Anda di halaman 1dari 3

TRIASE

No.Dokumen : 440/ /UKP/


SOP VII/2016
No.Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/3

UPTD dr. Bambang Triyono Putro


Puskesmas Penata Tk.I
Wates NIP.19731031 200604 1 009

Pengertian 1. Triase adalah memilah milah pasien sesuai dengan tingkat


kegawatannya untuk menentukan prioritas tindakan.
2. Gawat darurat adalah suatu keadaan yang terjadinya mendadak
mengakibatkan seseorang atau banyak orang memerlukan penanganan
/ pertolongan segera dalam arti pertolongan secara cermat, tepat dan
cepat. Apabila tidak mendapatkan pertolongan semacam itu maka
pasien akan mati atau cacat / kehilangan anggota tubuhnya seumur
hidup.
3. Keadaan darurat adalah keadaan yang terjadinya mendadak, sewaktu-
waktu / kapan saja, dimana saja, dan dapat menyangkut siapa saja
sebagai akibat dari suatu kecelakaan, suatu proses medis atau
perjalanan suatu penyakit.

2. Tujuan Sebagai acuan menentukan prioritas tindakan penanganan pasien sesuai


dengan tingkat kegawatan pasien
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Wates No. 188/ /418.48.3.85.1/VII/2016
(SK) tentang Penanganan Pasien Gawat Darurat.

4.Referensi 1.Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas


2.Pedoman kerja perawat IGD di Rumah Sakit tahun 1999
3.Pedoman Pelayanan Gawat Darurat tahun 1995
5.Alat&Bahan Stetoskop, tensimeter, kode warna merah, kuning, hijau, hitam
6. Prosedur 1. Penderita datang diterima petugas / paramedis UGD,
2. inform consent (penandatangan persetujuan tindakan) oleh keluarga
pasien.
3. Diruang triase dilakukan anamnesa,
4. Penderita diperiksa dengan singkat,
5. Penderita diperiksa dengan cepat (selintas) untuk menentukan derajat
kegawatannya oleh dokter/paramedis yang terlatih,
6. Penderita dibedakan menurut kegawatannya dengan memberi kode
warna :
a. Hijau adalah warna untuk penderita tidak gawat dan tidak
darurat. Misalnya : Penderita Common Cold, gastritis, abses
b. Kuning adalah warna untuk penderita yang darurat tidak gawat
dan gawat tidak darurat, Misalnya : luka sayat dangkal
c. Merah adalah warna untuk penderita gawat darurat (pasien
dengan kondisi mengancam). Misalnya : Fraktur terbuka, trauma
kepala, Penderita stroke trombosis, luka bakar, Appendic acuta ,
CVA, AMI, asma bronchial dll
d. Hitam adalah warna untuk penderita yang telah meninggal dunia
7. Penderita mendapatkan prioritas pelayanan dengan urutan warna :
merah, kuning, hijau, hitam
8. Pada waktu jam kerja penderita dengan warna kuning dikirim ke
ruang periksa / rawat jalan unit terkait,
9. Petugas mendokumentasikan identitas pasien, hasil pemeriksaan,
tindakan yang telah dilakukan, evaluasi tindakan,
10. Petugas merencanakan tindakan selanjutnya,
7. Diagram
Alir

8.Unit Terkait Ruang Gawat Darurat

9. Dokumen 1.Rekam Medis


Terkait
2.Informed Consent

10. Rekaman Historis Perubahan

No. Halama Yang Diubah Perubahan Diberlakukan


n Tgl