Anda di halaman 1dari 14

KELOMPOK 1

NILAI PANCASILA

KELOMPOK 2
IDENTITAS NASIONAL

Pertanyaan

1. Mengapa identitas setiap bangsa berbeda-beda,apa saja faktor yang menyebabkannya ?


Jawab :
Faktor yang menyebabkan identitas setiap bangsa berbeda-beda yaitu:
Keadaan geografi
Ekologi
Demografi
Sejarah
Kebudayaan
Watak masyarakat

2. Apa karakter yang khas dari bangsa indonesia ?


Jawab :
Karakter khas bangsa indonesia yaitu :
Keramahan dan sopan santun. Keramahan tersebut tercermin dalam sikap mudah
menerima kehadiran orang lain. Orang yang datang dianggap sebagai tamu yang harus
dihormati. Sehingga banyak kalangan bangsa lain yang datang ke Indonesia merasakan
kenyamanan dan kehangatan tinggal di Indonesia. Bangsa Indonesia adalah bangsa
agraris. Sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Sistem
kemasyarakatan di sebagian besar suku-suku di Indonesia adalah sistem
Gemmeinschaaft (paguyuban/masyarakat sosial /bersama), yaitu suatu sistem
kemasyarakatan kekerabatan dimana masyarakat mempunyai ikatan emosional yang kuat
dengan kelompoknya etnisnya.

3. Mengapa saat ini kebebasan berpendapat dan kebebasan lainnya terjadi berlebihan atau
kebablasan ?
Jawab :
Karena pada saat reformasi (setelah era orde baru), ada euphoria yang menggantikan
semuanya, sehingga masyarakat tidak lagi kritis dalam melihat apa yang perlu diganti
atau yang dipertahankan.
KELOMPOK 3
NEGARA DAN KONSTITUSI
Pertanyaan
1. Bagaimana menurut kalian mengenai identitas ganda yang dimiliki masyarakat
perbatasan?
Jawab:
Proses penetapan perbatasan darat Indonesia dengan negara tetangga telah
diselesaikan di masa pemerintah Hindia Belanda. Pemerintah Hindia Belanda
menetapkan batas dengan Inggris untuk segmen batas darat di Kalimantan dan Papua.
Sedangkan Hindia Belanda menetapkan batas darat dengan Portugis di Pulau Timor.
Merujuk kepada ketentuan hukum internasional Uti Possidetis Juris (suatu negara
mewarisi wilayah penjajahnya), maka sebenarnya Indonesia dengan negara tetangga
hanya perlu menegaskan kembali atau merekonstruksi batas yang telah ditetapkan
tersebut.
Pemahaman soal perbatasan, sekarang tak hanya itu. Ada wilayah perbatasan
Indonesia yang tergantung dengan negara lain, ada pula wilayah perbatasan Indonesia
yang menjadi gantungan negara lain. Masalah yang banyak terjadi ada di wilayah
Indonesia yang tergantung pada negara lain, Seperti permasalahan yang tak kunjung
usai di perbatasan Indonesia-Malaysia.Yakni Permasalahan kartu identitas ganda di
perbatasan Indonesia dan Malaysia bagaikan buah simalakama. Pemerintah tidak dapat
begitu saja melarang warga Indonesia yang juga memiliki kartu identitas Malaysia
karena kebanyakan dari mereka memiliki kartu identitas Malaysia lebih kepada faktor
ekonomi yakni untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya yang ternyata lebih mudah
didapatkan di negeri Jiran tersebut. Namun terlepas dari hal itu jika merujuk kepada
Undang-Undang Nomor 23 tentang kewarganegaraan, warga Indonesia hanya
diperbolehkan memiliki satu kewarganegaraan.Hal inilah yang menyebabkan
permasalahan ini menjadi lebih kompleks dan berkembang layaknya buah simalakama.
Terlebih lagi, bentuk perbatasan antara Indonesia dan Malaysia adalah bentuk perbatasan
yang terbuka serta masih kurangnya perhatian pemerintah dalam hal penanganan daerah
perbatasan khususnya dalam hal peningkatan kesejahteraan. Sehingga memungkinkan
fenomena-fenomena seperti itu sangat sulit terhindarkan.
Menyikapi permasalahan kartu identitas ganda tersebut haruslah bijak dan jangan
gegabah terlebih apabila mengaitkan permasalahan tersebut keranah degradasi
nasionalisme. Merujuk dari permasalahan Perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut,
setidaknya ada tiga aspek permasalahan yang kerap kali terjadi di wilayah perbatasan
Indonesia. Pertama, adanya kesenjangan, disharmonisasi, kevakuman, ketidak
konsistenan, serta ketidaktepatan perumusan kebijakan yang mengakibatkan tidak
optimalnya system keorganisasian dan tidak berjalannya program pemerintah di
perbatasan. Kedua, ketiadaan efektivitas implementasi karena keragaman persepsi dan
hambatan sarana dan prasarana. Ketiga, masih adanya kesenjangan antara 4 driving force
yaitu politik, pembangunan ekonomi, keamanan, serta kesejahteraan di wilayah
perbatasan yang tergantung dengan Negara lain. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu
adanya perbaikan, penyempurnaan dan harmonisasi kebijakan pengelolaan kawasan
perbatasan serta perlunya pengembangan grand design pengelolaan kawasan perbatasan
secara sistematis dan terusmenerus. Tak kalah penting pula, dibutuhkan kesepahaman
persepsi dan strategi dari para stake holder serta penyediaan prasarana, sarana dan
sumberdaya yang memadai serta perlunya pengembangan scenario dengan variable-
variabel yang lebih lengkap sebagai dasar pembaharuan atau penyempurnaan kebijakan
dan implementasinya secara terus-menerus.
Dalam upaya penyelesaian kartu identitas ganda, salah satu langkah yang mungkin
dilakukan oleh Pemerintah Indonesia saat ini adalah dengan melakukan kerjasama
dengan Pemerintah Malaysia terkait warga perbatasan yang memiliki kartu identitas
ganda, bisa berupa kartu khusus yang memperbolehkan warga perbatasan melintasi
wilayah Malaysia tanpa harus memiliki kartu identitas Malaysia, border pass atau kartu
khusus untuk bebas keluar, dan lain sebagainya. Oleh karena itu pemerintah pusat dan
pemerintah daerah harus bekerja sama dalam penyelesaian dan peningkatan
kesejahteraan diwilayah perbatasan.

2. Batas wilayah udara


Jawab :
Untuk membuat ketentuan-ketentuan hukum udara, maka para ahli hukum
menggali hukum-hukum lama yang pernah berlaku yang berhubungan dengan ruang
udara dan akhirnya diketemukannya suatu maxim (ketentuan lama) yang berlaku pada
jaman Romawi yang menyebutkan Cujus Est Solum Ejus Usque Ad Coelum Et Ad
Infinitum yang dapat diartikan barang siapa memiliki sebidang tanah, maka juga
memiliki pula apa yang ada diatasnya dan juga yang ada dibawahnya serta tidak terbatas.
Maxim tersebut menimbulkan suatu perbedaan pendapat yang hangat di antara
para ahli hukum seperti :
a. Paul Fauchille (1858-1926) dengan teorinya Air Freedom Theory menyebutkan bahwa
ruang udara itu bebas dan oleh karena itu tidak dapat dimiliki oleh negara bawah.
Teori Paul Fauchille tersebut didasari oleh karena :
a) Sifat udara adalah bebas.
b) Udara adalah warisan seluruh umat manusia.
b. West Lake dengan teorinya Air Sovereignty Theory menyebutkan bahwa ruang udara
itu tertutup yang berarti dapat dimiliki oleh setiap negara bawah.
Untuk menyelesaikan masalah kedaulatan wilayah udara tersebut, maka pada tahun
1910 diadakan konperensi internasional (The International Conference on Air
Navigation) di kota Paris (Perancis) yang hanya dihadiri oleh 3 negara yaitu negara
Inggris, Jerman dan Perancis. Delegasi negara Inggris mengusulkan bahwa negara
memiliki kedaulatan penuh terhadap ruang udara yang ada diatasnya, delegasi negara
Jerman mengusulkan bahwa negara memiliki kedaulatan penuh terhadap ruang udara
yang dapat dikuasainya, sedangkan delegasi negara Perancis mengusulkan bahwa ruang
udara adalah bebas dengan memperhatikan akan kepentingan keamanan negara,
penduduk dan harta benda, maka apabila dilihat usulan-usulan seperti tersebut, maka
dapat disimpulkan bahwa telah terjadi tidak adanya keseragaman pendapat di antara ke
tiga negara yang akhirnya dapat disimpulkan bahwa konperensi tersebut mengalami
kegagalan. Berakhirnya Perang Dunia I, menimbulkan banyaknya negara-negara
merasakan bahwa ruang udara yang ada di atas negaranya harus bersifat tertutup, karena
dengan adanya pengalaman bahwa ruang udara dapat digunakan sebagai pintu masuk
pesawat militer dengan mudah untuk menyerang.
Pada tahun 1919 kembali diadakan konferensi internasional di kota Paris (Perancis)
yang dihadiri oleh 31 negara yang hadir dan menghasilkan suatu konvensi yaitu
Convention Relating to the Regulation of Aerial Navigation 1919 atau yang lebih dikenal
dengan Konvensi Paris 1919.
Pada Pasal 1 Konvensi Paris 1919 disebutkan bahwa setiap negara anggota
mengakui hak kedaulatan lengkap dan eksklusip di ruang udara di atas wilayahnya baik
di darat, laut wilayah maupun di negara kolonial (jajahan) nya.Konvensi ini mengalami
kegagalan juga, karena belum mencapai jumlah ratifikasi seperti yang ditentukan, dan ini
juga dikarenakan hanya negara-negara anggota Konvensi Paris 1919 saja yang diakui
wilayah di ruang udara, sedangkan bagi negara-negara yang bukan anggota konvensi ini
tidak diakui memiliki wilayah di ruang udara.
Untuk mengisi kekosongan hukum yang mengatur mengenai kedaulatan negara di
ruang udara, maka pada tahun 1929 American Comunication Beaureau mengadakan
pertemuan dan menghasilkan suatu kesepakatan bahwa mengakui setiap negara memiliki
wilayah di ruang udara yang ada diatasnya.
Dengan adanya kesepakatan ini menyebabkan semua negara di dunia merasa
memiliki kedaulatan di ruang udara, dan menjadikan ajaran Paul Fauchille dan Westlake
sepenuhnya tidak dapat dipertahankan, karena setiap negara memiliki kedaulatan mutlak
di ruang udara dengan memberikan kebebasan penerbangan.
Pasal 1 Konvensi Chicago 1944 menyebutkan bahwa setiap negara memiliki
kedaulatan lengkap dan eksklusif di ruang udara yang ada di atas wilayahnya.Dengan
demikian Konvensi Chicago 1944 mengakui setiap negara di dunia baik itu negara
anggota maupun tidak tetap memiliki kedaulatan di ruang udara yang ada di atas
wilayahnya.Apabila mempelajari Konvensi Chicago 1944 maka terlihat bahwa tidak ada
satupun pasal yang mengatur mengenai batas wilayah udara yang dapat dimliki oleh
suatu negara bawah baik secara horisontal maupun secara vertikal.
a. Batas Kedaulatan Wilayah Udara Secara Horisontal
Seperti telah diketahui bahwa batas wilayah darat suatu negara adalah
berdasarkan perjanjian dengan negara-negara tetangga, dan dengan demikian setiap
negara memiliki batas kedaulatan di wilayah udara secara horisontal adalah sama
dengan seluas wilayah darat negaranya, sedangkan negara yang berpantai batas
wilayah negara akan bertambah yaitu dengan adanya ketentuan hukum yang diatur di
dalam Article 3 United Nations Convention on the Law Of the Sea (1982) yang
menyebutkan setiap negara pantai dapat menetapkan lebar laut wilayahnya sampai
maksimum 12 mil laut yang diukur dari garis pangkal (base line) dengan cara luas
daratan yang berdasarkan perjanjian perbatasan dengan negara tetangga dan ditambah
dengan Pasal 3 Konvensi Hukum Laut 1982.
Begitu pula dalam hal apabila laut wilayah yang berdampingan atau berhadapan
dengan milik negara tetangga yang kurang dari 2 x 12 mil laut, maka penyelesaian
masalah batas wilayah udara secara horisontal adalah melalui perjanjian antar negara
tetangga seperti halnya dalam hukum laut internasional.
Tetapi ada beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Kanada mengajukan
secara sepihak untuk menetapkan jalur tambahan (contiguous zone) di ruang udara
yang dikenal dengan istilah A.D.I.Z. (Air Defence Identification Zone) yaitu setiap
pesawat udara yang terbang menuju negara Amerika Serikat atau Kanada dalam jarak
200 mil harus menyebutkan jati diri pesawat udara. Hal ini dilakukan untuk keamanan
negara dari bahaya yang datang melalui ruang udara.
b. Batas Kedaulatan Wilayah Udara Secara Vertikal
Untuk menentukan batas kedaulatan di wilayah udara secara vertikal masih
tetap menjadi permasalahan sampai dengan saat ini, karena perjanjian internasional,
kebiasaan internasional, prinsip-prinsip hukum umum dan yurisprudensi internasional
yang mengatur tentang batas kedaulatan wilayah udara secara vertikal belum ada,
maka beberapa sarjana terkemuka khususnya ahli hukum udara berusaha untuk
membuat beberapa konsep (teori, ajaran atau pendapat) yang mungkin dapat
digunakan sebagai landasan pembuatan peraturan tentang batas ketinggian kedaulatan
negara di ruang udara, yaitu misalnya konsep dari :
a) Beaumont dan Shawcross yang menyebutkan bahwa batas ketinggian
kedaulatan negara di ruang udara adalah tidak terbatas.
b) Cooper yang menyebutkan bahwa batas ketinggian kedaulatan negara di ruang
udara adalah setinggi negara itu dapat menguasainya.
c) Holzendorf yang menyebutkan bahwa batas ketinggian kedaulatan negara di
ruang udara adalah setinggi 1000 meter yang ditarik dari permukaan bumi yang
tertinggi.
d) Lee yang menyebutkan bahwa batas ketinggian kedaulatan negara di ruang
udara adalah sama dengan jarak tembakan meriam (canon theory).
e) Von Bar yang menyebutkan bahwa batas ketinggian kedaulatan negara di ruang
udara adalah 60 meter dari permukaan bumi.
Dengan tidak adanya ketentuan-ketentuan hukum internasional yang mengatur
tentang batas ketinggian wilayah udara yang dapat dimiliki oleh negara bawah, maka
banyak negara-negara di dunia melakukan secara sepihak menetapkan batas
ketinggian wilayah udara nasionalnya seperti yang dilakukan oleh negara Amerika
Serikat melalui Space Command menetapkan batas vertikal udara adalah 100
kilometer.
Salah satu contoh pelanggaran batas udara yang pernah terjadi yaitu pada bulan
Maret (2011), TNI AU mendeteksi keberadaan pesawat komersial jenis Boeing 737-
300 milik Pakistan International Airlines terbang di wilayah udara Indonesia tanpa
izin.Pesawat tersebut membawa 13 kru pesawat dan 49 personel militer Pakistan,
dengan rute tujuan Dili-Kuala Lumpur Malaysia.Setelah mendapat titik kordinat
lokasi pesawat, TNI AU segera memberikan peringatan kepada pesawat
tersebut.Namun peringatan tidak diindahkan, hingga akhirnya TNI AU
memerintahkan dua pesawat tempur Sukhoi untuk menjemput dan mendaratkan paksa
Pesawat carteran tersebut di Bandara Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan.

3. Menurut kalian, pada suatu negara lebih baik menggunakan konstitusi seperti apa?
Jawab :
a. Konstitusi pada Negara Liberal
Dalam arti luas, liberalisme adalah perjuangan menuju kebebasan.Pada
negara-negara di Eropa menyuarakan kebebasan (liberte), persamaan (egalite), dan
persaudaraan (fraternite).Liberalisme politik dan rohaniah didasarkan pada keyakinan
bahwa semua sumber kemajuan terletak dalam perkembangan kepribadian manusia
yang bebas, diman masyarakat dapat menarik keuntungan sepenuhnya dari daya cipta
manusia.
Istilah liberalisme baru digunakan pada abad ke-19. Bentuk negara yang
diidamkam aliran liberalisme adalah demokrasi parlementer dengan persamaan hak
bagi seluruh rakyat di depan hukum dan penghormatan terhadap apa yang disebut Hak
Asasi Manusia. Liberalisme merupakan hasil Revolusi Perancis, Revolusi Industri,
dan Revolusi Amerika. Beberapa tokoh yang memperjuangkan liberalisme anatara
lain : John Locke (Inggris), Voltaire, Montesqueu, dan J.J. Rousseau (Perancis), dan
Immanual Kant (Jerman).
1) Konstitusi di Negara Inggris
Negara Inggris tidak mempunyai konstitusi tertulis.Apabila terdapat perbedaan
pokok mengenai tindakan pemerintah, kedua belah pihak secara retorik dapat
kembali pada prinsip-prinsip konstitusional dan perbedaan biasanya diselesaikan
oleh kekuatan politik terkuat.
Bila soal persengketaan langsung berakhir, maka semua pihak yang
bersengketa akan mau menerima resolusi terhadap tindakan-tindakan pemerintah
yang dipersengketakan pada masa lalu itu sebagai bagian dari praktek kelembagaan
pada masa sekarang ini, dan pemakaian resolusi masa lalu untuk persengketaan
sejenis pada masa kini lazim disebut yurisprudensi . Kekuasaan pemerintahan
Inggris tergantung pada raja ( bukan secara pribadi ), maksudnya adalah bahwa raja
berperan sebagai simbol kolektif bagi lembaga-lembaga pemerintah.
a) Mekanisme Konstitusional Demokrasi Parlementer
Ciri-ciri pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut :
- Kekuasaan legislatif (DPR/Parlemen)
Menteri-menteri (kabinet) harus mempertanggungjawabkan semua
tindakannya kepada DPR. Ini berarti, kabinet harus mendapat kepercayaan
dari parlemen.
- Program-program kebijakan kabinet harus disesuaikan dengan tujuan
politik sebagian besar anggota parlemen. Bila kabinet melakukan
penyimpangan terhadap program-program kebijakan yang dibuat, maka
anggota parlemen dapat menjatuhkan kabinet dengan menjatuhkan mosi
tidak percaya pada pemerintah.
- Kepala negara (raja, ratu, pangeran, atau kaisar) hanya lambang atau simbol
belaka yang tidak dapat diganggu gugat.
b) Lembaga-lembaga Kenegaraan
Raja atau ratu sebagai pemegang takhta kerajaan hanya berfungsi dalam
segi-segi pemerintahan yang bersifat cermonial (keupacaraan). Ratu harus
memberi persetujuan resmi terhadap undang-undang yang yang telah disahkan
oleh parlemen, tetapi ia tidak boleh menyatakan pendapatnya tentang undang-
undang itu secara terbuka. Ratu juga bertanggung jawab atas penunjukkan
perdana menteri dan pembubaran parlemen sebelum masa pemilihan.
Menteri-menteri kabinet berasa dari partai mayoritas dalam Majelis Rendah
(House of Commons).Sedangkan raja atau ratu secara otomatis menduduki
jabatan dalam Majelis Tinggi (House of Lord) yang diwariskan.
Lembaga-lembaga kenegaraan pada Negara Liberal (Inggris) :
- Badan Eksekutif (Whitewall)
Terdiri dari raja atau ratu yang tidak dapat diganggu gugat (simbolis), dan
dan kekuasaan sesungguhnya ada pada perdana menteri. Tugas Pokok :
Pemegang kekuasaan Eksekutif ada pada Perdana Menteri
- Badan Legislatif (Parlemen)
Parlemen terdiri dari dua kamar (bicameral), yaitu House of Commons
(Majelis Rendah) dan House of Lord (Majelis Tinggi)
b. Konstitusi pada Negara Komunis
Komunisme merupakan aliran politik yang menganut ajaran Karl Marx dan
Friedrich Engels.Karangan Karl Marx yang menjadi landasan komunisme adalah
Manifesto Komunis yang dibuat di Brussel pada tahun 1847.
Gagasan terkenal yang menjadi salah satu fondasi Marxisme adalah gagasan
materialisme historis, yaitu suatu gagasan bahwa sejarah manusia pada hakikatnya
merupakan sejarah perjuangan kelas, yaitu antara kelas borjuis (kapitalis) melawan
kelas proletariat (kaum buruh) yang niscaya dimenangkan oleh kaum proletariat.
1) Konstitusi di Negara Republik Rakyat Cina (RRC)
Kehidupan politik di Cina merupakan produk dari masa revolusi yang
panjang, yang berlangsung paling tidak dari tahun 1911-1949. Revolusi pertama
(1911) menggantikan sistem kerajaan yang telah berahan selama berabad-abad.
Pada revolusi kedua (1928) dibentuk pemerintah pusat yang baru di bawah
kekuasaaan Kuomintang (KMT). Dan revolusi ketiga (1949) menjadikan Partai
Komunis Cina (PKC) sebagai penguasa dan membentuk sistem komunis sekarang
ini.
Kominisme tidak hanya merupakan sistem poltik yang menjadi dasar bagi
konstitusi di Republik Rakyat Cina, tetapi juga mencerminkan suatu gaya hidup
yang didasarkan pada nilai-nilai tertentu, antara lain :
a) Gagasan Monisme (sebagai lawan dari pruralisme).
Gagasan ini menolak adanya golongan-golongan dalam masyarakat karena
merupakan tanda perpecahan.
b) Kekerasan dipandang sebagai alat yang sah guna mencapai komunisme.
Kekerasan ini terutama berlaku untuk setiap warga negara yang menentang
kebijakan negara. Penggunaan kekerasan di negara ini dibarengi dengan
kegiatan indoktrinasi, yaitu menanamkan kesadaran akan komunisme ke
relung hati setiap orang, terutama generasi muda.
c) Negara merupakan alat untu mencapai komunisme.
Alat kenegaraan seperti polosi, tentara, dan kejaksaan dimobilisasi kepada
pencapaian komunisme (mobilization system). Campur tangan negara sangat
luas dan mendalam di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.Hukum
mengabdi pada tujuan komunisme. Artinya, sejauh mendukung tujuan
komunisme, hukum yang tidak adil dan tidak baik pun sah-sah saja.
Mekanisme Konstitusional Demokrasi Rakyat RRC
Menurut peristilahan komunis, demokrasi rakyat adalah bentuk khhusus
demokrasi yang memenuhi fungsi kediktatoran proletariat. Bentuk khusus ini
tumbuh dan berkembang di negara-negara Eropa Timur (sebelum Uni Soviet
runtuh pada tahun 1911) dan di Tiongkok (RRC). Republik Rakyat Cina
khususnya, sebagai hasil perkembangan politik yang amat kaku dan penuh
ketegangan antara golongan komunis dan golongan anti-komunis, hanya mengakui
satu partai dalam masyarakat (golongan-golongan lain disingkirkan dengan paksa).
Pembuat keputusan tertinggi dalan sistem politik Cina adalah Partai Komunis
Cina (PKC) yang menentukan semua kebijakan. Pembuat keputusan berasal dari
komite-komite partai yang mengambil keputusan dalam sidang tertutup. Tidak ada
proses legislatif secara terbuka, dan relatif sedikit undang-undang publik yang
diumumkan. Keputusan-keputusan banyak berupa penyataan umum tentang
kebijakan atau doktrin.
Lembaga-lembaga Kenegaraan
Republik Rakyat Cina berdiri pada tahun 1949 setelah menumbangkan Dinasti
Cing. Tetapi baru pada tahun 1954, secara mapan Konstitusi Cina ditetapkan dalam
Kongres Rakyat Nasional yang menyebutkan antara lainbahwa demokrasi rakyat
dipimpin oleh kelas pekerja, dalam hal ini dikelola oleh Partai Komunis Cina
sebagai inti kepemimpinan pemerintahan.
Lembaga-lembaga kenegaraan pada Negara Komunis (RRC) :
a) Ketua PKC dan Sekjen PKC
Organ administratif utama (Dewan Negara) yang terdiri dari Perdana Menteri
(PM), Wakil-wakil PM, dan kepala-kepala dari semua kementerian dan
komisi.
Tugas Pokok : Pemegang kekuasaan Eksekutif
b) Kongres Rakyat Cina (KRC)
Organ wewenang negara tertinggi dan pemegang wewenang legislatif satu-
satunya dalam negara.
Tugas Pokok : Pemegang kekuasaan Legislatif
c) Mahkamah Rakyat Tertinggi dan Kejaksaan Rakyat Tertinggi
Bagian terakhir kerangka kerja pemerintah pusat.
Tugas Pokok : Pemegang kekuasaan Yudikatif
c. Konstitusi pada Negara Republik Indonesia
1) Mekanisme Konstitusional Demokrasi Pancasila
Mekanisme pelaksanaan demokrasi Pancasila bersumber pada Konstitusi atau
Undang-Undang Dasar 1945.Dalam penyelenggaraan pemerintah negara,
Indonesia menganut paham Konstitusionalisme. Hal ini dapat kita lihat pada
Pembukaan UUD 1945 ... maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan itu dalam
suatu undang-undang dasar ...
Mekanisme demokrasi Pancasila telah tercantum dalam penjelasan UUD 1945
dan dijabarkan lebih lanjut dalam sistem pemerintahan negara sebagai berikut :
a) Indonesia adalah negara yang berdasar atas hukum (rechtstaat)
b) Indonesia menggunakan sistem konstitusional
c) Kekuasaan negara yang tertinggi ada di tangan MPR
d) Presiden ialah penyelenggara pemerintahan negara tertinggi di bawah
majelis
e) Presiden tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat
f) Menteri negara adalah pembantu Presiden ; Menteri negara tidak
bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat
g) Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas (dibatasi)
2) Lembaga-lembaga Kenegaraan
Lembaga-lembaga kenegaraan sesuai dengan UUD 1945 (Amandemen) adalah:
a) Majelis Permusyawaratan Rakyat => Pasal 2-3
Tugas Pokok : Pemegang kekuasaan Konstitutif
b) Presiden => Pasal 4-16
Tugas Pokok : Pemegang kekuasaan Eksekutif (pelaksana undang-undang)
c) Dewan Perwakilan Rakyat => Pasal 19-22B
Tugas Pokok : Pemegang kekuasaan Legislatif (pembuat undang-undang)
d) Badan Pemeriksaan Keuangan =>Pasal 23Edan 23F
Tugas Pokok : Pemegang kekuasaan Eksaminatif atau Inspektif
e) Mahkamah Agung => Pasal 24A
Tugas Pokok : Pemegang kekuasaan Yudikatif (mengadili pelanggar
undang-undang)
Menurut kami, sebaiknya suatu negara menggunakan konstitusi Negara Republik
Indonesia yang berdasarkan UUD 1945, karena dalam UUD 1945 terkandung idelogi
pancasila dimana ideologi ini mencakup nilai nilai positif yang diambil dari berbagai
ideology selain itumemiliki kelebihan/keunggulan, antara lain:
a) Ekonomi yang menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Pemerintah sehingga
tidak mengorbankan rakyat.
b) Bersifat fleksibel yang artinya mengikuti perkembangan Zaman
c) Seluruh komponen masyarakat saling memiliki keterikatan
d) Bersifat terbuka
e) Memberi kebebasan kepada rakyat (dalam berpolitik dan beragama)
f) Menjunjung tinggi hak asasi manusia tanpa menghilangkan hak orang lain, dll.
Tentunya setiap ideologi memiliki kelemahan atau kekurangan, tidak halnya pada
ideologi pancasila yaitu dapat menimbulkan tafsir yang berbeda beda.

KELOMPOK 4
HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

Pertanyaan
1. Bagaimana langkah konkrit dalam mengatasi masalah Hak Asasi Manusia? Berapa lama
pra-peradilan Hak Asasi Manusia? (Lestari)
Jawab :
Langkah konkrit dalam mengatasi masalah Hak Asasi Manusia :
Meningkatkan profesionalisme lembaga dan keamanan
Meningkatkan peradilan
Tidak diskriminatif
Meningkatkan kerjasama antar lembaga terkait secara harmonis
Pasal 82 ayat (1) huruf c KUHAP yang berbunyi pemeriksaan tersebut dilakukan cara
cepat dan selambat-lambatnya tujuh hari hakim harus sudah menjatuhkan putusannya.

2. Dalam kasus Jessica mempunyai 2 kewarganegaraan, bagaimana hak dan


kewajibannya sebagai warga Negara? (Ersa)
Jawab :
Dalam kasus ini Jessica hanya mempunyai satu kewarganegaraan yaitu
kewarganegaraan Indonesia. Maka, Jessica tetap mendapat Hak sebagai warga Negara
Indonesia yaitu mendapatkan pengakuan, jaminan perlindungan, dan kepastian hokum
yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum (Pasal 28 D, ayat 1) dan tetap
melaksanakan kewajibannya yaitu dengan mengikuti aturan perundang-undangan yang
berlaku di Indonesia.
3. Dalam UUD 1945 terdapat pasal yang menyebutkan bahwa kewajiban negara
memelihara anak-anak terlantar dan orang miskin, bagaimana pendapat kalian terhadap
pasal tersebut? (Ridha)
Jawab :
Memelihara fakir miskin dan anak-anak yang terlantar (Pasal 34, ayat 1). Anak
terlantar dan fakir miskin dipelihara oleh Negara untuk memperoleh kesejahteraan sama
seperti warga Negara lainnya karena anak terlantar merupakan penerus cita-cita bangsa.
Anak-anak terlantar ini bahkan gambaran masa depan suatu bangsa dan calon pemegang
tongkat estafet kepemimpinan negeri ini nantinya.

4. Bagaimana hak dan kewajiban penduduk Irak, sedangkan negaranya dikuasai oleh
organisasi radikal? (Gorby)
Jawab :
Kewajiban Negara salah satunya adalah melindungi hak dan kewajiban dari warga
negaranya, jika Negara tersebut dikuasai oleh organisasi radikal maka Negara tersebut
tidak berdaulat terhadap warga negaranya dan dapat dikatakan bahwa Negara tersebut
gagal menjalani kewajibannya dalam melindungi warga negaranya.

KELOMPOK 5
DEMOKRASI INDONESIA (I)

Pertanyaan
1. Bagaimana pandangan kelompok anda terhadap ormas FPI dan HTI mengenai kelegalan
ormas tsb?
Jawab :
Jika dilihat dari keaktifan ormas-ormas tersebut dalam menyuarakan hak-haknya
selama ini bisa dibilang atau dikatakan kalau ormas tersebut adalah legal, hanya saja
terkadang cara penyampaian mereka dalam hal menyuarakan pendapat-pendapatnya
terkadang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Tetapi disamping itu pula
terdapat hal positif yang dapat kita ambil diantaranya adalah sebagai alat atau kendaraan
untuk berdakwah.

2. Bagaimana pandangan kita terhadap fenomena etnis tionghoa yang menjadi pemimpin
atau kepala daerah di indonesia?
Jawab :
Selama mereka sudah berstatus warga negara Indonesia yang sah atau legal secara
hukum maka hak untuk memilih dan dipilih ataupun menjadi pemimpin itu adalah hal
yang sah atau legal, demokrasi tidak memandang etnis dan suku bangsa oleh karenanya
siapa pun yang menjadi pemimpin bangsa ini entah dia dari etnis mana pun selama status
kewarganegaraannya itu adalah seagai warga negara Indonesia maka dapat dikatakan sah
atau legal untuk memenuhi hak-haknya sebagai warga negara.

KELOMPOK 6
DEMOKRASI INDONESIA (II)

Pertanyaan
1. Mengapa sistem demokrasi di Indonesia tidak menggunakan sistem demokrasi seperti di
negara maju contohnya Amerika Serikat yang memakai sistem demokrasi parlementer?
Jawab :
Karena tidak selaras dengan kultur rakyat Indonesia. Kita ambil contoh demokrasi
parlementer yang digunakan di Spanyol dimana kedaulatan tertinggi berada di tangan
parlementer baik dalam mengangkat perdana menteri dan presiden. Selain itu parlemen
dapat menjatuhkan pemerintahan dan presiden hanya sebagai simbol kepala negara
semata. Berbeda dengan demokrasi pancasila yang dianut Indonesia., dimana kedaulatan
berada di tangan rakyat, seperti rakyat bebas memilih presiden dan hak-hak sebagai
warga negara yang dijunjung tinggi.

2. Apa maksud dari pernyataan demokrasi adalah pola kehidupan yang paling menjamin
hak-hak warga masyarakat itu sendiri, demokrasi adalah pilihan terbaik diantara yang
buruk tentang pola hidup bernegara ?
Jawab :
Seprti misalnya liberalis dan komunis dijadikan perbandingan, menurut kelompok
kami demokrasi adalah pilihan yang terbaik walaupun tidak secara keseluruhan dapat
dikatakan baik, tapi jika memakai sistem pemerintahan liberal/komunis tidak sesuai
dengan UUD 1945 dan Pancasila yang Indonesia anut. Selain itu tidak sesuai dengan
budaya Indonesia yang mengarah ke timur. Negara yang menganut sistem pemerintahan
komunis pada umumnya hanya mengambil keputusan berdasarkan kepentingan
pemerintah, tidak ada musyawarah mufakad.

3. Bagaimana bila dalam pemilihan kepala daerah hanya ada satu calon? Dan bagimana
pencalonan dalam partai yang terpecah menjadi dua kubu?
Jawab :
Calon tersebut mutlak dinyatakan menjadi kepala daerah. Dalam partai yang terbelah
menjadi dua kubu, jika kedua belah pihak ingin mencalonkan perwakilannya masing-
masing maka akan ditentukan siapa yang paling memenuhi kualifikasi dari syarat-syarat
menjadi calon perwakilannya.