Anda di halaman 1dari 6

ORGANOLOGI I

Oleh :
Nama : Ulfah Nuraini
NIM : B1A015044
Rombongan : A2
Kelompok :4
Asisten : Annisa Puspita Arum

LAPORAN PRAKTIKUM
STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN II

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO

2016
I. PENDAHULUAN
Organologi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi organ
berrdasarkan organisme-organisme penyusunnya. Bagian-bagian organologi yaitu
akar, batang, dan daun. Organologi menjelaskan bagaimana struktur dalam fungsi
suatu organ (Prawiro, 1997).
Akar adalah suatu organ tanaman yang memiliki fungsi menunjang dan
memperkokoh tubuh tanaman dan tempat tumbuhnya tunas. Daun merupakan organ
yang dapat melakukan fotosintesis karena di dalam daun terdapat stomata yang dapat
merubah karbondioksida dan air denganbantuan sinar matahari menjadi glukosa yang
akan dirubah lagi menjadi energi. Pada organ batang terdapat 3 bagian pokok yang
berkembang dan jaringan protoderm, prokambium dan meristem dasar, yaitu:
epidermis dan derivatnya, korteks, dan stele (Campbell, 2003).
II. TUJUAN
Tujuan praktikum acara organologi I, antara lain:
1. Mengamati struktur anatomi akar.
2. Mengamati struktur anatomi batang.
3. Mengamati struktur anatomi daun.
III. MATERI
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum acara histologi 1 diantaranya
mikroskop cahaya, object glass, cover glass, pipet tetes, tissue, laporan sementara,
silet dan jarum preparat.
Bahan-bahan yang digunakan preparat awetan L. Akar Zea mays (Jagung),
L. Batang Piper betle (Sirih), L. Daun Zea Mays (Jagung), L. Daun Citrus sp.
(Jeruk).
IV. METODE
Metode yang dilakukan dalam praktikum acara histologi 1 antara lain:
1. Untuk preparat awetan, langsung diamati dibawah mikroskop.
2. Amati bagian-bagian pada setiap preparat serta amati tipe berkas pengangkut pada
preparat L. Akar Zea mays dan L. Batang Piper betle. Gambar preparat yang
terlihat serta beri keterangan.

V. HASIL
2 Keterangan :
1. Epidermis
2. Eksodermis
1
3. Parenkim Korteks
4. Endodermis
5. Perisikel
6. Xylem
3
7. Floem
6 8. Empulur
Tipe berkas
4
pengangkut: Radial
7
8

Gambar 1. L. Akar Zea mays (Jagung) Perbesaran 100x

Keterangan :
1 1. Epidermis
2. Kolenkim
2 3. Parenkim korteks
4. Berkas pengangkut
3
perifer
5 5. Sklerenkim
4 6. Berkas pengangkut
meduler
6
7. Empulur
8. Kelenjar sekresi
7
Tipe berkas
8
pengangkut: kolateral
tertutup

Gambar 2. L. Batang Piper betle (Sirih) Perbesaran 100x


Keterangan :
1. Epidermis atas
6
2. Jaringan palisade
3. Jaringan spons
2
4. Berkas pengangkut
1 5. Epidermis bawah
6. Kristal ca-oksalat

Gambar 3. L. Daun Citrus sp. (Jeruk) Perbesaran 100x

2 Keterangan :
4 1. Epidermis atas
2. Sel kipas
1
3. Trikom
3 4. Berkas pengangkut
5. Mesofil
6. Epidermis bawah
5

Gambar 4. L. Daun Zea Mays (Jagung) Perbesaran 100x

VI. PEMBAHASAN
Eksodermis adalah lapisan terluar korteks yang langsung berbatasan dengan
epidermis, dapat menjadi hipodermis yang dinding selnya mengandung suberin atau
lignin. Eksodermis terdiri dari selapis sel atau lebih, berupa sel panjang dan sel
pendek berselang-seling atau semacam saja. Endodermis fungsinya adalah sebagai
pembatas selektif yang mengatur masuknya bahan dari larutan tanah ke dalam
jaringan pembuluh di dalam. Pada sel endodermis muda terdapat penebalan dinding
sel oleh zat suberin atau lignin. (Kartasapoetra, 1991). Sel peresap adalah
endodermis yang dindingnya tidak menebal untuk air masuk ke silinder pusat (stele)
sehingga air tidak masuk ke dinding sel (Nugroho, 2006). Perisikel (perikambium)
adalah lapisan terluar dari stele yang berperan dalam pertumbuhan sekunder dan
pertumbuhan akar ke samping. Fungsi perisikel adalah membentuk cabang akar,
tempat terjadinya kambium vaskuler dan gabus, serta penebalan akar (Kimball,
1991).
Struktur akar monokotil, terdapat perbedaan, diantaranya:
Endodermis pada akar tumbuhan monokotil membentuk dinding sekunder
yang tebal sedangkan pada dikotil endodermis berbentuk kotak dan tersusun
rapat tanpa adanya ruang antar sel.
Xilem dan floem tidak tersusun rapi pada akar dan xilem berhenti tumbuh
sebelum bagian pusat terbentuk.
Sedangkan pada akar dikotil, anatominya adalah:
1. Pada epidermis terdapat sel-sel yang membentuk rambut akar dengan cara
mengadakan perpanjangan dari dinding luarnya ke arah lateral.
2. Korteks terdiri dari beberapa lapis sel dan didalamnya terdapat ruang antar sel
yang memanjang sepanjang akar.
3. Stele terdapat di bagian dalam dan berdampingan dengan endodermis serta
tersusun dari lingkaran tepi dan jaringan pembuluh (Sutrian, 1992).
Anatomi batang dikotil dan monokotil diantaranya:
- Batang bercabang-cabang pada dikotil, sedangkan pada monokotil tidak.
- Hipodermis berupa kolenkim, sedangkan pada monokotil berupa sklerenkim.
- Jari-jari empulur berupa deretan parenkim diantara berkas pengangkut, sedangkan
pada monokotil tidak mempunyai jari-jari empulur.
- Mempunyai kambium vaskular, sehingga dapat tumbuh membesar, sedangkan pada
monokotil tidak mempunyai kambium vaskular.
- Dapat dibedakan daerah korteks dan empulur, sedangkan pada monokotil tidak.
- Ada kambium diantara xilem dan floem, sedangkan pada monokotil tidak ada
kambium diantara xilem dan floem.
- Pembuluh angkut letaknya teratur, sedangkan pada monokotil tersebar (Hidayat,
1995).
Anatomi daun monokotil dan dikotil yaitu:
1. Struktur morfologi : Pertulangan daun monokotil sejajar atau melengkung
sedangkan pada dikotil menjari atau menyirip.
1. Struktur anatomi : Pada monokotil parenkima mesofil umumnya tidak
terdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan bunga karang sedangkan pada
dikotil terdeferensiasi (Fahn, 1992).
Dari hasil praktikum kelompok 5 dihasilkan pada L. Daun Zea Mays (Jagung)
Perbesaran 100x terdapat bagian yaitu epidermis atas, sel kipas, trikom, berkas
pengangkut, mesofil dan epidermis bawah. Hal tersebut sesuai dengan pustaka.
Menurut Fittra (2015) Pada Zea mays, jaringan mesofil tersusun atas sel parenkim
palisade dan parenkim spons yang berbeda bentuk dan ukurannya. Parenkim palisade
pada Zea mays terdapat lobus antar selnya dan tampak bercabang. Sel parenkim
palisade terdapat pada epidermis unilateral. Sel parenkim spons bentuknya
bermacam-macam dan memiliki kekususan dengan adanya lobus yang terdapat
antara sel satu dengan yang lain. Untuk membedakan antara sel parenkim palisade
dengan spons pada zea mays tidak mudah karena bentuk sel mesofil lebih kurang
sama.
VII. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa:
1. Anatomi pada akar terdiri dari epidermis, eksodermis, endodermis, xylem,
floem, empulur, perisikel, dan parenkim korteks.
2. Anatomi pada batang terdiri dari epidermis, kolenkim, berkas pengangkut,
sklerenkim, empulur dan kelenjar sekresi.
3. Anatomi pada daun terdiri dari epidermis, jaringan spons, jaringan palisade,
mesofil, sel kipas, trikom dan berkas pengangkut.
VIII. SARAN
Saran untuk praktikum kali ini adalah amati preparat awetan sebaik ungkin
agar mendapatkan hasil yang diharapkan.
DAFTAR PUSTAKA
Campbell. 2003. Biologi Jilid 1. Erlangga, Jakarta.
Fahn, A. 1991. Anatomi Tumbuhan edisi ke tiga. UGM Press, Yogyakarta.
Fittria, J. 2015. Struktur Anatomi dan Jagung (Zea mays L.) yang Terserang Penyakit
Bercak dan Karat. Jurnal Protobiont. Vol.4(1):84-88.
Hidayat, E. B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. ITB, Bandung.
Kartasapoetra, Ir. A.G. 1991. Pengantar Anatomi Tumbuh-tumbuhan (tentang sel dan
jaringan). Jakarta: Bina Aksara.
Kimball, J. W. 1991. Biologi. Erlangga, Jakarta.
Nugroho, H. L. 2006. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Penebar Swadaya,
Depok.
Prawiro. 1997. Biologi Sains. Bumi Aksara, Jakarta.
Sutrian. 1992. Pengantar Anatomi Tumbuhan Tentang Sel dan Jaringan. Rineka
Cipta, Jakarta.