Anda di halaman 1dari 2

Adalah usaha mempertahankan bentuk, ukuran dan struktur elemen sel dan

jaringan agar tidak berubah / meminimalisasi perubahan yang terjadi dengan


menggunakan medium fiksatif
Tujuan Fiksasi
- Menghentikan proses metabolisme secepatnya
- Mengawetkan elemen sitologis dan histologis
- Mengawetkan bentuk, struktur, letak elemen sel / jaringan
- Memberikan konsistensi pada materi yang lunak
Memperkeras jaringan
Prinsip Fiksasi
- Material / sel / jaringan dapat dipertahankan / diawetkan bentuknya seperti /
mendekati bentuk awalnya (sebelum fiksasi) Hasil yang diharapkan dari proses
fiksasi
Setiap elemen sel / jaringan tetap bentuk ukuran dan lokasinya Efek samping -
Jaringan dapat mengeras / mengkerut - Terjadi reaksi arfiara fiksasi dengan unsur-
unsur kimia jaringan sehingga, terbentuk molekul baru disebut artifek
Budiono, J.D. 1992. Pembuatan Preparat Milvoskopis. University Press. IKIP,
Surabaya.

Dilakukan fiksasi dengan menggunakan larutan FAA (Formalin, Asam asetat glasial,
dan alkohol 70%), tujuan dari fiksasi adalah menjaga atau mengawetkan seluruh
stuktur sel sehingga sedapat mungkin berada dalam keadaan sama atau hamper
sama dengan keadaan aslinya pada waktu masih hidup. Penggunaan FAA tersebut
karena penetrasi alkohol dan asam asetat ke dalam jaringan dapat berlangsung
dengan cepat sehingga pematian dan fiksasi dapat berjalan dengan cepat, juga
merupakan larutan yang stabil dan pengawet yang baik.
Haruna, F. dan Asnady S, M., 2005. Penuntun Praktikum Mikroteknik Tumbuhan,
Makassar: Universitas Hasanuddin Press.
Sugiharto. 1989. Mikroteknik. Bogor: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Ilmu Hayati.

4.2.2 FAA (Formaldehyd Acetic Acid)


FAA (Formaldehyd Acetic Acid) yang digunakan dalam fiksasi merupakan larutan fiksatif campuran dan
sebagai fiksatif koagulan yang lebih banyak digunakan untuk studi dalam aspek anatomi dan morfologi,
serta studi pencocokan kromosom. Tujuan digunakan FAA yaitu untuk menjaga sel dalam waktu tertentu
atau tidak terbatas dan tanpa mengalami kerusakan. Waktu minimal yang diperlukan untuk fiksasi dengan
FAA adalah 18 jam. Komposisi dari FAA adalah sebagai berikut (Khasim, 2002):
" Ethyl alcohol 70 % 90 ml
" Glacial acetic acid 5 ml
" Formalin 5 ml
Acetic acid berfungsi untuk membunuh jaringan, selanjutnya formalin dan etil alkohol berperan dalan
modifikasi gambar atau tampilan, pada intinya FAA untuk fiksasi yang memberikan tampilan yang tajam.
Untuk material daun, waktu fiksasi yang harus digunakan adalah sekitar 12 jam. Untuk daun yang sangat
tipis atau batang yang kecil diperlukan waktu 24 jam (Khasim, 2002).

Khasim, S.M. 2002. Botanical Microtechnique: Principles and Practice. Capital Publishing Company. New
Delhi.

Fiksasi adalah usaha yang dapat mempertahankan elemen-elemen sel atau jaringan
agar tetap berada pada tempatnya dan tidak mengalami perubahan bentuk
maupun ukuran.. media yang digunakan untuk fiksasi disebut dengan fiksatif.
Fiksatif terdiri dari unsur-unsur kimia yang dibuat dalam bentuk larutan atau gas
yang berfungsi agar Jaringan tidak membusuk, dan dapat mempertahankan struktur
jaringan. Fiksatif yang sering digunakan dalam pembuatan preparat tumbuhan
adalah FAA (Formaldehyde Acetic Acid).
FAA yang berfungsi untuk membunuh sel tetapi tidak merusak struktur sel,
kemudian dilanjutkan dengan direndam dalam larutan alkohol:HCl 1:1 selama 5
menit yang berfungsi untuk melunakkan bahan penyemen antar sel

Penggunaan alkohol 70% sebagai stopping point karena alkohol 70% juga dapat digunakan sebagai
desinfektan. Dehidrasi berfungsi untuk membuat preparasi permanen, sehingga ketika dipotong tidak
Alkohol fungsinya sebagai senyawa desinfektan yang
rusak dan dapat disimpan.
dipakai untuk memutihkan akar bawang merah.

1. HCl fungsinya untuk menghidrolisis dan menghilangkan sisa-sisa zat


kimia yang sebelumnya.
an dalam waktu yang lama. Alkohol digunakan karena alkohol bersifat menarik air sehingga jaringan
mengkerut dan mengeras (Khasim, 2002 dalam Imran,2008).