Anda di halaman 1dari 9

SURAT PERJANJIAN KERJA PKWTT

No.: JEB.0021 /SPK.HRD/I/2012

Pada hari ini, tanggal Satu bulan Januari, tahun 2012 bertempat di Kantor PT. JEB Indonesia
telah dilakukan Perjanjian Kerja antara :

1. Drs.Tyas Adi Saputro, SH. ,Direksi PT.JEB Indonesia, yang bertindak


untuk dan atas nama Perseroan Terbatas tersebut,berkantor di Jalan
Kalasan Raya No.21, Tangerang-Banten; yang selanjutnya dalam
Perjanjian Kerja ini disebut sebagai PERUSAHAAN.

2. Emma Nurianti, jenis kelamin wanita, lahir di Bandung, warga


negara Indonesia, beralamat di Pondok Tambingan Blok RY/X.14,
Tangerang, Banten,; yang selanjutnya dalam Perjanjian Kerja ini
disebut sebagai KARYAWAN.

Menerangkan bahwa kedua belah pihak telah sepakat mengadakan perjanjian kerja dengan
syarat-syarat sebagai berikut :

PASAL 1

JABATAN

Perusahaan bersedia menerima Karyawan untuk mengisi :

1. Jabatan : Asisten Manager


Assembling.

2. Tanggal dimulainya hubungan kerja : 1 Januari


2012

3. Bertanggung-jawab langsung kepada : Manager


Produksi.
4. Uraian Pekerjaan (Job Descriptions) : yang memuat rincian
tugas dan tanggung-jawab Karyawan akan diberikan oleh atasan
langsung karyawan sebagai pedoman umum bagi Karyawan dalam
melaksanakan tugas dan kewajibannya.

PASAL 2

MASA PERCOBAAN

1. Masa percobaan terhitung sejak tanggal dimulainya hubungan kerja


yaitu tanggal 1 Januari 2012 dan berakhir pada tanggal 31 Maret 2012.

2. Selama dalam masa percobaan, masing-masing pihak atas


keputusannya sendiri dapat mengakhiri hubungan kerja dimaksud tanpa
adanya pemberitahuan sebelumnya dan tanpa adanya kompensasi
apapun pada akhir masa kerja.

3. Jika berdasarkan penilaian Perusahaan, Karyawan dimaksud dapat


memenuhi persyaratan untuk diangkat menjadi karyawan tetap, maka
akan diadakan Surat Pengangkatan sebagai karyawan tetap.

PASAL 3

HARI KERJA DAN JAM KERJA

1. Hari kerja ditetapkan adalah hari Senin s/d. Sabtu yaitu 6 (enam)
hari kerja dalam 1 (satu) minggu, dengan jam kerja adalah 7 (tujuh) jam
kerja dan 1 (satu) jam istirahat, dan untuk hari Sabtu ditetapkan bahwa
jam kerja adalah jam 08.00- 13.00 WIB.

2. Apabila ada pekerjaan yang memerlukan/ mengharuskan KARYAWAN


untuk bekerja diluar jam kerja yang disepakati, maka Karyawan
dimaksud wajib untuk masuk kerja dan diperthitungkan sebagai jam
kerja lembur.

PASAL 4
PENGUPAHAN

Sepanjang Perjanjian Kerja ini berlangsung, maka Karyawan menerima penghasilan dan
fasilitas lainnya dari Perusahaan sesuai dengan jabatan/pekerjaannya sebagai berikut :

Upah Pokok : Rp. XXX XXX XXX,-

Tunjangan-tunjangan akan disesuaikan dengan jabatan yang melekat pada karyawan.

Pasal 4

SISTEM PEMBAYARAN UPAH

1. Pembayaran upah dilaksanakan pada tanggal akhir bulan dengan


periode perhitungan dari tanggal 26 bulan sebelumnya s/d. 25 bulan
berjalan.

2. Upah Minimum Karyawan ditetapkan dan disesuaikan dengan


Peraturan Pengupahan Indonesia.

3. Pajak Penghasilan (PPh. 21) untuk Karyawan dengan standard Upah


Minimum ditanggung oleh Perusahaan, sedangkan untuk Karyawan
yang mempunyai jabatan sesuai dengan jenjangnya diatur dengan SK
Dewan Direksi.

PASAL 5

BONUS TAHUNAN DAN TUNJANGAN HARI RAYA

1. Pemberian Bonus Tahunan, diberikan melalui SK Dewan Direksi,


yaitu apabila Perusahaan memperoleh keuntungan.

2. THR (Tunjangan Hari Raya) sebesar 1 (satu) bulan gaji akan


diberikansekali setahun menjelang Hari Raya Idul Fitri setelah masa
percobaanselesai dan menjalani masa kerja paling kurang 1 (satu)
tahun. Karyawantetap yang masa kerjanya kurang dari 1 (satu) tahun,
maka pembayaranTHR akan diperhitungkan secara proporsional sesuai
masa kerjanya.

PASAL 6

JAMINAN PERUSAHAAN

1. Setiap Karyawan diikut-sertakan dalam Program BPJS


Ketenagakerjaan, dimana semua biaya yang berkaitan dengan Program
Jamsostek akan ditanggung oleh Perusahaan.

2. Biaya pengobatan diberikan kepada karyawan jika masa percobaan


selesai.

3. Biaya pengobatan Karyawan dan keluarganya, tercantum dalam


juklak biaya dan plafond pengobatan/perawatan kesehatan pada
addendum peraturan perusahaan.

4. Biaya pengobatan tersebut tidak berlaku untuk penyakit, seperti :

HIV / AIDS.

Bunuh Diri.

Melaksanakan Olah Raga/Hobby berbahaya.

Kecelakaan jalan raya yang diakibatkan oleh ugal-ugalan


berkendaraan bermotor.

Minuman keras dan segala jenis Napza.

PASAL 7

ISTIRAHAT SAKIT
1. Jika Karyawan tidak masuk kerja selama 1 (satu) hari, karena sakit
harus memberitahukan kepada Perusahaan melalui telepon/surat.

2. Jika Karyawan tidak dapat melakukan pekerjaan karena sakit


lebih dari 1 (satu) hari, maka harus melampirkan Surat Keterangan
Dokter Perusahaan.

3. Jika Karyawan sakit diluar daerah, maka Surat Keterangan Dokter


dari tempat dimana sakit harus mendapatkan legalisasi dari Dokter
Perusahaan.

PASAL 8

IJIN MENINGGALKAN PEKERJAAN

Perusahaan dapat memberikan izin kepada karyawan untuk tidak bekerja dengan gaji penuh
dengan catatan harus dibuktikan dengan surat-surat yang sah, dalam hal-hal sebagai berikut :

1. Perkawinan pertama karyawan sendiri : 3 hari

2. Isteri sah melahirkan anak : 2 hari

3. Suami/Isteri/anak karyawan meninggal dunia : 3 hari

4. Orang tua/mertua karyawan meninggal dunia : 2 hari

5. Saudara kandung karyawan meninggal dunia : 1 hari

6. Perkawinan anak karyawan : 2 hari

7. Perkawinan saudara kandung karyawan : 1 hari

8. Khitanan/baptisan anak karyawan : 1 hari


PASAL 9

ISTIRAHAT/CUTI TAHUNAN

1. Hak Istirahat/Cuti Tahunan diberikan jika Karyawan telah bekerja 12


(dua belas) bulan, dengan mendapat gaji penuh selama 12 (dua belas)
hari kerja.

2. Hak Istirahat/Cuti Tahunan gugur apabila setelah 6 (enam) bulan


sejak timbulnya hak cuti tersebut tidak digunakan oleh Karyawan tanpa
alasan-alasan yang dapat diterima oleh Perusahaan.

3. Apabila karena kepentingan Perusahaan, Karyawan belum dapat


mengambil cuti tahunannya, maka cuti tahunan itu
dapat diundurkan pengambilannya selambat-lambatnya 6 (enam) bulan
lagi.

4. Pelaksanaan Istirahat/Cuti tahunan dapat diberikan Perusahaan


secara massal, yakni pada saat Perayaan Idul Fitri, yang mana
Istirahat/Cuti Tahunan tersebut akan diberikan sedikitnya 6 (enam) hari
kerja.

PASAL 10

MANGKIR DAN SANKSI

1. Jika Karyawan tidak masuk kerja Izin dan Bukti yang sah maka akan
dinyatakan mangkir dan kepada karyawan diberikan Surat Peringatan.

2. Jika Karyawan pulang lebih awal dari jam kerjanya dan tanpa
adanya izin maka diberikan Surat Peringatan.

3. Jika Karyawan tidak masuk kerja selama 5 (lima) hari berturut-turut


tanpa adanya izin dan bukti yang sah, maka Karyawan dianggap telah
mengundurkan diri secara sepihak.
PASAL 11

KEWAJIBAN KARYAWAN

1. Melaksanakan tugas dan kewajibannya sebaik-baiknya dan dengan


penuh pengabdian, kesadaran dan tanggung-jawab sesuai dengan
peraturan yang berlaku pada Perusahaan.

2. Menjalankan segala instruksi-instruksi yang diberikan dengan


senang hati.

3. Bekerja dengan jujur, tertib, cermat dan bersemangat untuk


kepentinganPerusahaan.

4. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik Perusahaan


dengan sebaik-baiknya.

5. Berpakaian rapi dan sopan; bersikap dan bertingkah-laku sopan, dan


menghormati teman sekerja, terhadap atasan dan terhadap
masyarakat disekitar perusahaan.

6. Memegang teguh rahasia


perusahaan dan tidak menyampaikan kepada pihak lain yang tidak
berhak.

PASAL 12

TATA TERTIB DAN PROSEDUR KERJA

1. Tata Tertib Perusahaan diatur tersendiri oleh Perusahaan.

2. Prosedur Kerja, Job Description, diatur tersendiri di


bagian/departemen kerja, yang mendapat persetujuan dari Perusahaan.

PASAL 13

PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA


Setelah diangkat sebagai karyawan tetap, Karyawan maupun Perusahaan dapat mengakhiri
Perjanjian Kerja ini dengan pemberitahuan tertulis paling sedikit 1 (satu) bulan, kecuali ada
persetujuan lain dari kedua belah pihak. Namun demikian, Perusahaan mempunyai hak untuk
mengakhiri hubungan kerja tanpa pemberitahuan sebelumnya, apabila Karyawan melakukan
kelalaian, konduite yang tidak baik, penyimpangan/penyelewengan atas perjanjian kerja atau
tindakan/perbuatan yang merugikan
Perusahaan.

PASAL 14

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

Jika terjadi perselisihan sehubungan dengan


perjanjian kerja ini, maka kedua belah pihak sepakat
untuk menyelesaikannya secara musawarah dan
mufakat dilandasi suasana kekeluargaan. Perjanjian
ini dibuat dalam rangkap 2 (dua), tanpa meterai
sesuai dengan peraturan yang berlaku dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.

Tangerang, ___________ 2012

PT.JEB Indonesia

Disetujui dan diterima oleh :

Drs.Tyas Adi Saputro, SH. Emma Nurianti Manager

Direksi PT.JEB Indonesia Karyawan

TUGAS SURAT PERJANJIAN KERJA


PKWTT
Nama :Tyas Adi Saputro
Nim :11010114140538
Kelas :A

FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS DIPONEGORO
TAHUN 2017