Anda di halaman 1dari 306
Lampiran Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor Se 7 TAHUN 2014 Tanggal (8 Februari aoa PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS), DAN SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN FASILITAS SIS] UDARA BANDAR UDARA BABI PERSYARATAN UMUM 4. PEKERJAAN PERSIAPAN 1 1.2 Direksi Keet Penyedia barang dan jasa diwajibkan membuat Direksi Keet dengan luas sekitar 30 m? dan gudang-gudang bahan. Lokasi Direksi Keet harus disetujui oleh Direksi Teknis di lapangan. Spesifikasi pembuatan Direksi Keet harus disesuaikan dengan gambar rencana dan disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis di lapangan. Direksi Keet terdiri dari pondasi batako, dinding triplek, rangka kayu berkualitas baik, atap seng gelombang dan lantai diplester. Perlengkapan pada Direksi Keel terdiri dari beberapa set meja, kursi tamu, papan tulis/ white board, filing kabinet, gambar rencana, time schedule, grafik cuaca, buku tamu, buku harian dan mingguan standar Laboratorium Laboratorium digunakan sebagai pengendalian mutu dalam pelaksanaan proyek atau uji kualitas. Uji Kualitas ini bertujuan untuk membuktikan kesesuaian batas minimal nilai ukur (parameter) dari bahan yang akan dan telah / sedang dilaksanakan termasuk bahan maupun campuran bahan yang telah terpasang, yang dituangkan melalui dokumen spesifikasi teknis pekerjaan y L ab. Porsyoratan Uwe 141 43 Laboratorium pengujian bahan, meliputi uji kualitas material di bidang aspal, beton dan tanah, Pelaksana harus membangun laboratorium dan menyiapkan staff, tenaga taboratorium dan peralatan pengujian laboratonum sesuai dengan pekerjaan yang ada di kontrak. Bangunan laboratorium disesuaikan dengan kondisi ditapangan dengan mempertimbangkan semua material yang akan di tes. Semua biaya yang dikeluarkan dalam penyediaan laboratorium / test laboratonum sudah termasuk dalam biaya proyek Pemasangan Patok dan Pengukuran A Persyaratan umum untuk pengukuran dan persiapan kerja. 1) perlindungan terhadap titik acuan (reference point) / marka yang diperlukan; 2) melakukan semua pekerjaan dengan hati-hati dalam rangka melindungi / mempertahankan semua benchmarks, monumen dan titik acuan lain 3) apabila ternyata ada “reference marks or point’ tergeser atau terganggu maka penyedia barang dan jasa harus melaporkan ke Konsultlan Pengawas serta Direksi Teknis dan secara hati-hati memasang kembali sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. 8 Persyaratan umum 1) Yang menjadi fingkup pekerjaan pengukuran meliputi “Tranverse Survey, Center Line Survey, Profile leveling cross section survey and existing services survey’ pada lokasi yang menjadi lingkup pekerjaan di bawah kontrak untuk persiapan pelaksanaan pekerjaan lebih lanjut’ Semua hasil pengukuran dan informasi ketinggian harus di transfer dalam bentuk gambar dan Babs Persyerotan Umm disampaikan ke Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis untuk Mendapatkan persetujuan Apabila_hasil_ pengukuran dan gambar sudah betul / akurat dan memuaskan, Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis serta penyedia barang dan jasa akan menanda tangani gambar tersebut, dimana gambar tersebut harus menjadi acuan pelaksanaan konstruksi 2) pelaksanaan pengukuran harus dilaksanakan oleh personil yang mendapat kendali langsung dari tenaga ahli_ pengukuran (geodetic engineer) dan mendapat persetujuan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis Benchmarks existing 1) Sistem koordinat X dan Y sesuai dengan gambar rencana 2) Terdapat beberapa Benchmarks di lokasi proyek seperti yang terdapat pada gambar rencana yang dapat dipakai sebagai acuan Metoda pengukuran Penyedia barang dan jasa harus menyampatkan proposal metoda pelaksanaan pengukuran dimana metoda tersebut _harus dilaksanakan mengikuti standar internasional. —_Pelaksanaan pengukuran belum dapat dimulai sebelum proposal metoda pelaksanaan tersebut disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Penyedia barang dan jasa harus memperhatikan hal-hal di bawah ini selama melakukan pelaksanaan pengukuran, vyaitu 1) Tranverse Survey a) Semua ukuran harus dimulai dan berakhir pada benchmark yang pertama ra Bab | Persyoratan Unum 2) 3) + “inangle survey adopting a wanverse method’ harus digunakan untuk menentukan titik awal untuk setiap pengukuran area, sudut horizontal harus diukur tiga kali untuk kedua arah jarum jam dan berlawanan jalur jam dan sudut yang dipakai adalah rata-rata dari enam pembacaan, b) Pengukuran jarak harus dilakukan dua kali, Rata-rata dari dua pengukuran yang diambil sebagai ukuran jarak. Hal ini apabila dua ukuran tersebut tidak berbeda melebihi dari toleransi standard; ©) Kesalahan “angular and tinier akhir tidak boleh melebihi ketentuan-ketentuan standar. Levelling Survey a) “Levelling Survey" harus dimulai dan berakhir pada bench mark yang permanen; b) Toleransi kesalahan akhir tidak boleh melebihi dari 10 YD dalam satuan mm, dimana D adalah jarak loop (loop distance) dalam km, ©) Akurasi peralatan harus dalam batas-batas _toleransi spesifikasi produsen / pabrik peralatan. Centerline Survey and Profil Levelling a) Penyedia barang dan jasa harus memasang patok, paku untuk memudahkan penentuan lokasi dari titik awal dan levelling pada setiap interval 20 m sepanjang “center tine” dari area pengukuran ») Semua elevasi dari titik-titik ini dan titik-titik yang mengalami perubahan elevasi, tepi perkerasan dan bangunan sepanjang Cross Section Levelling harus tercatat 7 4} Cross Section Levelling a) "Cross Section Levelling’ harus dilaksanakan tegak turus tethadap arah “center line” yang telah ditentukan untuk setiap pengukuran kawasan pada setiap interval 3. m sepanjang “cenler line”. b) Sepanijang arah tegak lurus “center line” elevasi / level harus diukur setiap interval 5 m dan setiap perubahan titiktpoint. tepi perkerasan, struktur lain seperti drainase, pagar dan lain- tain 5) Penyusunan Data dan Pembuatan Peta (Compiling and Mapping) a) Data pengukuran lapangan harus disusun dan diproses dengan cara yang akan dijelaskan berikut ini b) Data pengukuran selanjutnya diketik dan ditanda tangani oleh pengawas lapangan (field supervisor) yang harus berisi item-item di bawah ini = Nama dan koordinat dari benchmark yang digunakan sebagai titix acuan (referensi acuan) untuk pertalian dan titikutama (linkage and principal points), Perhitungan ketidakcocokan evaluasi antara elevasi point ulama awal dan elevasi point utama akhir: Nama dan tipe peralatan yang dipakai; ~ Ukuran panjang poligon, - Metoda perhitungan sudut dan koreksi poligon, - Lokasi peta dan uraian benchmark harus disampaikan dalam gambar, - Semua sketsa lapangan dan hasil perhitungan; at ob | Persyaroton Unune ~ Koordinat dan elevasi dari titik kritis/utama dan kemiringan elevasi pada tit pertemuan selama pelaksanaan survey lapangan, termasuk titik awal dan titik akhir pada area survey: - Hasil pengukuran harus diproses untuk menunjukan semua level, Kontur setiap 25 cm interval dan data lapangan dan diplot pada gambar dengan ukuran At dengan skala sebagai berikut © Layout Plan Skala 1: 1000 ¢ Profil Skaia Vertikal 1. 100, Horizontal 1. 1000 = Potongan Melintang Skala 1-100 untuk vertikal dan horizontal Benchmarks Sementara Setiap interval 500 m harus dibuatkan benchmarks sementara Lokasi dan konstruksi benchmarks sementara harus mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis Persyaratan Gambar Topografi 1) Selama satu minggu sesudah pelaksanaan pengukuran selesal Penyedia barang dan jasa harus sudah menyampaikan gambar blue print tiga set ke Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis untuk pengecekan dan persetujuan / approval; 2) Selelah mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, Penyedia barang dan jasa__harus menyampaikan gambar topografi hasil pengukuran ke Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis sebanyak 5 (lima) set blue print dan 1 (satu) set asii kalkir, / Bab | Persyovotan Urs 14 3) Lima set biue print gambar topografi harus dijiid dengan rapi dengan cover yang mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. G._ Penyedia barang dan jasa harus menyediakan patok dari kayu kaso ukuran 4/6 cm, tinggi 200 cm atau sesuai kebutuhan, dicat warna putin dan hitam, tiap satu km dibutuhkan 80 buah patok H. Pengukuran dilakukan Penyedia barang dan jasa bersama Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, dari mulai Sta. awal sampai Sta. akhir. Hasil pengukuran merupakan salah satu dasar awal pekerjaan (MCO), bagian dasar perhitungan pembayaran pethitungan akhir pekerjaan (Final Quantity) Papan Nama Proyek Penyedia barang dan jasa harus menyediakan papan nama proyek berukuran 120 x 80 om yang terbuat dari triplek, diberi rangka kayu kaso ukuran 4/6 cm, dan tiang dengan ukuran 5/7 cm dicat dengan waa yang sesuai dengan gambar rencana dan diberi penamaan sesuai informasi dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. rt Bab 5. Perayarotan Umum 1-7 2, PENGUJIAN LAPANGAN 44 4.2 13 Umum A. Penyedia barang dan jasa harus menyelenggarakan pengujian bahan-bahan dan keterampilan untuk pengendalian mutu yang dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi_ dan menurut perintah Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis B. Pengujian untuk persetujuan material dan komposisi campuran akan dilaksanakan oleh laboratorium independen yang sesuai dengan pengaturan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Pengujian khusus di laboratorium pusat harus juga dilaksanakan bila diminta demikian olen Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, C. Penyedia barang dan jasa harus menyediakan laboratorium lapangan untuk kebutuhan pengujian lapangan. Pemenuhan Terhadap Spesifikasi Semua pengujian harus memenuhi seperangkat standar di dalam spesifikasi. Bilamana hasil pengujian tidak memuaskan, Penyedia barang dan jasa haus melakukan_ pekerjaan-pekerjaan perbaikan dan peningkatannya jika diperlukan olen Konsultan Pengawas dan Dirks! Teknis, dan harus melengkapi pengujian-pengujian untuk menunjukkan terpenuhinya spesifikasi Pengukuran dan Pembayaran Penyedia barang dan jasa_harus bertanggungjawab membayar biaya- biaya semua pengujian yang dilaksanakan untuk memenuhi persyaratan spesifikasi. Biaya pengujian yang ditentukan dalam spesifikasi ini harus dimasukan dalam item pembayaran, dan tidak ada pembayaran terpisah yang akan dibuat untuk pengujian, Alat-alat yang harus disediakan olen Penyedia barang dan jasa adalah sebagai berikut a 2 (dua) set ASTM Sieves berkisar dari 3" sampai No. 200; b. centrifuge extractor untuk Bitumen dart bituminous paving mixture, | ab) Persyaraan Umum 1-8 alat-alat untuk menentukan besarnya berat jenis dan void ratio dalam campuran bituminous, terdiri dari analytical balance sensitive 0,1. gt dan dilengkapi dengan pan straddle atau stationery support yang lain, pionometer dengan isi $00 atau 750 ml, alat marshall lengkap untuk penentuan dari resistance fo plastic flow menurut ASTM D1589-65, 2 (dua) 4” diamond crown drilis dengan portable core driling machine untuk drilling cilinder dari perkerasan bituminous dan semen beton, coipaction set lengkap untuk penentuan moisture density yang berhubungan dengan tanah dengan memakai modified compaction test menurut ASTM D1557-66. alat untuk penentuan California Bearing Ratio laboratorium dari tanah yang dipadatkan menurut ASTM D1883-67 dan CBR Lapangan (Proofing Ring); alat untuk penentuan liquid limit dan plastic limit dari tanah menurut ASTM 1423-617 dan D 424-59, field density set / sand cone lengkap untuk penentuan kepadatan tanah dengan memakai metode sand replacment menurut ASTM 1856-64 /¥ 6p | Pevsyaratan Umum 3. PELAKSANAAN PEKERJAAN a4 Umum A. Uraian Untuk menjamin kualitas, ukuran-ukuran dan penampilan pekerjaan yang benar. Penyedia barang dan jasa harus menyediakan stat ‘eknik berpengalaman yang cocok sebagaimana ditentukan dan memuaskan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis Staf teknik tersebut jika dan bilamana diminta harus mengatur_pekerjaan 'eangan, melakukan pengujian lapangan untuk pengendalian mut bahan-bahan dan keterampilan kerja Mengendalikan dan mengorganisir tenaga kerja Penyedia barang dan Jasa_dan memelinara catatan-catatan serta dokumentasi proyek B_ Pemeriksaan lapangan Sebelum pengaturan lapangan dan pengukuran, Penyedia barang dan jasa_harus mempelajari gambar-gambar kontrak dan bersama- sama dengan Konsuitan Pengawas dan Direksi Teknis mengadakan Pemerksaan daerah proyek dan melakukan pemerixsaan yang terinci semua pekerjaan yang diusulkan, seperti 1) Patok-patok stasiun harus diperiksa 2) Pada lokasi dimana pelebaran harus dilaksanakan, potongan melintang asli harus direkam dan diperlihatkan; 3) Pada daerah-daerah perkerasan dimana satu _pekerjaan Perataan dan/alau lapis permukaan harus dibangun, satu profil memanjang sepanjang sumbu taxiway, sebagian runway harus dlukur, serta penampang melintang diambil pada interval tertentu untuk menentukan kelandaian dan kemiringan melintang, dan untuk -menentukan pengukuran ketebalan serta_lebarnya vt Bap Persyeatan Umum konstruksi baru 32 33 Pengendalian Mutu Bahan dan Keterampilan Kerja \ A Semua bahan yang dipasok harus sesuai dengan spesifikasi dan harus disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis Sertifikat ujian pabrik pembuat harus diserahkan untuk semua item- Hem yang dibuat pabrik termasuk aspal. semen, kapur, alat konstruksi dan kayu. Penyedia barang dan jasa — harus menyediakan contoh-contoh semua bahan-bahan yang diperlukan untuk pengujian dan mendapatkan persetujuan sebelum digunakan dilapangan dan bilamana Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis Meminta demikian, sertifikasi selanjutnya harus dilakukan atau Pengujian-pengujian dilaxsanakan untuk menjamin kualitas; Semua ketrampilan kerja harus memenuhi uraian dan persyaratan spesifikasi dokumen kontrak dan harus dilaksanakan sampai memuaskan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis; Bahan harus diuji di lapangan atau di laboratorium atas permintaan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis dan Penyedia barang dan jasa_harus membantu dan menyediakan peralatan dan tenaga untuk pemeriksaan, pengujian dan pengukuran Desain campuran untuk aspal, asphalt treated base course harus disiapkan dan diuji sesuai dengan spesifikasi dan tidak ada campuran boleh digunakan pada pekerjaan-pekerjaan terkecuali ia memenuhi persyaratan spesifikasi dan memuaskan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis: Hasil semua pengujian termasuk pemeriksaan kualitas bahan dilapangan dan desain campuran, harus direkam dengan baik dan Gilaporkan kepada Konsuitan Pengawas dan Direksi Teknis. Pengelola Lapangan dari Penyedia barang dan jasa A Penyedia barang dan jasa_harus menunjukan seorang pimpinan lapangan untuk memberikan nasehat dan mengatur pekerjaan kontrak, termasuk pengorganisasian tenaga dan_ peralatan. sab Porayeretan Unum 111 Penyedia parang dan jasa_bertanggung jawab bagi pengadaan bahan-bahan yang sesuai dengan persyaratan kontrak. Pimpinan lapangan harus memiliki pengalaman paling sedikit selama sepuluh tahun pada pekerjaan proyek dan harus tenaga ahi di bidang sipil yang mampu. Untuk perbaikan-perbaikan kecil dan pekerjaan pemeliharaan, persyaratan ini dapat tidak harus dan tergantung kepada konfirmasi tertulis dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, Penyedia barang dan jasa_harus menyediakan layanan pelaksana lapangan dan quality contro! yang mampu dan berpengalaman untuk mengendalikan pekerjaan lapangan dalam kontrak, termasuk pengawas lapangan. kualitas dan keterampilan keya, sesuai dengan syarat-syarat kontrak 3.4. Pengendalian Lingkungan dan Keselamatan Kerja. A Penyedia barang dan jasa_harus menjamin bahwa akan diberikan perhatian yang penuh terhadap pengendalian pengaruh lingkungan dan bahwa semua penyediaan desain serta persyaratan spesifikasi yang berhubungan dengan polusi lingkungan dan perlindungan lahan serta lintasan air disekitarnya akan ditaat Penyedia barang dan jasa_ tidak boleh menggunakan kendaraan- kendaraan yang memancarkan suara sangat keras (gaduh), dan di dalam daerah pemukiman suatu saringan kegaduhan harus dipasang serta dipelihara selalu dalam kondisi baik pada semua peralatan dengan motor, di bawah pengendalian Penyedia barang dan jasa Penyedia barang dan jasa_harus juga menghindari penggunaan peralatan berat yang berisik dalam daerah-daerah tertentu sampai larut_malam atau dalam daerah-daerah rawan seperti dekat Pemukiman, Perkantoran dan lain-lain Untuk mencegah polusi debu selama musim kering, Penyedia barang dan jasa harus melakukan penyiraman secara teratur 1-12 kepada jalan angkutan tanah atau jalan angkutan kerilkil dan harus Menutupi truk angkutan dengan terpal 3.5 Pengaturan Pekerjaan di Lapangan A Alinyemen runway, beserta patok stasiun yang dipasang secara benar akan diambil sebagai acuan untuk pengaturan lapangan pekerjaan-pekerjaan proyek. Bilamana tidak ada patok stasiun yang ditemukan, patok-patok marks atau patok-patok referensi akan didikan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis sebelum dimulainya pekerjaan-pekerjaan kontrak Jika dianggap periu oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, Penyedia barang dan jasa harus mengadakan survai secara cermat dan memasang patok beton (Benchmarks) pada lokasi yang telap, sepanjang proyek untuk memungkinkan desain, survai perkerasan, atau pengaturan di lapangan pekerjaan yang harus dibuat, dan juga untuk maksud sebagai referensi dimasa depan. Penyedia bareng dan jasa harus memasang tonggak-tonggak konstruksi untuk membuat garis dan kelandaian bagi pembetulan ujung perkerasan, lebar bahu runway, ketinggian perkerasan, drainase samping dan gorong-gorong, sesuai dengan gambar- gambar proyek menurut perintah Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis Persetujuan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis atas garis dan ketinggian tersebut akan diperoleh sebelum pelaksanaan pekerjaan konstruksi berikut sebagai modifikasi (perubahan) yang mungkin diperlukan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis yang harus dilaksanakan lanpa penundaan Untuk pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan pelebaran dan pembangunan baru, penampang melintang harus diambil pada seliap jarak 5 meter, atau satu jarak lain yang dianggap perlu oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, digunakan sebagai satu dasar untuk penghitungan volume pekerjaan yang dilaksanakan, Penampang melintang tersebut harus digambar pada profil dengan At 1890 1 Persyaratan Uno 113 skala dan ukuran-ukuran ditentukan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, serta garis-garis dan permukaan penyelesaian yang diusulkan kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis untuk mendapatkan persetujuan dan tandatangan, serta untuk suatu pengesahan yang diperlukan. Yang asli dan satu copy akan ditahan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis dan dua copy yang sudah ditanda tangani dikembalikan kepada Penyedia barang dan Jasa Pekerjaan-pekerjaan ini harus ditata di lapangan di bawah pengendalian dan pengaturan penuh oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, serla dalam satu kesesuaian yang tinggi terhadap gambar-gambar dan spesifikasi. Setiap koreksi atau perubahan dalam alinyemen atau ketinggian harus alas dasar penyelidikan sera pengujian lapangan lebih lanjut dan harus dilaksanakan sebagaimana yang diperlukan dengan pengawasan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Jika diharuskan demikian oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, Penyedia barang dan jasa harus menyediakan semua instrumen yang diperlukan, personil, tenaga dan bahan yang diminta untuk pemeriksaan penataan di lapangan atau pekerjaan lapangan yang relevan. rt Bob | Poreyaaten Unum 4, STANDAR RUJUKAN 44 Umum A. Peraturan-peraturan dan standar yang dijadikan acuan dalam dokumen kontrak akan membentuk persyaralan kualitas_ untuk berbagai jenis pekerjaan yang harus di selenggarakan beserta cara- cara yang digunakan untuk pengujian-pengujian yang memenuhi persyaratan-persyaratan ini B. Penyedia barang dan jasa harus bertanggung jawab untuk Penyediaan bahan-bahan dan keterampilan kerja yang diperlukan untuk memenuhi atau melampaui peraturan-peraturan khusus atau standar-standar yang dinyatakan demikian dalam spesifikasi- spesifixasi atau yang dikehendaki oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Tekris. 4.2 Jaminan Kualitas A. Selama Pengadaan Penyedia barang dan jasa harus bertanggung jawab untuk melakukan pengujian semua bahan-bahan yang diperlukan dalam pekerjaan, dan menentukan bahwa bahan-bahan tersebut memenuhi dan melebihi persyaratan khusus, B Selama Pelaksanaan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis mempunyai wewenang untuk menolak bahan-bahan, barang-barang dan pekerjaan- peketjaan yang tidak memenuhi persyaratan minimum yang ditentukan tanpa konpensasi bagi Penyedia barang dan jasa C. Tanggung Jawab Penyedia barang dan jasa Penyedia barang dan jasa_harus melengkapi bukti yang diperlukan seperti. bahan-bahan, keterampilan kerja atau keduanya ap 1. ersyaraion Unum 1-15 43 sebagaimana diminta oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis atau yang ditentukan oleh dokumen kontrak sehingga memenuhi atau melebihi yang ditentukan dalam standar-standar yang diminta. Bukti-bukti tersebut harus dalam bentuk yang dimintakan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis secara tertul dan harus masuk copy hasil-hasil pengujian yang resmi. Referensi Rencana Kerja dan Syaral-Syarat ini, dapat juga memperhatikan standar-standar sebagai berikut 1) 2 3) 4) 5) 6) 7) 9) 10) a4) 12) 13) 14) Buku Buku Petunjuk Pelaksanaan Bina Marga ‘Standar Industri Indonesia (SI) Persyaratan Umum Bahan Bangunan Di Indonesia (PUBI-1982) Peraturan Beton Bertulang Indonesia (NI-2-1971) dan (SK SNIO3-XXX-2002) Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia (PPBBI-1984) dan (SNI 03-179-2002) AASHTO = Amencan Associate Of Stale Highway And Transportation Officials (Bagian 1 dan 2) ASTM — = American Society For Testing And Maierials Bs = British Standards Institution MPBJ = Manual Pemenksaan Bahan Jalan AWS = American Welding Society tS = Japanese Industrial Standard Sli = Standard industrial Indonesia PUBI = Persyaratan Umum Bahan bangunan indonesia (1982) ACI American Concrete Institute Standard vv aap) Peysyeralen Unwe 15) 16) 17) 18) 19) ISO = Intemational Organization for Standardization FAA 150/5370/10¢ = Federal Aviation Administration tentang standard spesifikasi ICAO = International Civil Aviation Organization Aerodrome Manual Design Part 3 tentang Pavement Anex 14 “4 en | Persyaraton Umut 1-17 5. BAHAN-BAHAN DAN PENYIMPANAN 641 Umum A Uraian Bahan-bahan yang digunakan dalam pekerjaan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut 1) Memenuhi dengan standar dan spesifikasi yang dapat dipakai 2) Untuk kekuatan, ukuran, buatan, tipe dan kualitas harus seperti yang ditentukan pada gambar rencana atau spesifikasi- spesifikasi lain yang dikeluarkan atau yang disetujui secara tertulis oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis 3) Semua produksi harus beru, atau dalam kasus tanah, pasir dan agregat harus diperoleh dari suatu sumber yang disetujul B Penyerahan 4) Sebelum mengadakan satu pesanan atau sebelum perubahan satu daerah galian untuk suatu bahan, Penyedia barang dan jasa__harus menyediakan kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis contoh-contoh bahan untuk mendapatkan persetujuan. Contoh tersebut harus disertai_informasi mengenai sumber, lokasi sumber, dan setiap Klasifikasi lain yang diperlukan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis untuk memenuhi persyaratan-persyaratan spesifixasi 2) Penyedia barang dan jasa harus menyelenggarakan, menempatkan, memperoleh dan memproses bahan-bahan alam yang sesuai dengan spesifikasi-spesifikasi ini serta harus memberitahu Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis paling sedikit 30 hari sebelumnya atau suatu jangka waktu lain yang cinyatakan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis secara tertulis bahwa bahan tersebut digunakan dalam pekerjaan, Laporan ini harus berisi semua informasi yang aa 200 1 Persyoratan Yom diperlukan, Persetujuan sebuah sumber tidak berarti bahwa semua bahan-bahan dalam sumber tersebut disetujui Dalam kasus bahan-bahan aspal, semen, dan kayu struktural dan bahan-bahan lainnya, sertifikat ujipabrik pembuat diperlukan sebelum persetujuan dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis diberikan. Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis memberikan persetujuan ini secara tertulis. Pengiriman bahan ke lapangan harus dilakukan dalam jam kerja proyek dan untuk bahan aspal langsung dilakukan pemeriksaan penetrasi dan titik lembek Selanjutnya bahan yang sudah sampai di lapangan harus diuji ulang dibawah pengawasan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis 5.2. Sumber Bahan-Bahan A Sumber-sumber 1) 2) 3) Lokasi sumber bahan yang mungkin, diperlihatkan dalam dokumen-dokumen atau yang diberikan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, yang disediakan sebagai satu petunjuk saja. ini adalah tanggung jawab Penyedia barang dan jasa_untuk mengadakan identifikasi dan memeriksa kecocokan semua sumber-sumber bahan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan dan untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis Sumber bahan tidak boleh dipilih dalam sumber alam dilindungi, hutan lindung, atau dalam daerah yang mudah terjadi longsoran atau erosi. Penyedia barang dan jasa_ akan menentukan berapa banyak petalatan dan pekerjaan yang diperlukan untuk memproduksi bahan-bahan tersebut memenuhi spesifikasi ini, Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis akan menolak atau menerima bahan-bahan dari sumber-sumber bahan atas dasar persyaratan kualitas yang ditentukan dalam kontrak, (850 1 Persyoratan Umum 119 4) Tidak boleh ada kegiatan pada Jokasi sumber bahan yang akan menimbulkan erosi_ atau longsoran tanah, hilangnya tanah produktif secara lain berpengaruh berlawan dengan daerah sekelilingnya Persetuyuan 1) Pemesanan bahan-bahan akan diberikan jika Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis telah memberikan persetujuan untuk menggunakannya. Bahan-bahan tidak boleh digunakan untuk: maksud-maksud lain daripada yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. 2) Jika kualitas atau gradasi bahan tersebut tidak sesuai dengan kualitas yang telah disetujui Direksi, maka Direksi dapat menolak bahan tersebut dan minta diganti 5.3 Pengangkutan A Umum. ‘Seksi ini menetapkan ketentuan-ketentuan untuk transportasi dan penanganan tanah, bahan campuran panas, bahan-bahan lain, peralatan, dan perlengkapan. Pelaksanaan pekerjaan_harus mengacu pada Peraturan Pemerintah, Peraturan Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota, Peraturan Kawasan Bandara yang berlaku, maupun ketentuan-ketentuan tentang pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup Koordinasi Penyedia barang dan jasa_harus memperhatikan koordinasi yang diperlukan dalam kegiatan transportasi baik untuk pekerjaan yang sedang dilaksanakan atau yang sedang dilaksanakan dalam bentuk-bentuk lainnya, maupun untuk pekerjaan dengan Sub Penyedia barang dan jasa atau perusahaan utilitas dan lainnya it Bob | Peveyaratan Linum yang dipandang perlu 1-20 Apabila terjadi tumpang tindih pelaksanaan antara beberapa Penyedia barang dan jasa , maka Konsullan Pengawas dan Direksi Teknis mempunyai keluasn penuh untuk memerintahkan setiap Penyedia barang dan jasa dan berhak untuk menentukan urutan pekerjaan selanjutnya untuk menjaga kelancaran penyelesaian seluruh proyek Pembatasan Beban Lalu Lintas Bilamana diperlukan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis dapat mendapat batas beban dan muatan sumbu untuk melindungi jalan atau yembatan yang ada di lingkungan proyek 5.4 Penyimpanan Bahan A Umum Bahan-bahan harus disimpan dalam cara sedemikian rupa sehingga bahan-bahan tersebut tidak rusak dan kualitasnya dilindungi dan sedemikian sehingga bahan tersebut selalu siap digunakan serta dengan mudah dapat diperiksa oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, Tempat penyimpanan harus bersih dan bebas dari sampah dan air, bebas penggalian air dan kalau perlu ditinggiken. Bahan-bahan tidak boleh bercampur dengan tanah dasar, dan bila diperiukan satu lapisan alas dasar pelindung harus disediakan Tempat penyimpanan berisi semen, kapur dan bahan-bahan sejenis harus terlindungi dari hujan dan banjir Penumpukan Agregat 1) Agregat batu harus ditumpuk dalam satu cara yang disetujui sedemikian sehingga tidak ada segregasi serta untuk menjamin gradasi yang memadai. Tinggi tumpukan maksimum vt Bob | Parsyovetan Uru adalah lima meter. 1-21 2) Masing-masing jenis berbagai agregat harus ditumpuk secara terpisah, atau dipisahkan dengan partisi kayu 3) Penempatan tumpukan material dan peralatan, harus ditempat-tempat yang memadai dan tidak boleh menimbulkan kemacetan laluvlintas dan membendung lintasan air 4) Tumpukan agregate untuk ATB dan AC harus dilindungi dari hujan untuk mencegah kejenuhan agregat yang akan mengurangi mutu_bahan yang di hampar 5) Penyedia barang dan jasa_harus melaksanakan penyiraman yang teratur pada jalan-jalan angkutan, daerah lalu lintas berat lainnya serta penumpukan material lainnya, khususnya selama musim kering Penyimpanan Bahan-bahan Aspal Tempat Penimbunan drum-drum aspal herus pada ketinggian yang layak dan dibersihkan dari tumbuh-tumbuhan rendah dan sampah- sampah Cara penumpukan untuk berbagai bahan-bahan aspal adalah sebagai berikut 1) Drum-drum yang berisi oli pembersih harus ditumpuk diatas ung dengan lubang pengisian arah ke alas dan dimiringkan (dengan menempatkan sebuah sisinya diatas sepotong kayu) untuk mencegah terkumpulnya air diatas tutup drum, 2) Drum-drum yang berisi minyak tanah, bensin, dan aspal cut back harus ditumpuk dialas sisinya dengan lubang pengisian di sebelah atas. Penutup lubang harus diuji_ mengenai kekencangannya ketika ditumpuk dan pada selang waktu yang teratur sewaktu penyimpanan. 3) Drum-drum emulsi aspal dapat ditumpuk diatas ujung atau diatas sisinya tetapi bila disimpan untuk suatu jangka waktu 7 a0 | Persyarsion Une yang panjang, drum-drum tersebut harus digulingkan secara teratur. Sahan-bahan yang ditumpuk di pingair jalan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis akan memberikan petunjuk mengenai lokasi yang tepat untuk menumpuk bahan-bahan di pinggir jalan, dan semua tempat yang dipilin harus keras, tanah dengan drainase yang baik, bebas dari menjadi adonan dan kering serta sama sekali tidak boleh melampaui batas jalan tersebut dimana bahan-bahan tersebut dapat menimbulkan bahaya atau kemacetan lalu lintas yang lewat. Tempat penumpukan harus dibersihkan dari tumbuhan rendah dan sampah, dan bila peru tanah tersebul ditinggikan dengan grader. Agregat dan kerikil harus ditumpuk secara rapi menurut ukuran mal, dengan sumbu memanjang tumpukan tersebut biasanya sejajar dengan garis tengah jalan, Aspal dalam drum-drum haus. ditumpuk seperti diuraikan pada item (3) diatas dan dibentuk ke dalam tempat yang teratur (tidak berserakan sepanjang jalan) 5.5 Biaya-Biaya A Pembayaran Semua biaya untuk kompensasi bagi pemilik lahan atau sumber bahan, misalnya sewa, royalty (pajak) dan biaya-biaya semacam, akan dimasukan dalam harga satuan dalam bahan-bahan yang bersangkutan serta tidak ada pembayaran terpisah kepada Penyedia barang dan jasa_ untuk biaya-biaya ini Pekerjaan-pekerjaan Lapangan untuk Sumber Bahan 1) Penyedia barang dan jasa akan menyslenggarakan semua pengaturan untuk membuka sumber bahan, —kecuali diperintahkan lain oleh Kensultan Pengawas dan Direksi vt 8a ( Persyaraion Unum Teknis secara tertulis. 1-23 Semua biaya yang diperlukan untuk pembukaan sumber- sumber bahan, seperti pembongkaran tanah selimut dan tanah bagian atas, serta menimbun kembali lapangan tersebut selelah galian diselesaikan, akan disediakan dalam harga satuan, dan tidak ada pembayaran terpisah bagi pekerjaan ini “4 Bob | Persyartan Unum 1-24 6. DOKUMEN REKAMAN PROYEK 64 Umum A Penyedia barang dan jasa akan menyimpan satu rekaman pekerjaan kontrak dan akan menyelesaikan rekaman semua perubahan pekerjaan dalam kontrak sejak dimulai_ sampai selesainya pekerjaan proyek dan harus memindahkan informasi akhir tersebut ke dalam Dokumen Rekaman Akhir sebelum penyelesaian pekerjaan. Penyerahan-penyerahan 1) Penyedia barang dan jasa akan meyerahkan kepada Konsultan Pengawas dan Direksi_Teknis untuk Persetujuannya rekaman proyek tersebut yang selalu dilaksanakan pada hari ke 25 tiap-tiap bulan, atau tanggal ain menurut perintah Pimpinan Proyek. Persetujuan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis terhadap dokumen ini diperlukan untuk persetujuan pembayaran, 2) Penyedia barang dan jasa_ akan menyerahkan kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis untuk mendapatkan perselujuannya Dokumen Rekaman Proyek Akhir (final) pada waktu permohonan untuk Sertifikat Penyelesaian Utama dilengkapi dengan catatan-catatan berikut ~ Tanggal - Nomor dan Jadwal Proyek ~ Nama dan alamat Penyedia barang dan jasa - _ Nomor dan judul masing-masing dokumen rekaman - _ Sertifikat bahwa masing-masing dokumen yang diserahkan adalah lengkap dan akurat - Tanda tangan Penyedia barang dan jasa atau wakilnya yang diberi kuasa. av Bab Porsyorstan Umar 62 63 64 Dokumen Rekaman Proyek A. Perangkat Dokumen Proyek Dengan pemenangan kontrak, Penyedia barang dan jasa akan mendapatkan seperangkat lengkap semua dokumen dari Pimpinan Proyek tanpa beban biaya, yang berkaitan dengan Kontrak Dokumen tersebut akan meliputi 1) Persyaratan Umum Kontrak 2) Gambar Rencana Kontrak 3) Spesifikasi 4) Addendum. 5) Modifikasi-modifikasi lain terhadap Kontrak (jika ada) 6) Catatan Pengujian Lapangan (jika ada). B Penyimpanan Dokumen proyek tersebut harus disimpan di dalam kantor lapangan dalam satu file dan rak dan Penyedia barang dan jasa_ harus menjaga serta melindunginya dari kerusakan dan hilang sampai Pekerjaan selesai serta harus memindahkan data rekaman tersebut kepada Dokumen Rekaman Proyek Akhir (final) Dokumen rekaman tersebut tidak boleh digunakan untuk tujuan pelaksanaan dan dokumen itu harus dapat diperoleh setiap waktu untuk pemeriksaan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis Bahan Rekaman Proyek Segera selelah semua bahan, aspal, agregat, bahan-bahan runway, campuran aspal panas, dan sebagainya disetujui, maka semua contoh yang telah disetujui harus disiapkan dengan baik di lapangan. Pemeliharaan Dokumen Pelaksanaan Proyek A Penyedia barang dan jasa_ harus melimpahkan tanggung jawab pemeliharaan Dokumen Rekaman kepada salah seorang staf yang a Bob | Persyaratan Umum 1-26 ditunjuk sebagaimana yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis sebelumnya. Segera setelah diterimanys Dokumen Kerja (ob Sel), Penyedia barang dan jasa harus memberi tanda pada setiap dokumen dengan judul “Dokumen Rekaman Proyek — Dokumen Kerja’ dengan huruf cetak setinggi 5 cm. Pemeliharaan Pada saat penyelesaian kontrak, kemungkinan sejumlah Dokumen Kerja harus dikeluarkan untuk mencatat masukan-masukan baru dan untuk pemeriksaan dan dalam kondisi-kondisi yang demikian kegiatan seperti ini akan dilaksanakan, maka Penyedia barang dan jasa_harus mencari cara yang cocok untuk melindungi Dokumen Kerja tersebut untuk disetujui oleh Kensultan Pengawas dan Direksi Teknis r\ ob | Passyaatan Linum 1-27 BAB II PEKERJAAN TANAH 1, PEMBERSIHAN (CLEARING), PENGGUSURAN (GRUBBING) DAN PENGUPASAN (STRIPPING) 1.1 Pembersihan (C/earing) Terdiri dari pekerjaan pembersihan dan pembuangan pohon, semak belukar dan material lain yang tidak digunakan termasuk pemindahan pagar apabila diperlukan 1.2. Penggusuran (Grubbing) Tanah yang digusur dari pekerjaan jika terdapat bekas pohon, akar. tunggul-tunggul kayu dan material lain yang tidak berguna, mengganggu. harus bongkar sampai bersin dan semua lubang-lubang yang terjadi akibat gusuran harus ditutup dengan bahan/ material lain yang disetujul oleh Pejabat Pembuat Komitmen, dan dipadatkan lapis- perlapis serta diperoleh kepadatan yang sama dengan kepadatan tanah sekitarnya 1.3. Pengupasan Tanah Bagian Atas (Stripping Topsoil) ‘Semua tanah bagian teratas sampai sedalam yang diperintahkan oleh konsultan pengawas dan Pejabal Pembuat Komitmen atau sekurang- kurangnya 20 cm harus dibuang dari daerai-daerah yang akan direncanakan sebagai lapisan teratas Bila pengupasan fopsoil dirasa perlu dalam perencanaan pekerjaan ini, maka pada waktu pengangkatan stripping, topsoil agar ditempatkan di lokasi yang disetujui 1.4 Penempatan Tanah Buangan Semua bahan-bahan bongkaran. hasil pembersihan, pembongkaran dari lapisan teralas harus diatur sedemikian rupa__sehingga h 15 16 penempatannya sesual dengan petunjuk Pejabat Pembuat Komitmen. Apabila bekas tanaman-tanaman atau tonggak-tonggak harus dibakar, maka pembakarannya dapat dilakukan dengan ijin Pejabat Pembuat Komitmen dan dijinkan oleh Hukum atau Peraturan setempat, apabila dijinkan pembakaran harus dilakukan pengawasan Pengukuran Banyaknya pembersihan serta pembongkaran ditentukan dalam meter persegi, dari hasil pembersinan serta pembongkaran yang sesungguhnya adalah yang dilaksanakan dalam pekerjaan_ itu Banyaknya tanah bagian teralas yang dikupas ditentukan datam meter persegi, dan hasil pengupasan sesungguhnya adalah yang dilaksanakan dalam pekerjaan itu. Volume dari clearing dan grubbing ditunjukan dengan perencanaan alau permintaan oleh Pejabat Pembuat Komitmen akan banyaknya m2 untuk pekerjaan tanah clearing dan grubbing. Untuk pembersihan pohon, volume dari pohon, ditentukan menurut ukuran diameter, ukuran cm dari pohon, akan dibayar menurut schedule dari ukuran pohon. Pembayaran Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang kriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan. Pembayaran dibuat pada harga satuan kontrak per meter-persegi uniuk clearing, Harga ini termasuk ganti-rugi penuh untuk semua ‘material dan semua tenaga kerja, perlengkapan, dan alatalat , dan yang diperlukan. Pembayaran dibuat pada harga satuan kontrak untuk clearing pohon Harga ini termasuk ganti-rugi penuh untuk semua material dan semua tenaga kerja, perlengkapan, dan alat-alat yang diperlukan 22 2 GALIAN 24 Umum A. Uraian B. 1) Pekerjaan ini terdiri dari penggalian, penanganan, pembuangan atau penumpukan tanah atau batu ataupun bahan-bahan lainnya dari jalan kendaraan dan sekitarnya yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan kontrak yang diterima 2) Pekerjaan ini biasanya diperlukan untuk pembuatan jalan air dan selokan-selokan, pembuatan parit atau pondasi pipa, gorong-gorong, saluran-saluran atau bangunan-bangunan lainnya, untuk pembuangan bahan-bahan yang tidak cocok dan tanah bagian atas, untuk pekerjaan stabilisasi dan pembuangan tanah longsoran, untuk galian bahan konstruksi atau: pembuangan bahan-bahan buangan dan pada umumnya pembentukan kembali daerah jalan, sesuai dengan spesifikasi ini dan dalam pemenuhan yang sangat bertanggung jawab terhadap garis batas, kelandaian dan potongan melintang yang ditunjukkan pada gambar rencana atau seperti diperintahkan oleh konsultan pengawas dan Pejabat pembuat komitmen iDireksi Teknis. 3) Terkecuali untuk tujuan pembayaran, persyaratan bab ini berlaku untuk semua pekerjaan galian yang dilaksanakan dalam hubungan dengan kontrak, termasuk pekerjaan- pekerjaan yang berkaitan dalam ®ab-bab lain, dan semua galian di klasifikasikan dalam satu atau dua kategori. Macam pekerjaan galian 1) Galian batu terdiri dari penggalian batu-batu besar dengan volume satu meter kubik atau lebin besar atau bahan konglomerat padat yang keras yang dalam pendapat konsultan pengawas dan Pejabat pembual komitmen /Direksi Teknis tidak praktis untuk menggali tanpa menggunakan peralatan kerja + 203 Penggalian memerlukan peledakan (blasting) apabila diizinkan oleh penguasa setempat . rockbreaker atau jackhammer atau peralatan lain yang sejenisnya. Ini tidak termasuk bahan batuan yang dalam pendapat konsultan pengawas dan Pejabat pembuat komitmen / Direksi Teknis dapat dibuat lepas dan dipecah-pecah oleh gandengan pembelah hidrolis atau bulkiozer 2) Semua penggalian iain akan dianggap sebagai galian biasa Galian biasa dibedakan menjadi dua kelompok yaitu galian biasa untuk material timbunan dan galian biasa sebagai bahan bangunan. Galan biasa harus mencakup selurun galian yang tidak diklasifikasikan sebagai galian batu dan masih dapat dilakukan dengan penggaru (ripper) tunggal yang ditarik oleh traktor dengan berat maksimum 15 ton dan tenaga kuda netto maksimum 180 PK (tenaga kuda) > Galian biasa untuk material timbunan Bahan galian yang memenuhi persyaratan yang akan digunakan sebagai material timbunan harus bebas dari bahan-bahan organik dalam jumlah yang merusak, seperti daun, rumput, akar dan kotoran. Galan biasa sebagai bahan konstruksi Bahan galian yang memenuhi persyaratan yang akan digunakan sebagai bahan konstruksi harus bebas dari bahan-bahan organik dalam jumlah yang merusak, dan dapat digunakan sebagai bahan konstruksi karena memenuhi spesifikasi ini Toleransi Ukuran Kelandaian, garis batas dan formasi akhir setelah penggalian tidak boleh berbeda dari yang ditentukan lebih besar 2 cm pada setiap titik, sedangkan untuk galian perkerasan tidak boleh berbeda lebih hk sari 1 cm dani yang disyaratkan. Pekerjaan yang tidak memenuhi toleransi ini harus diperbaiki sehingga diterima _konsultan pengawas dan Pejabat pembuat komitmen / Direksi Teknis Permukaan galian tanah maupun batu yang tidak sesuai dan terbuka terhadap aliran air permukaan harus cukup rata dan harus memiliki cukup kemiringan untuk menjamin pengaliran air yang bebas dari permukaan itu tanpa terjadi genangan Pemeriksaan di Lapangan 1) Untuk setiap pekerjaan galian yang dibayar di bawah Bab ini, ketinggian dan garis batasnya harus disetujui oleh konsultan pengawas dan Pejabat pembual komitmen / Direksi Teknis, sebelum Penyedia barang dan jasa memulai pekerjaan, 2) Sesudah masing-masing penggalian untuk lapis tanah dasar, formasi atau pondasi dipadatkan, Penyedia barang dan jasa harus memberitahukan hal tersebut kepada konsultan Pengawas dan Pejabat pembuat komitmen /Direksi Teknis, dan tidak ada bahan alas dasar atau bahan lainnya akan dipasang sampai konsultan pengawas dan Pejabat pembuat komitmen / Direksi Teknis telah menyetujui kedalaman penggalian dan kualitas serta kekerasan bahan pondasi Penjadwalan Pekerjaan 1) Pembuatan parit alau penggalian lainnya memotong jalan kendaraan harus dilaksanakan dengan menggunakan pelaksanaan setengah lebar atau secara lain diadakan perlindungan sehingga jalan tersebut dijaga tetap terbuka untuk talu lintas pada setiap waktu 2) Penyedia barang dan jasa harus menyerahkan kepada konsullan pengawas dan Pejabat pembuat komitmen / Direksi Teknis gambar rincian semua bangunan sementara yang diusulkan untuk digunakan, seperti penyangga, penguatan, cofferdam (bangunan sementara), dinding pemutus aliran Zz 2-8 F. Fembesan (cut off) dan bangunan-bangunan untuk pembelokan sementara aliran sungai serta harus mendapatkan persetujuan konsultan pengawas dan Pejabat pembuat komitmen /Direksi Teknis sesuai dengan gambar-gambar, sebelum melakukan pekerjaan galian yang dimaksudkan penyedia barang dan jasa telah menyelesaikan pekerjaan pengamanan dengan bangunan-bangunan yang diusulkan tersebut Penggunaan dan Pembuangan Bahan-bahan Galian 1) Semua bahan-bahan galian yang dapat dipakai di dalam batas- batas dan lingkup kerja proyek, dimana mungkin akan digunakan dengan cara yang paling efektif, untuk pembuatan formasi pematang atau untuk urugan kemball 2) Bahan-bahan galian yang berisikan tanah-tanah organis, gambut, berisikan akar-akar atau barang-barang tumbuhan yang banyak, dan juga tanah yang mudah mengembang, yang menurut pendapat konsultan pengawas dan Pejabat pembuat komitmen / Direksi Teknis akan menghalangi dalam pemadatan bahan lapisan di atasnya atau dapat menimbulkan suatu penurunan yang tidak dikehendaki atau kehancuran, akan diklasifikasikan sebagai tidak cocok digunakan sebagal urugan dalam pekerjaan. 3) Setiap bahan yang melebihi kebutuhan untuk timbunan, atau setiap bahan yang disetujui konsultan pengawas dan Direksi Teknis menjadi bahan yang tidak cocok untuk urugan, harus dibuang dan diratakan dalam lapisan-lapisan tipis oleh Penyedia barang dan jasa diluar jalan seperti yang diperintahkan oleh kansultan pengawas dan Pejabat pembuat kamitmen /Direksi Teknis 4) Penyedia barang dan jasa akan bertanggung jawab untuk semua penyelenggaraan dan biaya-biaya bagi pembuangan bahan-bahan kelebihan atau bahan tidak cocok, termasuk 7 2-6 pengangkutannya dan mendapatkan izin dari pemilk atau penyewa lahan dimana buangan tersebut dilakukan. G. _ Pengamanan Pekerjaan Galian 4) Selama pekerjaan penggalian. kemiringan galian yang stabil yang mampu menyangga bangunan-bangunan, struktur atau mesin-mesin disekitamya harus dijaga pada seluruh waktu, serta harus dipasang penyangga dan penguat yang memadal bila permukaan galian yang tidak ditahan dengan cara lain dapat menjadi tidak stabil. Bila diperlukan, Penyedia barang dan jasa harus menopang struktur-struktur disekitarnya yang mungkin menjadi tidak stabil atau menjadi berbahaya oleh pekerjaan galian 2) Alat-alat berat untuk pemindahan tanah, pemadatan atau maksud-maksud sejenisnya, tidak diizinkan bedi atau beroperasi lebih dekat dari 7,5 meter dari ujung part terbuka atau galian pondasi, terkecuali pipa-pipa atau struktur telah selesai dipasang dan ditutup dengan paling sedikit 60 cm urugan dipadatkan. g Bendungan sementara, dinding pemotong aliran rembesan atau sarana-sarana lain yang mengeluarkan air dari galian, harus gidesain secera baik dan cukup kuat untuk menjamin tidak teriadinya roboh mendadak, dimungkinkan mampu mengalirkan secara cepat bahaya banjir pada struktur. 4) Sema galian terbuka harus dipasang rintangan yang memadal untuk menghindari tenaga kerja atau lain-lainnya jatuh dengan tidak sengaja ke dalam galian dan setiap galian terbuka di dalam daerah badan perkerasan atau bahu perkerasan, sebagai tambahan harus diberi marka pada malam hari dengan drum dicat putih (atau semacamnya) dengan lempu merah. sehingga diterima konsultan pengawas dan Pejabat pembual komitmen / Direksi Teknis. 7\ 27 22 5) Penyedia barang dan jasa harus bertanggung jawab untuk mengadakan perlindungan bagi setiap pipa bawah tanah yang berfungsi, kabel-kabel, konduit atau struktur di bawah permukaan lain yang dapat dipengaruhi dan harus bertanggung jawab untuk biaya perbaikan setiap kerusakan yang disebabkan oleh operasinya Perbaikan Penggalian yang Tidak Diterima Pekerjaan galian yang tidak memenuhi kriteria toleransi_ yang diberikan harus diperbaiki oleh Penyedia barang dan jasa_ sebagai benkut 1) Bahan-bahan yang tersisa (karena penggalian yang tidak efisien) harus dibuang dengan galian berikutnya. 2) Daerah yang telah terlanjur digali, atau daerah dimana telah bercerai berai atau berjatuhan, harus diurug kembali dengan urugan pilihan atau bahan pondasi bawah/pondasi atas yang mana yang dapat diterapkan, sehingga diterima konsultan pengawas dan Pejabat pembuat komitmen / Direksi Teknis. Pelaksanaan Pekerjaan Prosedur Umum 1) Pekerjaan galian harus dilaksanakan dengan sekeci! mungkin terjadi gangguan terhadap bahan-bahan di bawah dan di luar batas galian yang ditentukan sebelumnya. 2) Bila bahan tersebut yang nampak keluar di atas garis formasi atau tanah dasar atau permukaan pondasi adalah dalam kondisi lepas-lepas atau lunak atau secara lain tidak cocok dalam pendapat konsultan pengawas dan Pejabat pembuat komitmen Direksi Teknis, bahan itu harus dibuang seluruhnya dan diganti dengan urugan yang cocok, seperti diperintahkan as 28 4) konsultan pengawas dan Pejabat pembuat komitmen / Direksi Teknis. Oimana batu, lapisan keras atau bahan tidak dapat dihancurkan lainnya ditemukan berada di atas garis formasi untuk saluran yang dilapisi, atau penggalian permukaan untuk perkerasan dan bahu perkerasan, atau di atas bagian dasar parit pipa atau galian pondasi struktur, bagian tersebut harus digali_ terus sedalam 20 cm sampai satu permukaan yang merata dan halus. Tidak ada runcingan-uncingan batu akan ditinagalkan menonjol dari permukaan yang nampak keluar dan semua bahan-bahan yang lepas-lepas harus dibuang. Profil galian yang telah ditetapkan harus dikembalikan dengan pengurugan kembali dan dipadatkan dengan bahan pilihan yang disetujul oleh konsultan pengawas dan Pejabat pembuat komitmen / Direksi Tekris. Setiap bahan muatan diatas harus disingkirkan dari tebing yang tidak stabil sebelum penggalian dan talud tebing halus dipotong menurut sudut rencana talud Untuk tebing yang tinggi harus dibuatkan barometer pada setiap ketinggian tebing 5,0 m yang sesuai dengan gambar standar. Untuk perlindungan tebing terhadap erosi, akan dibuatkan saluran cut off (penutup aliran rembesan) dan saluran pada kaki febing sebagaimana ditunjukan pada Gambar Rencana atau sebagaimana diperintahkan oleh konsultan pengawas dan Pejabat pembuat komitmen / Direksi Teknis di lapangan Daerah-daerah yang baru selesai digali, secepatnya harus dilindungi juga dengan penyediaan lempengan rumput atau tanaman-tanaman lain yang disetujui Sejauh mungkin dan seperti diperintahkan oleh konsultan pengawas dan Pejabat pembuat komitmen / Direksi Teknis, Penyedia barang dan jasa harus menjaga galian tersebut bebas air dan harus melengkapi dengan pompa-pompa Ae peralatan dan tenaga kerja, serta membuat tempat air Mengumpul, saluran sementara atau tanggul sementara seperlunya untuk mengeluarkan atau membuang air dari daerah-daerah disekitar galian Penggalian untuk Bahan Urugan 1) Lubang-lubang bahan galiar apakah berada dalam kawasan Proyek atau dimana saja, harus digali sesuai dengan ketentuan-ketentuan spesifikasi ini 2) Persetujuan untuk membuka satu daerah galian baru, atau meng-operasikan daerah galian yang ada, harus diperoleh dari konsultan pengawas dan Pejabat pembuat komitmen / Direksi Teknis secara tertulis sebelum suatu operasi galian dimultai 3) Lubang-lubang harus dibatasi apabila lubang-lubang tersebut mengganggu drainase asii atau drainase yang didesain. 4) Di sisi daerah yang miring, lubang-lubang galian bahan diatas sisi jalan yang lebih tinggi, harus dibuat landai dan dibuat mengalirkan air untuk membawa semua air permukaan ke saluran tepi dan ke gorong-gorong di dekatnya tanpa terjadi genangan §) Ujung dari satu lubang galian bahan tidak boleh lebih dekat dari 2 meter dari kaki satu tanggul atau 10 meter dari bagian puncak satu galian 6) Semua lubang galian bahan atau sumber bahan yang digunakan oleh Penyedia barang dan jasa_harus ditinggalkan dalam kondisi yang rapih dan teratur dengan sisi dan talud yang stabil setelah pekerjaan selesai 7) Penentuan Quarry dilakukan oleh Penyedia barang dan jasa minimum 3 Quarry atau sesuai dengan volume timbunan yang dibutunkan. 2-10 23 24 c. Pembongkaran Bangunan Sementara 1) Kecuali diperintahkan tain olen konsultan pengawas dan Pejabat pembuat komitmen / Direksi Teknis, semua struktur sementara seperti tanggul sementara atau penyangga penguat, harus dibongkar oleh Penyedia barang dan jasa_setelah selesainya struktur permanen atau pekerjean lain untuk mana galian itu telah dilaksanakan 2) Bahan-bahan yang dikumpulkan dari bangunan-bangunan sementara tersebut tetap menjadi milk Penyedia barang dan jasa_ atau mungkin jika disetujui dianggap cocok oleh konsultan pengawas dan Pejabat pembuat komitmen / Direksi Teknis, disatukan ke dalam pekerjaan permanen dan dibayar dibawah item pembayaran yang relevan dimasukkan ke dalam Daftar Penawaran 3) Setiap bahan galian yang dapat diizinkan sementara dipasang di dalam satu jalan air, harus dibuang dalam satu cara sehingga tidak merusak jalan air, Semua permukaan akhir urugan yang nampak keluar harus cukup halus dan seragam, dan mempunyai kemiringan yang cukup menjamin limpasan bebas air permukaan Pengukuran Volume galian ditunjukan dengan perencanaan atau permintaan oleh Pejabat Pembuat Komitmen akan banyaknya m3. untuk pekerjaan galian Pembayaran Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang at 211 kriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan 3. URUGAN 3.4 A. Umum Uraian ‘) Pekerjaan ini terdiri dari mendapatkan, —mengangkut, penempatan dan memadatkan tanah atas bahan berbutir yang disetujui untuk pembangunan landas pacu, taxiway, apron, pengurugan kembali parit-parit atau galian disekeliling pipa atau struktur serta pengurugan sampai kepada garis batas, kemiringan dan ketinggian penampang melintang yang ditentukan atau disetujui Pekerjaan tersebut tidak termasuk pemasangan bahan filter pillhan sebagai alas dasar untuk pipa atau saluran beton, atau sebagai bahan drainase porous yang disediakan untuk drainase di bawah permukaan, Bahan-bahan ini dimasukkan dalam Spesifikasi-spesifikasi ini Jenis Urugan 4) a. Urugan yang dicakup oleh persyaratan-persyaratan bab ini terdiri dari urugan biasa, urugan pilihan dan urugan dari dalam. Urugan biasa > Bahan yang dipilih sebaiknya tidak termasuk tanah yang berplastisitas tinggi yang diklasifikasikan menurut SNI-03- 6797-2002 atau menurut Unified Soil Classification System (USCS). Urugan bila diuji dengan SNI 03-1744-1989, harus memiliki nilai CBR tidak kurang dari 4 % atau tidak kurang dari 6% apabila ditentukan oleh pemberi tugas (CBR laboratorium setelah perendaman 4) seperti yang ditentukan oleh SNI 03-1742-1989. > Urugan yang diklasifikasikan sebagai urugan biasa harus terdiri dari bahan galian tanah atau bahan galian batu yang disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis 212 sebagai bahan yang memenuhi syarat untuk dipergunakan dalam pekerjaan mencakup semua material yang dalam Klasifikasi fest ASTM D 2487 dikenal sebagai GW, GP, GM, GC, SW, SP, SM dan SC. > Bahan urugan biasa tidak boleh dari bahan galian tanah yang mempunyai sifat- sifat sebagai berikut: = Tanah yang mengandung organik seperti jenis tanah OL, ML, OH dan Pt dalam sistem USCS dan tanah yang mengandung daun, rumput , akar dan sampah Tanah yang mempunyai sifat kembang susut tinggi dan sangat tinggi dalam kiasifikasi Van Der Merwe, Carter dan Bentley dengan ciri-ciri memiliki Indeks Plastisitas (1P) lebih dari $5% atau Liquid Limit (LL) lebih besar dari 40% dan/atau memilki kandungan mineral dominan Na- Montmorillonite. b. Urugan pilihan > Urugan yang diklasifikasikan sebagai urugan pilihan harus terdiri dari bahan tanah atau batu yang memenuhi semua ketentuan untuk urugan biasa dan sebagai tambahan harus memiliki sifat — sifat tertentu yang terkandung dari maksud penggunaanya, seperti diperintahkan atau disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Pekerjaan. Dalam segala hal, seluruh urugan pilihan, bila diuji sesuai dengan SN! 03- 4744-1989, memiliki nilai CBR paling sedikit 10 % setelah 4 hari perendaman, seperti jenis tanah GW, GP, GC, GM, SW, SP dan SM dalam sistem Unified Soil Classification System (UCSC) > Urugan pilihan digunakan pada kondisi tanah lunak seperti rawa-rawa, tanah payau, atau tanah yang selalu terendam air dimana diperlukan satu tanah urugan dengan plastisitas 2-13 rendah (bahan berbutir), dan juga dimana_ stabilisasi tanggul, talud yang terjal atau tanah dasar harus ditimbun sampai ketinggian dan pemadatan yang tertentu. Urugan pilinan dari bahan sirtu atau kerikil atau bahan berbutuir bersih lainya dengan persyaratan > 1.8 ton/m3 dan sudut geser @ 2 20° dan Index Plastisitas maksimum 6 % Urugan dari Dalam Urugan dari dalam adalah urugan tanah yang bersal dari penggalian tanah di dalam area bandar udara. Penggunaan tanah urugan dari dalam area bandar udara dimaksudkan untuk memanfaatkan tanah galian sebagai upaya efisienst dan optimalisasi. anggaran. Urugan dari dalam dapat digunakan untuk timbunan di bawah area konstruksi maupun timbunan di luar konstruksi sesuai dengan _petunjuk Konsultan Pengawas atau Direksi Teknis, Tanah dari dalam area bandar udara dapat digunakan sebagai bahan urugan apabila diklasifikasikan menurut SNI- 03-8797-2002 atau menurut Unified Soil Classification System (USCS). Urugan bil diuji dengan SNI 03-1744- 1989, harus memiliki nilai CBR tidak kurang dari 4 % (CBR setelah perendaman 4 hari seperti yang ditentukan olen SNI 03-1742-1989. Bahan urugan biasa tidak boleh dari bahan galian tanah yang mempunyai sifat- sifat sebagai berikut: + Tanah yang mengandung organik seperti jenis tanah OL, ML, OH dan Pt dalam sistem USCS dan tanah yang mengandung daun, rumput , akar dan sampan, * Tanah yang mempunyai sifat kembang susut tinggi dan sangat tinggi dalam klasifikasi Van Der Merwe, Carter dan Bentley dengan ciri-ciri memiliki Indeks Plastisitas (IP) lebih dari §5% atau Liquid Limit (LL) lebih besar dari 40% dan/atau memiliki kandungan mineral dominan Na- Montmorillonite 2) Persyaratan Pemadatan untuk Urugan. a) Untuk areal dimana akan dibuat konstruksi perkerasan, semua lapisan timbunan yang berada dibawah elevasi 1m sampai dengan 3 m dari permukaan subgrade harus dipadatkan sekurang kurangnya 90% terhadap Maximum Dry Density (MDD) pada Optimum Moisture Content (OMc), b) Semua timbunan yang lebih dari 30 cm sampai dengan kedalaman 1 meter dibawah permukaan tanah dasar harus dipadatkan sampai 95 % MDD pada OMC. ©) Semua timbunan di bawah strukiur konstruksi sampal kedalaman 30 cm harus dipadatkan sampai mencapai 100% MOO pada OMC. @) Pada daerah airsirip untuk lapisan teratas setebal 150 mm harus dipakai material timbunan tertentu yang sudah disetujui konsultan pengawas dan Pejabat Pembuat Komitmen 3) Toleransi Ukuran a. Ketinggian dan kemiringan akhir pematang tanah dasar dan bahu jalan, setelah pemadatan tidak boleh ada dua sentimeter lebih tinggi atau 2 cm lebih rendah dari yang ditentukan atau disetujui b. Semua permukaan akhir urugan yang nampak keluar harus cukup halus dan seragam, dan mempunyai kemiringan yang cukup menjamin limpasan bebas alr permukaan | 215 ¢, Permukaan akhir talud pematang tidak boleh berbeda dari garis profil yang ditentukan lebih dari 19 cm . Timbunan tidak boleh dihampar dalam lapisan dengan tebal padat lebih dari 20 cm atau dalam lapisan dengan tebal padat kurang dari 10 cm. 4) Conteh tana untuk urugan Penyedia barang dan jasa harus menyerahkan kepada konsultan pengawas dan Pejabat pembuat komitmen /Direksi Teknis hal-al berikut ini paling sedikit 14 hari sebelum mulai digunakannya setiap bahan sebagai urugan Beberapa contoh bahan yang akan digunakan untuk timbunan minimum dua karung masing-masing §0 kg untuk satu tempat pengambilan tanah / quarry Dua contoh bahan dengan berat masing-masing 50 kg. salah satu dari bahan tersebut akan disimpan di direksi ket oleh konsultan pengawas dan Pejabat pembuat komitmen / Direksi Teknis sebagai acuan selama jangka waktu kontrak * Setiap Pindah Quarry Penyedia barang dan jasa harus melakukan pengujian tanah kembali + Surat pernyataan mengenai asal dan komposisi setiap bahan yang diusulkan sebagai bahan urugan_pilihan bersama-sama dengan hasil pemeriksaan yang menyatakan bahwa bahan tersebut memenuhi Spesifikasi. 5) Pelaksanaan Pekerjaan Urugan tidak boleh dilaksanakan, dipasang, dihampar atau dipadatkan selama hujan atau kondisi basah dan pemadatan tidak dapat dikontrol. 6) Perbaikan Urugan yang Tidak Diterima atau tidak stabil a) Urugan terakhir yang tidak memenuhi penampang melintang yang ditentukan atau disetujui atau dengan toleransi permukaan yang ditentukan dalam tabel 2.2, harus diperbaiki dengan membuat terurai permukaan tersebut, dan membuang atau menambah bahan-bahan yang diperlukan diikuti dengan pembentukan dan pemadatan kembali b) Urugan yang terlalu basah untuk pemadatan, dalam hal batas-batas kandungan kelembutan seperti yang ditentukan dan diperintahkan oleh konsultan pengawas dan Pejabat pembuat kamitmen / Direksi Teknis, harus diperbaiki dengan menggaruk bahan tersebut sampai kedalaman 15 cm atau seperti penebaran urugan, masing-masing lapisan harus dipadatkan menyeluruh dengan peralatan pemadatan yang cocok dan memadai yang disetujui oleh konsultan pengawas dan Pejabat pembuat komitmen / Direksi Teknis sampai kepada persyaratan-persyaratan kepadatan berikut - Lapisan-lapisan yang lebih dari 30 cm dibawah permukaan tanah dasar harus dipadatkan sampai 95% kepadatan kering standar maksimum yang ditetapkan sesuai AASHTO T99. Untuk tanab-tanah yang berisi lebih dari 19% bahan- banan yang terlahan diatas saringan 19 mm, maka kepadatan kering maksimum yang didapat harus disesuaikan untuk bahan-bahan oversize (kelewat besar) tersebut seperti diperintahkan oleh konsultan pengawas dan Pejabat pembuat komitmen / Direksi Tekris. Lapisan-lapisan di dalam 30 cm atau kurang, dibawah permukaan tanah dasar, harus dipadatkan sampai 100% \ 217 kepadatan kering standar maksimum yang ditetapkan sesuai AASHTO TSO 0,3 = 100 % MDD pada OMC. 0,3~ 1m295 % MDD pada OMC. 1=3m > 90 % MDD pada OMC MDD = Maximuin Dry Density OME = Optimurn Moisture Comen. y Tergantung kepada jenis pelaksanaan dan persyaratan khusus konsultan pengawas dan Pejabat pembuat komitmen / Direksi Teknis, pengujian-pengujian kepadatan di lapangan dengan methoda kerucut pasir harus dilakukan di atas masing-masing lapisan urugan yang telah didapatkan, sesuai dengan AASHTO T1941 (PB. 0103-76) dan jika hasil sesuatu pengujian menunjukan bahwa kepadatannya kurang dari kepadatan yang diminta, Penyedia barang dan jasa harus _memperbaiki pekerjaan tersebut sesuai dengan kedalaman penuh lapisan dan dilokasi yang ditunjukkan oleh konsultan pengawas dan Pejabat pembuat komitmen / Direksi Teknis, yang tidak boleh berjarak Jebih dari 200 m. ©) Pemadatan urugan tanah harus dilakukan hanya bila kadar air bahan tersebut berada didalam batas 3% kurang dari kadar air optimum sampai 1% lebih dari kadar air optimum Kadar air optimum akan ditetapkan sebagai kadar air dimana kepadatan kering maksimum dicapai bila tanah tersebut dipadatkan sesuai dengan AASHTO T99, { 2-18 d) Urugan timbunan harus dipadatkan dimulai pada ujung Paling luar serta masuk ketengah dalam satu cara dimana masing-masing bagian menerima desakan pemadatan yang sama. e) Jika bahan urugan harus ditempatkan di atas kedua sisi sebuah pipa atau saluran beton atau __ struktur, pelaksanaannya harus sedemikian sehingga _urugan tersebut dibentuk sampai ketinggian yang hampir sama di atas kedua sisi struktur. 1) Terkecuali disetujui oleh konsultan pengawas dan Pejabat pembuat komitmen / Direksi Teknis, urugan disekitar ujung satu box culvert tidak boleh ditempatkan lebih tinggi dari dasar dinding belakang atau kepala box culvert sampai bangunan atas dipasang 9) Urugan ditempat-tempat yang sulit dicapai oleh peralatan pemadatan harus ditempatkan dalam _lapisan-lapisan horisontal dengan bahan-bahan ‘epas ketebalan tidak melebihi 20 cm dan dipadatkan menyeluruh menggunakan mesin pemadat yang disetujui. Harus diberikan perhatian khusus untuk menjamin tercapainya pemadatan yang diterima di bawah dan di samping pipa-pipa, untuk mencegah rongga-rongga dan untuk menjamin pipa-pipa tersebut mendapat dukungan sepenuhnya 3.2. Pengendalian Mutu a. Test Laboratorium Test untuk kondisi kualitas bahan urugan harus dilaksanakan kedua-duanya untuk sumber pengadaan dan test ditempat seperti diperintahkan konsultan pengawas dan Pejabat pembuat komitmen | 219 / Direksi Teknis, untuk dapat memenuhi persyaratan-persyaratan Spesifikasi ini. Test Laboratorium berikut ini dijadikan rujukan (referensi) Tabel 2.1 Test Laboratorium Bahan Urugan | Test Judul Singkat | | asTM D421 Dry preparation dari sample tanah ! | ASTMD422. | Particle size analysis ASTM D 427 Shrinkage factors Specific Gravity tanah Test Lapangan ASTM D1556 | Ia-sifu density, sand cone [astm pasa iE | | astm p1ss7 | Moisture-Density relation (metoda D} | ASTM 1883 | Bearing Ratio of laboratory compacted —_| ASTM 02217 | Wet preparation dari sample tanan | (astm o2ae7 | Giesstication of sos al ASTM 04318 | fae Limit, Plastic Limit and Plasticity of | ASTM 02167 | _ In-situ: density. rubber balloon b. Pengendalian Lapangan Test Pengendalian Lapangan berikut ini harus dilaksanakan untuk memenuhi persyaratan Spesifikasi, Penyedia barang dan jasa harus menyediakan semua bantuan yang diperiukan dalam bentuk tenaga kerja. pengangkutan dan pengujian. 2-20 Tabel 2. 2 Persyaratan Pengendalian Lapangan Test Pengendalian Pengujian kepadatan urugan padat di lapangan (Test Sand cone) (AASHTO T 191) {SNI 03-1976-1990) Penentuan CBR Lapangan Urugan Padat Pengujian Permukaan (Surface Test) c. Percobaan Pemadatan 1) Sebelum pekerjaan pemadatan tanah dilakukan, Prosedur Untuk menentukan hubungan | kepadatan dan kadar air pemasangan. | Harus dilaksanakan setiap layer/lapis | atau setiap 1000 m3 bahan timbunan | sampai kedalaman penuh | Urugan ditempatkan dalam lapisan di bawah formasi konstruksi, harus diuji setiap 200 m2 | Untuk urugan kembali di sekeliling struktur atau di dalam parit gorong- | gorong, paling sedikit satu test untuk setiap bagian urugan kembali selesai dipasang. Eee Dengan menggunakan alai CBR) lapangan, di lokasi yang diminta oleh | Konsultan Pengawas dan Teknis dan | dilakukan setiap 1000 m2 | Permukaan harus diuji untuk kerataan serta ketepatan kemitingan Jika perlu bagian yang kurang rata maupun | kemiringan atau ketinggian kurang tepat maka tanahnya harus dibuang, | ditmbun kembali, dipadatkan lagi, | sampai diperoleh kerataan, kemiringan, dan ketinggian yang diperlukan. Permukaan yang sudah selesai tidak | boleh selisin lebih dari 12 mm jika ditest dengan tongkat lurus panjang 3 meter yang dilaksanakan sejajar tegak lurus dengan garis tengah. Penyedia barang dan jasa harus melaksanakan percobaan pemadatan dengan setiap material yang akan dipakai untuk timbunan baik itu material dari luar maupun dari hasil ekskavasi Penyedia barang dan jasa harus menyerahkan metoda kerja pemadatan kepada Pejabat Pembuat Komitmen untuk mendapatkan persetuuan tentang cara kerja yang akan dilaksanakan. t 2-2 2) 3) 5} Percobaan pemadatan merupakan suatu demonstrasi pekerjaan olen Penyedia barang dan jasa untuk mendapatkan persetujuan dari Pejabat Pembuat Komitmen tentang metoda yang diusulkan. Bilamana dalam demonstrasi tersebut kualitas yang dipersyaratkan tidak dapat dicapai, konsultan pengawas dan Pejabat Pembuat Komitmen berhak memerintahkan Penyedia barang dan jasa untuk mengulanginya. Pekerjaan percobaan ini tidak dibayar. Percobaan pemadatan termasuk tes faboratorium dan tes lapangan sesuai yang disyaratkan. Penyedia barang dan jasa harus menyampaikan semua hasil tes kepada konsultan pengawas dan Pejabat Pembuat Komitmen Prosedur percobaan meliputi areal percobaan dengan luas tidak kurang dari 30 meter x 15 meter pada lokasi yang telah disetujui oleh konsultan pengawas dan Pejabat Pembuat Komitmen, dengan ketebalan yang sama tetapi dengan kadar air yang berbeda dengan y Sekurang kurangnya 10 lintasan dengan pneumatic (yred dengan berat yang akan ditentukan kemudian oleh konsultan pengawas dan Pejabat Pembuat Komitmen pada saat percobaan > Sekurang kurangnya 10 jintasan menggunakan perelatan lain sesuai petunjuk konsultan pengawas dan Pejabat Pembuat Komitmen > Metoda lain yang diusulkan Penyedia barang dan jasa untuk dapat mencapai persyaratan Dengan cara tersebut pemadatan maksimum yang dapat dicapai_ dengan kadar air dan peralatan tertentu. Untuk keperluan ini mungkin subgrade perlu disiram dengan air selama beberapa jam sebelum pekerjan percobaan pemadatan dilaksanakan 2-22 6) Menindak lanjuti pemadatan percobaan, Penyedia barang dan jasa_harus menyampaikan kepada konsultan pengawas dan Pejabat Pembuat Komitmen usulan metoda pemadatan untuk setiap jenis material yang akan dipakai dalam pekesjaan Usulan Penyedia barang dan jasa_harus mencakup juga jumlah dan tipe peralatan, berat dan tekanan roda bila dipakai pneumatic tired roller, cara memperoleh kadar air yang diperlukan, jumlah lintasan dan tebal hamparan sebelum dipadatkan, 7) Bila Pejabat Pembuat Komitmen berpendapat bahwa hasil pemadatan percobaan telah sesuai_ dengan yang dipersyaratkan, maka Pejabat Pembuat Komitmen akan memberikan persetujuan terhadap metoda yang diusulkan Penyedia barang dan jasa Bila Pejabat Pembuat Komitmen tidak menyetujui usulan Penyedia barang dan jasa make Penyedia barang dan jasa_harus menyerahkan secara tertulis, amandemen usulan untuk pemadatan dan bila diperlukan mengadakan percobaan ulang. 8) Selanjutnya dalam pelaksanaan pekerjaan_ pemadatan Penyedia barang dan jasa harus tetap mengikuti prosedur yang telah disetujui oleh konsultan pengawas dan Pejabat Pembuat Komitmen untuk setiap material yang akan dipadatkan dan hasil pemadatan harus memenuhi persyaratan 9) Meskipun metoda dan rencana Penyedia barang dan jasa telah disetujui konsultan pengawas dan Pejabat Pembuat Komitmen, Penyedia barang dan jasa haus bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaan tanah sesuai dengan gambar dan persyaratan yang telah ditentukan. 2-23 3.3. Pengukuran Volume urugan ditunjukkan dengan perencanaan atau permintaan oleh Pejabat Pembuat Komitmen akan banyaknya m3_ untuk pekerjaan urugan 3.4 Pembayaran Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang kriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan 2-24 4, PENYIAPAN TANAH DASAR 4A A Umum Uraian Pekerjaan ini terdiri dari menyiapkan tanah dasar yang langsung terletak di bawah konstruksi landasan, dalam keadaan siap menerima struktur perkerasan atau bahu landasan. Tanah dasar tersebut meluas sampai lebar penuh dasar konstruksi seperti dilunjukkan pada gambar, dan dapat dibentuk di atas timpunan biasa, timbunan pilihan, galian batu atau diatas bahan filter porous. Toleransi Ukuran 1) Kemiringan dan ketinggian akhir setelah pemadatan, tidak boleh berbeda satu sentimeter lebih tinggi atau lebih rendah dari pada yang ditetapkan atau diatur di lapangan dan disetujui oleh konsultan pengawas dan Direksi Teknis 2) Permukaan akhir tanah dasar akan dibuat miring melintang jalan seperti yang ditetapkan atau ditunjukkan pads gambar dan dibuat cukup rata serta seragam untuk menjamin limpasan air permukaan yang bebas Penjadwalan Pekerjaan 1) Sebelum pelaksanaan pekerjaan semua pekerjaan drainase (Gorong-gorong. pipa porous dan bangunan-bangunan kecil lainnya) yang diletakkan di bawah tanah dasar atau disebelah tanah dasar harus diselesaikan dan dapat berfungsi dengan baik sehingga dapat menyediakan drainase yang efektif bagi limpasan air permukaan dari tanah dasar selama hujan ataupun sebagian hasil banjir dari daerah sekitarnya. 2) Penyiapan tanah dasar apabila telah memenuhi spesifikasi harus diikuti dengan penghamparan lapis pondasi bawah apabila jarak pelaksanaan terlalu jauh dikhawatirkan tanah dasar menjadi rusak, luas pekerjaan penyiapan tanah dasar 7 harus dibatasi sehingga daerah tersebut masih dapat dipelinara dengan peralatan yang ada. Penyedia barang dan jasa harus mengatur penyiapan tanah dasar dengan material perkerasan lapisan selanjutnya D. — Pengendalian Lalu Lintas 1) Pengendalian lalu lintas harus dilakukan oleh Penyedia barang dan jasa sesuai dengan persyaratan umum kontrak, dan sampai disetujui oleh konsultan pengawas dan Direksi Teknis. 2) Penyedia barang dan jasa_harus berlanggung jawab terhadap semua konsekwensi alu lintas yang diizinkan lewat oi atas tanah dasar, selama pelaksanaan pekerjaan dan Penyedia barang dan jasa_harus melarang lalu lintas tersebut bilamana mungkin dengan menyediakan satu jalan pengalinan atau pembangunan setengah lebar jalan. Perbaikan Penyiapan Tanah Dasar yang Tidak Diterima 1) Persyaratan yang ditetapkan datam Seksi "Galian', dan Seksi "Urugan", harus diterapkan untuk semua penyiapan tanah dasar dimana hal ~ hal tersebut sangat relevan (berkaitan). 2) Penyedia barang dan jasa akan memperbaiki atas biaya Penyedia barang dan jasa — sampai disetujui_ konsultan pengawas dan Direksi Teknis, setiap alur bekas roda, gundukan dan kerusakan-kerusakan lain yang diakibatkan oleh Jalu lintas atau tenaga kerja Penyedia barang dan jasa_atas tanah dasar yang sudah selesai. 3) Penyedia barang dan jasa akan memperbaiki sebagaimana Giperintahkan konsultan pengawas dan Direksi Teknis, setiap kemerosolan tanah dasar disebabkan oleh kekeringan dan retak-retak. atau dari kebanjiran ataupun kasus alami Jainnya Pekerjaan tersebut akan dimasukkan untuk pembayaran di bawah bab ini, terkecuali konsultan pengawas dan Direksi k 2-26 42 43 Teknis menganggap kerusakan-kerusakan tersebut disebabkan oleh kelalaian Penyedia barang dan jasa Bahan-Bahan Bahan tanah dasar dan kualitasnya harus sesuai dengan persyaratan yang berkaitan untuk timbunan biasa, timbunan pilihan atau galian tanah dasar yang ada. Bahan-bahan yang digunakan dalam masing-masing keadaan harus seperti diperintahkan konsultan pengawas dan Direksi Teknis, dan harus dipasang seperti yang ditetapkan pada Bab sebelumnya Pelaksanaan Pekerjaan Penyiapan Lapangan untuk tanah dasar dari mulai alat berat dan alat bantu lainnya serta tenaga kerja telah siap, patok elevasi dan batas telah terpasang untuk acuan area pekerjaan yang akan dikerjakan. Penggalian dan pengurugan untuk tanah dasar harus seperti yang ditetapkan pada sub bab sebelumnya dalam spesifikasi ini. Penyedia barang dan jasa_harus menyediakan dan menggunakan mal logam dan mistar logam untuk memeriksa punggung atau kemiringan melintang, Bilamana diminta oleh konsultan pengawas dan Direksi Teknis ketinggian lapangan harus diperiksa dengan alat survai ketinggian. Pemadatan Tanah Dasar Pemadatan lapisan tanah di bawah permukaan tanah dasar harus dilaksanakan sesuai dengan persyaratan spesifikasi yang diberikan pada Sub Bab sebelumnya. Spesifikasi-spesifikasi ini 1) Lapisantapisan yang lebin dari 30 cm di bawah permukaan tanah dasar harus dipadatkan sampai 95% kepadatan kering maksimum yang ditetapkan sesuai dengan AASHTO T99. \ 2-27 44 45 46 2) Lapisan-lapisan yang berada pada 30 cm atau kurang, dan sampai permukaan tanah dasar harus dipadatkan sampai 100% kepadatan kering maksimum Pengendalian Mutu Pengujian-pengujian kualitas untuk kepadatan di lapangan dan daya dukung harus dilakukan untuk setiap 200 m? sesuai dengan persyaratan spesifikasi sebelumnya yaitu dengan uji sand cone test untuk mendapatkan fingkat kepadatan dilapangan. CBR minimum untuk tanah dasar sesuai gambar rencana yang disesuaikan dengan lokasi landasan. Bilamana hal ini tidak dapat dicapai, maka perlu diperbaiki material yang ada dengan merubah ketebalan, menambah jumlah lintasan atau meningkatkan berat alat pemadat, atau perbaikan tanah dasar bawah / bahan timbunan pilinan sampai ketebalan yang diperintahkan oleh konsultan pengawas dan Direksi Teknis Pengukuran Banyaknya galian dan / atau timbunan yang harus dibayar adalah jumlah meter persegi yang diukur dari posisi aslinya dan jumlah biaya harus diperhitungkan dari agreed cross section. Pembayaran Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang xriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan 2-284 5. GALIAN SALURAN BA 5.2 53 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini akan terdiri dari galian parit baru, balk untuk pekerjaan saluran tetap atau sementara. Galian parit yang adanya untuk menjamin aliran air yang bebas tanpa genangan, sesuai dengan spesifikasi dan dengan garis, ketinggian serta rincian yang terlihat pada garnbar atau sebagaimana diarahkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen. Pekerjaan tersebut juga meliputi_perpindahan atau perlindungan aliran, kanal irigasi atau saluran air lainnya yang ada yang akan mengalami gangguan, baik gangguan yang bersifat sementara maupun tetap dalam rangka pelaksanaan penyelesaian pekerjaan kontrak yang diterima Toleransi Dimensi Dimensi galian harus dapat menjamin aliran air yang bebas dan tanpa genangan pada perioda aliran kecil. Alinyemen gatian parit dan profil penampang melintang yang telah selesai tidak boleh berbeda dengan yang telah ditentukan atau disetujui sebelumnya Metode Pekerjaan Penyedia barang dan jasa harus menjamin sepanjang waktu drainase pekerjaan yang layak dengan menjadwalkan konstruksi galian parit sedemikian, sehingga drainasi berfungsi sebelum pekerjaan timbunan dan struktur perkerasan dimulai. Bila diperlukan pemompaan air harus dilaksanakan untuk = menjamin bahwa air _ tidak menggenangi pekerjaan \ 2-28 54 Pemelinaraan periodik baik galian parit sementara maupun Permanen juga harus dijadwalkan sedemikian rupa, sehinga suatu aliran air yang lancar dapat dipertahankan selama keseluruhan perioda kontrak dan perioda jaminan, Galian parit harus terlebih dahulu dipotong sedikit lebih kecil dari penampang melintang yang disetujui, dan pemotongan akhir, termasuk perbaikan setiap kerusakan yang terjadi_ selama pekerjaan konstruksi, haus dilaksanakan setelah penyelesaian semua pekerjaan yang berdekatan atau bersebelahan. Kondisi Tempat Kerja Ketentuan mengenai pengeringan tempat pekerjaan dan pemeliharaan sanitasi setempat harus diterapkan. Pemelinaraan saluran dan pengaliran Pemelinaraan rutin saluran dan pengalirannya harus dilaksanakan selama masa konstruksi berlangsung dan setelah penyelesaian akhir selesai ilaksanakan, sehingga tidak mengakibatkan penyumbatan. Pekerjaan saluran yang ada dan yang telah diperbaiki harus lancar dan tidak boleh tersumbat Pemeiliharaan tersebut harus dilaksanakan secara rutin dan dapat menampung serta mengalirkan limbah air hujan dari pemukaan badan dan bahu landasan Selama musim hujan Penyedia barang dan jasa haus menyediakan pekerja yang akan mengawasi dan mencatat tidak berfungsinya saluran tersebut, misalnya terjadi penyumbatan, peluapan, erosi dan sebagainya. Dan melaporkan pada engineer \ 2-30 untuk tindak lanjut 55 5.6 Pengukuran Volume galian ditunjukan dengan perencanaan atau permintaan oleh Pejabat Pembuat Komitmen akan banyaknya m3_ untuk pekerjaan galian Pembayaran ‘Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang kriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan 231 6. PENYIAPAN TANAH DASAR PADA END RUNWAY STRIP DAN RUNWAY END SAFETY AREA (RESA) 6.1 Uraian Pekerjaan ini terdiri dari menyiapkan lahan yang langsung terletak pada area setelah landasan, dengan dimensi: 1. End Runway Strip panjang 60 m setelah ujung landas pacu atau ujung stop way (bila ada) dengan lebar sesuai lebar runway strip. Kemiringan End Runway Strip tidak boleh lebih dari 2.5% untuk code number 3 dan 4, sedangkan untuk code number 182 tidak boleh lebih dari 3%. 2. RESA panjang minimum 90 m, dengan lebar 2 (dua) kali lebar runway. Kemiringan permukaan RESA (downward slope) tidak boleh lebih dari 5%. Material timbunan tanah untuk End Runway Strip dan RESA terdiri dari_material bergradasi (sirtu atau material sejenis) dengan ketebalan seperti dalam Tabel 2.1 dan ditutup dengan material tanah subur termasuk gebalan rumput dengan ketebalan tanah subur maksimal 15 cm Tabel 2.1 Tebal Lapisan Timbunan Pilihan (Situ atau material sejenis) No | Jenis Pesawat Timbunan | cpp | | Pilihan | Laboratorium | | i) | 1 = ATR 42/72 95 20, GPE Eero eereene rere re eee 2 | Sejenis B 737 series 40 | 20 3 | 65 | 20 | 4 | Sejenis B 777 | 75 20 Catatan +. Unluk jenis pesawat dengan beban gi bawan ATR-42_ area End Runway Strip dan RESA olperkenankan dak menggunaken lapisan timbunan piihen 2, OBR laboratorium adalah CBR terendam 4 han 2-82 Layout Runway, End Runway Strip dan RESA ditampilkan dalam Gambar 2.1 sedangkan detai konstruksi ditampilkan dalam Gambar 2.2. dan 2.3 1490 160, Runway Length 609 [ ial rr Runway Sirip : [ros ress) fe | ¢ 1 Runway Sirp y a= 2.x Lebar Runway : = Lebar Runway Strip : ERS: 90 160) Runway Length 60, 60. pO rs r psa [Runway] RS RS FE Runway Sir unway SID a2 Lebar Runway ; b= Lebar Runway Strip : ERS=End Runway Strip: SW = Stop Way Gambar 2.1 Layout Runway, End Runway Strip dan RESA ‘a: Tanah Tebal 15 cm CBR 6% dan gebalan; b: Timbunan Pilihan Sesuai Tabel Gambar 2.2 Tipikal Melintang End Runwaystrip dan RESA Gambar 2.3 Tipikal Konstruksi End Runwaystrip dan RESA Toleransi Ukuran Kemiringan dan ketinggian akhir setelah pemadatan, tidak boleh berbeda 10 mm lebih tinggi atau lebih rendah dari pada yang ditetapkan atau diatur di lapangan dan disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, Penjadwalan Pekerjaan 1) Semua pekerjaan drainase tepi end runway strip harus diselesaikan dan dapat berfungsi sehingga dapat menyediakan drainase yang efektif bagi limpasan air permukaan dari end runway strip ataupun sebagian hasil banjir dari daerah sekitarnya. Air permukaan dari RESA harus dipastikan tidak mengalir ke arah end runway strip. 2) Gorong-gorong, pipa porous dan bangunan-bangunan kecil lainnya yang diletakkan di bawah tanah dasar harus 2-34 diselesaikan sepenuhnya dengan urugan padat, sebelum penyiapan tanah dasar dimutai Pengendalian Lalu Lintas 1) Pengendalian lalu lintas harus dilekukan oleh Penyedia barang dan jasa sesuai dengan persyaratan umum kontrak, dan ‘sampai disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. 2) Penyedia barang dan jasa_harus bertanggung jawab terhadap semua konsekwensi lalu lintas yang dizinkan lewat di atas tanah dasar, selama pelaksanaan pekerjaan dan ia harus melarang lalu lintas tersebut bilamana mungkin dengan menyediakan satu jalan pengalihan teu pembangunan setengah lebar. Perbaikan Penyiapan Timbunan yang Tidak Diterima 1) Persyaratan yang ditetapkan dalam Bab 2-2 "Galian", dan 2-3 “Urugan", harus diterapkan untuk semua penyiapan tanah dasar dimana relevan (berkaitan) 2) Penyedia barang dan jasa akan memperbaiki atas biaya Penyedia barang dan jasa sampai disetujui Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, setiap alur bebas roda, gundukan dan kerusakan-kerusakan lain yang diakibatkan oleh lalu lintas atau tenaga kerja Penyedia barang dan jasa_atas lanah dasar yang sudah selesai 3) Penyedia barang dan jasa akan memperbaiki sebagaimana diperintahkan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, setiap kemerosotan tanah dasar disebabkan olen kekeringan dan retak-retak, atau dari kebanjiran ataupun kasus alami lainnya Pekerjaan tersebut akan dimasukkan untuk pembayaran di bawah bab ini, terkecuali Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis menganggap kerusakan-kerusakan tersebut disebabkan oleh kelalaian Penyedia barang dan jasa 2-35 6.2 63 Bahan-bahan Bahan yang digunakan untuk end runway strip dan RESA terdiri dari 1) Lapisan permukaan tebal maksimal 15 cm dengan gebalan rumput diatasnya, merupakan tanah biasa dengan CBR 6% (dengan asumsi dapat dilintasi oleh kendaraan PKP-PK) 2) Lapisan konstruksi dengan tebal sesuai dengan tabel 2.1 merupakan lapisan bergradasi sejenis material sirtu yang dipadatkan sehingga mencapai CBR 20%, Bahan fanah dasar dan kualitasnya harus sesual dengan persyaratan yang berkaitan untuk fimbunan biasa dan lepisan subbase atau galian tanah dasar yang ada. Sahan-bahan yang digunakan dalam —masing-masing keadaan harus _ seperti diperintahkan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, dan harus dipasang seperti yang ditetapkan pada Bab sebelumnya Pelaksanaan Pekerjaan Penyiapan Lapangan 1) Penggalian dan pengurugan untuk tanah dasar harus seperti yang ditetapkan pada Bab 2-2 dan 2-3 spesifikasi ini 2) Penyedia barang dan jasa harus menyediakan dan menggunakan mal logam dan mistar logam untuk memeriksa Punggung atau kemiringan melintang Bilamana diminta oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis ketinggian lapangan harus diperiksa dengan alat survai ketinggian Pengendalian Mutu Pengujian kualitas untuk kepadatan di lapangan dan daya dukung harus dilakukan setiap 1000 m2 untuk tiap ketebalan 20 cm sesuai dengan persyaratan spesifikasi. Bilamana hal ini tidak dapat dicapai, peru dipasang bahan perbaikan material bergradasi | 2-36 sampal ketebalan yang diperintahkan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Pengukuran Banyaknya galian dan / atau timbunan yang harus dibayar adalah jumlah meter kubik yang diukur dari posisi aslinya dan jumlah biaya harus diperhitungkan dari agreed cross section. Pembayaran Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang kriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan. 2-37 BAB II KONSTRUKSI PERKERASAN 1. LAPISAN SUB-BASE 4.1 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan yang tercakup dalam pasal ini terdiri dari melengkapi semua perlengkapan peralatan, serta material’ bahan kerja untuk melaksanakan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pembuatan subbase course dengan tebal sesuai persyaratan kontrak dan spesifikasi serta gambar-gambar yang dipergunakan dan disetujui 1.2 Bahan Bahan subbase harus terdini dari material yang mempunyai partikel dengan tingkat kekerasan atau fragmen dengan butiran agregat yang terdin dari campuran sirtu, batu pecah, kerikil atau material sejenis dari sumber yang telah disetujui Material ~ material tersebut harus bersih dari humus, lumpur, lempung yang berlebihan serta bahan organik lainnya. Gradasi dari campuran agregat kering harus memenuhi suatu persyaratan dibawah ini Tabel 3.1 Gradasi Gabungan _ Saringan ASTM Prosentase passing bobot kering z 100 | No 10 20-100 No 40 5-60 No. 200 0-8 Gradasi dalam daftar di atas mengambarkan batas - batas yang akan Menentukan apakah agregat yang dipakai dari sumber pengadaannya, Hasil akhir dari penyusunan / penggabungan gradasi dengan memakai dasar gradasi limit tersebut, harus masuk dalam batas grading limit hingga penyusunan/ penggabungan gradasi_tersebut harus nn 3-1 mempunyai susunan uniform dari coarse aggregate sampai ke fine aggregate. Jumiah fraksi agregat yang lewat saringan No. 200 tidak boleh lebih dari % jumlah fraksi agregat yang lewat saringan No.40. Seluruh agregat yang dipakai untuk agregat subbase, termasuk fraksi agregat yang lewat saringan No. 40 harus mempunyai liquid limit tidak lebih dari 25% dan plasticity index tidak ‘ebih dari 6% bita ditest dengan persyaratan ASTM 4318 Sand equivalent + 95 % dan maksimum jumiah material yang iebih halus dari 0.02 mm harus kurang dari 3% CBR min Sub Base harus lebih besar dari 25 %. Tabel 3.2 Kondisi Kualitas Untuk Bahan Sub Base Course Uraian s Tes, | Batas Cair Maksimum 25% Indeks Plastisitas | Maksimum 6% | Ekivalensi Pasir (bahan halus plastis) Minimum 25% | aaa Maksimum 40% | Kehilangan berat karena Abrasi (500 _putaran) | Campuran lempung dan butir - butir mudah Maksimum 5% | pecah dalam agregat Maksimum 5% | Perbandingan % jolos # 200 dan No. 40 13 Minimum 95% Cara ~ Cara Penyusunan Pada Umumnya Subbase course harus ditempatkan sesuai dengan ketentuan dalam gambar. Bahannya harus diberi bentuk serta dipadatkan benar - benar menurut toleransi yang ditentukan, Subbase yang dikarenakan atau bentuk tidak cukup kuat dan stabil tanpa gerakan peralatan konstruksi, harus distabilisasikan secara mekanis sampai pada titik kedalaman yang diperlukan untuk memberikan kestabilan tertentu. menurut petunjuk Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Kestabilan secara mekanis itu meliputi penarnbahan_butiran-butiran Bab ii! - Pekexiaan Konstruksi Perkerasan halus (fine grained) untuk mengikat butir-butir dari pada | -2 14 15 1.6 Subbase secara memuaskan guna melengkapi daya tahan, sehingga fapisan itu tidak akan menjaci cacat dibawah Jalu lintas dari pada peralatan konstruksi Tambahan pengikat untuk bahan subbase itu tidak boleh menyimpang dari pada batas - batas persyaratan yang telah ditentukan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis Pelaksanaan Pada PITS (Lubang-lubang) Semua pekerjaan yang menyangkut pembersihan serta pengupasan lubang-ubang / pits dan penanganan bahan-bahan yang tidak diinginkan harus dilaksanakan oleh Penyedia barang dan jasa_ alas biaya sendin, Bahan subbase harus diperoleh dari lubang-lubang atau sumber-sumber yang telah diuji/ disetujui Bahan didalam lubang-iubang digali dan ditangani sedemikian rupa sehingga diperoleh suatu hasil yang seragam serta memuaskan Perlengkapan Semua perlengkapan yang diperiukan untuk penyusunan yang tepat dani pada pekerjaan ini harus dalam keadaan siap kerja serta telah diterima oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai Perbekalan harus diadakan oleh Penyedia barang dan jasa untuk Pengadaan air pada tempat pembangunan itu dengan menggunakan peralatan yang berkemampuan dan berkapasitas tinggi untuk menjamin penggunaan yang seragam. Persiapan peralatan itu harus direncanakan, disusun _serta dioperasikan dan harus mempunyai kemnampuan yang cukup untuk mengaduk semua bahan-bahan subbase yang mempunyai gradasi dan syarat yang diharapkan Trial Compaction Sebelum dilaksanakan pelaksanaan pekerjaan, Penyedia barang dan jasa_harus melakukan uj pemadatan di luar area yang akan Bab ili - Pokonaan Konsiruksi Porkerasan 3-3 17 18 dikerjakan dengan persetujuan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Uj) pemadatan dimaksudkan untuk mengetahui jumlah lintasan optimum sehingga tercapai nilai kepadatan dan CBR sesuai dengan yang disyaratkan. Luas area untuk uji pemadatan minimal 3 m x 30 m yang dibagi menjadi 3 segmen, dimana perbedaan tiap segmen adalah pada jumlah lintasan pemadatan. Selanjutnya dan hasil uji pemadatan apabila sudah memenuhi persyaratan, maka dijadikan dasar dalam pelaksanaan, Namun apabila hasil uji pemadatan tidak memenuhi persyaratan, maka uji pemadatan dapat di ulang kembali Persiapan Bagian Bawah Lapisan Sebelum bahan Subbase ditempatkan, maka lapisan yang telah ada / subgrade harus disiapkan serta diperbaiki sesuai ketentuan dalam pekerjaan tanah, mengenai fimbunan dibawah subbase course dan graded area Lapisan yang telah ada / subgrade harus diperiksa dan disetujui lebih dulu sebelum dimulai penyelenggaraan penebaran material subbase. Pemeriksaan kemiringan antara tepi-tepi dari pada lapisan yang telah ada subgrade harus dengan garis stakes, atau bentuk-bentuk yang ditempatkan dalam jalur sejajar dengan garis tengah dari pada lapisan yang telah ada / subgrade serta ditempatkan antara stakes, pins atau sejenis Untuk melindungi subgrade serta untuk menjamin pengaliran air yang baik maka penebaran subbase dimulai sepanjang garis tengah dari pada lapisan pada satu bagian yang berpuncak atau pada bagian tertinggi dari lapisan dengan kemiringan satu jurusan. Cara ~ Cara Untuk Penghamparan Pada Umumnya Lapisan subbase harus disusun berlapis-lapis tidak boleh kurang dari 7.5 om dan tidak boleh lebih dari 20 cm tebalnya setelah dipadatkan Karena bahan itu dibentangkan rata maka harus mempunyai ketebalan yang sama dan tidak diperkenankan adanya tempat-tempat yang mengalami segregation, Bab Il - Pekerjaan Konstruksi Perkerasan 3-4 \ 19 Subbase tidak boleh dihamparkan lebih dari 2.000 meter persegi sebelum digilas, kecuali dinyatakan lain oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, Tiap percikan air yang diperlukan harus dijaga dalam batas-batas yang dipersyaratkan. Bahan subbase tidak boleh ditempatkan di atas lapisan yang lunak atau berlumpur Sebelum penempatan dan penghamparan berlangsung, tindakan- tindakan pencegahan dilaksanakan untuk menjaga agar bahan-bahan yang tidak diinginkan tidak tercampur kedalam campuran lapisan subbase Penyelesaian dan Pemadatan Sesudah penghamparan atau pengadukan, bahan subbase harus benar-benar dipadatkan dengan menggitas dan menambah air, jika perlu Dipertukan penggilasan yang cukup memadai yaitu dengan menggunakan alat vibratory rollers seberat 14 ton lalu smooth wheel rollers dengan berat minimum 12 ton untuk melayani kecepatan Perletakan dan penghamparan dari bahan subbase itu. Dalam hal lokasi sulit diperoleh peralatan tersebut (vibrator), dapat diganti peralatan lain dengan persetujuan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, tetapi tidak mengurangi mutu. Penggilasan harus berlangsung tahap demi tahap dari dan ke arah jalur yang sedang disusun, dan tiao - tiap jalur dengan arah longitudinal harus digilas secara berlapis (overlapping). paling sedikit setengah lebar unit penggilasan Banyaknya gilasan yang diperiukan minimum 6 gilasan (passes) atau lebih sehingga permukaan lower subbase memiliki nilai CBR minimum 25% Penggilasan harus berlangsung sampai bahan itu tersusun dan stabil benar, serta bahan subbase telah dipadatkan sehingga kepadatannya adalah 95% kepadatan maksimum pada kadar air optimum sebagai yang ditetapkan oleh ASTM D 1557 Blending dan rolling harus Bab ill - Pekegaan Konstiuks! Perkerasan 3-5 2 4.40 dilakukan bergantian, menurut keperluan / — petunjuk untuk memperoleh satu subbase yang rata, halus dan dipadatkan secara merata pula. Lapisan itu tidak boleh digilas pada waktu dasar lapisan lunak atau berlumpur atau jika penggilasan menimbulkan gelombang di subbase Jika penggilasan menghasilkan ketidakrataan yang melebihi 12 mm apabila diyji dengan tongkat lurus dari 3 meter, maka permukaan yang tidak rata harus digusur untuk kemudian ditimbun kembali dengan bahan yang sama seperti yang dipakai dalam menyusun lapisan itu dan digilas lagi seperti tersebut diatas. Sepanjang tempat-tempal yang tak dapat dimasuki mesin penggilasan maka bahan subbase harus ditumbuk benar-benar dengan alat - alat tumbuk mekanis atau tangan. Penambahan air selama penggilasan apabila periu, harus dalam jumlah tertentu serta dengan peralatan yang disetujul oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Air tidak boleh ditambahkan sedemikian rupa banyaknya sehingga air itu dapat memasuki lapisan dasar dan menyebabkan menjadi lunak Pemadatan lapisan terakhir diberi siraman air yang ringan dan digilas dengan Vibro roller seberat 12 ton, agar lapisan subbase menjadi rata dan padat. Pengendalian Lapangan Test Pengendalian lapangan berikut ini harus dilaksanakan untuk memenuhi persyaralan spesifikasi, Galian untuk lubang uji dan penimbunan kembali dengan bahan Sub base Course dipadatkan dengan sempuma, harus dikerjakan oleh Penyedia barang dan jasa dibawah pengawasan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, Untuk Laporan hasil uji kepadatan lapangan, harus memuat tentang titik koordinat dan elevasi hasil pengujian tersebut, Bab ill - Pekesjaan Konstruks! Perkerasan 3-6 y Tabel 3. 3 Persyaratan Pengendalian Lapangan | Test Pengendalian | Prosedur |. Ketebalan dan keseragaman Sub Pemeriksaan visual dan pengukuran | Base Course ketebalan setiap hari, Dilakukan untuk | | setiap 200 meter panjang lapisan Sub | [eeu 7 i Base Course yang dipasang. |b. Test Kepadatan di tempat, pis. Harus dilakukan untuk setiap 1000 m2 | Sub Base Course ( Test Sand cone) | dan tiap tebal lapis pekerjaan 20 cm, | AASHTO T 191, PBO103-76 untuk menentukan kepadatan dengan i membandingkan terhadap test 1 kepadatan laboratorium untuk | | kepadatan kering maksimum |. Penentuan CBR di tempat lapis Sub | Dengan menggunakan field CBR dan | Base Course | dilaksanakan minimum setiap 1000 m2 area runway pada lapis akhir/final levell, d_ Pengujian permukaan / Surface Test | Permukaan harus diuji untuk kerataan | serta ketepatan kerniringan dan tinggi liap bagian yang terdapat kurang rata | | maupun kemiringan atau ketinggian kurang tepat harus digaru tanahnya | dibangun kembali, dipadatkan lagi, sampai diperoleh kerataan serta | kemiringan dan ketinggian yang diperlukan, Permukaan yang sudah selesai tidak boleh selisih lebih dari 12 nm jika ditest dengan tongkat lurus dari meter yang dilaksanakan sejajar serta ___tegak lurus dengan garis tengah.__ e. Toleransi ketebalan + 1 cm terhadap tebal design. 1.44 Pengukuran Jumlah bayaran harus ditetapkan dengan menghilung banyaknya jumlah meter kubik berdasarkan ketentuan dimensi dan gambar detail yang digunakan 142 Pembayaran Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi_ kerja yang kriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan. Bab tt - Pekerjaan Konstruksi Perkerasan dey 3-7 2 GRANULAR BASE COURSE 24 22 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan yang tercakup dalam pasal ini terdin dari melengkapi semua perlengxapan, peralatan, bahan dan kerja serta melaksanakan semua pelaksanaan yang berhubungan dengan pembangunan base course, selebal sesual dengan persyaratan kontrak, spesifikasi serta gambar yang dapat digunakan dan disetujui Bahan Aggregate harus terdiri dari batu pecah, fine aggregate yang merupakan hasil screening yang diperoleh dari pemecahan batu (minimum pecah 3 sisi). Batu pecah dari batu gunung, batu kali yang dipecah sedemikian hingga butirannya yang ukurannya sesuai dengan persyaratan dan harus bebas dari kelebihan bahan - bahan yang gepeng/ flat, panjang / elongated, lunak atau hancur, kotor dan bahan lainnya yang tidak diinginkan. Gradasi itu harus memenuhi persyaratan gradasi limit seperti tabel dibawah ini Tabel 3.4 Gradasi Agrogat Base Course % Lolos saringan Saringan ASTM | | vi 15° i 2 (60,0 mm) | 100 | - I 1.5" (37,5 mm) 70-100, 100 | 1 (25,0 mm) 55-85 70-400 | °° (13,0 mm) | 50-80 55-85 | No. 4 (4,75 mm) | 30-60 | 30-60 No. 40 (0,45 mm) i 10-30 10-25 No. 200 (0,075 mm) | Bab is! - Pekegaan Konstruksi Perkerasan 3-8 a, Agregat Cara yang dipakai dalam menghasilkan batu pecah adalah dilakukan sedemikian tupa sehingga hasil pemecahannya adalah mempunyai gradasi yang sama / sesuai. Pemecahan itu harus menghasilkan bahan pecah yang mempunyai gradasi dengan syarat, bahan tersebut semuanya tertinggal disaringan No, 4 dan harus sekurang - kurangnya 90 % berat mempunyai satu muka bidang pecah. Apabila perlu, batu pecah itu harus disaring sebelum dipecah untuk memenuhi persyaratan ini ‘Semua bahan yang mutunya rendah harus dibuang. Batu pecah harus terdiri dari bahan yang keras, awet / tahan aus, dan tidak mempunyai bagian yang panjang /elongated, lunak/soft atau hancur serta harus bebas dari kotoran - kotoran bahan - bahan lain yang tidak diinginkan tidak lebih dari 5 % dan harus mempunyai nilai Los Angeles Abrassion test maksimum 40 % setelah 500 putaran seperti yang ditentukan oleh ASTMC 131 Bahan - bahan pecahan tidak boleh menunjukan kenyataan akan hancur atau menunjukan satu total kehilangan yang lebih besar dari 12% jika dikenakan 5 putaran / cycles dari pada sodium sulphate Accelerated Soundness Test dengan menggunakan ASTM C - 88 - 76 Semua bahan yang lolos saringan No. 4 yang dihasilkan dalam proses pemecahan, baik kerikil maupun batu kali, harus disatukan dalam bahan base kecuali jika terdapat satu jumlah yang berlebinan yang apabila dimasukan tidak akan memenuhi persyaratan gradasi b. Bahan Halus Tambahan Apabila bahan halus tambahan, melebihi dari bahan yang memang terdapat dalam bahan base course . perl. untuk membentuk gradasi bagi pembuatan dari pada gradasi_ yang dispesifikasikan, atau untuk pengikatan bahan base, atau untuk penggantian kepadatan tanah pada bahan yang tertapis dengan saringan No.40, maka bahan tersebut dicampur secara seragam dan Bab Ii! - Pekexjaan Konstruksi Peskerasan diaduk dengan bahan base course pada mesin pemecah atau oleh 3-9 \ 23 2.4 25 sebuah mesin yang diuji. Tidak akan ada pekerjaan ulangan dari pada bahan base course ditempat untuk memperoleh gradasi_ yang dispesifikasikan, Bahan halus tambahan untuk maksud ini harus diperoleh dari pemecahan batu kali atau kerikil Tabel 3.5 Kondisi Kualitas Untuk Bahan Base Course Uraian | Batas Tes CBR terendam | Minimum 80 % Kehilangan berat karena Abrasi (500 putaran) | Maksimum 40% Campuran lempung dan butir ~ butir mudah pecah | dalam agregat | Maksimum 5 % Perbandingan % lolos #200 dan No. 40 Maksimum 5 % Maksimum 10 % Maksimum 12 % Soundness Test (Sodium Sulphate) Soundness Test ( Magnesium Sulphate) Operasi Dalam PITS dan Quarries Semua pekerjaan yang ada sangkut pautnya dengan pembersihan/ clearing dan pengupasary striping fidder quarries dan pits termasuk pembuangan bahan-bahan yang tidak diinginkan harus dilakukan oleh Penyedia barang dan jasa atas biaya sendin, Bahan itu akan dilaksanakan sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil yang seragam dan memuaskan. Perlengkapan ‘Semua perlengkapan yang diperlukan untuk pelaksanaan-pelaksangan ini harus dalam keadaan siap (tersedia) untuk bekerja dan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, sebelum pelaksanaan itu dimulai Trial Compaction Sebeium dilaksanakan pelaksanaan pekerjaan, Penyedia barang dan jasa_harus melakukan uji pemadatan di tuar area yang akan Bab tl - Pekeniaan Konstvuksi Perkerasan 3-10 2.6 dikerjakan dengan persetujuan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Uji pemadatan dimaksudkan untuk mengetahui jumlah tintasan optimum sehingga tercapai nilai kepadatan dan CBR sesuai dengan yang disyaratkan. Luas area untuk uji pemadatan minimal 3 m x 30 m yang dibagi menjadi 3 segmen, dimana perbedaan tiap segmen adalah pada jumlah lintasan pemadatan. Selanjutnya dari hasil wji pemadatan apabila sudah memenuhi persyaratan, maka dijadikan dasar dalam pelaksanaan. Namun apabila hasil uji pemadatan tidak memenuhi persyaratan, maka uji pemadatan dapat di ulang kembaii Mempersiapkan Lapis Base Course Lapis Base course harus diuji dan diterima baik oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis sebelum kegiatan penempatan / placing dan penghamparan / spreading material base course dimulai Setiap tempat bekas roda kendaraan atau bagian yang lunak, yang tampak dikarenakan keadaan pengaliran air / drainase kurang balk, atau perbaikan kecil, atau sebab-sebab lainnya, harus diperbaiki dan digilas sampai benar-benar padat sebelum base course ditempatkan diatasnya Pemeriksaan mengenai kemiringan antara_ tepi-tepi_lapisan perkerasan/ pavement harus memakai grade stakes, steel pins atau mat-mal yang ditempatkan pada jalur-jalur yang sejajer dalam garis tengah lapisan teratas itu dan berselang-seling yang cukup untuk menutup garis tali atau check boards ditempat antara stakes, pins atau mal-mal dimaksud. Untuk melindungi base course dan untuk menjamin pengaliran. air J drainase yang baik, penebaran base akan dimulai sepanjang gars, tengah runway atau taxiway pada bagian yang tertinggi atau pada sisi lapisan teratas yang tertinggi dengan kemiringan satu jurusan Bab ill - Pekedjaan Konsiruksi Perkerasan 3-11 / a. Pelaksanaan Penghamparan Bahan aggregate base harus ditempatkan di underlying course sedemikian rupa untuk memperoleh adukan base yang sesuai dengan susunan gradasi dengan kadar air yang disyaratkan, dan dalam jumlah tertentu untuk mencapai tebal lapisan aggregate base serta kepadatan sesudah dipadatkan Bahan itu harus dibentuk menjadi bagian yang sama / uniform section. Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis akan menguji adukan untuk menetapkan bahwa pengadukan tersebut lengkap dan _ lagi memuaskan dan kadar air yang telah sesuai dengan persyaratan harus dijaga benar-benar sebelum pemadatan dimulai Tidak diadakan penghamparan kecuali jika telah disetujui. Harus dijaga benar-benar supaya bahan dari underlying course tidak tercampur teraduk dengan bahan aggregate base. Apabila perlu, aggregate base harus digaru hingga diperoleh permukaan yang rata, dan sama, lurus kemiringan dan cross section sampai adukan ini dalam keadaan yang baik untuk pemadatan b. Cara Pemadatan Lapisan agregat harus dilaksanakan berlapis-lapis yang tebal padat setiap lapisannya tidak boleh lebih dari 15 om Gradasi agregat yang sudah ditebarkan harus seragam dan tidak mengandung pemecahan - pemecahan atau unsur-unsur bahan yang halus ataupun kasar pada suatu tempat. Agregat dimaksudkan tidak boleh ditebar melebihi 1700 meter persegi sebelum digilas, kecuali diperkenankan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Setiap pembasahan (penambahan air) yang dianggap perlu harus dijaga berada dalam batas-batas ini Bab iil- Pekesjaan Kansiruksi Peskerasan 3-12 Tiada bahan apapun boleh ditempatkan dipermukaan yang lunak atau berlumpur. Penyedia barang dan jasa diwajiokan mengadakan fest untuk menetapkan kepadatan maksimum serta kadar air yang dari pada aggregate base itu. Bahan aggregate base harus mempunyai kadar air yang memuaskan pada saat penggilasan dimulai Setlap perbedaan kecil harus dibetulkan dengan pembasahan (penambahan air) jika dipandang peru. Selama_pekerjaan penempatan dan penebaran berlangsung, maka disyaratkan untuk mencegah tercampurnya bahan untuk subgrade, subbase atau shoulder dalam adukan / aggregate base. . Penyelesaian Pemadatan Konstruksi base course dikerjakan berlapis-lapis tersebut sedemikian hingga mencapai struktur yang homogen, kemudian dipadatkan dengan menggunakan Smooth whee! Rollers dengan berat 8 - 12 ton, Pneumatic Tire Roller dan Vibro Roller sampai benar-benar padat dan j)ka perlu dengan penambahan air Harus disediakan mesin penggilas dalam jumlah yang mencukupi untuk pelaksanaan yang memuaskan bagi pemadatan bahan yang telah ditempatkan / dihamparkan seperti aisyaratkan di atas Penggilasan harus berlangsung bertahap dari tepi-tepi ke pusat jalur yang sedang dilaksanakan dari satu sisi menuju ke arah bahan yang telah ditebarkan sebelumnya dengan overlapping uniformly tiap jejak roda belakang yang terdahulu dengan setengah lebar jejak semacam itu dan seterusnya sampai daerah lapisan seluruhnya selesai digilas oleh roda belakang. Penggilasan harus berlangsung terus menerus sampai baiu ity benar-benar tersusun baik, celah-celah antara bahan dikurangi sampai jumlah minimum sehingga gerakan batu didepan penggilasan penggilasan tidak kelihatan lagi Penggilasan harus berlangsung terus sampai bahan base selesai dipadatkan mempunyai kepadatan tidak kurang dari 100% dari Bab I - Pekerjaan Konstruksi Perkerasan 3-13 (/ kepadatan seperti yang ditetapkan oleh ASTM D-1857 dan minimal mempunyai nilai CBR 80 %. Penggarukan dan penggilasan harus dilakukan gantibergantian menurut keperluan atau petunjuk agar memperoleh base course itu tidak akan digilas apabila underlying course lunak atau ada pemindahan / pergerakan pada agregate base nya. Apabila penggilasan itu menghasilkan ketidakrataan melebihi 10 mm jika diuji dengan tongkat lurus 3 meter, maka permukaan yang tidak rata harus dibongkar, kemudian ditimbun dengan bahan yang sama dipakai untuk pembuatan lapisan itu, dan akhirnya digilas, menurut keperluan Sepanjang tempat yang tak dapat dimasuki mesin penggilas, bahan base course ditumpuk sungguh-sungguh dengan alat-alat tumbuk mekanis (mechanical tampers). Penambahan air yang selama penggilasan apabila perlu, harus dalam jumlah serta peralatan yang disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis . Perlindungan / Protection Pekerjaan pada lapisan aggregate base tidak boleh dilakukan apabila subgradenya basah, Pada umumnya, peralatan untuk keperluan perbaikan kecil boleh jalan melalui bagian-bagian lapisan aggregate base yang telah selesai, asal tidak menimbulkan kerusakan dan perlengkapan semacam itu berjalan melalui seluruh lebar lapisan aggregate base untuk menghindari roda kendaraan, kepadatan yang tidak rata, akan tetapi Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis akan berwenang penuh untuk memberhentikan semua perbaikan kecil yang meliputi fapisan agregat yang sudah selesai atau yang sebagian selesai apabila, menurut pendapainya perbaikan semacam itu menimbulkan kerusakan Bab lil - Pekerjaan Konsinuksi Perkerasan 3-14 \/ 27 Setiap kerusakan yang ditimbulkan pada lapisan aggregate base karena kegiatan alat perlengkapan melalui base course itu harus diperbaiki oleh Penyedia barang dan jasa._ melalui biaya sendir. - Pemeliharaan Setelah lapisan aggregate base selesai, Penyedia barang dan jasa harus melakukan semua pekerjaan pemeliharaan yang diperlukan untuk menjaga agar lapisan aggregate base tetap dalam keadaan yang memuaskan untuk priming. Setelah priming maka permukaan harus dijaga agar tetap bersih dan bebas dari bahan yang tidak diinginkan. Lapisan aggregate base harus dalam keadaan kering setiap saat Apabila pembersihan dianggap perlu atau apabila prime coat terganggu, maka pekerjaan yang bersifat memulihkan harus diadakan atas biaya Penyedia barang dan jasa sendir Sebelum persiapan dimulai untuk penggunaan lapisan berikutnya lapisan aggregate base harus dibiarkan mengering hingga kadar air rata-rata pada keseluruhan dalam lapisan agregale base kurang dari 80 % dari kadar air optimum campuran aggregate base. Pengeringan tidak boleh berlangsung sedemikian lamanya hingga permukaan lapisan aggregate base menjadi berdebu dengan akibat kehilangan unsur pengikat. Apabila selama masa pemulihan, permukaan lapisan aggregate base mengering itu harus dijaga ager tetap basah dengan menambah air sampai saat prime coat digunakan. Pengendalian Lapangan Test Pengendalian lapangan harus dilaksanakan untuk memenuhi persyaratan spesifikasi dikerjakan oleh Penyedia barang dan jasa dibawah pengawasan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, Bab ill - Pekenaan Konstruksi Perkerasan 3-15 y Apabila kesusutan base lebih dari 10 mm Penyedia barang dan jasa harus memperbaiki daerah-daerah itu dengan cara_mengupas menambah campuran base yang memadai, menggilas, membuat bentuk kembali dan menyelesaikan sesuai dengan persyaratan teknis, pelaksanaan ini Penyedia barang dan jasa harus mengganti atas biayanya, atas bahan base ditempat-tempat yang dibor untuk keperluan pengetesan Berikut persyaratan pengendalian di lapangan. Laporan hasil uji kepadatan lapangan, harus memuat tentang titik koordinat dan elevasi hasil pengujian tersebut Bab ill- Pekerjaan Konstruksi Perkerasan 3-16 \: Tabel 3.6 Persyaratan Pengendalian Lapangan ‘Test Pengendalian Prosedur a Ketebalan dan keseragaman | Pemeriksaan visual dan pengukuran Base Course ie ketebalan setiap hari Dilakukan untuk | setiap 250 m2 lapisan Base Course yang dipasang b. Test Kepadatan di tempat. Lapis | Harus dilakukan untuk setiap 1000 m2 dan | Base Course ( Test Kerucut | tiap tebal lapis pekerjaan 7.5- 15 om. pasir) untuk menentukan Kepadatan dengan | AASHTO T 191, PBO103-76 membandingkan tethadap test kepadatan laboratorium untuk kepadatan kering maksimum. | Penentuan CBR di tempat lapis | Dengan menggunakan field CAR dan Base Course cilaksanakan minimum setiap 1000 m2 | area runway pada lapis akhi/final level Permukaan harus diyji untuk Kerataan serta d. Pengujian pesmukaan / Surface | ketepatan kemiringan dan tinggi tiap bagian | Test yang terdapat kurang rata maupun | kemiringan atau ketingian kurang tepat_ harus digaru tanahnya, dibangun kembali, | Untuk CTB dibawah Portland Cement Concrete (PCC) tidak kurang dari 35.2 kg/em2 dan maksimal 70.3 kg/em2 > Untuk CTB dibawah Hotmix Asphalt (HMA) tidak kurang dari 52.7 kg/cm2 dan maksimal 70.3 kg/em2 Berdasarkan tes terhadap sekurang kurangnya 6__silinder. Karakteristik kuat desak ditentukan dengan rumus Xs — 1 x Sdg dimana Xp = rata - rata dari 6 tes Sdg = standar deviasi dari 6 tes Bab Ill - Pekerjaan Konstruksi Perkerasan 3-21 34 3.5 Tabel 3,10 Persyaratan Hasil Pelaksanaan Metode Pengujian Batas — Batas Kekuatan Pengujian Kuat Tekan (tes | CTB dibawah | CTB dibawah ASTM D 1633- silinder) Kg/cm2 PCC HMA 63 7 Hari > 35.2 kg/m? | > 52.7 kg/cm? | Trial Compaction Sebelum dilaksanakan pelaksanaan pekerjaan, Penyedia barang dan jasa harus melakukan uji pemadatan di luar area yang akan dikerjakan dengan persetujuan Direksi Teknis. Uji pemadatan dimaksudken untuk mengetahui jumlah lintasan optimum sehingga tercapai nilai kepadatan dan CBR sesuai dengan yang disyaratkan Luas area untuk uji pemadatan minimal 3 m x 30 m yang dibagi menjadi 3 segmen, dimana perbedaan tiap segmen adalah pada jumiah lintasan pemadatan. Selanjutnya dari hasil uji pemadatan apabila sudah memenuhi persyaratan, maka dijadikan dasar dalam pelaksanaan. Namun apabila hasil uji pemadatan tidak memenuhi persyaratan, maka uji pemadatan dapat di ulang kembali Pengendalian Lapangan Pengujian-pengujian pengendatian lapangan berikut ini harus ditakukan untuk memenuhi persyaratan Spesifikasi, Membuat lubang uji dan pengisian kembali dengan bahan CTB dipadatkan dengan baik, harus dilaksanakan oleh Penyedia barang dan jasa di bawah pengawasan Konsultan dan Direksi Teknis. Laporan hasil uji ab I - Pekerjaan Konstruks Perkerasan /* 3-22 kepadatan lapangan, harus memuat tentang titik koordinat dan elevasi hasil pengujian tersebut. Test Pengendalian Ketebalan cTB dan keseragaman Tabel 3. 11. Persyaratan Pengendalian Lapangan Prosedur Pemeriksaan visual dan pengukuran ketebalan setiap hari, Dilakukan untuk setiap 250 m2 lapisan CTB yang dipasang Test Kepadatan di tempat, Lapis Base Course (Test Kerucut pasir) AASHTO T 191, PBO103-76 Pengujian permukaan | Surface Test d. Toleransi ketebalan £9.5 mm terhadap tebal design ee Ee Eee cere ee z Harus dilakukan untuk setiap 1000 m2 dan tiap tebal lapis pekerjaan 20 om, untuk menentukan kepadatan dengan membandingkan terhadap test kepadatan | laboratorium untuk kepadatan ering | maksimum. Fee Permukaan harus diuji untuk kerataan serta ketepatan kemiringan dan tinggi tiap bagian yang terdapat kurang rata maupun kemiringan atau ketinggian kurang tepat harus digaru tanahnya, dibangun kembali, dipadatkan lagi, sampai diperoleh kerataan serta kemiringan dan ketinggian yang diperlukan, Permukaan yang sudah selesai tidak boleh selisih lebih dari 9.5 mm jika ditest dengan tongkat lurus dari 4.9 meter yang dilaksanakan sejajar serta tegak jurus dengan garis tengah Me Bab Ill - Pokorjaan Konstruksi Perkerasan 3-23 3.6 Metode Pelaksanaan a. Batasan Cuaca Cement Treated Base tidak boleh dihampar pada waktu hari hujan. b. Pekerjaan di Pit dan Quarry Material diperoleh dari borrow pit, quarry yang telah disetujui, material harus diambil untuk ditangani sedemikian rupa sehingga material yang didapat seragam dan sesuai dengan yang diharapkan. c. Peralatan 4) Semua peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini harus dalam kondisi baik dan harus sudah disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis sebelum pekerjaan dimulai, 2) Penyedia barang dan jasa harus menyediakan air dilokasi dalam jumlah yang cukup untuk pelaksanaan pekerjaan ini 3) Peralatan untuk melaksanakan pekerjaan ini harus mempunyai kapasitas yang cukup untuk mencampur material / agregat + semen dan air dengan proporsi sedemikian sehingga dapat dihasilkan cement treated base course dengan gradasi dan konsistensi sesuai persyaratan. d. Cetakan dan Penghamparan 1)Penghamparan Cement Treated Base dapat dilaksanakan dengan menggunakan cetakan atau dengan menggunakan alat penghamparan tanpa cetakan samping 2) Bila menggunakan cetakan metal dengan tebal minimum 3 mm, panjang minimum adalah 3 meter dan harus mempunyai Bab it -Pokercan Kons! Perkorasan ks 3-24 ketebalan sama dengan tebal padat base course dan dapat menghasilkan alignment yang bagus. Cetakan_harus ditempatkan sesuai dengan garis, elevasi dan kemiringan sesuai gambar rencana 3) Agar ketinggian dan kemiringan sesuai persyaratan dan gambar dapat terpenuti, lapisan teratas dari cement treated base harus dihampar dengan menggunakan mechanical paver. 4) Lapisan dibawah lapisan teratas dapat dihampar dengan metode mekanis menggunakan power shovel atau peralatan yang sejenis. 5) Bila Penyedia barang dan jasa menggunakan alat penghampar, peralatan dan supply material harus mampu menghampar dan memadatkan dalam ketebalan dan kontur yang memenuhi persyaratan. 6) Persiapan Lapisan Bawah Hamparan (Underlying Course). a) Sebelum cement treated base dihampar, lapisan dibawahnya harus disiapkan sesuai yang dipersyaratkan. b) Lapisan bawah ini harus sudah disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis sebelum penghamparan dimulai ¢) Pengecekan ketinggian dan kemiringan hamparan dapat dilakukan dengan grade stakes, stce! pins, atau mal (forms) yang ditempatkan berupa lajur lajur sejajar dengan sumbu dari perkerasan ( runway, taxiway, jalan dsb), dalam interval sedemikian sehingga _memungkinkan benang-benang dapat direntang diantara stakes, pins, atau mal tersebut. Bab Ill - Pekerjaan Konstruksi Perkerasan A 3-25 d) Untuk melindungi lapisan bawahnya (underlying course) dan agar drainase berfungsi dengan baik, penghamparan CTB harus dimulai dari tengah pada perkerasan yang berbentuk punggung (crowned) atau pada bagian tertinggi pada perkerasan yang miring kesatu arah: Pencampuran 4) Cement Treated Base harus dicamput di mixing plant senttral, dapat sistem batching maupun menerus (continuous) Perbandingan agregat dan semen dapat berdasarkan berat ataupun volume. 2) Agregat untuk CTB harus dipisahkan paling tidak dalam dua ukuran dan setiap ukuran harus disimpan terpisah. Satu tempat berisi agregat yang tertinggal diatas saringan No. 4 dan tempat satunya lagi berisi agregat yang lolos saringan No. 4. 3) Dalam semua mesin pengaduk proses air dapat berdasarkan berat atau volume, Peralatan_pencampuran ini harus dilengkapi dengan alat pengukur sehingga Konsultan Pengawas dan Direxsi Teknis dapat mencek jumiah air per batch atau debit aliran pada continuous plant. Air tidak boleh dituang sebelum agregat masuk ke dalam mixer. 4) Bagian dalam mixer harus selalu dibersihkan sehingga tidak ada sisi campuran yang mengeras yang tertinggal didalamnya a Bab ill- Pekerjaan Konstruks! Perkorasan 3-26 5) Apapun plant yang digunakan, semua harus dituangkan sedemikian sehingga dapat terdistribusi merata dalam agregat selama pencampuran (mixing) 6) Pemasukan material kedalam batching plant atau tingkat pemasukan (rate of feed) dalam continous mixer tidak boleh melebihi kapasitas mixing plant 7) Waktu mixing dalam continous plant tidak boleh kurang dari 30 detik, kecuali bila dapat dibuktikan bahwa dengan waktu kurang dari 30 detik persyaratan kadar semen dan kuat desak dapat dicapai secara konsisten. Penempatan 1) Penggunaan mixer dengan cara penugasan yang diluncurkan (chute) dijinkan bila dengan cara ini dapat dijamin tidak terjadi segragasi 2) Pada lapisan bawahnya (underlying course) sudah tidak terdapat alur alur atau bagian bagian yang lunak. Apabila permukaannya kering maka harus dibasahi secukupnya akan tetapi_ tidak boleh sampai menyebabkan lapisan bawah tersebut menjadi lumpur pada saat campuran akan diletakkan 3) Truk untuk transport campuran Cement Treated Base ini harus dilengkapi dengan tutup pelindung (protective cover) Kapasitas truk sekurang kurangnya 10 ton. 4) Cement Treated Base harus dihampar diatas underlaying course yang telah disiapkan dengan ketebalan sedemikian sehingga bila dipadatkan permukaannya sesuai dengan ketinggian dan dimensi yang direncanakan Ae ab I Pekoraan KonstuksiPerkraser 3-27 5) CTB harus dibuat secara berlapis lapis dengan ketebalan sesudah dipadatkan tidak lebih dari 250 mm. Batasan ini dapat diabaikan bila Penyedia barang dan jasa dapat membuktikan dengan tebal lebih dari 250 mm dapat dicapai kepadatannya yang diminta. 8) Bila pembuatan CTB dilaksanakan secara berlapis lapis, maka permukaan lapisan terbawah harus dikasarkan dengan garu agar terjadi iketan yang kuat dengan lapisan diatasnya Lapisan kedua dan seterusnya dapat dihampar dan dipadatkan 24 jam sesudah lapisan terbawah. Sebelum meletakkan lapisan berikutnya, lapisan yang akan ditumpangi harus dibasahi secukupnya agar terjadi ikatan yang kuat. 7) Tenggang waktu antara mixing dan penghamparan tidak boleh lebih dari 30 meni 8) Peralatan untuk menghampar material cement treated base harus dapat menghasilkan lapisan cement treated base dengan ketelitian, ketepatan serta keseragaman tebal dan lebar. Pemadatan 1) Segera sesudah dihampar, material cement treated base harus dipadatkan dan tenggang waktu antara penghamparan dan penyelesaian rolling terakhir tidak boleh lebih dari 45 menit agar dapat dicapai kepadatan optimum. 2) Alat pemadat (roller) yang harus tersedia dalam jumlah dan kapasitas yang cukup agar spesifikasi terpenuhi antara lain vibro roller, PTR dan tandem roller. Bab Il - Pekeriaan KonstruksiPerkerasan /P* 3-28 3) Rute peralatan pemadatan harus direncana secara seksama untuk menghindari terjadinya alur alur akibat jejak roda kendaraan atau traktor. 4) Bilamana perlu, sesudah pemadatan material cement treated base dirapikan ((rimmed) dengan motor grader sesual dengan ketinggian yang tertera dalam gambar 5) Penyelesaian harus sampai permukaan lapisan sesuai dengan gambar potongan melintang dengan toleransi + 10 mm diatas atau dibawah permukaan rencana dan bila diuji dengan batang lurus sepanjang 3 meter yang diletakkan sejajar atau tegak lurus terhadap sumbu perkerasan, tidak boleh ada perbedaan tinggi sebesar 6 mm pada setiap titik 6) Tes kepadatan lapangan harus dilakukan sekurang kurangnya salu kali untuk setiap 1.000 m2 luas cement treated base. Kepadatan yang dipersyaratkan adalah 98 % dari kepadatan laboratorium pada OMC. Kepadatan lapangan ditentukan sesuai ASTM D 1556. 7) Semua peralatan dan kendaraan yang menurut pendapat Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis dapat merusak CTB atau material curing tidak dijinkan melewati base course yang sudah jadi dalam 24 jam pertama dari waktu curing 8) Tes Ketebalan lapangan harus dilaksanakan sekurang — kurangnya salu kali setiap 250 m 2 lapisan CTB yang dihampar. “ Bab Ill - Pekerjaan Konstruksi Perkerasan 3-29 3.7 3.8 Pengukuran Jumlah bayaran harus ditetapkan dengan menghitung banyaknya jumiah meter kubik berdasarkan ketentuan dimensi dan gambar detail yang digunakan Pembayaran Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang kriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan, / Bab ill - Pekerjaan Konstruksi Perkerasan 3-30 € 4. SOIL CEMENT TREATMENT 441 Lingkup Pekerjaan Bagian ini memuat perbaikan tanah dasar secara merata antara tanah, semen Portland, dan air. Material campuran ini harus dihampar, dibentuk, dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi ini dan sesual dengan dimensi dan potongan melintang tipikal yang diperlihatkan dalam rencana. Harus dipersyaratkan pengujian untuk setiap tanah yang disetujui untuk digunakan pada lapisan. 4.2. Bahan Semen Portland harus sesuai dengan persyaratan ASTM C 150. Air harus bersih dan bebas dari kotoran, minyak, asam, alkali kuat, atau. materi dari tumbuh-tumbuhan. Air dengan kualitas yang diragukan harus diuji sesuai dengan persyaratan AASHTOT 26. Tanah harus terdiri dari tanah pilihan yang disetujui. Tanah harus bersih dari akar-akaran, rumput-rumputan, dan tidak mengandung kerikil atau batu yang tertahan pada saringan 1-inch (25 mm) atau lebih dari 45% tertahan pada saringan No.4, yang ditentukan ASTM C136 Sebelum konstruksi perbaikan tanah dasar tas, pengujian laboratorium tanah harus dilakukan untuk menentukan kadar semen yang disyaratkan dalam campuran Benda uji terdiri deri berbagai variasi kadar semen yang dipadatkan sesuai dengan ASTM D 558, dan kelembaban optimum untuk setiap kadar semen harus ditentukan. Sampel dengan kelembaban optimum harus diuji basah-kering dengan ASTM D 559 Kehilangan berat dari benda uji terhadap 12 siklus dari uji basah- kering tidak boleh lebih dari 14% untuk tanah berbutir, 10% untuk tanah granular plastis dan tanah berlanau, dan 7% untuk tanah lempung Bab Ill- Pekesjaon Konstruksi Porkerasan / gs sa # 43 Kuat tekan dari benda uji yang direndam harus meningkat baik berdasarkan umur dan bertambahnya kadar semen Perbaikan tanah dasar Semen Tanah terdiri dari tanah yang telah disetujui, semen dan air. Kadar semen akan ditentukan berdasarkan data pengujian laboratorium dan Percobaan Lapangan Awal, tetapi harus dalam rentang 3% sampai dengan 12 % dari berat tanah asli (yaitusebelum dicampur dengan semen) dalam keadaan kering oven. Rancangan Campuran Laboratorium Untuk setiap lokasi sumber bahan (borrow pit) baru yang akan digunakan, dan dari waktu ke waktu yang selama penggunaan setiap Iokasi sumber bahan yang diberikan, Penyedia barang dan jasa_harus melakukan percobaan campuran di laboratorium di bawah pengawasan konsultan pengawes untuk menentukan 1} Apakah bisa atau tidak membuat Perbaikan tanah dasar Semen Tanah yang memenuhi ketentuan dalam hal kekuatan dan karakteristik perubahan volume, dapat dibuat dari tanah yang bersangkutan, 2) Kadar semen yang dibutuhkan untuk mencapai kekuatan sasaran campuran (target mix strength): 3) Batas kadar air dan kepadatan yang diperlukan untuk pengendalian pemadatan ai lapangan Karakteristik pengembangan dan penyusutan dari campuran semen tanah dengan pengujian yang sesuai dengan AASHTO T 135-76 dan banding-kan dengan batas-batas yang diberikan di Tabel di bawah ini Lik ab I - Pekexiaan Konstruhsi Perkeresan 3-32 Tabel 1.7 Sifat-sifat untuk Perbaikan Tanah Dasar Semen Tanah PENGUJIAN (Setelah Perawatan 7 Hari) | PENGUJIAN 1 t = ] | | | patas-patas sirat | meTooe | i Minimum | Target | Maks 1 Unconfined Compressive | | ast 20 24 | 86 ‘Strength (UCS) kg/em? | 1633-63, pose | California Bearing Ratio AASHTO 100" | 120" | 200" (CBR) % Rata-rata Scala Penetration Resistance sO rege fase | SPR) melampaui 2/3 tebal (pkulaniem) | (1.09 | (G8) | (0.44) | Scala Penetration Resistance (SPR) yang] 5 | 7 HEHE ‘nerentken aes minimum bal eens | : : | [pukulaniem) | | 'Pengujian Basah-Kering ‘AASHTO, | (i) % Kehilangan Berat . 7 7 |r1a6-76 | i) % Perubahan Volume : : 2 | * Catatan * Angka-angka ini dapat disesuaikan untuk dikalibrasikan dengan angka- angka UCS yang disyaratkan, mengikuti pengujian kalibrasi untuk setiap Jenis tanah baru ® Angka-angka di dalam kutung adalah kemampuan penetrasi ekivalen dalam om per pukulan Sebagai alternatif pengujian kuat tekan (Unconfined Compression Strength / UCS) dapat diganti pengujian CBR dengan ketentuan sebagai berikut 1) Semua langkah yang diberikan di atas harus diikuti kecuali pengujian California Bearing Ratio (CBR) dapat digunakan sebagai alternatif dari pengujian UCS pada langkah (c). Akan tetapi, khususnya untuk tanah kehesif, karena hasil kekuatan campuran dari pengujian CBR pada umumnya tidak setepat dari pengujian UCS, PPK akan memerintahkan Penyedia Bab Ill - Pekorjaan Konstruksi Perkerasan 3-33 yy barang dan jasa_untuk mengadakan pengujian UCS dan CBR setiap ditemukan suatu jenis tanah yang baru, dan dalam membandingkan hasilnya, bilamana dipandang perlu, PPK akan mengubah Spesifikasi CBR yang diberikan pada Tabel supaya untuk tanah tersebut dapat dikorelasikan lebih dekat dengan Spesifikasi UCS (yang tetap tidak berubah seperti yang diberikan pada Tabel di atas). 2) Bilamana pengujian CBR digunakan, prosedur_ yang diberikan dalam SNI 03-1744-1989 harus dilkuti (penumbuk 2,5 kg) kecuali setelah pencetakan benda uji harus dirawat dengan cara sebagai berikut a) Semua benda uji dimasukkan bersama-sama kedalam suatu kantong plastik yang besar, b) Udara dalam kantung plastik harus dijaga supaya tetap lembab dengan menempatkan sebuah panci yang terbuka yang diisi dengan air. Air harus dijaga dengan hati-hati agar tidak memercik atau dengan kata lain Menghindarkan benda uji berkontak langsung dengan air, c) Kantong plastik tersebut harus difutup rapat dan diletakkan di suatu tempat yang teduh selama tepat 72 jam d) Setelah perawatan selama 72 jarn, benda uji tersebut harus dikeluarkan dari kantong plastik dan direndam di dalam bak air selama 96 jam, kemudian dilanjutkan dengan penguyjian kekuatan CBR 4.4 Percobaan Lapangan Percobaan Awal Lapangan Untuk Campuran-campuran Terpilih 1) Untuk usulan setiap jenis tanah baru yang akan digunakan, rancangan campuran semen tanah harus dilengkapi_ dengan pembuatan lajur percobaan bahan perbaikan tanah dasar, Semen Bab ili. Pekerjaani Konsiruks! Peskerasau 3-34 t 3) 4) Tanah yang diusulkan sepanjang 200 meter dengan tebal, peralatan, pelaksanaan dan prosedur pengendalian mutu yang diusulkan untuk pekerjaan ini Lajur percobaan ini harus diterapkan di luar lapangan _(proyek) alau, bilamana atas permintaan Penyedia barang dan jasa_ dan disetujui oleh Konsultan pengawas dan PPK, berdasarkan nasil Pengujian laboratorium yang diterima atas sifatsifat tanah yang diusulkan, dapat diterapkan pada bagian dari Pekerjaan tersebut ‘Akan tetapi, bilamana percobaan lapangan ini dalam segala hal tidak menunjukkan kinerja yang diterima, atau bilamana Perbaikan lanah dasar Semen Tanah yang dihampar ini dalam segala hal tidak memenuhi ketentuan yang disyaratkan dalam Spesifikasi, maka lajur percobaan ini harus disingkirkan seluruhnya dari area pekerjaan tersebut dan tanah dasamya harus diperbaiki lagi untuk penyiapan badan jalan. Silamana konsultan pengawas dan PPK menerima lajur percobaan ini sebagai bagian dari Pekerjaan, Perbaikan tanah dasar Semen Tanah ini akan diukur dan dibayar sebagai bagian dari Pekerjaan. Tidak ada pembayaran untuk lajur percobaan yang dilaksanaken di luar lapangan (proyek). Semua tahap pelaksanaan, masa perawatan dan pengujian dari lajur percobaan akan diawasi dengan cermat oleh konsultan pengawas dan PPK, yang dapat meminta variasi prosedur kerja atau jumlah dan jenis dari pengujian yang menurut pendapatnya diperlukan untuk memperoleh informasi yang bermanfaat semaksimal mungkin dari percobaan ini Berdasarkan data yang diperoleh dari lajur percobaan dan tidak lebin cepat dari 14 hari setelah fajur percobaan_ dihampar, konsultan pengawas dan PPK dapat memberikan persetujuan kepada Penyedia barang dan jasa_untuk meneruskan seperti yang direncanakan, atau persetujuan untuk meneruskannya dengan modifikasi apapun terhadap rancangan campuran atau prosedur pelaksanaan yang dianggap perlu, atau PPK dapat menolak untuk meneruskannya dan sebaliknya memerintahkan Penyedia barang Bab Ill - Pekerjean Konsteuksi Perkerasan 3-35 45 dan jasa_untuk melaksanakan percobaan lanjutan dengan bahan yang diusulkan, atau mengusulkan pemakaian jenis tanah lainnya atau mengganti atau menambahkan kapasitas instalasi_ dan peralatannya. Batasan Cuaca Perbaikan tanah dasar Semen Tanah tidak boleh dicampur atau dihampar bila temperatur atmosfer kurang dari 36°F(2°C) atau bila kondisi mengindikasikan bahwa temperature atmosfer akan turun kurang dari 35°F (2°C) dalam 24 jam, atau bila cuaca berkabut atau hujan, atau bila tanah atau subgrade membeku Tanah untuk Perbaikan tanah dasar Semen Tanah tidak boleh ditempatkan, dihampar atau dihaluskan selama turun hujan, dan penghalusan tidak boleh dilakukan setelan hujan atau dengan perkataan lain bilamana kadar air pada bahan tersebut terlalu tinggi untuk mendapatkan penghalusan yang memenuhi ketentuan Semen hanya boleh ditempatkan bilamana permukaan tempat tersebut kering, bilamana hujan tidak akan membasahi dan bilamana tanah yang sudah dihaluskan dalam keadaan yang diterima PPK Bilamana hujan turun tiba-tiba saat penyebaran semen sedang dilaksanakan, maka penyebaran tersebut harus dihentikan seketika dan semen yang telah tersebar harus cepat-cepat diaduk dengan tanah campurannya, dilkuti dengan pemadatan yang cepat untuk mengurang! kerusakan yang disebabkan oleh air_hujan. Pencampuran dan pembentukan akhir mungkin dapat dilanjutkan setelah hujan berhenti, bilamana disetujui oleh konsultan pengawas dan PPK. Apabila kerusakan yang disebabkan oleh hujan ini cukup beret, atau bilamana mutu pekerjaan yang terganggu ini meragukan, Konsultan pengawas dan PPK akan memerintahkan untuk memperbaiki pekerjaan tersedut Bab Ill - Pekesjaan Konstruks! Perkeresen 3-36 46 a7 Peralatan Campuran semen tanah (soil-cemen!) dapat dikonstruksi_ dengan peralatan yang dapat memenuhi persyaratan untuk pencampuran tanah, aplikasi_ semen, pencampuran, aplikasi air, pemadatan, penyelesaian, dan perawatan yang ditentukan. Persiapan Area yang akan ditutup harus dibentuk sehingga memenuhi ketentuan potongan melintang yang diperlihatkan dalam rencana. Setiap area lunak pada subgrade harus dibuang dan diganti dengan tanah yang disetujui dan dipadatkan sesuai yang ditentukan. Pada tahap persiapan harus diperhatikan hal-hal berikut 1) 20 cm tanah di bawah tanah dasar harus dipadatkan sampai kepadatan tidak boleh kurang dari 95 % kepadatan kering maksimum (maximum dry density) yang diperoleh sesuai dengan SNI 03-1742-1989 2) Selain kalau disetujui oleh konsultan pengawas dan PPK, nilai CBR tanah yang disiapkan bilamana diuji sesuai dengan SNI 03- 1744-1989, paling sedikit harus 6% (enam persen) setelah direndam selama empat hari bila dipadatkan sampai 100 % kepadatan kering maksimum. Bilamana kondisi kekuatan ini tidak dapat dicapai, konsultan pengawas dan PPK — dapat memerintahkan Penyedia barang dan jasa_ untuk melaksanakan perbaikan tanah dasar yang mencakup pembuangan dan penggantian bahan yang tidak memenuhi kelentuan atau melapisinya dengan bahan berbutir dengan proporsi tertentu sebagaimana diperlukan sehingga memenuhi Spesifikasi ini 3) Setiap lokasi tanah dasar yang menjadi lumpur, pecah-pecah atau lepas karena cuaca atau kerusakan lainnya sebelum dimulainya penghamparan Perbaikan tanah dasar Semen Tanah harus diperbaiki sampai memenuhi Spesifikasi ini dengan biaya Penyedia barang dan jasa sendir Bab lit - Pekeyaan Konstrubst Perkerasan 3-37 ft 48 4) Sebelum penghamparan Perbaikan tanah dasar Semen Tanah pada setiap ruas, tanah dasar padat yang sudah disiapkan harus dibersihkan dari debu dan bahan lainnya yang mengganggu dengan kompresor angin atau cara lain yang disetujul, dan harus dilembabkan bilamana diperlukan. Pencampuran Tanah untuk perbaikan tanah dasar harus dicampur sehingga setelah selesai campuran, berat kering 100% tolos saringan 1-inch (25 mm) dan minimum 80% lols saringan No. 4, kecuali kerikil dan batu tertahan pada saringan No. 4 Pencampuran dari tanah, semen. dan air dapat dilakukan baik dengan campuran di lapangan atau metode campuran di central-plant. Persentase kelembaban tanah, pada saat aplikasi semen, tidak boleh melampaul kadar kelembaban optimum untuk campuran soil-cement 1) Metode A ~ Dicampur di lapangan Jumiah semen yang telah ditentukan harus disebar secara merata pada tanah. Pencampuran harus terus dilakukan sampai semen telah cukup tercampur dengan tanah untuk menghindari terbentuknya bola-bola semen saat aplikasi air. Segera setelah tanah dan semen dicampur, air harus ditambahkan dalam campuran. Konsentrasi air yang berlebinan sampai_mendekati permukaan harus dihindari, Penyediaan air dan peralatan distribusi bertekanan harus disediakan sehingga dapat menjamin aplikasi selama 3 jam dari air campuran. Setelah semua air campuran diaplikasi, pencampuran diteruskan sampai didapat campuran seragam antara tanah. semen, dan air didapat 2) Method 8 ~ Dicampur di Central plant. Tanah, semen, dan air harus dicampur di pugmull, baik dengan tipe batch atau continuous-flow. Bangunan peneampur harus Gilengkapi dengan peralatan yang dapat mencampur tanah, Bab ili - Pekerjaan Konstuksi Perkerasan 3-38 49 semen, dan air dalam pencampur sesuai dengan jumlah yang ditentukan. Tanah dan semen harus dicampur secara cukup untuk menghindari bola-bola semen. Pencampuran diteruskan sampai didapat campuran yang seragam antara tanah, semen, dan air Campuran diangkut ke lokasi proyek dalam tuk yang dilengkapi dengan tutup pelindung. Campuran digelar pada subgrade yang telah dibasahi. Campuran harus diletakkan pada subgrade yang kelembabannya merata. Penghamparan soil-cement pada jalur yang berdekatan tidak boleh lebih dari 30 menit Waktu antara pencampuran dengan kelembaban dan saat mulai pemadatan soil-cement tidak boleh lebih dari 60 menit Pemadatan Segera setelah operasi penyebaran, campuran harus secara menyeluruh dipadatkan Jumiah, tipe, dan berat dari alat pemadat harus cukup untuk memadatkan campuran sampai kepadatan yang disyaratkan. Kepadatan lapangan dari campuran harus paling sedikit 98 persen dari kepadatan maksimum dari contoh uji laboratorium yang disiapkan dari bahan yang diambil dari lapangan. Benda uji harus dipadatkan dan diuji sesuai dengan ASTM D 558. Kepadatan lapangan harus ditentukan sesuai dengan ASTM D 1556. Setiap campuran yang belum dipadatkan tidak boleh terganggu selama 30 menit Kadar air dari campuran pada saat awal pemadatan tidak boleh kurang atau lebih dari 2 persen dari kadar air optimum. Kadar air optimum ditentukan sesuai dengan ASTM D 558 dan harus kurang dari jumlah kadar air yang menyebabkan campuran tidak stabil setama pemadatan dan penyelesaian. Dalam tahap pemadatan ini harus. diperhatikan beberapa hal berikut 1) Pemadatan awal harus dilaksanakan dengan _penggilas sheepsfoot, penggilas roda karet atau penggilas beroda halus dimana penggilas ini tidak boleh membebani secara langsung Bab ill - Pekesjaan Konsiruks! Perkerasau 3-39 2) 3) 5) pada bahan semen tanah yang sudah dihampar, baik dalam kondisi sudah mengeras maupun sebagian sudah mengeras, Setelah penggilasan awal, pembentukan dengan motor grader mungkin diperlukan sebeltum penggilasan akhir. Pemadatan harus diselesaikan dengan penggilas roda karet atau penggilas beroda halus bersamaan dengan motor grader untuk membentuk Perbaikan tanah dasar Semen Tanah seperti rancangannya, Pada umumnya, penggilasan akhir perlu disertai penyemprotan sedikit air untuk membasehi permukaan yang kering selama operas! pemadatan Sebelum setiap bahan baru disambung dengan bahan yang telah dipadatkan sebelumnya, ujung bahan dari pekerjaan sebelumnya harus dipotong sampai memperoleh permukaan vertikal sehingga dapat dicapai pemadatan penuh pada tebal lapisan yang diperlukan Bahan pada sambungan melintang antara ujung akhir ruas pekerjaan yang lampau dengan ujung awal dari ruas baru harus dipadatkan dengan penggilasan melintang (melintang landasan pacu) sedemikian hingga seluruh tekanan roda penggilas diarahkan pada sambungan tanpa menyentuh secara langsung pada bahan dari pekerjaan sebelumnya. Penambahan pemadatan dapat menggunakan alat timbris mekanis (tamping compactor) untuk memastikan pemadatan yang cukup pada sambungan Permukaan Perbaikan tanah dasar Semen Tanah yang telah selesai harus ditulup dengan rapat, bebas dari pergerakan yang disebabkan olen peralatan dan tanpa bekas jejak roda pemadat, lekukan, retak atau bahan yang lepas. Semua bagian yang lepas, segregasi atau yang cacat lainnya harus diperbaiki Pada setiap pengukuran penampang melintang, tebal rata-rata setiap lapisan atau sejumiah lapisan dari Perbaikan tanah daser Semen Tanah, yang diukur dengan survei dan atau benda uji int (core), tidak boleh 10 % lebih tebal atau lebih tipis dari pada tebal yang sudah dirancang Bab iil - Pekerjaan Konstruksi Peskerasen 3-40 6) Permukaan akhir Perbaikan tanah dasar Semen Tanah tidak boleh menyimpang lebih dari 2 cm dari mistar lurus sepanjang 3m yang diletakkan di permukaan jalan sejajar dengan sumbu jalan atau dari mal bersudut yang diletakkan melintang, 7) Segera setelah pemadatan dan pembentukan lapisan terakhir Perbaikan tanah dasar Semen Tanah, butiran batu (chipping) ditebar secara merata di atas permukaan Perbaikan tanah dasar Semen Tanah dan dibenamkan pada permukaan dengan penggilasan. Butiran batu harus berukuran nominal 13 mm dengan takaran kira-kira 12 kg/m?. Operasi penyelesaian harus diselesaikan selama waktu siang, dan perbaikan tanah dasar yang telah selesai harus memenuhi syarat ketinggian dan potongan melintang. Jika diperlukan, permukaan perbaikan tanah dasar diratakan untuk menghilangkan setiap jejak dari peralatan pemadatan, Permukaan tersebut kemudian dipadatkan kembali sampai memenuhi kepadatan yang disyaratkan. 4.10 Perbaikan Lapisan Yang Tidak Memenuhi Mutu Perbaikan tanah dasar Semen Tanah yang tidak memenuhi toleransi atau mutu yang disyaratkan dalam Spesifikasi ini harus diperbaiki oleh Penyedia barang dan jasa. Perbaikan seperti itu dapat termasuk 1) Perubahan perbandingan campuran untuk _ pelaksanaan Pekerjaan benkutnya, 2) Penghalusan kembali dari Perbaikan tanah dasar Semen Tanah yang sudah dihampar (bilamana memungkinkan) dan mengaduk kembali dengan tambahan semen; 3) Pembuangan dan penggantian pada bagian pekerjaan yang tidak diterima oleh konsultan pengawas dan PPK; Bab fit- Pekesjaan Konsiruksi Perkerason Gla 3-41 4) Penambahan lapisan dengan Perbaikan tanah dasar Semen Tanah pada pekerjaan yang terganggu tersebut, dengan tebal sampai tebal penuh yang ditentukan dalam Gambar. Bilamana retak merambat sampai luas akibat berkembangnya retak susut selama periode perawatan, maka Konsultan Pengawas dapat meminta penggilasan tambahan untuk meretakkan bahan ini dengan sengaja sehingga akan mengurangi dampak potensial retak pada perkerasan dengan cara menyediakan retak-retak kecil yang jaraknya dekat satu sama lainnya. Untuk retak-retak yang berkembang dengan baik dan diperkirakan tidak akan bertambah Iuas lagi, konsultan pengawas dan PPK dapat memerintahkan perbaikan dengan menggunakan suntikan (grouting) semen. Perbaikan pada retakan ini dapat termasuk penyesuaian campuran dengan mengurangi kadar semen untuk campuran yang belum dihampar. Bila setelah pemberian semen operasi terhenti selama lebih dari 30 menit atau bila campuran soil-cement yang belum dipadatkan menjadi basah karena hujan sehingga kadar air optimum terlampaui sedikit, keputusan untuk melanjutkan konstruksi bagian ini harus dibahas dengan Konsultan Pengawas. Bila campuran yang belum dipadatkan basah terkena air hujan melampaui batas toleransi kadar air, Penyedia arang dan jasa_harus melakukan konstruksi ulang bagian tersebut dengan biaya sendiri, Semua bahan sepanjang sambungan konstruksi memanjang atau melintang yang tidak dipadatkan dengan baik harus dibuang dan diganti, dengan biaya dari Penyedia barang dan jasa, dengan campuran soil-cement yang dipadatkan sampai kepadatan yang ditentukan, Ketebalan dari perbaikan tanah dasar soil-cement ditentukan dari pengukuran cores drilled dari perbaikan tanah dasar yang telah selesai atau dari pengukuran ketebalan pada lubang yang dibuat pada perbaikan tanah dasar pada interval sehingga setiap pengujian mewakili tidak lebih dari 250 m2, Tebal rata-rata dari perbaikan tanah dasar yang dikonstruksi selama satu hari harus dalam 12 mm dari yang direncanakan. Bila ketebalan dalam satu hari tidak dalam angka Bab Ill - Pokorjaan Konstruksi Perkerasan 3-42 44 442 toleransi tersebut, Pengawas harus mengevaluasi dan bila diperlukan konstruksi ulang dengan biaya dari Penyedia barang dan jasa Sambungan Konstruksi Pada setiap akhir pemadatan dalam satu hari, sambungan konstruksi transversal harus dibentuk dengan cara memotong secara vertical material yang telah dipadatkan. Perlindungan yang disediakan untuk sambungan konstruksi tidak boleh menghalangi penghamparan, penyebaran, dan pemadatan material perbaikan tanah dasar yang tidak mengganggu penghamparan sebelumnya. Bila perlu operasi peralatan pada perbaiken tanah dasar yang telah selesai perlindungan dan tutup yang cukup harus disediakan untuk mencegah kerusakan pada permukaan yang telah selesai. Penyediaan tatakan atau papan perlu mendapat persetujuan dari Pengawas Lapangan. Bila penghamparan atau pemadatan perbaikan tanah dasar di sebelah jalur yang telah dikonstruksi, harus dicegah tidak merusak konstruksi lapis yang telah selesai Perlindungan dan Perawatan Setelah perbaikan tanah dasar selesai dipadatkan sesuai yang ditentukan, harus diberi perlindungan terhadap kekeringan selama 7 han dengan memberi bahan aspal atau metode lain yang dapat diterima. Perawatan harus dimulai sesegera mungkin, tetapi tidak boleh lewat dari 24 jam setelah selesai operasi pekerjaan. Perbaikan tanah dasar yang telah selesai harus terus lembab sampai bahan perawatan diletakkan Bahan aspal yang digunakan harus diaplikasikan secara merata pada petmukaan dari perbaikan tanah dasar yang telah selesai dengan kadar 0.92 liter! meter2 dengan panas dan peralatan penyemprot yang telah disetujui. Kader dan temperature aplikasi yang pasti harus Bal fil « Pekerjaan Konstruksi Perkerasan 3-43 ditentukan supaya permukaan tertutup dengan sempurna tanpa ada aspal yang mengalir. Pada saat diberi oahan aspal, permukaan harus sudah padat, bebas dari bahan yang tidak diinginkan, dan harus memiliki kelembaban yang cukup untuk mencegah penetrasi dari bahan aspal. Air harus diberikan secukupnya untuk mengisi rongga pada permukaan sebelum perawatan dengan bahan aspal diberikan Bahan aspal untuk perawatan diberikan sesuai kebutuhan oleh Pelaksana selama 7 hari sehingga semua soil-cement tertutupi secara efektif selama periode ini Bagian soil-cement yang telah selesai harus dicegah dari peralatan supaya tidak merusak pekerjaan yang telah selesai Segera setelah permadatan dan pembentukan Perbaikan tanah dasar Semen Tanah dan penanaman butiran batu, selaput tipis untuk perawatan (curing membrane) harus dipasang di atas hamparan dan dipertahankan sampai paling sedikit 24 jam, atau jika diperintahkan lain oleh konsultan pengawas dan PPK. Curing membrane ini dapat berupa 1) Lembaran plastik kedap air yang telah disetujui, dikaitkan secukupnya supaya tidak terbang tertiup angin dan dengan sambungan tumpang tindih paling sedikit 300 mm dan dipasang untuk menjaga kehilangan air: atau 2) Bahan karung goni yang harus selalu basah selama masa perawatan, atau 3) Bahan lainnya yang terbukti efektif selama Percobaan Lapangan ‘Awal dan disetujui oleh konsultan pengawas dan PPK "Curing membrane" harus dipertahankan di tempat selama 7 hari setelah peneampuran dan penghamparan Perbaikan tanah dasar Semen Tanah, atau seperti yang diperintahkan lain oleh Konsultan Pengawas berdasarkan percobaan lapangan. Perawatan harus dilanjutkan sampai penghamparan aspal di atas Perbaikan tanah Bab Ill - Pekerjaan Konstruks! Perkerasan 3-44 413 dasar Semen Tanah. Pada saat itu "curing membrane" harus dipindahkan dan Lapis Resap Pengikat disemprotkan sesuai dengan ketentuan. Akan tetapi, dalam waktu 24 jam pertama dari masa perawatan, Lapis Resap Pengikat tidak boleh diterapkan Lalu lintas atau peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan tidak dijinkan melewati permukaan jalan sampai pelapisan campuran aspal telah dilaksanakan. Selama masa tunggu ini Penyedia barang dan jasa harus menjaga arus lalu lintas yang melalui Pekerjaan ini dengan menyediakan jalan alih (detour) yang memadai Bilarnana Lapis Pondasi Semen Tanah akan dibuat dalam dua lapisan atau lebih, setiap lapisan yang sudah dihampar harus dirawat sesuai dengan Spesifikasi ini paling sedikit 7 hari sebelun tapisan yang berikutaya dapat dihampar Penyedia barang dan jasa disyaratkan untuk memelinara, dengan biaya sendiri, semua perbaikan tanah dasar yang menjadi bagian dari kontraknya mulai dari saat mulai kerja sampai selesai_pekerjaan. Pemelinaraan termasuk perbaikan segera setiap cacat yang terjadi baik sebelum atau sesudah pemberian semen. Perbaikan harus dilakukan Penyedia barang dan jasa_ dengan biayanya sendiri dan dengan cara yang dapat menjamin keseragaman permukaan dan tahan lama Pengendalian Mutu 1) Pengendalian Penyiapan Tanah Dasar Frekuensi pengujian pengendalian pemadatan pada tanah dasar harus seperti yang diperintahkan oleh PPK berdasarkan kondisi lokasi kerja. Paling tidak, pengujian kepadatan dengan konus pasir (sand cone) harus dilaksanakan di sepanjang proyek dengan jarak tidak melebihi 200 m, dan paling sedikit sebuah pengujian kepadatan kering maksimum laboratorium harus dilaksanakan untuk setiap 10 pengujian kepadatan di lapangan Bab ill - Pekerjaan Konstruks! Perkerasan. 3-45 2) Frekuensi pengambilan contoh dan pengujian tanah dasar untuk CBR harus seperti yang diperintahkan oleh PPK berdasarkan berbagai_macam jenis tanah yang ditemui Paling sedikit Giperlukan satu pengujlan CBR untuk setiap jenis tanah dasar yang terdapat di sepanjang proyek Pengendalian Penghalusan Tanah Contoh tanah yang telah dihaluskan harus diambil dan diuji di lapangan, untuk menyesuaikan ukuran partikel dengan dengan jumlah pengambilan contoh sebanyak lima contoh untuk setiap ruas pekerjaan (dari 200 meter atau kurang). Bilamana setiap pengujian tunggal mengalami kegagalan, penghalusan harus dilanjutkan untuk seluruh ruas pekerjaan tersebut Pengendalian Kadar Air Untuk Operasi Pencampuran Di Tempat. Kecuali diperintahkan lain oleh PPK, pengambilan contoh dan pengujian untuk pengendalian kadar air selama penghamparan dan pencampuran harus dilaksanakan dengan jarak yang tidak lebih dari 100 meter, dan pada setiap lokasi pengambilan contoh akan termasuk pengambilan dan pengujian contoh berikut ini a) Sebuah contoh tanah saat baru dihampar untuk menentukan kebutuhan pengeringan atau pembasahan _sebelun penghalusan, b) Sebuah contoh setelah pencampuran semen dengan tanah untuk menentukan jumlah air yang perlu ditambahkan agar dapat mencapai kadar air yang ditentukan untuk pemadatan ¢) Satu conto atau lebih setelan pencampuran air yang ditambahkan kedalam campuran semen tanah untuk memeriksa apakah kadar air yang dirancang untuk pemadatan sudah dicapai d) Pada umumnya nilai-nilai pengujian kadar air tidak akan diperoleh sampai setiap ruas pekerjaan telah dipadatkan, akan Bab Iil- Pekerjaan Konstruksi Perkerasan 3-46 tetapi, hasil pengujian pada setiap hari kerja harus diambil untuk menghitung optimasi pada hari kerja berikuinya, 4) Pengendalian Pemadatan Pada Perbaikan tanah dasar Semen Tanah a} Segera sebelum pemadatan dimulai, contoh-contoh campuran semen tanah gembur harus diambil dari lokasi yang diperintahkan oleh konsulian pengawas dan PPK dengan interval satu dengan lainnya tidak lebih dari 500 meter. Lokasi yang dipilih untuk pengambilan contoh harus bertepatan dengan penampang melintang yang dipantau, diperiksa dengan survei elevasi permukaan maupun Scala Dynamic Cone Penetrometer. Pengambilan contoh tersebut harus dilaksanakan sesegera_ mungkin, untuk mengurangi keterlambatan dimulainya penggilasan. Contoh yang diambil harus segera dimasukkan dalam kantong plastik yang kedap atau tempat penyimpanan lainnya dan ditutup rapat untuk dibawa ke laboratorium lapangan dimana contoh-contoh ini akan (tanpa ditunggu lagi, untuk menjaga kehilangan air) digunakan baik untuk pembuatan benda uji untuk pengujian kepadatan kering maksimum maupun penguyjian kekuatan {bik UCS maupun CBR, sesuai dengan yang diperintahkan oleh PPK). Kecuali diperintahkan lain oleh PPK, dua benda uji harus disiapkan untuk menentukan kepadatan kering maksimum (menggunakan pemadatan SNI 03-1742-1989) dan empat benda uji harus disiapkan untuk pengujian kekuatan (menggunakan SNI 03-1744-1989 untuk pengujian CBR ateu ASTM 01632 untuk penguijian UCS) b)Segera setelan pemadatan setiap lapisan _selesei dilaksanakan, pengujian kepadatan lapangan (SNI 03-2627- 41992) harus dilaksanakan, di lokasi yang diperintahkan oleh PPK dengan interval tidak melebihi 100 m di sepanjang Bab Ill « Pekeqaan Kanstruksi Perkerasan 3-47 landasan. Setiap lokasi pengujian yang kelima harus sama dengan lokasi pengambilan contoh semen tanah gembur sebelum penggilasan, Hasil kepadatan dan kadar air pengujian konus pasir (sand-cone) harus dibanding-kan dengan nilai rata-rata dari kapadatan kering maksimum dan kadar air optimum yang diukur dari dua benda uji, untuk menentukan persentasi pemadatan yang dicapai di lapangan dan menentukan apakah pengendalian kadar air di lapangan cukup memadai. 5) Pengendalian Kekuatan dan Kehomogenan dari Perbalkan tanah dasar Semen Tanah a) Setelah pencetakan benda uji, keempat benda uji untuk pengujian kekuatan yang diuraikan di atas harus dirawat dengan kelembaban yang tinggi di dalam kantong piastik yang ditutup rapat, menggunakan cara yang diuraikan pada Spesifikasi ini kecuali dua benda uji yang pertama harus dirawat di dalam kantong plastik sampai waktu pengujian dan dua benda uji yang kedua harus dikeluarkan dani kantong plastik setelah perawatan selama 3 hari dan direndam di dalam bak air untuk selama 4 hari sebelum penguijian. Keempat benda uji tersebut harus diuji kekuatannya pada umur 7 hari setelah pencetakan benda uji dan pada hari yang ‘sama juga dilakukan pengujian dengan Scala Penetrometer di lapangan pada penampang melintang tempat pengambilan contoh semen tanah. Nilai rata-rata kekuatan dari dua benda Uji yang direndam harus dicatat sebagai kekuatan laboratorium semen tanah untuk ruas jalan dimana contoh tersebut diambil, dan harus dibandingkan dengan kekuatan sasaran (target strength) yang disyaratkan atau yang ditentukan oleh konsultan pengawas dan PPK. Dari nilai kekuatan laboratorium ini, kekuatan Perbaikan tanah dasar Semen Tanah di lapangan juga dapat diperkirakan, pertimbangan akan diberikan untuk tingkat pemadatan yang dapat dicapai di Bab il - Pekeriaan KonsiuksiPerkerason 9g 3-48 lapangan, dan nilainya dibandingkan dengan nilai: minimum yang disyaratkan atau dirancang ) Nilai rata-rata kekuatan dari dua benda uji yang tidak direndam harus dibandingkan terhadap nilai rata-rata kekuatan yang diperoleh dari hitungan pukulan pada pengujian dengan Scala Penetrometer di lokasi pengambilan contoh, sehingga hasil perbandingan ini dapat digunakan oleh Direksi Pekerjaan untuk pengecekan dan bilamana dipandang perlu, PPK akan memerintahkan penyesuaian kalibrasi_antara_ Scala Penetration Resistance (SPR) dan kekuatan (UCS atau CBR). <) Hasil_ pengujian dengan Scala Penetrometer yang dilaksanakan untuk memantau tebal lapisan, seperti yang diuraikan dari Spesifikasi ini, juga akan digunakan untuk memeriksa seluruh kekuatan rata-rata dan kehomogenan dati semen tanah yang dikerjakan. Dengan menggunakan kalibrasi yang ditunjukkan disesuaikan bila dipandang perlu seperti yang disyaratkan dalam (b) di atas, nilai rata-rata kekuatan dari dua per tiga seluruh tebal lapisan dari Perbaikan tanah dasar Semen Tanah dapat ditentukan dari setiap catatan penetrasi, suatu nilai rata-rata kekuatan untuk setiap 200 meter (atau kurang) dengan Perbaikan tanah dasar Semen Tanah harus lebin besar deri kekuatan sasaran (target strength) yang disyaratkan dan tidak satupun nilainya yang boleh kurang dari Kekuatan minimum yang disyaratkan pada tabel 2.3 d) Bilamana terjadi perbedaan pendapat tentang kekuatan aktual di lapangan dari Perbaikan tanah dasar Semen Tanah yang sudah selesai dikerjakan, konsultan pengawas dan PPK akan memerintahkan Penyedia barang dan jasa untuk mengambil dan menguji benda uji inti (core) berbentuk silinder. Setiap benda uj infi haus dipotong sedemikian hingga tingginya tepat dua kali garis tengahnya, dan ujung-ujungnya harus diratakan sampai tegak lurus sumbu silinder. Bila diuji dengan kuat tekan Bab Ill - Pekerjaan Konstiukst Perkerasan 3-49 unconfined, kekuatan benda uji inti ini harus melampaui batas minimum yang diberikan dalam tabel 2.3 6) Pemantauan Ketebalan Perbaikan tanah dasar Semen Tanah a) Ketebalan Perbaikan tanah dasar Semen Tanah yang telah selesai harus dipantau oleh Penyedia barang dan jasa , di bawah pengawasan PPK, pada interval 50 meter dengan cara pengukuran elevasi permukaan dan pengujian dengan Scala Penetrometer. Dua macam ketebalan yang harus diukur "Ketebalan terpasang’” (placed thickness); dan - "Ketebalan efektif' (effective thickness) b) Ketebalan terpasang Perbaikan tanah dasar Semen Tanah yang telah selesai harus ditentukan dan dipantau sebagai perbedaan tinggi permukaan sebelum dan sesudah penghamparan Perbaikan tanah dasar Semen Tanah, pada titk-titik penampang melintang setiap 50 meter. c) Ketebalan efektif harus ditentukan dan dipantau sebagai ketebalan bahan Perbaikan tanah dasar Semen Tanah yang telah selesai dikerjakan dan mempunyai kekuatan yang melampaui batas minimum yang disyaratkan, sebagaimana yang diukur dengan Scala Penetrometer pada penampang melintang yang sama dan sebagaimana pengukuran elevasi permukean Dalam pengukuran ini, hilungan tumbukan penetrometer harus dikalibrasikan terhadap kekuatan dengan cara yang diuraikan dari Spesifikasi ini dan batas bawah ketebalan efektif harus diambil sebagai litik pada kurva hitungan tumbukan setelah dilakukan penghalusan kurva untuk menghilangkan variasi-variasi yang terjadi berdasarkan pengalaman kesalahan pembacaan, dengan batas penetrasi (cmitumbukan) di bawah Scala Penetration Resistance (SPR) yang disyaratkan atau seperti yang ditetapkan PPK berdasarkan percobaan lapangan. Untuk —menghindan terladinya ketidak-konsistenan, maka pengujian dengan scala Sab ll - Pekerjaan Konstruks Perkerasan gy 3-50 penetrometer harus selalu dilakukan dengan standar yang sama d) Pada setiap penampang melintang yang akan dipantau ketebalannya, titik-titik yang akan diukur elevasinya atau diuji oleh penetrometer harus diberi jarak yang sama satu dengan lainnya dan harus termasuk satu tik pada sumbu jalan, satu titik pada tepi luar bahu keras (hard shoulder) untuk kedua sisi, dan titik-titk di antaranya sebagaimana diperlukan, Bilamana tidak diperintahkan lain oleh PPK, maka jumiah keseluruhan litik pemantauan tiap penampang melintang harus lima buah. €) Bilamana Perbaikan tanah dasar Semen Tanah dilaksanakan setengah lebar jalan, maka diperlukan dua titik pengujian yang terletak pada kedua sisi sambungan memanjang yang digunakan sebagai pengganti titi pengujian pada sumbu jalan, f) Tithk pemantauan yang sama harus digunakan balk untuk Pengukuran elevasi permukaan maupun untuk pengujian dengan penetrometer. Pada umumnya pengujian dengan penetrometer hanya dilaksanakan setelah penghamparan lapisan terakhir (paling atas) dari Perbaikan tanah dasar Semen Tanah selesai; akan tetapi, bilamana pengujian dengan penetrometer dapat juga dilaksanakan pada lapisan antara dari Perbaikan tanah dasar Semen Tanah sebelum lapisan terakhir dilaksanakan, maka. titik-tiik pemantauan harus digeser 20 cm di sepanjang jalan untuk setiap lapisan baru, untuk menghindari kemungkinan masuknya ujung konus kedalam bahan pada iapisan di bawahnya yang sudah terganggu oleh pengujian sebelumnya g) Setiap pengujian dengan penetrometer untuk pemantauan ketebalan efektif tidak boleh digunakan sebagai dasar pengukuran untuk pembayaran kecuali baik Penyedia barang dan jasa_maupun Direksi Pekerjaan, atau yang mewakili telah Bab lit - Pekerjaan Konistrukst Perkerasan 3-51 & menyaksikan pengujian dan menandatangani catatan hitungan tumbukan pada saat pengujian tersebut h) Bilamana terjadi perbedaan pendapat tentang plotting gratik dari data hitungan tumbukan, atau dari interpretasi ketebalan efektif yang diperoleh dari grafik tersebut, maka keputusan Direksi Pekerjaaniah yang menjadi keputusan final dan harus diikuti, kecuali bilamana dalam hal yang demikian Penyedia barang dan jasa_memilih, atau diperintahkan oleh PPK, untuk mengambil benda uji inti (core) untuk memastikan kedalaman bahan yang sudah tersemen dengan baik pada litik yang dipantau ataupun pada titik-titik yang diperdebatkan. 7) Kadar Semen Bilamana Perbaikan tanah dasar Semen Tanah tidak memenuhi ketentuan yang disyaratkan karena rendahnya mutu ini diperkirakan kekurangan kadar semen, maka PPK dapat memernintahkan Penyedia barang dan jasa_untuk melaksanakan pengujian untuk menentukan kadar semen aktual dengan cara analitis pada contoh campuran semen tanah yang diambil dari pekerjaan yang tidak sempurna tersebut. 4.14 Pengukuran Jumlah perbaikan tanah dasar soil-cement yang dibayar adalah jumlah meter persegi dari perbaikan tanah dasar yang telah selesai dan disetujui ‘Semen Portland harus diukur berdasarkan ukuran berat seperti kg, Kuantitas semen yang akan diukur untuk pembayaran untuk setiap ruas pekerjaan yang diberikan adalah berat aktual, diukur dalam kg, yang telah dicampur kedalam Perbaikan tanah dasar Semen Tanah yang telah diterima sebagaimana dihitung dengan rumus di bawah ini Bab ill Pekexjaan Konstruksi Perkerasan 3-52 Kuantitas Perbaikan tanah dasar Semen Tanah yang diterima Berat (otal semen yang X ~ dipakai Kuantitas Perbaikan tanah dasar Semen Tanah yang dihampar Dimana berat total semen yang digunakan untuk ruas pekerjaan yang diukur adalah seperti yang dicatat pada perhitungan pemakaian semen harian dan kuantitas terhampar Perbaikan tanah dasar Semen Tanah adalah jumiah meter kubik bahan, yang dihitung dari hasil kali lebar rata-rata yang dihampar, tebal rata-rata yang dihampar dan panjang ruas tersebut, termasuk semua lokasi yang ditolak Tidak ada pembayaran yang dilakukan untuk semen yang terhambur atau terbuang, atau untuk semen yang digunakan lokasi-fokasi dimana Perbaikan tanah dasar Semen Tanahnya tidak diterima, Partikel batu untuk chipping seperti tidak akan diukur tersendiri dan harus termasuk dalam bahan-bahan yang digunakan untuk Perbaikan tanah dasar Semen Tanah 4.15 Pembayaran Jumlah Perbaikan tanah dasar Semen Tanah dalam meter kublk dan kuantitas semen dari Perbaikan tanah dasar Semen Tanah dalam kg yang ditetapkan sebagai-mana di atas, akan dibayar dengan Harga Kontrak per satuan pengukuran, Harga tersebut sudah harus termasuk untuk seluruh bahan, pekerja, peralatan, perkakas, pengujlan dan pekerjaan kecil lainnya untuk penyelesaian pexerjaan yang memenuhi ketentuan yang disyaratkan Bab fi - Pekeyjaan Konstruksi Perkerasan 3-53 # 5. ASPAL PRIME COAT ( LAPIS RESAP PENGIKAT ) 54 5.2 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan yang tercakup dalam pasal dari persyaratan_ teknis pelaksanaan ini terdiri dari melengkapi semua peralatan, bahan dan kerja serta melaksanakan semua kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan bahan aspal pada lapisan aggregate base yang disiapkan sebelumnya untuk pemasangan lapisan beraspal berikuinya, yang tercantum pada persyaratan kontrak serta sesuai dengan pasal dari persyaratan teknis dan gambar-gambar yang dapat digunakan. Bahan Jenis asphalt untuk Prime Coat ini adalah Asphalt Cement 60/70 komposisi sesual nasil tes viscositas, perihal_ bahan-bahan dilaksanakan dengan memakai pressure distributor yang memenuhi syarat. Pemakaian aspal jenis lain hanya dibenarkan dengan jin Pejabat Pembuat Komitmen / Direktorat Bandar Udara Dalam gars besarnya, jumlah bahan asphalt tergantung dari texture dari base course, dan banyaknya berkisar 2 kg/m? jika terlalu pekat dapat diijinkan menggunakan bahan pengencer secukupnya Tabel 3.7 Material Aspal untuk Prime Coat Temperatur Aplikasi [ Tipe dan Grade Spesifikast oF °C Aspal Emutsi S$-1, $8-1h ASTM 977_ | 70-160 20-70 MS-2, HFMS- 1 ASTM D977 | 70-160 20-70 CSS-1, CSS-1h ASTM D 2397 | 70-160 20-70 oMs-2 astm 0 2397 | 70-160 20-70 Gutback Asphalt RC-250 ASTM D 2028 |_ 165+ 75+ RC-70 ASTM D 2028 | 120+ 50+ Bab til- Pekeyaan Konsirukst Peskerasan 3-54 « 5.3 54 55 Volume harus dikoreksi dengan volume pada 60°F (15°C) sesuai dengan ASTM D 1250 untuk cutback asphalt Batas-Batas Cuaca Prime Coat dapat digunakan hanya apabila permukaan yang ada tetap kering tetapi kelembaban cukup untuk memperoleh penyebaran bahan asphal yang merata pada waktu suhu udara berada di atas 15°C dan tidak boleh dilaksanakan waktu angin kencang, hujan atau akan turun huyjan hujan. Persyaratan suhu dapat diabaikan hanya apabila disetujul oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis Perlengkapan Perlengkapan yang digunakan oleh Penyedia barang dan jasa_harus meliputi kompresor, sebuah distributor bahan asphalt yang otomatis serla peralatan untuk memanaskan bahan asphalt, serta peralatan- peralatan tambahan yang diperlukan untuk menyelesaikan bagian ini, dioperasikan sedemikian hingga temperatur asphalt pada kepanasan yang merata dapat digunakan secara seragam pada kelebaran permukaan yang berbeda-beda dengan perbandingan yang sudeh ditentukan serta terawasi dari 0.20 sampai 7.50 kg Perlengkapan distributor harus berisikan pula sebuah alat pengukur volume yang seksama atau calibrated, serta sebuah termometer untuk mengukur suhu isi tangki Penggunaan Bahan Dari Aspal Menjelang digunakan bahan utama, semua kotoran dan benda lainnya yang tidak diinginkan harus disingkirkan dari permukaan dengan kompresor seperti ditentukan Bahan untuk priming harus digunakan dengan bantuan sebuah distributor dengan perbandingan seperti yang disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis serta suhu dalam tahap yang dispesifikasikan dalam persyaratan teknis pelaksanaan ini. Setelah penggunaan ini selesai maka permukaan yang telah diberi prime coal Bab (NI - Pekerjaan Konstruksi Perkerasan 3-55 56 57 58 harus dibiarkan mengering selama 48 jam tanpa diganggu, atau selama waktu yang diperpanjang/diperpendek menurut keperluan untuk membiarkan prime itu kering hingga tidak akan terbawa oleh lalu-lintas peralatan, masa atau jangka waktu lain yang disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Kemudian permukaan itu harus dibina oleh Penyedia barang dan jasa_sarnpai pekerjaan lapisan berikutnya dimulai Penyedia barang dan jasa harus melindungi permukaan yang sudah diberi prime coal terhadap kerusakan selama masa itu, termasuk menyediakan dan menghamparkan pasir yang diperlukan untuk menghapus / membuang bahan aspal yang berkelebihan Tanggung Jawab Penyedia barang dan jasa Mengenali Aspal Contoh-contoh bahan asphalt yang diusulkan Penyedia barang dan jasa__untuk dipakai, disertai dengan sebuah pernyataan mengenai data-data teknis dan laboratorium harus mendapatkan persetujuan sebelum penggunaan bahan tersebut Hanya bahan yang didemontrasikan dengan percobaan dan hasilnya memuaskan yang dapat diterima, Penyedia barang dan jasa_harus melengkapi laporan fest yang dapat diakui untuk setiap saat pengangkutan ataupun pengaspalan ke lokasi proyek Laporan tersebut harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis untuk mendapatkan jin penggunaannya, Surat keterangan jaminan pabrik / data sheet harus dilampirkan. Pengukuran Jumlah biaya untuk prime coat ditentukan dengan memperhitungkan luas dalam meter persegi dari ukuran pada gambar-gambar yang digunakan / disetujui Pembayaran Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi_ kerja yang kriterianya ditetapkan dalam kontrak yang bersangkutan. Bab lit- Pekerjaan Konstruksi Perkerasant 3-56 6. ASPAL TACK COAT 61 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan yang tercakup dalam pasal ini tediri dari memperlengkapi semua mesin, peralatan, bahan-bahan dan pekerja serta pelaksanaan semua kegiatan yang bertalian dengan penggunaan bahan aspal pada lapisan aspal beton yang telah ada, yang memenuhi persyaratan kontrak serta sesuai dengan pasal ini dan gambar-gambar yang dapat digunakan’ disetujui 6.2 Bahan Jenis aspal untuk coating ini biasanya menggunakan: Asphalt Cement 60/70 perihal bahan-bahan dilaksanakan dengan memakai pressure distributor yang memenuhi syarat. Pemakaian aspal jenis Iain hanya dibenarkan dengan jin Konsultan Pengawas dan Dircksi Teknis, Pemakaian tack coat berkisar 1 kg/m? dengan komposisi berdasarkan tes viscositas aspal, namun jika terlalu pekat dijjinkan menggunakan bahan pengencer secukupnya maximal 30 bagian bensin per 100 bagian aspal Tabel 3.8 Material Aspal untuk Tack Coat Tomperatur Aplikasi Tipe dan Grade Spositikasi oF ec ‘Aspal Emulsi* 88-1, $5-1h ASTMD 977 70-160 20-70 MS.2, HFMS-1 astmo977 | _ 70-160 20-70 $5.1, CSS-1n ASTD 2307 | __70-160 20-70 cMs-2 ASTM D 2397 70-160 20-70 Cutback Asphalt RC-70 ASTM D 2026 120" 50 Volume harus dikoreksi dengan volume pada 60°F (15°C) sesuai dengan ASTM D 1250 untuk cutback asphalt * Digunakan untuk pembangunan bandara baru Digunakan untuk pembangunan bandera yang suclah beroperasionat abl -Pokerjaan Konstuks!Perkerasan 3-57 6.3 6.4 Peralatan / Periengkapan Perlengkapan yang digunakan oleh Penyedia barang dan jasa_harus meliputi sapu listrik atau peniup listrik (compressor), sebuah distributor bahan asphalt (sprayer) yang otomatis serta peralatan untuk memanaskan bahan aspal, serta peralatan - peralatan tambahan yang diperlukan untuk menyelesaikan bagian ini Sprayer tersebut harus beroda angin yang ukurannya sedemikian rupa sehingga muatan yang dihasilkan di-base atau sub-base harus direncanakan, dilengkapi, dirawat serta dioperasikan sedemikian hingga asphalt pada kepanasan yang merata dapat digunakan secara seragam pada kelebaran permukaan dengan perbandingan yang sudah ditentukan Perlengkapan distributor harus berisikan pula sebuah alat_ pengukur volume yang seksama atau calibrated, serta sebuah termometer untuk mengukur suhu isi tangki Penggunaan Bahan Aspal Sebelum pelaksanaan fack coat, maka seluruh permukaan yang akan dilaksanakan harus cibersihkan terlebin dahulu dengan compressor atau dengan peralatan lain yang disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Segala macam kotoran dan tanah fiat atau benda- benda lainnya yang tidak diinginkan harus dibersinkan dari permukaan, Bagian permukaan yang direncanakan untuk dilaksanakan harus. kering dan dalam keadaan yang memuaskan. Pelaksanaan pemberian tack coat dikerjakan dengan menggunakan pressure distributor yang memenuhi syarat. Permukaan yang telah di lack coat tidak boleh terganggu sesuai penjelasan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis, kemungkinan adanya pengeringan dan kerusakan dari fack coat tersebut. Permukaan ini harus dijaga sampai ada penggelaran asphalt concrete diatasnya. Penyedia barang dan jasa harus menghindarkan dan menjaga permukaan tersebut Bab Ill - Pekerjaan Konstruksi Perkerasan 3-58 65 6.6 67 tethadap kerusakan-kerusakan selama waktu itu, termasuk menyiram pasir jika terdapat tempat-tempat yang terlalu banyak bahan asphalt untuk fack coat Tanggung Jawab Penyedia barang dan jasa Mengenai Bahan Aspal Contoh-conteh bahan asphalt yang diusulkan Penyedia barang dan jasa untuk dipakai, disertai dengan sebuah pernyataan mengenai data-data teknis dan laboratorium harus mendapatkan persetujuan sebelum penggunaan bahan tersebut. Hanya bahan yang didemontrasikan dengan percobaan dan hasilnya memuaskan yang dapat diterima baik, Penyedia barang dan jasa_ harus melengkapi laporan fest yang dapat diakui untuk setiap saat pengangkutan ataupun pengaspalan ke lokasi proyek Laporan tersebut harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis untuk mendapatkan ijin penggunaannya. Surat keterangan jaminan pabrik / data sheet harus dilampirkan. Pengukuran Jumlah biaya untuk fack coat ditentukan dengan memperhitungkan luas dalam meter persegi dari ukuran pada gambar-gambar yang digunakan / disetujui Pembayaran Tahap pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi kerja yang kriterianya ditetapkan dalam kantrak Bab Hil - Pekeyaan Konsiruksi Peskerasan 3-59 e 7. ASPAL HOTMIX 7A 7.2 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan yang tercakup dalam pasal ini terdiri dari penyediaan pekerjaan asphalt inixing plant, equipment dengan material serta pelaksanaan pekerjaan yang berhubungan dengan pemasangan dan penghamparan lapisan aspal hotmix sesuai dengan tebal lapisan sesuai dengan gambar, ketentuan dan syaral kontrak serta sesuai dengan spesifikasi ini Bahan a. Aspal Jenis aspal yang digunakan untuk pekerjaan landas pacu, taxiway dan apron sesuai dengan kondisi iklim di Indonesia adalah AC 60/70 dengan kualitas yang sesuai dengan spesifikasi Prosentasi berat aspal yang dipergunakan pada campuran aspal hotmix harus berdasarkan hasil analisa saringan agregat dan percobaan campuran sebagaimana yang termuat dalam Job Mix Formula yang telah disetujui olen Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Jenis spesifikasi dan suhu campuran untuk aspal Kualitas Import adalah sebagai berikut Penetration gracie 60 ~70 ‘Spesification ASTM D 946 Kadar Parafin kurang dari 2% Mixing Temperature ditentukan berdasarkan tes viscositas atau biasanya 150° C - 160° C Bab ll - Pekeyjaan Konsiruks! Perkerasan 3-60 4 Tabel 3.9 Persyaratan Aspal Keras Pen 60/70 | Spesifikasi No Jenis Pengujian Metode Pengujian 7 i Satuan min | max | 1. | Penetrasi pada 25°. 1009 ASTM D 5-95 60 L "saat | 2. | TiikLembek | Fa tc nyata (OS) | ast 0 92-00 | 292 | Bakites pode 25°C. | Sel eer aura | astworsse | seo | | on [75 Peera Jenis ~[Cistua 70-8 a 6._| Kelarutan dalam C2HCI3. |__ASTM D 2042 9 [7 | Kehilangan berat ( TFOT } ASTM D 1754-94 8, | Ponetasisetelan ToT | _astmose5 | a0 | - % asl [oct pstinasSeRanTeor inerir se oecHl rool EEC [10 agar Praia sntoaseaoroer | o | 2 | % Dengan memperhatikan kondisi setempat, terutama iklim / suhu untuk daerah-daerah yang temperatur udaranya lebih rendah dari 25 © C, dapat digunakan alternatif bahan aspal dengan nilai penetrasi yang lebih besar dari AC 60/70 dengan persetujuan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis Tabel 3. 10 Material Aspal Alternatif Spesifikasi Grade Penetration : Viscosity Grade Grade Keterangan ASTM D 3381 ASTM D946 40-50 Ac-5 | AR-1000 | Aspal PG 60-70 pada umumnya cocok 60-70 AG-10 | AR-2000 | untuk kondisi lim tropis. Namun 85-100 ace15 | R000 | dimungkinkan untuk mengounakan aspal 100-120 ac-20 | ar-8000 | dengan spesifikasi gade table ini dengan 120-150 AC-30 momporhatikan Kondisi setempat AC-80 terutama iklim / suf. Bab iI! - Pekeyjaan Konstruksi Perkerasan 3-61 ff b. Agregat Agregat harus terdiri dari batu pecah, screenings, bahan lain, butiran-butiran, material-material yang disetujui yang mempunyai sifat dan kualitas yang sama dan memenuhi semua persyaratan bila dicampurkan dalam batas gradasi tersebut diatas. Agregat kasar harus terdiri dari bahan yang bersifat tahan aus / keras dan bebas dari lapisan (coatings) yang melekat dan sesuai ketentuan- ketentuan dari persyaratan ASTM D 692-79, ASTM D 693-77. Coarse aggregate bila di test berdasarkan Los Angeles Abrassion Tesi, harus tidak boleh hilang lebih dari 25 %. Untuk bandar udara yang direncanakan menampung pesawat terbang narrow body maka unluk coarse aggregate proses Pemecahan batu harus memenuhi syarat-syarat (tertinggal) pada saringan No. 8 sebagai berikut 1) 2) 3 Minimum 75 % dari berat butiran yang mempunyai bentuk minimum tiga muka bidang pecah. 100 % dari berat butiran dengan satu atau lebih muka bidang pecah Penelitian material sebagai berikut a) Sand equivalent minimum 65% diuji dengan ASTM D.2419- 74 b) Kotoran organik maximum 3% bila diuji dengan ASTM C.40- 79 c) Mix design aspal beton dengan metode marshall memenuhi syarat seperti ayat 23.1. bila diuji dengan ASTM D 1859-79 d) Tidak boleh menampakkan adanya tanda-tanda bercerai- berai / desintergration bilamana diadakan percobaan lima kali dengan Sodium Sulphate Soundness Test mempergunakan ASTM C 88 dengan jumlah kehilangan lebih besar dari 10 % dan bila diadakan Magnesium Sulphate Soundness Test pada material tidak boleh lebih dari 12 %. Bab ii!- Pokesjaan Konsiruksi Peckerasan 3-62 e Bagian dari material yang tertinggal dari saringan No. 8 disebut coarse aggregate dan bagian yang lewat saringan No. 8 disebut fine aggregate, dan material lewat saringan No. 200 disebut sebagai filer. Bagian dari fine aggregate, termasuk filler yang lewat saringan No. 40 harus mempunyai plasticity Index tidak lebih dari 6%, seperti ditentukan ASTM D 424, dan liquid! limit tidak boleh lebih dari 25% bila diuji dengan ASTM D 423 Tabel 3.11 Ketentuan Agregat Kasar Penguian | stander | Nitai | Kekekalan bentuk agregat terhadap larutan | | surface course | | Sodium Sulphate Soundness Testuntuk | ASTM CB | Maks.10.% | | icekekalan bentuk agregat terhadap larutan | | | sodium Sutphate Soundness Test untuk | ASTMC 88 | Maks. 12% base course | Abrasi dengan mesin Los Angeles pada | | bandar udera dengan berat pesawat iebin | ASTMC 131 | Maks, 25% | dari 28 ton | Abrasi dengan mesin Los Angeles pada | | andar udare dengan berat pesawat ASTM C 131 | aks. 40% | maksimum 28 ton | Partikel Pipin JASTMD 4791 | Maks 25% | | | | Partikel Lonjong jar 04791 | Maks 10% | Fraksi agregat halus pecah mesin dan harus ditumpuk terpisah dari agregat kasar. Kotoran organik maximum 3% bila diuji dengan ASTM C4079, Agregat halus harus memiliki nilai sand equivalent minimum 65 % bila diuji sesuai dengan ASTM 0 2419 Agregat halus —harus_ memenuhi ketentuan sebagaimana ditunjukkan pada Bob l- Pekerjaan Konstruks: Perkerasan 3-63 Tabel 3. 12 Ketentuan Agregat Halus Fenelon storia | it | | — Material Lolos Saringan No. 200 | ASTM C. 40-79 | Maks. 3% ASTMD 4318 | Maks 6 % | Plasticity index ee Maks 25 % Liguiie limit \ ASTM D 4318 Agregat halus tidak boleh mengandung pasir alami, dan agregat halus harus memiliki nilai sand equivalent minimum 65 % bila diujt sesuai dengan ASTM D 2419. Kotoran organik maximum 3% bila diuji dengan ASTM C.4079. c, Filler Bila filler merupakan tambahan yang diperiukan pada agregat yang ada maka harus terdiri dari abu batu pecah, Portland cement atau bahan lain yang disetujui, Material Filler harus memenuhi persyaratan dari ASTM D 242 d. Stockpiling Agregat Agregat disimpan sedemikian rupa sehingga mencegah adanya segregasi dan longsoran. Stockpiling agregat diatur sedemikian rupa hingga lapisan - lapisan tidak melebihi satu meter, diatas dasar yang keras dan bersih dengan tidak lebih dari § persen kemiringan Coarse aggregate dan fine aggregate di tempat penimbunan dipisahkan oleh sekat atau alat lain dengan persetujuan Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis dan sekellling timbunan dibuat drainase yang baik. Bagian tengah dasar dari tempat penyimpanan agregat merupakan fitik tertinggi untuk pengeringan kadar air yang berkelebihan. Agregat yang menjadi segregasi atau kotor dengan bahan dipindahkan atau diproses lagi, atau dipisahkan dari material Bab ii - Pekerjaan Konstruksi Perkeresan 3-64 berkualitas yang dapat diterima atas biaya Penyedia barang dan jesa e. Gradasi Agregat Gradasi agregat untuk aspal hotmix harus berada dalam batas - batas dalam tabel berikut Tabel 3. 138 Gradasi Agregat ATB dan AC Lolos Saringan Persentase Terhadap Saringan ASTM Berat ATB AC Max. 1 7 ax. 3/4" 1° (25.0 mm) 100 | 7 % (19.0 mm) 100 ¥ (125 mm) 66-86 | 77-99 318° (9.5 mm) sit | 68-88 No.4 (4.75 mm) 40-60 48-68 No, 8 (2.36 mm) 26-46 33-53, No, 16 (1.18 mm) 47-37 20-40 No. 30 (0.60 mm) 11-27 14-30 No, 50 (0.30 rm) 719 9-21 No. 400 (0.18 mm) 6-16 | 6-16 No. 200 (0.075 mm) 38 | 38 ‘Asphall percent Stone of gravel oat jee ere: Slag 65-75 | | 1) Bituminous percent Kadar Bitumen dari mixture diperhitungkan dari berat mixture seluruhnya, untuk persyaratan Gradasi agregat dan kadar bitumen disamping hal - hal tersebut, dapat pula dipakai komposisi lain sesuai dengan persyaratan Teknis yang berlaku Bab iii - Pekeyaan Konstruksi Perkerasant 3-65 umum (ASTM) tebal lapisan yang dilaksanakan, serta atas persetujuan konsultan pengawas dan Pejabat Pembuat Komitmen. 2) Gradasi Dalam tabel tadi menunjukkan batas - batas yang akan menentukan agregat yang dipersyaratkan untuk dapat dipakai dari sumber pengadaan. Gradasi_ yang ditentukan terakhir di dalam batas yang ditetapkan dalam tabel tersebut harus dipilih merata dari yang kasar sampai halus dan tidak boleh dari batas terendah dari suatu sieve sampai batas tertinggi dari sieve - sieve yang berdekatan atau sebaliknya Untuk mengetahui prosentasi dari selucuh material yang lolos saringan No. 200, suatu sample dari coarse aggregate dan fine aggregate harus dicuci, Dari jumlah material yang lolos saringan No. 200 minimum separuhnya harus lolos saringan No. 200 dengan ay sieving. Meskipun diatur dengan komposisi limit yang: telah ditetapkan masih periu juga pengawasan teliti terhadap bahan - bahan yang dipakai untuk pelaksanaan disesuaikan dengan Job Mix Formula. Job Mix Formula | Syarat Campuran Tidak diperkenankan mulai pekerjaan, sebelum Penyedia barang dan jasa_—menyelesaikan suatu Job mix formula yang memuaskan herdasarkan Marshall Test Method yang disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen sesuai dengan Petunjuk dan pelaksanaan tentang pekerjaan aspal beton yang dikeluarkan oleh Direktorat Bandar Udara sebagaimana ditentukan dalam Marshall Method Mixtures. Penyedia barang dan jasa_harus melaporkan Formula Job Mix kepada Pejabat Pembuat Komitmen dengan memberitahukan prosentasi yang pasti bagi tiap fraksi saringan dari pada agregat, dan bagi aspal serta Bab Ill « Pekesjaan Konsiruks! Peskerasan 3-66 7A temperature yang dimaksudkan dari hasil campuran yang dihasilkan dari mixer. Marshall Method Mixture a. Laporan Design Mixture Penyedia barang dan jasa harus mengerjakan Job Mix Formula menurut metode marshall dengan ketentuan dan batas seperti berikut Tabel 3. 149 Persyaratan Hasil Uji Marshall Test Property ATE, | AC | } | pacar | 8 a | rowan PEE te et ea nell lea a | veut Fitoa vam anenon'® | 16-82 re | Jika sudah melewati mixing plant hasil Marshall Design Mixture gagal membuat trial area yang memuaskan, grading dan perbandingan susunan mixture dapat diganti seperlunya atas persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen dan dalam ketentuan- ketentuan bagi lapisan tersebut, untuk mendapatkan suatu mixture yang dapat dikerjakan dengan baik dan dapat diterima sebagai permukaan / surface yang memenuhi syarat Sesudah adanya persetujuan atas trial area oleh Pejabat Pembuat Komitmen, mixture tersebut ditetapkan sebagai ‘Job Mix" dan kemudian menjadi approved mixture yang disetujui b. Temperatur Temperatur untuk mixing dan pemadatan pada prinsipnya didapatkan dari hasil tes viscositas aspal, secara umum untuk AC 60/70 temperatur mixing dan pemadatan sebagai berikut Bab Ill - Pekerjaan Konstruksi Peskerasant 3-67 Mixing temperature: Aspal cement 149°C - 160°C Agregat 160°C-170°C. Temperature agregat tidak boleh lebih dari 14°C diatas temperature aspal cement, Laying temperature: Antara 135°C - 155°C Rolling temperature. Seperunya untuk memperoleh field density yang dimaksud tetapi tidak boleh kurang dari 122°C. (sesuai hasil trial compaction). Berikut Toleransi yang diberikan terhadap Job Mix Formula Tabel 3. 20 Toleransi Job Mix | Toleransi | Plus atau Minus [+ Arango [as | fareee pach sve No. adie nx) | aueustpesig sieve No. 100 endo 200. | popu ea bees | Tenperaues fanny aaa cc. Kepadatan / Density Kepadatan dari lapisan Bituminous yang dipadatkan dari semua campuran yang direncanakan dalam penyesuaian dengan metode marshall dapat dihubungkan dengan “Job Mix Density’, apabila tidak lebih darl 10 % berat dari jumlah agregat telah tertahan pada saringan 1 inch. “Job Density" dilaksanakan dengan pembuatan darl contoh - contoh “Job mix” yang disetujui 6 standard Marshall Specimen, menentukan beratnva ttik berat khusus masing- masing dan membandingkan dengan arti nilai dari keenam. Tiap hasil yang berbeda lebih dari 0,015 sebanyak max 2 hasil percobaan dan persyaratan maka harus ditolak dan hasil-hasil sisa lainnya menjadi formula ditentukan sebagai berikut Bab ili - Pekerjaan Konsiruksi Perkerasant 3-68 75 10 Absolute density — = % Agg. By weight + % Bituminous. By weight SP.gr.agg.SP.Gr.bit Ini semua harus tunduk pada Pejabat Pembuat Komitmen dan metode penggilasan yang telah disetujui sebelum pencampuran mixing atau laying dilanjutkan. Density contro! dari lapisan marshall method didapatkan dengan pengambilan dua contoh dari tiap base dan surface cource paling sedikit satu kali setiap 4 jam dan tidak kurang dani dua kali sehari, dan kepadatannya ditentukan Nilai rata-rata didapatkan dari dua contoh dari daerah yang sama diambil sebagai field density dari lapisan yang dipadatkan. Field densily harus sedemikian rupa sehingga dari dua puluh deretan nilai rata — rata dimaksud, harus tidak lebih dari tiga hasil dibawah 98 % dari Job Mix Density atau 94 % dari absolute density. Bahan yang tidak memenuhi persyaratan harus dibuang dan diganti Contoh-contoh boleh juga dipakai untuk menentukan ketebalannya. Trial Compaction Sebelum dilaksanakan pelaksanaan pekerjaan, Penyedia barang dan jasa_harus melakukan uji pemadatan di luar area yang akan dikerjaan dengan persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen. Uji pemadatan dimaksudkan untuk mengetahui jumiah lintasan optimum sehingga tercapai nilai kepadatan lapangan sesuai dengan yang disyaratkan, Luas area untuk uji pemadatan minimal 3 m x 30 m yang dibagi menjadi 3 segmen, dimana perbedaan tiap segmen adalah pada jumlah lintasan pemadatan. Selanjutnya dari hasil uji_ pemadatan apabila sudah memenuhi persyaratan, maka dijadikan dasar dalam pelaksanaan, Namun apabila hasil uji pemadatan tidak memenuhi persyaratan, make uji pemadatan dapat di ulang kembali Setelah "Job Mix" mendapatkan persetujuan, harus dilaksanakan uyi cobaltrial compaction di daerah yang telah disetujui oleh Pejabat Bab is! - Pekeqjaan Konstruksi Peskerasan 3-69 7.6 77 Pembuat Komitmen dengan menggunakan campuran ini untuk menetapkan method penggilasan (rolling) yang dikehendaki untuk menghasitkan kepadatan yang di persyaratkan. Daerah percobaan minimum seluas 3m x 30 m. Tiga contoh harus diambil dari daerah percobaan yang dipadatkan dan kepadatan yang dipersyaratkan untuk setiap contoh tidak kurang dari 99 % dari "Job Mix Density" atau tidak kurang dari 95 % dari Absolute density. Apabila kepadatan lapangan / field density yang diperiukan tidak memenuhi prosedur pemadatan yang harus disyaratkan daerah- daerah percobaan selanjutnya disediakan dan dilakukan pengujian sampai hasil memenuhi persyaratan Pembatasan Berkenaan Dengan Cuaca Setiap lapisan dapat dilaksanakan hanya apabila kondisi permukaan, dalam keadaan kering dan apabita cuaca tidak hujan. Bituminous Batch Mixing Plant Daerah penyimpanan yang cukup disediakan untuk masing - masing ukuran dari pada agregat yang mempunyai ukuran berbeda harus tetap dipisahkan sampai di bawa ke cold elevator yang menuju ke drier fapangan untuk menyimpan harus rapih dan teratur dan Stockpiles yang terpisah mudah dicapai mendapatkan sample. Plants yang dipergunakan untuk menyiapkan Bituminous mixture berupa batch mixing plants. a. Persyaratan bagi semua plant Mixing plant dan peralatan pendukung lainnya harus mempunyai kapasitas kerja seluruhnya disesuaikan dengan scope pekerjaannya dan diatur dapat melayani pekerjaan_konstruksi bitumen yang dimaksudkan, dan peralatan tersebut harus dikalibrasi terlebin dahulu oleh pemberi pekerjaan untuk menghasilakan kualitas maupun kuantitas yang optimal. 1) Skala Timbangan Skala ketetapan harus sampai 0.5 % dari pada beton yang Giperlukan. Alat penimbang / timbangan harus dipasang teguh Bab il! Pekesjoan Konsttukst Perkerasan 3-70 3) 4 5) 6) supaya Pejabat Pembuat Komitmen menganggap perlu Penyedia barang dan jasa_harus mempunyai minimum sepuluh mata timbangan 50 pound untuk metakukan test skala Peralatan untuk Bituminous material ‘Tangki - tangki untuk memanasi dan menampung material yang diinginkan dengan cara telah ditentukan sedemikian rupa sehingga nyala api tidak sampai menjilat tangki Sistem sirkulasi Bituminous material diatur agar kelancaran dan kelanjutan pekerjaan yang terjamin baik. Diharuskan menakar dan mengadakan sampling dalam tangki - tangki penyimpanan Pengisian Dryer Plant harus dilengkapi dengan alat mekanis yang dengan cermat menuangkan agregat ke dalam dryer agar hasilnya sama begitu pula temperaturnya Dryer Plants disertai satu atau beberapa dryer selang yang selalu mengaduk agregat selama proses heating dan drying. Dryer harus dibuat sedemikian rupa sehingga granulars serta contentnya lebih rendah dan mempunyai angka lebih kecil 0.5 % dan untuk menaikan granular ke temperatur yang tetap bagi pemanasan binder. Setiap kali diadakan pencegahan adanya temperatur yang melebihi dan selalu dihindari setiap resiko pembakaran. Screens Dalam hal ini harus disediakan plant screen yang dapat memisahkan / menyaring semua agregat baik proporsi dan ukuran yang telah ditentukan dan mempunyai kapasitas normal lebih besar dari kapasitas maksimum mixer screen untuk aspal hotmix maximum 1" Bins Plant harus ditengkapi dengan storage bins yang berkapasitas cukup melayani mixer yang sedang berkerja dengan kapasitas Bab il! - Pekerjaan Konstruks! Perkerasaa 3-71 maximal. Bins harus diatur agar tiap macam agregat tersimpan cukup dan terpisah Bila mempergunakan filler hydrated lime, harus disediakan dry storage khusus dan plant harus dilengkapi dengan alat untuk mengisi material semacam itu ke dalam mixer, setiap bins harus diberi penyalur keluar yang ukuran dan letaknya akan menyebabkan menumpuknya material ke compartment atau bins yang lainnya Tiap compartment harus diberi cutlot gate agar tidak bocor, gates harus terbuka sepenuhnya dan secepatnya, bins dibuat sedemikian rupa hingga sample dapat diambil segera. Bins harus diberi tongkat penunjuk angka yang menunjukkan banyaknya agregat di dalam bins pada tik seperempat bagian bawah 7). Unit Bituminous Control Harus diusahakan —sebaik-baiknya untuk —_ menentukan persentase aspal dan pada campuran dengan cara menimbang ataupun mengukumya. Harus diusahakan mengatur banyaknya atau mengalir bahan aspal ke dalam mixer/ bacth. 8) Termomettie Equipment Sebuah termometer khusus dengan skala yang cukup harus ditempatkan di pipa pengaliran aspal dekat pipa pengisi / charging valve dari mixer unit. Plant juga harus dilengkapi dengan alat pengukur panas yang ditempatkan pada katup pembuka dari dryer untuk mengetahui temperatur yang dipanasi. Pejabat Pembuat Komitmen memerintahkan penggantian termometer yang ada dengan alat pencatatan panas yang disetujui agar temperature campuran dapat diatur dengan baik. 9) Dust Collector Plant harus dilengkaoi dengan suatu dust collector untuk mengalitkan atau mengembalikan dengan teratur semua atau sebagian bahan ke dalam hot elevator. 10) Persyaratan Keamanan Bab il- Pekerjaan Konsinuksi Perkeresan 3-72 Harus disediakan tenaga yang cukup aman ke mixer platform dan sampling point dan tangga berpagar ke bagian plant unit yang lain harus dipasang di tempat -tempat yang diperlukan pada wakiu plant bekerja, Agar Pejabat Pembuat Komitmen mengambil sample dan dapat mengetahui data temperatur campuran, disediakan alat yang diperlukan untuk dengan cepat mencapai atas truck Harus dilengkapi alat untuk mengukur skala alt penera, alat sampling dan sejenisnya yang ditempatkan di sekiter mixer platform. ‘Semua gerigi, roda, rantai, gigi dan bagian bergerak lainya yang membahayakan harus ditutup seluruhnya Dalam atau disekitar tempat truck memuat, setiap saat harus dijaga cukup lapang dan terhalang, dan bersih dari ceceran berasal dari mixer platform. b, Persyaratan bagi batching plant 1) Weight box atau hopper Alat ini harus dilengkapi dengan alat penimbang yang teliti untuk setiap jenis ukuran agregat dalam suatu weight box atau hopper yang cukup besarnya untuk menampung satu bacth penuh. Pintu penutup/ gate harus rapat agar tidak adanya material yang lolos ke mixer selama proses penimbangan. 2} Bituminous Control ‘Alat pengukur bahan aspal harus mempunyai ketelitian sampai dengan 0,5 % Bucket aspal harus kuaU/kokoh dengan tutupnya dari metal dan terpisah dan dapat dibuka. Panjang katup penuang atau ber penyemprot/ spray bar tidak boleh kurang dari tiga perempatnya panjang mixer dan harus dapat menuang langsung ke mixer. Katup pembuka dan bar penyemprot/spray bar bucket aspal harus dipanasi seperlunya. Bab ill - Pekerjaan Konstruksi Perkerasan 3-73 3 Jika dipergunakan selubung uap, harus dialirkan dengan baik dan sambungannya harus dibuat sedemikian rupa agar tidak mengganggu proses penimbangan. Kapasitas bucket aspal minimum 15 % tebih berat dari pada berat aspal yang diperlukan satu bacth. Pada plant harus dilengkapi suatu charging value yang tak bocor, yang Cepat terbuka jika kena panas secukupnya yang ditempatkan tepat diatas bucket aspal Jarum penunjuk / indicator dial dapat menunjukan minimum 15 % lebih berat bahan aspal yang dipergunakan setiap bacth Alat pengontrol harus dipasang ditiap dial setting yang dengan otomatis kembali ke tanda semula pada tiap - tiap bacth bahan aspal yang ditambahkan, Jarum penunjuk harus dapat dilihat jelas oleh operator. Setelah periode ary mixing selesai, pengaliran bahan aspal harus dikontrol. Setelah secara otomatis pengaliran seluruh bahan_ bitumen yang dipakai dalam satu bacth dituangkan dalam waktu lebih dari 15 detik. Besar kecilnya lubang spray bar harus memungkinkan untuk pemakaian bahan aspal dengan merata keseluruh ruangan mixer, Bagian pengatur aspal diantara katup pengisi dan spray bar harus berkatup dan berlubang untuk memeriksa pengukur, bila alat pengukur dipasang pada bucket bahan aspal Mixer Bacth mixer harus dari ype yang mengaduk secara merata Jhomogen sesuai job mix tolerance — Jika mixer tidak berselubung, mixer box harus dilengkapi dengan pelindung debul dust hood. formula dan bagian yang berputar maupun yang tetap tidak boleh lebih dari 1 inch Bab iil - Pekeyaan Konsinuksi Peskerasan 3-74 78 4) Pengawasan waktu pengadukan/control of mixing time. Untuk mengawasi pekerjaan dalam suatu proses pengadukan / mixing cycle, harus dipasang suatu time lock yang teliti yang akan menutup terus weight box gate. sampai mixer gate terbuka pada waklu proses selesai satu proses Time lock juga menahan terus bucket bahan aspal selama periode dry mix dan menahan mixer gate selama periode dry mix dan hot mix. Periode yang dry mix adalah waktu antara terbukanya weight box dan tertuangnya bahan aspal. Periode hot mix adalah waktu antara terbuangnya bahan aspal dan terbukanva mixer gate. Timing control harus dapat disete! selama satu siklus 3 meni. Satu batch counter sebagai bagian dari pengatur waktu harus dipasang dan khusus untuk mencatat batch batch yang teraduk baik Penyetelan time interval ditentukan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis yang selanjutnya akan menguni kotak yang menutup pengatur waktu sampai diadakan suatu perubahan tentang timing period. 5) Bahan Bakar Bahan bakar yang dipergunakan batching plant dalam memproduksi campuran aspal hotmix harus menggunakan bahan bakar minyak / tidak diperbolehkan menggunakan bahan bakar batu bara Bituminous Pavers / Asphalt Finisher Bituminous pavers harus mempunyai tenaga penggerak sendiri dan dilengkapi dengan screed atau strike off bilamana perlu dilengkapi dengan alat pemanas dan dilengkapi automatic level serta Alat ini harus dapat menebarkan dan meratakan lapisan - lapisan Bituminous plant mix material sesuai tebal, kemiringan, kerataan yang ditentukan ‘Alat tersebut harus mempunyai hopper yang dapat menampung kapasitas cukup sehingga dapat menghasilkan pemelinaran, yang Bab iil - Pekerjaan Konstruksi Perkerasan 3-75

Anda mungkin juga menyukai