Anda di halaman 1dari 20

TUGAS MATA KULIAH SISTEM TATA UDARA

LAPORAN HASIL KUNJUNGAN KE BANDAR UDARA


INTERNASIONAL KUALANAMU

Disusun oleh :

TARUNA-TARUNI TEKNIK LISTRIK BANDARA ANGKATAN IX

AKADEMI TEKNIK DAN KESELAMATAN


PENERBANGAN MEDAN
2017

KATA PENGANTAR

Laporan ini merupakan panduan bagi taruna, khususnya taruna program studi teknik listrik
bandara. Laporan ini merupakan tugas kunjungan studi banding dari mata kuliah sistem tata
udara yang dipelajari di mata kuliah ini.

Kami berharap kepada seluruh pihak yang terkait, baik taruna, dosen, atau siapapun yang
membaca laporan ini dapat mengambil pelajaran dari laporan yang sangat singkat ini.

Akhirnya, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
dalam menyususn laporan ini dan semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang
membacanya. Amin

Medan, Maret 2017

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bandar Udara Internasional Kualanamu (IATA: KNO, ICAO: WIMM) adalah sebuah
bandar udara internasional yang melayani kota Medan dan sekitarnya. Bandara ini terletak 39 km
dari kota Medan. Bandara ini adalah bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandar Udara
Internasional Soekarno-Hatta. Lokasi bandara ini merupakan bekas areal perkebunan PT
Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa yang terletak di Beringin, Deli Serdang, Sumatera
Utara. Pembangunan bandara ini merupakan bagian dari MP3EI, untuk menggantikan Bandar
Udara Internasional Polonia yang telah berusia lebih dari 85 tahun. Bandara Kualanamu
diharapkan dapat menjadi bandara pangkalan transit internasional untuk kawasan Sumatera dan
sekitarnya. Bandara ini mulai beroperasi sejak 25 Juli2013 meskipun ada fasilitas yang belum
sepenuhnya selesai dikerjakan.

Gambar Bandara International Kualanamu


Salah satu fasilitas yang dimiliki oleh Bandar Udara Kualanamu adalah fasilitas
mekanikal yang mana di dalamnya terdapat fasilitas Air Conditioning, Traction
Equipment (Elevator, Escalator, Conveyor, Garbarata dan fasilitas yang saat ini satu-
satunya berada di bandara kualanamu yaitu Baggage Handling System).
Gambar Fasilitas Mekanikal Bandara International Kualanamu

Fasilitas Air Conditioning yang berada di Bandar Udara International Kualanamu


terdiri dari Air Conditioning sistem central dengan unit Chiller dan AHU, Air
Conditioning sistem split, dan jenis Air Conditioning sistem lain yang semuanya berada
di bawah pengawasan teknik mekanikal Bandar Udara International Kualanamu.
Dalam hal ini, taruna teknik listrik bandara IX telah melakukan kegiatan
kunjungan bandara di dinas mekanikal bandar udara international kualanamu dan telah
mempelajari dan mengamati kondisi fasilitas Air Conditioning sistem central dengan unit
chiller dan AHU.

B. Tujuan
Tujuan dibuatnya laporan ini adalah agar dapat dijadikan reperensi dalam belajar sistem tata
udara khususnya mengenai AC Central
C. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud AC Central ?
2. Apa saja komponen komponen dari AC Central ?
3. Bagaimana sistem kerja AC Central ?
4. Bagaimana pengisian refrigerant pada AC Central?
5. Bagaimana perawatan AC Central ?

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian AC Central
AC sentral adalah sistem pendinginan ruangan yang dikontrol dari satu titik atau tempat
dimana proses pendinginan udara terpusat pada satu lokasi yang kemudian
didistribusikan/dialirkan ke semua arah atau lokasi (satu Outdoor dengan beberapa indoor).
sesuai dengan ukuran ruangan dan isinya dengan menggunakan saluran udara.
Pada AC jenis ini udara dari ruangan didinginkan pada cooling plant di luar ruangan
tersebut, kemudian udara yang telah dingin dialirkan kembali kedalam ruangan tersebut. AC
sentral ini biasa digunakan di hotel, mall atau gedung-gedung dan di bandara dengan ruangan
yang banyak. Berbeda dengan AC split dan AC window. dalam sistem ini refrigerant yang
digunakan tetap sama, tetapi untuk mendistribusikan ke FCU dan AHU digunakan air dingin
(chilled water) dengan suhu sekitar 5C. Air dingin dihasilkan oleh chiller (mesin penghasil
air dingin yang juga menggunakan refrigerant sebagai zat pendingin).
Ada dua jenis / tipe AC Central yang perlu kita ketahui yaitu AC Central jenis Air coolant
system dan AC Central jenis Water coolant system.
B. Bagian Komponen AC Central
Dalam mengoperasikan AC Central tentunya kita harus mengetahui terlebih dahulu
tentang komponen apa saja yang terdapat dalam AC Central. Hal ini dapat berguna dalam
perawatan AC Central nantinya.
Di Bandara Kuala Namu terdapat AC Central jenis Air coolant system yang di
operasikan guna untuk melayani kebutuhan penumpang. Dimana dalam pembagian AC
Central nya di bagi dalam 2 zona yaitu zona A dan zona B. dalam setiap zona memiliki 8
unit chiller untuk membantu AHU dan FCU mengalirkan udara dingin di ruangan
bandara.
Komponen komponen AC Central jenis Air Coolant dan Water Coolant sebenarnya
sama , namun dalam AC Central jenis Water coolant memiliki cooling tower yang
berguna untuk menampung air sedangkan dalam Air coolant tidak menggunakan cooling
tower. Berikut adalah komponen AC Central jenis Air coolant sistem.
1. Kompressor
Kompresor adalah komponen yang merupakan jantung dari sistem refrigerasi.
Kompresor bekerja menghisap uap refrigeran dari evaporator dan mendorongnya
dengan cara kompresi agar mengalir masuk ke kondenser. Karena kompresor
mengalirkan refrigeran sementara piranti ekspansi membatasi alirannya, maka di
antara kedua komponen itu terbangkitkan perbedaan tekanan, yaitu: di kondenser
tekanan refrigeran menjadi tinggi (high pressure HP), sedangkan di evaporator
tekanan refrigeran menjadi rendah (low pressure LP).
( Gambar 1 : kompresor jenis screw unit di zona B bandara kuala namu )

2. Evaporator
Evaporator adalah salah satu komponen AC Central yang berfungsi sebagai
tempat penukar kalor pada aliran air dari suhu air yang kurang rendah menjadi air
yang bersuhu rendah dengan bantuan pipa aliran refrigerant bersuhu rendah yang
bentuknya berkelok kelok sehingga suhu refrigerant yang rendah dapat
mendinginkan air yang setelah itu air yang telah didinginkan di sirkulasikan kembali.

( Gambar 2 : Evaporator di Zona B bandara kuala namu )

3. Kondensor
Kondenser adalah komponen di mana terjadi proses perubahan fasa refrigeran,
dari fasa uap menjadi fasa cair. Dari proses kondensasi (pengembunan) yang terjadi di
dalamnya itulah maka komponen ini mendapatkan namanya. Proses kondensasi akan
berlangsung apabila refrigeran dapat melepaskan kalor yang dikandungnya. Kalor
tersebut dilepaskan dan dibuang ke lingkungan. Agar kalor dapat lepas ke lingkungan,
maka suhu kondensasi harus lebih tinggi dari suhu lingkungan . Karena refrigeran
adalah zat yang sangat mudah menguap, maka agar dapat dia dikondensasikan
haruslah dibuat bertekanan tinggi. Maka, kondenser adalah bagian di mana refrigeran
bertekanan tinggi ..
( gambar 3 : gambar kondensor di Bandara Kuala Namu )
4. Way angle valve
Way angle valve merupakan aksesoris tambahan pada AC Central yang
berfungsi digunakan untuk mengatur besar kecilnya laju aliran air dalam pipa
(throttling). Prinsip dasar dari operasi adalah gerakan tegak lurus disk dari
dudukannya. Hal ini memastikan bahwa ruang berbentuk cincin antara disk dan
cincin kursi bertahap sedekat Valve ditutup. Angle valve terdapat pada pipa aliran air
dingin maupun kurang dingin.

( gambar 4 : way angle valve di Zona B bandara Kuala namu )

5. Scotch glass
Scotch glass adalah aksesoris tambahan AC Central yang berbentuk lingkaran
kaca transfaran dan berfungsi untuk melihat dan memastikan aliran refrigerant apakah
aliran terganggu atau tidak. Scotch glass terdapat pada pipa refrigerant.

( Gambar Scotch glass Zona B di Bandara Kuala namu )


6. Filter dryer
Filter dryer adalah alat untuk menyaring kotoran pada sistem , setelah fasa refrigerant
berubah jadi cairan / liquid yang bertekanan tinggi , setelah dari kondensor akan
melewati filter dryer guna menyaring atau memfilter jika pada cairan refrigerant
terdapat kotoran. Kotoran dimungkinkan berasal dari kerakoli ataupun sisa pekerjaan
repair ( jika ada ).

( gambar 6 : filter dryer )


7. Exvansion valve
Exvansion valve adalah alat untuk mengexpansikan liquid refrigerant bertekanan
tinggi dari kondensor menjadi refrigerant bertekanan rendah ke evaporator. Hal
tersebut mempermudah penyerapan kalor di evaporator , dengan alat ini refrigerant
cair bertekanan tinggi yang dari kondensor phasanya dirubah menjadi refrigerant cair
bertekanan rendah.

( gambar 7 : Exvansion valve Zona B Bandara Kuala Namu )


8. No return valve
Non return valve pada ac central berfungsi untuk mengalirkan aliran air secara
satu arah, bila ada aliran air yang berbalik arah maka katup akan tertutup dengan
sendirinya.
Air naik ke atas. Air tidak turun ke bawah

9. Akumulator

Accumulator berfungsi sebagai penampung sementara refrigerant cair


bertemperatur rendah dan campuran minyak pelumas evaporator. Selain itu,
accumulator berfungsi sebagai pengatur sirkulasi aliran bahan refrigerant agar bias
keluar-masuk melalui saluran isap kompresor. Untuk mencegah agar refrigerant cair
tidak mengalir ke kompresor, accumulator mengkondisikan wujud refrigerant tetap
dalam wujud gas. Sebab ketika wujud refrigerant berbentuk gas akan lebih mudah
masuk kedalam kompresor dan tidak merusak bagian dalam kompresor.

10. Pompa sirkulasi

Pompa sirkulasi berfungsi untuk mensirkulasikan air dingin yang berasal dari chiller
ke koil pendingin AHU dan FCU. Didalam AC Central jenis water coolant pompa
sirkulasi jga berfungsi untukmensirkulasikan air pendingin dari kondensor ke cooling
tower.

11. High pressure dan low pressure control

Low pressure control berfungsi untuk memberikan perlindungan terhadap adanya


tekanan rendah yang berlebihan. Kontaknya normally close akan terbuka apabila
terjadi penurunan tekanan di bawah settingan nya. Misal pada low pressure di setting
pada tekanan 35 psi maka dibawah tekanan tersebut maka kontak ini akan membuka
dan otomatis memutus arus yang masuk ke kompressor sehingga kompresor langsung
mati.

High pressure control berfungsi untu memberikan perlindungan terhadap adanya


tekanan tinggi yang berlebihan . prinsipnya sama seperti low pressure , dia akan
memutus apabila arus nya melebihi settingan dari high pressure control.

12. Air Handling Unit

AHU merupakan seperangkat alat yang dapat mengontrol suhu, kelembaban,


tekanan udara, tingkat kebersihan (jumlah partikel/mikroba), pola aliran udara,
jumlah pergantian udara dan sebagainya, di ruang produksi sesuai dengan persyaratan
ruangan yang telah ditentukan. Unit/sistem yang mengatur tata udara ini disebut AHU
(Air Handling Unit). Di sebut unit, karena AHU terdiri dari beberapa alat yang
masing-masing memiliki fungsi yang berbeda.
13. Fan coil unit

FCUadalahperangkatsederhanayangterdiridarikumparan(Coil)dankipas.FCU
digunakanuntukmengontrolsuhudalamruanganyangdikendalikanolehon/offswitch
atauthermostat.KarenakesederhanaannyaFCUlebihekonomisdaripadaAHU.

14. Ducting

Ducting adalah bagian dari AHU yang berfungsi sebagai saluran tertutup tempat
mengalirnya udara. Secara umum, ductingmerupakan sebuah sistem saluran udara
tertutup yangmenghubungkan blower dengan ruangan produksi, yang terdiri dari
saluran udara yang masuk (ducting supply) dan saluran udara yang keluar dari
ruangan produksi dan masuk kembali ke AHU (ducting return).
15. Solenoid valve

Solenoid valve berfungsi untuk mengalirkan dan menghentikan refrigerant dalam


sistem refrigerasi dan tata udara. Cara kerja alat ini apabila plunyer ( inti besi ) dialiri
listrik maka akan menjadi medan magnet sehingga akan menarik plunyer keatas dan
menyebabkan katup menjadi terbuka dan aliran refrigerant akan mengalir, sedangkan
apabila arus listrik diputus maka tidak akan terjadi medan magnet pada plunyer dan
dengan Karena beratnya plunyer tersebut akan turun ke bawah dan menutup aliran
refrigerant.

C. PRINSIP KERJA AC CENTRAL


1. Prinsip kerja aliran bahan pendingin

Berikut sistem kerja Air Conditioning sistem Central yang ada di


bandar udara International Kualanamu :
Warm Water
Pomp
a

Cool Water

Gambar Siklus Proses Pendinginan AC Central


di Bandar Udara Kualanamu

Sistem yang berada di chiller unit menggunakan Refrigrant jenis R134a yang
digunakan untuk mendinginkan air yang akan dikirim ke AHU unit.
Kompressor akan mengkompresikan refrigrant untuk menaikkan tekanan dan
wujud refrigrant selanjutnya refrigrant akan masuk ke kondensor. Di kondensor
refrigrant akan didinginkan dengan menggunakan fan yang berada di atas chiller unit
untuk menurunkan suhu refrigrant dan mengubah wujud nya menjadi cair, disini
refrigrant sudah berada pada suhu yang rendah untuk selanjutnya dialirkan ke
evaporator yang sebelum nya akan masuk terlebih dahulu ke filter karena di
evaporator refrigrant akan masuk ke bagian yang kecil di dalam evaporator, jadi
refrigrant harus dalam kondisi bersih.
Setelah dari filter, refrigrant akan masuk ke expansion valve. Di expansion valve
ini refrigrant akan diatur jumlah nya menyesuaikan dengan kebutuhan suhu dingin di
ruangan. Jika suhu kurang dingin, maka ex. valve akan membuka lebih besar
sehinggan air yang masuk ke dalam evaporator akan semakin cepat didinginkan, jika
tidak maka sebaliknya. Di evaporator, refrigrant akan melalui kisi-kisi evaporator
untuk mendinginkan air yang akan melewati bagian evaporator. Air yang hangat
akibat udara yang panas dari ruangan akan berubah menjadi dingin karena
bersentuhan dengan kisi-kisi evaporator yang dingin.

Gambar Penampang Heat Exchanger Evaporator


Setelah itu, refrigrant akan menjadi hangat kembali karena
panas dari air yang berasal dari AHU dan kembali masuk ke
kompressor untuk dilakukan siklus seperti sebelum nya.

2. Prinsip kerja aliran air dingin

Cara kerja aliran air dingin pada AC Central adalah sebagai berikut :

EVAPORATOR
Air dingin air kurang dingin
Motor pompa
M
AHU
Udara dakting FC
Dingin
RUANGAN RUANGAN

(gambar aliran air dingin pada ac central di bandara kualanamu)

Prinsip kerjanya yaitu air yang ada pada AHU yang bersuhu kurang rendah akan di
alirkan menuju unit evaporator. Pada evaporator akan terjadi proses pendinginan air
dimana air akan bersentuhan langsung dengan pipa refrigerant yang bersuhu rendah
yang ada pada evaporator kemudian air yang telah di dinginkan akan di hisap oleh
motor pompa lalu di teruskan menuju kembali ke unit AHU. Pada AHU uap dingin
yang di hasilkan oleh air akan di hisap fan blower dan di hembuskan ke dakting untuk
kemudian di salurkan ke ruangan ruangan. Setelah dari AHU maka aliran air menjadi
bersuhu kurang dingin di karenakan uap dingin telah di hisap oleh blower, air yang
bersuhu kurang dingin akan bersirkulasi kembali menuju evaporator selama system
bekerja.

3. Prinsip kerja aliran udara

Prinsip kerja aliran udara pada AC Central sebenarnya hampir sama saja dengan
prinsip kerja aliran udara pada AC Split yaitu udara dari ruangan di hisap, udara
mendapat uap dingin lalu di hembuskan kembali ke ruangan. Pada AC Central ada 2
system pendinginan udara yaitu menggunakan AHU dan FCU, pada AHU udara dari
ruangan masuk ke dak return air dan di huembuskan langsung menuju ruangan AHU,
selain udara dari ruangan di Bandara Kualanamu ruangan AHU juga langsung menghisap
fresh air (udara langsung dari luar ruangan), udara yang masuk ke ruangan AHU
langsung di hisap oleh blower ke dalam AHU dan mendapatkan uap dingin dari coil pipa
aliran air dingin setelah itu di hembuskan ke ruangan melalui dakting. kerja FCU sama
saja dengan kerja AHU namun dalam skala yang lebih kecil dan untuk ruangan ruangan
kecil saja.
(gambar Prinsip kerja Air Handling Unit)

Cooling coil Water cooled Return water

Udara dingin Motor blower Udara


ruangan

(gambar prinsip kerja Fan Coil Unit)

D. PENGISIAN REFIGERANT

Ada 2 cara pengisian refrigerant pada AC Central yaitu:

1.jika sedang beroperasi maka pengisian dilakukan melalui expansion valve


2.jika sedang tidak beroperasi pengisian refrigerant dilakukan melalui keran
pembuangan refrigerant(solenoid valve),karena ketika AC beroprasi tekanan
compress kuat melewati solenoid valve,itulah mengapa ketika beroprasi tidak
memungkinkan mengisi melalui solenoid valve

Pada AC Central jika terjadi kebocoran pada pipa kemudian dalam perbaikannya
refrigerant yang terdapat di system harus dikeluarkan seluruhnya,setelah itu
masukkan nitrogen untuk mengecek tempat terjadinya kebocoran,dan jika sudah
dipastikan dimana tempat kebocoran kita harus membuang habis nitrogen dalam
system,kemudian lakukanlah enambalan dengan cara mengelas dan refrigerant
baru dapat dimasukkan dalam system

Yang perlu diingat bahwa refrigerant yang dikeluarkan di awal tadi tidak dapat
digunakan lagi sehingga harus diganti dengan yang baru

E. PERAWATAN AC

Perawatan terhadap AC Central sangat perlu dilakukan untuk menjaga kebersihan


terhadap udara yang didinginkan juga menjaga setiap peralatan AC agar tidak cepat rusak
nantinya. Perawatan dapat dilakukan dengan cara 2 cara yaitu perawatan kecil atau
perawatan rutin dan perawatan besar.

Perawatan rutin biasa dilakukan 2 minggu sampai sebulan sekali , seperti servis ac
biasa yang mana meliputi pembersihan terhadap bagian kondensor , filter , AHU dan
FCU serta ducting . juga pemeriksaan freon dan pemeriksaan apabila terjadi kebocoran.

Perawatan besar ini meliputi pembersihan seluruh komponen indoor dan outdoor.
Sekaligus mengecek tekanan freonnya untuk mengetahui apakah terjadi kebocoran atau
tidak. Perawatan AC menjadi bagian yang sangat penting agar jamur, virus, atau bakteri
tidak bersarang di situ. Demi kesehatan, ruangan ber-AC juga disarankan tetap
menyisakan sedikit ventilasi untuk sirkulasi udara. Pergantian udara dapat memperkecil
terjadinya penyebaran bibit penyakit. Namun, sebaiknya lubang udara tersebut tidak
terlalu besar agar kerja AC tidak berat dan boros listrik.

1. Mempersiapkan perawatan mesin


Semua proses perawatan dan perbaikan dilaksanakan sesuai prosedur dan SOP yang
ditentukan,
Selalu bersifat koordinatif dengan pimpinan agar menghasilkan pekerjaan seefisien
mungkin,
Jadwal perawatan, jadual peralatan dan pemeriksaan spesifikasi alat disiapkan agar
efektif sesuai kebutuhan.
Kelengkapan bahan yang akan dipakai : bahan cairan pembersih, lap pembersih ; bila
perlu kompresor udara, diperiksa dan diurutkan sesuai prosedur perawatan.
Perkakas bongkar pasang dan alat ukur yang diperlukan diperiksa agar dapat bekerja
dengan baik dan aman

2. Merawat memperbaiki mesin AC Central bagian luar


Perawatan mesin pendingin dilaksanakan sesuai prosedur SOP yang ditentukan
Gambar denah mesin dibaca dan didiagnosis dengan baik dan teliti
Debu/kotoran luar dibersihkan dengan cairan pembersih tanpa merusak bahan mesin.
Filter udara, evaporator dan kondensor dengan kompresor udara hisap dibersihkan
setelah diberi disinfectan dan cairan pembersih.
Deposit yang sulit dan melekat pada dinding penukar kalor dibersihkan dengan cara
kimia atau fisis sesuai dengan prosedur yang ditentukan
Kebocoran pipa diidentifikasi dan segera diperbaiki
Kesalahan kerja peralatan di identifikasi dan dicari sumber kesalahan kerja alat
tersebut.
Alat ukur, alat kontrol dan asesori diperiksa dan dilakukan perawatan yang diperlukan.
3. Merawat dan memperbaiki mesin AC Central sesuai ketentuan
Sebelum dilakukan pembongkaran mesin terlebih dahulu dilakukan pengeluaran
refrigerant.
Bagian dalam mesin dibersihkan dengan metode vakum bagian dalam sesuai prosedur
yang di tentukan
Katup ekspansi atau pipa kapiler ekspansi dibersihkan dengan kompresor udara.
Desican dibersihkan, direkondisi dan dimasang kembali sesuai prosedur yang
ditentukan Nosel pengkabut refrigerant dibersihkan dan dipasang kembali tanpa merusak
alat sesuai ketentuan
Alat ukur, alat kontrol, alat pengaman listrik dan aksesoris lainnya diperiksa,
kerusakan diperbaiki dan dipasang kembali sesuai ketentuan
Peralatan rusak yang tidak mungkin diperbaiki diganti dengan alat baru serta dipasang
kembali tanpa adanya kerusakan alat
Untuk mengganti alat yang rusak sesuai spesifikasinya dilakukan pengadaan barang.
Dijaga agar refrigerant cair dan pelumas tidak masuk kedalam kompresor.
Kelengkapan pemasangan mesin diperiksa dan dilakukan re-instal untuK meyakinkan
bahwa bekerja dengan baik sesuai sistem
Semua pekerjaan dilaksanakan dengan tidak ada kesalahan berarti sehingga tidak
mengulangi pekerjaan.
Semua pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan waktu yang ditentukan dalam kontrak
kerja
4. Mengevaluasi dan memeriksa hasil perawatan
Selama pekerjaan berlangsung kualitas hasil pekerjaan selalu diperiksa agar tidak
terjadi pengulangan pekerjaan.
Bila terjadi penyimpangan/masalah harus didiskusikan dengan pimpinan atau seorang
ahli yang berwenang sesauai prosedur yang berlaku.
Semua kejadian perawatan dan perbaikan dicatat dengan teliti dalam buku perawatan
mesin dan diperkirakan jadwal perawatan selanjutnya.
Hasil pekerjaan diperiksa dengan seksama di akhir pekerjaan untuk meyakinkan sesuai
dengan yang diharapkan
Dibuat laporan hasil pekerjaan kepada pemberi kerja sesuai dengan tugasnya

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
AC Central adalah sistem pendinginan ruangan yang dikontrol dari satu titik atau
tempat dimana proses pendinginan udara terpusat pada satu lokasi yang kemudian
didistribusikan/dialirkan ke semua arah atau lokasi. Dengan komponennya berupa chiller
(unit pendingin), AHU (Air Handling Unit), dan POMPA SIRKULASI. Apabila AC
Central jenis water coolant system maka ada juga di perlukan cooling tower.
Prinsip kerja secara sederhana pada unit penanganan udara ini adalah menghisap
udara dari ruangan (return air) yang kemudian dicampur dengan udara segar dari
lingkungan (fresh air) dengan komposisi yang bisa diubah-ubah sesuai keinginan.
Campuran udara tersebut masuk menuju AHU melewati filter, fan sentrifugal dan koil
pendingin. Setelah itu udara yang telah mengalami penurunan temperatur didistribusikan
secara merata ke setiap ruangan melewati saluran udara (ducting) yang telah dirancang
terlebih dahulu sehingga lokasi yang jauh sekalipun bisa terjangkau.
Dari penjelasan secara keseluruhan, jelas sistem AC Sentral sangat berbeda
dengan AC Split baik dari segi fungsi maupun dari segi instalasi. Istilah sistem AC Sentral
(Central) diperuntukkan untuk instalasi AC di satu gedung yang tidak memiliki pengatur
suhu sendiri-sendiri (misalnya peruang) seperti gedung terminal Bandar Udara
Internasional Kualanamu. Semua dikontrol di satu titik dan kemudian hawa dinginnya
didistribusikan dengan pipa (ducting) ke ruangan-ruangan. Dengan AC Central yang bias
dilakukan Cuma mengecilkan dan membesarkan lubang tempat hawa dingin AC masuk
keruang kita.
AC Central merupakan salah satu jenis pendingin yang dapat digunakan baik itu
di bandara ,gedung bertingkat, gedung perkantoran maupun rumah tinggal. Walaupun di
Indonesia sendiri penggunaan AC Central di rumah tinggal masih sedikit digunakan
karena biaya pemasangannya yang cukup tinggi. Tetapi AC Central sebenarnya sangat
bagus diaplikasikan pada rumah tinggal. Dengan pemusatan unit pendingin maka
perawatannya sendiri dapat dilakukan di satu unit tersebut, sehingga lebih mudah dalam
perawatan.
LAMPIRAN

(Kunjungan Taruna TLB IX ATKP Medan ke Bandara Internasional Kualanamu)