Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pengertian Bahan Bangunan menurut Kamus Besar Bahasa


Indonesia adalah Barang yang merupakan bakal untuk membangun
rumah atau gedung dsb, material (arti). Bahan bangunan dapat di
defenisikan sebagai salah satu elemen pokok yang menentukan
kualitas rumah,murah atau mahal,dan sederhana atau mewah.
Bahan bangunan juga dapat diartikan pemegang peranan penting
dalam suatu kontruksi bangunan seperti menentukan kekuatan,
keamanan, keselamatan dan keawetan suatu bangunan.

Bahan bangunan merupakan setiap bahan yang digunakan


untuk tujuan konstruksi. Banyak bahan alami, seperti tanah liat,
pasir, kayu dan batu, bahkan ranting dan daun telah digunakan
untuk membangun bangunan. Selain dari bahan alami, produk
buatan banyak digunakan, dan beberapa lagi kurang sintetik.
Industri pembuatan bahan bangunan didirikan di banyak negara.
Acuan ini berhubungan dengan tempat tinggal manusia dan
struktur termasuk rumah.

1.1 Tujuan dan Sasaran

Tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas


mata kuliah Teknologi Bahan dan untuk mengetahui beberapa jenis
material atau bahan bangunan seperti alucopan, baja, agregat serta
bahan-bahan penutup atap pada bangunan.

1.2 Metode Penelitian

Makalah ini ditulis berdasarkan pengumpulan data dari


berbagai sumber yang terkait dengan bangunan hijau dan bahan
bangunan berbahaya. Sumber informasi dari makalah dikumpulkan
melalui buku, jurnal penelitian dan website terpercaya yang sudah
diseleksi dan dievaluasi sehingga dapat menunjang makalah ini.

Teknologi Bahan
1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Allumunium Composite Panel (ACP)

Alumunium Composite Panel (ACP) merupakan material


perpaduan antara plat Alumunium dan bahan
composite. Aluminium Composite Panel ( ACP) dapat digambarkan
sebagai panel datar yang terdiri dari inti berbahan non-aluminium
yang disatukan diantara dua lembar aluminium. Lembar aluminium
dapat dilapisi dengan cat PVDF atau Polyester.

Jenis ACP menurut


lapisan catnya terdiri
dari 2 macam, yaitu
jenis Polyester (PE)
yang biasa banyak
digunakan untuk
interior, dan jenis PVDF
(Poly Vinyl De Flouride)
yang biasa di gunakan
di eksterior, karena
jenis ini tahan segala
jenis cuaca, sehingga
lapisan warna dapat
Gambar 2.1.1 Alucopan (sumber:
bertahan lebih lama http://tukangbata.blogspot.co.id/)
dibandingkan dengan
jenis Polyester.

Alumunium Composite panel memiliki sifat dan daya tahan yang kuat
terhadap air dan berbagai macam cuaca,oleh karna itu Alumunium
Composite panel banyak digunakan sebagai panel pelapis dinding dari suatu
bangunan baik di in door maupun out door, selain untuk aplikasi dinding
Alumunium Composite Panel juga dapat di gunakan dalam berbagaimacam
aplikasi salah satunya sebagai perangkat interior dan exterior.

Aluminium Composite panel terdiri dari berbagai macam warna sesuai


dengan permintaan, ketebalan alumunium composite panel umumnya 4 mm.
Aluminium composite panel, membuat gedung lebih menawan dan terkesan
mewah.

Teknologi Bahan
2
a. Pengaplikasian Allumunium Composite Panel (ACP)

Penggunaan bahan-
bahan bangunan untuk
perkantoran, perumahan
maupun gedung
bertingkat pada saat ini
semakin selektif. Bahan
yang digunakan harus
aman, nyaman, ringan,
namun tetap harus kuat
dan awet. Gambar 2.1.2 Alucopan sebagai
pelapis eksterior (sumber:
http://tukangbata.blogspot.co.id/)

Karena memiliki
standar mutu yang tinggi
pada aplikasi eksterior dan
interior, saat ini
Allumunium Composite
Panel atau yang biasa
dikenal sebagai alucopan
menjadi pilihan banyak
penggiat konstruksi.

Gambar 2.1.3 Alucopan sebagai


pelapis eksterior (sumber:
http://tukangbata.blogspot.co.id/)

Penggunaan alucopan dapat diaplikasikan di dalam


maupun di luar ruangan, seperti:

- Canopy
- Pelapis dinding ruko
- Pelapis kitchen set untuk design interior
- SPBU
- Dealer otomotif
- Kamar mandi, dan lain sebagainya.

Teknologi Bahan
3
b. Keunggulan Allumunium Composite Panel (ACP)

Keunggulan dari
alucopan antara lain
beratnya yang lebih ringan
tetapi dengan kekuatan
yang lebih tinggi, tahan
karat, dengan biaya
perakitan yang lebih murah
karena berkurangnya
jumlah komponen
perakitannya dan tidak Gambar 2.1.4 Alucopan dengan
memerlukan baut-baut berbagai macam warna (sumber:
penyambung. http://tukangbata.blogspot.co.id/)

- Sifat dasar aluminium composite panel adalah keras dan kaku


tetapi ringan dalam berat. Dilapisi aluminium yang dapat diwarnai
dengan bermacam macam warna. Aluminium composite panel
dipakai secara luas dengan atau tidak dengan warna metalik, juga
dapat memakai pola warna imitasi dari material lain seperti kayu
dan marmer.

- Aluminium Composite Panel sanggup memberikan nilai tambah


berupa esteika pada bangunan atau gedung yang menggunakan
Aluminium Composite Panel.

- Pemesanan dan pengaplikasian Aluminium Composite Panel yang


mudah serta warna-warni yang terdapat pada produk ini membuat
banyak kontraktor / developer berminat untuk mempertegas kesan
dari bangunan/gedung yang mereka kerjakan.

- Harga Aluminium Composite Panel terjangkau, bangunan /


gedung pun memiliki nilai tambah dan semakin megah.

- Aluminium Composite Panel dewasa ini sangatlah populer karena


perawatannya sangat mudah dilakukan, Alumunium composite
panel dapat dibersihkan kembali apabila sudah terlihat kotor.

Teknologi Bahan
4
2.2 Baja

Baja merupakan bahan


yang mempunyai sifat struktur
yang baik. Baja
mempunyai kekuatan yang
tinggi dan sama kuat pada
kekuatan tarik maupun tekan
dan oleh karena itu baja adalah
elemen struktur yang memiliki
batasan sempurna yang akan
menahan beban jenis
Gambar 2.2.1 Baja Sebagai Bahan
tarik aksial, tekan aksial, dan Bangunan (sumber:
lentur dengan fasilitas yang http://ariselang.blogspot.co.id)
hampir sama.

Berat jenis baja tinggi, tetapi perbandingan antara kekuatan


terhadap beratnya juga tinggi sehingga komponen baja tersebut
tidak terlalu berat jika dihubungkan dengan kapasitas muat
bebannya, selama bentuk-bentuk struktur yang digunakan
menjamin bahwa bahan tersebut dipergunakan secara efisien. Sifat
-sifat baja yang paling utama untuk dikatahui adalah sifat
kekuatan/keteguhan, elastisitas, kekerasan dan sifat untuk
kemungkinan dapat ditempa ..

- Sifat kekuatan artinya mempunyai sifat kekuatan tinggi untuk


menahan tarik, tekan, lenturan dan geseran

- Sifat elastis artinya sampai batas tertentu bahan baja


mengalami pembebanan dan akibat pembebanan tsb. Akan
mengalami perubahan bentuk, tetapi setelah pembebanan
dihentikan maka bahan baja akan kembali pada bentuk semula

- Sifat kekerasan artinya tidak mudah mengalami cacat jika


terkena benturan. Jadi bahan baja ini cukup keras tetapi elastis.

- Sifat dapat ditempa artinya pada keadaan pijar / lembek karena


dipanasi mudah ditempa sehingga dapat dirubah bentuknya.
Tetapi pada keadaan dingin/selesai dipanasi kekuatannya tidak
berubah

Selain sifat yang disebutkan diatas, baja juga memiliki


beberapa sifat lainnya, antara lain mengkilap, dapat
dibentuk/ditempa menjadi lembaran, batangan dan sebagainya,

Teknologi Bahan
5
sangat kuat, dengan campuran elemen tertentu, dapat dihasilkan
kelebihan-kelebihan yang dibutuhkan, menghantarkan panas dan
listrik, mudah diubah bentuknya serta tahan lama.

a. Pengaplikasian Baja Sebagai Bahan Bangunan

Baja adalah suatu jenis


bahan bangunan yang
berdasarkan pertimbangan
ekonomi, sifat, dan
kekuatannya, cocok untuk
pemikul beban.

Oleh karena itu baja


banyak dipakai sebagai
Gambar 2.2.2 Baja sebagai konstruksi atap
bahan struktur, misalnya (sumber: http://ariselang.blogspot.co.id)
untuk rangka utama
bangunan bertingkat sebagai kolom dan balok, sistem penyangga atap
dengan bentangan panjang seperti gedung olahraga, hanggar, menara
antena, jembatan, penahan tanah, fondasi tiang pancang, bangunan
pelabuhan, struktur lepas pantai, dinding perkuatan pada reklamasi
pantai, tangki-tangki minyak, pipa penyaluran minyak, air, atau gas.

Gambar 2.2.3 Baja Sebagai Rangka


Gambar 2.2.3 Baja Sebagai Bahan
Bangunan (sumber: http://gkjb-
Bangunan Jembatan (sumber:
utara.blogspot.com)
http://parkitjayautama.com/jembatan-

b. Keuntungan dan Kerugian Baja Sebagai Bahan Bangunan

Beberapa keunggulan baja sebagai bahan struktur dapat diuraikan


sebagai berikut.

- Batang struktur dari baja mempunyai ukuran tampang yang lebih


kecil daripada batang struktur dengan bahan lain, karena kekuatan

Teknologi Bahan
6
baja jauh lebih tinggi daripada beton maupun kayu. Kekuatan yang
tinggi ini terdistribusi secara merata. Kekuatan yang tinggi ini
mengakibatkan struktur yang terbuat dari baja lebih ringan daripada
struktur dengan bahan lain.

- Selain itu baja mempunyai sifat mudah dibentuk. Struktur dari baja
dapat dibongkar untuk kemudian dipasang kembali, sehingga
elemen struktur baja dapat dipakai berulang-ulang dalam berbagai
bentuk.
- Fabrikasi struktur baja dapat dilakukan di bengkel-bengkel maupun
pabrik dengan mesin-mesin yang cukup terkendali memakai
komputer, sehingga akurasi dan kecepatan produksi yang baik
dapat dicapai.
- Pengangkutan elemen-elemen struktur baja dari bengkel
ke lokasi pembangunan mudah dilakukan. Sangat jarang dijumpai
kerusakan elemen struktur baja sebagai akibat pengangkutan. Dua
hal ini memberi keuntungan waktu pelaksanaan bangunan menjadi
singkat.
- Penyambungan elemen struktur baja dapat dilakukan secara
permanen memakai las, sehinggga kekuatan sambungan tidak
banyak berubah
dari kekuatan batang aslinya.

Baja sebagai bahan bangunan juga mempunyai beberapa


kelemahan. Salah satu kelemahan baja adalah kemungkinan terjadinya
korosi, yang memperlemah struktur, mengurangi keindahan bangunan,
dan memerlukan beaya perawatan cukup besar secara periodik.

Matsushima dan Tamada (1989) menyatakan bahwa pemeliharaan


jembatan dengan pengecatan setiap 5 tahun akan memakan biaya 10
persen dari harga bangunan. Hal ini berarti bahwa biaya 50 tahun
pemeliharaan akan sama dengan biaya pembuatan jembatan
baru.

Teknologi Bahan
7
2.3 Agregat

Agregat ialah butiran


mineral alami yang berfungsi
sebagai bahan pengisi dalam
campuran mortar atau beton.
Menurut Silvia Sukirman,
(2003), agregat merupakan
butirbutir batu pecah, kerikil,
pasir atau mineral lain, baik
yang berasal dari alam
maupun buatan yang
Gambar 2.3.1 Agregat (sumber:
http://tukangbata.blogspot.co.id/)

berbentuk mineral padat


beruppa ukuran besar
maupun kecil atau fragmen
fragmen.

Fungsi agregat adalah sebagai material pengisi dan biasanya menempati


sekitar 75 % dari isi total beton, karena itu pengaruhnya besar terhadap sifat
dan daya tahan beton. Misalnya ketahanan beton terhadap pengaruh
pembekuan-pencairan, keadaan basahkering, pemanasanpendinginan dan
abarasikerusakan akibat reaksi kimia.

Mengingat bahwa agregat menempati jumlah yang cukup besar dari


volume beton dan sangat mempengaruhi sifat beton, maka perlu kiranya
material ini diberi perhatian yang lebih detail. Berikut ini peranan agregat
dalam campuran di antaranya;

- Menghemat penggunaan semen Portand


- Mengurangi penyusutan pada beton
- Menghasilkan kekuatan yang besar pada beton
- Menghasilkan beton yang padat dan kokoh jika gradasinya baik

Pemilihan jenis agregat yang akan digunakan tergantung pada mutu


agregat, ketersediannya di lokasi, harga serta jenis konstruksi yang akan
menggunakannya.

a. Jenis-jenis Agregat

Teknologi Bahan
8
1. Berdasarkan asalnya,
- Agregat alam, agregat yang terbentuk dari proses alam( erosi
dan degradasi) sehingga minimal dari proses pengolahan.
Agregat alam terbagi 2 yakni, kerikil dan pasir alam, serta
agregat batu pecah.
- Agregat melalui proses pengolahan, yaitu hasil pengolahan
agregat alam, misalnya batu gunung atau sungai yang kemudian
di pecah lagi agar dapat digunakan sebagai agregat konstruksi
- Agregat Buatan, merupakan agregat pengisi/pelengkap karena
kekurangan agregat alam. contoh agregat buatan : Klinker dan
Breeze.

2. Berdasarkan berat jenisnya,


- Agregat berat, yaitu agregat yang memiliki berat jenis lebih dari
2,8. Penggunaannya pada bahan bangunan yang terkena radiasi
sinar X. Contoh : Magnetit
- Agregat normal, yaitu agregat yang memiliki berat jenis sekitar
2,5 2,7. Beton yang mendapat campuran agregat ini akan
mempunyai kuat tekan sekitar 15- 40 M pa. Contoh campuran :
kerikil, pasir, batu pecah, klingker, terak dapur tinggi.
- Agregat ringan, yaitu agregat yang memiliki berat jenis kurang
dari 2,0. Di pakai dalam pembuatan beton ringan. Campurannya
adalah : Batu apung, asbes, berbagai serat alam, serta beberapa
agregat buatan.

3. Berdasarkan ukuran butiran,


- Batu, yaitu agregat yang memiliki ukuran butiran lebih besar
dari 40mm
- Kerikil, yaitu agregat yang memiliki ukuran butiran antara 4,8-
40 mm
- Pasir, yaitu agregat yang memiliki ukuran butiran antara 0,15-
4,8mm
- Debu, yaitu agregat yang memiliki ukuran butiran lebih kecil dari
0,15mm

Gambar 2.3.2 Jenis Agregat Berdasar Ukuran Butiran (sumber:


http://etrecsa.com)

Teknologi Bahan
9
2.4 Bahan Penutup Atap

Sebagai lapisan tertular, bahan penutup atap


merupakan material yang bersinggungan langsung dengan
pergantian cuaca, misalnya paparan sinar matahari, angin, dan
terpaan hujan. Untuk itu, bahan penutup atap harus dipilih dengan
cermat dan sesuai kebutuhan.

Penentuan dan pemilihan konstruksi atap yang baik akan memeberikan


keamanan dan kenyamanan pengguna bangunan. Dalam perencanaan
konstruksi atap, jenis penutup atap umumnya akan menentukan jenis
konstruksi penopangnya, karena masing-masing mempunyai berat jenis dan
spesifikasi teknis tertentu. Penutup atap yang beredar di pasaran saat ini
banyak macam dan jenisnya, tergantung pada desain konstruksi dan
arsitekturnya.

Yang terpenting adalah syarat-syarat sebagai penutup atap harus


terpenuhi yakni pada saat tertimpa air hujan tidak terjadi rembesan dan
dapat mengalirkan air hujan dengan baik, melindungi dari terik dan
menyerap sinar matahari, serta awet sepanjang umur bangunan. Oleh
karenanya, penting untuk diketahui karakteristik dari jenis-jenis bahan
penutup atap, seperti:

a. Sirap

Merupakan lembaran tipis


terbuat dari kayu ulin-yang
dapat digunakan sampai 25
tahun, dengan kemiringan
pemasangan yang tidak boleh
terlampau datar, dan sangat
cocok untuk rumah-rumah
tradisional dengan kesan
menyatu dengan alam.
Gambar 2.4.1 Sirap Sebagai Bahan Penutup
Kelebihan: Atap (sumber: http://jayawan.com/)
- Membuat rumah
terasa sejuk karena tidak menyerap panas dan memberikan
sirkulasi udara yang bagus bagi atap.
Kekurangan:

Teknologi Bahan
10
- Membutuhkan perawatan dan perbaikan teratur agar
bisa bertahan lama
- Pelapukan dan serangga dapat memperpendek usia
sirap.
- Lebih sulit dipasang dibandingkan dengan genteng
sehingga kualitas atap sirap sangat tergantung pada
kecakapan tukang yang memasangnya.
- Rentan terhadap bahaya kebakaran bila tidak diproses
dengan lapisan antipanas.
b. Genteng Tanah Liat

Penutup atap menggunakan genteng tanah liat ini umum digunakan


di rumah-rumah baik yang digunakan dengan cetakan biasa atau
dengan memberikan tekanan (genteng press), ikatan pemasangan
berdasarkan saling mengikat (interlocking), dikaitkan dan menumpu pada
kayu reng.

Pemasangan pada
konstruksi atap dengan
kemiringan 25-45 derajat.
Apabila dipasang
terlampau datar maka
dimungkinkan terjadinya
tempias air hujan melalui
sela-sela hubungan antar
genteng. Gambar 2.4.2 Genteng Tanah Liat (sumber:
http://jayawan.com/)
Genteng pres
mempunyai berat jenis yang lebih besar dan serapan air yang lebih kecil
dibandingkan dengan genteng tanah liat biasa. Namun demikian,
serapan air memungkinkan munculnya jamur atau lumut selama umur
pemakaian.

Kelebihan:
- Sangat awet karena tidak dapat lapuk, terbakar atau
dirusak serangga. Bila jenis material dan pemrosesannya
bagus, genteng tanah liat sangat sedikit memerlukan
perawatan.
Kekurangan:
- Genteng tanah liat dapat sangat berat sehingga
membutuhkan papan pendukung yang lebih kuat.
- Warna genteng dapat memudar atau menghitam setelah
sekian lama. Genteng jenis baru yang diproses dengan
suhu tinggi dan berglazur warnanya lebih permanen.
- Relatif rapuh, dapat pecah bila Anda menginjaknya. Hal ini
membuat perawatannya lebih sulit.

Teknologi Bahan
11
c. Genteng Beton

Genteng beton merupakan


penutup atap berbahan dasar
mortar (campuran air, semen dan
pasir) atau beton dengan agregat
kasar yang lebih kecil, diberikan
tekanan, sehingga genteng
beton mempunyai berat jenis
yang relatif besar. Pada
permukaan biasanya dilapisi
pasta semen yang tipis dan
terkadang juga dicat khusus
untuk genteng dengan warna
Gambar 2.4.3 Genteng Beton (sumber:
sesuai keinginan pemakai. http://jayawan.com/)
Ketahanannya dapat mencapai
50 tahun.

Kelebihan:
- Sangat awet karena tahan api, pelapukan dan serangga. Bentuk dan
warnanya yang variatif juga menarik secara penampilan
Kekurangan:
- Genteng beton memiliki bobot yang berat (lebih berat dari genteng
tanah liat) dan harganya yang lebih mahal.

d. Asbes

Asbes merupakan penu tup atap


sejenis seng, yang terdiri dari material
semen dan serat mineral silikat.
Namun, saat ini sudah banyak
ditinggalkan sebagai penutup atap
karena banyak menimbulkan debu-
debu yang apabila terhirup manusia
dapat menyebabkan penyakit
Gambar 2.4.4 Asbeb (sumber:
asbestosis yakni sejenis penyakit
http://jayawan.com/)
paru-paru.

Kelebihan:

Teknologi Bahan
12
-Memiliki karakteristik sepertiseng yaitu murah, ringan dan tahan lama.
-Asbes tidak menyerap panas sehingga membuat rumah terasalebih
sejuk
Kekurangan:
- Penampilannya terlihat tidak menarik
- Mudah retak bila terinjak
- Dapat membahayakan kesehatan (memicu timbulnya kanker paru)
e. Seng

Seng merupakan lembaran


tipis baja yang diberi lapisan seng,
agar tidak mudah terjadi karat
atau korosi. Penutup atap seng
dapat dipasang langsung pada
gording, tanpa reng, dan dapat
dipasang pada kemiringan atap
yang lebih datar. Karena beratnya
relatif ringan, maka dapat
digunakan konstruksi penopang Gambar 2.4.5 Seng (sumber:
atau kuda-kuda yang sederhana. http://jayawan.com/)

Kelebihan:
- Seng merupakan bahan penutup atap yang murah, ringan, serta tahan
lama
Kekurangan:
- Sifat seng yaitu menyerap panas, berkarat, kurang menarik secara
penampilandan mudah terhempas oleh angin.

f. Metaldeck

Metaldecl merupakan genteng yang


terbuat dari logam tipis, dan mempunyai berat
yang ringan ringan, serta dilapisi dengan baja
ringan dan galvanis. Disamping itu, gentang
metal ini ada yang berlapis pasir dan
tidak(color/polos). Gambar 2.4.6 Metaldeck (sumber:
http://jayawan.com/)
Lapisan pasir berfungsi untuk
menahan panas dan meredam suara atau bising apabila terkena air
hujan. Pemasangan genting metal/galvalum lebih mudah dan cepat.

g. Genteng glasur/keramik

Penutup atap dari tanah liat press yang


sudah melalui proses finishing pada
permukaannya dengan diglasur atau
dikeramik, sehingga permukaannya
menjadi kedap air, terhindar dari
tumbuhnya jamur atau lumut, dan

Teknologi Bahan
13
menambah estetika. Umur pemakaian
genteng glasur/keramik ini lebih lama
dibandingkan genteng tanah liat biasa.

BAB III
PENUTUP
Gambar 2.4.7 Genteng
3.1 Keramik (sumber: Kesimpulan
http://jayawan.com/)

Dewasa ini ketersediaan bahan bangunan alami maupun buatan


sudah semakin banyak. Mulai dari bahan tradisional seperti kayu,
sirap, rumbia, sampai bahan modern seperti alcopan, metaldeck
dan lain sebagainya. Namun disamping itu pemilihan bahan dalam
perancangan bangunan tetaplah perlu diperhatikan dengan sebaik-
baiknya guna menghasilkan bangunan dengan kualitas yang baik
serta kuat.

Teknologi Bahan
14
DAFTAR PUSTAKA

Setiawan, Agus. 2002. Perencanaan Struktur Baja. Jakarta : Penerbit


Erlangga.
E. Diraatmaja. 1987. Membangun Ilmu Bangunan. Jakarta : Penerbit
Erlangga.
http://jayawan.com/bahan-penutup-atap/
(Diakses 24 Maret 2017)
http://www.rii-kontraktor.com/blog/6-pilihan-bahan-untuk-atap/
(Diakses 24 Maret 2017)
https://synergy.cvastro.com/aluminium-composite-panel-alucopan
(Diakses 23 Maret 2017)
https://www.academia.edu/8465557/TEKNOLOGI_BAHAN_BANGUNAN
_AGREGAT
(Diakses 24 Maret 2017)
http://www.ilmusipil.com/agregat-halus-kasar
(Diakses 24 Maret 2017)

Teknologi Bahan
15