Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN KASUS

PASIEN ANAK DENGAN IMPETIGO


KRUSTOSA

PEMBIMBING DR. YUNI ASTUTI


OLEH DR. AYUNDA SHINTA

PUKSESMAS KELURAHAN CIRACAS


JAKARTA TIMUR
STATUS PASIEN

IDENTITAS
Nama pasien : An. FAS
Jenis kelamin : Perempuan
Umur : 2 tahun 10 bulan
Alamat : Jl. Raya Ciracas 08/02, CRC
Agama : Islam
Tanggal Berobat : 01-03-2017
No. RM : 041837

KELUHAN UTAMA
Terdapat luka di daerah hidung hingga berdarah yang
tidak sembuh-sembuh sejak 1 minggu yang lalu.
RIWAYAT
PENYAKIT
SEKARANG
Pasien datang ke poli
MTBS Puskesmas Kel
CRC dengan keluhan
luka di daerah hidung
hingga berdarah yang
tidak sembuh-sembuh
sejak 1 minggu yang
lalu.

Awalnya berupa
lentingan berisi cairan
bening pada hidung
yang terasa gatal.
Karena di garuk meluas
ke bibir dan pipi dan
berkerak kekuningan
setelah di garuk.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

Riwayat sakit dengan keluhan serupa (-), alergi


makanan (-), obat-obatan (-), riwayat digigit
serangga (-), riwayat cacar air (-), riwayat penyakit
atopik : asma (-), rhinitis (-), riwayat trauma (-)

Riwayat batuk-pilek (+) tapi sudah sembuh


kurang lebih sebelum keluhan sekarang muncul.
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

Riwayat keluhan serupa (-)

Lingkungan dan kebiasaan :


Pasien mempunyai kebiasaan bermain di tanah dan pasir

Kurang menjaga kebersihan diri

Teman pasien ada yang mengalami hal serupa


PEMERIKSAAN FISIK

KESAN UMUM
KU : Baik
Kesan : Tampak sakit ringan
Kes. : Kompos mentis
BB : 12 Kg

TANDA VITAL:
Nadi : 88 x/m
RR : 22 x/m
Suhu : 36,4 C
STATUS GENERALIS

Kepala : normocefali
Wajah : lesi (+) Status Dermatologis
Mata : konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-
Leher : KGB tidak teraba membesar
Jantung : BJ I-II reg, murmur (-), gallop (-)
Paru: Sn ves +/+, rhonki (-), wheezing (-)
Abdomen : datar, soepel, nyeri tekan (-)
Ekst. : edema (-), CRT <2det
STATUS DERMATOLOGIS

Distribusi : Regional, lokalis


Ad regio : Facialis
Lesi : Papul datar lentikuler multipel berkrusta
kekuningan bentuk ireguler dengan dasar eritem disertai
eskoriasi.
DIAGNOSIS KERJA

Impetigo Krustosa
Etiologi : Streptococcus homolyticus
Usia : Anak 2-5 tahun
Predileksi : sekitar lubang hidung, mulut

S. Derma : Erosi basah dengan krusta kuning akibat vesikel/pustul


yang pecah
Biasanya lesi sekunder akibat insect bite, abrasi, laccerasi, atau luka
bakar
DIAGNOSIS BANDING

Impetigo Bulosa Furunkel Ektima


Pada anak dan Dewasa dengan infeksi Ulkus superfisial
Et: Staphylococcus Sekunder dengan krusta
aureus Radang Folikel rambut Et: Streptococcus
Predileksi: Muka, dan jar. Sekitar hemolyticus
ketiak, dada, Et: Staphylococcus Predileksi: tungkai
pungggung, lipat kulit aureus bawah (tingkat
Lesi eritema disertai traumatik tinggi)
Bula dan bula
hipopion
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Tidak dilakukan
Usulan pemeriksaan :
Pemeriksaan sederhana dengan pewarnaan gram
PENATALAKSANAAN

NonFarmakoterapi
Edukasi pasien atau keluarganya tentang penyakit dan
penyebabnya
Edukasi pasien agar menjaga luka tetap bersih, rawat
luka dengan rutin, bersihkan dengan air biasa
Minum obat secara teratur, kontrol bila obat habis
Jaga kebersihan badan, mencegah penularan dengan
tidak memakai peralatan sehari-hari bersamaan
misalnya handuk,dll
Bila diantara keluarga ada yang mengalami keluhan
serupa segera dibawa berobat juga
PENATALAKSANAAN

Farmakoterapi
Topikal : Gentamisin Krim 0,1% Pagi-sore
Sistemik : CTM 3 x 1/2tab Bila gatal
: (dianturkan 2 hari pertama saja)
APGAR SCORE

Adaptation Kemampuan anggota keluarga tersebut beradaptasi dengan anggota keluarga 2


yang lain, serta penerimaan, dukungan dan saran dari anggota keluarga yang lain

Partnership Kemampuan komunikasi, saling membagi, saling mengisi antara anggota 2


keluarga dalam segala masalah yang dialami oleh keluarga tersebut

Growth Dukungan keluarga terhadap hal-hal baru yang dilakukan anggota keluarga 2
tersebut
Affection Hubungan kasih sayang dan interaksi antar anggota keluarga 2
Resolve Kepuasan anggota keluarga tentang kebersamaan dan waktu yang dihabiskan 1
bersama anggota keluarga yang lain

TOTAL SKOR: 9 (Fungsi Keluarga Sehat)


FAMILY SCREEM

Social : Pasien dan keluarga cukup berinteraksi dengan


lingkungan sekitar. Tetangga di lingkungan sekitar rumah tergolong
harmonis.
Cultural : Pasien dan keluarga adalah keluarga menengah.
Religion : Pasien selalu diajarkan ibadah yang baik oleh keluarga
Economic : Pasien dan keluarga adalah keluarga dengan ekonomi
kelas menengah, keluarga merasa kebutuhan ekonomi masih dapat
terpenuhi dengan penghasilan orang tua pasien.
Educational : Pasien belum mengikuti pendidikan formal
Medical : Pasien dan keluarga sudah menggunakan BPJS, dan
melakukan pengobatan di klinik untuk kontrol penyakit yang diderita
pasien.
GENOGRAM

Keterangan:
: Laki-laki
: Perempuan
: Menikah
: Meninggal
: Pasien
: tinggal 1 rumah
FAMILY MAPPING

Keluarga terdiri atas seorang suami, istri, nenek, dan cucu.


Suami bekerja sebagai karyawan swasta dan istri sebagai
pekerja laundry swasta.

Sehari-hari pasien tinggal bersama neneknya karena kedua


orang tua bekerja dari pagi hingga sore.

Bentuk Keluarga menurut Goldenberg (1980) adalah


Keluarga campuran/extended family

Siklus Keluarga menurut Duvall (1967) adalah Tahap III


(keluarga dengan anak usia pra-sekolah)
IDENTIFIKASI MASALAH KELUARGA

Masalah dalam fungsi biologis


Pasien menderita impetigo
Masalah dalam fungsi psikologis
Pasien memiliki kekurangan fisik yang agak membuat pasien tidak
percaya diri dan enggan untuk berinteraksi dengan tetangga sekitar.
Masalah dalam fungsi ekonomi dan pemenuhan
kebutuhan:
Dalam satu rumah penghasilan bergantung pada pendapatan ayah
dan ibu pasien. Jumlah penghasilan ayah dan ibu perbulan Rp
5.100.000 karena ayah sebagai karyawan swasta diUpah Minimal
Regional (UMR) di Kota Jakarta Rp. 3.100.000,- sedangkan ibu
kurang lebih 2.000.000 sehingga tergolong berpenghasilan cukup.
Keluarga pasien mempunyai jaminan kesehatan berupa BPJS.
IDENTIFIKASI MASALAH KELUARGA

Masalah perilaku kesehatan:


Pasien belum begitu mengerti pentingnya kebersiham sehingga seringkali
sakit dan kurang dapat menjaga higiennya sendiri.
Masalah lingkungan:
Pasien dan keluarganya tinggal di perumahan padat. Luas rumah cukup,
ventilasi baik, penerangan cukup. Memiliki dua kamar tidur, satu dapur, dan
satu kamar mandi. Pasien tidur bersama kedua orang tuanya kadang
bersama nenek nya. Atap rumah dari genteng, dinding dengan tembok dicat
berwarna hijau dan lantai rumah keramik. Kebersihan dalam rumah cukup
baik. Sumber air menggunakan air tanah. Rumah memiliki septic tank.
Pembuangan air limbah dialirkan ke selokan dan alirannya cukup lancar.
Tempat sampah terdapat di dapur dan depan rumah. Kebersihan di
lingkungan pemukiman cukup baik.
Fungsi Sosial:
Komunikasi antar tetangga dan orang lain di lingkungan cukup baik. Sehari-
hari pasien di rumah dan kadang bermain dengan teman di lingkungan
rumahnya.
DIAGNOSTIK HOLISTIK

Aspek Personal
Pasien mengalami kondisi yang mengganggu yang kadang
menyebabkan ia merasa gatal dan tidak nyaman
Harapan pasien saat ini adalah tidak sakit lagi

Aspek Klinis
ICD X : L.01 (Impetigo)
Aspek Risiko Internal
Pasien masih belum mengerti menjaga kebersihan diri sendiri

Aspek Risiko Eksternal


Pasien kurang perhatian orang tua
PROGNOSIS

Ad vitam : Bonam
Ad sanationam : Dubia ad bonam
Ad fungsiolesa : Bonam
Ad kosmetika : Bonam
Follow Up

7 Maret 2017 (6 hari setelah pengobatan pertama)


TINJAUAN PUSTAKA

IMPETIGO
IMPETIGO

Definisi :
Infeksi piogenik superfisial (antara stratum korneum dan
stratum granulosum) dan mudah menular yang terdapat
dipermukaan kulit.

Infeksi kulit oleh:


Bakteri Streptococcus homolyticus
Bakteri Staphylococcus aureus
KLASIFIKASI

Impetigo Bulosa
Impetigo Krustosa

Epidemiologi Impetigo
Sering terjadi pada anak-anak (usia 2-5 tahun)
Frekuensi yang sama antara pria dan wanita
FAKTOR PREDISPOSISI

Kontak langsung dengan penderita


Kontak tidak langsung
Cuaca panas, lembab
Lesi sekunder akibat insect bite, abrasi, laccerasi,
atau luka bakar
IMPETIGO
KRUSTOSA
Makula eritematous
vesikel pustula
pecah cairan serosa
dan purulen kering
membentuk krusta
tebal berwarna
kekuningan spt madu
honey coloured
jika lepas erosi
merah dan basah

Tempat predileksi:
wajah, Sekitar lubang
hidung dan mulut
IMPETIGO
BULOSA
Makula eritematous
vesikel bula bula
hipopion
Bula mudah pecah
karena letak subkorneal
skuama anular dgn
bagian tengah eritema
collarette dan cepat
mengering
Tempat predileksi:
Leher, ketiak, dada,
punggung, tangan,
lengan, kaki,
selangkangan dan
bokong
DIAGNOSIS

Anamnesis dan tampilan klinis


Laboratirik dengan mikroskopik, kultur
DD:
Im. Bulosa : dermatitis kontak, sengatan serangga, luka
bakar, erupsi obat bulosa, varicella, herpes simpleks
Im. Krustosa : dermatitis seboroik, dermatitis atopik,
dermatofitosis, DKA, herpes simpleks, herpes zoster, skabies,
KOMPLIKASI

Jarang post streptococcal glomerulonephritis