Anda di halaman 1dari 2

LAPIFED

Komposisi: triprolidine HCl 2,5 mg, pseudoeferin HCl 60 mg

Indikasi: meringankan gejala-gejala yang menyertai selesma (batuk pilek), sinusitis, dan
kondisi alergi

Dosis Lazim: dewasa: 3x1 tab

Gol. Obat:

a. triprolidine HCl: antagonis reseptor H1

b. Pesudoefedrin HCl: obat dekongestan (obat agonis reseptor -adrenergik)

Mekanisme:

a. triprolidine HCl: antihistamin.

Triprolidine adalah suatu antihistamin yang bekerja sebagai antagonis reseptor histamin
H-1 dalam pengobatan alergi pada sel efektor.

b. Pesudoefedrin HCl: dekongestan nasal.

Pseudoefedrin HCl termasuk ke dalam golongan dekongestan. Pseudoephedrine hanya


berfungsi untuk meredakan gejala hidung tersumbat dan bukan untuk menyembuhkan
penyakit yang menjadi penyebabnya. Obat ini merupakan zat simpatomimetik yang bekerja
pada reseptor alfa-adrenergik pada mukosa hidung sehingga menyebabkan vasokontriksi,
menciutkan mukosa yang membengkak, dan memperbaiki ventilasi. Dekongestan akan
menyempitkan pembuluh darah untuk meredakan pembengkakan akibat infeksi sehingga
menjadi lebih mudah bernapas. Kerjanya pada pembuluh darah saluran pernapasan bagian
atas lebih spesifik dibandingkan dengan pembuluh darah sistemik.

Obat ini mungkin mengurangi resistensi terhadap aliran udara dengan cara
mengurangi volume mukosa hidung, hal ini dapat terjadi karena aktivasi reseptor -
adrenergik di pembuluh kapasitans vena di jaringan hidung yang memiliki sifat erektil.
Pseudoefedrin masuk dalam kategori simpatomimetik, yang artinya obat-obat yang kerjanya
meniru kerja senyawa neurotransmiter endogen yaitu nor-epinefrin atau epinefrin (keduanya
merupakan katekolamin) dalam stimulasi saraf simpatik. Katekolamin dikeluarkan oleh
sistem sarat simpatik dan medula adrenal yang terlibat dalam pengaturan sejumlah fungsi
fisiologis. Respon fisiologis dan metabolik yang timbul setelah stimulasi saraf simpatik pada
mamalia biasanya diperantarai oleh neurotransmiter norepinefrin. Simaptomimetik bekerja
mengaktivasi reseptor adrenergik, kerja tersebut menjadi mudah difahami karena berkaitan
dengan efek fisiologis katekolamin yang sudah dikenal. Jadi, dapat dikatakan pseudoefedrin
adalah agonis reseptor -adrenergik.

ES: mengantuk, gangguan tidur, ruam kulit, kekeringan pada hidung, mulut dan tenggorokan,
kadang-kadang retensi urin.
IO: hindari penggunaan obat ini dalam waktu 2 minggu sesudah penggunaan MAOI
(Penghambat Mono Amin Oksidase) dihentikan

PERHATIAN: Diabetes, hipertensi, peny jantung, hipertiroidisme, peningkatan TIO,


pembesaran prostat. Dpt mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
Anak < 2 thn.

KO : MAOI, hipertensi berat.