Anda di halaman 1dari 10

SISTEM MANAJEMEN K3

KONSEP DASAR SMK3 (Pengertian SMK3, Tujuan SMK3, Proses SMK3, Prinsip Dasar
Penerapan SMK3, Kategori Penerapan SMK3 dalam Organisasi/Perusahaan, Kunci
Keberhasilan Penerapan SMK3)

ABSTRAK

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah bagian dari sistem
manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab,
pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan penerapan,
pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja guna
terciptanya tempat kerja yang selamat, aman, efisien dan produktif.

Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa SMK3 telah direncanakan dan diterapkan dengan
baik di lokasi proyek. Standar dan pedoman yang digunakan untuk mengatur sistem ini disusun
dalam Rencana Mutu, Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Proyek (RMK3LP).
Dasar penerapan prosedur-prosedur tersebut disesuaikan dengan standar internasional yaitu
Occupation Health and Safety Management System (OHSAS) 18001:1999 yang memiliki
kesamaan dengan SMK3 diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor:
PER.05/MEN/1996. Penerapan SMK3 ini membawa pengaruh yang baik bagi perusahaan
maupun tenaga kerja, hal tersebut terlihat dari jumlah tenaga kerja yang mengalami kecelakaan
atau penyakit kerja masih tergolong rendah dan tidak memberikan pengaruh yang berarti bagi
pelaksanaan pekerjaan.

Kata Kunci: SMK3, Konsep SMK3 Berdasarkan Persyaratan PP 50 Tahun 2012.


PENDAHULUAN

Saat ini dunia industri berkembang begitu pesat, begitu juga dengan percepatan proses
industrialisasi yang tentunya bisa berakibat membesarnya risikio bahaya dan kecelakaan kerja
pada pekerja. Pada kenyataannya, perlindungan terhadap tenaga kerja masih sangat sangat
minim, artinya masih jauh dari yang diharapkan. Hal ini dibuktikan dari masih banyaknya kasus
kecelakaan kerja yang terjadi kepada pekerja, juga potensi bahaya kerja yang dapat
membahayakan keselamatan dan kesehatan pekerja. Sehubungan dengan masalah perlindungan
tersebut, perusahaan hendaknya menerapkan system manajemen untuk melindungi tenaga kerja
dari kecelakaan kerja maupun potensi bahaya yang ada di perusahaan. Selain itu penerapan
sistem manajemen juga untuk mengindari kerugian besar yang mungkin terjadi di perusahaan
tersebut. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah salah satu sistem
manajemen yang bisa diterapkan dalam suatu perusahaan.

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) menjadi sangat penting, karena
tidak hanya mengendalikan risiko kecelakaan kerja pada pekerja namun juga perlindungan
terhadap perusahaan. Penerapannya merupakan salah satu upaya untuk menjamin konsistensi dan
efektivitas perusahaan dalam upaya pengendalian. Dalam hal ini sistem manajemen yang tertata
dengan baik dan konsisten terbukti efektif untuk menghindari kemungkinan timbulnya kerugian
dari suatu proses dan secara global telah dimulai dengan adanya Sistem Manajemen Mutu yang
dalam perkembangannya diarahkan untuk mengendalikan accident melalui SMK3.

Langkah awal untuk mengimplementasikan SMK3 adalah dengan menunjukkan komitmen serta
kebijakan K3, yaitu suatu pernyataan tertulis yang ditandatangani oleh pengusaha dan atau
pengurus yang memuat keseluruhan visi dan tujuan perusahaan, komitmen dan tekad
melaksanakan K3, kerangka dan program kerja yang mencakup kegiatan perusahaan secara
menyeluruh yang bersifat umum dan/atau operasional.
PEMBAHASAN

KONSEP DASAR SMK3

Pengertian SMK3

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah segala kegiatan untuk menjamin dan
melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan
kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Sedangkan, Sistem Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara
keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna
terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

SMK3 adalah standar yang diadopsi dari standar Australia AS4801 ini serupa dengan
Occupational Health and Safety Assessment Series (OHSAS) 18001, standar ini dibuat
oleh beberapa lembaga sertifikasi dan lembaga standarisasi kelas dunia. SMK3
merupakan alat bantu yang dapat digunakan untuk memenuhi tuntutan dan persyaratan
yang ada dan berlaku yang berhubungan dengan jaminan keselamatan kerja dan
kesehatan kerja. SMK3 merupakan sebuah sistem yang dapat diukur dan dinilai sehingga
kesesuaian terhadapnya menjadi obyektif.

Tujuan SMK3

Menurut PER.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan


Kerja, tujuan dari sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja adalah
menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan
melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang
terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat
kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

Usaha keselamatan dan kesehatan kerja pada dasarnya mempunyai tujuan umum dan
tujuan khusus.

Tujuan umum yaitu :


1. Perlindungan terhadap tenaga kerja yang berada ditempat kerja agar selalu terjamin
keselamatan dan kesehatannya sehingga dapat diwujudkan peningkatkan produksi
dan produktivitas kerja.
2. Perlindungan setiap orang lainnya yang berada ditempat kerja agar selalu dalam
keadaan selamat dan sehat.
3. Perlindungan terhadap bahan dan peralatan produksi agar dapat dipakai dan
digunakan secara aman dan efisien.
Tujuan secara khusus yaitu :
1. Mencegah dan atau mengurangi kecelakaan, kebakaran, peledakan dan penyakit
akibat kerja.
2. Mengamankan mesin, instalasi, pesawat, alat kerja, bahan baku dan bahan hasil
produksi.
3. Menciptakan lingkungan dan tempat kerja yang aman, nyaman, sehat dan
penyesuaian antara pekerja dengan manuasi atau manusia dengan pekerjaan

Proses Sistem Manajemen K3


1. Pendekatan kesisteman dalam mengelola K3 menggunakan konsep manajemen
modern yaitu mengikuti proses manajemen, salah satu yang populer adalah siklus
PDCA (Plan-Do-Check-Action) Sama seperti sistem manajemen lain seperti
manajemen mutu, manajemen lingkungan dan manajemen produksi, maka
manajemen K3 juga dikembangkan dengan siklus manajemen mulai dari
perencanaan, penerapan atau implementasi, pengukuran dan pemantauan dan koreksi
untuk peningkatan berkelanjutan.
2. Keberhasilan organisasi dalam menerapkan SMK3 bergantung pada komitmen dari
seluruh tingkatan dan fungsi organisasi terutama dari manajemen puncak. Sistem ini
memungkinkan suatu organisasi mengembangkan kebijakan K3, menetapkan sasaran
dan proses untuk mencapai komitmen kebijakan, melakukan tindakan yang
diperlukan untuk meningkatkan kinerja dan menunjukkan kesesuaian sistem yang
ada terhadap persyaratan dalam standar ini. Tujuan umum dari standar ini adalah
untuk menunjang dan menumbuhkembangkan pelaksanaan K3 yang baik, sesuai
dengan kebutuhan sosial ekonomi. Keberhasilan penerapan dari standar ini dapat
digunakan oleh organisasi untuk memberi jaminan kepada pihak yang
berkepentingan bahwa SMK3 yang sesuai telah diterapkan.
1. Plan (Perencanaan) : Menetapkan tapkan sasaran dan proses yang diperlukan
untuk mencapai hasil sesuai dengan kebijakan K3 organisasi.
2. Do (Pelaksanaan) : Melaksanakan proses.
3. Check (Pemeriksaan) : Memantau dan mengukur kegiatan proses terhadap
kebijakan, sasaran, peraturan perundang-undangan dan persyaratan K3 Iainnya
serta melaporkan hasilnya.
4. Act (Tindakan) : Mengambil tindakan untuk perbaikan kinerja K3 secara
berkelanjutan.

Pada umumnya organisasi mengelola kegiatannya melalui penerapan sistem proses


dan interaksinya, yang dikenal dengan istilah "pendekatan proses" seperti pada ISO
9001. Karena metode PDCA ini dapat diterapkan pada semua proses, maka dua
metode ini dianggap sesuai (kompatibel). Standar ini berisi persyaratan yang dapat
diaudit secara obyektif. Namun demikian standar ini tidak menetapkan persyaratan
mutlak untuk kinerja K3 di luar komitmen, di dalam kebijakan K3, untuk memenuhi
persyaratan peraturan perundang-undangan yang diberlakukan dan persyaratan lain
yang diacu organisasi, untuk mencegah cedera dan gangguan kesehatan, dan untuk
melakukan perbaikan berkelanjutan. Dengan demikian dua organisasi yang
melakukan kegiatan yang hampir sama tetapi memiliki kinerja K3 yang
berbedakeduanya dapat dinyatakan memenuhi persyaratan standar ini. Standar ini
tidak mencakup persyaratan tertentu pada sistem manajemen yang lain, seperti
manajemen mutu, manajemen lingkungan, manajemen keamanan, atau manajemen
keuangan. Walaupun demikian, elemen-elemen dalam standar ini dapat digabungkan
atau diintegrasikan dengan sistem-sistem manajemen tersebut. Hal ini memungkinkan
organisasi dapat menyesuaikan sistem manajemen yang ada dengan maksud untuk
menetapkan SMK3 yang sesuai dengan persyaratan standar ini. Namun demikian,
harus ditegaskan bahwa penerapan berbagai elemen boleh berbeda bergantung pada
tujuan yang diharapkan dan keterlibatan pihak yang berkepentingan. Tingkat
kerumitan dan kerincian SMK3, luas cakupan dokumentasi dan sumber daya yang
diperuntukkan bergantung pada beberapa faktor, seperti lingkup sistem, ukuran dan
sifat kegiatan, produk dan jasa, dan budaya organisasi.

Prinsip Dasar Sistem Manajemen K3


1. Penetapan kebijakan K3
2. Perencanaan penerapan K3
3. Penerapan K3
4. Pengukuran, pemantauan dan evaluasi kinerja K3
5. Peninjauan secara teratur untuk meningkatkan kinerja K3 secara
berkesinambungan.

Penerapan SMK3 di Perusahaan/Organisasi


1. Penetapan kebijakan K3;
Pengusaha dalam menyusun kebijakan K3 paling sedikit harus:
a. melakukan tinjauan awal kondisi K3, meliputi:
identifikasi potensi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko;
perbandingan penerapan K3 dengan perusahaan dan sektor lain yang lebih
baik;
peninjauan sebab akibat kejadian yang membahayakan;
kompensasi dan gangguan serta hasil penilaian sebelumnya yang berkaitan
dengan keselamatan; dan
penilaian efisiensi dan efektivitas sumber daya yang disediakan.
b. memperhatikan peningkatan kinerja manajemen K3 secara terus-menerus; dan
c. memperhatikan masukan dari pekerja/buruh dan/atau serikat pekerja/serikat
buruh.
Muatan Kebijakan K3 paling sedikit memuat visi; tujuan perusahaan; komitmen
dan tekad melaksanakan kebijakan; dan kerangka dan program kerja yang
mencakup kegiatan perusahaan secara menyeluruh yang bersifat umum dan/atau
operasional.
2. Perencanaan K3
Yang harus dipertimbangkan dalam menyusun rencana K3:
a. hasil penelaahan awal;
b. identifikasi bahaya, penilaian, dan pengendalian risiko;
c. peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya; dan
d. sumber daya yang dimiliki.
3. Pelaksanaan rencana K3;
Dalam melaksanakan rencana K3 didukung oleh sumber daya manusia di bidang K3,
sarana, dan prasarana
a. Sumber daya manusia harus memiliki:
kompetensi kerja yang dibuktikan dengan sertifikat; dan
kewenangan di bidang K3 yang dibuktikan dengan surat izin kerja/operasi
dan/atau surat penunjukkan dari instansi yang berwenang.
b. Prasarana dan sarana paling sedikit terdiri dari:
organisasi/unit yang bertanggung jawab di bidang K3;
anggaran yang memadai; sedur operasi/kerja, informasi, dan pelaporan serta
pendokumentasian; dan
instruksi kerja.
c. Dalam melaksanakan rencana K3 harus melakukan kegiatan dalam pemenuhan
persyaratan K3.Kegiatan tersebut adalah
Tindakan pengendalian
perancangan (design) dan rekayasa;
prosedur dan instruksi kerja;
penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan;
pembelian/pengadaan barang dan jasa;
produk akhir;
upaya menghadapi keadaan darurat kecelakaan dan bencana industri; dan
rencana dan pemulihan keadaan darurat
d. Kegiatan 1 6 dilaksanakan berdasarkan identifikasi bahaya, penilaian dan
pengendalian risiko.
e. Kegiatan 7 dan 8 dilaksanakan berdasarkan potensi bahaya, investigasi dan
analisa kecelakaan
f. Agar seluruh kegiatan tersebut bisa berjalan, maka harus:
Menunjuk SDM yang kompeten dan berwenang dibidang K3
Melibatkan seluruh pekerka/buruh
Membuat petunjuk K3
Membuat prosedur informasi
Membuat prosedur pelaporan
Mendokumentasikan seluruh kegiatan
g. Pelaksanaan kegiatan diintegrasikan dengan kegiatan manajemen perusahaan

4. Pemantauan dan evaluasi kinerja K3;


a. Melalui pemeriksaan, pengujian, pengukuran dan audit internal SMK3 dilakukan
oleh sumber daya manusia yang kompeten
b. Dalam hal perusahaan tidak mempunyai SDM dapat menggunakan pihak lain
c. Hasil pemantauan dilaporkan kepada pengusaha
d. Hasil tersebut digunakan untuk untuk melakukan tindakan pengendalian
e. Pelaksanaan pemantauan & Evaluasi dilakukan berdasarkan peraturan
Perundang-undangan.
5. Peninjauan dan peningkatan kinerja SMK3.
a. Untuk menjamin kesesuaian dan efektifitas penerapan SMK3, dilakukan
peninjauan terhadap kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan
evaluasi
b. Hasil peninjauan digunakan untuk perbaikan dan peningkatan kinerja
c. Perbaikan dan peningkatan kinerja dilaksanakan dalam hal :
terjadi perubahan peraturan perundang-undangan;
adanya tuntutan dari pihak yang terkait dan pasar;
adanya perubahan produk dan kegiatan perusahaan;
terjadi perubahan struktur organisasi perusahaan;
adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk
epidemiologi;
adanya hasil kajian kecelakaan di tempat kerja;
adanya pelaporan; dan/atau
adanya masukan dari pekerja/buruh.

Kunci Keberhasilan Penerapan SMK3


1. SMK3 harus komprehensif dan terintegrasi dengan seluruh langkah pengendalian
yang dilakukan dan sistem manajemen lainnya.
2. SMK3 harus dijalankan dengan konsisten dalam operasi sebagai satu-satunya cara
untuk pengendalian risiko dalam organisasi
3. SMK3 harus konsisten dengan hasil identifikasi bahaya dan penilaian risiko yang
dilakukan
4. SMK3 harus mengandung elemen-elemen implementasi yang berlandaskan siklus
proses manajemen PDCA
5. Semua unsur atau individu harus memahami konsep dan implementasi SMK3
6. Adanya dukungan dan komitmen manajemen puncak dan seluruh elemen dalam
organisasi untuk mencapai kinerja K3 terbaik
PENUTUP

Kesimpulan

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi
keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan
penyakit akibat kerja.

Sedangkan, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah bagian dari
sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang
berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

Adapun penerapan SMK3 di perusahaan :


1. Penetapan kebijakan K3
2. Perencanaan K3
3. Pelaksanaan rencana K3
4. Pemantauan dan evaluasi kinerja K3
5. Peninjauan dan peningkatan kinerja SMK3

Saran

Untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja diperlukan adanya manajemen K3. Agar
kebijakan-kebijakan yang disusun oleh manajemen K3 dapat terlaksana dengan baik maka
diperlukan sosialisasi secara terus-menerus oleh oknum-oknum yang bersangkutan dengan
bidang tersebut, sosialisasi tersebut dapat berupaPromosi Keselamatan Kerja pada setiap Dunia
Kerja agar semua orang mementingkan Keselamtan kerja itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA

Fauzy, Ahmad 2008. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (online)
https://ahmadfauzy.wordpress.com/2008/09/25/sistem-manajemen-keselamatan-dan-kesehatan-
kerja-s-m-k-3/

(diakses, 21 November 2016)

Adzim, Ilma Habbie 2013. Tujuan K3 Keselamatan dan Kesehatan (online)


https://sistemmanajemenkeselamatankerja.blogspot.co.id/2013/09/tujuan-k3-keselamatan-dan-
kesehatan.html

(diakses, 21 November 2016)

Syah, Irlan 2015. Prinsip Dasar Penerapan SMK3 (online)


https://irlansyah1.wordpress.com/2015/11/30/prinsip-dasar-penerapan-smk3/

(diakses, 21 November 2016)