Anda di halaman 1dari 8

EFEKTIVITAS KARBON AKTIF SEKAM PADI DALAM

MENURUNKAN KADAR MANGAN (Mn) DAN BESI(Fe) AIR


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Air merupakan zat penting kedua untuk hidup setelah oksigen. Setiap
makhlukhidup bergantung kepada air. Selain dikonsumsi untuk mencuci,
mandi, makan dan minum, air juga digunakan untuk pembangkit tenaga listrik,
transportasi, perikanan, pertanian, pemadam kebakaran, tempat rekreasi,
transportasi, proses pabrik atau industri dan lain sebagainya. Air yang
diperuntukkan bagi konsumsi manusia harus berasal dari sumber yang bersih
dan aman.Air yang berada di permukaan bumi ini dapat berasal dari berbagai
sumber. (Agustiani 2014)
Salah satu sumber air bersih yang dimanfaatkan oleh manusia adalah air
tanah. Air tanah merupakan sebagian air hujan yang mencapai permukaan
bumi dan menyerap ke dalam lapisan tanah dan menjadi air tanah.Sebelum
mencapai lapisan tempat air tanah, air hujan akan menembus beberapa lapisan
tanah dan menyebabkan terjadinya kesadahan air (hardness of water).
Kesadahan pada air ini menyebabkan air mengandung zat-zat mineral dalam
konsentrasi tinggi. Zat -zat mineral tersebut, antara lain kalsium, magnesium
dan logam berat seperti Fe dan Mn. Akibatnya, apabila kita menggunakan air
sadah untuk mencuci, sabun tidak akan berbusa dan bila diendapkan akan
terbentuk endapan semacam kerak.
Besi (Fe) dan mangan (Mn) merupakan logam yang sering bersamaan
keberadaannya di alam maupun dalam air. Logam ini dibutuhkan dalam tubuh
namun dalam jumlah kecil. Kelebihan logam ini dalam tubuh dapat
menimbulkan efek- efek kesehatan seperti serangan jantung, gangguan
pembuluh darah bahkan kanker hati. Logam ini bersifat akumulatif
terutama di organ penyaringan sehingga dapat mengganggu fungsi
fisiologis tubuh. Nilai estetika juga dapat dirusak oleh keberadaan
logam-logam ini karena dapat menimbulkan bercak -bercak hitam pada
pakaian. Air yang tercemar oleh logam -logam ini biasanya nampak pada
intensitas warna yang tinggi pada air, berwarna kuning bahkan berwarna merah
kecoklatan, dan terasa pahit atau masam.(Anonim 2007)

1.2 Tujuan Penelitian


Mengetahui efektivitas karbon aktif sekam padi dalam menurunkan kadar
Mangan (Mn) dan Besi (Fe) pada air

1.3 Rumusan masalah


Seberapa besar presentase penurunan kadar Besi (Fe) dan Mangan (Mn)
pada air menggunakan Karbon Aktif Sekam Padi.

1.4 Manfaat Penelitian


Memberikan informasi kepada masyarakat bahwa sekam padi dapat
digunakan sebagai karbon aktif untuk mengolah air sumur gali yang
mengandung mangan (Mn).
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Air
A. Pengertian air
Air merupakan senyawa kimia yang terdiri dari atom H dan O.
Sebuah molekul air terdiri dari satu atom O yang berikatan kovalen
dengan dua atom H. Molekul air yang satu dengan molekul air lainnya
bergabung dengan satu ikatan hidrogen antara atom H dengan atom O dari
molekul air yang lain. Air adalah zat yang sangat dibutuhkan oleh semua
makhluk hidup termasuk manusia, hewan serta tumbuh-tumbuhan.
Manfaat air bermacam-macam misalnya untuk diminum, untuk pembawa
zat makanan pada tumbuh-tumbuhan, zat pelarut, pembersih dan
sebagainya.
B. Syarat air bersih
Air yang bersih mutlak diperlukan, karena air merupakan salah satu
media dari berbagai macam penularan penyakit. Menurut Peraturan
Menteri Kesehatan RI Nomor 416 Tahun 1990, air bersih adalah air yang
digunakan untuk keperluan sehari- hari yang kualitasnya memenuhi syarat
kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. Peraturan Menteri
Kesehatan RI Nomor : 416/Menkes/per/IX/1990, menyatakan bahwa air
yang layak pakai sebagai sumber air bersih antara lain harus memenuhi
persyaratan secara fisik yaitu tidak berbau, tidak berasa, tidak keruh dan
tidak bewarna. (rika 2012)
2.2 Logam-logam yang terkandum dalam air
Banyak logam berat baik yang bersifat toksik maupun esensial terlarut
dalam air dan mencemari air tawar maupun air laut. Sumber pencemaran ini
banyak berasal dari pertambangan, peleburan logam, dan jenis industri lainnya,
dan dapat juga berasal dari lahan pertanian yang menggunakan pupuk atau
antihama yang mengandung logam.
Pada air sumur gali yang merupakan sumber air yang berasal dari air
tanah, masalah logam yang kerap kali muncul adalah adanya logam besi (Fe)
dan mangan (Mn) pada air tersebut. Pada kebanyakan sumur dangkal sampai
dalam, dimana oksigen terlarut rendah dan kandungan didalam tanah terdapat
mineral besi (Fe) dan mangan (Mn), maka sewaktu air disedot ke permukaan
dan mulai terkena udara, air yang mengandung besi (Fe) dan mangan (Mn)
tersebut teroksidasi dan mulai mengakibatkan perubahan air yang awalnya
tampak bening menjadi berwarna kuning sampai coklat kemerahan.Perubahan
warna tersebut tergantung berapa besar kandungan besi (Fe) dan mangan (Mn)
dalam air, semakin tinggi kandungan besi (Fe) dan mangan (Mn) maka semakin
tinggi warna air tersebut.
A. Dampak Besi(Fe) bagi kesehatan
Fe merupakan logam multiguna dan sangat besar peranannya dalam
memelihara proses biologi makhluk hidup. Di dalam air minum Fe
menimbulkan rasa, warna (kuning), pengendapan pada dinding pipa,
pertumbuhan bakteri besi dan kekeruhan.
Fe dalam tubuh makhluk hidup berperan penting dalam sel darah
merah. Besi dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan hemoglobin.
Banyaknya Fe di dalam tubuh dikendalikan pada fase absorbs. Tubuh
manusia tidak dapat mengexpresikan Fe, karenanya mereka yang sering
mendapat transfusi darah, warna kulitnya menjadi hitam karena akumulasi
Fe.
Penyakit karena Fe adalah anemia atau kekurangan sel darah merah.
Penyakit anemia terjadi karena konsumsi zat besi pada tubuh tidak
seimbang atau kurang dari kebutuhan tubuh. Zat besi merupakan mikro
elemen yang esensial bagi tubuh, yang sangat diperlukan dalam
pembentukan darah, yakni dalam hemoglobin (Hb). Kadar besi yang
berlebihan dalam tubuh manusia dapat merusak dinding usus dan sering
mengakibatkan kematian. (Jasman 1990)
B. Dampak Mangan (Mn) terhadap Kesehatan
Mangan (Mn) merupakan logam yang dibutuhkan dalam tubuh
namun dalam jumlah kecil.Kelebihan logam ini dalam tubuh dapat
menimbulkan efek-efek kesehatan seperti serangan jantung, gangguan
pembuluh darah bahkan kanker hati.Logam ini bersifat akumulatif
terutama di organ Penyaringan sehingga dapat mengganggu fungsi
fisiologis tubuh.Nilai estetika juga dapat dirusak oleh keberadaan logam ini
karena dapat menimbulkan bercak-bercak hitam pada pakaian.Air yang
tercemar oleh logam ini biasanya nampak pada intensitas warna yang
tinggi pada air, berwarna kuning bahkan berwarna merah kecoklatan, dan
terasa pahit atau masam. (Agustiani 2014)

2.3 Karbon Aktif


Arang adaJah suatu bahan padat berpori yang merupakan hasil
pembakaran bahan yang mengandung karbon. Sedangkan arang aktif adalah
arang yang diaktifkan dengan cara perenclaman dalam bahan kimia atau
dengan cara mengalirkan uap panas ke dalam bahan sehingga pori bahan
menjadi lebih terbuka dengan luas pennukaan berkisar antara 300 sampai 2000
m2/g. Permukaan arang aktif yang semakin luas berdampak pada semakin
tingginya daya serap bahan terhadap gas atau cairan (Kirk dan Othrner, 1964).
Arang aktif adalah padatan amorf yang mempunyai luas permukaan dan jumlah
pori yang sangat banyak (Baker et al., 1997). Arang aktif adalah karbon non
grafit yang pori-porinya telah mengaJami proses pengembangan kemampuan
untuk menyerap gas dan uap dari campuran gas dan zat-zat yang tidak terlarut
atau terdispersi dalam cairan melalui aktifas. Bahan baku untuk pembuatan
arang aktif adalah segala jenis bahan organik padat yang mengandung karbon
terutama bahan yang berpori. Oleh karena sifat permukaannya yang luas, maka
arang aktif banyak digunakan sebagai penyerap dan pemutih.
Setyaningsih (1995) membedakan arang aktif menjadi dua berdasarkan
fungsinya , yaitu :
1. Arang Penjerap Gas (Gas Adsorben Carbon)
Arang ini digunakan untuk menjerap kotoran atau cemaran berupa
gas. Karbon jenis ini dapat ditemukan pada karbon tempurung kelapa,
tempurung kelapa sawit, batu bara dan kayu keras dengan berat jenis
tinggi.
2. Arang Fasa Cair (Liquid-Phase Carbon)
Arang jenis ini digunakan untuk menjerap kotoran/zat yang tidak
diinginkan dari cairan atau larutan. Arang jenis ini berasal dari batu bam
dan selulosa. Kualitas arang aktif ditentukan oleh sifat fisiko kimia
terutama daya serap terhadap larutan dan gas.(ahsan abduh andi 2009)
2.4 Sekam Padi
Sekam padi merupakan lapisan keras yang meliputi kariopsis yang terdiri
cbm d~ ~lahanyang disebut lemma dan palea yang saling be~utan. Pada proses
penggilingan beras sekam akan terpisah dari butir beras dan menjadi bahan sisa
atau limbah penggilingan. Dari proses penggiJingan padi biasanya diperoJeb
sekam sekitar 20-30%, dedak antara 8- 12% danberas giling antara 50-63,5%
data bobot awal gabah. Sekam dengan persentase yang tinggi tersebut dapat
menimbulkan problem lingkungan.
Menurut Suharno (1979). ditinjau dari data komposisi kimiawi, sekam
mengandung beberapa unsur kimia penting seperti kadar air sebesar 9,02%,
protein kasar 3,03%, lemak 1,18%, serat kasar 35,68%, abu 17,17%, dan
karbohidrat dasar 33,71%, Sedangkan komposisi kimia sekam padi menurut
DTC ITB yaitu karbon (zat arang) 1,33%, hidrogen 1,54%, oksigen : 33,64%
dan silica 16.98%. (ahsan abduh andi 2009)

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis penelitian
Jenis penelitian adalah Quasy Experiment atau bersifat eksperimen semu.
3.2 Objek penelitian
Objek penelitian ini adalah air sumur gali yang kadar mangan (Mn) dan
Besi (Fe) cukup tinggi, serta karbon aktif sekam padi yang akan menyera
mangan dalam air sumur tersebut sehingga kadarnya menjadi berkurang.
3.3 Alat dan Bahan yang digunakan
A. Alat
Oven ,Blender, alat ayakan, cawang penguap,botol,desikator dan alat
ICP.
B. Bahan
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sekam padi dan
air sumur.
3.4 Cara kerja
A. Pembuatan karbon aktif sekam padi
Mencuci sekam padi dengan aquadest, dikeringkan 100 gr sekam
padi ke dalam oven pada suhu 110 C, karbon sekam padi yang dihasilka
kemudian digiling dan diayak dengan ukuran partikel 80 mesh, direndam
dengan H3PO4 30% selama 24 jam, disaring dan residu yang diperoleh
dimasukkan ke dalam cawan penguap dan dikeringkan dalam oven pada
suhu 110 C, dimasukkan dalam tanur pada suhu 500 C selama 4 jam.
B. Penambahan karbon aktif sekam padi dengan sampel
Penambahan karbon aktif sekam padi pada sampel dengan
menyediakan beaker gelas. Masukkan karbon aktif sekam padi ke dalam
masing-masing wadah dengan jumlah yang bervariasi..Aduk menggunakan
Magnetic Stirrer dengan kecepatan yang sama sampai homogen selama 15
menit untuk memberikan waktu kontak bagi karbon aktif. Disaring air
tersebut dengan kertas saring Whatman No. 42, kemudian residunya
dibuang. Melakukan percobaan sebanyak empat kali pengulangan

DAFTAR PUSTAKA

Agustiani, I.S. dkk, 2014. EFEKTIVITAS KARBON AKTIF SEKAM PADI


DALAM MENURUNKANMANGAN (Mn) AIR SUMUR GALIDI DESA
AMPLAS KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI
SERDANG. , pp.18.
ahsan abduh andi, S., 2009. Pemanfaatan-Limbah-Sekam-Padi-Menjadi-Arang.
Anonim, 2007. efektifitas karbon aktif pada penjernihan air.
Jasman, 1990. UJI COBA ARANG SEKAM PADI SEBAGAI MEDIA FILTRASI
DALAM MENURUNKAN KADAR Fe PADA AIR SUMUR BOR.
rika, angraini, 2012. SISTEM PENDETEKSI KELAYAKAN AIR MINUM
( ELEKTROLIZER AIR ) DI KECAMATAN.