Anda di halaman 1dari 3

1.

Inervasi Kelenjar Ludah


Jawab : Kelenjar menerima inervasi dari saraf parasimpatis dan
simpatis. Pusat saliva parasimpatis terletak pada medula
oblongata yang terbagi atas 3 bagian, yaitu superior nuklei
salivatorius, inferior nuklei salivarius dan zona intermediet. Bagian
superior nuklei (CN VII) terhubung dengan kelenjar submandibula dan
sublingual, sedangkan inferior nuklei (CN IX) mempersarafi kelenjar
parotid.22,23 Serabut saraf simpatis yang menginervasi kelenjar
saliva berasal dari ganglion servikalis superior dan beriringan
dengan arteri yang mensuplai arteri karotis eksterna yang memberikan
suplai darah pada kelenjar parotis dan bersama arteri lingualis
memberikan suplai darah ke submandibula, serta bersama dengan arteri
fasialis yang mensuplai darah ke kelenjar sublingualis. Rangsangan
simpatis akan menstimuli reseptor adrenergik menyebabkan vasokontriksi
pembuluh darah pada kelenjar saliva menyebabkan jumlah saliva sedikit,
lebih kental dan kaya mukus. Berbeda dengan rangsangan parasimpatis
yang menstimuli reseptor kolinergik menyebabkan vasodilatasi pembuluh
darah, menyebabkan volume saliva lebih banyak dan kaya enzim
2. a. Komposisi Ludah
Jawab : Komposisi saliva terdiri atas 99% air dan 1% terdiri atas
ion dan unsur organik. Ion penting dalam saliva adalah kation,
Na+ dan K+ , anion Cldan bikarbonat (HCO3). Elektrolit lain yang
terdapat dalam saliva seperti kalsium, fosfat, fluorida, tiosianat,
magnesium sulfat dan iodin. Unsur organik saliva seperti protein,
karbohidrat, lipid dan molekul organik kecil.10 Kalsium saliva dan
fosfor dalam konsentrasi lewat jenuh dalam saliva dan memainkan
peranan dalam remineralisasi gigi. pH netral dalam rongga mulut adalah
dipertahankan oleh kapasitas buffer dari saliva.10 Kalsium merupakan
nutrisi penting dan tidak hanya untuk mineralisasi tulang dan gigi tetapi
untuk mengatur peristiwa intraselular disebagian besar dan tidak pada
semua jaringan tubuh. 24 Komposisi saliva merupakan faktor penting
dalam menentukan prevalensi karies. Perlindungan relatif terhadap kavitas
gigi, laju aliran saliva, kapasitas buffer, kalsium, fosfat dan konsentrasi
fluorida adalah hal-hal yang diperlukan. Sirkulasi saliva dalam rongga
mulut disebut sebagai seluruh saliva terdiri atas campuran sekresi dari
kelenjar saliva mayor, minor dan sedikit dari cairan krevikular. Saliva
Universitas Sumatera Utara 7 7 dapat meningkatkan kesehatan rongga
mulut dan oleh karena itu kekurangan sekresi saliva akan mengakibatkan
proses penyakit.
b. Tekanan Osmotik Rata rata
c. Apakah tekanan osmotik diperlukan dalam pembentukan ludah?
3. Fungsi Ludah
Jawab : Saliva senantiasa membasahi gigi dan mukosa mulut, fungsinya
sebagai larutan pembersih, pelicin, buffer dan penyimpanan dari ion
kalsium dan fosfat, yang penting untuk remineralisasi awal lesi karies gigi,
serta sebagai Antimikroba.
4. Kepentingan Musin dalam Ludah
Jawab : Musin membuat saliva menjadi pekat sehingga tidak mengalir
seperti air disebabkan musin mempunyai selubung air dan terdapat pada
semua permukaan mulut maka dapat melindungi jaringan mulut terhadap
kekeringan. Musin juga untuk membentuk makanan menjadi bolus.
5. Kelenjar eksokrin
Jawab : Organ yang tersusun dari sel epithel, mampu mensekresikan
senyawa kimia keluar membran sel (lumen/permukaan tubuh/rongga
tubuh) melalui saluran (duct). Contoh : Glandula sudorifera (Kelenjar
keringat), kelenjar mamae, dan seluruh organ yang bermuara ke saluran
pencernaan (hati, pankeas, kelenjar saliva, kelenjar lambung dan usus).
6. Bagaimana dari praktikum tsb memberi gambaran ttg aktivitas enzim dlm
pencernaan oleh ludah?
7. Enzim apa yg berperan dlm pencernaan ludah?
Jawab : Enzim saliva yang terpenting adalah -Amilase yang terlibat pada
pencernaan makanan. Zat ini mampu untuk menguraikan makanan yang
mengandung tepung kanji dan glikogen dan dengan demikian
melarutkannya di dalam saliva dan mengangkutnya. Di samping itu
terdapat juga enzim-enzim lain yaitu Lipase, Protease, DNAse dan RNAse.
Enzim enzim ini berperan dalam proses pencernaan makanan. Gustin yang
terdapat dalam saliva berfungsi dalam proses pengecapan makanan.
Musin dan air berperan untuk membentuk makanan menjadi bolus
sebelum makanan ditelan.
8. Asal karang pada gigi
Jawab : Karang gigi adalah timbunan plak dan zat kapur yang bereaksi
dengan air liur. Karang gigi disebut pulakalkulus gigi. Karang gigi
disebabkan oleh kuman yang memakan sisa-sisa makanan yang
menempel padagigi dan sela-sela gigi. Adapun faktor yang menyebabkan
karang gigi lebih mudah terbentuk, yaitu keasaman pH air liur.
Semakintinggi pH air liur ( di atas 7) maka air liur bersifat basa, sebab air
liur yang bersifat basa apabila bertemudengan sisa makanan yang bersifat
asam akan terjadi pembentukan garam. Mula-mula, reaksi inimenimbulkan
plak, dan lama-kelamaan terbentuklah karang gugi. Area yang paling
sering timbul karang gigi yaitu gigi bagian depan bawah dan geraham
atas bawah kiridan kanan karena pada area itu dekat dengan kelenjar air
liur. Karang gigi yang tidak kunjungdibersihkan dapat menyebabkan gusi
berdarah, bau mulut akibat pembusukan sisa-sia makanan, sertairitasi dan
peradanga yang menjadi penyebab penyakit sistemik. Misalnya,
iritasiakibat karang tidak hanya berdampak pada kesehatan gigi akan
tetapi juga menyebabkan mudah lelah danterkadang disertai gangguan
pencernaan. Sementara itu, karang gigi pada area gigi depan
atasmenimbulkan efek pada daerah mata sehingga mata cepat lelah dan
pegal; karang yang terdapat di gigigeraham atas menyebabkan pegal di
daerah leher; karang pada geraham bawah menyebabkan pegal
padabahu. Warna karang gigi adalah kuning, namun bisa jadi coklat atau
kehitaman tergantung kebiasaan seseorangseperti merokok atau minum
kopi. Karang gigi tidak bisa dipersihkan dengan sikat gigi biasa karena
sudahtelanjur melekat sehingga membersihkannya harus dengan alat
khusus yang disebut scaller. Agar karang gigi tidak mudah terbentuk,
rajinlah menggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur.
Menghindarimakanan manis dan berakbohidrat tinggi dapat diupayakan
untuk mencegah terbentuknya karang gigi. Berkumur-kumur dengan air
putih juga dapat membantu merontokkan sisa-sisa makanan. Namun tak
perlu khawatir karena karang gigi bisa dihilangkan
dengancalculectomydancurettageoleh dokter gigi. Karang gigi dan
granulasi yang dapat mengganggu kesehatan sistemik bagiantubuh lain
akan dibuang.
Kadar Kalsium dan Fosfat dalam saliva sangat penting untuk remineralisasi
email dan berperan penting pada pembentukan karang gigi dan plak
bakteri.