Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM

STRUKTUR PERKEMBANGAN HEWAN II


GAMETOGENESIS

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Fisiologi Hewan dan Manusia
yang Dibimbing oleh Ibu Dr. Umie Lestari, M.Si

Disusun oleh :
Kelompok 1
1. Dinda Aprilia (150342602371)
2. Dyan Listiana (150342602064)
3. Dyta Adilya (150342602105)
4. Ike Anggraini (150342601952)
5. Muhammad Nurhasan (150342605661)

Offering G

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
September 2016

GAMETOGENESIS

A. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini yaitu :
1. Mengetahui tahapan spermatogenesis.
2. Mengetahui dan mendiskripsikan ciri serta letak dari tahapan
spermatogenesis.
3. Mengetahui tahapan oogenesis.
4. Mengetahui dan mendiskripsikan macam-macam folikel.

B. Dasar Teori
Gamet atau sel kelamin berasal dari bakal sel kelamin (BSK) , setelah
BSK melebur di dalam gonad , sel-sel reproduksi dapat berkembang menjadi
suatu individu baru yang disebut sebagai gamet atau sel kelamin. Gamet
dibedakan menjadi sel telur (ovum) bagi betina dan sperma bagi jantan.
Gametogenesis merupakan suatu proses yang mengubah plasma
germinal menjadi sel-sel kelamin yang sangat terspesialisasi sehingga
mampu melakukan fertilisasi untuk menghasilkan individu baru
(Sudarwati,1990). Proses pembentukan gamet jantan disebut sebagai
spermatogenesis sedangkan pembentukan gamet betina disebut oogenesis.
Gametogenesis baik spermatogenesis maupun oogenesis dibagi menjadi 4
tahapan yaitu asal usul bakal sel kelamin dan migrasinya masuk ke dalam
gonad, perbanyakan sel germinal di dalam gonad dengan cara mitosis,
pembelahan sel germinal dengan cara meiosis dan tahap pematangan serta
diferensiasi.
Tahap pematangan dan diferensiasi merupakan tahap akhir dari
gametogenesis. Pada tahap ini sel kelamin akan siap melakukan proses
fertilisasi (pembuahan). Namun sebelum mengalami pematangan dan
diferensiasi, sel kelamin jantan dan betina akan mengalami pembelahan
secara mitosis dan meiosis untuk menghasilkan gamet yang siap untuk
melakukan proses fertilisasi. Tahapan tersebut biasa disebut sebagai
spermatogenesis (pembentukan sel kelamin jantan) dan oogensis
(pembentukan sel kelamin betina).
Spermatogenesis didefinisikan sebagai suatu peristiwa peralihan dari
bakal sel kelamin yang aktif membelah yang terus mengalami perubahan
struktur yang berlangsung secara berurutan hingga terbentuk sel kelamin
jantan (sperma). Spermatogenesis terjadi di dalam tubulus seminiferus dan
diatur oleh hormon gonadotropin dan testosteron yang dihasilkan oleh sel
leydig. Tahap spermatogenesis terbagi menjadi tuga tahapan yaitu:
perbanyakan secara mitosis, meiosis dan spermiogesis. Pada manusia
spermatogenesis dimulai setelah pubertas. Mitosis dari sel-sel pembentuk
sperma berlangsung selama masa hidup dan sel-sel yang aktif membelah ini
disebut sebagai spermatogonia (dalam jumlah banyak) atau
spermatogonium (tunggal) (Pratiwi,1986).
Letak spermatogonia berada ditepi luar tubulus seminiferus.
Spermatogonia akan terus membelah secara mitosis. Setelah menyelesaikan
duplikasi DNA, spermatogonia akan tumbuh menjadi spermatosit primer.
Spermatosit primer akan tumbuh hingga mencapai ukuran yang lebih besar
dari ukuran spermatogonia. Setelah mengalami pertumbuhan maka
spermatosit primer telah siap untuk melakukan meiosis I. Pada meiosis I ini
setiap 1 spermatosit primer akan menghasilkan 2 spermatosit sekunder
yang haploid 2n. Kemudian masing-masing spermatosit sekunder tersebut
akan mengalami meiosis tahap II dan spermatosit sekunder tersebut akan
menghasilkan 4 spermatid. Spermatosit tersebut akan mengalami proses
spermiogenesis yang merupakan suatu proses peurbahan bentuk atau
transformasi menjadi sperma. Sperma memiliki tiga bagian yaitu :
1. Bagian kepala, mengandung nukleus dan akrosoma.
2. Bagian tengah, mengandung flagela bagian proksimal,sentriol,mitokondria
sebagai sumber energy.
3. Ekor, suatu flagela yang telah terspesialisasi (Sudarwati,1990).
Oogenesis merupakan proses pembentukan sel kelamin betina yang
berlangsung di dalam ovarium. Setiap spesies memiliki jumlah telur yang
bervariasi serta ukurannya pun juga bervariasi. Meski ukurannya berbeda-
beda, proses oogenesis secara umum polanya tetap sama tetapi yang
membedakan adalah adanya modifikasi pada beberapa hewan sesuai
adapatasinya terhadap lingkungan.
Oogenesis pada dasarnya adalah sebagai berikut. Mula-mula oogonium
yang terdapat di dalam ovarium memperbanyak diri dengan cara mitosis.
Oogonium kemudian tumbuh menjadi oosit primer. Selanjutnya oosit primer
akan mengalami meiosis tahap pertama dan menghasilkan satu oosit
sekunder dan satu polar body. Oosit sekunder kemudian mengalami meiosis
tahap kedua dan menghasilkan 1 ootid dan 1 polar body begitu juga polar
body I akan mengalami meiosis II menghasilkan 2 polar body.
Oosit terdapat di dalam folikel-folikel yang berada di dalam ovarium.
Ada beberapa jenis folikel yang dapat ditemukan atau dilihat di dalam
ovarium yaitu
1. Folikel primordial: folikel ini tidak tampak pada ovarium manusia. Hal ini
karena folikel ini terbentuk saat bakal sel kelamin belum masuk di dalam
gonad janin. Ciri-ciri dari folikel ini yaitu terdapat oosit primer
2. Folikel primer: folikel ini sudah berada di dalam janin baik sebelum atau
sesudah dilahirkan. Folikel ini memiliki ciri-ciri adanya oosit primer, mulai
terbentuk zona pelusida, adanya sel folikel berbentuk kubus selapis
3. Folikel sekunder: folikel ini memiliki ciri-ciri oosit berupa oosit primer yang
menuju daerah tepi, memiliki sedikit antrum, dan sel folikel yang berlapis-
lapis.
4. Folikel tersier: ciri-ciri folikel ini yaitu oosit berupa oosit sekunder yang
berada di tepi folikel, memiliki antrum yang lebih besar, dan sel-sel folikel
yang mengelilingi oosit.
5. Folikel graff (folikel matang): folikel ini siap untuk diovulasikan dengan ciri-
ciri oosit berupa oosit sekunder yang berada ditepi serta terdapat sel-sel
folikel.
Oosit yang diovulasikan masih berupa oosit sekunder dengan polar body
I. Kemudian setelah ada penetrasi dari sperma maka oosit sekunder tersebut
akan membelah menghasilkan 1 ovum dan 3 polar body. Ovum tersebut
yang akan melebur dengan inti sperma. Setelah oosit diovulasikan, folikel di
dalam ovarium menjadi kosong akibatnya folikel tersebut akan
terdiferensiasi menjadi korpus luteum. Korpus luteum akan menghasilkan
hormon progesteron dan kemudian akan memicu terjadinya proses
menstruasi (Surjani dkk, 2001).

C. Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan adalah mikroskop dan preparat histologi testis mencit dan
ovarium kelinci.

D. Cara Kerja
E. Data Pengamatan
F. Analisis Data
Pada praktikum Struktur Perkembangan Hewan 2 kali ini, kami mengamati tentang
proses gametogenesis dari vertebrata mamalia. Praktikum ini dilakukan untuk mengetahui
proses pembentukan sel kelamin (gametogenesis) jantan dan betina melalui pengamatan
preparat histologis. Bahan amatan yang kami gunakan yaitu preparat histologis testis mencit
dan preparat histologis ovarium kelinci. Preparat histologis testis mencit kami gunakan untuk
mengetahui tingkat perkembangan sel germa dalam tubulus seminiferus. Sedangakan
preparat histologis ovarium kelinci kami gunakan untuk mengetahui tingkat perkembangan
sel germa dalam folikel-folikel telur (ovum).
Mula-mula kami melakukan pengamatan pada preparat histologis testis mencit Kami
menggunakan mikroskop binokuler dengan perbesaran 40 kali. Setelah mengamati preparat
histologi testis mencit, hasilnya yaitu kami dapat melihat proses spermatogenesis terjadi di
dalam tubulus seminiferus dalam testis. Dalam preparat tersebut dapat terlihat bahwa proses
spermatogenesis dimulai dari dinding tepi hingga ke lumen tubulus seminiferus. Dari
pengamatan itulah kami dapat mengetahui secara langsung bentuk dari sel-sel kelamin jantan
pada mencit, diantaranya spermatogonia memiliki ukuran yang relative kecil, agak oval, inti
berwarna terang, dan melekat pada membrane basalis. Berikutnya yang kami mengamati
yaitu spermatosit primer dengan ukuran paling besar, berbentuk bulat, memiliki warna inti
kuat, dan berada agak menjauh dari membrane basalis. Selanjutnya terdapat spermatosit
sekunder dengan ukuran setengah kali spermatosit primer, berbentuk bulat, memiliki warna
inti yang lebih kuat, dan mendekati lumen. Kemudian kami mengamati bentuk spermatid
yang berukuran kecil, agak oval, dan mendekati lumen. Selain itu, kami juga mengamati
spermatozoa yang terletak dalam lumen (muda), yang mana spermatozoa tersebut miliki
bagian kepala dan ekor. Dalam preparat histologis testis mencit ini kami juga menemukan
Sel Leidyg yang memiliki bentuk bulat dengan inti yang lonjong.
Selanjutnya kami mengamati preparat histologi ovarium kelinci (nama latin) dengan
perbesaran 40 kali. Setelah mengamati preparat histologi ovarium kelinci (nama latin),
hasilnya yaitu kami dapat melihat proses oogenesis yang terjadi di dalam ovarium dengan
berbagai folikel-folikel. Folikel-folikel yang dapat kami amati pada preparat histologi
tersebut seperti folikel primordial, folikel primer, folikel sekunder, dan folikel tersier. Pada
folikel primordial yang kami amati terlihat bahwa folikel ini terdiri dari satu oosit primer dan
sel folikel yang berbentuk pipih. Bagian folikel primordial yang dapat teramati yaitu inti,
oosit primer, sitoplasma, dan sel folikel pipih. Ciri-ciri dari folikel primer yaitu folikel ini
terdiri dari satu oosit primer dengan sel folikel berbentuk pipih. Setelah itu kami mengamati
folikel primer. Folikel ini terdiri dari satu oosit primer, sitoplasma, zona pelusida, sel folikel
yang berbentuk kubus selapis, dan terdapat jaringan ikat. Ciri-ciri dari folikel primer
diantaranya folikel ini terdiri dari satu oosit primer, sel folikel berbentuk kubus selapis, serta
mulai terdapat permulaan zona pelusida. Pada folikel sekunder yang kami amati, folikel ini
terdiri dari oosit primer, sitoplasma, zona pelusida, sel folikel kubus selapis, dan terdapat
techa interna. Folikel ini terdiri dari satu oosit primer dan sel folikel yang berbentuk kubus
berlapis. Selain itu, folikel sekunder sudah memiliki zona pelusida dan theca interna.
Pengamatan terakhir kami yaitu pada folikel tersier yang terdiri dari oosit primer, antrum, sel
folikel kubus berlapis, techa interna, dan techa externa. Folikel tersier ini terdiri dari satu
oosit primer dengan volume sel folikel bertambah besar atau banyak. Selain itu, folikel ini
terdapat antrum dan stratum granulose yang membentuk techa interna dan techa exsterna.

G. Pembahasan
Gametogenesis merupakan suatu proses pembentukan gamet (sel kelamin) pada vertebrata.
Proses pembentukan gamet jantan pada vertebrata disebut spermatogenesis, sedangkan proses
pembentukan gamet betina disebut sebagai oogenesis. Dalam proses gametogenesis dibagai
menjad itiga tahap yaitu :
1. Tahap perbanyakan (proliferasi)
2. Tumbuh
3. Pematangan (Sudarwati,1990).
Pada vertebrata spermatogenesis terjadi di testis lebih tepatnya di dalam tubulus
seminiferus. Proses spermatogenesis ini berlangsung mulai dinding tepi sampai ke lumen tubulus
seminferus, sedangkan untuk oogenesis terjadi di dalam ovarium dan dilanjutkan di dalam
oviduk apabila terjadi penetrasi spermatozoid. Dalam oogenesis ini, sel germa akan berkembang
di dalam folikel-folikel telur (Sherwood, 2001).
Pada praktikum pembentukan sel kalamin jantan dan betina pada vertebrata kami
melakukan pengamatan menggunakan preparat histologist awetan testis mencit dan ovarium
kelinci. Dalam pembentukan sel kelamin jantan (spermatogenesis) kami menggunakan preparat
awetan testis mencit. Berdasarkan hasil pengamtan dalam proses pembentukan kelamin jantan
kami menemukan bagian-bagian dari tahapan dalam proses pembentukan sel kelamin jantan
(spermatogenesis). Adapun bagian yang dapat kami lihat dalam preparat histology awetan testis
mencit dari dinding saluran ke arah lumen adalah sebagai berikut:
- Spermatogonia yang ukurannya relative kecil, bentuk agak oval dengan inti yang
berwarna terang yang melekat pada membrane basalis. Spermatogonia ini merupakan sel
kelamin jantan yang belum terspesialisasi, yang selanjutnya diaktfikan oleh hormone
testosteron. Masing-masing spermatogonia selanjutnya akan membelah secara mitosis
untuk menghasilkan dua sel anakan yang berisi 46 kromosom lengkap.
- Spermatosit primer yang ukurannya paling besar, bentuk bulat, warna inti kuat dan
letaknya agak menjauh dari membrane basalis merupakan hasil dari pembelahan mitosis
yang selanjutnya akan melakukan pembelahan secara meiosis untuk mengasilkan
spermatosit sekunder.
- Spermatosit sekunder ini ukurannya dari spermatosit primer, dengan bentuk bulat,
warna inti lebih kuat dan letaknya mendekati lumen. Spermatosit sekunder ini memiliki
23 kromosom yang terdiri dari 22 kromosom tubuh dan satu kromosom kelamin (Y atau
X). Selanjutnya spermatosit sekunder melakukan pembelahan meiosis II untuk
menghasilkan empat sel yang disebut spermatid dengan 23 kromosom.
- Empat spermatid ini berukuran kecil, bentuk agak oval dan letaknya mendekati lumen.
Dalam tahapan spermatogenesis empat dari spermatid ini masing-masing mengalami
deferensiasi menjadi spermatozoa.
- Spermatozoa muda tersebut terdapat di dalam lumen dan sudah memiliki kepala maupun
ekor (Isnaeni, 2006). Selain itu diantara tubulus seminiferus kami juga mengamati sel
leidyg dengan bentuk bulat berinti lonjong. Dalam spermatogenesis ini sel leidyg yang
ada berfungsi sebagai pengasil hormone testosteron. Hal ini sesuai dengan teori yang
menyatakan bahwa pada tubulus seminiferus terdapat sel-sel induk spermatozoa atau
spermatogonia, sel sertoli dan sel leidyg. Serta dalam teori juga menyatakan bahwa
keseluruhan proses spermatogenesis menghabiskan waktu sekitar 64 hari (Lytle, dkk.
2005).
Proses pembentukan sel kelamin betina (oogenesis) merupakan proses pematangan ovum
di dalam ovarium. Pada oogenesis inioosit primer mengalami pembelahan secara meiosis
menghasilkan polar body dan oosit sekunder, selanjutnya polar body dan oosit sekunder
mengalami meiosis II menghasilkan 3 badan polar dan hanya mampu menghasilkan satu ovum
matang. Pada pengamatan proses pembentukan sel kelamin betina (oogenesis) kami
menggunakan preparat awetan histology ovarium dari kelinci sebagai bahan amatan. Dalam
preparat ovarium kelinci yang kami amati menunjukkan adanya folikel-folikel telur yang sedang
mengalami tahap perkembangan. Tahap perkembangan folikel-folikel telur dimulai dari folikel
primordial, folikel primer, folikel sekunder dan folikel tersier. Folikel primordial merupakan
folikel utama yang telah ada sebelum lahir, folikel ini terdiri dari satu oosit primer dengan selapis
sel folikel yang berbentuk pipih. Folikel ini disimpan di dalam ovarium sampai berkembang
karena dalam tahap folikel primordial ini oosit mengalami fase perkembangan dimana oosit yang
telah dipilih akan mengalami fase perkembangan menjadi folikel primordial. Selanjutnya folikel
primer yang tersusun atas jaringan ikat dengan satu oosit primer dengan selapis sel folikel (sel
granulosa) yang berbentuk kubus.
Pada tahap pertumbuhan folikel ini mulai terdapat permulaan zona pelusida yang
memisahkan antara oosit dengan sel-sel granulosa. Folikel ini merupakan folikel yang sudah
berada di dalam janin baik sebelum atau sesudah dilahirkan. Tahap pertumbuhan selanjutnya
yaitu folikel tersier dimana pada folikel ini oositnya berupa oosit sekunder yang berada di bagian
tepi folikel, dan memiliki antrum yang lebih besar, dan oositnya dikelilingi oleh sel-sel folikel
(Sudarwati, 1990).

H. Diskusi
1. Jelaskan peranan sel sertoli dan sel leidyg dalam spermatogonia?
a. Peranan sel sertoli dalam spermatogenesis
- Untuk memberikan nutrisi pada sel sperma yang baru berkembang, dan untuk
membantu sel sperma dari membrane basal ke lumen tubulus seminiferous.
- Sebagai penghalang untuk mencegah darah bersentuhan dengan spermatozoa yang
baru disintesis dan mempunyai genetic berbeda.
- Sel sertoli juga mengontrol masuk dan keluar berbagai hormone dan nutrisi ke
tubulus.
- Sel sertoli juga diminta untuk menyediakan lingkungan yang kondusif untuk
pertumbuhan sel-sel induk spermatogonium.
- Sel sertoli juga sebagai pemfagosit dan mengkonsumsi sitoplasma yang tersisa
selama spermatogenesis.
b. Peranan sel leidyg dalam spermatogenesis
- Menghasilkan androgen (hormone jantan), androgen membuat epitel germinalis
dari tubulus seminiferous bereaksi terhadap FSH. FSH ini yang menyebabkan
dimulainya spermatogenesis dengan adanya pembelahan sel di spermatogonia.
Spermatogonia diatur oleh FSH, LH dan androgen serta estrogen.
- Selain itu juga menghasilkan hormone testoteron, sel leidyg dirangsangoleh LH
untuk menghasilkan hormone tersebut.
2. Persamaan dan perbedaan antaras permatogonia dan oogenesis pada mamalia
- Spermatogenesis dimulai dari spermatosist primer sementara oogenesis dimulai
darioosit primer. Pada spermatogenesis hasil sitokenesis dalam dua sel berukuran sama
sedangkan dalam oogenesis menghasilkan dua sel yang memiliki ukuran berbeda.
Spermatogenesis menghasilkan sangat banyak sel sperma dalam satu waktu,
sedangkan oogenesis menghasilkan hanya satu ovarium per bulan. Spermatogenesis
terjadi terus menerus setelah pubertas, sedangkan oogenesis terjadi dalam pola siklik.
- Dalam spermatogenesis selesai di dalam testis, sedangkan oogenesis terakhir terjadi
atau pematangan terjadi di dalam saluran telur.
3. Apakah semua oogonium akan berkembangmenjadi ovum matang? Jelaskan !
- Tidak, oogonium akan mengalami poliferasi untuk membentuk oosit primer, kemudian
oogonium akan tumbuh membesar menjadi oogonium I. Selanjutnya masuk proses
pematangan yang terdapat 2 kali pembelahan meiosis. Akhir dari meiosis I terbentuk
oogonium II dan akhirnya meiosis II dan terbentuk ootid. Pada mamalia selesai
meiosis I terbentuk oosit II dan satu polosit. Akhir dari meiosis II akan terbentuk satu
ootid dan satu polosit. Jadi pada betina oosit tumbuh menjadi 1 ovum.
4. Bagaimanana sisa folikel graaf setelah ditinggal oleh oosit II (setelah terjadi ovulasi)
bagaimana peranan selanjutnya? Jelaskan
- Folikel juga mengalami perubahan seiring dengan perubahan oosit primer menjadi
oosit sekunder hingga terjadi ovulasi. Folikel primer muncul pertama kali untuk
menyelubungi oosit primer. Selama tahap mriosis I pada oosit primer, folikel primer
berkembang menjadi folikel sekunder.
- Pada saat oosit terbentuk oosit sekunder folikel sekunder berkembang menjadi folikel
tersier. Pada masa ovulasi, folikel tersier berkembang menjadi folikel de Graaf (folikel
matang).
- Setelah oosit sekunder lepas dari folikel, folikel akan berubah menjadi akan berubah
menjadi korpus luteum, jika tidak terjadi fertilisasi, maka korpus luteum akan
mengkerut menjadi korus albikan.

I. Kesimpulan
Setelah melakukan praktikum tentang gametogenesis kami dapat mengambil kesimpulan
diantaranya :
1. Proses spermatogenesis dimulai dari dinding tepi sampai ke lumen
tubulus seminiferus. Tahapan spermatogenesis dimulai dari
spermatogonia mengalami mitosis membelah menjadi spermatosit
primer, lalu mengalami meiosis pertama dan membelah menjadi
spermatosit sekunder. Kemudian spermatosit sekunder mengalami
meiosis kedua membelah menjadi spermatid. Pada akhirnya spermatid
mengalami diferensiasi menjadi spermatozoa.
2. Spermatogonia memiliki ukuran relative kecil yang melekat pada
membrane basalis dan akan melakukan pembelahan secara mitosis
setelah diaktifkan oleh hormone testosterone dan menghasilkan 2 sel
anakan yang berisi 46 kromosom lengkap. Spermatosit primer memiliki
ukuran paling besar yang terletak menjauhi membrane basalis dan
merupakan hasil pembelahan mitosis yang pada akhirnya membelah
secara meiosis yang pertama untuk menghasilkan spermatosit
sekunder. Spermatosit sekunder memiliki ukuran setengah spermatosit
primer, dan memiliki 23 kromosom yang terdiri dari 22 kromosom
tubuh, dan 1 kromosom kelamin. Selanjutnya, mengalami pembelahan
meiosis kedua menghasilkan 4 spermatid. Spermatid berukuran kecil
dalam tahapan spermatogenesis, 4 spermatid terdeferensiasi menjadi
spermatozoa.
3. Pada proses oogenesis, mula-mula oogonium yang terdapat di dalam
ovarium memperbanyak diri dengan cara mitosis. Oogonium kemudian
tumbuh menjadi oosit primer. Selanjutnya oosit primer akan
mengalami meiosis tahap pertama dan menghasilkan satu oosit
sekunder dan satu polar body. Oosit sekunder kemudian mengalami
meiosis tahap kedua dan menghasilkan 1 ootid dan 1 polar body
begitu juga polar body I akan mengalami meiosis II menghasilkan 2
polar body.
4. Oosit terdapat dalam folikel yang berada di dalam ovarium dengan
beberapa macam folikel. Folikel-folikel tersebut diantaranya folikel
primordial, folikel primer, folikel sekunder, folikel tersier, dan folikel de
graaf dengan berbagai cirri-ciri fisik yang berbeda-berda. Folikel
primordial memiliki inti, oosit primer, sitoplasma, dan sel folikel pipih.Folikel
primer folikel ini terdiri dari satu oosit primer dengan sel folikel berbentuk pipih.
Folikel sekunder terdiri dari oosit primer, sitoplasma, zona pelusida, sel folikel kubus
selapis, dan terdapat techa interna. Sementara itu, folikel tersier yang terdiri dari oosit
primer, antrum, sel folikel kubus berlapis, techa interna, dan techa externa.
Daftar Pustaka
Isnaeni, Wiwi. 2006. Fisiologi Hewan.Yogyakarta: Kaninus.
Lytle, Charles F. dan John R. Meyer. 2005. General Zoology. McGraw- Hill Companies, Inc.
New York.
Pratiwi. 1986. Ilmu Reproduksi Hewan. Bandung: Tarsito.
Sherwood. 2001. Fisiologi Hewan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Sudarwati, Sri., Sutasurya, Lien.1990. Dasar-Dasar Perkembangan Hewan.
Bandung: Institut Teknologi Bandung.
Surjani, W.T, dkk.2001. Perkembangan Hewan. Jakarta: Pusat Penerbitan
Universitas Terbuka.

Lampiran
Preparat Histologi Testis Mencit
Preparat Histologi Ovarium Marmut
a. Folikel Primordial w.
x.
b.
c. y. Folikel Sekunder
d. z.
e.
f. aa.
g. ab.
h. ac.
i. Folikel Primer ad.
ae.
j.
k. af.
l. ag. Folikel Tersier
m.
n.
o.
p.
q.
r.
s.
t.
u. ah.
v. ai.
aj.