Anda di halaman 1dari 24

EMERGENCY DIESEL GENERATOR

LAPORAN KERJA PRAKTEK


DI
PT INDONESIA POWER UJP PANGKALAN SUSU

Oleh
FEIN ORY LENIN (5143331005)
MELISA SEMBIRING (5143331012)
RASMAWATI PADANG (5143331015)

PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2017

2
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT. INDONESIA POWER UJP PANGKALAN SUSU


LANGKAT SUMATERA UTARA
3 AGUSTUS 31 AGUSTUS 2015

DISETUJUI OLEH :

MOCHAMAD RAVI HIDAYAT HENDRA JONI


PEMBIMBING LAPANGAN MANAGER HAR

MENGETAHUI

SENTOT KRISTANTO ANDI AGUNG BAWONO


MANAGER ADM GENERAL MANAGER

3
NILAI PRAKTEK KERJA LAPANGAN

NAMA : FEIN ORY LENIN


NIM : 1220301022
Jurusan/prodi : Pendidikan Teknik Elektro
Lembaga Pendidikan : Universitas Negeri Medan

Telah melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di PT.indonesia power UJP


Pangkalan Susu mulai tanggal 10 Januari 2017 sampai dengan 2 Febuari 2017 dengan
hasil sebagai berikut :
A. Nilai praktek kerja lapangan

No. KriteriaPenilaian Nilai


1 Keaktifan dan Kedisiplinan
2 Wawasan
3 Tugas Khusus
4 Laporan
5 Tanggung Jawab

B. Penyerahan dan Pengembalian


1. Telah Menyerahkan Laporan : Ya / Tidak
2. Telah Mengembalikan Perlengkapan Safety : Ya / Tidak
3. Telah Menyerahkan Badge Acces Elektronik : Ya / Tidak

Demikianlah keterangan ini kami perbuat untuk digunakan seperlunya.

Mengetahui,

Mochamad Ravi Hidayat


Pembinbing lapangan

NAMA : MELISA SEMBIRING


NIM : 5143331012
Jurusan/prodi : Pendidikan Teknik Elektro

4
Lembaga Pendidikan : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Telah melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di PT.indonesia power UJP


Pangkalan Susu mulai tanggal 10 Januari 2017 sampai dengan 2 Febuari 2017 dengan
hasil sebagai berikut :
C. Nilai praktek kerja lapangan

No. KriteriaPenilaian Nilai


1 Keaktifan dan Kedisiplinan
2 Wawasan
3 Tugas Khusus
4 Laporan
5 Tanggung Jawab

D. Penyerahan dan Pengembalian


4. Telah Menyerahkan Laporan : Ya / Tidak
5. Telah Mengembalikan Perlengkapan Safety : Ya / Tidak
6. Telah Menyerahkan Badge Acces Elektronik : Ya / Tidak

Demikianlah keterangan ini kami perbuat untuk digunakan seperlunya.

Mengetahui,

Mochamad Ravi Hidayat


Pembinbing lapangan

NAMA : RASMAWATI PADANG


NIM : 5143331005
Jurusan/prodi : Pendidikan Teknik Elektro
Lembaga Pendidikan : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

5
Telah melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di PT.indonesia power UJP
Pangkalan Susu mulai tanggal 10 Januari 2017 sampai dengan 2 Febuari 2017 dengan
hasil sebagai berikut :
E. Nilai praktek kerja lapangan

No. KriteriaPenilaian Nilai


1 Keaktifan dan Kedisiplinan
2 Wawasan
3 Tugas Khusus
4 Laporan
5 Tanggung Jawab

F. Penyerahandan Pengembalian
7. Telah Menyerahkan Laporan : Ya / Tidak
8. Telah Mengembalikan Perlengkapan Safety : Ya / Tidak
9. Telah Menyerahkan Badge Acces Elektronik : Ya / Tidak

Demikianlah keterangan ini kami perbuat untuk digunakan seperlunya.

Mengetahui,

Mochamad Ravi Hidayat


Pembinbing lapangan

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan atas kehadirat TUHAN YANG MAHA ESA. Atas
segala limpahan berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan kerja praktek
dan dapat menyusun laporan pelaksanaan kerja praktek dengan judul EMERGENCY
DIESEL GENERATOR di PT Indonesia Power Unit Jasa Pembangkitan Pangkalan Susu.
Laporan ini diSusun sebagai hasil akhir kerja praktek yang dilaksanakan mulai tanggal 10
Januari 2017 sampai dengan 2 Febuari 2017.

6
Laporan Kerja Praktek ini diSusun sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi
untuk menyelesaikan Program Studi S1 pada Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Universitas
Negeri Medan. Melalui kerja praktek ini penulis dapat melihat langsung dunia kerja.
Selama proses pelaksanaan Kerja Praktek, penulis banyak mendapatkan bantuan dan
dukungan dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan
terimakasih kepada yang telah membantu pelaksanaan dan penyusunan Laporan Kerja
Praktek ini, khususnya kepada :
1. Bapak Baharuddin Ketua Jurusan Teknik Teknik Elektro.
2. Bapak Muhammad Amin sebagai Dosen Pembimbing Laporan yang telah
memberikan bimbingan dan masukan dalam penyusunan laporan ini.
3. Bapak Fardin Hasibuan sebagai General Manager PT Indonesia Power UJP
Pangkalan Susu.
4. Bapak Sentot Kristanto sebagai Manager Administrasi PT Indonesia Power UJP
Pangkalan Susu.
5. Bapak Iwan Setiono sebagai Manager Enjiniring PT Indonesia Power UJP
Pangkalan Susu.
6. Bapak Abubakar Siddiq sebagai Manager Operasi PT Indonesia Power UJP
Pangkalan Susu.
7. Bapak Andi Agung sebagai Manager Pemeliharaan PT Indonesia Power UJP
Pangkalan Susu.
8. Bapak Reo Yanuar Hadi Sebagai Ahli Madya Enjiniring Kontrol Insturmen di PT
Indonesia Power UJP Pangkalan Susu.
9. Bapak Mochamad Ravi Hidayat Sebagai Supervisor Pemeliharaan Kontrol
Instrumen sekaligus pembimbing kerja praktek saya di PT Indonesia Power UJP
Pangkalan Susu.
10. Bapak Heri Priagusno selaku Supervisor Pemeliharaan Listrik di PT Indonesia
Power UJP Pangkalan Susu.
11. Bapak Prima Radiansyah & Bapak Benna Randy Santana selaku teknisi senior
kontrol instrument yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat buat penulis
selama di PT Indonesia Power UJP Pangkalan Susu.
12. Bapak Benny Hartono Sihombing & Syamsul Anwar Selaku Teknisi senior di PT
Indonesia Power UJP Pangkalan Susu.

7
13. Bapak Govin Hasiando Marpaung, Oktarino Simbolon & Petrus Canisius Adi Putra
selaku Teknisi Kontrol dan Instrumen di PT Indonesia Power UJP Pangkalan Susu
yang telah memberikan banyak ilmu yang bermanfaat dan yang selalu menemani
penulis dengan suasan sehari-hari penuh canda tawa selama kerja praktek ini.
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu
penyusun dan mohon maaf atas segala kesalahan yang pernah dilakukan selama
mengikuti Kerja Praktek ini baik disengaja atau tidak disengaja.
Penulis menyadari bahwa penyusunan ini laporan ini masih banyak kekurangan.
Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik membangun untuk
menyempurnakan laporan selanjutnya yang akan dihadapi dimasa yang akan datang.
Akhir kata, semoga laporan ini dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi penulis dan
bagi pembaca pada umumnya.

Pangkalan Susu, Agustus 2015

Suwandi Saputa
NIM. 1220301022

DAFTAR ISI

8
DAFTAR GAMBAR

9
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan masalah

1
1.3 Batasan Masalah

1.4 Maksud dan Tujuan Kerja Praktek


Kerja praktek ini merupakan salah satu mata kuliah wajib yang ada di
kurikulum akademik Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri
Medan. Maksud dan tujuan pelaksanaan kerja praktek ini adalah untuk
memenuhi syarat untuk meraih gelar Sarjana Pendidikan, di Jurusan
Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Medan.
Secara khusus tujuan kerja praktek ini adalah :

1. Bagi Mahasiswa
a. Untuk memperoleh pengalaman secara langsung penerapan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang didapat dalam dunia pendidikan pada
dunia industri.
b. Untuk melatih kemampuan analisa permasalahan yang ada di lapangan
berdasarkan teori yang telah diperoleh.
c. Untuk menambah wawasan tentang dunia kerja sehingga nantinya
ketika terjun ke dunia kerja dapat menyesuaikan diri dengan cepat.
2 . Bagi institusi pendidikan
a. Menjalin kerjasama antara perguruan tinggi dengan dunia industri.
b. Mendapatkan bahan masukan tentang sistem pengajaran yang lebih
sesuai dengan lingkungan kerja.

2
c. Untuk meningkatkan kualitas dan pengalaman lulusan yang
dihasilkan.
3 . Bagi perusahaan
a. Membina hubungan baik dengan pihak institusi perguruan tinggi dan
mahasiswa.
b. Untuk merealisasikan partisipasi dunia usaha terhadap pengembangan
dunia pendidikan.

Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan kerja praktek ini adalah :

1.5 Metodologi Penulisan


Metode yang digunakan dalam Kerja Praktik ini dibagi ke dalam
beberapa rangkaian kegiatan, yaitu :
1. Orientasi
Orientasi bertujuan untuk mengenal, mengetahui dan mempelajari
kegiatan yang terdapat pada bagian atau departemen yang dikunjungi
selama Kerja Praktik.
2. Observasi (pengamatan) Pokok Bahasan
Obsevasi atau pengamatan terhadap pokok bahasan bertujuan agar
mahasiswa dapat melihat dan menemukan suatu permasalahan yang
terdapat pada bagian atau instansi yang dikunjungi selama Kerja Praktik
sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki.
Bidang-bidang yang menjadi pengamatan atau observasi dalam kegiatan ini
adalah :
a. Sistem pembakakaran dan penangannan gas buang yang ada di instansi.
b. Teknologi peralatan-peralatan yang digunakan.

3
Selanjutnya data yang didapat akan diolah menjadi laporan sesuai dengan
bidang masing-masing peserta Kerja Praktik.
c. Konsultasi dan Diskusi
Konsultasi ini dapat dilakukan dengan dosen pembimbing dan
pembimbing dilapangan. Sedangkan diskusi dapat dilakukan dengan para
teknisi dan rekan-rekan kuliah atau rekan-rekan selama sesama peserta
Kerja Praktik. Kegiatan ini akan memberikan masukan yang berguna
dalam menyelesaikan dan menyempurnakan laporan Kerja Praktik.
d. Studi Pustaka
Berupa pengumpulan literatur dan pendapat para ahli sebagai data
pelengkap.

1.6 Sistematika Penulisan


Dalam penulisan laporan kerja praktek ini, penulis membagi dalam 5 bab,
yaitu :
BAB I : Pendahuluan
Bab ini membahas tentang latar belakang penulisan, maksud dan tujuan
kerja praktek, waktu dan tempat pelaksaaan kerja praktek, batasan masalah,
metode pengumpulan data, dan sistematika penulisan.

BAB II : Profil PT Indonesia Power


Bab ini membahas tentang sejarah dan perkembangan PT Indonesia
Power Unit Jasa Pembangkitan Pangkalan Susu, visi, misi, motto dan tujuh
nilai perusahaan PT Indonesia Power (IPHAPPPI), makna, bentuk, warna
logo dan lokasi perusahaan serta bagan Susunan jabatan pada Unit Jasa
Pembangkitan PLTU Pangklan Susu.

BAB III : Dasar Teori


Teori-teori yang digunakan dalam menyelesaikan laporan ini akan
dibahas dalam bab ini.

BAB IV : Analisa & Pembahasan

BAB V : Penutup

4
Bab ini berisi kesimpulan dan saran penulis terhadap materi yang
penulis tuliskan dalam laporan ini.

Daftar Pustaka
Berisi buku acuan yang digunakan dalam penulisan laporan kerja
praktek ini.

BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Sejarah singkat PT Indonesia Power


Sebagai Perusahaan yang bergerak di pembangkitan tenaga listrik serta
jasa operasi dan pemeliharaan pembangkit, PT Indonesia Power memegang peran
penting dalam kelistrikan di Indoneia sejak dibentuknya pada tanggal 3 Oktober
1995.
Dengan berawal pada pengolahan pembangkit listrik di Jawa Bali, saat
ini Indoneia Power telah melakukan pengembangan bisnis jasa operasi
pemeliharaan di seluruh Indonesia baik melalui pengelola sendiri, melalui anak
perusahaan, maupun melalui usaha patungan.
PT Indonesia Power mengelola 5 unit pembangkitan (UP), yaitu UP
Suralaya, UP Semarang, UP Perak Grati, UP Saguling, Dan Mrica, 1 Unit jasa
pemeliharaan (UJH), 6 unit Jasa Pembangkitan (UJP), yaitu UJP Banten 1
Suralaya, UJP Banten 2 Labuan, UJP Pangkalan Susu, serta 3 Unit pembankitan
dan jasa pembangkitan (UPJP), yaitu UPJP Priok, UPJP Bali dan UPJP
Kamojang.
Untuk memastikan seluruh proses yang ada di perusaahan
terkelola deng
dengan baik dan sesuai prinsip Eika bisnis yang sehat, PT Indonesia Power telah
mengimplementasikan integrated managemen Sistem yang mencakup ISO 9001,
ISO 14001, OHAS 18001, ISO 28000, SMK3, SMP, PAS 55 dan kriteria

5
baldrige, yang dievaluasi setiap tahun melalui Audit internal dan eksternal untuk
perbaikan kinerja perusahaan.

2.2 Profil PT Indonesia Power UJP Pangkalan Susu


PLTU Pangkalan Susu dibangun diatas area seluas 105 Ha, berlokasi di
desa tanjung pasir kecamatan Pangkalan Susu kabupaten langkat Propinsi
Sumatera Utara. Sekitar 120 Km dari Medan, PLTU Pangkalan Susu satu dari
Proyek Percepatan Diversifikasi Energi (PPDE) tahap 1 terutama untuk wilayah
Sumatera bagian Utara, produksi Energy listrik disalurkan melalui transmisi 275
Kv dari unit pembangit ke Gardu Induk Binjai dan interkoneksi dengan sistem
150 Kv Sumatera bagian Utara di Gardu Induk Binjai.
PLTU Pangkalan Susu dengan daya terpasang 2x200 MW.
Direncanakan COD PLTU Pangkalan Susu pada 15 Februari untuk unit 2
dan 15 April 2014 untuk unit 1.
Peralatan utama PLTU Pangkalan Susu khususnya turbin dan generator
dipasok oleh pabrikan Tiongkok, Beijing Beizhong dengan kontraktor Guandong
Power Engineering Corporation (GPEC), speksifikasi Boiler untuk suplai
batubaranya 4200 kcal/kg, temperature uap 540 C & tekanannya 13,43 MPa,
sedangkan turbin bekerja pada temperature uap 535 C dan tekanannya 12,75 Mpa
beroperasi pada netto 200 MW.

6
Gambar 2.1. Informasi PLTU Pangkalan Susu

2.3 Visi, Misi, Motto & Building Block Indonesia Power Way
2.3.1 Visi :
Menjadi perusahaan energi terpercaya yang tumbuh berkelanjutan.
2.3.2 Misi :
Menyelenggarakan bisnis pembangkitan tenaga listrik dan jasa terkait
yang bersahabat dengan lingkungan.
2.3.3 Building Block Indonesia Power Way

a. Moto
Trust Us For Power Excellent

7
b. Tujuan
Terdepan dalam penyediaan energi listrik berbagai jenis pembangkit
dengan kinerja excellent melalui proses prima oleh SDM profesional yang
menjamin terwujudnya long run sustainable company
c. The Way We Do Business
1. Leadership Excellence
2. Business Process Excellent
3. People Excellence
4. Learning Organization
5. Customer & supplier Relationship
6. Stakeholder & Social responsibility
d. The Way We Act
1. Proaktif & pantang menyerah
2. saling percaya & bekerja sama
3. Fokus pada perbaikan proses & hasil
4. Fokus pada pelanggan
5. Mengutamakan Safety & Green
e. The Way We Think
Tujuh Nilai Perusahaan PT INDONESIA POWER (IP-HaPPPI).
a. Integritas.
Sikap moral yang mewujudkan tekad untuk memberikan yang terbaik
kepada perusahaan.
b. Profesional.
Menguasai pengetahuan, keterampilan, dan kode etik sesuai bidang.
c. Harmoni.
Serasi, Selarat, Seimbang dalam :
Pengembangan kualitas pribadi.
Hubungan dengan stakeholder (pihak terkait)
Hubungan dengan lingkungan hidup.
d. Pelayanan prima.
Memberikan pelayanan yang memenuhi kepuasan melebihi harapan
stakeholder.
e. Peduli.
Peka tanggap dan bertindak untuk melayani stakeholder serta memelihara
lingkungan sekitar.

8
f. Pembelajar.
Terus menerus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta kualitas
diri yang mencakup fisik, mental, sosial, agama dan kemudian berbagai
dengan orang lain.
g. Inovatif.
Terus menerus dan berkesinambungan menghasilkan gagasan baru
dalam usaha melakukan pembaharuan untuk penyempurnaan baik proses
maupun produk dengan tujuan peningkatan kerja.

2.4 Makna Bentuk dan Warna Logo


Logo mencerminkan identitas dari PT Indonesia Power sebagai Power
Untility Company terbesar di indonesia.

Gambar 2.2. Logo PT Indonesia Power


2.4.1 Bentuk
a. Kerena nama yang kuat, Indonesia ditampilkan dengan menggunakan
jenis huruf yang tegas dan kuat, FUTURA BOOK/REGULER dan
FUTURA BOLD.
b. Aplikasi kilatan petir pada huruf O melambangkan TENAGA
LISTRIK yang merupakan lingkup usaha utama perusahaan.
c. Titik/bulatan merah (Red Dot) diujung kilatan petir merupakan simbol
perusahaan yang telah digunakan sejak masih bernama PLN PJB . titik
ini merupakan simbol yang digunakan sebagian besar materi komunikasi
perusahaan dengan sombol kecil ini, diharapkan identitas perusahaan
dapat langsung terwakili.
2.4.2 Warna.
a. Merah.
Di aplikasikan pada kata Indonesia, menunjukan identitas yang
kuat dan kokoh sebagai pemilik seluruh sumberdaya untuk memproduksi
tenaga listrik guna dimanfaatkan di Indonesia, dan juga di luar negeri.
b. Biru.

9
Diaplikasikan pada power, dasar warna biru mengambarkan sifat
pintar dan bijaksana, dengan diaplikasikan pada kata power maka warna
ini menunjukan produk tenaga listrik yang dihasilkan perusahaan
memiliki ciri:

2.5 Lokasi Perusahaan


PT Indonesia Power UJP Pangkalan Susu Pembangkitan Sumatera
Bagian Utara berlokasi di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Pangkalan Susu,
Kabupaten Langkat, Propinsi Sumatera Utara. Sekitar 120 km dari Medan (3
jam dari bandara terdekat - KNIA Medan). dibangun diatas area seluas 105
Ha, berkapasitas 2 x 220 MW.

Desa
Tanjung
Pasir

Kecamat
an
Pangkala
n Susu

PLTU Pangkalan Susu Kabupat


dibangun diatas
area seluas 105 Ha,enberlokasi di Desa
LangkatPangkalan
Tanjung Pasir, Kecamatan
Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera
Utara. Sekitar 120 kmSumater
dari Medan (3
a Utara
jam dari bandara terdekat - KNIA Medan).
Gambar 2.3. Lokasi PLTU Pangkalan Susu.

10
Gambar 2.4. Layout PLTU Pangkalan Susu

2.6 Struktur Organisasi Perusahaan


PT Indonesia Power Unit Jasa Pembangkitan Pangkalan Susu, secara
structural puncak pimpinannya dipegang oleh seorang General Manager yang
dibantu oleh Manager Operasi, Manager Pemeliharaan, Manager Enjiniring,
Manager Administrasi. Secara lengkap struktur organisasinya, diperlihatkan
pada bagan di bawah ini.

General
Manager

Manager operasi Manager


Pemeliharaan Ahli tata kelola Manager Enjineering Manager Administrasi
pembangkitan

Supervisor senior
Supervisor senior Supervisor senior Supervisor senior
Perencanaan &Pengendalian
Perencanaan Kinerja & SDM &
Operasi
Pengendalian Kesetariatan
Ahli muda perencanaan & Ahli muda
Pemeliharaan &
evaluasi operasi kinerja Unit Ahli muda
Inventori
Ahli muda Ahli muda Pengembanga
Ahli muda kinerja Operasi
perencanaan & SMT, KM & n SDM
Supervisor senior Operasi AD evaluasi Kinerja Ahli muda
Supervisor Operasi Unit 1 Pemeliharaan Ahli muda Kesetariatan &
Ahli muda fasilitas
Inventori Sistem Ahli muda
Operator senior C.Room U1
kontrol informasi kinerja Unit
Supervisor Operasi Unit 2 Supervisor Condition based
senior maintenance & Supervisor senior
Operator senior C.Room U2 Reliability
Supervisor Keuangan
Supervisor Operasi Unit Alat Bantu Pemeliharaan Ahli muda Ahli muda
Mesin *Ahli madya enjineering akuntasi &
Teknisi senior mesin Predictive
Operator senior Alat Bantu (A-D) boiler & Auxiliary Perpajakan
turbin & Auxilary Maintenance
Ahli
*Ahlimuda
madya enjineering
Teknisi senior mesin Supervisor senior
Reliability
turbin & Auxiliary
boiler & Auxilary Logistik
Supervisor senior Coal & Ash *Ahli madya enjineering
Handling Teknisi senior mesin kontrol instrumen pelaksana
Supervisor coal & ash BOP& Bengkel *Ahli madya enjineering senior
Handling Supervisor Pemeliharaan listrik pengadaan
Supervisor senior K3, Kimia & Listrik *Ahli madya Enjineering
Lingkungan coal & Ash Handling Supervisor Gudang
Teknisi senior listrik
*Ahli madya enjineering 11
Balance of Plant
*Ahli madya enjineering
pengendalian kontrak
*Ahli madya enjineering
manajemen Resiko
Ahli muda K3 &
Supervisor Pemeliharaan
lingkungan
Kontrol & instrumen

Ahli muda Kimia


Gambar 2.5. Struktur Organisasi
Teknisi senior KontrolPT
& Indonesia Power UJP Pangkalan Susu
instrumen

2.7 Tugas Pokok Organisasi


1. Tugas pokok bagian operasi adalah sebagai berikut :
a. Merencanakan, memonitor dan mengendalkan Rencana Kerja dan
Anggaran Bagian operasi tahunan dan jangka panjang,
b. Menyusun dan mengembangkan sistem prosedur tata kelola
manajemen asset dan basic communication antara asset owner, asset
manager dan asset operator terkait pengoperasian pembangkit,
instalasi pelabuhan, instalasi bahan bakar, instalasi abu, instalasi alat
berat, laboratorium PLTU, K3 dan lingkungan,
c. Mengelola sumber daya dan biaya operasi pada bagian operasi secara
efektif dan efisien,
d. Menyusun kebutuhan dan mengelola inventori (kualitas dan kuantitas)
energi primer,
e. Merencanakan, menyusun jadwal dan mengendalikan kegiatan
pengoperasian pembangkit, instalasi bahan bakar, instalasi abu,
instalasi pelabuhan, instalasi alat berat dan laboratorium PLTU untuk
menjamin pencapaian standar dan peningkatan keandalan dan efisiensi
bagian operasi.
f. Mengelola, memonitor dan mengendailkan eksekusi pengoperasian
pembangkit, instalasi bahan bakar dan instalasi abu coal dan ash
handling.
g. Merencanakan, mengidentifikasi, memonitor dan mengendalikan
kegiatan K3 dan lingkungan di unit bisnis
h. Merencanakan, memonitor dan mengendalikan kegiatan analisis kimia,
Pemantauan dan Pengelolaan kualitas lingkungan dan laboratorium
unit pembangkit,
i. Membina kompetensi pengoperasian pembangkit, instalasi bahan
bakar, instalasi abu, instalasi peiabuhan, aiat berat dan laboratorium
PLTU,
j. Mengelola resiko dan K3 bagian operasi
k. Melaksanakan rekomendasi kegiatan task execution (continuous
improvmen) bagian operasi,
l. Tugas-tugas lain yang diatur dalam perjanjian induk antara PT PLN
(persero) dengan perusahaan termasuk addendum.
m.
2. Tugas pokok Bagian Pemeliharaan adalah sebagali berikut :

12
a. Merencanakan, memonitor dan mengendalkan Rencana Kerja dan
Anggaran Bagian Pemeliharaan tahunan dan jangka panjang
b. Menyusun dan mengembangkan sistem prosedur tata kelola
manajemen aset dan basic communication antara asset owner, asset
manager, dan asset operator terkait kegiatan pemeliharaan peralatan
pembangkit, inslatasi pelabuhan, instalasi bahan bakar, instalasi abu,
alat berat, bengkel dan sipil;
c. Mengelola sumber daya dan biaya pada bagian pemeliharaan secara
efektif dan efisien;
d. Merencanakan menyusun jadwal, menganalisa kebutuhan dan
mengendalikan kegiatan pemeliharaan mesin-mesin pembangkit
instalasi bahan bakar dan instalasi abu (coal dan ash handling),
instalasi pelabuhan, alat berat, bengkel dan sipil untuk menjamin
pencapaian standar dan peningkatan keandalan dan efisiensi bagian
pemeilharaan,
e. Merencanakan dan menganalisa penyiapan kebutuhan pemeliharaan
outage secara optimal,
f. Mengembangkan data base inventori, daftar riwayat dan realisasi
Pemeliharaan unit Pembangkit;
g. Merencanakan, memonitor dan mengendalikan rencana stock/material
cadang, kebutuhan pengadaan material, yang paling ekonomis dengan
menerapkan sistem inventori untuk dan manajemen material secara
baik,
h. Membuat laporan mengenai hasil inspeksi unit pembangkit, realisasi
fisik program pemeliharaan, serta realisasi pemakaian anggaran
pemeliharaan dan investasi untuk di jadikan bahan evaluasi bagi
peningkatan kualitas pemeliharaan dan optimalisasi biaya
pemeliharaan pada tahun-tahun mendatang,
i. Membina kompetensi sumber daya manusia bagian pemeliharaan,
j. Mengelola resiko dan K3L bagian pemeliharaan,
k. Melaksanakan rekomendasi kegiatan task execution (continuous
improvmen) bagian pemeliharaan,
l. Tugas-tugas lain yang diatur dalam perjanjian induk antara PT PLN
(Persero) dengan perusahaan temasuk addendum.

3. Tugas pokok Bagian Pemeliharaan adalah sebagai berikut :


a. Merencanakan, memonitor dan mengendalikan Rencana Kerja dan
Anggaran Unit Bisnis dan Bagian Enginering,
b. Menyusun dan mengembangkan sistem prosedur tata kelola
manajemen asset dan basic communication antara asset owner, asset
manager, dan asset operator terkait kegiatan enginering pembangkit,
c. Mengelola kegiatan rebility management dan efficiency management,

13
d. Mengelola sumber daya utuk kegiatan reliabilty yang meliputi
1. Audit (assessment) dan prioritas pemeliharaan peralatan unit
pembangkit (MPI dan SERP),
2. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA),
3. Root Cause Failure Analysis (RCFA)
4. Failure Defense Task (FDT),
5. Task Execution
e. Merekomendasikan kegiatan Task Execution (Continuous
Improvement) beserta KPI-nya serta melakukan evaluasi
implementasinya, meliputi :
1. Perbaikan dan perbaikan berkelanjutan sistem Prosedur dan
Instruksi Kerja Pengeloaan Jasa O&M
2. Perubahan desain dari peralatan dan proses produksi
3. Perubahan task preventive maintenance, task predictive dan
proactive maintenance.
4. Perbaikan kuailtas dan kuantitas ketersediaan material kegiatan
O&M
5. Overhaul cycle extention Peralatan Pembangkit
6. Life extention Peralatan pembangkit, termasuk analisis Cost
Benefit.
f. Mengelola kegiatan update data pemeliharaan peralatan pembangkitan
untuk keperluan analisa keandalan peralatan iebih lanjut,
g. Mengelola kegiatan Condition Based Maintenance Peralatan utama,
mengevaiuasi dan membuat Work Package program pemeliharaan
serta memberikan rekomendasi:
h. Melaksanakan kajian dan pelayanan teknis enginering penyelesaian
masalah pembangkit,
i. Merencanakan, menganalisa dan mengevaluasi penyiapan
kebutuhan sistem informasi guna memenuhi kebutuhan sistem
informasi manajemen yang tepat, akurat serta real time sehingga
menunjang kebutuhan informasi dalam pengamblian keputusan serta
pemantauan kinerja unit pembangkitan,
j. Mengelola kontrak bisnis jasa O & M,
k. Mengawasi mutu barang dan jasa unit bisnis,
l. Mengelola kegiatan monitoring, evaiuasi dan pelaporan kinerja serta
kondisi pembangkit,
m. Mengelola sistem manajemen terpadu unit bisnis,
n. Membina dan mengelola knowledge management dan inovasi di unit
bisnis,
o. Mengkoordinir kegiatan kajian dan pengelolaan resiko unit bisnis,
Membina kompetensi enginering,
p. Mengelola risiko dan K3L dibagian enginering,

14
q. Tugas-tugas lain yang diatur dalam perjanjian induk antara PT PLN
(PerSero) dengan perusahaan termasuk addendum.

4. Tugas pokok bagian administrasi adalah sebagai berikut :


a. Merencanakan, memonitor dan mengendalikan Rencana Kerja dan
Anggaran Bagian Administrasi,
b. Melaksanakan analisis Organisasi dan Perencanaan SDM tahunan dan
pengadaan tenaga kerja,
c. Menyusun dan mengembangkan sistem Prosedur dan basic
communication antara asset owner, asset manager, dan asset operator
terkait kegiatan bagian administrasi,
d. Menyusun dan mengelola perencanaan suksesi dan pengembangan
kompetensi pegawai,
e. Mengelola administrasi dan biaya kepegawaian serta biaya
administrasi unit bisnis,
f. Mengelola internalisasi budaya perusahaan dan kepatuhan terhadap
kode etik dan Code Of Conduct GCG Perusahaan;
g. Mengelola kegiatan hubungan industrial, kesekretariatan, fasilitas dan
perijinan di unit bisnis,
h. Mengkoordinir penyusunan, melakukan monitoring dan evaluasi
Pencapaian Target Kinerja (Key Performance Indicators) pegawai,
i. Mengelola dan menganalisa anggaran, keuangan dan perpajakan unit
bisnis;
j. Mengelola transaksi keuangan dan menyusun laporan keuangan,
k. Menyusun rencana dan kegiatan pengadaan barang dan jasa unit bisnis
serta pengembangan data base pengadaan;
l. Menyelenggarakan kegiatan pergudangan serta material handling-nya
untuk semua material milik unit bisnis,
m. Berkoordinasi dengan asset manager dalam mengelola kegiatan
administrasi unit bisnis,
n. Mengelola resiko dan kegiatan K3L bagian administrasi,
o. Tugas-tugas lain yang diatur dalam perjanjian induk antara PT PLN
(Persero) dengan Perusahaan termasuk addendum

Bab 3
5.2. Saran

15
Selama melaksanakan praktek kerja lapangan industri kurang lebih 4
minggu di PLTU Pangkalan Susu penulis mendapatkan banyak
pengalaman dan pengetahuan baru, maka demi kemajuan bersama
penulis ingin menyampaikan beberapa saran sebagai berikut :
1. Untuk dapat mengetahui dan mengamati dengan cepat dan akurat
proses yang terjadi dilapangan, diperlukan akses data-data dan sumber
informasi, sehingga akan menghasilkan sistem operasi yang tepat.
2. Untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat, perlu dilakukan
pengecekan pada alat yang digunakan pada unit desalinasi, sehingga
tidak terjadi kekeliruan yang tidak diinginkan.

DAFTAR PUSTAKA
http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/2286324-cara-kerja-pltu-
batubara/#ixzz1wfoM55lS
Nur Ahmad Widodo. "Sistem Proteksi Suhu Pada Boiler Di Pltu 1 Jatim Pacitan".
20 Maret 2015.
Dharmes Agus tantiyono, Boiler Fundamental PLTU PAITON 7&8, 2009

16