Anda di halaman 1dari 7

JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA

ISSN: 2355 7109


Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Sriwijaya
Jl. Palembang Prabumulih KM 32 Indralaya Kab. Ogan Ilir Prov. Sumatera Selatan Indonesia 30662
jipf@fkip.unsri.ac.id http://fkip.unsri.ac.id/index.php/menu/104

PENGEMBANGAN ODD "OSILATOR DIGITAL DETECTOR" SEBAGAI


ALAT PERAGA PRAKTIKUM GERAK HARMONIK SEDERHANA

Farida Huriawati1), Andista Candra Yusro2)


1
Pendidikan Fisika
2
FP MIPA IKIP PGRI Madiun
frd21pfisae@gmail.com , andista@ikippgrimadiun.ac.id

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat peraga ODD "Osilator
Digital Detector" sebagai alat peraga praktikum gerak harmonik sederhana yang valid,
praktis dan efektif. Penilaian validator terhadap alat peraga yang dikembangkan
mendapatkan prosentase kelayakan sebesar 83,1 % s ehingga alat peraga praktikum ODD
layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil uji coba produk alat peraga ODD
"Osilator Digital Detector" yang dikembangkan untuk menjembantani mahasiswa dalam
mempelejari gerak harmonik sederhana mendapatkan respon positif dari mahasiswa yaitu
pada uji kelompok kecil sebesar 72,6 % dan pada uji kelompok besar atau uji lapangan
sebesar 78,1%. Peningkatan hasil belajar mahasiswa diperoleh dari nilai pretest dan post
test yang kemudian dihitung dengan menggunakan statistik untuk mencari N-gain,
kemudian didapati N-gain (G) sebesar 0,5 pada kategori sedang.

Kata Kunci: Pengembangan, Alat Peraga Praktikum, Gerak Harmonik

PENDAHULUAN hingga 10% dari yang mereka baca di dalam buku


Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bacaan, tetapi mereka dapat mengingat hingga
(IPTEK) mengalami perkembangan pesat pada era 80% dari yang telah mereka alami/kerjakan. Hal
modern saat ini. Ditinjau dari perkembangan ini serupa dengan kerucut pengalaman Dale
IPTEK itu sendiri tidak terlepas oleh dimana pembelajaran yang didukung oleh
ketersediaan perangkat lunak maupun perangkat kegiatan dimana peserta didik mengalami atau
keras sebagai media atau alat bantu melakukan sendiri secara langsung dapat
pembelajaran. Ketersediaan akan media meningkatkan hasil belajar peserta didik lebih
pembelajaran dalam dunia pendidikan pada tinggi bila dibandingkan dengan melihat dan
khususnya sangat dibutuhkan, mengingat mendengar saja. Maka dari itu, praktikum
kegunaan media dapat memudahkan proses diperlukan guna membuat peserta didik lebih
belajar pembelajaran. Media pembelajaran memahami dan memaknai ilmu sehingga ilmu
menurut Briggs (dalam Rohman, 2013) adalah tersebut bertahan lama dalam ingatan mereka
wahana fisik yang mengandung materi pelajaran. Salah satu keterampilan yang
Secara umum media pembelajaran adalah segala dikembangkan dalam pembelajaran adalah
alat pengajaran yang digunakan guru dalam kerampilan komunikasi dan observasi.
menyampaikan materi. Pada hal-hal tertentu Keterampilan komunikasi yang dilakukan
kebutuhan media pembelajaran bisa mewakili misalnya dengan diskusi kelompok, peserta didik
guru dalam menyajikan informasi belajar kepada melakukan kegiatan diskusi kelompok, peserta
peserta didik. Salah satu media pembelajaran yang didik melakukan kegiatan diskusi dan tanya
dapat digunakan pada pembelajaran fisika adalah jawab. Sedangkan keterampilan observasi
adanya alat peraga dalam praktikum. Dalam kegiatan yang dilakukan misalnya praktikum.
proses belajar mengajar alat peraga Dalam kegiatan praktikum peserta didik
dipergunakan dengan tujuan membantu agar melakukan kegiatan merancang dan menggunakan
proses belajar siswa lebih efektif dan efisien. alat, serta mencatat hasil pengamatan.
Kegiatan ptaktikum/ekperimen dapat di Penggunaan alat dalam praktikum sebagai media
representasikan sebagai salah satu cara agar atau alat peraga dapat memudahkan peserta didik
seseorang memperoleh ilmu pengetahuan. dalam pembelajaran, selain itu diharapkan mampu
National Training Laboratories (Thier dan Davis, mengontruksikan pemahaman dalam
2002: 13) menemukan fakta bahwa pelajar hanya pembelajaran mulai dari rumusan masalah,
dapat mengingat materi pelajaran sebanyak 5% berhipotesis, menganalisis eksperimen,
Pengembangan Odd "Osilator Digital Detector", Farida Huriawati, Andista Candra Yusro

mengumpulkan data, hingga membuat


kesimpulan.
Praktikum merupakan kegiatan yang
cocok untuk menunjang mahasiswa dalam
mengingat dan memahami materi pelajaran lebih
banyak melalui pengalaman langsung tersebut.
Kelebihan dari kegiatan eksperimen (praktikum)
menurut Trianto (2010: 138) adalah membuat
peserta didik lebih percaya atas kebenaran atau
kesimpulan berdasarkan percobaannya, membuat
terobosan-terobosan baru dengan penemuan dari
hasil percobaannya, hasil-hasil percobaan
yangberharga dapat bermanfaat bagi kehidupan
manusia. Gambar 1. Bandul sederhana
Alat peraga merupakan media pembelajaran yang
mengandung atau membawa konsep-konsep dari Untuk sudut yang kecil misalnya kurang
materi yang dipelajari. Penggunaan alat peraga ini dari 5 dari vertikal maka berlaku sin , dengan
akan membantu memudahkan siswa untuk dalam radian. Periode gerak harmonik adalah
memahami suatu konsep. Sehingga 2
dengan adanya alat peraga dalam pembelajaran = =2
secara tidak langsung akan mewujudkan kegiatan
belajar yang melibatkan seluruh aspek yang Fakta dilapangan, dalam melakukan praktikum
dimiliki siswa melalui keaktifan fisik dan mental. peserta didik sering menggunakan sudut
Matakuliah praktikum Fisika Dasar simpangan terlalu besar. Hal ini mengakibatkan
merupakan salah satu pembelajaran wajib yang gerak bandul bersifat periodik namun tidak
disajikan di jenjang S1 Pendidikan Fisika IKIP harmonik sederhana sehingga hasil praktikum
PGRI Madiun. Pembahasan materi dalam menyimpang dari teori. Berdasarkan paparan,
perkuliahan praktikum Fisika dasar meliputi maka solusi yang akan ditempuh adalah
penjumlahan vector gaya, pengukuran panjang, melakukan penelitian dan pengembangan alat
gaya berat, hukum hooke, GLB-GLBB, hukum peraga Gerak Harmonik yang sesuai dengan
ohm, gerak harmonik dan materi fisika dasar konsep dan prinsip dasarnya.
lainnya yang disajikan dalam bentuk percobaan. Alat peraga yang akan dikembangkan
Gerak bandul dikatakan mendekati gerak berupa Osilator Digital Detector. Keistimewaan
harmonik sederhana apabila amplitudo geraknya alat peraga ini mampu menampilkan data digitial
kecil. Bandul sederhana terdiri dari tali dengan dari penggunaan sensor dan mikrokontroler, data
panjang L dan bebaan bermassa m, gaya yang yang dimunculkan pada LCD. Alat peraga yang
bekerja pada beban adalah beratnya mg dan akan dikembangkan diharapkan mampu
tegangan T pada tali. Bila sudut tali membuat memperjelas informasi atau pesan pembelajaran
sudut terhadap vertical, berat memiliki mahasiswa.
komponen-komponen mg cos sepanjang tali dan
mg sin tegak lurus tali dalam arah berkurangnya METODE PENELITIAN
. Komponen tangensial gaya totalnya adalah Metode penelitian yang digunakan adalah
mg sin = mg sin (s/L). jika s jauh lebih kecil metode penelitian dan pengembangan (Research
daripada s/L, sudut = s/L adalah kecil, dan kita and Development). Penelitian dan pengembangan
dapat medekati sin dengan sudut . Ditunjukkan alat peraga gerak harmonik menggunakan osilator
pada gambar 1. digital detector mengacu pada model 4D yang
dikemukakan oleh Thiagarajan dalam sugiyono
(2013). Model pengembangan 4D (four-D
models) terdiri atas 4 tahap yaitu tahap
pendefinisian (define), tahap perencanaan
(design), tahap pengembangan (develop), dan
tahap penyebaran (disseminate). Penelitian
pengembangan alat peraga ODD "Osilator Digital
Decetor" untuk materi gerak harmonik akan
JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA
ISSN: 2355 7109
Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Sriwijaya
Jl. Palembang Prabumulih KM 32 Indralaya Kab. Ogan Ilir Prov. Sumatera Selatan Indonesia 30662
jipf@fkip.unsri.ac.id http://fkip.unsri.ac.id/index.php/menu/104

dilakukan di laboratorium Fisika dasar IKIP PGRI Gambar 2. Rancangan Pengembangan Alat
Madiun selama 6 bulan pada semester gasal tahun peraga Gerak Harmonik (Thiagarajan, dkk.,
ajaran 2015/2016. 1974 dalam Sugiyono, 2013)
Kegiatan praktikum dapat berjalan baik
apabila dilengkapi dengan panduan praktikum. HASIL DAN PEMBAHASAN
Panduan praktikum berfungsi sebagai petunjuk Penelitian sesuai dengan model pengembangan
dalam melakukan percobaan sebagai lembar yang terdiri atas 4 tahap yaitu tahap pendefinisian
pengamatan untuk menuliskan data hasil (define), tahap perencanaan (design), tahap
pengamatan; dan sebagai lembar diskusi untuk pengembangan (develop), dan tahap penyebaran
mendapatkan kesimpulan. Oleh karena itu selain (disseminate).
alat peraga ODD "Osilator Digital Decetor" 1. Tahap Pendefinisian (Define)
sebagai produk utama hasil pengembangan juga a. Analisis ujung depan
terdapat suplemen yang erat kaitannya dengan Dari hasil observasi lapangan ditemukan
produk yang dikembangkan yakni panduan pada saat melakukan praktikum
praktikum berbentuk lembar kerja mahasiswa simpangan sudut yang digunakan pada
(LKM). praktikum ayunan sederhana terlalu
besar, dimana seharusnya simpangan
Analisis Ujung sudut yang digunakan pada saat
Depan melakukan praktikum besarnya tidak
lebih dari 15. Permasalahan lain yang
Analisis dihadapi mahasiswa adalah alat yang
Defi digunakan masih konvensional, sehingga
ne berdampak pada banyaknya percobaan
Analisis Analisis
yang dilakukan untuk menentukan nilai
ralat. Berdasarkan kondisi tersebut,
Merumuskan Tujuan didapatkan analisis kebutuhan. Maka
disusunlah alat peraga gerak harmonik
Alat Peraga menggunakan Osilator Digital Detector
Desi dengan memperhatikan kesesuaian teori
gn dan studi pustaka dari penelitian yang
relevan.
Telaah I b. Analisis Mahasiswa
Analisis mahasiswa yang dilakukan pada
Ahli Ahli tahap pendefinisian ini memperhatikan
karakteristik, kemampuan akademik, latar
Revisi Devel belakang pengetahuan, keterampilan dan
op pengalaman mahasiswa baik secara
kelompok atau individu. Mata kuliah
Validasi Uji praktikum fisika dasar II adalah mata
kuliah lanjutan. Maka data yang
digunakan peneliti sebagai analisis
Validasi Mahasis mengindra fakta karakter dengan
memperhatikan latar belakang
pengetahuan, keterampilan, kemampuan
dan pengalaman mahasiswa dapat dilihat
Analisis
dari hasil praktikum mahasiswa pada
semester sebelumnya sebagai pengukuran
Laporan kemampuan awal akademik. Didapatkan
pada mahasiswa prodi fisika sejumlah 28
mahasiswa memiliki rata-rata nilai 76,4
Penyebaran atau Dissem yang dapat dari akumulasi nilai pre-test,
pengadopsian praktikum dan laporan praktikum.

c. Analisis Konsep
Pengembangan Odd "Osilator Digital Detector", Farida Huriawati, Andista Candra Yusro

Pada analisis konsep dilakukan Detector, suatu sistem yang dirancang agar dapat
identifikasi pada materi gerak harmonik. menghasilkan data banyaknya waktu yang
d. Analisis Tugas diperlukan ayunan dalam berisolasi dengan
Analisis ini adalah langkah-langkah untuk jumlah ayunan yang ditentukan. Selanjutnya
menentukan isi lembar kerja praktikum dilakukan desain terhap panduan praktikum yang
gerak harmonik sederhana yang akan digunakan dalam kegiatan praktikum dengan
dikerjakan oleh mahasiswa. Sesuai bahan menggunakan alat peraga yang dikembangkan
kajian yang telah dipilih yaitu gerak tersebut.
harmonik sederhana, maka hasil
analisisnya adalah sebagai berikut: 3. Tahap Pengembangan (Develop)
1) Menerangkan karakterisitik gerak Tahapan selanjutnya yang dilakukan
harmonik sederhana sesuai dengan untuk merealisasikan rancangan desain yang
teori yang ada sebelumnya sudah dibuat. Produk alat peraga
2) Merumuskan masalah dari praktikum yang dibuat memiliki beberapa komponen
3) Merencanakan sebuah percobaan spesifikasi alat sebagai berikut :
4) Menginterpretasikan data hasil Mikrokontroler AVR (Automatic Voltage
percobaan berupa grafik, mencari Regulator) atmega 8; Box mikrokontroler
besarnya percepatan gravitasi dengan berukuran 10 15 cm; 2 sensor cahaya
menggunakan alat peraga yang photodiode; 5 unit kabel penghubung; Statif
dikembangkan. panjang 60 cm; Busur; 1 unit RTC (Real Time
5) Memformulasikan persamaan- Clock) DS1307; 1 unit LCD (Liquid Crystal
persamaan yang terjadi pada bandul Display) 2 16 karakter, yang menampilkan
matematis yaitu persamaan 16 karakter kesamping dan 2 karakter ke
simpangan, persamaan kecepatan, bawah; 1 unit IC (Integrated Circuit); 1 buah
dan persamaan percepatan. Trafo; Power Supply; 1 unit Kristal; 2 unit
e. Perumusan Tujuan elco ( Electrolytic Condenser); 5 buah Push
Dalam penyusunan pengembangan alat buttom (on/off, start, reset, +, - ); Tali dan
peraga diperlukan suatu analisis tujuan beban
yang akan dicapai. Dengan dilakukannya Adapun hasil pengembangan produk alat
praktikum menggunakan alat peraga yang peraga yang telah dibuat seperti pada gambar
dikembangkan diharapkan mahasiswa 4.
mampu memahami konsep hubungan
gaya berat dan massa.

2. Tahap Perancangan (Design)


Dalam proses perancangan desain alat
peraga yang akan dikembangkan, perlu
adanya sketsa desain yang digunakan untuk
menggambarkan pembuatan media. Sketsa
desain produk yang akan dikembangkan dapat
dilihat sebagai berikut:

Gambar 4. Media Osilator Digital Detector

Validasi kelayakan alat peraga


Sebelum diujicobakan kepada mahasiswa,
alat peraga yang telah dibuat terlebih dahulu
Gambar 3. Desain alat peraga osilator digital
dilakukan uji ahli. Uji ahli ini melibatkan 3 orang
detector
yaitu dua orang ahli media dan satu orang ahli
materi.
Dalam perencanaan alat peraga gerak
a. Validasi Media oleh Ahli Media
harmonik menggunakan Osilator Digital
JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA
ISSN: 2355 7109
Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Sriwijaya
Jl. Palembang Prabumulih KM 32 Indralaya Kab. Ogan Ilir Prov. Sumatera Selatan Indonesia 30662
jipf@fkip.unsri.ac.id http://fkip.unsri.ac.id/index.php/menu/104

Ditinjau dari aspek Validitas


diperoleh hasil nilai dengan nilai rata-rata Tabel 1. rekapitulasi Skor dari Angket respon
87,5% pada kategori sangat layak, dari aspek mahasiswa (Ujicoba kelompok terbatas)
kepraktisan diperoleh hasil dengan niali rata-
Persentase
rata 91,7% pada kategori sangat layak, dan No Pertanyaan
Nilai (%)
aspek efektifitas diperoleh hasil nilai rata-rata
70% pada kategori layak. Jadi, secara Ya Tidak
keseluruhan hasil penilaian dari ahli media 1 Apakah menurut 66.7 33.3
pada alat peraga ini layak untuk digunakan Anda fisika
sebgai alat peraga fisika. merupakan mata
pelajaran yang sulit?
b. Validasi Media oleh Ahli Materi
2 Apakah media dapat 87.5 12.5
Uji kelayakan lembar kerja
digunakan secara
mahasiswa berkenaan dengan praktikum
mudah dan fleksibel?
gerak harmonik oleh ahli materi dilakukan
oleh dua orang dosen Prodi Fisika IKIP PGRI 3 Apakah media 88.2 11.8
pembelajaran ini
Madiun. Hasil uji kelayakan ini berupa
dapat membantu
angket. Penilaian dilakukan dengan mengisi
angket dengan memberikan penilaian mulai Anda memperoleh
dari angka 14, serta memberikan saran informasi tentang
materi fisika yang
perbaikan apabila tidak sesuai. Pada tahap uji
dipelajari?
kelayakan ini terdapat kekurangan yang harus
direvisi dan saran perbaikan dari ahli materi 4 Apakah media 66.7 33.3
diantaranya mengganti lembar kerja pembelajaran yang
mahasiswa berupa lembar observasi. Saran disusun membuat
perbaikan dari ahli materi yang diberikan Anda lebih tertarik
sudah dilakukan dan di perbaiki. untuk belajar fisika?
Ditinjau dari aspek ranah kontruksi 5 Apakah media 83,3 16.7
diperoleh hasil penilaian dengan rata-rata pembelajaran yang
79,2% pada kategori layak, dan dari aspek dibuat menjadikan
ranah bahasa diperoleh hasil penilaian proses praktikum
dengan rata-rata nilai 81,3% pada kategori lebih menarik?
sangat layak. Dengan demikian, lembar kerja 6 Apakah desain 60 40
mahasiswa dalam alat peraga gerak harmonik media menyajikan
ini layak untuk digunakan sebagai alat peraga tampilan yang baik
fisika. dan menarik?
7 Apakah alat peraga 66.7 33.3
Hasil Uji coba alat peraga pada materi gerak
a. Hasil Uji coba terbatas harmonik dapat
Proses uji coba terbatas membantu Anda
pengembangan alat peraga gerak dalam memahami
harmonik menggunakan osilator digital konsep dan membuat
detector dilakukan untuk mengetahui praktikum lebih
kelayakan media dalam perkuliahan menarik?
berdasarkan respon mahasiswa. Uji coba Jumlah 435.8 147.6
kelayakan pengembangan media
Rata-rata 72.633 25.843
berdasarkan respon mahasiswa pada
ujicoba terbatas dilakukan dengan
membagikan angket respon kepada 6 Berdasarkan perhitungan pada tujuh
responden secara acak yang diisi setelah pertanyaan yang diajukan kepada responden dapat
menggunakan media yang telah disimpulkan bahwa sebesar 76,2% responden
dikembangkan. Data dari hasil uji menyatakan bahwa media yang dibuat mudah dan
kelayakan tersebut disajikan dalam tabel fleksibel, maka tahap uji coba dilanjutkan pada
1. tahap uji coba lapangan atau uji kelompok besar.
Pengembangan Odd "Osilator Digital Detector", Farida Huriawati, Andista Candra Yusro

Rata-rata 78,1 21,9


b. Hasil ujicoba kelas besar
Proses untuk memperoleh data Berdasarkan uji lapangan yang telah
ujicoba kelayakan media berdasarkan angket dilakukan, terjadi peningkatan responden terhadap
respon dalam ujicoba kelas besar sama dengan produk yaitu sebanyak 78,1% responden
proses sebelumnya. Penyebaran angket respon menyatakan bahwa media yang dikembangkan
pada sejumlah 28 mahasiswa dilakukan dapat membantu memperoleh informasi tentang
setelah penggunaan alat peraga pada praktikum gerak harmonik sederhana. Dari hasil
perkuliahan praktikum fisika dasar II. Data uji ahli, uji kelompok kecil, dan uji kelompok
dari ujicoba kelompok besar disajikan dalam besar atau uji lapangan maka dapat disimpulkan
gambar tabel 2. sebagai berikut: bahwa alat peraga berbasis mikrokontroler layak
digunakan.
Tabel 2. rekapitulasi Skor dari Angket respon
mahasiswa (Ujicoba lapangan) Tahap Penyebaran (disseminate)
No Pertanyaan Persentase Pada tahap penyebaran, peneliti
Nilai (%) melakukan penularan produk dengan memberikan
Ya Tidak alat peraga yang telah dikembangkan kepada
program studi untuk selanjutnya dapat
1 Apakah menurut Anda 60,7 39,3 diperuntukkan dalam proses kegiatan praktikum
fisika merupakan mata maupun perkuliahan.
pelajaran yang sulit? Pengembangan alat peraga ini diangkat
2 Apakah media dapat 71,4 28,6 dari permasalahan praktikum fisika di IKIP PGRI
digunakan secara Madiun, banyak mahasiswa mengalami kesalahan
mudah dan fleksibel? dalam pelaksanaan praktikum gerak harmonik
3 Apakah media 100 0 sederhana. Ditunjukkan dengan adanya ketidak
pembelajaran ini sesuaian teori dengan praktikum yang dilakukan,
dapat membantu Anda bahwa pada saat melakukan praktikum simpangan
memperoleh informasi sudut yang digunakan terlalu besar. Selain itu, alat
tentang materi fisika yang digunakan masih konvensial, sehingga
yang dipelajari? berdampak pada banyaknya percobaan yang
4 Apakah media 85,7 14,3 dilakukan untuk mendapatkan nilai ralat. Sebuah
pembelajaran yang pengukuran dengan alat yang sama, namun
disusun membuat dengan pengamat yang berbeda ini
Anda lebih tertarik memungkinkan mendapatkan hasil yang juga
untuk belajar fisika? berbeda. Maka, untuk menyesuaikan teori dengan
5 Apakah media 57,1 42,9 praktikum yang akan dilakukan mahasiswa
pembelajaran yang dikembangkanlah alat peraga gerak harmonik.
dibuat menjadikan Hasil akhir alat peraga ini adalah alat peraga gerak
proses praktikum harmonik menggunakan osilator digital detector
lebih menarik? berbasis mikrokontroler. Produk akhir dari hasil
6 Apakah desain media 85,7 14,3 pengembangan alat peraga fisika dengan alat
peraga bandul matematis selanjutnya dapat
menyajikan tampilan
digunakan dalam perkuliahan. Tahap ini tahap
yang baik dan
pengamplikasian produk untuk melihat
menarik?
perbandingan nilai gain yang diperoleh dari hasil
7 Apakah alat peraga 85,7 14,3
uji coba ditinjau dari keterampilan proses
pada materi gerak
menggunakan penilaian psikomotor sebagai nilai
harmonik dapat
pretest yang diambil pada saat praktikum sebelum
membantu Anda
menggunakan media pengembangan diterapkan,
dalam memahami
dan nilai postest yang dilakukan setelah media
konsep dan membuat
diterapkan. Berikut adalah hasil perolehan nilai
praktikum lebih
gain dari hasil penerapan alat peraga gerak
menarik?
harmonik sederhana mengunakan osilator digital
Jumlah 546,4 153,6
JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA
ISSN: 2355 7109
Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Sriwijaya
Jl. Palembang Prabumulih KM 32 Indralaya Kab. Ogan Ilir Prov. Sumatera Selatan Indonesia 30662
jipf@fkip.unsri.ac.id http://fkip.unsri.ac.id/index.php/menu/104

detector, untuk selengkapnya dapat dilihat di DAFTAR PUSTAKA


lampiran 10.
Brilian. (2014). Pengembangan Perangkat
Tabel 3. Ngain
Pembelajaran dengan Strategi Mind
Jumlah nilai Jumlah N-Gain Keterangan
pretest nilai postest Mapping pada Materi Perubahan Zat
untuk SMP Kelas VII. UNESA (skripsi
1836,1 2316,7 0.50 Sedang tidak diterbitkan)

Berdasarkan hasil perhitungan N-Gain Hartati, B. (2010). Pengembangan Alat Peraga


secara garis besar yang disajikan pada tabel diatas Gaya Gesek untuk Meningkatkan
dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya Keterampilan Berpikir Kritis Siswa
alat peraga ini pada perkuliahan dapat
meningkatkan rata-rata nilai ketercapaian SMA. Jurnal Pendidikan Fisika
keterampilan proses tahap pretest dari 65,6 Indonesia (Indonesian Journal of
menjadi 82,7. Peningkatan jumlah nilai tersebut Physics Education), 6(2).
menghasilkan nilai gain (G) sebesar 0,5 pada
kategori sedang. Jadi dapat disimpulkan bahwa Rohman, M. 2013. Strategi dan desain
alat peraga gerak harmonik dapat meningkatkan Pengembangan Sistem Pembelajaran
keterampilan proses mahasiswa.
Surabaya: Prestasi Pustaka.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan
maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan
1. Berdasarkan hasil validitas pakar, alat peraga R&D (Research and Development).
yang dikembangkan mendapatkan prosentase Bandung: Alfabeta.
kelayakan sebesar 83,1 % sehingga alat
peraga praktikum ODD layak digunakan. Thrustho Raharjo dan Radiyono. 2008. Fisika
2. Berdasarkan hasil uji coba produk alat peraga
Mekanika. Surakarta: UNS Press.
ODD "Osilator Digital Detector" yang
dikembangkan untuk menjembantani
mahasiswa dalam mempelejari gerak Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu
harmonik sederhana mendapatkan respon (Konsep, Strategi, dan Implementasinya
positif dari mahasiswa yaitu pada uji dalam KTSP). Jakarta: Bumi Aksara
kelompok kecil sebesar 72,6 % dan pada uji
kelompok besar atau uji lapangan sebesar
78,1%.
3. Persentase ketercapaian keterampilan proses
sains mahasiswa yang diukur dengan
penilaian psikomotor pada tahap pretest atau
sebelum menggunakan pengembangan media
mendapat penilaian dengan rata-rata sebesar
65,6 setelah menggunakan alat peraga yang
dikembangkan ketercapaian keterampilan
proses sains mahasiswa tahap postest
mendapatkan penilaian dengan rata-rata 82,7.
Peningkatan nilai tersebut menghasilkan nilai
gain (G) sebesar 0,5 pada kategori sedang.