Anda di halaman 1dari 1

Cacing gelang (Ascaris lumbricoides)

Telur cacing gelang dapat ditemukan di tanah. Apabila termakan, telus tersebut lalu menetas
dan mulai berkembang biak. Gejala awal dapat berupa keluhan batuk kadang dapat diserai
darah, demam, dan pada pemeriksaan foto Rontgen dada dapat ditemukan adanya bercak-
bercak yang akan menghilang setelah 3 minggu. Gejala ini mucul karena larva dari cacing ini
masuk ke dalam paru sehingga mengiritasi paru. Gejala lain yang timbul dapat berupa mual,
nafsu makan berkurang, diare, atau bahkan konstipasi. Gejala tersebut mulai muncul saat
cacing masuk kembali ke usus.

Pada infeksi yang berat, dapat terjadi gangguan penyerapan nutrisi sehingga penderita tampak
kurus dengan perut yang membuncit karena nutrisi diambil oleh cacing. Cacing yang banyak
di dalam usus juga dapat menyumbat usus sehingga biasanya penderita mengeluh kembung
dan diperlukan perawatan pembedahan untuk menghilangkan sumbatan tersebut.

Telur cacing akan ditemukan pada tinja orang yang terinfeksi oleh cacing ini. Oleh karena itu,
untuk menegakkan diagnosis, perlu dilakukan pemeriksaan pada tinja dan dianggap positif
apabila ditemukan telur cacing. Terkadang cacing dapat ditemukan keluar bersaa tinja saat
buang air besar, atau cacing dimuntahkan saat batuk.

Pengobatan dapat dilakukan dengan memberikan obat cacing. Angka kesembuhan dengan
menggunakan obat cacing termasuk tinggi. Angka kejadian infeksi yang disebabkan oleh
cacing gelang masih tinggi di Indonesia, terutama pada anak-anak. Hal ini disebabkan karena
anak sering bermain di tanah dan kesadaran akan kebersihan yang masih rendah.