Anda di halaman 1dari 3

ANTI TROMBOLITIK

Antitrombotik adalah obat yang menghambat agregrasi trombosit sehingga


menyebabkan terhambatnya pembentukan thrombus yang terutama sering ditemukan
pada system arteri.

ASPIRIN
A. DESKRIPSI
Aspirin adalah obat salisilat, yang bekerja dengan cara mengurangi zat dalam
tubuh yang menyebabkan rasa sakit, demam dan peradangan. Terkadang, aspirin
digunakan untuk mencegah serangan jantung, stroke dan kejang. Aspirin digunakan
hanya untuk keadaan kardiovaskular di bawah pengawasan dokter.Aspirin sintesis
menghambat sintesis tromboksan didalam trombosit dan prostaksiklin dipembuluh
darah dengan menghambat secara irrefesible enzim siklok sigenase terjadi karena
aspirin mengasetilasi enzim tersebut. Aspirin dosis kecil hanya dapat menekan
pembentukan tromboksan, sebagaii akibatnya terjadi pengurangan agregasi
trombosit. Sebagai antitrombotik dosis efek aspirin 80-320 mg perhari. Dosis lebih
tinggi selain meningkatkan toksisitas (terutama pendarahan), juga menjadi kurang
efektif karena selain menghambat tx a2 juga menghambat pembentukan
prostaksiklin
Pada infark miokard akut nampaknya aspirin bermanfaat untuk mencegah
kambuhnya mioka infark yang fatal maupun non-fatal. Pada pasien penggunaan
aspirin jangka panjang juga bermanfaat untuk mengurangi kekambuhan, stroke
karena penyumbatan dan kematian akibat gangguan pembuluh darah.

B. EFEK SAMPING
Efek samping misalnya rasa tidak enak di perut mual dan perdarahan saluran
cerna biasanya dapat dihindari bila dosis perhari tidak lebih dari 325mg. penggunaan
bersama antacid atau antagonis H2 dapat mengurangi efek tersebut. Obat ini dapat
mengganggu hemostasis pada tindakan operasi dan bila diberikan bersama heparin
atau antikoagulan. Oral dapat meningkatkan resiko pendarahan. Sekarang tersedia
aspirin tablet salut enteric 100mg untuk pencegahan thrombosis pada pasien dengan
resiko thrombosis yang tinggi.
1. Efek GI (terganggunya GI yang mungkin diperkecil oleh pengaturan makanan dan
penggunaan formulasi lapisan enteric, juga gangguan GI termasuk pengikisan,
bernanah, dan sebagainya).
2. Efek Hematologis (meningkat ketika perdarahan terjadi, berkurang dalam
kelekatan platelet, hemorrhage).
3. Reaksi hipersensitivitas.
4. fek CNS (tinnitus, depresi).

C. INDIKASI
Untuk mengurangi rasa sakit dan meredakan demam dan peradangan.

D. INTRUKSI KHUSUS
1. Berkontra-indikasi pada pasien penderita bisul perut, yang dikenal sebagai alergi,
hemofilia, gangguan hemorrhagic, encok, gagal ginjal.
2. Pastikan bahwa manfaat lebih besar daripada risiko dalam menggabungkan
penggunaan Warfarin, Heparin, thrombolytics, NSAIDs dan obat lainnya yang
meningkatkan risiko berdarah.

E. DOSIS
Melalui mulut (per oral).
75-100 mg
Diminum sehari 1 kali.

F. KASUS
Tn M 72 th, 70 kg, 165 cm, MRS dengan keluhan sesak nafas, pusing yang
tidak hilang Hasil pemeriksaan Lab adalah sbb: Hb 6,0 Thrombosit 54.000/mm3;
BUN 12,8 mg/dL; Albumin 3,8 mg/dL. Hasilnya menunjukkan normokromik,
normositer yang berarti anemia aplastic dipicu oleh penyakit kronik.
Follow-up dilaksanakan setelah penghentian aspirin dengan memantau
catatan dokter ketika kunjungan poliklinik. Hasil pemantauan 3 bulan, tidak dijumpai
penurunan hemoglobin maupun leukosit dan thrombosit. Aspirin dosis rendah
memicu anemia aplastic dengan tipe acquired Aplastic Anemia. Mekanisme
terjadinya AA tersebut diduga melalui pengrusakan sumsum tulang yang diperantarai
imun atau melalui pengrusakan langsung sel-sel darah. Pemantauan parameter
hematologi secara periodic disarankan khususnya pada pasien manula.
Anemia aplastik (AA) adalah salah satu bentuk kegagalan sumsum tulang
yang mengancam nyawa yang diperantarai oleh immunitas de ngan karakteristik
munculnya T cells yang reaktif (1). T-cell tersebut akan merusak hematopoietic stem
cells (HSCs), progenitors, dan sel darah yang sudah dewasa/matang, sehingga
menyebabkan hypoplasia sumsum tulang yang fatal dan pansitopenia.