suhu optimum didapatkan pada suhu 60 0C
suhu menyebabkan penurunan senyawa fenolik dengan waktu ekstraksi 6 menit.
yang disebabkan dekomposisi senyawa fenolik
yang disebabkan komponen baru lebih rendah Saran
dari titik didih komponen sebelumnya
sehingga lebih mudah menguap[27]. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut
Penelitian ini menunjukan ekstraksi dengan memvariasikan frekuensi, dan rasio
senyawa fenolik rumput laut Euceuma Cottonii pelarut sehingga dapat mengoptimalkan
pada suhu 65 0C mengalami penurunan. Hal ekstraksi senyawa fenolik dari rumput laut
ini dimungkinkan karena ketidakstablian Euchema Cottonii .
senyawa fenolik pada suhu tinggi [28].
Kenaikan senyawa fenolik pada penelitian ini
selain dipengaruhi oleh suhu juga oleh lama

Jurnal Teknik Kimia No. 3, Vol. 19, Agustus 2013 Page | 41


DAFTAR PUSTAKA Pharm Tech Research, 2(2) pp. 1074-
1081.
[1]Cocon, 2012, Status Rumput Laut Indonesia [11]Milam, L.J, 2012, Exciting New Research
Peluang dan Regarding The Antioxidant Power of
Tantangan ://www.jasuda.net/. Foods and Nutritional Supplements.
Diakses 7 Januari 2012. Nutrition Research Institute
[2]Doty, M.S, 1985, Taxonomy of Economic Published , pp. 1-6.
Seaweeds: 2Eucheuma alvarezii [12]Kojic, A.B., Mirela, P., Srecko, T., Stela,
sp.nov (Gigartinales, Rhodophyta) K., Ibrahim, M., Mate, B. and Darko,
from Malaysia. California Sea Grant V, 2011, Effect of Extraction
College Program , pp 37 45. Conditions On the Extractability of
[3]Anonim. (2003). Pengolahan Rumput Laut Phenolic Compounds From
Euchema sp. http://www.dkp.go.id. Lyophilised Fig Fruits (Ficus Carcia
[Juli 2012]. Diakses 5 Februari 2013. L) J. Food Nutr sci, 61(3) pp. 195-
[4]Suresh K., Kumar,K Ganesan PV Subba 199.
Rao, 2007, Antioxidant Potential Of [13]Jamal, B., Syarifudin. dan Farid, M, 2003,
solvent Extract Of Kappaphycus Pengaruh Konsentrasi Larutan
Alvarezii(Doty)Doty an Edible Potasium Hidroksida Terhadap Mutu
Seaweed .J Food Chemistry, 107. pp Kappa Karaginan Yang Diekstraksi
289-295 Dari Eucheuma Cottonii. Jurnal
[5]Connan S, Eric D, Erwan A G, 2007, Perikanan Indonesia, 9 pp. 95-105.
Influence of Day-Night and Tidal [14]Elkhori, S., Jr. Jocylyn, P., Jacqueline.
cycles On Phenol Content and M.R., Belanger. and Elevina, P, 2007,
Antioxidant Capacity In Three The Microwave Assisted Process
TemperateIntertidal Brown Seaweeds. (MAP) Extraction and Determination
Journal of Experimental Marine Of Fat From Cocoa Powder and
Biology and Ecology, 349 pp. 359- Cocoa Nibs. Journal Of Food
369 Engineering, 79 pp. 1110-1114.
[6].Yumiko, Y.S., Hsieh, Y.P. and Suzuki, T, [15]Serradilla, J.A.P. and Decastro, M.D.L.
2003, Distribution Of Flavonoid and 2010. Microwave Assisted Extraction
Related Compounds Seaweed In Japan. Of Phenolic Compounds From Wine
Jurnal Of Tokyo University Fisheries, Less and Spray Drying Of The
89 pp. 1-6. Extract. Food Chemistry, pp. 124 :
[7]Kochhar, S.P. and Russel, J.B, 1990, 1652.
Detection Estimation and [16]Hongyan, Li., Zeyuan, D., Tao, W., Rong,
Evaluationof Antioxidants in Food H.L., Steven, L.W. and Rong, T,
System. In: Hudson B.J.F (ed.) Food 2012, Microwave Assited Extraction
Antioxidant. Elsevier Applied Of Phenolics With Maximal
Science. Antioxidant Activities In Tomatoes. J
[8]Hernani, Raharjo, M, 2005, Tanaman Food Chemistry, 130, pp. 928-936.
berkhasiat Antioksidan.Jakarta. [17]Mathur, A., Deepika Mathur, G.B.K.S.,
Penebar Swadya. Prasad. and Dua, V.K, 2011.
[9]Wardiah, N.A, 2009, Efek Bawang Putih Microwave Solvent Extraction (MSE)
(Allium sativum) dan Cabe Jawa As an Effective Technique Against
(Piper retrofractum Vahl.) Terhadap Tradisonal Solvent Extraction (TSE)
Jumlah Limfosit Pada Tikus Yang For Screening Different Plant
Diberi Suplemen Kuning Telur. extracts For Antioxidant Activity.
Fakultas Kedokteran. Univeristas Asian Journal Of Biochemical and
Diponegoro. Skripsi Pharmaceutical Research, 2 (1 )pp.
[10]Sachin, U.R., Priyanka, R., Patil. and 410.
Sagar, R.M, 2010, Use of Natural [18]Hartarti Indah, 2010, Isolasi Alkaloid Dari
Antioxidants to Scavenge Free Tepung Gadung (Dioscorea hispida
Radicals :A Major Cause Of Dennst) Dengan Ekstraksi Berbantu
Diseases. International Journal of Gelombang Micro.Universitas
Diponegoro.Thesis.

Jurnal Teknik Kimia No. 3, Vol. 19, Agustus 2013 Page | 42


[19]Hagerman, A.E, 2002, Condensed Tannin Extraction of Phenolic Compounds
Structural Chemistry. Department of and Antioxidant From Grape Peel
Chemistry andBiochemistry. Miami. Through Respons Surface
University Oxford Methodology. J Korean Soc Appl
[20]Sukardi,AR Mulyarto,W Safera, 2007, Biol, 52(3) pp. 295-300
Optimasi Waktu Ekstraksi Terhadap [30]Chew, K. K., Ng, S. Y., Thoo, Y. Y., Khoo,
Kandungan Tanin Pada Bubuk Ekstrak M. Z.,Wan, A.W. M. and Ho, C.W,
Daun Jambu Biji (Psdii Folium) Serta 2011, Effect Of Ethanol
Biaya Produksinya.Jurnal Teknologi Concentration Extraction Time And
Pertanian. 8(2) pp. 88-94 Extraction Temperature On The
[21]Mandal, V., Mohan, Y., & Hemalatha, S. , Recovery Of Phenolic Compounds
2007, Microwave Assisted Extraction And Antioxidant Capacity Of
An Innovative and Promising Extraction Centella Asiatica Extracts.
Tool for Medicinal Plant Research. International Food Research
Pharmacognosy Reviews , 1 (1) pp. 7-18. Journal,18 pp. 571-578.
[22]Waterhouse, A. (1999). Folin Ciocalteu [31]Ince, A.E., Sahin, S., Servet, G.S, 2013,
Micro Method for Total Phenol in Extraction Of Phenolic Compounds
Wine. Department of Viticulture and From Melissa Using Microwave and
Enology. University Of Californin, pp. Ultrasound. Turk J Agric, 37 :69:75.
152-178. [32]Han, D., Tao, Z. and Kyung, H. R, 2011,
[23] Inglet, G.E., Devin. J. R., Diejun C.,David Ultrasonic Extraction of Phenolic
G. S., Atanu, B, 2010, Phenolic Compounds from Laminaria
Content and Antioxidant Activity of Japonica Aresch Using Ionic Liquid
Extracts From Whole Buckwheat as Extraction Solvent. Bull. Korean
(Fagopyrum esculentum Mench) With Chem. Soc, 32(7):2212-2216
or Without Microwave irradiation. [33]Qin, L., Wenhuai, K., Zhiwen, Z., Yanling,
Food Chemstry 119,pp. 1216-1219 Q. And Fengbao, W, 2012,
[24]Dar, B.N and Savita, S, 2011. Total Ultrasonic Assisted Extraction
Phenolic Content Of Cereal Brans Flavonoid and Ability to Scavenge
Using Conventional and Mikrowave 1,1 Diphenyl 2 Picrylhydrazyl
Assisted Extraction. American (DPPH) Radicals From Medlar (a
Journal Of Food Technology, 6(12) Miller) Leaves and Fruits. Journal of
pp. 1046:1053. Medicals Plants Research, 6(17) pp.
[25]Heo, S.J., You, J .J., Jehee, L., Hung, T.K. 3295-3300.
and Ki, W.L, 2003, Antioxidant
Effect of Enzymatic Hydrolyzate Ucapan terima kasih
From Kelp. Ecklonia Cava. Alage,
18(4) pp. 341-347. Penelitian Senyawa Fenolik rumput
[26]Bailon, M.T.and Santos, B, 2003, laut Eucheuma cottonii dengan metode
Polyphenols extraction from foods. ekstraksi berbantu microwave dapat terlaksana
Methods in polyphenol analysis. atas bantuan dari semua pihak terutama
Cambridge, UK: Royal Society of segenap asisten lab membran research center
Chemistry Teknik kimia UNDIP
[27]Sjahid L.R , 2008, Isolasi dan
Indentifikasi Flavonoid dari Daun
Dewa (Eugenia uniflora L.Universitas
Muhamadiyah Semarang. Skripsi
[28]Liazid, A., Palma, M., Brigui, J., &
Barroso, C. G, 2007, Investigation on
phenolic compounds stability during
microwave-assisted extraction.
Journal Chromatography A, 1140,
2934.
[29]Ghafoor, K and Yuan H.C, 2009,
Optimazation Of Ultrasound Assisted

Jurnal Teknik Kimia No. 3, Vol. 19, Agustus 2013 Page | 43