Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM GENESIS DAN KLASIFIKASI TANAH

Laporan Praktikum

Oleh
Arjuna Judeo Sipayung
A152160051

INSTITUT PERTANIAN BOGOR


FAKULTAS PERTANIAN
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI TANAH
BOGOR
2016
Latar Belakang
Tanah terbentuk melalui pelapukan bahan induk yang dipengaruhi oleh iklim, topografi,
aktivitas yang berada diatas tanah dan waktu pembentukan. Bahan induk ini akan melapuk dan
akan membentuk berbagai jenis tanah. Hasil awal dari pelapukan tanah adalah regolit dimana
regolit ini posisinya berada diatas batuan induk. Proses pelapukan ini dapat terjadi secara fisik,
kimia dan biologi. Proses pelapukan fisik merupakan proses pelapukan yang terjadi karena
adanya tekanan seperti perubahan suhu sehingga bahan induk akan hancur. Pelapukan secara
kimia merupakan pelapukan yang terjadi karena adanya proses seperti hidrasi, oksidasi, reduksi
dan hidrolisis. Pelapukan secara biologi merupakan pelapukan yang terjadi karena adanya akar
dari tanaman yang tumbuh dan mengakibatkan tekanan pada bahan induk sehingga bahan induk
ini akan hancur atau pecah.
Proses pelapukan yang lebih lanjut nantinya akan menghasilkan tanah yang berbeda juga
dan horison dari tanah yang semakin berkembang. Batas batas antar horison yang satu dengan
lainnya dapat dilihat secara kasat mata apabila warna dari horison tersebut nyata dan apabila
warna dari tiap horizon tidak begitu nyata perbedaanya maka dikatakan baur. Warna tanah
merupakan petunjuk utama dalam melakukan atau menduga sifat dari tanah. Misalnya, apabila
warna tanah tersebut gelap, maka mencerminkan bahwa tanah tersebut memiliki bahan organik
yang tinggi.
Horison horison tanah ini akan kelihatan apabila kita memuat sebuah irisan dari tanah
secara tegak lurus (profil tanah) dimana akan kelihatan jelas beda setiap layer pada horison
tersebut. Ada juga cara lain untuk dapat membedakan horison secara alami yaitu menggunakan
penampang tanah yang terbentuk secara alami. Penampang ini terlebih dahulu kita bersihkan dari
lapisan tanah luarnya sehingga akan kelihatan horison horison yang tidak terganggu (undisturb).
Bila horison ini tidak dibersihkan maka akan sangat sulit membedakan setiap horison pada suatu
penampang. Menentukan jenis tanah, pengamat terlebih dahulu harus melihat epipedon dari
penampang melintang dari tanah lalu melihat ke horison dibawahnya. Biasanya horison dibawah
horison O ini merupakan horison penciri khusus dari suatu tanah seperti ultisol yang memiliki
horison argilik dan inceptisol yang memiliki horison kambik.
Tujuan
Tujuan dari praktikum adalah agar mahasiswa mampu mendeskripsikan tanah secara langsung
dilapangan dan mengetahui morfologi dan klasifikasi tanah.

Bahan dan Metode


Alat dan Bahan
Alat
1. Pisau lapang
2. Meteran
3. Botol kocok
4. Kertas lakmus
5. Buku panduan
6. Meteran
Bahan
1. Air
Cara kerja
1. Singkapan atau profil tanah harus dicari terlebih dahulu.
2. Meteran dipasang agar kedalam dari singkapan dapat diketahui
3. Horison horison dari penampang atau profil diamati agar penciri khusus dari tanah dapt
diketahui
4. Apabila jenis tanah sudah ditentukan, gunakan buku panduan agar dapat mendeskripsikan
tanah hingga great grup.

Hasil dan Pembahasan


Nomer Profil :1
Tempat : Kampus IPB Dramaga Bogor
Vegetasi : sawit
Horison Penciri : Horison penciri kambik
Klasifikasi USDA :
Order : Inceptisol
Epipedon : Ochric
Suborder : udepts
Great grup : Dystrudepts
Subgroup : Fluventic Dystrudepts

Epipedon profil tanah ini adalah Ochric karena tidak memenuhi syarat-syarat epipedon
lainnya dan kedalaman lapisan hanya 8 cm. Horison pencirinya adalah Kambik karena terdapat
penimbunan liat tetapi belum memenuhi kriteria sebagai horison Argilik dan kejenuhan basanya
lebih dari 35%. Order tanah ini adalah Inseptisol karena memiliki horison Kambik.pembentukan
tanah ini juga dipengaruhi oleh persebaran batuan induk

Tanah di daerah ini memiliki

Nomer Profil :2
Tempat : Desa carangpulang
Vegetasi : Padi
Horison Penciri :-
Klasifikasi USDA :
Order : Inceptisol
Suborder : Aquepts
Great grup : Epiaquepts
Subgroup : typic epiaquepts

Horison pencirinya adalah Kambik karena terdapat penimbunan liat tetapi belum
memenuhi kriteria sebagai horison Argilik dan kejenuhan basanya lebih dari 35%. Order tanah
ini adalah Inseptisol karena memiliki horison Kambik.pembentukan tanah ini juga dipengaruhi
oleh persebaran batuan induk. Pada daerah ini great group tergolong epiaquepts karena
kedalaman dari sawah ini sendiri belum cukup dalam. Apabila kita masuk ke dalam sawah,
badan kita hanya tenggelam sebatas betis dan apabila kedalaman sampai di pinggang maka akan
tegolong endoaquepts.

Nomer Profil :3
Tempat : Hutan Cifor
Vegetasi : hutan pinus
Horison Penciri :
Klasifikasi USDA :
Order : Inceptisol
Sub order : Udepts
Great grup : Dystrudepts
Subgroup : Typic Dystrudepts

Epipedon profil tanah ini adalah Ochric karena tidak memenuhi syarat-syarat epipedon
lainnya dan kedalaman lapisan hanya 8 cm. Horison pencirinya adalah Kambik karena terdapat
penimbunan liat tetapi belum memenuhi kriteria sebagai horison Argilik dan kejenuhan basanya
lebih dari 35%. Order tanah ini adalah Inseptisol karena memiliki horison Kambik.pembentukan
tanah ini juga dipengaruhi oleh persebaran batuan induk. Kandungan bahan organik di daerah ini
diperkirakan <2% dan masih banyak serasah daun pinus yang belum melapuk (Fibrik).

Nomer Profil :4
Tempat : Singkapan taman yasmin
Vegetasi :-
Horison Penciri : Horison penciri kambik
Klasifikasi USDA :
Order : Inceptisol
Sub order : Udepts
Great grup : Dystrudepts
Subgroup : Typic Dystrudepts

Epipedon profil tanah ini adalah Ochric karena tidak memenuhi syarat-syarat epipedon
lainnya dan kedalaman lapisan hanya 8 cm. Horison pencirinya adalah Kambik karena terdapat
penimbunan liat tetapi belum memenuhi kriteria sebagai horison Argilik dan kejenuhan basanya
lebih dari 35%. Order tanah ini adalah Inseptisol karena memiliki horison Kambik.Pada
singkapan ini, diperkirakan singkapan ini merupak bentukan baru dari gunung salak sehingga
tanah yang sebelumnya terbentuk ditimbun oleh bahan baru. Diperkirakan terdapat tanah yang
berbeda dibawahnya dan diperkirakan tanah tersebut adalah ultisol.

Nomer Profil :5
Tempat : Tepi sungai Cisadane
Vegetasi : Alang alang
Horison Penciri : Bahan baru
Klasifikasi USDA :
Order : Entisol
Sub order : Ortent
Great grup : Udortent
Subgroup : Typic Udortent

Family : Butir ( ), Mineralogi (campuran), KTK (subactiv), Temperatur


(Isohypetermic), Kedalaman tanah (dalam).

Tanah ini tergolong entisol dimana bahan tanah ini berasal dari penumpukan dari aliran sungai
cisadane. Thorizon penciri adalah ochrik.

Nomer Profil :6
Tempat :-
Vegetasi :-
Horison Penciri : Argilik
Klasifikasi USDA :
Order : Ultisol
Sub order : Udult
Great grup : Hapludult
Subgroup : Typic Hapludult

Family : Butir (Clay), Mineralogi (Kaolinit), pH Masam, Temperatur


(Isohypetermic), Kedalaman tanah (dalam).

Klasifikasi PPT : Podsolik


Nomer Profil :7
Tempat : Bukit Pelangi
Vegetasi :-
Horison Penciri :-
Klasifikasi USDA :
Order :-
Sub order :-
Great grup :-
Subgroup :-

Family :-

Pada daerah ini merupakan daerah yang memiliki kontak litik, densik dan paralitik dimana
batuan melapuk dimana pelapukan yang dominan adalah pelapukan fisika dimana diperkirakan
bahan ini berasal dari letusan gunuk salak. Bila terdapat profil baru maka menjadi inceptisols dan
bila ada horizon argilik pada tanah lama maka akan menjadi ultisols.

Nomer Profil :8
Tempat : Sukamantri
Koordinat : 606550 LS 10607640 BT
Vegetasi : Kakao, Palm
Horison Penciri : Kambik
Epipedon : Okhrik
pH : 4 4,5
Klasifikasi USDA :
Order : Andisol
Sub order : Vitrant
Great grup : Udivitrant
Subgroup : Typic Udivitrant

Family : Butir (Bahan organik), pH Masam, Temperatur (Isohypetermic),


Kedalaman tanah (dalam).
Pada tanah andisol akan ditemukan mineral amorf dimana mineral ini merupakan penciri utama
tanah ini dan yang mengakibatkan berat jenis tanah andisol sangat ringan. Semakin dekat kerah
letusan gunung berapi maka akan semakin banyak mineral amorf yang ditemukan sedangkan
semakin menjauhi gunung berapi akan semakin sedikit mineral amorf yang ditemukan.
Diperkirakan kandungan bahan organik pada daerah ini sekitar 2%. Hal ini diakibatkan adanya
pengolahan tanah untuk usaha pertanaman sehingga kandungan bahan organik dapat berkurang
dimana hal ini dinamakan keseimbangan bahan organik. Keseimbangna ini akan berubah
tergantung dari vegetasi yang terdapat pada daerah tersebut.

Nomer Profil :9
Tempat : Sukamantri
Koordinat : 606549 LS 10607641 BT
Vegetasi : Jagung (Zea mays)
Horison Penciri : Kambik
Epipedon : Okhrik
pH : 4 4,5
Klasifikasi USDA :
Order : Andisol
Sub order : Vitrant
Great grup : Udivitrant
Subgroup : Typic Udivitrant

Family : Butir (Bahan organik), pH Masam, Temperatur (Isohypetermic),


Kedalaman tanah (dalam).

Klasifikasi PPT : Andisols Vitrik

. Pada tanah andisol akan ditemukan mineral amorf dimana mineral ini merupakan
penciri utama tanah ini dan yang mengakibatkan berat jenis tanah andisol sangat ringan. Semakin
dekat kerah letusan gunung berapi maka akan semakin banyak mineral amorf yang ditemukan
sedangkan semakin menjauhi gunung berapi akan semakin sedikit mineral amorf yang
ditemukan. Pada daerah ini juga diperkirakan kandungan bahan organik <2% karena intensifnya
penggunaan lahan dan pemupukan. Apabila dilakukan penambahan pupuk N maka kandungan C
organik di dalam tanah akan berkurang. Horizon penciri andisol ini dapat hilang bila diusahakan
secara terus menerus tanpa penambahan bahan organik kedalam tanah yang dapat merubah jenis
tanah di daerah ini.

Nomer Profil : 10
Tempat : Sukamantri
Koordinat : 606549 LS 10607641 BT
Vegetasi : Jagung (Zea mays)
Horison Penciri : Kambik
Epipedon : Okhrik
pH : 4 4,5
Klasifikasi USDA :
Order : Andisol
Sub order : Vitrant
Great grup : Udivitrant
Subgroup : Typic Udivitrant

Family : Butir (Bahan organik), pH Masam, Temperatur (Isohypetermic),


Kedalaman tanah (dalam).

Klasifikasi PPT : Andisols Vitrik

. Pada tanah andisol akan ditemukan mineral amorf dimana mineral ini merupakan
penciri utama tanah ini dan yang mengakibatkan berat jenis tanah andisol sangat ringan. Semakin
dekat kerah letusan gunung berapi maka akan semakin banyak mineral amorf yang ditemukan
sedangkan semakin menjauhi gunung berapi akan semakin sedikit mineral amorf yang
ditemukan.

Nomer Profil : 11
Tempat : Sukamantri
Vegetasi :-
Horison Penciri :
Klasifikasi USDA :
Order : Ultisol
Sub order : Udult
Great grup : Udivitrant
Subgroup : Typic Udivitrant

Family : Butir (Clay), Mineralogi (Kaolinit), pH Masam, Temperatur


(Isohypetermic), Kedalaman tanah (dalam).

Nomer Profil : 12
Tempat : Jasinga
Vegetasi :-
Horison Penciri : Kambik
Klasifikasi USDA :
Order : Inceptisols
Sub order : ruptic
Great grup : Destrudept
Subgroup : Ultic destrudept

Family : Butir (Clay), Mineralogi (Kaolinit), pH Masam, Temperatur


(Isohypetermic), KTK (rendah).

PPT : Kambisol. Cromic


FAO : Cambisol, Cromic
Pada singkapan ini banyak ditemukan konkresi Mn. Hal ini diduga karena proses pelapukan dari
batuan induk dimana bahan disekitar terdapat gunung kapur. Konkresi Mn ini disebabkan adanya
pencucian dimana Mn ini tidak dapat lagi tercuci kedalam karena adanya horizon kambik pada
tanah ini dimana pada horizon ini lebih padat karena adanya penumpukan liat.

Nomer Profil : 13
Tempat : PTPN Jansinga
Vegetasi : kelapa sawit
Horison Penciri : Argilik
Klasifikasi USDA :
Order : Ultisol
Sub order : Udult
Great grup : Rodudult
Subgroup : Typic rodudult

Family : Butir (Clay), Mineralogi (Kaolinit), pH Masam, Temperatur


(Isohypetermic), Kedalaman tanah (dalam).

PPT : Podsolik, Rodik


FAO : Podsolik
Pada darah ini tipe liatnya diperkirakan tipe liat 2:1 dimana tanah ini merupakan tanah yang
jarang ditemukan atau dapat dikatakan dengan pencilan. Hal ini menyebabkan KTK pada tanah
ini cukup tinggi namun memiliki kandungan Al-dd yang cukup tinggi juga. Pada tanah ini
diusahakan tanamn sawit dimana tanaman ini dapat ditanam di daerah yang memiliki pH cukup
masam.

Nomer Profil : 14
Tempat : Banten
Vegetasi :-
Horison Penciri : Argilik
Klasifikasi USDA :
Order : Ultisol
Sub order : Udult
Great grup : Hapludult
Subgroup : Typic Hapludult

Family : Butir (Clay), Mineralogi (Kaolinit), pH Masam, Temperatur


(Isohypetermic), Kedalaman tanah (dalam).

PPT : Podsolik, cromic


FAO : Alisol, Cromic
Pada darah ini tipe liatnya diperkirakan tipe liat 2:1 dimana tanah ini merupakan tanah yang
jarang ditemukan atau dapat dikatakan dengan pencilan. Hal ini menyebabkan KTK pada tanah
ini cukup tinggi namun memiliki kandungan Al-dd yang cukup tinggi juga. Pada tanah ini
diusahakan tanamn sawit dimana tanaman ini dapat ditanam di daerah yang memiliki pH cukup
masam. Penanda kalau di daerah ini merupakan daerah dengan pH tanah masam adalah banyak
terdapat pohon puspa disepanjang perjalan.

Nomer Profil : 15
Tempat : Banten
Vegetasi : Alang alang (Cynodon dactylon)
Tuff Banten
Tuff banten ini memiliki bentuk fisik yang unik yaitu terdapat patahan/sesar miring dimana sesar
ini terbentuk karena adanya lapisan miring (terlipat), terjadi sesar searah kemiringan yang diikuti
pergeseran tegak. Tanah tanah didaerah banten ini pada umumnya adalah ultisol dimana telah
terjadi pelapukan lanjut dan pada umumnya tanah di daerah ini dalam kategori masam.

Horizon profil 1 Profil n0. 2 Vegetasi profil 3


Penampang profil 4 Horizon AB Profil 4 Horizon B2-C2 profil 4

Horizon C1-A2 Profil 4 Profil Entisol Profil 6 Entisol

Entisol daerah Bukit Pelangi Andisol Sukamaantri Andisol Sukamantri (Profil 9)


(Profil 8)

Vegetasi Profil 9 Profil 13 Tuff Banten