Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana

belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan

potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,

kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya

dan masyarakat.

Pendikan dapat dilakukan dalam sistem jarak jauh dan sistem tatap muka

seperti pendidkan pada umumnya. Namun bagi orang-orang yang memiliki

kesibukan, terbatasnya waktu serta karana jarak yang terlalu jauh dapt

menghalangi mereka untuk memperoleh pendidikan secara tatap muka langsung,

sehingga solusi yang baik adalh dengan menempuh pendidikan jarak jauh.

Sistem pendidikan jarak jauh memiliki karakteristik utama keterpisahaan

fisik antara Pengajar dan pebelajar yang pada umumnya mengurangi interaksi

langsung antara pebelajar dengan Pengajar atau instruktur. Dalam makalah ini akan

dibahas mengenai pendidikan jarak jauh lebih dalam.

B. Rumusan Masalah

Secara umum makalah ini membahas mengenai sistem pendidikan jarak

jauh yaitu mengenai cirri-ciri, metode-metode yang digunakan seta keuntungan

mengenai pendidikan jarak jauh.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Hakekat Pendidikan Jarak Jauh

Pembelajaran Interaktif dalam Sistern. Pendidikan Jarak Jauh, Sistem

pendidikan jarak jauh memiliki karakteristik utama keterpisahaan fisik antara

Pengajar dan pebelajar yang pada umumnya mengurangi interaksi langsung antara

pebelajar dengan Pengajar atau instruktur.

Sejumlah institusi pendidikan jarak jauh di dunia berupaya untuk

menciptakan komunikasi yang interaktif melalui berbagai cara, misalnya dengan

mendesain bahan ajar (learning materials) sedemikian rupa sehingga dapat

digunakan sebagai sarana pembelajaran interaktif. Upaya lain yaitu menyediakan

sarana tutorial bagi pebelajar dan memanfaatkan media tertentu yang dapat

menjadi sarana, interaksi antara Pengajar dan pebelajar.

Interaksi antara Pengajar dan pebelajar memegang peranan yang sangat

penting dalam sistem pendidikan jarak jauh. Dalam proses pembelajaran interaktif,

komunikasi dua arah (two ways communication) berlangsung antara Pengajar dan

pebelajar. Pengajar menyampaikan materi pembelajaran dan pebelajar memberikan

tanggapan (respon) terhadap materi pembelajaran yang diterimanya.

Dalam pembelajaran interaktif Pengajar tidak hanya berperan sebagai

penyampai materi, tetapi juga menerima umpan balik dari pebelajar dan

memberikan pengukuhan (reinforcement) terhadap hasil belajar yang telah mereka

tempuh.

Dalam sistem pendidikan jarak jauh, interaksi merupakan faktor penting

sebagai sarana penunjang aktivitas pembelajaran. Interaksi memungkinkan

pebelajar mengatasi masalah yang dihadapi dalam upaya memahami materi.

2
Interaksi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk memberikan pengukuhan

(reinforcement) terhadap hasil belajar yang dicapai oleh pebelajar. Selain itu,

interaksi dapat digunakan sebagai sarana untuk memperbaiki kesalahan (remedial)

pada waktu mengikuti proses pembelajaran lnteraksi dapat juga digunakan sebagai

sarana untuk menyampaikan materi yang perlu dipelajari secara mendalam

oleh pebelajar (elaborasi).

Heinich dkk. (1986) mengemukakan enam-hentuk interaks pembelajaran

yang dapt diaplikasikan dalam merancang sebuah media pembelajaran interaktif

untuk sistem pendidikan jarak jauh. Bentuk-bentuk interaksi tersebut antara lain

berupa praktik dan latihan (drill and practice), tutorial, permainan (games),

simulasi (simulation), penemuan (discovery), dan pemecahan masalah (problem

solving).

Praktik dan Latihan Bentuk interaksi ini digunakan untuk melatih

pebelajar menggunakan konsep, aturan (rules) atau prosedur yang telah

diajarkan sebelumnya. Melalui serangkaian contoh dari konsep dan pengetahuan

yang dipelajari, pebelajar diberi kesempatan untuk berlatih agar terampil dalam

menerapkan konsep dan pengetahuan tersebut.

Hal penting yang perlu diperhatikan agar dapat memanfaatkan bentuk

interaksi ini dalam merancang media pembelajaran adalah pemberian ganjaran

(reward) yang kontinyu. Ganjaran diberikan setiap kali pebelajar berhasil

melakukan tugasnya dengan baik. Pemberian ganjaran yang positif (positive

reward) terhadap prestasi belajar akan memberikan kemungkinan yang lebih besar

bagi pebelajar untuk mengulangi keberhasilan yang telah dicapai. Hal ini dikenal

dengan istilah reinforcement atau pengukuhan terhadap hasil belajar. Konsep

3
pemberian ganjaran dan pengukuhan perlu dipertimbangkan dalam merancang

media interaktif berbentuk praktik dan latihan.

Sebenarnya ada hal lain yang perlu diperhatikan dalam merancang

medium pembelajaran interaktif yaitu konsep masteri learning. Dalam konsep ini

pebelajar dapat mempelajari pengetahuan dan keterampilan yang lebih tinggi

hanya apabila ia telah berhasil menguasai pengetahuan dan keterampilan

sebelumnya yang tentunya lebih rendah tingkatannya.Interaksi yang membentuk

praktik dan latihan pada umumnya digunakan pada proses pembelajaran yang

memerlukan latihan keterampilan yang terus menerus (drill).

Pebelajar diharapkan dapat menguasai suatu keterampilan tertentu apabila

ia melakukan latihan terus menerus. Konsep-konsep dalam mata pelajaran

matematika merupakan salah sate contoh topik yang sesuai untuk ditampilkan

dalam bentuk interaksi praktik dan latihan. Contoh lain yaitu mata pelajaran

bahasa. Penguasaan perbendaharaan kata asing (vocabulary) dan keterampilan

dalam menyusun kalimat efektif pada bidang studi bahasa dapat diajarkan melalui

bentuk interaksi praktik dan latihan.Program interaktif yang bertujuan memberi

kesempatan kepada pebelajar untuk melakukan praktik dan latihan dapat

dirancang dalam bentuk permainan (game).

Dalam program interaktif seperti ini pebelajar harus mempelajari aturan

yang ada (repetitive) dan terlibat dalam sebuah permainan yang berisi latihan yang

berulang-ulang untuk menguasai keterampilan atau kecakapan tertentu. Biasanya

interaksi yang berbentuk praktik dan latihan menampilkan sejumlah pertanyaan

atau soal yang bervariasi yang harus dijawab oleh pebelajar. Pebelajar biasanya

diberi kesempatan untuk mencoba beberapa alternatif jawaban sebelum tiba pada

4
jawaban yang benar. Interaksi dalam bentuk ini biasanya berisi pertanyaan dan

soal-soal dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Dalam interaksi berbentuk

praktik dan latihan disediakan umpan balik dan pengukuhan (reinforcement) baik

yang bersifat positif maupun negative

B. Metode-Metode Yang Dapat Digunakan Dalam Pendidikan Jarak Jauh

1. Tutorial

Pada interaksi yang berbentuk tutorial pengetahuan dan informasi

ditayangkan dalam unit-unit kecil yang kemudian diikuti dengan serangkaian

pertanyaan. Pola pembelajaran pada interaksi berbentuk tutorial biasanya

dirancang secara bercabang (branching). Pebelajar dapat diberi kesempatan untuk

memilih topik-topik pembelajaran yang ingin dipelajari dalam suatu mata

pelajaran. Semakin banyak topik-topik pembelajaran yang dapat dipilih, akan

semakin mudah program tersebut diterima oleh pebelajar. Dalam interaksi

pembelajaran berbentuk tutorial, informasi dan pengetahuan dikomunikasikan

sedemikian rupa seperti situasi pada waktu Pengajar yang memberi bimbingan

akademik kepada pebelajar.

2. Permainan

Interaksi berbentuk permainan (games) akan bersifat instruksional apabila

pengetahuan dan keterampilan yang terdapat di dalamnya bersifat akademik dan

mengandung unsur pelatihan (training). Sebuah bentuk permainan disebut

instruksional apabila di dalamnya terdapat tujuan pembelajaran (instructional

objective) yang harus dicapai.

Saat ini banyak beredar permainan komputer (computer games) yang

hanya menekankan pada unsur rekreasi semata. walaupun demikian permainan

5
komputer tersebut paling tidak mengandung unsur positif yaitu membantu

pemakainya mengetahui cara kerja komputer yang kemudian dapat memancing

timbulnya minat untuk memahami komputer (computer literacy).

Contoh permainan yang bersifat instruksional yaitu permainan dalam

membuat keputusan (decision making game) pada bidang studi manajemen.

Dalam permainan ini orang yang paling banyak membuat keputusan yang dapat

menguntungkan perusahaan adalah pemenangnya. Sama halnya dengan program

interaktif lain, permainan harus mengandung tingkat kesulitan tertentu dan

memberikan umpan balik terhadap tanggapan yang dikemukakan oleh pebelajar.

Dalam program pembelajaran berbentuk permainan, umpan balik diberikan dalam

bentuk skor atau nilai standar yang dicapai setelah melakukan serangkaian

permainan.

Dalam program berbentuk permainan harus ada aturan (rule) yang dapat

dipakai sebagai acuan untuk menentukan orang yang keluar sebagai pemenang.

Penentuan pemenang dalam permainan ditentukan berdasarkan skor yang dicapai

kemudian dibandingkan dengan prestasi belajar standar yang harus dicapai.

3. Simulasi

Dalam interaksi berbentuk simulasi pebelajar dihadapkan pada suatu

situasi buatan (artifisial) yang menyerupai kondisi dan situasi yang sesungguhnya.

Program-program pembelajaran interaktif berbentuk simulasi memberi

kemungkinan bagi pemakainya untuk melakukan latihan nyata tanpa harus

menghadapi risiko yang sebenarnya. Sebuah program simulasi komputer untuk

penerbang (pilot) dirancang sama seperti ruang kemudi (cockpit) yang

sesungguhnya. Semua instrumen yang tersedia sama seperti yang ada di dalam

6
ruang kemudi pesawat terbang. Dalam program simulasi ini pilot seolah-olah

dapat menaikkan atau menurunkan pesawat tanpa harus menghadapi resiko

jatuhnya pesawat.

Sejumlah program komputer telah berhasil menciptakan simulasi dalam

mata pelajaran kimia, matematika dan fisika. Simulasi pada mata pelajaran kimia

telah memungkinkan pebelajar melakukan percobaan kimia tanpa menghadapi

risiko terkena langsung bahan kimia yang beracun.Beberapa program simulasi

dilengkapi dengan petunjuk tentang cara penggunannya dalam bentuk bahan

penyerta (learning guides).

Namun, banyak juga program lain yang tidak dilengkapi dengan bahan

penyerta. Interaksi dalam bentuk simulasi dapat dirancang sedemikian rupa untuk

memenuhi kebutuhan pembelajaran. Hal penting yang harus diperhatikan adalah

pemberian umpan balik untuk memberi informasi tentang tingkat pencapaian hasil

belajar pebelajar setelah mengikuti program simulasi.

4. Penemuan

Penemuan atau discovery adalah istilah yang digunakan untuk

menggantikan istilah pendekatan induktif dalam proses belajar. Dalam interaksi

ini pebelajar diminta untuk melakukan percobaan yang bersifat trial dan error

dalam memecahkan suatu permasalahan. Sama halnya dengan interaksi tutorial,

bentuk interaksi penemuan berisi banyak alternatif solusi untuk memecahkan

suatu permasalahan.

Dalam program yang berbentuk penemuan, pebelajar dapat mencari

informasi dan membuat kesimpulan dari sejumlah informasi yang telah

dipelajarinya. Dari proses belajar yang dilakukannya pebelajar dapat menemukan

7
konsep dan pengetahuan baru yang belum pernah dipelajari sebelumnya.

5. Pemecahan Masalah

Bentuk interaksi seperti ini memberi kemungkinan terhadap pebelajar

untuk melatih kemampuan dalam memecahkan suatu masalah. Pebelajar dituntut

untuk berpikir logis dan sistematis dalam memecahkan suatu permasalahan.

Program-program interaktif berbentuk pemecahan masalah memberi kesempatan

kepada pebelajar untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada

didalamnya.

Umpan balik tetap merupakan faktor yang sangat penting dalam program-

program pembelajaran yang berbentuk interaktif. Umpan balik dapat dipergunaan

oleh pebelajar untuk mengetahui tingkat keberhasilannya dalam me-mecahkan

soal atau masalah. Program-program berbentuk pemecahan masalah biasanya

berisi bebe-rapa soal atau masa-lah yang di- klasifika-sikan berdasarkan tingkat

kesulitan yang dikandung di dalamnya.

Pebelajar dapat mencoba memecahkan masalah yang lebih tinggi

tingkatannya setelah berhasil memecahkan masalah dengan tingkat kesulitan yang

lebih rendah. Program interaktif berbentuk pemecahan masalah sangat tepat

digunakan dalam mata pelajaran sains dan teknologi, walaupun tidak tertutup

kemungkinan untuk dapat diterapkan pada mata pelajaran non eksakta (ilmu

sosial).

Dalam media pembelajaran seperti komputer dan video interaktif, bentuk-

bentuk interaksi yang telah dikemukakan tadi tidak dapat dipisahkan satu sama

lain, program komputer berbentuk permainan (games) pasti memuat soal-soal atau

permasalahan yang harus dipecahkan (drill and practice) oleh pebelajar. Demikian

8
pula halnya dengan program interaktif berbentuk tutorial yang memuat latihan

untuk memperkuat pemahaman pebelajar terhadap materi pembelajaran. Perlunya

Media Pembelajaran Interaktif dalam Sistem Belajar Jarak Jauh Sistem

pendidikan jarak jauh mempunyai karakteristik yang berbeda dengan praktik

pendidikan konvensional.

C. Cirri-Ciri dan Elemen Kunci Pendidikan Jark Jauh

Menurut Keegan (1980) sistem pendidikan jarak jauh memiliki enam

elemen kunci yang sekaligus merupakan karakteristik dari sistem tersebut , yaitu:

1. Pemisahan antara guru dan pebelajar

2. Pengaruh institusi/organisasi pendidikan

3. Penggunaan media yang menghubungkan guru dan pebelajar

4. Berlangsungnya komunikasi dua arah

5. Memperhatikan pebelajar sebagai individu yang belajar; dan

6. Pendidikan sebagai suatu industri.

Penggunaan media dalam lembaga pendidikan tinggi jarak jauh berfungsi

sebagai sarana yang menghubungkan antara Pengajar dengan pebelajar. Hal ini

disebabkan adanya pemisahan secara fisik antara Pengajar dan pebelajar dalam

melakukan aktivitas belajar-mengajar. Banyak jenis media yang dapat digunakan

dalam sistem belajar jarak jauh. Secara umum media yang sering digunakan

sebagai delivery mode dalam sistem pendidikan jarak jauh adalah media cetak,

siaran radio, siaran televisi, konferensi komputer, surat elektronik (e-mail), video

interaktif, telekomunikasi melalui satelit, dan teknologi komputer multimedia.

Riset yang dilakukan terhadap penggunaan media dan metode

pembelajaran memperlihatkan hasil yang konsisten, yaitu penggunaan media dan

9
metode tertentu akan memberikan hasil yang efektif pada karakteristik pebelajar

dan kondisi tertentu pula. Tidak ada suatu media maupun metode yang dapat

berperan sebagai obat mujarab (panacea) untuk mengatasi seluruh permasalahan

pembelajaran (Heinich, dkk. 1986, h. 331). Dalam memilih media pembelajaran,

Kemp, dkk. (1985) mengemukakan bahwa pemilihan media pembelajaran harus

didasarkan pada karakteristik dan kontribusi yang spesifik terhadap proses

komunikasi dan belajar.

Media cetak, siaran radio, dan siaran televisi telah banyak digunakan

sebagai sarana penyampai materi pada sejumlah institusi pendidikan jarak jauh,

khususnya di negara-negara yang sedang berkembang. Media cetak memiliki

tingkat keluwesan yang tinggi untuk digunakan baik pada kegiatan belajar secara

individu maupun kelompok. Sedangkan kelebihan utama siaran radio dan siaran

televisi adalah pada kemampuannya menjangkau khalayak dalam wilayah

geografis yang luas.

Media ini mampu mengatasi hambatan ruang dan waktu dalam meng-

komunikasikan informasi dan ilmu pengetahuan (Heinich, dkk. 1996). Demikian

pula, UT memanfaatkan media cetak sebagai sarana utama untuk menyampaikan

materi. Siaran radio dan siaran televisi hanya digunakan sebagai sarana

pembelajaran penunjang media cetak.

Semua media yang digunakan dalam sistem pendidikan tinggi jarak jauh

pada dasarnya berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan interaksi

pembelajaran antara Pengajar dengan pebelajar dan pemberian umpan balik

terhadap hasil belajar yang telah ditempuh oleh pebelajar (Mc.Isaac dan

Gunawardena, 1996). Umpan balik memegang peranan penting dalam

10
penyelenggaraan sistem pendidikan jarak jauh. Rendahnya intensitas pemberian

umpan balik sering menimbulkan masalah dalam proses belajar. Pebelajar yang

tidak mengetahui hasil belajar yang telah mereka tem-puh dapat mengalami

penurunan motivasi belajar yang pada akhir-nya dapat mengakibatkan penurunan

prestasi belajar.

Menurut Hannafin dan Peck (1998) umpan balik dalam media

pembelajaran interaktif dapat berbentuk: “…. informasi kepada pebelajar tentang

prestasi belajar yang telah ditempuh, baik berupa keberhasilan belajar atau

informasi tentang hasil belajar yang perlu diperbaiki” (h.121). Lebih jauh,

Coldevin dkk. (1993) mengemuka-kan bahwa “Pengetahu-an tentang hasil belajar

yang telah mereka tem-puh dan ha- rapan untuk berprestasi akan me-nentukan

minat siswa untuk mengikuti proses belajar selanjutnya

11
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dengan adanya Universitas Terbuka dapat memberikan kesempatan

kepada orang yang sibuk bekerja, bertempat tinggal jauh dan putus sekolah

memperoleh pendidikan tinggi, karena ilmu terus dicari hingga akhir hayat. Dan

merupakan hak bagi setiap orang untuk memperoleh pendidikan.

Universitas Terbuka dapat memberikan interaksi antar pengajar dan

pembelajar, dalam pembelajaran interaktif yang berperan penting dalam sistem

pendidikan jarak jauh. Dan harus didukung oleh lembaga dan semua pihak

sehingga terselenggaranya pendidikan tersebut, dan tentunya motivasi diri kita

sendiri untuk belajar terus untuk menempuh hidup yang lebih baik.

B. SARAN

Pembelajaran jarak jauh dalam Universitas Terbuka dapat memberikan

pendidikan yang tinggi kepada manusia berkarir dan sibuk bekerja, terbatasnya

jarak dan waktu. Sehingga dalam bekerja kitapun perlu mendapatkan pendidikan.

Dalam dunia pendidikan banyak orang yang kurang tahu dan mengenal

universitas terbuka. Mereka banyak memilih perguruan tinggi walaupun

terkadang mereka berpindah tempat, meninggalkan kampung halaman untuk

mencapai pendidikan yang tinggi. Tidak sedikit biaya yang digunakan untuk

memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah. Padahal dengan adanya universitas

terbuka kita bisa menetap dirumah dan bekerja namun bisa memperoleh

pendidikan. Tapi mengapa Universitas Terbuka masih sedikit peminatnya

dibanding perguruan tinggi?

12
Hal itu disebabkan karean Universitas Terbuka kurang dikenal

dimasyarakat. Saran kami sebaiknya dilakukan sosialisasi masyarakat, memasang

iklan di televisi, koran, internet dan lain-lain. Tentang bagaiman masuk di

Universitas Terbuka, lembaga hukum dan strukturnya dan lain-lain sehingga

masyarakat yang tidak tahu menjadi tahu karena kehidupan manusia sehari-hari

adalah bekerja dan melakukan aktivitas yang dapat menghsilakn rupiah, untuk itu

diperlukan pula pendidikan yang berkesinambungan.

Saran yang lain untuk meningkatkan kualitas lulusan Universitas Terbuka

diperlukan kerja keras dari segala pihak Universitas Terbuka untuk meluluskan

orang-orang professional yang dapat menempati dunia kerja, sehingga Universitas

Terbuka dapat setara dengan perguruan tinggi.

13