Anda di halaman 1dari 6

Nama : Maulana Ikhsan Hasibuan

NPM : 1615041002

TUGAS
BAHAN KONSTRUKSI TEKNIK KIMIA

A. Tegangan (stress), Regangan (strain) dan Modulus Young


Tegangan, regangan, dan modulus young terjadi pada benda yang dikenai gaya tertentu yang akan
mengalami perubahan bentuk. Perubahan bentuk bergantung pada arah dan letak gaya-gaya tersebut
diberikan. Ada tiga jenis perubahan bentuk yaitu regangan, mampatan, dan geseran.

Regangan
Renggangan merupakan perubahan bentuk yang dialami sebuah benda jika dua buah gaya yang
berlawanan arah (menjauhi pusat benda) dikenakan pada ujung-ujung benda.
Mampatan
Mampatan adalah perubahan bentuk yang dialami sebuah benda jika dua buah gaya yang
berlawanan arah (menuju pusat benda) dikenakan pada ujung-ujung benda.
Geseran
Geseran adalah perubahan bentuk yang dialami sebuah benda jika dua buah gaya yang
berlawanan arah dikenakan pada sisi-sisi bidang benda.

1. Tegangan (stress)
Tegangan (stress) pada benda, misalnya kawat besi, didefinisikan sebagai gaya persatuan luas
penampang benda tersebut. Tegangan diberi simbol (dibaca sigma). Secara matematis dapat
ditulis sebagai berikut.

Keterangan:

F : besar gaya tekan/tarik (N)

A : luas penampang (m2)

: tegangan (N/m2)

Bila dua buah kawat dari bahan yang sama tetapi luas penampangnya berbeda diberi
gaya, maka kedua kawat tersebut akan mengalami tegangan yang berbeda. Kawat dengan
penampang kecil mengalami tegangan yang lebih besar dibandingkan kawat dengan
Nama : Maulana Ikhsan Hasibuan
NPM : 1615041002
penampang lebih besar. Tegangan benda sangat diperhitungkan dalam menentukan
ukuran dan jenis bahan penyangga atau penopang suatu beban, misalnya penyangga
jembatan gantung dan bangunan bertingkat.

2. Regangan (strain)
Regangan (strain) didefinisikan sebagai perbandingan antara penambahan panjang benda X
terhadap panjang mula-mula X. Regangan dirumuskan sebagai berikut.

Keterangan:

: regangan strain (tanpa satuan)


X : pertambahan panjang (m)
X : panjang mula-mula (m)

Makin besar tegangan pada sebuah benda, makin besar juga regangannya. Artinya, X
juga makin besar. Berdasarkan berbagai percobaan di laboratorium, diperoleh hubungan
antara tegangan dan regangan untuk baja dan aluminium seperti tampak pada gambar
berikut.

Grafik perbandingan tegangan terhadap regangan untuk baja dan aluminium

Berdasarkan grafik pada gambar diatas, untuk tegangan yang sama, misalnya 1 10 8
N/m2, regangan pada aluminium sudah mencapai 0,0014, sedangkan pada baja baru
berkisar pada 0,00045. Jadi, baja lebih kuat dari aluminium. Itulah sebabnya baja banyak
Nama : Maulana Ikhsan Hasibuan
NPM : 1615041002
digunakan sebagai kerangka (otot) bangunan-bangunan besar seperti jembatan, gedung
bertingkat, dan jalan layang.

3. Modulus Young (Modulus Elastisitas)


Selama gaya F yang bekerja pada benda elastis tidak melampaui batas
elastisitasnya, maka perbandingan antara tegangan () dengan regangan () adalah konstan.
Bilangan (konstanta) tersebut dinamakan modulus elastis atau modulus Young (E). Jadi, modulus
elastis atau modulus Young merupakan perbandingan antara tegangan dengan regangan yang
dialami oleh suatu benda. Secara matematis ditulis seperti berikut.

Keterangan:

E : modulus Young (N/m2 atau Pascall)

Nilai modulus Young untuk beberapa jenis bahan ditunjukkan pada tabel berikut.

Modulus Young Beberapa Jenis Bahan

B. Sifat Mekanik Bahan


Nama : Maulana Ikhsan Hasibuan
NPM : 1615041002
Sifat mekanik didefinisikan sebagai ukuran kemampuan bahan untuk membawa atau menahan gaya
atau tegangan. Pada saat menahan beban, atom-atom atau struktur molekul berada dalam
kesetimbangan. Gaya ikatan pada struktur menahan setiap usaha untuk mengganggu kesetimbangan
ini, misalnya gaya luar atau beban. Sifat sifat meknaik suatu bahan antara lain :

1. Kekuatan Bahan (strenght of materials)


kemampuan bahan untuk menahan tegangan tanpa kerusakan. Atau kemampuan
suatu bahan dalam menerima beban, semakin besar beban yang mampu diterima oleh
bahan maka benda tersebut dapat dikatakan memiliki kekuatan yang tinggi.

2. Elastisitas Bahan / Kelenturan (elasticity)


Elastisitas adalah sifat benda yang cenderung mengembalikan keadaan ke bentuk semula
setelah mengalami perubahan bentuk karena pengaruh gaya (tekanan atau tarikan) dari
luar. Benda-benda yang memiliki elastisitas atau bersifat elastis, seperti karet gelang,
pegas, dan pelat logam disebut benda elastis. Adapun benda-benda yang tidak memiliki
elastisitas (tidak kembali ke bentuk awalnya) disebut benda plastis. Contoh benda plastis
adalah tanah liat dan plastisin (lilin mainan).

Ketika diberi gaya, suatu benda akan mengalami deformasi, yaitu perubahan ukuran atau
bentuk. Karena mendapat gaya, molekul-molekul benda akan bereaksi dan memberikan
gaya untuk menghambat deformasi. Gaya yang diberikan kepada benda dinamakan gaya
luar, sedangkan gaya reaksi oleh molekul-molekul dinamakan gaya dalam. Ketika gaya
luar dihilangkan, gaya dalam cenderung untuk mengembalikan bentuk dan ukuran benda
ke keadaan semula.

3. Kekerasan (hardness)
Didefinisikan sebagai kemampuan bahan untuk tahan terhadap goresan , pengikisan
(abrasi), penetrasi. Sifat ini berkaitan erat dengan sifat keausan (wear resistance). Dimana
kekerasan ini juga mempunyai korelasi dengan kekuatan. Contoh aplikasi jika kekerasan
bahan ini ditonjolkan adalah penggunaan bahan untuk mata bor. Karena dalam proses
pengeboran (drilling) diperlukan perkakas yang sangat keras sehingga mampu mengikis
dan menembus benda kerja. Bahan yang sering digunakan untuk mata bor ini adalah baja
HSS (High SpeedSteel).

4. Plastisitas (plasticity)
Nama : Maulana Ikhsan Hasibuan
NPM : 1615041002
Menyatakan kemampuan bahan untuk mengalami sejumlah deformasi plastik (permanen)
tanpa mengakibatkan terjadinya kerusakan. Sifat ini sangat diperlukan bagi bahan yang
akan diproses dengan berbagai macam pembentukan seperti forging, rolling, extruding
dan lain sebagainya. Sifat ini juga sering disebut sebagai keuletan (ductility). Bahan yang
mampu mengalami deformasi plastik cukup besar dikatakan sebagai bahan yang memiliki
keuletan tinggi, bahan yang ulet (ductile). Sebaliknya bahan yang tidak menunjukkan
terjadinya deformasi plastik dikatakan sebagai bahan yang mempunyai keuletan rendah
atau getas (brittle).

5. Ketangguhan (toughness)
Kemampuan bahan untuk menyerap sejumlah energi tanpa mengakibatkan terjadinya
kerusakan. Juga dapat dikatakan sebagai ukuran banyaknya energi yang diperlukan untuk
mematahkan suatu benda kerja, pada suatu kondisi tertentu. Sifat ini dipengaruhi oleh
banyak faktor , sehingga sifat ini sulit untuk diukur Contoh aplikasi jika sifat
ketangguhan bahan yang ditonjolkan adalah penggunaan aluminium paduan untuk blok
mesin.

6. Kekakuan (stiffness)
Menyatakan kemampuan bahan untuk menerima tegangan/beban tanpa mengakibatkan
terjadinya perubahan bentuk (deformasi) atau defleksi. Dalam beberapa hal kekakuan ini
lebih penting daripada kekuatan.

7. Kelelahan (fatigue)
merupakan kecendrungan dari logam untuk patah bila menerima tegangan berulang
ulang (cyclic stress) yang besarnya masih jauh dibawah batas kekuatan elastiknya.
Sebagian besar dari kerusakan yang terjadi pada komponen mesin disebabkan oleh
kelelahan ini. Karenanya kelelahan merupakan sifat yang sangat penting, tetapi sifat ini
juga sulit diukur karena sangat banyak faktor yang mempengaruhinya.

8. Creep
atau bahasa lainnya merambat atau merangkak, merupakan kecenderungan suatu logam
untuk mengalami deformasi plastik yang besarnya berubah sesuai dengan fungsi waktu,
pada saat bahan atau komponen tersebut tadi menerima beban yang besarnya relatif tetap.

9. Uji Tarik (Tensile Test)


Uji Tarik merupakan salah satu pengujian untuk mengetahui sifat-sifat suatu bahan.
Dengan menarik suatu bahan kita akan segera mengetahui bagaimana bahan tersebut
bereaksi terhadap tenaga tarikan dan mengetahui sejauh mana material itu bertambah
panjang. Alat eksperimen untuk uji tarik ini harus memiliki cengkeraman (grip) yang
kuat dan kekakuan yang tinggi (highly stiff).

Banyak hal yang dapat kita pelajari dari hasil uji tarik. Bila kita terus menarik suatu
bahan (dalam hal ini suatu logam) sampai putus, kita akan mendapatkan profil tarikan
yang lengkap yang berupa kurva seperti digambarkan pada gambar dibawah Kurva ini
menunjukkan hubungan antara gaya tarikan dengan perubahan panjang. Profil ini sangat
diperlukan dalam desain yang memakai bahan tersebut
Nama : Maulana Ikhsan Hasibuan
NPM : 1615041002

10. Torsi
Torsi adalah variasi dari gaya geser murni. Bahan uji diberikan gaya puntir yang akan
menimbulkan gerak putar pada sumbu penggerak atau mesin bor

Beberapa sifat mekanik diatas juga dapat dibedakan menurut cara pembebanannya, yaitu :

Sifat mekanik statis, yaitu sifat mekanik bahan terhadap beban statis yang besarnya tetap
atau bebannya mengalami perubahan yang lambat.
Sifat mekanik dinamis, yaitu sifat mekanik bahan terhadap beban dinamis yang besar
berubah ubah, atau dapat juga dikatakan mengejut.

Ini perlu dibedakan karena tingkah laku bahan mungkin berbeda terhadap cara pembebanan
yang berbeda.

http://fungsi.web.id/2015/06/pengertian-tegangan-dan-regangan.html diunduh pada Rabu, 12


Oktober 2016 Pukul 19.04
http://www.teknikmesin.org/sifat-sifat-mekanik-bahan/ diunduh pada Rabu, 12 Oktober 2016
Pukul 19.06
https://mustazamaa.wordpress.com/2010/04/15/sifat-sifat-mekanik-bahan/ diunduh pada Rabu, 12
Okrtober 2016 Pukul 19.08
http://www.infometrik.com/2009/09/mengenal-uji-tarik-dan-sifat-sifat-mekanik-logam/ diunduh
pada 12 Oktober 2016 Pukul 19.13
http://madeleinesalainti.blogspot.co.id/2015/06/sifat-mekanik-bahan.html diunduh pada Rabu, 12
Oktober 2016 Pukul 19.35