Anda di halaman 1dari 4

Buku Research Methods for Business by Uma Sekaran & Roger Bougie

Nama : Brigita Pratiwi


NIM : 145020301111073
Kelas : CG Metodologi Penelitian S1 Akuntansi

RESUME BAB 9
METODE PENGUMPULAN DATA: KUESIONER

A. JENIS-JENIS KUESIONER
Kuesioner adalah metode pengumpulan data berupa sepaket pertanyaan yang dijawab oleh
responden dan hasilnya direkam atau dikumpulkan oleh peneliti. Koesioner ini secara umum lebih
murah namun memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan wawancara dan observasi, selain itu
koesioner juga lebih besar peluang tidak direspon. Kuesioner umumnya dirancang untuk
mengumpulkan sejumlah besar data kuantitatif. Koesioner dapat diberikan secara pribadi, dikirim ke
responden, atau didistribusikan secara elektronik.
1. Kuesioner secara pribadi diberikan
Ketika survei terbatas pada area lokal, cara yang baik untuk mengumpulkan data adalah
mengelola kuesioner secara pribadi. Keuntungan utama dari ini adalah bahwa peneliti atau
anggota tim peneliti dapat mengumpulkan semua tanggapan yang diselesaikan dalam waktu
singkat. Keraguan responden pada pertanyaan tertentu dapat diklarifikasi di tempat. Peneliti juga
diberikan kesempatan untuk memperkenalkan topik penelitian dan memotivasi responden untuk
memberikan jawaban jujur mereka. Pemberian kuesioner kepada sejumlah besar individu pada
saat yang sama lebih murah dan menghabiskan waktu yang kurang dari wawancara; sama halnya,
tidak memerlukan banyak keterampilan untuk mengelola kuesioner seperti halnya untuk
melakukan wawancara.
2. Kuesioner Elektronik dan email
Keuntungan utama dari kuesioner elektronik dan email adalah bahwa daerah geografis yang
luas dapat tercakup dalam survei. Koesioner dikirim ke responden dan dapat diselesaikan sesuka
responden, di rumah, dan dengan cara responden itu sendiri. Namun, tingkat pengembalian
kuesioner tersebut biasanya rendah. Tingkat respon 30% dianggap diterima. Kelemahan lain dari
kuesioner elektronik dan mail adalah bahwa keraguan responden mungkin tidak bisa
diklarifikasi. Juga, dengan tingkat pengembalian yang sangat rendah sulit untuk menetapkan
keterwakilan sampel karena mereka menanggapi survei mungkin tidak sama sekali mewakili
populasi yang seharusnya mereka wakili. Untuk saat sekarang ini, survey menggunakan
koesioner elektronik begitu mudah untuk dirancang, namun hanya ketika responden tahu
bagaimana menggunakan komputer dan merasa nyaman menanggapi dengan cara ini.

B. PEDOMAN UNTUK DESAIN KUESIONER


Prinsip-prinsip desain kuesioner harus fokus pada tiga bagian. Yang pertama berkaitan dengan
kata-kata dari pertanyaan. Kedua mengacu pada perencanaan isu berkaitan dengan bagaimana
variabel akan dikategorikan, diskalakan, dan diberi kode setelah tanggapan diterima. Yang ketiga
berkaitan dengan penyajian umum dari kuesioner. Ketiganya adalah isu penting dalam desain
kuesioner karena hal tersebut dapat meminimalkan kerancuan dalam penelitian.
1. Prinsip pemilihan kata
Prinsip-prinsip pemilihan kata merujuk pada faktor-faktor seperti:
a) Kesesuaian isi pertanyaan;
b) Bagaimana nada pertanyaan dan tingkat kecanggihan bahasa yang digunakan;
c) Jenis dan bentuk pertanyaan yang diajukan;
d) Urutan dari pertanyaan;
e) Uata pribadi didapatkan dari responden.
2. Prinsip pengukuran kata
Seperti halnya terdapat pedoman yang harus diikuti untuk memastikan bahwa kata-kata dari
kuesioner sudah tepat untuk meminimalkan kerancuan, sehingga juga ada beberapa prinsip
pengukuran yang harus diikuti untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan sesuai untuk
menguji hipotesis. Pengukuran mengacu pada skala dan teknik skala yang digunakan dalam
mengukur konsep, serta penilaian keandalan dan validitas dari langkah-langkah yang digunakan.
3. Review desain kuesioner
Prinsip-prinsip desain kuesioner berhubungan dengan bagaimana nada dan ukuran
pertanyaan, serta bagaimana seluruh kuesioner diatur. Untuk meminimalkan kerancuan
responden dan kesalahan pengukuran, semua prinsip yang dibahas harus diikuti dengan hati-hati.
Kuesioner yang paling berguna sebagai metode pengumpulan data, terutama ketika sejumlah
besar orang yang akan dicapai dalam wilayah geografis yang berbeda. kuesioner adalah metode
yang populer dalam pengumpulan data karena peneliti dapat memperoleh informasi dengan
cukup mudah, dan tanggapan kuesioner mudah diberi kode. Ketika instrumen yang divalidasi
digunakan, temuan studi ini bermanfaat bagi komunitas ilmiah karena hasilnya dapat direplikasi
dan menambah teori dasar yang telah ada.

C. SURVEI DIMENSI INTERNASIONAL


Dengan globalisasi operasi bisnis, manajer sering perlu membandingkan efektivitas bisnis anak
perusahaan mereka di berbagai negara. Para peneliti yang terlibat dalam penelitian lintas budaya juga
berusaha untuk melacak persamaan dan perbedaan dalam respon perilaku dan sikap karyawan di
berbagai tingkatan dalam budaya yang berbeda. Ketika data dikumpulkan melalui kuesioner dan
kadang-kadang melalui wawancara, seseorang harus memperhatikan alat ukur dan bagaimana data
dikumpulkan, selain menjadi peka terhadap perbedaan budaya dalam penggunaan istilah tertentu.
Survei juga harus disesuaikan dengan budaya yang berbeda.
1. Isu-isu khusus dalam instrumentasi untuk penelitian lintas-budaya
Masalah khusus tertentu perlu ditangani ketika merancang instrumen untuk mengumpulkan
data dari berbagai negara. Karena bahasa yang berbeda yang diucapkan di negara yang berbeda,
penting untuk memastikan bahwa terjemahan dari instrumen untuk bahasa lokal cocok dan
akurat dengan bahasa asli. Untuk tujuan ini, instrumen harus diterjemahkan dulu oleh ahli lokal.
Kesetaraan idiomatik juga bisa menjadi masalah, di mana beberapa idiom yang unik untuk satu
bahasa tidak tidak dapat untuk terjemahan ke bahasa lain. Kesetaraan konseptual, dimana makna
dari kata-kata tertentu bisa berbeda dalam budaya yang berbeda. Semua masalah ini dapat diurus
melalui terjemahan kembali baik oleh orang-orang yang fasih dengan bahasa yang relevan dan
juga pengetahuan tentang adat dan kebiasaan di budaya yang bersangkutan.
2. Isu-isu pada pengumpulan data
Setidaknya tiga isu penting pengumpulan data bagi lintas budaya yaitu kesetaraan respon,
waktu pengumpulan data, dan status individu yang dikumpulkan datanya. Kesetaraan respon
dipastikan dengan mengadopsi prosedur pengumpulan data yang seragam dalam budaya yang
berbeda. Metode identik memperkenalkan studi, peneliti, petunjuk tugas, dan pidato penutupan,
di kuesioner diberikan secara pribadi, memberikan kesetaraan dalam motivasi, orientasi tujuan,
dan sikap respon. Waktu data lintas budaya yang dikumpulkan juga penting untuk perbandingan
lintas budaya. Pengumpulan data harus diselesaikan dalam jangka waktu yang dapat diterima di
negara-negara yang berbeda katakanlah dalam waktu tiga sampai empat bulan. Jika terlalu
banyak waktu berlalu dalam mengumpulkan data dalam berbagai negara, banyak hal yang
mungkin berubah selama interval waktu dalam satu negara atau semua negara.

D. REVIEW KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN DARI PERBEDAAN METODE


PENGUMPULAN DATA DAN KAPAN MASING-MASING METODE DIGUNAKAN
Wawancara tatap muka menawarkan kesempatan untuk menjalin hubungan dengan orang yang
diwawancarai, dan membantu untuk mengeksplorasi dan memahami masalah yang kompleks.
Banyak ide-ide yang sulit untuk diartikulasikan juga bisa dibahas dalam wawancara tersebut. Di sisi
negatif, wawancara tatap muka memiliki potensi untuk membingungkan pewawancara dan dapat
menghabiskan biaya yang besar jika sejumlah besar responden yang terlibat.
Wawancara telepon membantu untuk menghubungi responden yang tersebar di berbagai wilayah
geografis dan mendapatkan tanggapan langsung dari mereka. Wawancara telepon adalah cara yang
efisien untuk mengumpulkan data ketika seseorang memiliki spesifikasi, pertanyaan terstruktur,
membutuhkan tanggapan cepat, dan memiliki sampel yang tersebar di wilayah yang luas. Di sisi
negatif, pewawancara tidak dapat mengamati respon nonverbal responden, dan yang diwawancara
dapat memblokir panggilan.
Studi observasional membantu kita untuk memahami masalah yang kompleks melalui
pengamatan langsung (baik sebagai peserta atau bukan peserta yang diamati) dan memungkinkan
untuk langsung meminta penjelasan tentang isu-isu tertentu, Di sisi negatif, pengamatan ini mahal,
karena jangka waktu pengamatan (biasanya mencakup beberapa minggu atau bahkan bulan) yang
diperlukan, dan kebiasan pengamat mungkin ikut dalam data yang dikumpulkan.
Pemberian koesioner secara pribadi kepada kelompok individu membantu untuk (1) menjalin
hubungan dengan responden sambil memperkenalkan survei, (2) memberikan klarifikasi yang
diinginkan oleh responden di tempatnya, dan (3) mengumpulkan kuesioner segera setelah mereka
selesai. Dalam hal ini, ada tingkat respon 100%. Di sisi negatif, pemberian kuesioner secara pribadi
akan mahal, terutama jika sampel tersebar luas secara geografis. Kuesioner secara pribadi diberikan
ketika data yang dikumpulkan dari responden yang terletak dekat satu sama lain dan kelompok
responden dapat dengan mudah dikumpulkan.
Kuesioner elektronik dan email menguntungkan ketika tanggapan terhadap banyak pertanyaan
harus diperoleh dari sampel yang tersebar luas secara geografis, atau sulit atau tidak mungkin untuk
melakukan wawancara telepon tanpa banyak beban. Di sisi negatif, kuesioner tersebut biasanya
memiliki tingkat respon yang rendah dan juga tidak bisa memastikan apakah data yang diperoleh
adalah mewakili populasi yang diteliti. Survei kuesioner mengirimkan surat elektronik atau yang
paling cocok (dan mungkin satu-satunya alternatif terbuka untuk peneliti) ketika informasi yang akan
diperoleh pada skala besar melalui pertanyaan terstruktur, dengan biaya yang wajar,,dari sampel yang
tersebar luas secara geografis.

E. LEBIH DARI SATU METODE PENGUMPULAN DATA


Karena hampir semua metode pengumpulan data memiliki kerancuan yang terkait dengan
mereka, mengumpulkan data melalui multimethods dan dari berbagai sumber memberikan
kecermatan penelitian. Misalnya, jika tanggapan dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan
observasi yang sangat berkorelasi dengan satu sama lain, maka kita akan lebih percaya tentang
keabsahan dari data yang dikumpulkan. Jika pertanyaan yang sama menghasilkan jawaban yang
tidak sesuai dalam kuesioner dan wawancara, kemudian timbul suasana ketidakpastian sehingga akan
cenderung untuk membuang kedua data yang berat sebelah. Demikian juga, jika data yang diperoleh
dari beberapa sumber melahirkan tingkat kesamaan yang besar, kita akan memiliki keyakinan kuat
atas keabsahan data. Oleh karena itu, korelasi tinggi di antara data yang diperoleh pada variabel yang
sama dari sumber yang berbeda dan melalui metode pengumpulan data yang berbeda memberikan
kredibilitas lebih untuk instrumen penelitian dan data yang diperoleh melalui instrumen tersebut.
Penelitian yang baik memerlukan pengumpulan data dari berbagai sumber dan melalui beberapa
metode pengumpulan data meskipun lebih mahal dan memakan waktu.

F. IMPLIKASI MANAJERIAL
Sebagai manajer, Anda mungkin akan ikut serta dengan konsultan untuk melakukan penelitian
dan tidak dapat mengumpulkan data itu sendiri melalui wawancara, kuesioner, atau observasi.
Namun, selama kegiatan, ketika Anda akan terpaksa harus memperoleh informasi yang berhubungan
dengan pekerjaan melalui wawancara dengan klien, karyawan, atau orang lain, Anda akan tahu
bagaimana kalimat yang objektif atas suatu pertanyaan untuk memperoleh jenis respon yang tepat
dan berguna. Selain itu, Anda, sebagai sponsor penelitian, akan dapat memutuskan tingkat
kecanggihan yang ingin dikumpulkan, berdasarkan kompleksitas dan gravitasi dari situasi. Selain itu,
sebagai bagian dari peserta yang diamati secara terus menerus atas semua yang terjadi di sekitar anda
di tempat kerja, Anda akan dapat memahami dinamika situasi yang terjadi.

G. ETIKA PADA PENGUMPULAN DATA


Beberapa masalah etika harus ditangani ketika mengumpulkan data. Sebagaimana dicatat
sebelumnya, ini berkaitan dengan orang-orang yang terlibat dalam penelitian, orang-orang yang
mengumpulkan data, dan orang-orang yang menawarkan mereka. pihak yang ikut terlibat dalam
penelitian harus meminta studi yang akan dilakukan untuk memperbaiki tujuan organisasi, dan bukan
untuk alasan mementingkan diri sendiri lainnya. Mereka harus menghormati kerahasiaan data yang
diperoleh oleh peneliti, dan tidak meminta tanggapan individu atau kelompok untuk diungkapkan
kepada mereka, atau meminta untuk melihat kuesioner. Mereka harus memiliki pikiran yang terbuka
dalam menerima hasil dan rekomendasi dalam laporan yang disampaikan oleh para peneliti.
Etika dan peneliti
1. Memperlakukan informasi yang diberikan oleh responden sebagai rahasia dan menjaga atau
privasinya adalah salah satu tanggung jawab utama dari peneliti.
2. Peneliti tidak harus menggambarkan sifat penelitian kepada subjeknya, terutama dalam
percobaan laboratorium. Tujuan dari penelitian ini harus dijelaskan kepada mereka.
3. Informasi pribadi yang tampaknya menyinggung tidak harus diminta, dan jika benar-benar
diperlukan untuk proyek tersebut, harus disampaikan dengan penuh kehatihatian kepada
responden, misalnya menawarkan alasan tertentu.
4. Apapun sifat dari metode pengumpulan data, harga diri dan kehormatan diri dari subyek tidak
boleh dilanggar.
5. Tidak ada pemaksaan untuk menanggapi survei dan jika seseorang tidak ingin berpartisipasi,
keinginan individu harus dihormati.
6. pengamat nonpartisipan harus serendah hati mungkin
7. Dalam studi laboratorium, subyek harus ditanyai dengan pengungkapan penuh alasan untuk
percobaan setelah mereka berpartisipasi dalam studi.
8. Subyek tidak boleh berada dalam situasi di mana mereka bisa mengalami bahaya fisik atau
mental.
9. Peneliti harus menjamin tidak adanya keliru atau distorsi dalam melaporkan data yang
dikumpulkan selama penelitian.
Perilaku etis responden yaitu subjek sekali setelah memilih untuk berpartisipasi dalam sebuah
studi, harus bekerja sama sepenuhnya dalam tugas-tugas ke depannya, seperti menanggapi survei
atau mengambil bagian dalam percobaan. Selain itu responden juga harus memberikan tanggapan
yang benar dan jujur.