Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Nama kimia untuk Teflon adalah polytetrafluoroethylene (PTFE), dan berisi
seluruh rangkaian senyawa fluor yang kandungannya disebut Fluoropolymers,
(yang umumnya beracun) dan zat itu alasan kalau makanan tidak menempel.
Kombinasi ini sudah digunakan secara komersial sejak th. 1940-an.Masalah lain
yang potensial dengan peralatan masak antilengket berasal dari bahan kimia yang
digunakan dalam pembuatan Teflon dimaksud asam perfluorooctanoic (PFOA),
seperti yang telah dikaitkan dengan kanker pada hewan laboratorium, dan mungkin
koneksi untuk kolesterol tinggi, penyakit tiroid, dan kurangi kesuburan. PFOA telah
datang di bawah pengawasan oleh EPA karena bahan kimia sudah nampak dalam
sampel darah orang, yang menyangkut karena PFOA berlangsung lama di kedua
orang dan lingkungan sekitarnya.Permasalah yang ada di masyarakat, Anda
mungkin menemukan kalau mayoritas orang yang tahu, merasa kalau Teflon masak
secara tehnis aman selama itu tidak terlalu panas, tapi ketika itu, lapisan akan mulai
memecah di tingkat molekul, yg tidak terlihat, memungkinkan partikel beracun &
karsinogenik dan gas akan terhirup dan masuk dalam tubuh.
Permasalahan yang ada di masyarakat minuman dalam botol plastik memang
memberikan kesan simple dan mudah dibawa kemana saja. Design botol yang unik
serta minimalis tidak jarang membuat para peminumnya menyimpan botol tersebut
untuk kembali digunakan. Untuk menghilangkan aroma dan rasa, biasanya botol
akan dicuci terlebih dahulu lalu kemudian digunakan hingga berulang-ulang
kali.Tanpa disadari kebiasaan ini akan berdampak buruk bagi kesehatan. Botol
plastik bekas yang digunakan berulang-berulang berpotensi menyebabkan penyakit.
Mulai dari penurunan daya tahan tubuh sampai kanker payudara dan prostat.Perlu
diketahui bahwa setiap botol kemasan memiliki tanda segitiga di bawah botol dan
ada simbol di tengah segitiga. Hal ini merupakan bentuk spesifikasi kegunaan botol.
Biasanya pada botol air minum menggunakan kode PET (Polyethylene
Terephthalate) yang merupakan botol plastik yang jernih, transparan atau tembus
pandang. Botol jenis ini direkomendasikan hanya sekali pakai, misalnya pada botol
air mineral, botol jus dan lain-lain. Jenis botol inilah yang biasa digunakan berulang
kali sebagai wadah air minum.
Botol plastik dengan kode PET terbuat dari berbagai unsur sintetis atau kimia ini
dapat mengeluarkan zat yang bernama bisphenol A (BPA). Zat ini merupakan bahan
kimia industri yang telah digunakan untuk membuat plastik dan resin tertentu sejak
1960-an. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa BPA dapat meresap ke
dalam makanan atau minuman dari wadah yang dibuat dengan BPA tersebut.

Dr Seema Singhal, Asisten Profesor, Departemen Obstetri dan Ginekologi, All India
Institute of Medical Sciences (AIIMS) menyatakan bahwa Botol berkode PET

1
memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang bagi perempuan, terutama pada
kelompok usia produktif dan anak-anak.Dr Seema Singhal menambahkan,
pelepasan BPA dan aditif seperti di-ethylhexyl phthalate dapat berbaur dengan isi
botol dan menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan perkembangan,
kekebalan tubuh, meningkatkan tingkat keguguran, kelahiran prematur, dan berat
lahir rendah. BPA bertindak sebagai faux-estrogen dan dapat menyebabkan kelainan
kromosom, cacat lahir dan cacat perkembangan di dalam rahim dan masa kanak-
kanak.Apalagi jika dipakai untuk menampung air panas, maka bahayanya akan
semakin bertambah.Selain efek negatif diatas, penggunaan botol plastik secara
berulang-ulang juga akan menyebabkan sistem puber dini bagi anak wanita, gula
darah bermasalah, pengaruh pada sperma, konsentrasi menurun, kegemukan, serta
kanker payudara serta prostat. Selain BPA, ada pula phthalates yang digunakan
untuk membuat plastik jadi lentur. Ini berbahaya sebab memicu kanker lever,
menurunkan jumlah sperma, juga masalah reproduksi lain.Jadi ada baiknya Anda
meminimalisir penggunaan minuman mineral botol dan memakai tempat minum
lain yang lebih aman. Bawa air dari rumah juga bisa membuat kesehatan lebih
terjaga, selain juga hemat.

2.2 RUMUSAN MASALAH

Adapun permasalahan pada pembahasan makalah ini ialah :


Bagaimana bahayanya dari penyalahgunaan teflon dan botol plastik ?
Apakah dampaknya dalam kehidupan sehari- hari ?
Bagaimana solusi dari penyalahgunaan teflon dan boto plastik ?

3.3 TUJUAN PENULISAN


Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini antara lain :
Memberi pengertian bahayanya dari penyalahgunaan teflon dan botol
plastik
Mengetahui dampaknya dalam kehidupan sehari-hari
Mengetahui solusi dari penyalahgunaan teflon dan botol plastik

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Rumus Umum Senyawa Organik

NAMA STRUKTUR
Polivinilklorida

Politetrafloroetilena
Poliisoprena

Polipropilena

Polistirena

Polivinil Asetat

Polietilena

Polimetil Metakrilat

Kloroprena

3
Poliakrilonitil

2.2 Gugus Fungsi Senyawa Organik

NAMA STRUKTUR
Polivinilklorida

Politetrafloroetilena
Poliisoprena H H
| |
( C C )
| |
CH CH2
Polipropilena

Polistirena

Polivinil Asetat

Polietilena

Polimetil Metakrilat

4
Kloroprena

Poliakrilonitil

2.3 Sifat Sifat Polimer

a. Sifat Fisis Polimer

Mudah diolah untuk berbagai macam produk pada suhu rendah dengan biaya
murah.
Ringan; maksudnya rasio bobot/volumenya kecil.
Tahan korosi dan kerusakan terhadap lingkungan yang agresif.
Bersifat isolator yang baik terhadap panas dan listrik.
Berguna untuk bahan komponen khusus karena sifatnya yang elastis dan plastis.
Berat molekulnya besar sehingga kestabilan dimensinya tinggi.

b. Sifat Kimia Polimer

Semakin panjang rantai polimer, maka kekuatan dan titik leleh senyawanya
semakin tinggi.
Semakin besar gaya antarmolekul pada rantai polimernya, maka senyawa polimer
akan semakin kuat dan semakin sulit leleh.
Rantai polimer yang memiliki cabang banyak akan memiliki daya regang rendah
disertai mudahnya meleleh.
Ikatan silang antarmolekul menyebabkan jaringan menjadi kaku, sehingga bahan
polimer menjadi keras dan rapuh. Semakin banyak ikatan silang yang dimiliki oleh
polimer, maka polimer akan semakin mudah patah.

2.4 Kegunaan Polimer

NAMA STRUKTUR KEGUNAAN


Polivinilklorida Pembuatan
pipa, jas hujan,
isolator kabel
listrik, piringan

5
hitam, karpet.
Politetrafloroetilena Pembuatan
alat masak,
isolasi listrik
(penutup
kabel).
Poliisoprena H H Pembuatan
| | ban, septau,
( C C )
| | srung tangan.
CH CH2
Polipropilena Pembuatan tali
, botol, karung.

Polistirena Pembuatan
gelas minuman
ringan, kemsan
makanan.
Polivinil Asetat Pengemulsi cat

Polietilena Pembuatan
botol fleksibel,
pembungkus
isolator listrik.
Polimetil Metakrilat Pembuatan
kaca jendela
pesawat
terbang.
Kloroprena Pembuatan
selang karet,
sarung tangan,

6
tapak sepatu.
Poliakrilonitil Pebuatan
karpet dan
pakaian.

7
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Permasalahan senyawa organik di masyarakat

Ada beberapa masalah yang timbul di lingkungan masyarakat


tentang senyawa organik yaitu :

1. Bahan Teflon (Politerafloroetilena)


Teflon adalah bahan sintetik yang sangat kuat, umumnya berwama
putih.Teflon mempunyai performa yang baik pada temperatur ekstrim,
tahan pada temperatur -240C dan tahan terhadap panas sampai kira-kira
250C. Di atas 250C teflon mulai melunak, di dalam api akan meleleh
dan sulit menjadi arang. Teflon juga anti radiasi Ultra Violet dan tahan
segala cuaca, dan anti lengket.
Berat jenisnya kira-kira 2,2 g/cmI. Tahan terhadap banyak bahan kimia,
termasuk ozone, chlorine, acetic acid, ammonia, sulfuric acid, dan
hydrochloric acid. Satu satunya bahan kimia yang bisa merusak lapisan
teflon adalah lelehan logam alkali.
Teflon tidak tahan terhadap larutan alkali hidroksida. Juga kurang tahan
terhadap hidrokarbon yang mengandung khlor. Teflon digunakan sebagai
bahan penyekat, misalnya untuk kotak penyekat (stuffing box), cincin
geser (sifat geseran dapat diperbaiki dengan bagian-bagian alat dari
teflon menambahkan graft ke dalamnya). Digunakan juga untuk cincin 0
atau 0-ring, untuk gasket konsentrik dengan diberi bahan lunak (sebab
teflon tidak begitu elastis), alat-alat yang kecil, pipa, slang selubung
pipa.Masalah yang timbul pada teflon yaitu teflon terbuat
dari bahan kimia asam perfluorooctanoic (PFUA). Zat
kimia ini akan terurai dan keluar berbentuk asap jika
memanaskan peralatan masak teflon jangan terlalu
panas.Peralatan masak yang terbuat dari teflon jika
dipanaskan sampai suhu tinggi saat memasak, misalnya
akan melepaskan asap yang berbahaya bagi kesehatan.

8
Lapisan teflon yang sudah tergores dapat menyebabkan
gangguan kesehatan, lapisan lapisan teflon yang sudah
tergores akan mengelupas dan akan tercamur dengan
makanan yang dimasak dan masuk kedalam tubuh ,
dalam jangka lama hal tersebut dapat mengakibatkan
kanker.

2. Bahan botol minuman (Polipropilena)


Botol minuman pada kesehatan hal itu disebabkan
terdapat zat aditif / hoxyl phthalafe dapat berbaur dengan
isi botol dan menyebabkan masalah kesehatan seperti
gangguan perkembangan, kekebalan tubuh meningkat
kebugaran, kelahiran prematur dan berat lahir rendah.
Limbah botol minuman juga dapat menyebabkan
pencemaran lingkungan jika botol tersebut dibuang
sembarangan dan juga dibakar. Botol minuman yang
dibuang sembarangan ditanah dapat menyebabkan
pencemaran tanah karena botol minuman tidak dapat
terurai didalam tanah. Jangan dibakar, karena akan menghasilkan
senyawa dioksin. Dioksin adalah suatu senyawa gas yang sangat beracun
dan bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker).Masalah yang timbul
dari botol-botol ini bukan tentang apakah mereka melepaskan zat-zat
kimia ke dalam air, tetapi bakteri-bakteri yang tidak mudah dibersihkan
hanya dengan mencucinya. Waktu penyimpanan yang lama di rak, di
garasi yang hangat atau peti akan meningkatkan pertumbuhan bakteri
dan mungkin bisa menyebabkan antimonium (logam putih) lepas dari
plastik. Sebaliknya, mendinginkan botol air minum tidak akan
meningkatkan kemungkinan terjadinya pelepasan antimonium. Semua
botol jenis ini seharusnya bisa didaur ulang, dan harus didaur ulang
setelah satu kali pakai.

9
3.2 Hasil Observasi

Teflon : Terjadi kesalahan dalam penggunaan teflon dalam kehidupan sehari-hari,


adanyanya goresan dan pengelupasan pada bagian lapisan teflon karena penggunaan
spatula berbahan almunium.

Botol plastik : Terjadi kesalahan penggunaan botol plastik dalam kehidupan sehari-hari ,
dalam pengisian air dalam botol plastik terkadang menggunakan air yang hangat
sehingga dapat merubah warna pada botol

Dalam kegiatan ini kami melakukan observasi dengan menggunakan metode


wawancara

1. Wawancara Permasalahan Teflon

Pewawancara : Sudah berapa lama ibu menggunakan teflon untuk memasak ?


Narasumber : Kira kira sudah sekitar 1 tahun.
Pewawancara : Mengapa ibu memilih menggunakan teflon daripada penggorengan
yang lain?
Narasumber : Ya karena jika menggunakan teflon itu enak tidak lengket jika
digunakan untuk memsak.
Pewawancara : Jika memasak dengan teflon ibu menggunaka spatula dari bahan
kayu atau alumunium?
Narasumber : Kadang menggunakan spatula kayu kadang juga menggunakan
spatula alumunium.
Pewawancara : Apakah ada goresan goresan pada teflon ibu?
Narasumber : Iya ada sedikit goresan goresan.

10
Pewawancara : Apakah ibu mengetahui dampak negatif dari penggunaan teflon?
Narasumber : Karena menurut saya menggunakan teflon itu lebih mudah, praktis
saya tidak mengetahui dampak negatif meggunakan teflon.
Pewawancara : Apakah ibu pernah mengalami gangguan kesehatan setelah memasak
menggunakan teflon?
Narasumber : Ya selama ini setelah memasak menggunakan teflon belum pernah
mengalami gangguan kesehatan , alhamdulillah baik baik saja.

2. Wawancara Permasalahan Botol Minum Plastik

Pewawancara : Apakah ibu menggunakan botol minum plastik dalam


kehidupan sehari hari?
Narasumber : Iya , saya menggunakannya untuk wadah air minum sehari
hari.
Pewawancara : Sudah berapa lama ibu menggunakannya?
Narasumber : Ya kira kira sudah sekitar 5 bulanan ini, ya jika saya
membeli air mineral setelah itu botolnya saya gunakan untuk
wadah air minum sehari hari.
Pewawancara : Dalam pengisian air dalam botol ibu menggunakan air panas
atau air yang sudah dingin?
Narasumber : Kadang di isi air yang sudah dingin kadang juga jika terburu
buru di isi air yang masih hangat.
Pewawancara : Apakah ada perubahan warna pada botol yang ibu gunakan?
Narasumber : Iya menurut saya dulu botolnya bening , tapi lama kelamaan
warnanya berubah menjadi lebih keruh.
Pewawancara : Apakah ibu mengetahui dampak dampak yang ditimbulkan
dari penggunaan botol plastik secara berulang ulang?
Narasumber : Terus terang saya tidak mengetahuinya , yang saya tahu

11
menggunakan botol plastik itu praktis dan lebih hemat.
Pewawancara : Apakah ibu pernah merasakan gangguan kesehatan setelah
mengkonsumsi air dari botol plastik tersebut?
Narasumber : Alhamdulillah saya tidak pernah mersakan gangguan
kesehatan apapun setelah mengkonsumsi air dari botol plastik
itu.

3.3 Solusi Permasalahan

Solusi permasalahan pada bahan teflon


Ketikan pada saat penggunaan teflon jangan
menggunakan suhu terlalu panas , hindari penggunaan spatula
dari almunium atau sejenisnya karena itu dapat merusak dan
membuat pengelupasan teflon , jangan terlalu lama memasak
menggunakan api yang besar, karena dengan penggunaan itu
dapat menyebabkan titik leleh teflon dapat terjadi yang
akhirnya lapisan teflon yang meleleh dapat masuk dan
bercampur dangan makanan dan menyebabkan timbulnya
masalahan kesehatan.

Solusi permasalahan bahan botol minuman


Sebaiknya menghentikan penggunaan botol minuman
plastik secara berulang tersebut dan mengganti dengan
tempat minum yang dianjurkan untuk digunakan berulang
kali , jangan mengisi botol dengan air yang bersuhu tinggi
usahakan mengisinya dengan air bersuhu rendah,
melakuakan daur ulang limbah botol plastik untuk
mengurangi pencemaran yang ditimbulkan oleh limbah
limbah plastik.

12
BAB IV
KESIMPULAN

4.1 KESIMPULAN

Teflon adalah bahan sintetik yang sangat kuat, umumnya berwama putih. Teflon
tahan terhadap panas sampai kira-kira 250C.Di atas 250C teflon mulai melunak, di
dalam api akan meleleh dan sulit menjadi arang. Berat jenisnya kira-kira 2,2 g/cm2ss.
Teflon tidak tahan terhadap larutan alkali hidroksida. Juga kurang tahan terhadap
hidrokarbon yang mengandung khlor. Teflon digunakan sebagai bahan penyekat,
misalnya untuk kotak penyekat (stuffing box), cincin geser (sifat geseran dapat
diperbaiki dengan Bagian-Bagian alat dari teflon menambahkan graft ke dalamnya).
Digunakan juga untuk cincin 0 atau 0-ring, untuk gasket konsentrik dengan diberi bahan
lunak (sebab teflon tidak begitu elastis), alat-alat yang kecil, pipa, slang selubung pipa.
Teflon dapat dipintal menjadi benang dan kemudian ditempat. Temman dari teflon
merupakan bahan untuk filter yang sangat kuat.

Hampir semua jenis botol minuman menggunakan wadah dari plastik. Sifatnya
yang ringan dan kuat membuat bahan plastik lebih banyak dipakai orang dibanding
dengan kemasan dari bahan lain.Plastik adalah bahan sintetis yang diproduksi dengan
menggunakan segala macam senyawa. Meski ada beberapa jenis plastik, misalnya
plastik PET, aman untuk digunakan, tapi botol plastik sebenarnya dimaksudkan hanya
dipakai sekali.Kemasan plastik sebenarnya menimbulkan masalah jika benda ini didaur
ulang dan dipakai kembali. Ini karena plastik yang terurai akan melepaskan zat kimia
yang disebut Bisphenol A (BPA) ke dalam air. Botol plastik juga mengandung zat kimia
yang disebut phthalates, zat yang membantu pembuatan plastik PVC lebih fleksibel.
Phthalates telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan seperti kanker hati,
menurunkan jumlah sperma dan masalah reproduksi lainnya.Saat ini memang sudah

13
banyak botol plastik yang berlabel BPA-free atau bebas kandungan BPA. Untuk
amannya, pilihlah botol plastik dengan label tersebut, terutama plastik yang dipakai
untuk botol susu atau wadah makanan anak

DAFTAR PUSTAKA

Maulana, Puri . 2013. Jenis-jenis Polimer dan Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-
hari. http://perpustakaancyber.blogspot.co.id/2013/10/jenis-jenis-polimer-dan-
kegunaannya.html (online). Diakses pada hari Selasa 10 Mei 2016 pukul 15.30.

Syaaju , Haryanti . 2013 . Materi Polimer .


http://polimerkesehatan.blogspot.co.id/2013/04/makalah-tentang-polimer.html
(online). Diakses pada hari Selasa 10 Mei 2016 pukul 16.00

14
Dosen Pengampu Mata Kuliah

Dra. HRA Mulyani, M. TA


NIP. 196703211991032002

(..................................................)

Dra. Ratini, M. Pd.


NIP. 196107051986022001

(..................................................)

Widya Sartika Sulistiani, S.Si, M.Sc.


NIDN. 0205118503

(.................................................)

15