Anda di halaman 1dari 40

SISTEM PNEUMATIK DOME VALVE ESP

(ELECTROSTATIC PRECIPITATOR)

LAPORAN KERJA PRAKTEK


DI
PT INDONESIA POWER UJP PANGKALAN SUSU

Oleh
YANIARTO EKA SWABUANA
NIM: 1220301017

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PRODI INSTRUMENTASI


OTOMASI INDUSTRI
POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE

ii
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT. INDONESIA POWER UJP PANGKALAN SUSU


LANGKAT SUMATERA UTARA
3 AGUSTUS 31 AGUSTUS 2015

DISETUJUI OLEH :

MOCHAMAD RAVI HIDAYAT ANDI AGUNG BAWONO


PEMBIMBING LAPANGAN MANAGER HAR

MENGETAHUI

SENTOT KRISTANTO FARDIN HASIBUAN


MANAGER ADM GENERAL MANAGER

iii
NILAI PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Nama Mahasiswa : Yaniarto Eka Swabuana


NIM : 1220301017
Jurusan/prodi : Teknik Elektro/ Instrumentasi dan Otomasi Industri
Lembaga Pendidikan : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Telah melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di PT Indonesia Power UJP


Pangkalan Susu mulai tanggal 03 Agustus 2015 sampai dengan 31 Agustus 2015
dengan hasil sebagai berikut :
A. Nilai praktek kerja lapangan

No. KriteriaPenilaian Nilai


1 Keaktifan dan Kedisiplinan
2 Wawasan
3 Tugas Khusus
4 Laporan
5 Tanggung Jawab

B. Penyerahan dan Pengembalian


1. Telah Menyerahkan Laporan : Ya / Tidak
2. Telah Mengembalikan Perlengkapan Safety : Ya / Tidak
3. Telah Menyerahkan Badge Acces Elektronik : Ya / Tidak

Demikianlah keterangan ini kami perbuat untuk digunakan seperlunya.


Mengetahui,

Mochamad Ravi Hidayat

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb

iv
Puji dan syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT atas segala
limpahan berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan kerja
praktek dan dapat menyusun laporan pelaksanaan kerja praktek dengan judul
Sistem Pneumatik Dome Valve ESP (Electrostatic Precipitator) di PT Indonesia
Power Unit Jasa Pembangkitan Pangkalan Susu. Laporan ini disusun sebagai hasil
akhir kerja praktek yang dilaksanakan mulai tanggal 3 Agustus 2015 sampai
dengan 31 Agustus 2015.
Laporan kerja praktek ini disusun sebagai salah satu syarat yang harus
dipenuhi untuk menyelesaikan Program Studi D4 pada Jurusan Teknik Elektro
Prodi Instrumentasi Dan Otomasi Industri. Melalui kerja praktek ini penulis dapat
melihat langsung dunia kerja.
Selama proses pelaksanaan kerja praktek, penulis banyak mendapatkan
bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini, penulis ingin
mengucapkan terima kasih kepada yang telah membantu pelaksanaan dan
penyususnan laporan kerja praktek ini, khususnya kepada :
1. Bapak Taufik, S.T, M.T selaku Ketua Jurusan Teknik Teknik Elektro.
2. Bapak Fardin Hasibuan selaku General Manager PT Indonesia Power UJP
Pangkalan Susu.
3. Bapak Mochamad Ravi Hidayat Selaku Supervisor Pemeliharaan untuk
Instrumen sekaligus pembimbing kerja praktek saya di PT Indonesia
Power UJP Pangkalan Susu.
4. Bapak Prima Radiansyah & Bapak Benna Randy Santana selaku teknisi
senior untuk instrument.
5. Bapak Govin Hasiando Marpaung, Oktarino Simbolon & Petrus Canisius
Adi Putra selaku teknisi untuk dan instrumen di PT Indonesia Power UJP
Pangkalan Susu yang telah memberikan banyak ilmu selama kerja praktek
ini.
6. Iswanto, Suwandi Saputra, Habdi Rizki Arridho, Muhammad Abdan Syakur
rekan saya saat melaksanakan PKL dan semua pihak yang telah membantu.

v
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
membantu penyusun dan mohon maaf atas segala kesalahan yang pernah
dilakukan selama mengikuti kerja praktek ini baik disengaja atau tidak disengaja.
Penulis menyadari bahwa penyusunan ini laporan ini masih banyak
kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik membangun
untuk menyempurnakan laporan selanjutnya yang akan dihadapi dimasa yang
akan datang. Akhir kata, semoga laporan ini dapat menjadi sesuatu yang
bermanfaat bagi penulis dan bagi pembaca pada umumnya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Pangkalan Susu, Agustus 2015

Yaniarto Eka Swabuana


NIM. 1220301017

DAFTAR ISI

vi
HALAMAN SAMPUL.................................................................................. i
HALAMAN PENGESAHAN....................................................................... iii
LEMBARAN NILAI KERJA PRAKTEK .................................................. iv
KATA PENGANTAR.................................................................................... v
DAFTAR ISI.................................................................................................. viii
DAFTAR GAMBAR..................................................................................... x
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah......................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah.................................................................. 2
1.3. Batasan Masalah..................................................................... 2
1.4. Maksud dan Tujuan kerja praktek ....................................... 2
1.5. Metode Penulisan................................................................... 2
1.6. Sistemmatika Penulisan.......................................................... 3
BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
2.1. Sejarah Singkat PT Indonesia Power..................................... 4
2.2. Profil PT Indonesia Power UJP Pangkalan Susu.................... 4
2.3. Visi, Misi, Moto, Tujuan & Paradigma Perusahaan............... 5
2.4. Makna Bentuk dan Warna Logo............................................. 7
2.5. Lokasi Perusahaan.................................................................. 9
2.6. Struktur Organisasi Perusahaan.............................................. 10
2.7. Tugas Pokok Organisasi......................................................... 12
BAB III DASAR TEORI
3.1. Gambaran Umum PLTU Pangkalan Susu.............................. 16
3.2. Prinsip kerja PLTU Pangkalan Susu....................................... 18
3.2.1. Siklus Bahan Bakar Pada PLTU Pangkalan Susu...... 19
3.2.2. Siklus Udara Pada PLTU Pangkalan Susu................. 23
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.1. Pengertian Pneumatik............................................................. 27
4.2. Peralatan Pneumatik di Dome Valve...................................... 28
4.2.1. Kompresor.................................................................. 28
4.2.2. Air Regulator.............................................................. 28

vii
4.2.3. Selenoid Valve............................................................ 29
4.2.4. Air Silinder................................................................. 30
4.2.5. Pressure Switch.......................................................... 31
4.3. Prinsip Kerja Pneumatik Dome Valve.................................... 31
BAB IV PENUTUP
5.1. Kesimpulan............................................................................. 33
5.2. Saran....................................................................................... 33

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................... 34
LAMPIRAN................................................................................................... 35

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Informasi PLTU Pangkalan Susu


Gambar 2.2. Logo PT Indonesia Power
Gambar 2.3. Lokasi PLTU Pangkalan Susu
Gambar 2.4. Layout PLTU Pangkalan Susu
Gambar 2.5. Struktur Organisasi PT Indonesia Power UJP Pangkalan Susu
Gambar 3.1. Siklus PLTU
Gambar 3.2. Siklus Rankie
Gambar 3.3. Proses konversi energi pada PLTU
Gambar 3.4. Siklus kerja PLTU
Gambar 3.5. Chain Bucket Ship Unloader
Gambar 3.6. Stacking & Reclaimer (STRE)

viii
Gambar 3.7. Mesin penghancur batubara (Crusher)
Gambar 3.8. Coal Bunker
Gambar 3.9. Coal Feeder
Gambar 3.10. Coal Mill
Gambar 3.11. Storge tank penyimpanan bahan bakar HSD
Gambar 3.12. Primary Air Fan (PAF)
Gambar 3.13. Force Draft Fan (FDF)
Gambar 3.14 Air preheater (AP)
Gambar 3.15 Electrostatic Precipitator (ESP)
Gambar 3.16 ID (Induced Draft) Fan
Gambar 3.17 Stack
Gambar 4.1 Pneumatik Dome Valve
Gambar 4.2 Ruang Kompresor
Gambar 4.3 Air Regulator
Gambar 4.4 Selenoid Valve
Gambar 4.5 Air Silinder
Gambar 4.6 Pressure Switch

ix
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi kehidupan
manusia, dimana listrik tersebut dihasilkan dari proses konversi sumber energi
primer seperti, potensial air, energi angin, minyak bumi, gas dan batubara
sebagai sumber pembangkitnya.
PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Pangkalan Susu salah satunya
adalah pembangkit listrik dengan bahan bakar batubara sebagai sumber
energinya yang menghasilkan listrik sebesar 2x200 MW. Sumber energi
batubara yang dibakar tersebut menghasilkan energi panas yang selanjutnya
terjadi proses perpindahan panas melalui pipa-pipa yang berada dalam boiler.
Dan menggerakkan turbin untuk membangkitkan listrik. Tipikal industrial
plant semacam pembangkit listrik memiliki banyak process variable yang
diukur dan dimanipulasi besarannya. Penggunaan instrumentasi
memungkinkan semua proses variable tersebut dikendalikan secara otomatis.
Indikasi hasil pengukuran biasa ditampilkan di lokal menggunakan gauge atau
dikirim ke pusat kendali. Keuntungan mengirimkan besaran terukur ini ke
sebuah pusat kendali adalah kemampuan untuk mengendalikan dan
mengkoreksi besaran tersebut secara otomatis melalui sebuah untuker, sesuai
set point yang diinginkan. Juga, ketika terjadi abnormal condition alarm akan
muncul yang dapat memicu proteksi untuk mematikan plant secara aman.
Dikenal dua metode standar untuk mengirimkan sinyal pengukuran, yakni
pneumatik dan elektrik.
Pneumatik adalah sebuah sistem penggerak yang menggunakan tekanan
udara sebagai tenaga penggeraknya. Dalam pneumatik tekanan udara inilah
yang berfungsi untuk menggerakkan sebuah silinder kerja. Silinder kerja inilah
yang nantinya mengubah tenaga/tekanan udara tersebut menjadi tenaga
mekanik (gerakan maju mundur pada silinder).

1.2. Rumusan Masalah


Dapat dirumuskan beberapa permasalahan antara lain :
1. Apa itu pneumatik.
2. Bagaimana prinsip kerja pneumatik.
1.3. Batasan Masalah

1
Penulis hanya membatasi pembahasan laporan ini dengan hal-hal sebagai
berikut :
1. Pneumatik pada ESP.
2. Prinsip kerja pneumatik.
3. Jenis jenis pneumatik.
4. Komponen pada pneumatik.
1.4. Maksud dan Tujuan kerja praktek
Adapun maksud dan tujuan kerja praktek :
1. Sebagai bagian dari tugas perkuliahan yang sebagaimana telah
dilaksanakan untuk nilai semester VII.
2. Untuk mendapatkan pengalaman nyata di dunia kerja.
3. Dapat mengenal lebih dalam tentang PLTU.

1.5. Metodologi Penulisan


Metode yang digunakan dalam kerja praktek ini , yaitu :
1.5.1. Orientasi
Orientasi bertujuan untuk mengenal, mengetahui dan mempelajari
kegiatan yang terdapat pada bagian yang dikunjungi selama kerja
praktek .
1.5.2. Observasi (pengamatan) Pokok Bahasan
Obsevasi atau pengamatan terhadap pokok bahasan bertujuan agar
mahasiswa dapat menemukan suatu permasalahan yang terdapat pada
bagian yang dikunjungi selama kerja praktek .
Bidang-bidang yang menjadi pengamatan dalam kegiatan ini adalah
a. Sistem kelistrikan yang ada di instansi.
b. Teknologi untuk & instrumentasi yang digunakan.
Selanjutnya data yang didapat akan diolah menjadi laporan sesuai
dengan bidang masing-masing peserta kerja praktek .
1.5.3. Konsultasi dan Diskusi
Konsultasi ini dapat dilakukan dengan pembimbing dilapangan.
Sedangkan diskusi dapat dilakukan dengan para teknisi dan rekan-
rekan kuliah atau rekan-rekan selama sesama peserta kerja praktek.
Kegiatan ini dapat memberikan masukan yang berguna dalam
menyelesaikan laporan kerja praktek.

1.6. Sistematika Penulisan


Dalam penulisan laporan kerja praktek ini, penulis membagi dalam 5 bab,
yaitu :
BAB I : Pendahuluan

2
Bab ini membahas tentang latar belakang penulisan, maksud dan tujuan
kerja praktek , waktu dan tempat pelaksaaan kerja praktek , batasan masalah,
metode pengumpulan data, dan sistematika penulisan.
BAB II : Profil PT Indonesia Power
Bab ini membahas tentang sejarah dan perkembangan PT Indonesia Power
Unit Jasa Pembangkitan Pangkalan Susu, visi, misi, motto dan tujuh nilai
perusahaan PT Indonesia Power dan makna bentuk dan warna logo, lokasi
perusahaan serta bagan susunan jabatan pada Unit Jasa Pembangkitan PLTU
Pangklan Susu.
BAB III : Dasar Teori
Teori-teori yang digunakan dalam menyelesaikan laporan ini akan dibahas
dalam bab ini.
BAB IV : Analisa & Pembahasan
Bab ini membahas Sistem Pneumatik Dome Valve
BAB V : Penutup
Bab ini berisi kesimpulan dan saran penulis terhadap materi yang penulis
tuliskan dalam laporan ini.
Daftar Pustaka
Berisi buku acuan yang digunakan dalam penulisan laporan kerja praktek ini.

BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
2.1. Sejarah singkat PT Indonesia Power
Sebagai Perusahaan yang bergerak di pembangkitan tenaga listrik serta
jasa operasi dan pemeliharaan pembangkit, PT Indonesia Power memegang
peran penting dalam kelistrikan di Indoneia sejak dibentuknya pada tanggal 3
oktober 1995.
Dengan berawal pada pengolahan pembangkit listrik di Jawa Bali, saat ini
Indoneia Power telah melakukan pengembangan bisnis jasa operasi
pemeliharaan di seluruh Indonesia baik melalui pengelola sendiri, melalui
anak perusahaan, maupun melalui usaha patungan.
PT Indonesia Power mengelola 5 unit pembangkitan (UP), yaitu UP
Suralaya, UP Semarang, UP Perak Grati, UP Saguling, Dan Mrica, 1 Unit jasa
pemeliharaan (UJH), 6 unit Jasa Pembangkitan (UJP), yaitu UJP Banten 1
Suralaya, UJP Banten 2 Labuan, UJP Pangkalan Susu, serta 3 Unit

3
pembankitan dan jasa pembangkitan (UPJP), yaitu UPJP Priok, UPJP Bali dan
UPJP Kamojang.
Untuk memastikan seluruh proses yang ada di perusaahan terkelola
dengan baik dan sesuai prinsip etika bisnis yang sehat, PT Indonesia Power
telah mengimplementasikan Integrated Managemen Sistem yang mencakup
ISO 9001, ISO 14001, OHAS 18001, ISO 28000, SMK3, SMP, PAS 55 dan
kriteria baldrige, yang dievaluasi setiap tahun melalui audit internal dan
eksternal untuk perbaikan kinerja perusahaan.

2.2. Profil PT Indonesia Power UJP Pangkalan Susu

PLTU Pangkalan Susu dibangun diatas area seluas 105 Ha, berlokasi di
desa tanjung pasir kecamatan pangkalan susu kabupaten langkat propinsi
Sumatera utara. Sekitar 120 Km dari Medan, PLTU Pangkalan Susu satu dari
Proyek Percepatan Diversifikasi Energi (PPDE) tahap 1 terutama untuk
wilayah Sumatera bagian Utara, produksi energi listrik disalurkan melalui
transmisi 275 Kv dari unit pembangit ke gardu induk Binjai dan interkoneksi
dengan sistem 150 Kv Sumatera bagian Utara di Gardu induk Binjai.
PLTU Pangkalan Susu dengan daya terpasang 2x200 MW. Direncanakan
COD PLTU Pangkalan Susu pada 15 Februari untuk unit 2 dan 15 April 2014
untuk unit 1.
Peralatan utama PLTU Pangkalan Susu khususnya turbin dan generator
dipasok oleh pabrikan Tiongkok, Beijing Beizhong dengan kontraktor
Guandong Power Engineering Corporation (GPEC), speksifikasi Boiler untuk
suplai batubaranya 4200 kcal/kg, temperature uap 540 C & tekanannya 13,43
MPa, sedangkan turbin bekerja pada temperature uap 535 C dan tekanannya
12,75 Mpa beroperasi pada netto 200 MW.

4
Gambar 2.1. Informasi PLTU Pangkalan Susu

2.3. Visi, Misi, Motto & Building Block Indonesia Power Way
2.3.1. Visi :
Menjadi perusahaan energi terpercaya yang tumbuh berkelanjutan.
2.3.2. Misi :
Menyelenggarakan bisnis pembangkitan tenaga listrik dan jasa terkait
yang bersahabat dengan lingkungan.
2.3.3. Building Block Indonesia Power Way

a. Moto
Trust Us For Power Excellent

5
b. Tujuan
Terdepan dalam penyediaan energi listrik berbagai jenis pembangkit
dengan kinerja excellent melalui proses prima oleh SDM profesional yang
menjamin terwujudnya long run sustainable company
c. The Way We Do Business
1. Leadership Excellence
2. Business Process Excellent
3. People Excellence
4. Learning Organization
5. Customer & supplier Relationship
6. Stakeholder & Social responsibility
d. The Way We Act
1. Proaktif & pantang menyerah
2. saling percaya & bekerja sama
3. Fokus pada perbaikan proses & hasil
4. Fokus pada pelanggan
5. Mengutamakan Safety & Green
e. The Way We Think
Tujuh Nilai Perusahaan PT INDONESIA POWER (IP-HaPPPI).
a. Integritas.
Sikap moral yang mewujudkan tekad untuk memberikan yang
terbaik kepada perusahaan.
b. Profesional.
Menguasai pengetahuan, keterampilan, dan kode etik sesuai
bidang.
c. Harmoni.
Serasi, Selarat, Seimbang dalam :
Pengembangan kualitas pribadi.
Hubungan dengan stakeholder (pihak terkait)
Hubungan dengan lingkungan hidup.
d. Pelayanan prima.
Memberikan peayanan yang memenuhi kepuasan melebihi
harapan stakeholder.
e. Peduli.
Peka-tanggap dan bertindak untuk melayani stakeholder serta
memelihara lingkungan sekitar.
f. Pembelajar.

6
Terus menerus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta
kualitas diri yang mencakup fisik, mental, sosial, agama dan
kemudian berbagai dengan orang lain.
g. Inovatif.
Terus menerus dan berkesinambungan menghasilkan gagasan baru
dalam usaha melakukan pembaharuan untuk penyempurnaan baik
proses maupun produk dengan tujuan peningkatan kerja.

2.4. Makna Bentuk dan Warna Logo.


Logo mencerminkan identitas dari PT Indonesia Power sebagai Power
Untility Company terbesar di indonesia.

Gambar 2.2. Logo PT Indonesia Power

2.4.1. Bentuk
a. Kerena nama yang kuat, indonesia ditampilkan dengan menggunakan
jenis huruf yang tegas dan kuat, FUTURA BOOK/REGULER dan
FUTURA BOLD.
b. Aplikasi kilatan petir pada huruf O melambangkan TENAGA
LISTRIK yang merupakan lingkup usaha utama perusahaan.
c. Titik/bulatan merah (Red Dot) diujung kilatan petir merupakan simbol
perusahaan yang telah digunakan sejak masih bernama PLN PJB .
titik ini merupakan simbol yang digunakan sebagian besar materi
komunikasi perusahaan dengan sombol kecil ini, diharapkan identitas
perusahaan dapat langsung terwakili.

2.4.2. Warna.
a. Merah.
Di aplikasikan pada kata Indonesia, menunjukan indentitas yang
kuat dan kokoh sebagai pemilik seluruh sumberdaya untuk
memproduksi tenaga listrik guna dimanfaatkan di indonesia, dan juga
di luar negeri.
b. Biru.

7
Diaplikasikan pada power, dasar warna biru mengambarkan
sifat pintar dan bijaksana, dengan diaplikasikan pada kata power
maka warna ini menunjukan produk tenaga listrik yang dihasilkan
perusahaan memiliki ciri :

2.5. Lokasi Perusahan


PT Indonesia Power UJP Pangkalan Susu Pembangkitan Sumatera Bagian
Utara berlokasi di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten
Langkat, Propinsi Sumatera Utara. Sekitar 120 km dari Medan (3 jam dari
bandara terdekat - KNIA Medan). dibangun diatas area seluas 105 Ha,
berkapasitas 2 x 220 MW .

Desa Tanjung
Pasir
Kecamatan
Pangkalan
Susu
Kabupaten
Langkat
Sumatera
Utara

PLTU Pangkalan Susu dibangun diatas area seluas 105 Ha,


berlokasi di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Pangkalan Susu,
Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Sekitar 120 km dari
Medan (3 jam dari bandara terdekat - KNIA Medan).

Gambar 2.3. Lokasi PLTU Pangkalan Susu.

8
Gambar 2.4. Layout PLTU pangkalan susu

2.6. Struktur Organisasi Perusahaan


Struktur organisasi yang baik sangat diperlukan dalam suatu perusahaan,
semakin besar perusahaan tersebut semakin kompleks organisasinya. Secara
umum dapat dikatakan, struktur organisasi merupakan suatu gambaran secara
skematis yang menjelaskan tentang hubungan kerja, pembagian kerja, serta
tanggung jawab dan wewenang dalam mencapai tujuan organisasi yang telah
ditetapkan semula.
PT Indonesia Power Unit Jasa Pembangkitan Pangkalan Susu, secara
structural puncak pimpinannya dipegang oleh seorang General Manager yang
dibantu oleh Manager Operasi, Manager Pemeliharaan, Manager Enginering,
Manager Administrasi. Secara lengkap struktur organisasinya, diperlihatkan
pada bagan di halaman berikutnya.

9
General
Mnager

Manager operasi Manager Pemeliharaan Ahli tata kelola Manager Enjineering Manager Administrasi
pembangkitan
Supervisor senior
Supervisor senior Perencanaan Supervisor senior Supervisor senior
Perencanaan Pengendalian Kinerja & Informasi SDM & Kesetariatan
&Pengendalian Pemeliharaan &
Inventori Ahli muda
Operasi
Ahli muda
Ahli muda kinerja Unit Ahli muda
perencanaan &
perencanaan & evaluasi Ahli muda Pengembangan
evaluasi operasi Pemeliharaan SMT, KM & SDM
Ahli muda Ahli muda Ahli muda
outage Kinerja
kinerja Operasi Ahli muda Sistem Kesetariatan &
Ahli muda informasi fasilitas
Supervisor senior Inventori Ahli muda
Operasi A-D kontrol Condition based kinerja Unit
Supervisor senior maintenance &
Supervisor Operasi Supervisor senior
Pemeliharaan Reliability
Unit 1 (A-D) Supervisor Keuangan
Operator senior Pemeliharaan Mesin Ahli muda Ahli muda
control room Unit 1 Predictive akuntasi &
Teknisi senior mesin
Supervisor Operasi turbin & Auxilary Maintenance Perpajakan
Ahli muda
Unit 2 (A-D) Reliability Supervisor senior
Operator senior Teknisi senior mesin Logistik
boiler & Auxilary *Ahli madya enjineering
control room Unit 2 boiler & Auxiliary pelaksana senior
pengadaan
Supervisor Operasi
Teknisi senior mesin *Ahli madya enjineering barang & jasa
Unit Alat Bantu (A-D)
Operator senior Alat BOP& Bengkel turbin & Auxiliary Supervisor Gudang
Bantu (A-D) Supervisor
Pemeliharaan Listrik *Ahli madya enjineering
Supervisor senior Teknisi senior listrik kontrol instrumen
Coal & Ash
Handling *Ahli madya enjineering
Supervisor coal & Supervisor listrik
ash Handling Pemeliharaan Kontrol
Supervisor senior K3, & instrumen *Ahli madya Enjineering
Kimia & Lingkungan Teknisi senior coal & Ash Handling
Ahli muda K3 & Kontrol & instrumen
*Ahli madya enjineering
lingkungan
Balance of Plant
Gambar
Ahli muda Kimia 2.5. Struktur Organisasi PT Indonesia Power UJP Pangkalan Susu
*Ahli madya enjineering
pengendalian kontrak

*Ahli madya enjineering


manajemen Resiko

10
2.7. Tugas Pokok Organisasi

Tugas pokok bagian operasi adalah sebagai berikut :


a. Merencanakan, memonitor dan mengendalkan Rencana Kerja dan
Anggaran Bagian operasi tahunan dan jangka panjang,
b. Menyusun dan mengembangkan sistem prosedur tata kelola
manajemen asset dan basic communication antara asset owner, asset
manager dan asset operator terkait pengoperasian pembangkit,
instalasi pelabuhan, instalasi bahan bakar, instalasi abu, instalasi alat
berat, laboratorium PLTU, K3 dan lingkungan,
c. Mengelola sumber daya dan biaya operasi pada bagian operasi secara
efektif dan efisien,
d. Menyusun kebutuhan dan mengelola inventori (kualitas dan kuantitas)
energi primer,
e. Merencanakan, menyusun jadwal dan mengendalikan kegiatan
pengoperasian pembangkit, instalasi bahan bakar, instalasi abu,
instalasi pelabuhan, instalasi alat berat dan laboratorium PLTU untuk
menjamin pencapaian standar dan peningkatan keandalan dan efisiensi
bagian operasi.
f. Mengelola, memonitor dan mengendailkan eksekusi pengoperasian
pembangkit, instalasi bahan bakar dan instalasi abu coal dan ash
handling.
g. Merencanakan, mengidentifikasi, memonitor dan mengendalikan
kegiatan K3 dan lingkungan di unit bisnis
h. Merencanakan, memonitor dan mengendalikan kegiatan analisis kimia,
Pemantauan dan Pengelolaan kualitas lingkungan dan laboratorium
unit pembangkit,
i. Membina kompetensi pengoperasian pembangkit, instalasi bahan
bakar, instalasi abu, instalasi peiabuhan, aiat berat dan laboratorium
PLTU,
j. Mengelola resiko dan K3 bagian operasi
k. Melaksanakan rekomendasi kegiatan task execution (continuous
improvmen) bagian operasi,
l. Tugas-tugas lain yang diatur dalam perjanjian induk antara PT PLN
(persero) dengan perusahaan termasuk addendum.

Tugas pokok Bagian Pemeliharaan adalah sebagali berikut :

11
a. Merencanakan, memonitor dan mengendalkan Rencana Kerja dan
Anggaran Bagian Pemeliharaan tahunan dan jangka panjang
b. Menyusun dan mengembangkan sistem prosedur tata kelola
manajemen aset dan basic communication antara asset owner, asset
manager, dan asset operator terkait kegiatan pemeliharaan peralatan
pembangkit, inslatasi pelabuhan, instalasi bahan bakar, instalasi abu,
alat berat, bengkel dan sipil;
c. Mengelola sumber daya dan biaya pada bagian pemeliharaan secara
efektif dan efisien;
d. Merencanakan menyusun jadwal, menganalisa kebutuhan dan
mengendalikan kegiatan pemeliharaan mesin-mesin pembangkit
instalasi bahan bakar dan instalasi abu (coal dan ash handling),
instalasi pelabuhan, alat berat, bengkel dan sipil untuk menjamin
pencapaian standar dan peningkatan keandalan dan efisiensi bagian
pemeilharaan,
e. Merencanakan dan menganalisa penyiapan kebutuhan pemeliharaan
outage secara optimal,
f. Mengembangkan data base inventori, daftar riwayat dan realisasi
Pemeliharaan unit Pembangkit;
g. Merencanakan, memonitor dan mengendalikan rencana stock/material
cadang, kebutuhan pengadaan material, yang paling ekonomis dengan
menerapkan sistem inventori untuk dan manajemen material secara
baik,
h. Membuat laporan mengenai hasil inspeksi unit pembangkit, realisasi
fisik program pemeliharaan, serta realisasi pemakaian anggaran
pemeliharaan dan investasi untuk di jadikan bahan evaluasi bagi
peningkatan kualitas pemeliharaan dan optimalisasi biaya
pemeliharaan pada tahun-tahun mendatang,
i. Membina kompetensi sumber daya manusia bagian pemeliharaan,
j. Mengelola resiko dan K3L bagian pemeliharaan,
k. Melaksanakan rekomendasi kegiatan task execution (continuous
improvmen) bagian pemeliharaan,
l. Tugas-tugas lain yang diatur dalam perjanjian induk antara PT PLN
(Persero) dengan perusahaan temasuk addendum.

Tugas pokok Bagian Pemeliharaan adalah sebagai berikut :


a. Merencanakan, memonitor dan mengendalikan Rencana Kerja dan
Anggaran Unit Bisnis dan Bagian Enginering,

12
b. Menyusun dan mengembangkan sistem prosedur tata kelola
manajemen asset dan basic communication antara asset owner, asset
manager, dan asset operator terkait kegiatan enginering pembangkit,
c. Mengelola kegiatan rebility management dan efficiency management,
d. Mengelola sumber daya utuk kegiatan reliabilty yang meliputi
1. Audit (assessment) dan prioritas pemeliharaan peralatan unit
pembangkit (MPI dan SERP),
2. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA),
3. Root Cause Failure Analysis (RCFA)
4. Failure Defense Task (FDT),
5. Task Execution
e. Merekomendasikan kegiatan Task Execution (Continuous
Improvement) beserta KPI-nya serta melakukan evaluasi
implementasinya, meliputi :
1. Perbaikan dan perbaikan berkelanjutan sistem Prosedur dan
Instruksi Kerja Pengeloaan Jasa O&M
2. Perubahan desain dari peralatan dan proses produksi
3. Perubahan task preventive maintenance, task predictive dan
proactive maintenance.
4. Perbaikan kuailtas dan kuantitas ketersediaan material kegiatan
O&M
5. Overhaul cycle extention Peralatan Pembangkit
6. Life extention Peralatan pembangkit, termasuk analisis Cost
Benefit.
f. Mengelola kegiatan update data pemeliharaan peralatan pembangkitan
untuk keperluan analisa keandalan peralatan iebih lanjut,
g. Mengelola kegiatan Condition Based Maintenance Peralatan utama,
mengevaiuasi dan membuat Work Package program pemeliharaan
serta memberikan rekomendasi:
h. Melaksanakan kajian dan pelayanan teknis enginering penyelesaian
masalah pembangkit,
i. Merencanakan, menganalisa dan mengevaluasi penyiapan
kebutuhan sistem informasi guna memenuhi kebutuhan sistem
informasi manajemen yang tepat, akurat serta real time sehingga
menunjang kebutuhan informasi dalam pengamblian keputusan serta
pemantauan kinerja unit pembangkitan,
j. Mengelola kontrak bisnis jasa O & M,
k. Mengawasi mutu barang dan jasa unit bisnis,
l. Mengelola kegiatan monitoring, evaiuasi dan pelaporan kinerja serta
kondisi pembangkit,
m. Mengelola sistem manajemen terpadu unit bisnis,
n. Membina dan mengelola knowledge management dan inovasi di unit
bisnis,
o. Mengkoordinir kegiatan kajian dan pengelolaan resiko unit bisnis,
p. Membina kompetensi enginering,
q. Mengelola risiko dan K3L dibagian enginering,

13
r. Tugas-tugas lain yang diatur dalam perjanjian induk antara PT PLN
(PerSero) dengan perusahaan termasuk addendum.

Tugas pokok bagian administrasi adalah sebagai berikut :


a. Merencanakan, memonitor dan mengendalikan Rencana Kerja dan
Anggaran Bagian Administrasi,
b. Melaksanakan analisis Organisasi dan Perencanaan SDM tahunan dan
pengadaan tenaga kerja,
c. Menyusun dan mengembangkan sistem Prosedur dan basic
communication antara asset owner, asset manager, dan asset operator
terkait kegiatan bagian administrasi,
d. Menyusun dan mengelola perencanaan suksesi dan pengembangan
kompetensi pegawai,
e. Mengelola administrasi dan biaya kepegawaian serta biaya
administrasi unit bisnis,
f. Mengelola internalisasi budaya perusahaan dan kepatuhan terhadap
kode etik dan Code Of Conduct GCG Perusahaan;
g. Mengelola kegiatan hubungan industrial, kesekretariatan, fasilitas dan
perijinan di unit bisnis,
h. Mengkoordinir penyusunan, melakukan monitoring dan evaluasi
Pencapaian Target Kinerja (Key Performance Indicators) pegawai,
i. Mengelola dan menganalisa anggaran, keuangan dan perpajakan
unit bisnis;
j. Mengelola transaksi keuangan dan menyusun laporan keuangan,
k. Menyusun rencana dan kegiatan pengadaan barang dan jasa unit bisnis
serta pengembangan data base pengadaan;
l. Menyelenggarakan kegiatan pergudangan serta material handling-
nya untuk semua material milik unit bisnis,
m. Berkoordinasi dengan asset manager dalam mengelola kegiatan
administrasi unit bisnis,
n. Mengelola resiko dan kegiatan K3L bagian administrasi,
o. Tugas-tugas lain yang diatur dalam perjanjian induk antara PT PLN
(Persero) dengan Perusahaan termasuk addendum

BAB III
DASAR TEORI
3.1 Gambaran Umum PLTU Pangkalan Susu

14
Pembangkit listrik atau sering juga disebut sebagai power plant sistem
merupakan suatu sistem yang mengubah enegi panas menjadi energi listrik.
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) adalah pembangkit yang mengandalikan
energi kinetik dari uap untuk menghasilkan energi listrik. Bentuk utama dari
pembangkit listrik jenis ini adalah generator yang dihubungkan ke turbin yang
digerakkan oleh tenaga kinetik dari uap panas/kering. Secara sederhana, siklus
PLTU digambarkan sebagai berikut :

Gambar 3.1 Siklus PLTU

PLTU menggunakan siklus tertutup (closed sistem). Air yang digunakan


sebagai fluida kerjanya dapat digunakan kembali untuk proses berikutnya. Siklus
PLTU mengikuti prinsip kerja siklus rankine, yaitu pemanasan suatu fluida (air)
oleh heat exchanger kemudian berubah menjadi uap panas. Lalu uap panas tadi
masuk ke dalam steam turbin sehingga dapat menggerakkan generator. Setelah itu
uap yang keluar dari generator masuk dalam condensor dan berubah menjadi air
kembali. Setelah itu air dipompa masuk ke dalam heat exchanger untuk
dipanaskan. Dan seterusnya sehingga membentuk suatu siklus yang dinamakan
siklus rankine.

15
Gambar 3.2 Siklus Rankine

a. Air dipompa dari tekanan P2 menjadi P1. Langkah ini adalah langkah kompresi
isentropis, dan proses ini terjadi pada pompa air pengisi.
b. Air bertekanan ini dinaikkan temperaturnya hingga mencapai titik didih.
Terjadi di LP heater, HP heater dan Economiser.
c. Air berubah wujud menjadi uap . Langkah ini disebut vapourising(penguapan)
dengan proses isobar isothermis, terjadi di boiler yaitu di wall tube (riser) dan
steam drum.
d. Uap dipanaskan lebih lanjut hingga uap mencapai temperatur kerjanya menjadi
uap panas lanjut (superheated vapour). Langkah ini terjadi
di superheater boiler dengan proses isobar.
e. Uap melakukan kerja sehingga tekanan dan temperaturnya turun. Langkah ini
adalah langkah ekspansi isentropis, dan terjadi di dalam turbin.
f. Pembuangan panas laten uap sehingga berubah menjadi air kondensat. Langkah
ini adalah isobar isothermis, dan terjadi didalam kondensor.

16
Proses konversi energi pada PLTU berlangsung melalui 3 tahapan, yaitu :
Pertama, energi kimia dalam bahan bakar diubah menjadi energi panas
dalam bentuk uap bertekanan dan temperatur tinggi.
Kedua, energi panas (uap) diubah menjadi energi mekanik dalam bentuk
putaran.
Ketiga, energi mekanik diubah menjadi energi listrik.

Gambar 3.3 Proses konversi energi pada PLTU

3.2 Prinsip kerja PLTU Pangkalan Susu

Gambar 3.4 Siklus kerja PLTU

17
3.2.1 Siklus Bahan Bakar Pada PLTU Pangkalan Susu
Pada proses ini juga disebut Raw Material Transportation and Processing.
Bahan bakar dan air disiapkan untuk produksi uap.
Bahan bakar utama untuk menghasilkan panas adalah batubara. Untuk
memperoleh batubara harus menggunakan jalur laut dengan menggunakan kapal
tongkang sebagai media penggangkut melalui jalur laut.
1. Ship Unloader (SU)

Gambar 3.5 Chain Bucket Ship Unloader


Ship unloader (SU), merupakan alat yang memindahkan muatan batubara dari
kapal tongkang coal yard terletak di jetty (pelabuhan), PLTU Pangkalan susu
menggunakan jenis SU Chain Bucket Ship Unloader 2 unit dengan kapasitas
600 ton/jam.

2. Stacking and reclaimer (STRE)

18
Gambar 3.6 Stacking & Reclaimer (STRE)
Stacking and reclaimer (STRE), merupakan alat pemindah dari ship unloader
(stacking) dan mengambil kembali dari coal yard menuju coal bunker
(reclaimer).PLTU Pangkalan Susu STRE terdiri dari Tower Transfer 1 (TT1)
dan (TT2).

3. Crusher

Gambar 3.7 Mesin penghancur batubara (Crusher)

Crusher, tempat penghancuran batubara menjadi lebih kecil sebelum


disimpan di coal bunker.

4. Coal Bunker

19
Gambar 3.8 Coal Bunker

Coal bunker, merupakan tempat penyimpanan batubara yang telah dikecilkan


di cruser, terdapat 5 unit coal bunker dengan kapasitas per-masingnya 5000
ton.

5. Coal Feeder

Gambar 3.9 Coal Feeder

Coal feeder, sebagai pengatur jumlah batubara yang keluar dari coal bunker
sebelum dihaluskan di coal mill, setiap unit melayani satu coal bunker dengan
kapasitas per unit 50 ton/jam.

6. Coal Mill

20
Gambar 3.10 Coal Mill

Coal mill, berfungsi sebagai penghalus batubara sebelum menuju ruang bakar,
batubara dihasluskan sampai 200 mess, artinya 1 cm2 terdapat 200 lubang
dengan kehalusan 75%, batubara dihaluskan agar mendapat efesiensi bakar
yang tinggi.

7. Storage tank

Gambar 3.11 Storge tank penyimpanan bahan bakar HSD


Storage tank, untuk memudahkan proses pembakaran batubara perlu HSD
(high speed diesel) merupakan penyalaan start awal pada proses firing, HSD
dipompa ke ruang bakar menggunakan Dischange Pump.

3.2.2 Siklus Udara pada PLTU Pangkalan Susu


Pada siklus udara dan Flue gas terdiri dari :

1. Primary Air Fan (PAF)

21
Gambar 3.12 Primary Air Fan (PAF)

Primary Air Fan (PAF), merupakan kipas yang mendorong batubara setelah
dihaluskan oleh mill menuju burner. Udara melewati air preheater yang
memanfaatkan gas buang dari burner sehingga temperaturnya panas sehingga
memudahkan pada saat proses burner.
2. Force draft fan (FDF)

Gambar 3.13 Force draft fan (FDF)


Force draft fan (FDF), terdapat 2 unit kipas pada setiap pembangkit,
fungsinya sebagai pemasok udara ke ruang bakar. Udara dihisap menuju
burner, sebelumnya udara dipanaskan melalui air preheater, bertujuan untuk
meningkatkan efektifitas proses pembakaran.
3. Air preheater (AP)

22
Gambar 3.14 Air preheater (AP)

Air preheater (AP), yaitu sebuah kipas yang berfungsi menghisap gas buang
(Flue gas) dari proser pembakaran (burner) dimana kipas ini menghisap
temperatur panas Flue gas untuk digunakan sebagai media pemanas udara dari
FDF dan PAF yang akan menuju ruang pembakaran (burner). Letak kipasnya
sendiri tedapat di dalam ruangan yang di isolasi oleh plat plat alumunium
agar energi panas tidak keluar.

4. Electrostatic precipitator (ESP)

Electrostatic precipitator (ESP), adalah salah satu alternatif penangkap debu


dengan effisiensi tinggi. Proses pembakaran pada ruang burner mengasilkan
partikael partikel debu (fly ash) yang akan keluar menuju cerobong. Dengan
menggunakan electrostatic precipitator (ESP) ini, jumlah limbah debu yang
keluar dari cerobong dapat diminimalisir sehingga tidak menyebabkan
pencemaran udara.

Gambar 3.15 Electrostatic precipitator (ESP)

23
5. ID (Induced Draft) fan

Gambar 3.16 ID (Induced Draft) fan

ID (Induced Draft) fan, yaitu kipas yang berfungsi menghisap gas buang
(Flue gas) yang berasal dari proses pembakaran yang terjadi di ruang burner.
Gas tersebut melewati ESP terlebih dahulu agar partikel - partikel debu dapat
diminimalisir sehingga gas yang keluar dari cerobong tidak menyebabkan
pencemaran udara.
6. Stack

24
Gambar 3.17 Stack

Stack, disebut juga cerobong berfungsi sebagai tempat pembuangan gas buang
(Flue gas) dari proses pembakaran yang terjadi di ruang burner. Gas buang dari
burner dihisap oleh kipas ID Fan (Induced Draft) menuju ke stack melaui pipa
sebuah pipa yang dilapisi plat alumunium.

BAB IV
ANALISA DAN PEMBAHASAN

4.1 Pengertian Pneumatik


Sistem Pneumatik adalah sebuah teknologi yang memanfaatkan udara
terkompresi untuk menghasilkan efek gerakan mekanis. Karena menggunakan
udara terkompresi, maka sistem pneumatik tidak dapat dipisahkan dengan
kompresor, sebuah alat yang berfungsi untuk menghasilkan udara bertekanan
tertentu.
Ada beberapa bagian komponen yang sedikit berbeda, namun seperti
aktuator (motor dan silinder), filter, dan solenoid valve memiliki prinsip yang
sama dengan sistem hidrolik. Perbedaan mendasar dari kedua sistem tersebut
adalah fluida kerja yang digunakan, sistem hidrolik menggunakan fluida
inkompresibel sedangkan pada sistem pneumatik menggunakan fluida
kompresibel. Tekanan kerjanya juga pada range yang berbeda, jika sistem
hidrolik bekerja pada tekanan 6,9-34 MPa, maka sistem pneumatik bekerja
pada tekanan rendah 550-690 KPa.

25
Gambar 4.1 Pneumatik Dome Valve
Pada kebanyakan aplikasi, untuk hidrolik banyak digunakan seperti
memindahkan beban yang berat, sebagai alat penekan dan pengangkat. Dalam
industri banyak ditemui penggunaan sistem hidrolik pada alat-alat berat,
seperti truk pengangkat (dump truck), mesin moulding, mesin press, forklift,
crane, dan lain-lain. Pada saat ini penggunaan sistem hidrolik sudah
dilengkapi dengan berbagai peralatan untuk yang menunjang pengendalian
dan ketepatan (presisi) dalam penggunaannya.

4.2 Peralatan Pneumatik di Dome Valve


4.2.1 Kompresor
Kompresor adalah mesin atau alat mekanik yang berfungsi untuk
meningkatkan tekanan atau memampatkan fluida gas atau udara.
Kompresor biasanya menggunakan motor listrik, mesin diesel atau
mesin bensin sebagai tenaga penggeraknya. Udara bertekanan hasil dari
kompresor biasanya diaplikasikan atau digunakan pada pengecatan
dengan teknik spray/ air brush, untuk mengisi angin ban, pembersihan,
pneumatik, gerinda udara (air gerinder) dan lain sebagainya.

26
Gambar 4.2 Ruang Kompresor
4.2.2 Air Regulator
Alat yang digunakan untuk mengatur tekanan udara yang keluar dari
kompresor. Pada air regulator terdapat air filter dan lubricator. Air filter
alat ini digunakan untuk menyaring partikel kotoran yang keluar dari air
kompresor, penggunaannya biasa dipasang sebelum air dryer atau
desicant dryer (menghilangkan kandungan air pada compressed air).
Alat ini sering disalah artikan dapat menyaring air yang keluar dari air
kompresor, mungkin karena lama kelamaan dalam gelas di alat ini
terdapat air, padahal air itu hasil dari tekanan udara yang terkondensasi
dalam gelas, seperti halnya air yang terjadi dalam tanki air kompresor.
Padahal alat ini sama sekali tidak dapat menyaring molekul air yang
keluar dari air kompresor, sedangkan lubricator digunakan untuk
menambah pelumas dalam udara yang keluar dari air kompresor, biasa
digunakan ketika air kompresor digunakan untuk menggerakkan unit-
unit pneumatik atau air tools, alat ini biasa terkoneksi bersama air filter
dan regulator.

27
Gambar 4.3 Air Regulator
4.2.3 Solenoid Valve
Solenoid valve pneumatik adalah katup yang digerakan oleh energi
listrik, mempunyai kumparan sebagai penggeraknya yang berfungsi
untuk menggerakan plunger yang dapat digerakan oleh arus AC
maupun DC. Solenoid valve pneumatic atau katup (valve) solenoida
mempunyai lubang keluaran, lubang masukan, lubang jebakan udara
(exhaust) dan lubang Inlet Main. Lubang Inlet Main, berfungsi sebagai
terminal / tempat udara bertekanan masuk atau suplai (service unit), lalu
lubang keluaran (Outlet Port) dan lubang masukan (Outlet Port),
berfungsi sebagai terminal atau tempat tekanan angin keluar yang
dihubungkan ke pneumatik, sedangkan lubang jebakan udara (exhaust),
berfungsi untuk mengeluarkan udara bertekanan yang terjebak saat
plunger bergerak atau pindah posisi ketika solenoid valve pneumatik
bekerja.

28
Gambar 4.4 Selenoid Valve
4.2.4 Air Silinder
Adalah aktuator atau perangkat mekanis yang menggunakan kekuatan
udara bertekanan (udara yang terkompresi) untuk menghasilkan
kekuatan dalam gerakan bolak balik piston secara linier (gerakan
keluar - masuk). Silinder pneumatik merupakan alat atau perangkat
yang sering kita jumpai pada mesin mesin industri, baik itu dalam
industri otomotif, industri kemasan, elektronik, dan berbagai industri
maupun instansi instansi yang lain. Silinder pneumatik biasa
digunakan untuk menjepit benda, mendorong mesin pemotong, penekan
mesin pengepresan, peredam getaran, pintu penyortiran, dan lain
sebagainya.

Gambar 4.5 Air silinder

29
4.2.5 Pressure Switch
Pressure Switch merupakan peralatan pengaman yang berfungsi untuk
mencegah terjadinya tekanan abnormal di separator. Baik tekanan yang
berlebihan (terlalu tinggi) maupun tekanan kurang (terlalu rendah)
dengan cara menutup aliran yang menuju Separator bila pressure untuk
gagal dalam menguntuk tekanan.

Gambar 4.6 Pressure Switch

4.3 Prinsip Kerja Pneumatik Dome Valve


Kompresor mensuplai udara ke regulator, dengan melalui air filter dan
lubricator.
Dari regulator udara langsung masuk ke solenoid valve.
Udara output dari solenoid valve terbagi ke setiap ujung silinder untuk
mendorong silinder ke posisi open/close (keluar/masuk).
Udara dari salah satu ujung silinder di salurkan ke pressure indicator dan
pressure switch, agar di ketahui seberapa besar pressure nya.
Setelah pressure nya di ketahui 0,662 Mpa berarti posisi dome valve pada
posisi close. Terlihat pada gambar di bawah ESP terdiri dari 4 field yaitu
saluran pipa yang akan menuju stack, tekanan di field 1 adalah yang paling
besar yaitu sebesar 0,072 Mpa. Dan field 2 sebesar 0,062 Mpa, field 3 dan 4
sebesar 0,14 Mpa, tekanan field akan semakin kecil dikarenakan pada field 1

30
masih banyaknya debu pada saringan pertama dan seterusnya di field 2,3,4
akan berkurang karena tahapan saringan yang sampai 4 kali.

Dome valve akan open setelah solenoid mendapat perintah dari pressure
switch.

BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Sistem Pneumatik adalah sebuah teknologi yang memanfaatkan udara
terkompresi untuk menghasilkan efek gerakan mekanis. Karena
menggunakan udara terkompresi, maka sistem pneumatik tidak dapat
dipisahkan dengan kompresor, sebuah alat yang berfungsi untuk
menghasilkan udara bertekanan tertentu.
Kompresor diaktifkan dengan cara menghidupkan penggerak mula
umumnya motor listrik. Udara akan disedot oleh kompresor kemudian
ditekan ke dalam tangki udara hingga mencapai tekanan beberapa bar.
Untuk menyalurkan udara kempa ke seluruh sistem (sirkuit pneumatik)
diperlukan unit pelayanan atau service unit yang terdiri dari penyaring
(filter), pengatur tekanan (regulator) dan pelumas (lubrikator) bagi yang
memerlukan. Service unit ini diperlukan karena udara kempa yang
diperlukan di dalam sirkuit pneumatik harus benar-benar bersih, tekanan
operasional pada umumnya hanyalah sekitar 6 bar. Selanjutnya udara

31
kempa disalurkan dengan membuka katup pada service unit, kemudian
menekan tombol katup pneumatik (katup pengarah) hingga udara kempa
masuk ke dalam tabung pneumatik (silinder pneumatik kerja tunggal) dan
akhirnya piston bergerak maju.
5.2. Saran
Sistem pneumatik memang memberi manfaat besar pada kemajuan
teknologi jaman sekarang, sistem ini memanfaatkan udara sebagai
penggeraknya ketersediaanya yang tak terbatas, udara tersedia di alam
sekitar kita. Namun salah satu sifat dari udara adalah menempati ruang oleh
karena itu diperlukan saluran udara yang tidak bocor, kebocoran dapat
menimbulkan kerugian energi. Jadi perlu selalu ada pengecekan pada
selang, sambungan anatara selang dan input output alat yang biasa menjadi
sumber kebocoran udara.

DAFTAR PUSTAKA

Halliday, Resnick, Fundamentals of Physics 8th Edition


Benny, (2015), Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Uap
http://tech.dbagus.com/cara-kerja-pembangkit-listrik-tenaga-uap

32