Anda di halaman 1dari 5

PETROGRAFI BATUAN SEDIMEN

1. Calcareous Claystone (Klasifikasi Pettijohn, 1975, dimodifikasi)

Pemerian Mikroskopis

Sayatan tipis batulempung, warna abu-abu kecoklatan, tekstur klastik


dengan komposisi didominasi mineral berukuran lempung-lanau (< 0,00006-0,031
mm) dengan butiran fosil, feldspar, mineral opak dan kwarsa, dengan ukuran butir
0,05-0,3mm, bentuk butir menyudut tanggung-membulat tanggung, butiran
mengambang dalam matrik lempung dan lumpur karbonat.

Komposisi Mineral
a. Fosil (10%) : Berupa foraminifera plankton dan bentos, ukuran
0,08-0,3mm, kondisi cangkang utuh, hadir Tidak
Me rata dalam sayatan.
b. Feldspar (5%) : Putih abu-abu, relief rendah-sedang, indeks bias
Nm>nkb, belahan 1 arah memperlihatkan
kembaran, ukuran butir 0,03-0,05mm, bentuk
butir menyudut tanggung-membulat tanggung.
c. Kwarsa (2%) : Tidak berwarna, relief rendah, belahan tidak ada,
berukuran 0,030,06mm, indeks bias
Nm>nkb,
bentuk menyudut tanggung.
d. Mineral opak (3%) : Hitam, kedap cahaya, relief tinggi, bentuk
membulat tanggung menyudut tanggung,
ukuran 0,03-0,08 mm.

e. Mineral Lempung (65%) : Kecoklatan, relief bervariasi, berukuran


sangat halus.
f. Lumpur Karbonat(15%) : Coklat kekuningan, bias rangkap Kuat
(ekstrim)
2. Calcareous Feldspathic Graywacke (Pettijohn, 1975, dimodifikasi)
Batupasir Tufan

Pemerian Mikroskopis

Sayatan batuan sedimen, warna abu-abu kecoklatan-coklat muda, tekstur


klastik, komposisi terdiri dari feldspar, kwarsa, fosil, mineral opak, dengan ukuran
butir 0,05-0,3mm, bentuk butir menyudut-membulat tanggung dan lumpur
karbonat .

Komposisi Mineral

Feldspar (55%) : Putih abu-abu, relief rendah-sedang, indeks bias


Nm>nkb, memperlihatkan kembaran, belahan 1 arah,
ukuran butir 0,05-0,25mm, bentuk butir menyudut
tanggung-membulat tanggung.
Kwarsa (5%) : Tidak bewarna-kuning, belahan tidak ada, relief
rendah, indeks bias Nm>nkb, pemadaman
bergelombang, ukuran butir 0,05-0,06mm, bentuk
butir membulat tanggung-menyudut tanggung.
Fosil (5%) : Tidak berwarnakecoklatan, bias rangkap ekstrim,
relief sedang, bentuk cangkang sebagian besar tidak
utuh, berukuran 0,10,15mm, berupa foraminifera
plangton dan bentos.
Glaukonit (7%) : Kuning kemerahan-coklat kemerahan, euhedral, relief
sedang, indeks bias n>nkb, bias rangkap sedang-kuat,
ukuran butir 0,05-0,1mm, hadir tidak merata dalam
sayatan
Mineral Opak (8%) : Hitam, kedap cahaya, bentuk membulat tanggung-
menyudut tanggung, relief tinggi, ukuran 0,05-0,1mm
Lumpur Karbonat : Kuning kecoklatan, bias rangkap kuat (ekstrim)
(20%)
3. Grainstone
Jenis Batuan : Sedimen
Sayatan Tipis :

Tipe Struktur : Berlapis


Klasifikasi : Dunham,1962

Kenampakan Mikroskopis
Warna mineral kuning kecoklatan, warna interferensi abu- abu kecoklatan,
tekstur grain supported, bentuk rounded-subrounded, ukuran mineral ( 0,1 0,4)
mm, tersusun oleh fosil yang telah mengalami sparitisasi dan kalsit, mineral
karbonat, mineral opak .

KOMPOSISI MINERAL
Grain(Fosil,Kalsit) : Dengan Warna kecoklatan, sebagian telah mengalami
80% sparitisasi, bentuk fosil rounded-subrounded,
berukuran 1 0,2 mm.
Mineral Karbonat : Mineral Karbonat (7A)15 % Dengan Warna kuning,
(15%) relief rendah, ukuran butir (0,02 0,4) mm, sebagian
mengisi fosil.
Mineral opak (5%) : Dengan Warna hitam, ukuran (0,010,2) mm, relief
tinggi, bentuk anhedral serta kedap cahaya.

23
4. Packestone
Jenis Batuan : Sedimen
Sayatan Tipis :

Tipe Struktur : Berlapis


Klasifikasi : Dunham,1962

Kenampakan Mikroskopis
Warna mineral kuning kecoklatan, warna interferensi abu- abu kecoklatan,
tekstur grain supported, bentuk rounded-subrounded, ukuran mineral ( 0,1 0,4)
mm, tersusun oleh fosil yang telah mengalami sparitisasi dan kalsit, mineral
karbonat, mineral opak .

Komposisi Mineral
Grain(Fosil,Kalsit) : Dengan Warna kecoklatan, sebagian telah mengalami
75% sparitisasi, bentuk fosil rounded-subrounded,
berukuran 1 0,2 mm. berupa fosil Planktonik.
Mud (Mineral : Dengan Warna kuning, relief rendah, ukuran butir
Karbonat) 15%
(0,02 0,2)mm, sebagian mengisi fosil.
Mineral opak (10%) : Dengan Warna hitam, ukuran (0,010,2) mm, relief
tinggi, bentuk anhedral serta kedap cahaya.

24
5. Marl (Klasifikasi Gilbert, 1954)

Jenis Batuan : Sedimen


Nama lapangan : Lempung Karbonatan
Perbesaran : 40 X

Pemerian Petrografis

Warna abu-abu kecoklatan-coklat muda, tekstur klastik dengan komposisi didominasi


mineral berukuran lempung-lanau (<0,01-0,06mm) dengan butiran berupa fosil, feldspar,
kuarsa dan mineral opak, dengan ukuran butir 0,05-0,3mm, bentuk butir menyudut tanggung-
membulat tanggung, butiran mengambang dalam matrik lempung dan lumpur karbonat serta
sedikit gelas vulkanik.

Komposisi Mineral

Fosil (5%) : Berupa pecahan-pecahan cangkang foram, ukuran


0,08-0,1mm, kondisi cangkang tidak utuh, hadir
merata dalam sayatan.

Feldsphar (3%) : Putih, relief rendah, indeks bias n>nKb, berukuran


0,1-0,35mm, bentuk menyudut tanggung, berupa
mineral plagioklas, memperlihatkan kembaran albit,
hadir tidak merata dalam sayatan.

Kwarsa (1%) : Tidak berwarna, relief rendah, berukuran 0,05


0,15mm, indeks bias n>nkb, hadir tidak merata
dalam sayatan

Mineral Lempung (40%) : Kecoklatan, relief bervariasi, berukuran sangat halus,


warna interferensi abu-abu gelap orde I.

Lumpur Karbonat (40%) : Coklat kekuningan, bias rangkap kuat (ekstrim).