Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penyelenggaraan pendidikan perguruan tinggi di Universitas
Muhammadiyah Pontianak Fakultas Teknik Program Studi Teknik Mesin
merupakan salah satu program guna pembangunan sarjana yang berkualitas dalam
rangka menyiapkan/menghasilkan sumber daya manusia di bidang teknik tingkat
srata satu yang bermoral, berdaya sain tinggi, dan wirausaha serta memiliki etos
kerja tinggi yang siap memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap
profesionalisme, sehingga diharapkan dimasa mendatang dapat menjadi pemuda
yang bisa mengembangkan sektor keteknikan yang benar benar menjadi sektor
andalan di Asia maupun di Dunia.
Guna mewujudkan harapan tersebut, maka Universitas Muhammadiyah
Pontianak sebagai Unit Pelaksanaan Teknis di daerah untuk merealisasikan
program ini. Di dalam pelaksanaan proses balajar mengajar di Universitas
Muhammadiyah Pontianak menerapkan pola semester sesuai kurikulum. Salah satu
kegiatan praktek yang dilaksanakan adalah Praktek Fenomena Dasar Mesin bagi
mahasiswa semester 6 (enam) sebagai dasar dari mata kuliah teknik mesin.
Motor bakar adalah mesin kalor dimana gas panas diperoleh dari proses
pembakaran bahan bakar dan langsung dipakai untuk melakukan kerja mekanis.
Jadi, mesin pancar gas untuk pesawat terbang, sistem turbin gas untuk pesawat
tenaga listrik atau propulsi kapal dan bahkan motor roket pun termasuk dalam
golongan motor bakar. Tetapi pada bahasan ini hanya akan membahas tentang
motor bensin dan motor diesel, yaitu jenis motor bakar torak saja.
B. Tujuan
Tujuan dari Praktek Fenomena Dasar Mesin adalah untuk menambah
wawasan dan meningkatkan pola pikir mahasiswa kemasa yang akan datang,
terealisasi dalam berintegrasi dengan masyarakat dan di unit unit perindustrian.
Adapun tujuan dari Praktek Fenomena Dasar Mesin diantaranya adalah
sebagai berikkut:
1. Dapat menambah wawasan dan meningkatkan tenaga teknis di bidang
permesinan dasar yang berkualitas dan mampu memperbaiki dan
mengoperasikan dan merawat mesin.
2. Agar mahasiswa dapat melihat dan mengamati secara langsung cara kerja
motor bakar bensin, cara pengujian, dan bagaimana cara merawat dan
memperbaikinya jika terjadi kerusakan.
1
3. Agar mahasiswa mendapatkan pengalaman kerja praktek, terutama dibagian
permesinan serta dapat menerapkan dan memperbandingkan ilmu yang telah
dipelajari secara teori dengan ilmu yang di dapat waktu praktek secara
langsung.
C. Alat Dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan saat Praktek Fenomena Dasar
Mesin ialah sebagai berikut:
1. Alat
1.1. Multitester
1.2. Timbangan
1.3. Tangki ukuran
1.4. Stopwatch
1.5. Timbangan
2. Bahan
2.1. Bahan bakar
2.2. Tuas beban

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Klasifikasi Motor Bensin


Motor bensin biasanya dinamakan motor pembakaran dengan bunga api
(spark ignition engine) karena penyalaan bahan bakar dilakukan dengan
pertolongan bunga api listrik.
Pada motor ini pembakaran dalam silinder motor terjadi karena adanya
loncatan bunga api (bunga api terbentuk diantara elektrode-elektrode pada busi)
pada saat bahan bakar udara bercampur dan masuk ke ruang pembakaran.
Campuran bahan bakar udara tersebut mulai menyala ketika bertemu dengan

2
bunga api listrik dan seluruh campuran tersebut menyala sangat cepat membentuk
api pembakaran. Motor pembakaran dengan bunga api atau motor bensin ini
disebut juga dengan spark ignition engine.
B. Cara Kerja Motor Bensin
1. Motor 4 Langkah
Mesin Bensin 4 langkah atau biasa disebut juga motor bakar Otto 4 langkah
adalah jenis motor bakar yang pada setiap 4 langkah torak menghasilkan 1 kali
langkah usaha atau terjadi 1 kali pembakaran bahan bakar. Setiap satu kali
langkah torak terjadi putaran poros engkol, jadi 4 kali langkah torak berarti 2
putaran poros engkol.

Keempat langkah pada motor bakar Otto 4 langkah itu terdiri atas langkah
hisap, langkah kompresi, langkah usaha (ekspansi) dan langkah buang. Untuk
lebih jelasnya cara kerja motor bakar Otto 4 langkah adalah sebagai berikut.

1.1. Langkah Hisap

Pada langkah ini katup hisap (katup masuk) terbuka. Torak bergerak
ke TMB. TMB (Titik Mati Bawah/Bottom Dead Center) adalah kedudukan
torak ketika berada paling jauh dari kepala silinder. Gerakan tersebut
menciptakan tekanan sangat rendah di dalam silinder. Karena itu, campuran
udara-bahan bakar terhisap dan menyerbu masuk melalui lubang katup
masuk. Ketika torak hampir mencapai TMB (Titik Mati Bawah), silinder
sudah berisi sejumlah campuran murni. Dengan masuknya campuran ini,
silinder mencoba menyesuaikan tekanannya dengan tekanan atmosfer.

1.2. Langkah Kompresi

Setelah torak menyelesaikan langkah hisap, katup masuk menutup.


Torak bergerak kembali ke TMA (Titik Mati Atas). TMA (Titik Mati
Atas/Top Dead Center) adalah kedudukan torak ketika berada paling dekat
dengan kepala silinder. Dengan kedua katup hisap dan buang tertutup,
gerakan torak ke atas menyebabkan campuran udara-bahan bakar yang
berada di dalam silinder dikompresi atau dimampatkan. Selaras dengan aksi
kompresi tersebut, suhu gas di dalam silinder meningkat. Selama proses
kompresi, suhu campuran meningkat mencapai ratusan derajat.

1.3. Langkah Usaha (ekspansi)

3
Beberapa derajat sebelum mencapai TMA, peranti pengapian
menyalakan busi. Api dari busi tersebut membakar campuran udara-bahan
bakar. Selama percikan itu, panas ledakan menyebabkan campuran
mengembang. Ledakan membuat tekanan volume dan tekanan gas memuai
dan semakin tinggi. Tekanannya itu menyebabkan torak kembali terdorong
ke TMB.

1.4. Langkah Buang

Setelah torak mencapai TMB, katup buang membuka. Torak


memulai langkah menuju ke TMA, memompa sisa-sisa gas pembakaran
melalui lubang katup (saluran) buang. Ketika torak hampir mencapai TMA,
katup hisap membuka dan bersiap untuk memulai siklus berikutnya. Begitu
seterusnya.

Gambar 1. Cara kerja Motor Bensin 4 Langkah

2. Motor 2 Langkah
Mesin bensin 2 langkah atau biasa disebut juga motor Otto 2 langkah adalah
jenis motor pembakaran dalam yang setiap 2 langkah torak atau satu putaran
poros engkol terjadi satu kali pembakaran bahan bakar atau menghasilkan satu
kali langkah usaha. Berbeda dengan motor bakar 4 langkah yang setiap
prosesnya terjadi pada satu langkah penuh, setiap proses motor bakar 2 langkah
tidak terjadi pada satu langkah penuh. Langkah hisap, langkah kompresi,
langkah usaha (ekspansi) dan langkah buang terjadi dalam dua langkah torak.
Langkah pertama torak adalah langkah hisap dan kompresi. Torak bergerak
dari TMB (Titik Mati Bawah) ke TMA (Titik Mati Atas). Gas baru masuk ke
ruang engkol karena pada ruangan ini terjadi pengurangan tekanan, sementara
itu gas baru yang sudah ada di atas torak dikompresikan. Sesaat sebelum torak
mencapai TMA, busi mengeluarkan bunga api untuk membakar campuran
udara bahan bakar yang telah masuk ke ruang pembakaran.

4
Langkah kedua, torak bergerak dari TMA ke TMB karena tekanan yang
besar akibat pembakaran bahan bakar. Kemudian gas baru yang ada di ruang
engkol tertekan dan mengalir ke ruang bakar dan gas bekas pembakaran
mengalir ke saluran buang. Langkah kedua ini terdiri atas langkah usaha
(ekspansi) dan langkah buang.
C. Perbandingan Motor 2 Langkah dan Motor 4 Langkah
Motor 2 langkah umumnya tidak menggunakan katup-katup, tetapi
kalaupun ada, maka katup tersebut hanya berfungsi sebagai katup pemasukan saja
atau katup pembuangan saja.
Secara teoritis, pada ukuran/volume silinder dan kecepatan yang sama maka
tenaga motor 2 langkah besarnya dua kali lipat tenaga motor 4 langkah. Namun
karena proses pembuangan gas bekas yang kurang sempurna dibanding motor 4
langkah, maka tenaganya tidak sebesar teorinya.
Keuntungan/kerugian motor 2 langkah dibanding motor 4 langkah.
Keuntungan :
1. Konstruksi lebih sederhana karena tidak menggunakan katup.
2. Pada ukuran dan kecepatan yang sama tenaga motor 2 langkah lebih besar
daripada motor 4 langkah.
3. Kebutuhan personil dan biaya perawatan lebih kecil.

Kerugian :

1. Pembuangan gas sisa kurang sempurna sehingga rendemen motor menurun.


2. Terdapat kerugian dengan keluarnya sebagian udara segar bersama gas bekas.
3. Ukuran torak motor 2 langkah relatif lebih panjang daripada motor 4 langkah,
sehingga manjadi lebih berat karena gaya inersia dari torak tersebut.
D. Diagram Tekanan-Isi (PV)
Diagram tekanan isi atau dikenal dengan juga dengan nama diagram PV
adalah suatu diagram yang menggambarkan hubungan antara tekanan dan volume
di dalam silinder motor.
Absis dari koordinat menunjukkan volume (isi) silinder karena langkah
torak sedangkan ordinat menggambarkan tekanannya. Karena tekanan dikalikan
dengan volume akan menunjukkan usaha motor, maka sebenarnya luas diagram PV
suatu motor juga menunjukkan besarnya usaha motor tersebut.
Diagram PV motor diesel 4 langkah dan 2 langkah masing-masing dilihat
pada gambar di bawah ini.

5
Gambar 2. Diagram PV motor 4 langkah Gambar 3. Diagram PV motor 2 langkah

BAB III
HASIL PENGUJIAN
A. Waktu dan Lokasi
1. Waktu
Sesuai dengan kurikulum Universitas Muhammadiyah Pontianak, mata
kuliah Praktek Fenomena Dasar Mesin khususnya untuk semester VI. Dalam
melaksanakan praktek sesuai dengan kelompok yang sudah ditetapkan dari
fakultas teknik pada tanggal 16 Juni 2015.
2. Lokasi
Adapun lokasi/tempat untuk melaksanakan Praktek Fenomena Dasar Mesin,
yaitu di Laboratorium Terpadu Universitas Muhammadiyah Pontinak JL. Trans
Kalimantan Sungai Ambawang.
B. Mesin yang digunakan

Nama Mesin Robbin


Merk/type Honda
Tipe mesin Air Cooled 4 tak OHV Single Cylinder Herizontal
Shaft
Volume silinder 163 CC
Bore x Stroke 67 x 56 mm
Rasio kompresi 9:1

6
Torsi maksimum 10,3 Hp / 2500 rpm
Output maksimum 5,5 Hp / 3600 rpm
Output net 4,8 Hp / 3600 rpm
Starter Recoil
Dimensi 312 x 162 x 335 cm
Table 1. Data Motor Bensin
C. Variable-variabel Penelitian
Adapun variabel-variabel penelitian dari hasil Praktek Fenomena Dasar
Mesin yang menjadi tujuan utama ialah menjelaskan variable terkait, dengan
menganalisa variable tersebut. Diharapkan dapat ditemukan jawaban atau
penyelesaian masalah yang berkaitan dengan variable dalam penelitian ini adalah
Torsi.
1. Motor dihidupkan dalam kondisi siap beroprasi.
2. Menghubungkan poros shaft penekan ke timbangan.
3. Menaikan putaran motor secara bertahap sampai diperoleh rpm yang
diinginkan.
4. Mengoperasikan motor selama waktu tertentu dengan beban yang sudah diatur.
5. Mendata hasil analisa asumsi bahan bakar yang terbakar saat motor beroperasi.

BAB IV
7
PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA
A. Pengujian Asumsi Bahan Bakar
1. Tanpa Beban
1.1. Pengujian asumsi bahan bakar pada putaran torak 2500 rpm.

No Putaran (rpm) Waktu Asumsi Kapasitas


(menit) Bahan Bahan
Bakar (ml) Bakar (ml)
1 2500 1 8 50 ml
2 2 16
3 3 24
4 4 31
Table 2. Data Pengujian Asumsi Bahan Bakar Tanpa Beban Putaran 2500 rpm
1.2. Pengujian asumsi bahan bakar pada putaran torak 3000 rpm.

No Putaran (rpm) Waktu Asumsi Kapasitas


(menit) Bahan Bahan
Bakar (ml) Bakar (ml)
1 3000 1 9 50 ml
2 2 20
3 3 29
4 4 39
Table 3. Data Pengujian Asumsi Bahan Bakar Tanpa Beban Putaran 3000 rpm

2. Diberi Beban

No Putaran Beban Waktu Asumsi Bahan Kapasitas Bahan


(rpm) (kg) (menit) Bakar (ml) Bakar (ml)
1 2500 5 1 8 100
2 7 1 10
3 10 1 13
4 15 1 16
5 20 1 19
6 22 1 23
7 25 1 27
Table 4. Data Pengujian Asumsi Bahan Bakar Diberi Beban
B. Grafik
1. Tanpa Beban
1.1. Pengujian asumsi bahan bakar pada putaran torak 2500 rpm.

8
35

30
Pengujian Asumsi
25 Bahan Bakar Pada
Torak Putaran 2500
20 rpm Waktu (menit)
Pengujian Asumsi
15 Bahan Bakar Pada
Torak Putaran 2500
10 rpm Asumsi Bahan
Bakar (ml)
5

0
1 2 3 4

Grafik 1.Pengujian Asumsi Bahan Bakar Tanpa Beban Putaran 2500 rpm
1.2. Pengujian asumsi bahan bakar pada putaran torak 3000 rpm.
40

35
Pengujian Asumsi
30 Bahan Bakar Pada
Torak Putaran 3000
25
rpm Waktu (menit)
20 Pengujian Asumsi
Bahan Bakar Pada
15 Torak Putaran 3000
rpm Asumsi Bahan
10
Bakar (ml)
5

0
1 2 3 4

Grafik 2. Pengujian Asumsi Bahan Bakar Tanpa Beban Putaran 3000 rpm

2. Diberi Beban
Pengujian asumsi bahan bakar pada putaran torak 2500 rpm dengan diberi
beban.

9
30

25 Pengujian asumsi Pengujian asumsi


bahan bakar pada bahan bakar pada
20 putaran torak 2500 putaran torak 2500
rpm dengan diberi rpm dengan diberi
beban Beban (kg) beban Waktu (menit)
15
Pengujian asumsi
bahan bakar pada
10 putaran torak 2500
rpm dengan diberi
5 beban Asumsi Bahan
Bakar (ml)
0
1 2 3 4 5 6 7

Grafik 3. Pengujian Asumsi Bahan Bakar Yang Diberi Beban Putaran 2500 rpm
3. Perbandingan putaran yang diberi beban dengan tidak ada beban.

Perbandin
gan
30 putaran
yang
25 diberi
beban
20 dengan
tidak ada
15 beban
dengan
10 putaran
2500 rpm
5 Tidak ada
Diberi
beban
0 Beban
W
Asumsi
aktu
1 2 3 4 (kg)
(menit)
Bahan
Bakar
(ml)

Grafik 4. Perbandingan Asumsi Bahan Bakar Tanpa Beban Dan Diberi


Beban Putaran 2500 rpm

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan krlompok 3 dari hasil Praktek Fenomena Dasar
Mesin di Laboratorium Terpadu Universitas Muhammadiyah Pontinak JL. Trans
Kalimantan Sungai Ambawang adalah sebagai berikut, yaitu:
1. Dapat membandingkan antara teori dalam perkuliahan dengan praktek di
lapangan serta dapat menambah pengetahuan lebih dalam dibidang
permesinan.
10
2. Menemukan perbandingan putaran mesin (rpm), jika semakin kecil putaran
mesin makan bahan bakar yang digunakan akan semakin kecil..
3. Perbandingan motor yang diberi beban dengan tidak ada beban sangat
mempengaruhi konsumsi bahan bakar.
B. Saran
Demi kebaikan laporan Praktek Fenomena Dasar Mesin dan kurikulum
Universitas Muhammadiyah Pontianak kami memberikan saran antara lain sebagai
berikut:
1. Setiap pemakaian motor bakar bensin sebaiknya perbandingan antara beban
dengan konsumsi bahan bakar harus disesuaikan.
2. Semoga dalam mata kuliah Praktek Fenomena Dasar Mesin lebih baik lagi
kedepannya.

Lampiran

Kampas Rem Motor Bakar Timabangan

11
Tachometer Pengumpulan Data

Daftar Pustaka

Arismunandar, Wiranto dan Tsuda, Koichi., (2004). Motor Bensin (Otto) Putaran Tinggi,
Jakarta : PT. Pradya Paramita.

Karyanto, E., (2002). Panduan Reparasi Mesin Bensin, Dasar Operasi Service, Jakarta :
CV. Pedoman Ilmu Jaya.

Karyanto, E., (2001). Teknik Perbaikan, Penyetelan, Pemeliharaan, Trouble Shooting


Motor Bensin, Jakarta : CV. Pedoman Ilmu Jaya.

Nugroho, Amien., (2005). Ensiklopedi Otomotif, Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

12