Anda di halaman 1dari 4

Standar Operasional Prosedur (SOP)

JUDUL
RESUSITASI JANTUNG PARU DEWASA
(AHA 2015)
Tanggal Disahkan oleh
terbit Ka. Prodi PSIK

Hikayati,S.Kep.,Ns.,M.Kep
Nip 19760220 200212 2 001
Resusitasi jantung paru adalah suatu tindakan
1 PENGERTIAN untuk mengembalikan fungsi pernafasan dan
jantung guna kelangsungan hidup pasien

Mengembalikan fungsi pernafasan dan fungsi


2 TUJUAN jantung yang terganggu melalui teknik
kombinasi antara pemberian nafas buatan dan
kompresi jantung luar
1. Henti Nafas
2. Henti Jantung
3 INDIKASI

1. Terminal ilness
2. Mati secara klinis > 5 menit
4 KONTRA INDIKASI

1. Resusitasi kit
2. Jam / arloji
5 ALAT DAN BAHAN
3. Sungkup
4. Handscoon
1. Saat menemukan pasien / klien yang tidak
7 PROSEDUR sadarkan diri secara tiba-tiba
2. Penolong menggunakan handscoon
3. Cek kesadaran pasien dengan cara :
1) Memanggil nama / sapaan dengan
menepuk bahu
2) Rangsang nyeri di bagian sternum,
alis mata atau cubit
4. Jika pasien tidak sadar, tidak bereaksi,
tidak bernapas dan gasping aktifkan
sistem tanggap darurat atau berteriaklah
minta pertolongan terdekat
5. Periksa denyut nadi karotis (<10 detik)
6. Tidak ada denyut nadi, lakukan RJP
sebanyak 5 siklus selama 2 menit (1
siklus 30x kompresi 2x ventilasi)
7. Kecepatan RJP 100-120x per menit,
kedalaman kompresi 5-6 cm, rekoil
penuh, minimalkan interupsi.
8. Cek nadi dan nafas setelah 2 menit atau
5 siklus
9. Jika nadi dan nafas tidak ada, ulangi
lakukan RJP 5 siklus lagi
10. Jika nadi ada nafas tidak ada berikan
ventilasi setiap 6 detik selama 1 menit
11. Jika nadi ada nafas ada posisikan pasien
posisi sim / recovery.
Catat hasil tindakan keperawatan
8 DOKUMENTASI

Standar Operasional Prosedur (SOP)


JUDUL
RESUSITASI JANTUNG PARU NEONATUS
(AHA 2015)
Tanggal Disahkan oleh
terbit Ka. Prodi PSIK

Hikayati,S.Kep.,Ns.,M.Kep
Nip 19760220 200212 2 001

Resusitasi adalah usaha dalam memberikan


1 PENGERTIAN ventilasi yang adekuat, pemberian oksigen dan
curah jantung yang cukup untuk menyalurkan
oksigen ke otak, jantung dan lat-alat vital
lainnya

1. Memberikan ventilasi yang adekuat


2. Membatasi kerusakan serebi
2 TUJUAN
3. Pemberian oksigen dan curah jantung yang
cukup untuk menyalurkan oksigen kepada
otak, jantung dan alat vital lainnya
4. Mempertahankan kehidupan ekstra uteri
1. Frekuensi jantung <60x per menit
3 INDIKASI meskipun telah dirangsang dan dierikan
ventilasi tekanan positif selama 30 detik
2. Sumbatan jalan nafas
3. Kondisi depresi pernafasan
4. Kerusakan neurologis
5. Syok hipovolemik
1. Neonatus pucat atau bahkan sianosis
2. Bayi tidak bernafas
4 KONTRA INDIKASI

1. Resusitasi kit
2. Jam / arloji
5 ALAT DAN BAHAN
3. Sungkup / ambu bag
4. Balon penghisap jika ada penyumbat jalan
nafas
1. Saat menemukan neonatus dengan
7 PROSEDUR frekuensi jantung < 60x per menit atau
seperti indikasi, aktifkan sistem tanggap
darurat / minta bantuan teman sejawat atau
tenaga medis terlatih lainnya
2. Bawa neonatus ke tempat datar dan keras,
tetap jaga kehangatan neonatus.
3. Hisap lendir atau bersihkan jalan nafas
4. Lalu lakukan kompresi dan ventilasi
dengan perbandingan 1 siklus (2 detik)
terdiri dari 3x kompresi : 1x ventilasi dan
dilakukan selama 1 menit (90x kompresi
30x ventilasi) suara keras satu-dua-tiga-
pompa (30 siklus)
5. Posisi tangan
a. 1 penolong : 2 jari di bagian tengah
dada tepat di bawah garis puting
b. 2 penolong kedua ibu jari di di bagian
tengah dada tepat di bawah garis
puting, jari tangan lainnya melingkar ke
punggung neonatus.
6. Kedalaman kompresi 4 cm (1,5 inci)
7. Setelah 60 detik (1 menit) evaluasi untuk
menilai frekuensi jantung, pernafasan dan
saturasi oksigen
Catat hasil tindakan keperawatan
8 DOKUMENTASI