Anda di halaman 1dari 10

A.

IDENTITAS DIRI
Nama : Umi apriana sari
NPM : 15320022
Prodi : Pendidikan Biologi
Kelas : Biologi A
Mata Kuliah : Telaah Biologi SMP
Materi : Kelangsungan Hidup Organisme
Dosen Pengampu : Dr. Mufahroyin M.Ta dan Agil Lepiyanto ,M.Pd

B.Pengantar
Assalamualaikum, wr wb.
Puji syukur saya ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan
Rahmat, Taufik, Hidayah serta kekuatan kepada saya sampai saat ini,
sehingga saya dapat menyelesaikan jurnal mata kuliah Telaah Biologi SMP.
Penyusunan ringkasan materi ini adalah sebagai bukti bahwa saya
telah menyelesaikan tugas ringkasan materi Telaah Biologi SMP yang diampu
oleh bapak Dr. Mufahroyin M.Ta dan bapak Agil Lepiyanto ,M.Pd.
Saya menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam
penyusunan jurnal ini. Dan saya mengharapkan semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi para pembaca umumnya dan bagi saya.

Wassalamualaikum wr.wb

Metro, Desember 2016

Umi apriana sari

C.Substansi Kajian
a. Adaptasi
b. Seleksi Alam
c. Perkembangbiakan
D.Review Pembelajaran
a. Adaptasi
Adaptasi adalah cara bagaimana organisme mengatasi tekanan lingkungan
sekitarnya untuk bertahan hidup. Adapun adaptasi juga dapat diartikan sebagai cara
makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidup dimana mereka
tinggal. Adaptasi ini diperlukan oleh makhluk hidup dibumi, karena setiap lingkungan
dibumi memiliki karakteristik sendiri. Organisme yang mampu beradaptasi terhadap
lingkungannya mampu untuk:
Memperoleh air, udara dan nutrisi (makanan).
Mengatasi kondisi fisik lingkungan seperti temperatur, cahaya dan
panas.
Mempertahankan hidup dari musuh alaminya.
Bereproduksi.
Merespon perubahan yang terjadi di sekitarnya.
Organisme yang mampu beradaptasi akan bertahan hidup, sedangkan
yang tidak mampu beradaptasi akan menghadapi kepunahan atau
kelangkaan jenis.

Macam-Macam Adaptasi

Adaptasi terdiri dari tiga macam, antara lain :


1. Adaptasi Morfologi
Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk tubuh makhluk hidup atau alat-
alat tubuh makhluk hidup terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Pada adaptasi
ini biasanya bentuk penyesuaian bentuk tubuhnya seperti pada bentuk paruh,
bentuk kaki, maupun bentuk seluruh tubuh secara keseluruhan. Adaptasi pada
bentuk tubuh ini berfungsi untuk menyesuaikan bentuk tubuhnya dengan cara ia
mendapatkan makanan dan menyesuaikan bentuk tubuhnya dengan bagaimana
ia tinggal di tempat tersebut. Adaptasi Morfologi dapat dilihat dengan jelas.

Contoh adaptasi Morfologi pada Manusia


Kulit manusia akan menghitam jika berada di tempat panas.
Rambut-rambut halus yang berada di kulit manusia akan berdiri jika suhu
udara rendah.
Rambut manusia akan beruban jika sudah lansia.

Contoh adaptasi Morfologi pada Hewan


Bebek mempunyai selaput pada kakinya karena dia mencari makan di
tempat yang berair.
Burung pelikan mempunyai paruh yang berkantung agar dia bisa
membawa makanan untuk anaknya.
Harimau mempuinyai taring agar mudah merobek mangsanya.

2. Adaptasi Fisiologi
Adaptasi Fisiologi adalah penyesuaian fungsi alat tubuh suatu makhluk hidup
terhadap keadaan lingkungannya. Adaptasi ini tidak dapat dilihat langsung oleh
mata. Karena pada adaptasi fisiologi menyangkut tentang fungsi organ-organ
bagian dalam tubuh makhluk hidup dengan lingkungannya. Adaptasi fisiologi ada
yang bersifat reversibel atau dapat kembali kekondisi awal. Contohnya, jika
seseorang yang biasa hidup di daerah pantai berpindah ke daerah pegunungan
yang tinggi. Maka akan terjadi perubahan fisiologi, yaitu meningkatnya jumlah
butuir-butir sel darah merah (eritrosit). Namun, jika orang tersebut kembali ke
dataran, maka secara perlahan jumlah eritrosit akan turun atau normal seperti
semula.

Contoh adaptasi Fisiologi pada Manusia :


Jumlah sel darah merah orang yang hidup di daerah pantai lebih sedikit
dibandingkan orang yang tinggal di daerah pegunungan. Hal ini disebabkan
karena tekanan parsial oksigen di daerah pantai lebih besar dibandingkan
daerah pegunungan. Jika tekanan parsial oksigen rendah, maka dibutuhkan
lebih banyak sel darah merah untuk mengikat oksigen.
Ukuran jantung para atlet rata-rata lebih besar dari pada ukuran jantung orang
kebanyakan.
Saat kita mengeluarkan keringat ketika kepanasan. Dengan keluarnya
keringat, tubuh akan dingin karena panas tubuh diambil untuk menguapkan
keringat di permukaan tubuh kita
Pada saat udara dingin, orang cenderung lebih banyak mengeluarkan urine.
Mata manusia dapat menyesuaikan dengan intensitas cahaya yang
diterimanya. Ketika di tempat gelap, maka pupil kita akan membuka lebar.
Sebaliknya di tempat yang terang, pupil kita akan menyempit. Melebar atau
menyempitnya pupil mata adalah upaya untuk mengatur intensitas cahaya.

Contoh adaptasi Fisiologi pada Hewan :


Hewan ruminansia, misalnya sapi, kambing, kerbau. Makanan hewan tersebut
adalah rumput-rumputan, di dalam saluran pencernaannya terdapat enzim
selulase, enzim ini berfungsi untuk mencerna selulose yang menyusun
dinding sel tumbuhan, dengan enzim selulase maka makanan menjadi lebih
mudah dicerna.
Kucing, apabila hewan ini berteduh kadar metabolisme badan kucing tersebut
akan direndahkan supaya kadar kehilangan air di dalam badan berkurang.
Musang juga beradaptasi dengan cara menyemburkan cairan untuk
mengelakkan dirinya daripada musuh. Kelenjar bau yang dimiliki oleh
musang tersebut membuat musuh tidak kuat dan pergi karena baunya
Teredo navalis, adalah mollusca yang biasa hidup pada kayu galangan kapal,
kayu tiang-tiang pelabuhan. Mollusca ini dapat merusak kayu karena
makanannya berupa kayu. Di dalam saluran pencernaan Teredo terdapat
enzim selulase untuk membantu menguraikan selulose yang ada pada kayu
yang menjadi makanannya.
Berdasarkan jenis makanannya, hewan dapat dibedakan menjadi karnivor
(pemakan daging). herbivor (pemakan tumbuhan), serta omnivor (pemakan
daging dan tumbuhan). Penyesuaian hewan-hewan tersebut terhadap jenis
makanannya. antara lain terdapat pada ukuran (panjang) usus dan enzim
pencernaan yang berbeda. Untuk mencerna tumbuhan yang umumnya
mempunyai sel-sel berdinding sel keras, rata-rata usus herbivor lebih panjang
daripada usus karnivor.
Ikan yang hidup di laut lebih sedikit mengeluarkan urin dibandingkan dengan
ikan yang hidup di air tawar. Air laut lebih banyak mengandung garam. Kadar
garam yang tinggi juga menyebabkan cairan tubuh keluar terus menerus.
Garam juga masuk ke dalam tubuh dan harus dikeluarkan. Untuk
menyesuaikan diri, ikan banyak meminum air laut dan sedikit mengeluarkan
urin. Ikan yang hidup di air tawar, sedikit minum air dan banyak
mengeluarkan urine dan menggunakan insangnya secara aktif untuk
mengikat garam yang terlarut dalam air supaya ikan tidak kelebihan air atau
kembung.
Hewan onta yang punya kantung air di punuknya untuk menyimpan air agar
tahan tidak minum di padang pasir dalam jangka waktu yang lama.
Burung hantu memiliki penglihatan dan pendengaran yang sangat tajam yang
memungkinkannya untuk dapat melihat di malam hari
Anjing laut yang memiliki lapisan lemak yang tebal untuk bertahan di daerah
dingin dengan menahan panas tubuh tetap tertahan.

Contoh adaptasi Fisiologi pada Tumbuhan :


Bau yang khas pada bunga dapat mengundang datangnya serangga untuk
membantu penyerbukan. Bunga jenis ini menghasilkan madu atau nectar,
dan serbuk sarinya mudah melekat.
Bunga Bromelia Merah dan beberapa jenis Anggrek mampu menarik
perhatian serangga penghisap madu, terutama lebah. Bunga ini
menghasilkan aroma yang dapat menarik serangga untuk mendekatinya.
Aroma bunga merupakan sinyal bagi serangga untuk menentukan bunga
yang memiliki kandungan nektar. Secara tidak sengaja, saat serangga
menghisap nektar bunga, banyak serbuk sari yang menempel di tubuhnya.
Kemudian, ketika mengunjungi bunga lain, serbuk sari akan jatuh pada
kepala putik. Saat itulah penyerbukan terjadi.
Semak azela di Jepang, Ilalang, Pohon Akasia, dan dapat mengeluarkan zat
yang bersifat racun bagi hewan herbivora. Oleh karena itu, hewan herbivora
jadi enggan untuk mendekat, apalagi memakannya. Namun, ternyata zat
racun itu juga berdampak pada terhambatnya pertumbuhan, bahkan
kematian pada tumbuhan lain yang ada di sekitarnya. Pohon Mahoni juga
menghasilkan zat racun. Tujuan Pohon Mahoni mengeluarkan zat racun
adalah untuk mengurangi persaingan dengan tumbuhan lain dalam hal
memperoleh Nutrisi dari dalam tanah. Selain itu, dengan tersedianya ruang
yang cukup, Pohon Mahoni akan tumbuh lebih cepat dan baik.

3. Adaptasi Tingkah Laku


Adaptasi tingkah laku adalah cara makhluk hiduo beradaptasi dengan
lingkungannya dalam bentuk tingkah laku. Adaptasi tingkah laku ini berhubungan
dengan tindakan makhluk hidup untuk beradaptasi atau melindungi diri dari
pemangsa. Selain itu juga adaptasi tingkah laku berhubungan dengan kebiasaan
makhluk hidup untuk beradaptasi dan mempertahankan hidupnya disuatu
lingkungan.
Misalnya: ikan paus yang sesekali keluar ke permukaan untuk membuang udara,
bunglon mengubah warna kulitnya menyerupai tempat yang dihinggapi.

b. Seleksi Alam
Seleksi alam adalah pemilihan yang dilakukan oleh alam untuk memilih
makhluk hidup yang dapat terus bertahan hidup dan makhluk hidup yang
tidak dapat terus bertahan hidup. Makhluk hidup yang terus dapat bertahan
hidup akan tetap hidup sedangkan makhluk hidup yang tidak dapat bertahan
hidup akan mati. Seleksi alam erat kaitannya dengan jenis (spesies), macam
(varian), rantai makanan, jaring-jaring makanan, perkembangbiakan secara
kawin, genetika dan adaptasi. Proses perubahan karena seleksi alam
tersebut berlangsung secara perlahan, sedikit demi sedikit, dan dalam jangka
waktu yang relatif sangat lama (ratusan, ribuan bahkan jutaan tahun).
Contoh seleksi alam misalnya:
A. Kepunahan Dinosaurus akibat adanya seleksi alam.
B. Jari kaki kuda semula lima buah untuk menyesuikan diri dengan tanah
yang lunak sekarang berjari satu.
C. Adanya kupu-kupu Biston betularia bersayap gelap lebih banyak
dibandingkan yang bersayap cerah di daerah industri.
D. Adanya variasi paruh burung finch di kepulauan Galapagos.

c. Perkembangbiakan

Perkembangbiakan merupakan salah satu ciri dari makhluk hidup berkembang biak,
disamping beradaptasi meloloskan diri dari seleksai alam. Berkembang biak adalah
kemampuan alami yang dimiliki setiap makhluk hidup agar menghasilkan individu-individu
baru yang bersifat sama atau serupa dengan induknya. Adapun perkembangbiakan makhluk
hidup dibagi dalam 2 cara, yaitu secara generatif dan vegetatif.
1. Perkembangbiakan secara generatif
Perkembangbiakan secara generatif ini merupakan perkembangbiakan yang
proses pembentukan individu baru diawali dengan pertemuan sel kelamin jantan
dengan betina. Perkembangbiakan ini juga biasa disebut dengan
perkembangbiakan dengan cara kawin.
Setelah sel kelamin jantan (sel sperma) bertemu dengan sel kelamin betina (sel
telur) bertemu dan terjadi pembuahan, terbentuklah zigot. Zigot inilah yang
nantinya akan jadi individu baru. Individu baru yang dihasilkan bisa jadi memiliki
sifat yang sama, hasil perpaduan dari kedua induk atau bahkan bisa mempunyai
sifat yang berbeda dari kedua induknya. Jumlah kromosom individu baru adalah
sebanyak 44 kromosom dalam intinya.

Ciri-ciri dari perkembangbiakan generatif adalah:


Ada 2 induk: jantan dan betina.
Ada dan terjadi peleburan sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina
(sel sperma dengan sel telur).
Sifat keturunan bisa sama bisa beda, bervariasi.

Jenis pembuahan perkembangbiakan generatif yaitu:

Pembuahan secara internal: pembuahan yang berlangsung di dalam


tubuh.
Pembuahan secara eksternal: pembuahan yang berlangsung di luar tubuh

Perkembangbiakan generatif mempunyai 3 cara yaitu:

Vivipar: perkembangbiakan vivipar merupakan perkembangbiakan secara


beranak.

Embrio yang tumbuh dan berkembang berada di dalam rahim


induk betinanya. Dan embrio mendapat sumber makanan dari tubuh
induknya dengan melalui plasenta. Embrio yang sudah terbentuk
sempurna akan keluar dari tubuh induk melalui proses melahirkan.
Contoh hewan vivipar adalah: kelinci, sapi, kambing dan lain-lain.

Ovipar: perkembangbiakan ovipar merupakan perkembangbiakan secara


bertelur.

Embrio yang tumbuh dan berkembang berada di dalam telur. Sumber


makanan embrio didapat dari dalam telur. Individu baru yang dihasilkan
keluar melalu iproses penetasan. Contoh hewan ovipar adalah: bebek,
burung, ayam dan lain-lain.

Ovovivipar: perkembangbiakan ovovivipar merupakan perkembangbiakan


secara bertelur dan juga beranak.

Embrio dalam perkembangbiakan ini tumbuh berkembang di dalam


telur, akan tetapi telur tempat tumbuhnya berada di dalam rahim. Sumber
makanan embrio adalah dari dalam telur. Setelah perkembangan telur
sempurna, baru si embrio ini akan dilahirkan lewat tubuh induknya, bukan
dari telur lagi. Contoh hewan ovovivipar adalah: kadal dan ular
2. Perkembangbiakan secara vegetatif
Perkembangbiakan secara vegetatif ini merupakan
perkembangbiakan yang dalam proses pembentukan individu barunya tidak
melalui peleburan sel kelamin betina dan sel kelamin jantan. Biasa disebut
perkembangbiakan dengan cara tak kawin.

Ciri-ciri dari perkembangbiakan vegetatif adalah:

Induknya hanya 1.
Tidak terjadi peleburan sel kelamin.
Sifat keturunannya sama dengan sifat induk.

Jenis pembuahan perkembangbiakan vegetatif yaitu:

Vegetatif secara alami: perkembangbiakannya dilakukan tumbuhan itu


sendiri.
Vegetatif secara buatan: perkembangbiakannya dilakukan dengan
bantuan manusia
Berikut ini adalah contoh perkembangbiakan vegetatif secara alami,
meliputi:

Spora

Tempat untuk membentuk dan menyimpan spora adalah kotak


spora (sporangium). Contoh tumbuhan yang perkembangbiakannya
dengan spora adalah ganggang hijau, jamur dan paku.

Pembelahan Diri

Tumbuhan bersel satu merupakan tumbuhan yang


berkembangbiaknya dengan membelah diri. Contoh tumbuhan bersel satu ini
adalah ganggang hijau.

Tunas

Tunas biasanya muncul di pangkal batang dan kemudian tumbuh


menjadi tumbuhan yang baru. Contoh tumbuhannya adalah pohon bambu
dan pohon pisang.

Rhizoma

Ciri khas rhizoma adalah bentuknya yang mirip akar. Rhizoma sendiri
merupakan batang yang tempat tertanam dan tumbuhnya di dalam tanah.
Contoh tumbuhan rhizoma adalah lengkuas, kunyit, jahe dan lain-lain.

Umbi Batang

Disebut umbi batang karena berasal dari batang yang terus


membesar. Contohnya adalah kentang.

Umbi Akar

Merupakan umbi yang terbentuk dari akar yang terus membesar.


Contohnya adalah wortel dan bunga dahlia.

Umbi Lapis

Merupakan umbi yang berlapis. Contohnya bawang merah, bawang


bombay dan bawang putih.
Geragih

Geragih merupakan batang yang tumbuhnya menjalar di atas tanah


atau di bawah tanah. Contohnya rumput teki.

Sedangkan perkembangbiakan secara vegetatif buatan, meliputi:

Stek

Stek merupakan perkembangbiakan buatan dengan cara menanam


kembali potongan batang, akar dan daun tumbuhan. Stek batang contohnya
sirih, ketela pohon dan mawar. Stek akar contohnya sukun. Sedangkan stek
daun contohnya adalah cocor bebek.

Okulasi

Okulasi merupakan perkembangbiakan buatan dengan penempelan


tunas suatu tumbuhan ke batang tumbuhan yang lainnya. Contohnya adalah
belimbing, mangga dan lain-lain.

Cangkok

Merupakan perkembangbiakan buatan dengan cara membuat cabang


dari batang tanaman sehingga bisa berakar. Contohnya tumbuhan yang bisa
dicangkok adalah jambu, mangga dan lain-lain.

E.Kesimpulan
Adaptasi adalah cara bagaimana organisme mengatasi tekanan
lingkungan sekitarnya untuk bertahan hidup. Adaptasi terdiri dari tiga
macam yaitu adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi dan adaptasi tingkah
laku. Seleksi alam adalah pemilihan yang dilakukan oleh alam untuk
memilih makhluk hidup yang dapat terus bertahan hidup dan makhluk
hidup yang tidak dapat terus bertahan hidup.. Contohnya, Kepunahan
Dinosaurus akibat adanya seleksi alam. Perkembangbiakan
merupakan salah satu ciri dari makhluk hidup berkembang biak,
disamping beradaptasi meloloskan diri dari seleksai alam.
Berkembang biak adalah kemampuan alami yang dimiliki setiap
makhluk hidup agar menghasilkan individu-individu baru yang bersifat
sama atau serupa dengan induknya. Adapun perkembangbiakan
makhluk hidup dibagi dalam 2 cara, yaitu secara generatif dan
vegetatif. Secara generatif contohnya, vivipar, ovipar dan ovovivipar.
Sedangkan secara vegetatif dibagi menjadi 2. Yaitu vegetatif alami
meliputi spora, rhizoma, tunas, umbi akar. Sementara vegetatif buatan
adalah stek, cangkok, dan okulasi.