Anda di halaman 1dari 48

Sensor Magnet

Firman Alamsyah (6131025)


Sensor

Sensor adalah sesuatu yang digunakan untuk mendeteksi adanya perubahan


lingkungan fisik atau kimia.
Sensor Magnet

Adalah alat yang akan terpengaruh medan magnet dan akan memberikan
perubahan kondisi pada keluaran. Seperti layaknya saklar dua kondisi (on/off)
yang digerakkan oleh adanya medan magnet di sekitarnya.
Banyak ditemukan di berbagai aplikasi sehari-hari dan industri, seperti
kecepatan rotasi, posisi linear, sudut linear, posisi pengukuruan di otomotif,
serta penerapan pada smartphone.
Lebih sederhana, tidak memerlukan kontak, dan digunakan dibanyak
perangkat dibandingkan sensor lain.
Sensor magnet terbagi menjadi dua yaitu primary magnetic sensor dan
secondary macnetic sensor.
Primary Magnetic Sensor

Disebut juga Magnetometers, Magnetometers adalah alat yang digunakan


untuk mendeteksi ada atau tidaknya suatu benda logam dengan cara
mendeteksi anomali magnetiknya.
Banyak digunakan dalam pengukuran biologi dan geofisika untuk
mendeskripsikan karakteristik dari objek luar angkasa dan bintang.
Juga digunakan pada aplikasi yang membutuhkan sensitivitas tinggi seperti
dalam perangkat yang digunakan untuk mendiagnosis dan menyembuhkan
penyakit manusia. Contohnya adalah superconducting quantum interface
devices (SQUIDs) dan nuclear magnetic resonance (NMR).
Ada berbagai jenis magnetometer yang digunakan dalam elektronik instrumen
portabel:
Hall-effect sensors
Magnetodiode and magnetotransistors
Magnetoresistive sensors
Magneto-optical sensors
Integrated magnetic field sensors
Magnetic thin films
Fluxgate magnetometers
Search coil magnetometers
Secara kemampuan pengukurannya, sensor magnet dibedakan menjadi 2,
yaitu pengukuran medan magnet diatas 1 mT dan dibawah 1 mT.
Diatas 1 mT (gauss meter) contohnya Hall Efect Sensor, Magnetoresistive,
Magnetodiode, Manetotransistor. Sedangkan pengukuran dibawah 1 mT
(magnetometer) adalah SQUIDs, Fluxgate, Search Coil, Magnetoresistive.
Hall-Effect Sensors

Ditemukan oleh Edwin Hall pada tahun 1879


Adalah transduser yang tegangan output nya bervariasi sebagai respon
terhadap medan magnet. Terdiri dari lapisan silikon yang berfungsi untuk
mengalirkan arus listrik.
Sensor efek Hall dapat dibuat dengan menggunakan logam atau silikon, tetapi
umumnya dibuat dari semikonduktor dengan mobilitas elektron tinggi seperti
antimonide indium.
Hall effect sensors digunakan untuk mendeteksi medan magnet, switch
proximity, kecepatan deteksi, dan aplikasi sensing yang mendeteksi
arus,temperatur ,tekanan ,posisi.
Diproduksi dalam bentuk probe dengan sensitivitas turun ke 100 mikroT (T=
kepadatan flux). Half effect sensor yang terbuat dari silikon dapat merespon
aliran magnetik yang mempunyai frekuensi dari DC sampai 1Mhz, dalam
rentang 1 mT sampai 0.1T
Mempunyai karakteristik temperatur yang baik mulai dari 200C sampai
mendekati 0 mutlak
Struktur
Cara Kerja
Terdiri dari sebuah lapisan silikon dan 2 buah elektroda pada masing-masing
sisi silikon. Sehingga menghasilkan perbedaan tengangan output ketika lapisan
silikon dialiri arus listrik.
Tanpa adanya pengaruh dari medan magnet, arus yang mengalir pada silikon
akan tepat ditengah silikon tersebut dan menghasilkan beda tegangan pada
output sebesar 0 v.
Ketika terdapat medan magnet yang mempengaruhi sensor, maka arus yang
mengalir akan berbelok mendekati/menjauhi sisi yang dipengaruhi medan
magnet dan menghasilkan beda tegangan output.
Semakin besar kekuatan medan magnet yang mempengaruhi sensor,
pembelokan arus di dalam lapisan silikon semakin besar dan menghasilkan
beda tegangan yang semakin besar pada output sensor.
Arah pembelokan arus pada lapisan silikon dapat digunakan untuk mengetahui
polaritas kutub medan hall effect sensor. Sensor ini hanya dapat berkerja jika
salah satu sisi dipengaruhi medan magnet
IC Sensor Hall-Effect

Contohnya adalah IC UGN3503. Sensor ini membutuhkan


supply 4,5 V-6V, dengan kepekaan perubahan
kekuatan medan magnet sampai frekuensi 23KHz.
Terdiri dari 3 buah kaki, yaitu untuk tegangan input,
output, dan ground.
Pada sensor ini jika mendapat pengaruh medan magnet
dengan polaritas kutub utara maka akan menghasilkan
pengurangan pada tegangan output, sebaliknya jika
terdapat pengaruh medan magnet dengan polaritas kutub
selatan maka akan menghasilkan peningkatan tegangan
output. Sensor ini dapat merespon perubahan
kekuatan medan magnet mulai kekuatan medan magnet
yang statis maupun kekuatan medan magnet yang
berubah-ubah dengan frekuensi sampai 20KHz.
Penerapan Hall-Effect Sensors

Pengukuran arus listrik.


Digunakan pada printer.
Digunakan pada keyboard computer.
Saklar.
Detektor medan magnet.
Kekurangan Half-Effect Sensors

Fluks magnet disekitar sensor dapat menurunkan akurasi pendeteksi.


Tegangan yang dihasilkan sangat kecil sehingga harus diperkuat menggunakan
amplifier sebelum dihubungkan ke rangkaian induk.
Kelebihan Half-Effect Sensors

Dapat dioperasikan sebagai switch.


Dapat dioperasikan sampai 100kHz.
Biaya lebih murah dari switch mekanis lainnya.
Sensor ini tidak akan terpengaruh oleh kontaminasi lingkungan (tahan debu,
kotoran, air, dan lumpur). Oleh karena itu dapat digunakan dalam kondisi
yang ekstrim.
Dapat digunakan sebagai posisi, perpindahan dan sensor kedekatan.
Dapat bertahan lama.
Magnetodiode and Magnetotransistors Sensors

Terbuat dari substrat silikon dengan daerah undoped yang berisi sensor daerah
antara n-doped dan pdoped, membentuk pn, npn, atau pnp junction.
Terdapat 2 collector.
Berdasarkan arah, medan magnet eksternalnya membelokkan aliran elektron
diantara emitter dan kolektor yang mendukung salah satu kolektornya.
Pada dasarnya medan magnet luar tegak lurus terhadap beban aliran yang
mengalihkan holes dan elektron dalam arah yang berlawanan, sehingga
menyebabkan banyaknya variasi resistansi dari lapisan silikon undoped.
Magnetoresistive Sensors

Sensor ini sebagian besar diproduksi dari garis permalloy yang diposisikan
pada silikon substrat.
Setiap garisnya disusun untuk membentuk satu lengan dari Wheatson bridge,
sehingga outputnya dapat langsung terhubung pada kekuatan medan magnet.
Seperti dalam kasus Hall-effect sensors, penyebab dasar magnetoresistivity
adalah gaya Lorentz.
Kelebihan Magnetoresistive Sensors

Untuk nilai yang kecil dari kekutan medan magnet, perubahan resistansinya
proprosional dengan kuadrat dari kekuatan medan magnet sehingga memberi
sensitivitas yang baik.
Operasi non kontak sehingga tidak ada keausan dan gesekan. Oleh karena itu
jumlah siklus operasinya tidak terbatas.
Karena sensitivitas yang tinggi dapat digunakan untuk mengukur medan
magnet lemah.
Jauh lebih sensitif terhadap getaran dari sensor induktif.
Rentang frekuensi operasional yang luas (0 Hz sampai 1 MHz).
Dapat digunakan dalam lingkungan yang ekstrim.
Biaya yang murah.
Ukuran kecil.
Respon yang cepat.
Kelemahan Magnetoresistive Sensors

Peka terhadap medan magnet, sehingga ketika ada medan magnet yang kuat
dapat merusak sensor.
Karakteristik temperatur yang jelek.
Linier terbatas.
Penerapan Magnetoresistive Sensors

Sensor kecepatan roda.


Deteksi logam.
Pengukuran sudut.
Pengukuran medan magnet.
Kompas dan alat navigasi.
Pengukuran arus.
Magneto-optical Sensors

Sensor magneto-optik merupakan komponen penting dari magnetometer.


Sensor magneto-optik didasarkan dari beberapa teknologi sepeti fiber optic,
polarisasi cahaya, efek moire, efek zeeman.
Sensor tipe ini menyebabkan perangkat menjadi sangat sensitif dan digunakan
pada aplikasi yang membutuhkan resolusi yang baik. Seperti fungsi pemetaan
otak manusia, pendeteksian anomali magnetik.
Penerapan Magneto-optical Sensors

Kartu magnetic stripe.


Tinta magnetic (untuk tagihan atau dokumen yang dilindungi dari penipuan).
Bagian tipis dari mineral magnetik.
Bahan Domain seperti magnet bentuk paduan memori.
Encoder.
Integrated Magnetic Field Sensors

Biasa disebut semiconductor Magnetic microsensor. Teknologi ini menggunakan


bahan-bahan baik yang berpermeabilitas tinggi maupun rendah.
Misalnya teknologi (MOS) Metal Oxide Semiconductor dan (CMOS)
Complementarty MOS. Digunakan untuk memproduksi hall effect sensor
dengan sensitivitas tinggi, magnetotransistor, dan sensor semikonduktor
lainnya.
Transduser yang mengubah medan magnet menjadi sinyal elektronik.
Magnetic Thin Films

Merupakan bagian penting dari instrumentasi superkonduktor,sensor, dan


elektronik.
Terbuat dari amorphous alloy, amorphous gallium, dan sejensinya.
Magnetic thin film banyak ditemukan di aplikasi dalam perangkat memori
yang memerlukan kepadatan tinggi dan sensitivitas yang baik.
Magnetic thin films juga dikembangkan dalam magneto optics dimana
memungkinkan erasable optical media untuk high density magnetic storage.
Teknologi ini juga digunakan pada miniatur magnetoresistive sensor,hall effect
sensor, dan semikonduktor magnetik lainnya.
Teknologi ini juga dikembangkan dalam aplikasi magneto-optik di mana media
optik yang bisa dihapus untuk penyimpanan magnetik kepadatan tinggi.
Fluxgate Magnetometers

Fluxgate magnetometers diciptakan pada tahun 1930 oleh Victor Vacquier di


Gulf Research Laboratories
Vacquier menerapkan fluxgate magnetometers selama Perang Dunia II sebagai
instrumen untuk mendeteksi kapal selam, dan setelah perang, fluxgate
magnetometers digunakan untuk mengukur pergeseran dalam pola magnetik
di dasar laut.
Fluxgate magnetometer dapat merasakan sinyal dalam kisaran puluhan
microgauss.
Tipe yang sering digunakan adalah second harmonic device. Alat ini
mempunyai 2 coil yang meliit di sekitar inti ferromagnetic dengan prembilitas
tinggi.
Search Coil Magnetometers

Search Coil Magnetometers dibuat berdasarkan


hukum Faraday. Induksi yang menyatakan bahwa
tegangan induksi dalam kumparan sebanding
dengan perubahan medan magnet dalam
kumparan.
Supaya dapat bekerja, kumparan harus dalam
medan magnet yang bervariasi atau bergerak
melalui medan magnet.
Sensor Search Coil Magnetometers biasanya
ditemukan dalam sinyal kontrol lalu lintas.
Secondary Macnetic Sensor

Sensor magnetik sekunder pada dasarnya merupakan sensor induktif, yang


menggunakan prinsip-prinsip sirkuit magnetik.
Parameter eksternalnya terbentuk dari variabel fisik lainnya seperti gaya dan
perpindahan.
Secondary Macnetic Sensor dapat diklasifikasikan sebagai sensor pasif atau
sensor aktif (self-generating).
Sensor Pasif dan Sensor Aktif

Sensor pasif memerlukan sumber daya eksternal sehingga sensor terbatas


pada modulasi sinyal eksitasi dalam hubungannya dengan rangsangan
eksternal.
Sensor aktif menghasilkan sinyal dengan memanfaatkan prinsip generasi
elektrik berdasarkan hukum faraday akan induksi.
Terdapat beberapa tipe sensor induktif, antara lain:
i. Linear and Rotary Variable-Reluctance Sensors.
ii. Linear Variable-Differential Transformer (LVDT).
Linear and Rotary Variable-Reluctance
Sensors
Dibuat berdasarkan pada perubahan reluctansi dari jalur fluks magnet.
Sensor ini memiliki kekhususan dalam pengukuran kecepatan dan gaya. Juga
dapat digunakan untuk mendeteksi perpindahan dan kecepatan.
Linear and Rotary Variable-Reluctance Sensors mempunyai beberapa tipe
yaitu single coil linear variable reluctance sensor dan variable reluctance
tachogenerators.
Single-coil linear sensor variabel
reluctance
Single-coil linear sensor variabel reluctance terdiri dari tiga unsur yaitu inti
feromagnetik dalam bentuk cincin setengah lingkaran, variabel celah udara,
dan piring feromagnetik.
Kinerja sensor tergantung pada geometri inti dan permeabilitas bahan.
Single-coil linear variable reluctance sensor terdapat masalah non-linear yang
dapat diatasi dengan memodifikasi sistem single-coil menjadi variable
differential reluctance sensor atau push-pull sensor.
Variable Reluctance Tachogenerators

Sensor ini dibuat berdasarkan hukum faraday yang membahas induksi


elektromagnetic sehingga sensor ini juga bisa disebut elekctromagnetic
sensor.
Pada dasarnya, gaya elektromagnetik induksi (ggl) di sensor tergantung pada
kecepatan linear atau sudut gerak.
Terdiri dari gigi roda feromagnetik yang menempel pada poros berputar, dan
sebuah kumparan ke magnet permanen , diperpanjang oleh sepotong tiang
besi lunak.
Cara Kerja

Roda bergerak ke dekat bagian kutub, menyebakan fluks dihubungkan dengan


kumparan, sehingga mendorong gaya gerak listrik dalam kumparan
Sirkuit reluctansi tergantung pada lebar celah udara antara roda berputar dan
potongan tiang. Ketika gigi dekat bagian kutub, reluctansi adalah minimal.
Sehingga meningkatkan gigi bergerak menjauh dari tiang
Jika roda berputar dengan kecepatan w, fluks secara matematis dapat
dinyatakan sebagai.
Y(q) = Ym + Yf cos mq
Dimana Ym merupakan fluks rata-rata, Yf adalah amplitudo variasi fluks, dan
m merupakan jumlah gigi.
Linear Variable-Differential Transformer
(LVDT).
Merupakan transformator elektrik yang digunakan
untuk mengukur perpindahan linear.
Mempunyai 3 kumparan solenoid yang terletak
pada ujung tabung. Kumparan yang letaknya di
pusat merupakan lilitan primer sedangkan 2
kumparan luarnya merupakan lilitan sekunder.
Kumparan dilitkan pada kaca polimer berongga
yang stabil terhadap suhu.
Skema Dan Gambar Linear Variable-
Differential Transformer
Penerapan Linear Variable-Differential
Transformer
Sensor-sensor (perpindahan, jarak, dan sensor mekanik lainnya)
Level fluida
Automotive Suspension
Mesin ATM
Kelebihan Linear Variable-Differential
Transformer
Tidak ada kontak fisik antara inti dan bentuk kumparan, sehingga tidak ada
gesekan atau keausan.
Handal dan tahan lama.
Dapat diaplikasikan pada lingkungan yang bervariasi.
Digunakan sebagai kontrol untuk mengukur posisi roll dalam ketebalan
lempeng baja yang panas di pabrik.
Kekurangan Linear Variable-Differential
Transformer
Mahal.
Signal Conditioning Untuk Magnetic
Sensor
Signal conditioning circuit untuk sensor magnet adalah dalam keadaan
disclosed.
Sensor magnet menghasilkan total sinyal output yang meningkat sebagai
fungsi dari kecepatan rotasi sensor dengan komponen noise tiruan yang
merupakan persentase yang relatif konstan tegangan sinyal yang sebenarnya
selama rentang kecepatan.
Pada penerapannya, sirkuit signal conditioning membedakan antara komponen
noise dan komponen sinyal dengan membandingkan total sinyal ke variabel.
Ambang variabel dibangkitkan sebagai fungsi dari amplitudo puncak dari total
signal. Pada wujud kedua, sirkuit signal conditioning memasukkan control
gain, yang memvariasikan amplitudo dari signal output total sebagai fungsi
dari puncak untuk menjaga ambangnya diatas noise komponen.
Penggunaan Sensor Magnetik pada
Aplikasi Industri
Pasar sensor semikonduktor magnetik terdiri dari Hall efek dan magneto-
resistif semikonduktor integrated circuit (IC) yang digunakan untuk melacak
kecepatan rotasi dan sudut linier dalam mesin dan perangkat, atau untuk
mendeteksi dan memproses medan magnet untuk mengatur positioning.
Jenis yang paling umum dari sensor magnetik yang digunakan untuk aplikasi
industri adalah sensor arus listrik, termasuk resistor shunt, Hall efect
integrated circuit, current-sensing transformator, open dan close loop hall
devices, dan fluxgate transduser. Digunakan dalam banyak aplikasi mengukur
arus rendah yang kurang dari 50 ampere.
Magnetic position sensor / for cylinders
digunakan dalam conveying technology dan
elevator.
Dalam industri otomotif sensor magnet digunakan
dalam sistem ABS(Anti-lock Braking Systems),
Speedometer, Transmisi.
Penggunaan Sensor Magnetik pada
Robotika
Sensor magnetik digunakan sebagai sistem
navigasi seperti sensor CMPS03 Magnetic
Compass yang berguna untuk mendeteksi medan
magnet bumi.
Sensor magnet juga dapat digunakan untuk
mendeteksi medan magnet pada robot. Dalam
penerapanya, sensor magnet tidak boleh
berdekatan dengan motor karena akan
mengganggu kerja motor.
Prinsip Kerja Primary dan Secondary
Magnetic Sensors
Primary Magnetic Sensor sudah terdapat sifat magnet dan input nya berupa
arus dan output nya berupa tegangan.
Secondary magnetic sensor memiliki input berupa Fluks dan outputnya berupa
arus. Cara kerja ini seperti pada transformator, yang mana secondary
magnetic sensor tersebut hanya ada kumparan saja.
Perbedaan Primary dan Secondary
Magnetic Sensor
Primary Magnetic Sensor sudah terdapat sifat magnet, kumparan dan bahan-
bahan magnet lainya.
Primary: Tingkat sensitivitas tinggi.
Secondary Magnetic sensor di dalam nya hanya ada kumparan kawat saja.
Secondary: Tingkat sensitivitas dibawah sensor primary
Kesimpulan
Nama Sensor Primary / Secondary Pasif / Aktif Absolute / Relatif

Hall-Effect Sensors Primary Aktif Relative

Magnetodiodes and
Primary Pasif Relative
Magnetotransistor Sensor

Magnetoresistive Sensors Primary Pasif Relative

Magneto-Optical Sensors Primary Pasif Relative

Integrated Magnetic Field


Primary Pasif Relative
Sensors

Magnetic Thin Films Primary Pasif Relative

Linear and Rotary


Variable-Reluctance Secondary Aktif Relative
Sensors

Linear and Rotary


Variable-Differential Secondary Aktif Relative
Transformer
Kesimpulan
Nama Sensor Prinsip Kerja Output Signal Conditioning Jenis Aplikasi
Hall effect sensor disuplai
Jika Hall-Effect Sensors 4,5-6V sehingga
tidak dipengaruhi medan mendapatkan frekuensi
magnet maka beda sampai 23kHz. Dan Sensor ini untuk mendeteksi
potensial nya 0 dan jika menghasilkan output 3V posisi, kecepatan, jarak.
Hall-Effect Sensors Tegangan
dipengaruhi, menghasilkan jika tidak dipengaruhi Contoh nya digunakan pada
beda potensial yang medan magnet sehingga printer, keyboard monitor
nilainya sebanding dengan dibutuhkan op-amp untuk
kuat medan magnet memperkuat sinyal pada
output nya
Ketika arus melewati
material feromagnetik, Umumnya 4 buah sensor
vector magnet internal dihubungkan terhadap
Pengukuran sudut,
parallel terhadap arus. wheatstone bridge untuk
Magnetoresistive Sensors Resistansi Pengukuran arus, kompas
Ketika medan magnet mendapatkan signal
dan alat navigasi
eksternal diberikan conditioning yang
berlawanan arus maka maksimum
posisnya berubah
Sensor ini sangatlah
Pada magneto-optical ini sensitive oleh sebab itu
Encoder, plastic-terikat
Magneto-Optical Sensors prinsip kerja nya seperti Frekuensi digunakan pada aplikasi
magnet permanen
pemetaan otak manusia yang membutuhkan resolusi
yang baik
Referensi
Electronic Portable Instruments Design and Applications 1.
http://elisa1.ugm.ac.id/files/agusarif/zNyALbde/?redir=agusarif/zNyALbde
honeywell-sensing-sensors-magnetoresistive-hall-effect-applications-005715-
2-EN
http://en.wikipedia.org/wiki/Signal_conditioning
http://www.infineon.com/cms/en/product/sensors-and-wireless-
control/magnetic-
sensors/channel.html?channel=ff80808112ab681d0112ab68f47200a6
http://press.ihs.com/press-release/design-supply-chain/magnetic-sensors-
find-attractive-opportunities-green-energy
http://proceedings.spiedigitallibrary.org/proceeding.aspx?articleid=924502
http://www.spectecsensors.com/mobile/magnetic-sensor-preamplifiers.htm
http://www.directindustry.com/prod/spectec/signal-conditioners-for-
magnetic-speed-sensors-60113-404851.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Sensor
http://en.wikipedia.org/wiki/Hall_effect_sensor
http://id.wikipedia.org/wiki/Fluks_magnetik
http://www.dz863.com/datasheet-819260063-UGN3503_Ratiometric-Linear-
Hall-effect-Sensors/
http://en.wikipedia.org/wiki/Magnetometer#Fluxgate_magnetometer
http://www.macrosensors.com/lvdt_tutorial.html
en.wikipedia.org/wiki/Linear_variable_differential_transformer
https://www.hitechnic.com/cgi-
bin/commerce.cgi?preadd=action&key=NMS1035
http://www.directindustry.com/prod/festo/magnetic-position-sensors-
cylinders-4735-156718.html
en.wikipedia.org/wiki/Anti-lock_braking_system
http://home.iitk.ac.in/~vyas/ABS/ABS.html