Anda di halaman 1dari 15

RESUME

MATAKULIAH BELAJAR DAN PEMBELAJAR


Dosen Pengampu Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M.Pd

Judul : Perubahan pembelajaran sains-biologi seiring


perkembangan IPTEK dan sosio-ekonomi
Tujuan : Untuk mengetahui mengenai Perubahan pembelajaran
sains-biologi seiring perkembangan IPTEK dan sosio-ekonomi
Nama / NIM : Gissa Adela P.W / 150341600860
Prodi : P. BIOLOGI
Hari, tanggal : Selasa, 3 April 2017

A. Sejarah Singkat Peradapan Manusia Dan Definisi IPTEK

Kemajuan teknologi IPA sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan dampak
teknologi IPA terhadap transportasi dan komunikasi sangatlah besar. Teknologi IPA yang
sangat maju pesat sehingga menjadikan segala sesuatu menjadi lebih efisien dan
efektif. Perbandingan transportasi pada zaman dahulu dengan zaman modern ini sangatlah
jauh sekali. Dahulu orang hanya menggunakan sepeda, kereta kuda, gerobak, ataupun jika
ada kereta api adanya kereta api uap. Sekarang, sarana transfortasi menjadi lebih cepat seperti
mobil, kereta listrik, pesawat udara, bahkan pesawat ulangalik ruang angkasa yang mampu
memindahkan manusia antar planet. Alat komunikasi juga mengalami perkembangan yang
sangat pesat. Dahulu orang menggunakan sarana komunikasi tradisional seperti bedug, besi,
tangan dan sekarang pun manusia dapat menggunakan media, seperti TV, radio, telegram,
telepon, dan sebagainya.
Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari
pada teknologi. Ilmu pengetahuan adalah suatu pengetahuan yang didasarkan pada
kebenanran pengujiannya diatur menurut tingkah laku sistem. Teknologi sendiri berasal dari
bahasa Yunani tekne yang bermakna pekerjaan dan logos yang bermakna suatu ilmu
mengenai peralatan, prosedur, dan metode yang dipakai di berbagai bidang. Berikut adalah
beberapa definisi mengenai teknologi menurut para ahli.
(1). Menurut Jaques Ellul (1997), teknologi adalah keseluruhan metode yang mengarah
dan mempunyai ciri efisiensi dalam setiap bidang kegiatan manusia.
(2). Menurut Mardikanto (2012), teknologi adalah suatu perilaku produk, informasi, dan
praktek baru yang belum banyak diketahui, diterima, dan diterapkan oleh sebagian
warga masyarakat dalam suatu lokasi tertentu dalam rangka mendorong terjadinya
perubahan individu dan atau seluruh warga masyarakat yang bersangkutan.

B. Hubungan Antara Perkembangan IPTEK Terhadap Perubahan Pembelajaran Sains-


Biologi.

Tidak dapat dipungkiri bahwa di zaman modern seperti sekarang ini manusia tidak
dapat lepas dari IPTEK, dengan adanya perkembangan IPTEK manusia dapat berbagai
kemudahan dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Bahkan saat sekaran ini hampir setiap
orang itu tidak bisa terpisah dari adanya teknologi, misalnya setiap orang memanfaatkan alat
komunikasi langsung jarak jauh seperti hanphone (HP) untuk berhubungan dengan orang lain
yang berjauhan. Kemudian disaat orang ingin pergi keluar negeri yang jauh maka tidak
memerlukan waktu yang lama, karena adanya kendaraan berupa pesawat dengan beberapa
menit saja dapat sampai tujuan, selain itu berbagai kegiatan yang pada awalnya dilakukan
dengan menggunakan banyak tenaga manusia untuk mengerjakannya, kini dengan adanya
perkembangan IPTEK semua itu dapat teratasi dengan penggunaan tenaga mesin untuk
melakukan pekerjaan tersebut dengan waktu yang relative lebih cepat daripada menggunakan
tenaga manusia secara manual.
Dengan demikian dapat dipahami bahwa adanya perkembangan IPTEK manusia
sangat banyak terbantu untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan menyelesaikan berbagai
permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, tetapi disisi lain manusia juga
harus sadar dengan adanya berbagai macam ancaman yang dapat ditimbulkan dengan adanya
perkembangan IPTEK tersebut, yang akan dapat membahayakan manusia itu sendiri,
sehingga terdapat pengaruh positif dan negatif dari berkembangnya IPTEK.
Berikut paparan mengenai pengaruh positif dan negatif dari perkembangan IPTEK
terhadap pembelajaran sains-biologi:
a) Pengaruh Positif Perkembangan IPTEK
1. Munculnya media massa,
Munculnya media massa, khususnya Media elektronik sebagai sumber ilmu
dan pusat pendidikan. seperti jaringan internet, lab. komputer sekolah dan lain-
lain. Dampak dari hal ini yaitu guru bukanlah satu-satunya sumber ilmu pengetahuan,
sehingga siswa dalam belajar tidak perlu terlalu terpaku terhadap Informasi yang
diajarkan oleh guru, tetapi juga bisa mengakses materi pelajaran langsung dari
Internet, olehnya itu guru disini bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai
pembimbing siswa untuk mengarahkan dan memantau jalannya pendidikan, agar
siswa tidak salah arah dalam menggunakan media informasi dan komunikasi dalam
pembelajaran.
2. Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru
Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru memudahkan siswa dan
guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-
metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak,
karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak, dan dapat
dipahami secara mudah oleh siswa.
3. Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka.
Selama ini, proses pembelajaran yang kita kenal yaitu adanya pembelajaran
yang disampaikan hanya dengan tatap muka langsung, namun dengan adanya
kemajuan teknologi, proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan
guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos Internet dan lain-lain.
4. Sistem pengolahan data hasil penilaian yang menggunakan pemanfaatan teknologi.
Dulu, ketika orang melakukan sebuah penelitian, maka untuk melakukan
analisis terhadap data yang sudah diperoleh harus dianalisis dan dihitung secara
manual. Namun setelah adanya perkembangan IPTEK, semua tugasnya yang dulunya
dikerjakan dengan manual dan membutuhkan waktu yang cukup lama, menjadi
sesuatu yang mudah untuk dikerjakan, yaitu dengan menggunakan media teknologi,
seperti komputer, yang dapat mengolah data dengan memamfaatkan berbagai program
yang telah di installkan.
5. Pemenuhan kebutuhan
Pemenuhan fasilitas akan fasilitas pendidikan dapat dipenuhi dengan
cepat. Dalam bidang pendidikan tentu banyak hal dan bahan yang harus dipersiapkan,
salah satu contoh, yaitu ; Penggandaan soal ujian, dengan adanya mesin foto copy,
untuk memenuhi kebutuhan akan jumlah soal yang banyak tentu membutuhkan
waktu yang lama untuk mengerjakannya kalau dilakukan secara manual. Tapi dengan
perkembangan teknologi semuanya itu dapat dilakukan hanya dalam waktu yang
singkat.
b) Pengaruh Negatif Perkembangan IPTEK
Disamping dampak positif yang ditimbulkan oleh perkembangan IPTEK, juga akan
muncul dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh perkembangan IPTEK dalam proses
pendidikan, antara lain ;
1) Siswa Menjadi Malas Belajar
Dengan adanya peralatan yang seharusnya dapat memudahkan siswa dalam
belajar, seperti Laptop dengan jaringan internet, ini malah sering membuat siswa
menjadi malas belajar, terkadang banyak diantara mereka yang menghabiskan
waktunya untuk internetan yang hanya mendatangkan kesenangan semata, seperti ;
Facebook, Chating, Frienster dan lain-lain, yang semuanya itu tentu akan berpengaruh
erhadap minat belajar siswa.
2) Terjadinya Pelanggaran Asusila.
Sering kita dengar di berita-berita, dimana terjadi pelaku pelanggaran asusila
dilakukan oleh seorang pelajar terhadap pelajar lainnya, seperti terjadinya tawuran antar
pelajar, terjadi priseks, pemerkosaan siswi dan lain-lain.
3) Munculnya media massa
Khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pengetahuan yang
disalah gunakan oleh pelajar.Dengan munculnya media massa yang dihasilkan oleh
perkembangan IPTEK, ini dapat menimbulkan adanya berbagai prilaku yang
menyimpang yang dapat terjadi, seperti adanya siswa yang sering menghabiskan
waktunya untuk bermain Games, main PS, main Facebook, chating, sehingga waktu
yang seharusnya digunakan untuk belajar malah digunakan untuk bermain, sehingga
belajar menjadi habis dengan sia-sia. Akhirnya semuanya itu akan dapat berpengaruh
negative terhadap hasil belajar siswa dan bahkan terjadi kemerosotan moral dari para
siswa sampai ke Mahasiswa.
4) Kerahasiaan alat tes untuk pendidikan semakin terancam
Selama ini sering melihat dan mendengar di siaran TV, tentang adanya kebocoran
soal ujian, ini merupakan salah satu akibat dari penyalahgunaan teknologi, karena
dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih, maka dengan mudah
dapat mengakses informasi dari satu daerah ke daerah lain, inilah yang dilakukan oleh
oknum untuk melakukan penyelewengan terkait dengan kebocoran soal ujian, sehingga
kejadian ini sering meresahkan pemerintah dan masyarakat.
5) Penyalahgunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak
kriminal.
Pada awalnya pendidikan itu ditujukan untuk mendapatkan perubahan yang bersifat
positif, namun pada akhirnya sering kali tujuan itu diselewengkan dengan berbagai
alasan. Contohnya ; seorang Hacker dengan kemampuannya melakukan penerobosan
system sebuah kantor atau perusahaan, mereka dapat melakukan perampokan dengan
tidak perlu merampok langsung ke Bank atau kekantor-kantor, cukup dengan
melakukan pembobolan system keuangan atau informasi penting, maka mereka akan
dapat keuntungan, dan sulit untuk dilacak pelakunya

C. Hasil Penemuan Sains-Biologi Dalam Konsep Teknologi Modern

Dalam bidang ilmu fisika, dijelaskan bahwa semua yang ada di alam semesta ini adalah
sebagai materi dan energi. Materi didefinisikan segala sesuatu yang mempunyai massa dan
menempati ruang. Adapun yang dimaksud energi adalah sesuatu yang dikandung oleh materi.
Dengan konsep dasar materi dan energi inilah hasil-hasil penemuan IPA dalam teknologi
modern dapat dinikmati, diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Pembangunan tenaga listrik
b. Mesin-mesin
c. Komputer
d. Nuklir
e. Komuniksi
D. Penerapan Hasil Penemuan Sains-Biologi Dalam Konsep Teknologi

Dimuka telah dibicarakan bahwa IPA mempunyai peranan penting dalam


perkembangan teknologi. Tetapi dalam berbagai masalah teknologi terdapat unsur yang tidak
dijumpai dalam IPA yaitu masalah pengambilan keputusan. Masalah seperti ini dijumpai
dalam perencanaan-perencanaan atau pembuatan suatu desain dalam pengambilan suatu
keputusan disertakan pula berbagai persyaratan yang mengandung 4 unsur, yaitu :
a. Model
Adalah suatu penggambaran permasalahan secara kuantitatif. Model dapat digunakan
sebagai petunjuk bagi usaha-usaha penelitian atau penyelesaian suatu masalah. Ada 3 hal
yang perlu diperhatikan dalam menilai suatu model. Pertama, realisme menyangkut seberapa
jauh model matematis itu bila diterjemahkan kedalam kata-kata. Kedua, ketetapan, yakni
kemampuan model itu diramalkan perubahan-perubahan yang bakal terjadi. Ketiga,
generalitas, yakni seberapa jauh model itu dapat digunakan dalam situasi yang berbeda
(Koes, H, S., Prabowo. 1999).
b. Persyaratan atau criteria
Adalah persyaratan yang menggambarkan tujuan atau sasaran dalam pengambilan
keputusan misalnya untuk membuat desain pesawat dipilih daya angkut yang besar dan
kecepatan yang tinggi.
c. Kendala atau pembatasan
Adalah faktor-faktor yang harus diperhitungkan dalam desain atau pengambilan
keputusan. Misalnya, dalam desain kendaraan angkut, syarat pencemaran harus sekecil
mungkin.
d. Optimasi
Adalah mencapai solusi yang terbaik, bila masalah tersebut telah dirumuskan dalam
bentuk model dengan memperhatikan sarana dan perhitungan kendala. Contoh, dalam
masalah transportasi industri perencanaan dalam desain dsb.
E. Perkembangan Sains-Biologi Dan Teknologi Terhadap Kehidupan Manusia

Setelah teknologi menempuh pertentangan amat pesat masa lalu hingga menyilaukan
mata manusia, kini benar-benar orang mulai mempersoalkan akibat-akibat yang dibawa
teknologi pada peradaban manusia secara keseluruhan. Pada hakikatnya hal tersebut tidak
lain daripada menempatkan teknologi dalam fungsi sosial yang wajar. Apabila hal ini bisa
dilakukan, teknologi dapat memberikan harapan yang cerah, oleh karena itu teknologi harus
dapat merintis jalan ke arah pengadaan pangan, sandan dan penyediaan pemukiman manusia
tanpa merusak tata lingkungan.
a. Usaha pengadaan pangan
IPA dan teknologi telah demikian maju sehingga merupakan bagian dari hidup kita,
termasuk dalam usaha pengadaan pangan dalam kaitannya maka sumbangan IPA dan
teknologi dapat dibagi menjadi dua yaitu :
1. Mengembangkan tanah-tanah produktif
2. Penyediaan pangan baru
b. Sereal berprotein tinggi
Menurut John Axtell dan Rameshwar Singh dari Universitas Purdue pada tahun 1973
telah mengemumkan penemuan dua jenis sorgum berlisin tinggi. Setelah memeriksa 9.000
jenis sorgum dari seluruh dunia, para peneliti menemukan dua keturunan yang tak begitu
dikenal dari ethopia (ethiopia adalah tanah leluhur sorgum) yang mengandung protein
sepertiga lebih banyak dan lisin dua kali lebih banyak daripada jenis sorgum yang biasa
ditanam orang.
c. Membuat pangan baru
Berkat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang sudah ada produk yang
dijual di pasaran bebas yaitu sejenis minuman yang dipelopori pembuatannya oleh vitasoy
yang dibuat di Hongking sejak 30 tahun yang lalu.
d. Protein sel tunggal
Dewasa ini kemungkinan yang paling banyak dibicarakan untuk menambah persediaan
pangan penyangkut penggunaan organisme mikro sel tunggal, terutama jenis ragi tertentu
untuk mengubah turunan minyak bumi atau sampah organik menjadi bentuk-bentuk protein
yang dapat dimakan.
e. Pembuatan produk daging tiruan
Cara lain untuk mengganti protein hewani dengan protein nabati adalah dengan produk
peternakan imitasi, yang sesungguhnya berasal dari tumbuh-tumbuhan. Perkembangan teknik
untuk memintal protein soya menjadi serabut yang prosesnya hampir sama dengan
pemintalan benang tekstik sintetis.
f. Penyediaan papan (pemukiman) tanpa merusak lingkungan
Berkat kemajuan IPA dan teknologi eksplorasi daratan untuk pemukiman sudah sangat
lazim. Dibidang pemukiman telah dikembangkan teknik-teknik pemukiman untuk
menggunakan tempat seefisien mungkin. Untuk kepentingan tersebut dikembangkan sistem
rumah susun sampai dengan rumah-rumah berkontruksi tahan gempa dan sebagainya.
g. Penyediaan sandang
Bahan sandang utama mula-mula diambil dan dibuat dari serat alam yang berasal dari
tumbuh-tumbuhan, baik yang diperoleh dari buah, dahan, daun atau akarnya misalnya kapas,
katun, serat nanas, serabut kelapa dsb.
h. IPA dan teknologi dalam peningkatan kesehatan
Berkat kemajuan IPA dan teknologi dengan ditemukannya mikroskop, sinar x,
antibiotik, obat bius, transpalantasi, vaksinasi dibidang kedokteran dan pengobatan dalam
upaya meningkatkan kesehatan. Penemuan dalam bidang ini telah membebaskan manusia
dari bahaya penyebaran wabah penyakit yang mengerikan seperti cacar, pes, malaria, tbc dsb.
i. IPA dan Teknologi dalam penyediaan energy
Masalah pokok dunia dimasa mendatang adalah keterbatasan sumber-sumber daya alam
dan salah satu diantaranya adalah keterbatasan daya energi. Sumber daya energi yang paling
tua mungkin diperoleh dari kayu bakar masih digunakan batu bara, minyak dan gas bumi
yang semakin lama semakin menyusut jumlahnya sedangkan sumber daya air untuk
pengadaan tenaga hidrolistik tidak mencukupi untuk menyediakan energi mendukung
penduduk yang jumlahnya kian meningkat.
j. IPA dan teknologi dalam perkembangan teknologi
Teknologi dalam tahap ini mengutamkan asas efesiensi secara sungguh-sungguh
sehingga menghemat bahan bakar. Perkembangan teknologi ini menjurus pada pemanfaatan
bahan-bahan hidrokarbon untuk membuat protein dan sebagai bahan bakar industri
petrokimia. Sehingga sekarang ini kemungkinan besar reaktor fungsion telah dapat beroperasi
sehingga kekurangan energi dapat diatasi.
F. Manfaat Dan Dampak Sains-Biologi Serta Teknologi Bagi Kehidupan Manusia
Kemajuan ilmu pengetahuan alam dan teknologi dapat memberikan manfaat maupun
dampak yang negatif bagi kehidupan manusia. Kemajuan teknologi ini dapat didukung dari
beberapa segi kebutuhan manusia yang terdiri dari sandang, pangan, dan papan. Kemajuan
teknologi juga berpengaruh pada lingkungan hidup manusia. Pemanfaatan lingkungan guna
menunjang hidup manusia harus disesuaikan dan diselaraskan dikarenakan disamping
dampak positif dalam kemajuan teknologi juga yang lebih dipentingkan adanya dampak
negatifnya.
Salah satu lingkungan penunjang kehidupan manusia adalah sumber daya alam. Adapun
dampak negatif dari pertambangan sumber daya alam, antara lain :
1. Gas-gas sisa dari minyak bumi dan batubara menyesak napas maupun menimbulkan
efek rumah kaca
2. Dari tahap pengeboran tambang sampai didapatkan tambang tersebut dapat
mengakibatkan penyakit sesak napas
3. Kemungkinan dapat timbul penyakit cacing tambang yang membahayakan manusia

G. Pengaruh Perubahan Sosial Terhadap Pembelajaran Sains Biologi


Aspek sosial dalam pendidikan sangat berperan pada pendidikan begitu pun dengan
aspek budaya dalam pendidikan. Malah dapat dikatakan tidak ada pendidikan yang tidak
dimasuki unsur budaya. Materi yang dipelajari anak-anak adalah budaya, cara belajar mereka
adalah budaya, begitu pula kegiatan-kegiatan mereka dan bentuk-bentuk yang dikerjakan
juga budaya.
Pendidikan adalah suatu bentuk dari perwujudan seni dan budaya manusia yang terus
berubah (berkembang) dan sebagai suatu alternatif yang paling rasional dan memungkinkan
untuk melakukan suatu perubahan atau perkembangan. Dan sebagaimana telah dikemukakan
sebelumnya bahwa perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada struktur dan fungsi
dalam sistem sosial, yang mana termasuk didalamnya adalah pendidikan, karena pendidikan
ada dalam masyarakat, baik itu pendidikan formal, informal, maupun non formal (ada istilah
lain yang menyebutkan ketiga istilah tersebut, yaitu pendidikan sekolah dan pendidikan luar
sekolah), dan perubahan sosial yang terjadi dalam suatu masyarakat sangat berpengaruh
terhadap pendidikan (Alisyahbana. 1980).
Upaya bangsa Indonesia untuk memberantas kebodohan dengan mewajibkan
pendidikan dasar sembilan tahun adalah satu upaya untuk mempersiapkan masyarakat dalam
menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi. Seiring dengan berubahnya kebutuhan
masyarakat akan pendidikan yang mampu membekali diri mereka dengan pengetahuan dan
keterampilan yang nantinya dpat digunakan atau dipraktikkan dalam kehidupan nyata, maka
perubahan sosial sebagai akibat dari perubahan orientasi pendidikan juga akan terjadi.
Dampak lain dari terjadinya perubahan sosial terhadap Pendidikan adalah dengan
terus dikembangkannya kurikulum yang mampu menjawab tantangan perubahan, juga
berdampak pada perubahan sistem manajemen pendidikan yang berorientasi pada mutu
(quality oriented), yaitu tuntutan akan peningkatan kualitas pembelajaran yang berkelanjutan
menuju kepada pembelajaran unggul sehingga menghasilkan output yang berkualitas
(Dewinta. 2009).
Perubahan sosial yang terjadi pada suatu masyarakat sangat berpengaruh pada
pendidikan terutama pembelajaran sains, namun tidak semua perubahan sosial yang terjadi
berdampak positif, tetapi ada juga perubahan sosial yang menghasilkan akbit buruk bagi
dunia Pendidikan , berikut sisi positif dan negatif dari suatu perubahan sosial terhadap
Pendidikan :
1. Dampak positif
Sisi positif dari sebuah perubahan sosial bagi Pendidikan adalah dapat
meningkatnya taraf Pendidikan dalam kehidupan masyarakat sehingga dapat
menghasilkan manusia yang siap menghadapi perubahan sosial tersebut.
2. Dampak negatif
Sedangkan dari sisi negatif dari suatu perubahan sosial terhadap Pendidikan adalah
ketidaksiapan Pendidikan menerima perubahan yang begitu cepat dan drastis, artinya
lembaga Pendidikan harus lebih siap dalam menghadapi perubahan sosial yang semakin
berkembang dan terus menerus berubah.
Perkembangan lembaga Pendidikan yang berorientasi pada IPTEK sebagai hasil dari
berubahnya masyarakat, sehingga banyak visi sekolah/madrasah yang mengedepankan
orientasi IPTEK, karena disisi lain masyarakat juga menuntut lembaga pendidikan yang
mengikuti perkembangan dan mampu mempersiapkan anak mereka untuk menghadapi masa
depan. Jelas, bahwa perubahan sosial yang terjadi sangat berdampak pada Pendidikan.

H. Peran Ekonomi dalam Pembelajaran Sains Biologi


Globalisasi ekonomi yang melanda dunia, otomatis mempengaruhi hampir semua
negara di dunia, termasuk Indonesia. Alasannya sederhana, yaitu karena takut digulung dan
dihempaskan oleh gelombang globalisasi ekonomi dunia. Perkembangan ekonomi makro
berpengaruh pula dalam bidang pendidikan. Cukup banyak orang kaya sudah mau secara
sukarela menjadi bapak angkat agar anak-anak dari orang tidak mampu bisa bersekolah.
Perkembangan lain yang menggembirakan di bidang pendidikan adalah terlaksananya sisten
ganda dalam pendidikan. Sistem ini bisa berlangsung pada sejumlah pendidikan, yaitu kerja
sama antara sekolah dengan pihak usahawan dalam proses belajar mengajar para siswa adalah
berkat kesadaran para pemimpin perusahaan atau industri akan pentingnya pendidikan.
Implikasi lain dari keberhasilan pembangunan ekonomi secara makro adalah
munculnya sejumlah sekolah unggul. Inti tujuan pendidikan ini adalah membentuk mental
yang positif atau cinta terhadap prestasi, cara kerja dan hasil kerja yang sempurna. Tidak
menolak pekerjaan kasar, menyadari akan kehidupan yang kurang beruntung dan mampu
hidup dalam keadaan apapun.
1. Ekonomi Pendidikan
Sebagai tempat pembinaan, pendidikan tidak memandang ekonomi sebagai pemeran
utama seperti halnya bisnis. Ekonomi hanya sebagai pemegan peran yang cukup menentukan.
Ada hal lain yang lebih menentukan hidup matinya dan maju mundurnya suatu lembaga
pendidikan dibandingkan dengan ekonomi, yaitu dedikasi, keahlian, dan keterampilan
pengelola dan guru-gurunya. Fungsi ekonomi dalam dunia pendidikan adalah untuk
menunjang kelancaran proses pendidikan. Bukan merupakan modal untuk dikembangkan,
bukan untuk mendapatkan keuntungan. Dengan demikian kegunaan ekonomi dalam
pendidikan terbatas dalam hal-hal berikut :
Untuk membeli keperluan pendidikan yang tidak dapat dibuat sendiri atau bersama para
siswa, orang tua, masyarakat, atau yang tidak bisa dipinjam dan ditemukan di lapangan,
seperti prasarana, sarana, media, alat belajar/peraga, barang habis pakai, materi pelajaran.
Membiayai segala perlengkapan gedung seperti air, listrik, telepon, wi-fi.
Membayar jasa segala kegiatan pendidikan seperti pertemuan-pertemuan, perayaan-
perayaan, panitia-panitia, darmawisata, pertemuan ilmiah, seminar dan sebagainya.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar dan keamanan para personalia pendidikan
Meningkatkan motivasi kerja

2. Efisiensi Dan Efektivitas Dana Pendidikan


Yang dimaksud dengan efisiensi dalam menggunakan dana pendidikan adalah
penggunaan dana yang harganya sesuai atau lebih kecil daripada produksi dan layanan
pendidikan yang telah direncanakan. Sementara itu yang dimaksud dengan penggunaan dana
pendidikan secara efektif adalah bila dengan dana tersebut tujuan pendidikan yang telah
direncanakan bisa dicapai dengan relatif sempurna.
3. Urugensi Ekonomi Sebagai Landasan Pendidikan
Pendidikan menjadikan sumber daya manusia lebih cepat mengerti dan siap dalam
menghadapi perubahan di lingkungan kerja. Oleh karena itu, tidaklah heran apabila negara
yang memiliki penduduk dengan tingkat pendidikan yang tinggi akan mempengaruhi tingkat
pertumbuhan ekonomi yang pesat.
Pendidikan sebagai hak asasi individu anak bangsa telah diakui dalam UUD 1945
pasal 31 ayat 10 yang menyebutkan bahwa Setiap warga negara berhak mendapatkan
pendidikan. Sedangkan ayat (3) menyatakan bahwa pemerintah mengusahakan dan
menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan
ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur
dalam Undang-undang. Oleh sebab itu, seluruh komponen bangsa baik orangtua, masyarakat,
maupun pemerintah bertanggungjawab mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan
(UU RI No. 2 tahun 2003:37).
Sebagaimana diketahui bersama bahwa perkembangan pengetahuan manusia melalui
proses pendidikan formal sangat penting bagi perkembangan ekonomi. Sehubungan dengan
itu, semua usaha yang akan dicapa melalui proses pendidikan, terutama pendidikan formal ia
senantiasa melibatkan aspek ekonomi. Pencapaian prestasi belajar maupun mengajar sangat
ditunjang oleh kelengkapan sarana dan prasarana belajar sarana dan prasarana mengajar.
Untuk melengkapi sarana dan prasarana tersebut haruslah dengan dana (uang/alat
pembayaran sah), sehingga semakin banyak tujuan yang akan dicapai akan semakin banyak
pula dibutuhkan ekonomi.
Dalam membangun pendidikan memang diperlukan dana besar dan diperlukan
perhatian pemerintah terhadap kondisi pendidikan. Terutama dengan mengubah anggaran
pendidikan menjadi lebih besar.
Dalam UU Nomor 20/2003 tentang sistem pendidikan nasional disebutkan bahwa
setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.
Bahkan warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau
sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. Demikian pula warga negara di daerah
terpencil atau terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil berhak memperoleh
pendidikan layanan khusus.
Untuk memenuhi hak warga negara, pemerintah pusat dan pemerintah daerah wajib
memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang
bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi. Pemerintah pusat dan pemerintah
daerah wajib menjamin tersedianya dana guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga
negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun.
Untuk mengejar ketertinggalan dunia pendidikan baik dari segi mutu dan alokasi
anggaran pendidikan dibandingkan dengan negara lain, UUD 1945 mengamanatkan bahwa
dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal
20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan dan
minimal 20% dari APBN.
Dengan kenaikan jumlah alokasi anggaran pendidikan diharapkan terjadi
pembaharuan sistem pendidikan nasional yaitu dengan memperbaharui visi, misi, dan strategi
pembangunan pendidikan nasional. Pendidikan nasional mempunyai visi terwujudnya sistem
pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua
warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan
proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sesuai dengan visi tersebut,
pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman
dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Saat ini, meskipun harus diakui bahwa kebijakan pendidikan nasional telah
menunjukkan beberapa perkembangan yang berarti, masih belum tumbuh secara maksimal
kesadaran di masyarakat tentang pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka panjang dan
penentu terjadinya mobilitas sosial. Masih cukup besar pemahaman bahwa pendidikan hanya
bisa dijalankan ketika perekonomian dan tingkat kesejahteraan sudah cukup maju. Meskipun
pemahaman ini cukup rasional mengingat pendidikan membuhkan biaya yang tidak sedikit,
tetapi tidak seharusnya melahirkan pemikiran bahwa pendidikan serupa dengan proses
konsumerisasi yang hanya bisa dilakukan oleh kelompok masyarakat yang kuat secara
ekonomi. Jika demikian, maka tidak akan pernah terjadi mobilitas vertikal naik dari
kelompok ekonomi lemah. Padahal, pendidikanlah saluran utama bagi terjadinya mobilitas
sosial tersebut. Masyarakat harus menyadari bahwa, pendidikan bukanlah barang konsumsi
yang hanya bisa didapatkan oleh kelompok masyarakat ekonomi kuat, tetapi hak setiap warga
negara yang harus diperoleh untuk membangun mobilitas sosial.

PERSOALAN

1. Bagaimana implikasi dari keberhasilan pembangunan ekonomi secara makro?


Munculnya sejumlah sekolah unggul. Inti tujuan pendidikan ini adalah membentuk
mental yang positif atau cinta terhadap prestasi, cara kerja dan hasil kerja yang
sempurna. Tidak menolak pekerjaan kasar, menyadari akan kehidupan yang kurang
beruntung dan mampu hidup dalam keadaan apapun.
2. Apa maksud dari Sains dan teknologi dalam perkembangan teknologi ?
Teknologi dalam tahap ini mengutamkan asas efesiensi secara sungguh-sungguh
sehingga menghemat bahan bakar. Perkembangan teknologi ini menjurus pada
pemanfaatan bahan-bahan hidrokarbon untuk membuat protein dan sebagai bahan
bakar industri petrokimia. Sehingga sekarang ini kemungkinan besar reaktor fungsion
telah dapat beroperasi sehingga kekurangan energi dapat diatasi.
3. Bagaimana sistem pengolahan data hasil penilaian yang menggunakan pemanfaatan
teknologi?
Dulu, ketika orang melakukan sebuah penelitian, maka untuk melakukan analisis
terhadap data yang sudah diperoleh harus dianalisis dan dihitung secara manual.
Namun setelah adanya perkembangan IPTEK, semua tugasnya yang dulunya
dikerjakan dengan manual dan membutuhkan waktu yang cukup lama, menjadi
sesuatu yang mudah untuk dikerjakan, yaitu dengan menggunakan media teknologi,
seperti komputer, yang dapat mengolah data dengan memamfaatkan berbagai program
yang telah di installkan.

DAPUS

Alisyahbana, Iskandar. 1980. Teknologi dan perkembangan. Jakarta : Yayasan Idayu

Amiruddin, 2013. Dampak Kemajuan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi (IPTEK) Terhadap
Kehidupan Manusia Dan Sistem Pendidikan. Bandung : ITB Press.
Dewinta. 2009. Pengaruh-Iptek-Terhadap-Sosial-Ekonomi-Dan-Budaya. Jakarta: Erlangga.

Jaques Ellul. 1997. Physical Science. Philadelphia : Sounders College Publishing Cheap
Offers.

Koes, H, S., Prabowo. 1999. Konsep Dasar IPA. Jakarta : DIKTI Depdikbud.

Mardikanto. 2012. Potensi-teknologi-informasi-dan-komunikasi : Teknologi Informasi dan


Komunikasi. Surabaya. Graha Cipta.