Anda di halaman 1dari 20

Laporan Ringkas

BAB - 3
SID Estuari Dam Sei Gong di Kota Batam

BAB 3
Analisa Curah Hujan

3.1. Umum

Analisa curah hujan rencana dapat dihitung berdasarkan data curah hujan
harian maksimum tahunan dengan menggunakan metode analisa
frekuensi.

3.1.1 Jenis dan Sumber Data

Jenis dan sumber data yang diperlukan untuk analisis hidrologi pekerjaan
SID. Estuari Dam Sei Gong adalah sebagai berikut:

Tabel 3.1. Jenis dan Sumber Data

No Jenis Data Sumber Data


1 Data Curah hujan harian PU & Badan Meteorologi dan
Geofisika Kota Batam dan
Tanjung Pinang, Stasiun Hang
Nadim.
2 Data Iklim Badan Meteorologi dan Geofisika
Kota Batam
3 Peta Rupabumi Bakosurtanal
4 Data Penduduk BPS Kota Batam

3.1.2.Ketersediaan Data Curah Hujan

Tabel 3.2. Ketersediaan Data Curah Hujan di Sekitar Lokasi

Ketersediaan data
No Nama Stasiun
(Dari Tahun s/d
Tahun)

1 Bandara Hang 1996 2010


Nadim
2 Tanjung Pinang 1990 2010

PT Intimulya Multikencana III - 1


Laporan Ringkas
BAB - 3
SID Estuari Dam Sei Gong di Kota Batam

Sumber: Badan Meteorologi dan Geofisika Kota Batam dan Tanjung


Pinang

3.1.3.Ketersediaan Data Iklim

Data iklim yang digunakan berasal dari Stasiun Kilimatologi Bandara Hang
Nadim dengan ketersediaan data dari tahun 2001 s/d 2010, dengan nilai
rata-rata harian adalah sebagai berikut:
Temperatur udara berkisar antara 29,4 31,6oC
Kelembaban udara berkisar antara 95,0 98,0 %
Penyinaran matahari berkisar antara 1,8 8,0 jam
Kecepatan angin berkisar antara 8,9 14,4 m/dt
Untuk selanjutnya mengenai penggunaan data iklim yang dikumpulkan
bisa dilihat pada bab 4 buku laporan ini.

3.2. Curah Hujan Rencana

Untuk stasiun Hang Nadim, data hujan bulanan yang dikumpulkan mulai dari bulan
Januari tahun 2001 sampai dengan bulan Desember tahun 2010 memiliki curah
hujan rata-rata tahunan sekitar 2386 mm sedangkan rata-rata hujan bulanan yang
tertinggi terjadi pada bulan Desember yaitu sebesar 357 mm, sementara curah hujan
rata-rata bulanan yang terkecil terjadi pada bulan Februari yaitu sebesar 65 mm.
Selain dari data di atas, data hujan harian maksimum juga diperlukan untuk
perhitungan hujan rencana dan selanjutnya sebagai input untuk perhitungan banjir
rencana. Data hujan harian maksimum diperoleh dari ketersediaan data hujan di
stasiun Hang Nadim dan Tanjung Pinang..

Gambar 3.1. Grafik Rata-Rata Hujan Bulanan

PT Intimulya Multikencana III - 2


Laporan Ringkas
BAB - 3
SID Estuari Dam Sei Gong di Kota Batam

Tabel 3.3. Data Hujan Harian Maksimum

C.H. Harian
No. Tahun
Maks Daerah (mm)
1 1990 156.00
2 1991 141.00
3 1992 132.00
4 1993 144.00
5 1994 192.00
6 1995 159.00
7 1996 139.00
8 1997 99.00
9 1998 130.00
10 1999 129.00
11 2000 132.00
12 2001 114.00
13 2002 138.00
14 2003 149.00
15 2004 183.00
16 2005 184.50
17 2006 177.00
18 2007 182.00
19 2008 104.00
20 2009 141.00
21 2010 159.00
Minimum 99.00
Maksimum 192.00
Devia
si 26.19
Jumlah Data 21
Sumber: Laporan Studi Kelayakan Embung Sei Gong (2011)

Perhitungan hujan rencana menggunakan data hujan harian maksimum yang telah
dikumpulkan sebelumnya. Berdasarkan data tersebut maka dapat ditentukan
besarnya hujan rencana dengan menggunakan distribusi Normal, Log Normal 2
Parameter, Log Normal 3 Parameter, Pearson, Log Pearson, dan Gumbel.

PT Intimulya Multikencana III - 3


Laporan Ringkas
BAB - 3
SID Estuari Dam Sei Gong di Kota Batam

Tabel 3.4. Analisa Frekuensi Curah Hujan Maksimum Tahunan (1)

Sumber: Hasil Perhitungan, 2012

Tabel 3.5. Analisa Frekuensi Curah Hujan Maksimum Tahunan (2)

PT Intimulya Multikencana III - 4


Laporan Ringkas
BAB - 3
SID Estuari Dam Sei Gong di Kota Batam

Sumber: Hasil Perhitungan, 2012

Tabel 3.6. Periode Ulang Hujan Harian Rencana di DAS Sei Gong

Sumber: Hasil Perhitungan, 2012

Hasil distribusi probabilitas di atas menunjukkan bahwa semua model distribusi


dapat diterima karena memiliki nilai penyimpangan maksimum (yang lebih kecil dari
delta kritis (sig.level 5%). Namun untuk menetapkan salah satu dari semua distribusi
yang layak digunakan dilihat dari hasil standard deviasi yang dihasilkan dari setiap
distribusi. Hasilnya menunjukkan bahwa cara Log Pearson III yang memiliki nilai
terkecil dan memiliki penyimpangan maksimum ( Max) yang terkecil dibandingkan
Delta Kritis sehingga distribusi tersebut digunakan untuk analisa selanjutnya.

Untuk menentukan trend distribusi yang terbaik (the goodness of fit) maka
dapat ditentukan secara statistik melalui pengujian parameter secara
horizontal dengan metode Smirnov-Kolmogorov maupun secara vertikal
dengan metode Chi Square atau Chi-Kuadrat. Sehingga dapat diketahui
antara data yang tercatat dengan hasil prediksi dari setiap masing-masing
distribusi. Dengan menggunakan tehnik pengujian tersebut maka diperoleh
hasil untuk Distribusi Log Pearson III.

Uji Vertikal dengan Chi Square


Perhitungannya dengan menggunakan persamaan (shanin, 1976: 186)

Uji Horisontal l dengan Smirnov Kolmogorof


PT Intimulya Multikencana III - 5
Laporan Ringkas
BAB - 3
SID Estuari Dam Sei Gong di Kota Batam

Dengan persamaan :

Jumlah Data : 21
Jumlah Kelas (k) : 5
Derajat Bebas (n) : 2
Signifikan ( ) : 5%

Tabel 3.7. Tabel Rekapitulasi Uji Chi Square dan Smirnov


Kolmogorof

TABEL REKAPITULASI UJI CHI-SQUARE

No. Metode Distribusi Nilai X2hitung Nilai X2Kritis Keterangan

1 Distribusi Log Pearson Tipe III 7.7524 5,991 Tidak Memenuhi

TABEL REKAPITULASI UJI SMIRNOV KOLMOGOROF

No. Metode Distribusi Nilai X2hitung Nilai X2Kritis Keterangan

1 Distribusi Log Pearson Tipe III 0.1376 0.2880 Memenuhi

Selanjutnya untuk analisis frekuensi data curah hujan rencana dilakukan


dengan menggunakan metode Log Pearson III. Rumus yang digunakan
dalam persamaan Log Pearson III adalah sebagai berikut:

Dimana :
P (X) = fungsi kerapatan peluang variat X
X = nilai variat
A,b,c = parameter
= fungsi gamma

Apabila nilai variat X diplot pada kertas logaritmik, maka bentuk


persamaan matematikanya merupakan persamaan garis lurus sebagai
berikut :

Dimana :
Xtr = nilai logaritma X
= nilai rata-rata X
PT Intimulya Multikencana III - 6
Laporan Ringkas
BAB - 3
SID Estuari Dam Sei Gong di Kota Batam

S = standart deviasi X
K = karakteristik distribusi Log-Pearson Tipe III, yang nilainya tergantung
dari nilai koefisien skewnessnya
Adapun parameter statistik yang diperlukan pada sebaran log-pearson
tipe III yaitu :
Harga Rata-Rata (Rerata Log X), Standar Deviasi, Koefisien Skewness
(Cs), dan
Koefisien Kortusis (koefisien keruncingan) mendekati Ck = 1,50 Cs 2 +3

Rekapitulasi perhitungannya disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 3.8.
Tabel Perhitungan Nilai Ekstrim Distribusi Log Pearson III

T P(%) Cs G Log X X (mm)


2 50 -0.3209 0.0533 2.1644 146.002
5 20 -0.3209 0.8534 2.2278 168.973
10 10 -0.3209 1.2421 2.2586 181.403
20 5 -0.3209 1.5697 2.2846 191.890
25 4 -0.3209 1.6353 2.2898 194.908
50 2 -0.3209 1.8783 2.3091 203.754
100 1 -0.3209 2.0883 2.3258 211.721
200 0.5 -0.3209 2.2745 2.3405 219.046
1000 0.1 -0.3209 2.6467 2.3701 234.454
Sumber: Hasil Perhitungan, 2012

3.3. Analisis Debit Banjir (Flood Analysis)

Analisa debit banjir dilakukan pada periode ulang 2 th, 5 th, 10 th, 25 th,
50 th, 100 th, 500 th, 600 th dan 1000 th, dengan menggunakan metode
Rasional, diantaranya adalah metoda unit Hidrograf Nakayasu, Haspers,
Mononobe dan Melchior atau Der Weduwen.
Dari masing-masing metoda perhitungan debit banjir tersebut terdapat
batasan-batasan, yaitu:
Metoda Unit Hidrograf Nakayasu, Hasper dan Mononobe dapat
digunakan untuk luas daerah pengaliran sungainya sembarang,
Metoda Melchior dapat digunakan untuk luas daerah pengaliran
sungainya lebih besar dari 100 km2.
Metoda Der Weduwen dapat digunakan untuk luas daerah
pengaliran sungainya kurang dari 100 km2.
Mengingat Luas DAS Sei Gong 15.8 Km 2, kurang dari 100 Km2 maka dapat
digunakan metode unit Hidrograf Nakayasu, Haspers, Mononobe dan Der
Weduwen.

3.3.1. Metoda Hasper

PT Intimulya Multikencana III - 7


Laporan Ringkas
BAB - 3
SID Estuari Dam Sei Gong di Kota Batam

Persamaan yang digunakan dalam perhitungan debit banjir dengan


menggunakan metoda Hasper adalah sebagai berikut:
Debit Banjir (Q)
Q = f x x x q (m3/dtk)
Koefisien Runoff ()
Koefisien Runoff () dihitung dengan persamaan:
1 0,012 x f 0.7
=
1 0,075 x f 0.7
Koefisien Reduksi ()
Koefisien Reduksi () dihitung dengan persamaan:
1 T 3,7 + 10 -0.4xT f 3 / 4
1 x
T 2 15 12
Waktu Konsentrasi (T)
T = 0,1 x L0.8 x I-0.3
Hujan Maksimum (q)
Hujan maksimum tergantung dari durasi hujan.
a. Untuk T < 2 jam
T x R 24
rT =
T 1 0,0008 x (260 R 24 )(2 T) 2
dimana T dalam jam dan rT, R24 dalam mm.
b. Untuk 2 jam T 19 jam
T x R 24
rT = dimana T dalam jam dan rT, R24 dalam mm.
T 1
c. Untuk 19 jam T 30 hari
rT = 0,707 x R24 x T 1 dimana T dalam jam dan rT, R24 dalam
mm.
Hujan maksimum dihitung dengan rumus:
rT
q= dimana T dalam jam dan q dalam m 3/km2/dtk
3,6 x T

Data umum DAS Sei Gong


Panjang Koefisien Kemiringan
Nama DAS Luas DAS Sungai Utama Pengaliran H1 H2 Rerata Sungai
(Km2) (Km) (C) (m) (m) (I)
DAS SEI
15.80 5.400
GONG 0.8780 25.000 0.000 0.005144

Hasil Perhitungan Debit Banjir dengan metode Hasper:


Luas DAS (f) : 15,80 km2
Beda tinggi hulu dan ujung sungai (H) : 0,0250 km
Panjang Sungai (L) : 5.40 km
Kecepatan Perambatan Sungai (V) : 2.868 km/Jam
Kemiringan Sungai (i) : 0.0051

PT Intimulya Multikencana III - 8


Laporan Ringkas
BAB - 3
SID Estuari Dam Sei Gong di Kota Batam

Koefisien Limpasan Runoff () : 0.714


Waktu Konsentrasi (T) : 1.873 Jam
Koefisien Reduksi () : 0.917

Hasil perhitungan debit banjir dengan metode Hasper disajikan


selengkapnya dalam Tabel 3.9. dibawah ini.

Tabel 3.9. Perhitungan Debit Banjir dengan Metoda Hasper


Untuk Periode Ulang Tertentu

Periode r q
QTr
Ulang RTr (mm) (m3/km2/dtk
(mm) (m3/dtk)
(Tahun) )

2 146.002 95.23 14.123 146.00


5 168.958 110.19 16.342 168.94
10 181.399 118.30 17.545 181.37
20 191.852 125.11 18.555 191.81
25 194.923 127.11 18.852 194.88
50 203.767 132.88 19.706 203.72
100 211.777 138.09 20.480 211.72
200 219.139 142.89 21.192 219.07
500 228.086 148.72 22.056 228.00
1000 234.368 152.81 22.663 234.28
Sumber: Hasil Perhitungan, 2012

3.3.2. Metoda Mononobe

Persamaan yang digunakan dalam metoda mononobe adalah sebagai


berikut:
xrxf
Q=
3.6
0.6
H
V 72
L

PT Intimulya Multikencana III - 9


Laporan Ringkas
BAB - 3
SID Estuari Dam Sei Gong di Kota Batam

L
t
V
2/ 3
R 24
r
24 T
dimana:
Q = debit banjir (m3/dtk),
= koefisien pengaliran,
f = luas daerah pengaliran (km2),
r = intensitas hujan (mm/jam),
V = kecepatan aliran (km/jam), dan
R = curah hujan maksimum (mm).

Hasil Perhitungan Debit Banjir dengan metode Mononobe:


Luas DAS (f) : 15,80 km2
Beda tinggi hulu dan ujung sungai (H) : 0,0250 km
Panjang Sungai (L) : 5.40 km
Kecepatan Perambatan Sungai (V) : 2.868 km/Jam
Kemiringan Sungai (i) : 0.0051
Koefisien Pengaliran () : 0.878
Waktu Konsentrasi (T) : 1.887 Jam
Hasil perhitungan debit banjir dengan metode Mononobe disajikan
selengkapnya dalam Tabel 3.10. dibawah ini.

Tabel 3.10. Perhitungan Debit Banjir dengan Metoda


Mononobe Untuk Periode Ulang Tertentu
Periode
r
Ulang RTr (mm) QTr (m3/dtk)
(mm/jam)
(tahun)

2 146.002 33.15 127.736


5 168.958 38.36 147.821
10 181.399 41.19 158.706
20 191.852 43.56 167.851
25 194.923 44.26 170.537
50 203.767 46.26 178.275
100 211.777 48.08 185.283
200 219.139 49.75 191.724
500 228.086 51.79 199.551
1000 234.368 53.21 205.047

Sumber: Hasil Perhitungan, 2012

PT Intimulya Multikencana III - 10


Laporan Ringkas
BAB - 3
SID Estuari Dam Sei Gong di Kota Batam

3.3.3. Metoda Hydrograf Satuan Nakayasu

Sebagai pendekatan perhitungan untuk hidrograf satuan yang merupakan


kondisi hidrograf banjir dalam jangka waktu tertentu diperhitungkan
memakai metoda Unit Hidrograf Nakayasu.
Hidrograf banjir terbentuk oleh adanya hujan harian tunggal sebesar R 24 di
daerah pengaliran dan terbentuk oleh kombinasi adanya hujan harian
tunggal dan bersamaan pada saat itu pula terjadi hujan lokal di daerah
genangan.
Tahapan perhitungan hidrograf satuan metode Nakayasu adalah sebagai
berikut:
1. Data yang ada untuk diproses adalah R 24 dalam mm, panjang
sungai (L) dalam Km, cathment area (A) dalam Km 2.

2. Curah hujan efektif tiap jam (hourly of distribution of effective


rainfall).
Rata-rata hujan dari awal sampai ke-T
R2 24 2/3
R = 4
t
24 T

Dimana:
Rt = Rata-rata hujan dari awal sampai hujan ke-T
T = Waktu hujan awal sampai jam ke-T
Distribusi hujan pada jam ke-T
RT = t Rt (t 1) R(t-1)

3. Menentukan Tp, T0,3 dan Qp


Tp = Tg + 0,8 tr
T0,3 = . Tg
Tg : waktu konsentrasi (jam), dihitung dengan rumus :
Tg = 0,4 + 0,058 L , untuk L 15 km
Tg = 0,21 L 0,7
, untuk L 15 km

PT Intimulya Multikencana III - 11


Laporan Ringkas
BAB - 3
SID Estuari Dam Sei Gong di Kota Batam

Perhitungan kemungkinan banjir dilakukan dengan membuat


flood patten Metode Nakayasu dan besarnya Q maksimum
dihitung dengan persamaan:

1 Ro
Qp A
3,6 (0,3 Tp T0,3
Dimana :
Qp = Debit puncak banjir (m3/dt)
A = Luas daerah aliran sungai (km2)
Ro = Curah hujan efektif (mm)
L = Panjang sungai (Km)
Tp = Tenggang waktu dari permulaan hujan sampai puncak
banjir
T0,3 = waktu yang diperlukan pada penurunan debit puncak
sampai debit sebesar 30 % dari debit puncak banjir (jam)
tr = Satuan waktu hujan (jam)
= Parameter bernilai antara 1,5 3,5, harga mempunyai
kriteria sebagai berikut :
Untuk daerah pengaliran biasa, = 2
Untuk bagian naik hidrograf yang lambat dan bagian
menurun dengan cepat, = 1,5
Untuk bagian naik hidrograf yang cepat dan bagian
menurun yang lambat, = 3,00

4. Menentukan Keadaan Kurva

0,8 Tr Tg

Tr
o
Q debit (m3/dt)R

turun

naik Qp

0,32 Qp
0,3 Qp

Tp T0,3 1,5 T0,3

T waktu (jam)

Gambar 3.4. Hidrograf Satuan Metoda Nakayasu

PT Intimulya Multikencana III - 12


Laporan Ringkas
BAB - 3
SID Estuari Dam Sei Gong di Kota Batam

Untuk kurva naik (rising line) ;


(1) 0 t Tp
Qt = Qp x (t/Tp)2,4

Untuk kurva turun (recession line) ;


(2) Tp t (Tp + T0,3)
Qt = Qp x 0,3 {(t - Tp)/T0,31}
(3) (Tp + T0,3) t (Tp + T0,3 + 1,5 T0,3)
Qt = Qp x 0,3 {(t Tp + 0,5 T0,3)/1,5 T0,3}
(4) t (Tp + T0,3 + 1,5 T0,3)
Qt = Qp x 0,3 {(t Tp + 1,5 T0,3)/2,0 T0,3}

Selanjutnya hubungan antara t dengan Q/R 0 untuk setiap kondisi


kurva dapat digambarkan melalui grafik.
Perhitungan Debit Banjir Dengan Metode Unit Hydrograf
Nakayasu

Luas DAS = 15,80 Km2


Panjang sungai (L) = 5,40 Km
= 2.08 (diprediksikan bagian naik hidrograf
cepat dan bagian menurun hidrograf lambat)
Tr = 0.5128 (Konstanta Nakayasu)
Parameter Unit Jam Nilai
Tg jam 0.6837
2.0891
Tr jam 0.5128
Tp jam 1.0940
T0,3 jam 1.4284
0,5 x T0,3 jam 0.7142
1,5 x T0,3 jam 2.1427
2,0 x T0,3 jam 2.8569
(Tp + T0,3) jam 2.5224
(Tp + T0,3 + 1,5T0,3) jam 4.6651
Qp m3/det 2.1936

Hujan Rencana:
R2 = 146.002 R5 = 168.958 R10 = 181.399
R20 =191.852 R25 = 194.923 R50 = 203.767
R100 = 211.777 R200 = 219.139 R500 = 228.086
R1000 = 234.368

Hidrograf Satuan dan curah hujan pada jam ke-T serta curah hujan rencana
pada periode ulang tertentu (2 th, 5 th, 10 th, 25 th, 50 th,100 th,500
th,dan 1000 th) dapat dihitung debit banjir rencana sesuai periode ulang
tersebut.

PT Intimulya Multikencana III - 13


Laporan Ringkas
BAB - 3
SID Estuari Dam Sei Gong di Kota Batam

Rekapitulasi hasil perhitungan debit banjir dapat dilihat pada Tabel 3.11.
dan Grafik pada Gambar 3.5.

Tabel 3.11.
Hasil Perhitungan Debit Banjir dengan Metode
Hidrograf Satuan Nakayasu

PERIODE
ULANG CURAH HUJAN RENCANA DEBIT BANJIR
(TAHUN) (MM) (M3/DETIK)

1000 234.368 315.189


500 228.086 306.742
200 219.139 294.710
100 211.777 284.808
50 203.767 274.037
25 194.923 262.142
20 191.852 258.013
10 181.399 243.955
5 168.958 227.223
2 146.002 196.350
1 90.583 121.821

Sumber: Hasil Perhitungan, 2012

PT Intimulya Multikencana III - 14


Laporan Ringkas
BAB - 3
SID Estuari Dam Sei Gong di Kota Batam

Sumber: Hasil Analisa, 2012

3.3.4. Metoda Der Weduwen

Persamaan yang digunakan dalam perhitungan debit banjir dengan


menggunakan metoda Der Weduwen adalah sebagai berikut:
QT qT f
4,1
1
qn 7
120 tt 19 f

120 f
R 67,65
qT T
240 1 1,45
t 0,25 L Q 0 ,125 I 0 , 25
Dimana :
Q = Debit banjir (m3/dt) dengan periode T tahun
RT = Curah hujan maximum harian (mm/hari) dgn periode ulang T
tahun
= Koefisien limpasan air hujan
= Koefisien pengurangan luas utk curah hujan di daerah aliran
sungai.
qT = Debit banjir per km2 CA
f = Luas CA sampai 100 Km2
PT Intimulya Multikencana III - 15
Laporan Ringkas
BAB - 3
SID Estuari Dam Sei Gong di Kota Batam

t = Waktu konsentrasi (jam)


L = Panjang sungai (km)
I = Kemiringan dasar sungai

Perhitungan Debit Banjir Dengan Metode Der Weduwen

Luas DAS (f) : 15.82


Beda tinggi hulu dan ujung sungai (H) : 0.025
Panjang sungai (L) : 5.40
Km
K ekemiringan Sungai (i) : 0.005144

Hasil perhitungan debit banjir dengan metode Der Weduwen disajikan


selengkapnya dalam Tabel 3.13. dan Gambar 3.6. dibawah ini.

Tabel 3.12. Perhitungan Debit Banjir dengan Metoda Der


Weduwen Untuk Periode Ulang Tertentu

Periode
Ulang RTr (mm) t (Jam) QTr (m3/dtk)
(tahun)
2 146.002 2.82 104.042
5 168.958 2.75 126.051
10 181.399 2.72 138.280
20 191.852 2.70 148.698
25 194.923 2.69 151.781
50 203.767 2.67 160.718
100 211.777 2.65 168.879
200 219.139 2.64 176.433
500 228.086 2.62 185.678
1000 234.368 2.61 192.209
Sumber: Hasil Perhitungan, 2012

PT Intimulya Multikencana III - 16


Laporan Ringkas
BAB - 3
SID Estuari Dam Sei Gong di Kota Batam

Berdasarkan Hasil perhitungan debit banjir beberapa metoda tersebut


diatas dapat dirangkum sebagai berikut:

Tabel 3.13. Rangkuman Hasil Perhitungan Debit Banjir


Untuk Periode Ulang Tertentu

Periode
Metode Metode Metode Metode
Ulang
Hasper Mononobe Nakayasu Weduwen
(tahun)
2 146.00 127.736 196.350 104.042
5 168.94 147.821 227.223 126.051
10 181.37 158.706 243.955 138.280
20 191.81 167.851 258.013 148.698
25 194.88 170.537 262.142 151.781
50 203.72 178.275 274.037 160.718
100 211.72 185.283 284.808 168.879
200 219.07 191.724 294.710 176.433
500 228.00 199.551 306.742 185.678
1000 234.28 205.047 315.189 192.209
Sumber: Hasil Perhitungan, 2012

3.4. Analisis Ketersediaan Air

Perhitungan ketersediaan air dilakukan dengan Metode F.J. Mock. Dalam


perhitungan Mock ini, digunakan besaran evapotranspirasi potensial yang
dihitung dengan metode Penman.
Tujuan dari analisa ketersediaan air adalah untuk mendapatkan debit
sungai bulanan dengan keandalan tertentu sepanjang tahun, dengan
demikian dapat diperkirakan seberapa besar tingkat pemenuhan
kebutuhan air dari berbagai aspek. Asumsi yang digunakan dalam analisa
ini adalah bahwa hujan dengan keandalan tertentu akan mengakibatkan
limpasan dengan keandalan yang sama, misalnya debit andalan 90%
diakibatkan oleh hujan dengan keandalan 90%.

Model Mock ini mensimulasikan kesetimbangan air bulanan pada suatu


cathment area tertentu yang ditujukan untuk menghitung total run off,
dengan menggunakan hujan bulanan, evapotranspirasi, kelembaban
tanah, dan persedian air tanah. Yaitu dengan mendasarkan pada proses

PT Intimulya Multikencana III - 17


Laporan Ringkas
BAB - 3
SID Estuari Dam Sei Gong di Kota Batam

kesetimbangan air yang sudah umum, yaitu bahwa hujan yang jatuh di
atas permukaan tanah dan tumbuhan penutup lahan, sebagian air itu akan
menguap dan sebagian lagi akan meresap masuk kedalam tanah. Infiltrasi
ini dan keluar menuju sungai menjadi aliran dasar.
Model Mock yang dikembangkan oleh Dr. F. J. Mock didasarkan atas daur
hidrologi. Metoda Mock merupakan salah satu dari sekian banyak metoda
yang menjelaskan hubungan rainfall-runoff. Secara garis besar model
rainfall-runoff bisa dilihat pada Gambar 3.7.

Evapotranspirasi
Rainfall
Surface Run Off
Surface
InfiltrasiStorage
Total Run Off

Groundwater Storage

Groundwater Run Off

Gambar 3.7. Bagan Alir Model Rainfall-Runoff.

Metoda Mock dikembangkan untuk menghitung debit bulanan rata-rata.


Data-data yang dibutuhkan dalam perhitungan debit dengan Metoda Mock
ini adalah data klimatologi, luas dan penggunaan lahan dari catchment
area.
Proses perhitungan yang dilakukan dalam metoda Mock dijelaskan dalam
Gambar 3.8. Pada prinsipnya, metoda Mock memperhitungkan volume air
yang masuk, keluar, dan yang disimpan dalam tanah (soil storage). Volume
air yang masuk adalah hujan. Air yang keluar adalah infiltrasi, perkolasi
dan yang dominan adalah akibat evapotranspirasi. Perhitungan
evapotranspirasi menggunakan metoda Penmann. Sementara soil storage
adalah volume air yang disimpan dalam pori-pori tanah, hingga kondisi
tanah menjadi jenuh.
Secara keseluruhan perhitungan debit dengan Metoda Mock ini mengacu
pada water balance, dimana volume air total yang ada di bumi adalah
tetap, hanya sirkulasi dan distribusinya yang bervariasi.

Perhitungan
Evapotranspirasi Potensial (Metoda Penman)

Perhitungan Evapotranspirasi Aktual

Perhitungan Water Surplus

Perhitungan Base Flow, Direct Run Off dan Storm Run Off
PT Intimulya Multikencana III - 18
Laporan Ringkas
BAB - 3
SID Estuari Dam Sei Gong di Kota Batam

Gambar 3.8. Bagan Alir Perhitungan Debit Dalam Metoda Mock.

3.5. Perhitungan Ketersediaan air

Dari hasil perhitungan ketersediaan air Estuari Dam Sei Gong dapat
dirangkum sebagai berikut :
Debit rata-rata bulanan maksimum terjadi pada bulan Desember
adalah sebesar 3,689 m3/detik.
Debit rata-rata bulanan minimum terjadi pada bulan Mei adalah
sebesar 0,072 m3/detik.
Dan selanjutnya ketersediaan air baku dapat diketahui :
Debit bulanan (Inflow) maksimum terjadi pada bulan Desember
sebesar 2.914.337 m3. Sedangkan Debit bulanan (Inflow) minimum
terjadi pada bulan Februari adalah sebesar 406.835 m3
Debit akumulatif (inflow) maksimum pada bulan Desember sebesar :
15,179,305 m3, dan minimum pada bulan Januari sebesar: 1.632,354
m3
Debit Air baku (outflow) adalah sebesar 1.264.942 m3
Debit akumulatif (outflow) maksimum pada bulan Desember
sebesar : 15,179,305 m3, dan minimum pada bulan Januari sebesar:
1.264,942 m3
Debit andalan air baku diketahui sebesar : 472.28 liter/dt = 0,472
m3/detik.
Dengan volume Dam (Waduk) : 2.709.273 m3

PT Intimulya Multikencana III - 19


Laporan Ringkas
BAB - 3
SID Estuari Dam Sei Gong di Kota Batam

PT Intimulya Multikencana III - 20