Anda di halaman 1dari 1

Patofisiologi

Spondilitis umumnya mengenai lebih dari satu vertebra. Infeksi biasanya berawal dari
bagian sentral, daerah epifisial korpus vertebra. Kemudian terjadi hiperemi dan eksudasi
yang menyebabkan osteoporosis dan pelunakan korpus yang kemudian akan berujung
pada kerusakan bagian-bagian dari vertebra. Kerusakan pada bagian korpus vertebra akan
menyebabkan terjadinya kifosis.
Eksudat akan menyebar ke depan, ke bawah ligamentum longitudinal anterior dan dapat
berekspansi ke segala arah. Eksudat dapat mengalami penonjolan (protrusi) sehingga
menyebabkan terdesaknya faring (abses faringeal).
Menurut Kumar, perjalanan penyakit ini terdiri dalam 5 stadium yaitu:
1. Stadium implantasi
Setelah berimplantasi, saat daya tahan tubuh turun, bakteri berduplikasi selama 6-8
minggu. Umumnya pada daerah sentral vertebra.
2. Stadium destruksi awal
Terjadi destruksi korpus vertebra. Terjadi selama 3-6 mingu.
3. Stadium destruksi lanjut
Terjadi destruksi masif, kolaps vertebra, dan terbentuk massa kaseosa serta pus.
Terjadi selama 2-3 bulan setelah stadium destruksi awal.
4. Stadium gangguan neurologis
Gangguan neurologis tidak terjadi karena kifosis, tetapi karena tekanan abses ke
kanalis spinalis. Bila terjadi kerusakan paraplegia, yaitu:
Derajat I : Kelemahan pada anggota gerak bawah terjadi setelah melakukan
aktivitas. Belum terjadi gangguan saraf sensoris.
Derajat II : Terdapat kelemahan pada anggota gerak bawah tapi penderita masih
dapat melakukan pekerjaan.
Derajat III: Terdapat kelemahan pada anggota gerak bawah yang membatasi
aktivitas penderita.
Derajat IV : terjadi gangguan sensorik dan motorik disertai gangguan defekasi
dan miksi. Terjadi tuberkulosis paraplegia dapat terjadi juga, tergantung
kedaan penyakit.
5. Stadium deformitas
Terjadi 3-5 tahun. Kifosis bersifat permanen karena kerusakan vertebra bagian depan
masif.