Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

MANAJEMEN AKUNTANSI

ANALISIS HUBUNGAN BIAYA-VOLUME-LABA


(B-V-L)

DISUSUN OLEH:

Widya Iswara
Nuning Yunara
Nurfadillah
Ramlah

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN


Mata Kuliah : MANAJEMEN AKUNTANSI
Dosen : Ibu. Suryati, SE. M,Ak.

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
limpahan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah Manajemen Akuntansi
yang berjudul Analisis Hubungan Biaya-Volume-Laba (B-V-L) dengan tepat
waktu tanpa halangan suatu apapun. Diharapkan makalah ini dapat memberikan
wawasan dan informasi kepada pembaca tentang Analisis Hubungan Biaya-
Volume-Laba (B-V-L).
Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada:
1 Allah swt.
2 Ibu. Suryati, SE. M,Ak., selaku dosen pembimbing mata kuliah Manajemen
Akuntansi
3 Pihak lain yang telah mendukung sehingga terselesaikannya makalah ini.
Bagaimana pun kami telah berusaha membuat makalah ini dengan sebaik-
baiknya, namun tidak ada kesempurnaan dalam karya manusia. Kami menyadari
masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Oleh karena itu, kritik
dan saran sangat kami harapkan untuk lebih menyempurnakan makalah ini.
Mudah-mudahan sedikit yang kami sumbangkan ini, akan menjadi ilmu yang
bermanfaat.

Palopo, 8 April 2016

DAFTAR ISI

2
HALAMAN JUDUL............................................................................................I

KATA PENGANTAR..........................................................................................II

DAFTAR ISI........................................................................................................III

BAB I PENDAHULUAN

A LATAR BELAKANG..............................................................................1
B RUMUSAN MASALAH.........................................................................2
C TUJUAN PENULISAN...........................................................................2

BAB II PEMBAHASAN

A PENGERTIAN DAN MANFAAT B-V-L...............................................3


B PERBEDAAN TITIK IMPAS DENGAN ANALISIS HUBUNGAN
B-V-L
...................................................................................................................
5
C METODE DAN PENERAPAN ANALISIS HUBUNGAN B-V-L
...................................................................................................................
6
D PENGARUH PAJAK PENGHASIALAN DALAM PENERAPAN
METODE ANALISIS HUBUNGAN B-V-L
...................................................................................................................
11

BAB III PENUTUP

KESIMPULAN...............................................................................................12

SARAN.............................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA 13

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Analisis impas memberikan informasi tingkat penjualan minimum yang


hadus dicapai suatu perusahaan agar tidak mengalami kerugian. Dari analisis
tersebut juga kita dapat mengetahui sampai sejauh mana volume penjualan yang
direncanakan boleh turun, agar perusahaan tidak menderita kerugian. Analisis
impas menyajikan informasi untuk perencanaan volume penjualan.

Analisis impas merupakan salah satu bentuk analisis biaya volume dan laba.
Dalam makalah ini akan dijelaskan bagaimana analisis biaya volume dan laba dan
bagaimana manfaatnya bagi manajemen/manajerial.

Analisis biaya volume laba (cost volume profit analysis CVP analysis)
merupakan suatu alat yang sangat berguna untuk perencanaan dan pengambilan
keputusan. Karena analisis biaya volume laba (CVP) menekankan keterkaitan
antara biaya, kuantitas yang terjual, dan harga, semua informasi keuangan
perusahaan terkandung di dalamnya. Analisis cvp dapat menjadi suatu alat yang
bermanfaat untuk mengidentifikasi cakupan dan besarnya kesulitan ekonomi yang
dihadapi suatu divisi dan membantu mencari pemecahannya.

Analisis CVP juga dapat mengatasi banyak isu lainnya seperti jumlah unit
yang harus dijual untuk mencapai impas, dampak pengurangan biaya tetap
terhadap titik impas, dan dampak kenaikan harga terhadap laba. Selain itu analisis
CVP memungkinkan para manajer untuk melakukan analisis sensitivitas dengan
menguji dampak dari berbagai tingkat harga atau biaya terhadap laba.

Meskipun bab ini berkaitan dengan mekanika dan terminology analisis CVP,
kita harus ingat bahwa analisis CVP merupakan suatu bagian integral dari
perencanaan keuangan dan pengambilan keputusan. Setiap akuntan dan manajer
harus mengenal seluruh konsep-konsepnya, bukan hanya mekanikanya.

1
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah Pengertian dan Manfaat B-V-L?
2. Apakah Perbedaan Titik Impas dengan Analisis Hubungan B-V-L?
3. Apakah Metode dan Penerapan Analisis Hubungan B-V-L?
4. Apa Penerapan Metode Analisis Hubungan B-V-L Dalam Perubahan
Berbagai Faktor?

C. TUJUAN PENULISAN
1. Mahasiswa Mengetahui Pengertian dan Manfaat B-V-L.
2. Mahasiswa Mengetahui Perbedaan titik Impas dengan Hubungan B-V-L.
3. Mahasiswa Mengetahui Metode dan penerapan Analisis B-V-L.
4. Mahasiswa Mengetahui Penerapan Metode Analisis Hubungan B-V-L
dalam Perubahan Berbagai Faktor.

BAB II

PEMBAHASAN

2
A. Pengertian dan Manfaat Analisis B-V-L

Analisa Biaya-Volume-Laba adalah alat yang sangat berguna bagi manajer


untuk menjalankan fungsinya. Alat ini membantu mereka untuk memahami
hubung-an antara biaya, volume dan laba organisasi dengan memfokuskan
hubungan lima elemen berikut: (1) Harga produk; (2) Volume atau tingkat
aktivitas; (3) Biaya variabel per unit; (4) Total biaya tetap; (5) Bauran produk
yang dijual.

Karena analis Biaya-Volume-Laba membantu manajer untuk memahami hu-


bungan antara biaya, volume dan laba, alat analisis ini sangat berguna dalam
proses pembuatan keputusan. Keputusan ini termasuk produk apa yang akan
dibuat atau dijual, bagaimanakah kebijakan penentuan harganya, apakah strategi
pemasaran yang digunakan, tipe fasilitas produksi apa yang diperlukan.

Ada beberapa asumsi yang mendasari analisis biaya-volume-laba, yaitu :

Harga jual konstan dalam cakupan yang relevan.


Biaya bersifat liniar dalam rentang cakupan yang cukup relevan dan dapat
dibagi secara akurat kedalam elemen biaya tetap dan biaya variabel.
Dalam perusahaan dengan multi produksi, bauran penjualannya tetap.
Dalam perusahaan manufaktur, persediaan tidak mengalami perubahan. Unit
yang diproduksi sama dengan unit yang terjual.

Laporan laba rugi dengan pendekatan kontribusi menekankan pada perilaku


biaya dan hasilnya akan sangat membantu manajemen untuk menentukan
pengaruhnya terhadap laba karena perubahan harga jual, biaya dan volume.

Acoustic Concepts, Inc.,


Laporan Laba Rugi Kontribusi
Untuk periode Juni

Total Per unit

3
Penjualan (400 speaker) 100.000 $ 250
Dikurangi biaya variabel 60.000 150
Margin kontribusi 40.000 100
Dikurangi biaya tetap 35.000
Laba bersih 5.000

Perhatikan bahwa penjualan, biaya variabel, dan margin kontribusi disajikan


dalam perhitungan per unit dan juga total. Praktik seperti ini umum dilakukan
untuk laporan laba rugi kontribusi yang akan digunakan oleh manajemen untuk
melakukan analisis profitabilitas.

Margin Kontribusi

Margin kontribusi adalah jumlah yang tersisa dari pendapatan dikurangi


beban variabel. Jadi, ini adalah jumlah yang tersedia untuk menutup beban tetap
dan kemudian menjadi laba untuk periode tersebut. Margin kontribusi digunakan
dulu untuk menutup beban tetap dan sisanya akan menjadi laba. Jika margin
kontribusi tidak cukup untuk menutup beban tetap perusahaan, maka akan terjadi
kerugian untuk periode tersebut. Ketika titik impas dicapai, laba bersih akan
bertambah sesuai dengan margin kontribusi per unit untuk setiap tambahan
produk yang terjual. Untuk memperkirakan pengaruh kenaikan penjaulan yang
direncanakan terhadap biaya, manajer cukup mengalikan peningkatan dalam unit
yang terjual dengan margin kontribusi yang per unit. Hasilnya akan
menggambarkan peningkatan laba yang diharapkan.

Margin Keamanan

Margin Keamanan adalah kelebihan dari penjualan yang dianggarkan diatas


titik impas volume penjualan. Margin keamanan menjelaskan jumlah dimana
penjualan dapat menurun sebelum kerugian mulai terjadi. Semakin tinggi margin
keamanan, semakin rendah resiko untuk tidak balik modal. Margin keamanan juga
dapat disajikan dalam bentuk presentase. Presentase ini didapat dengan membagi
margin keamanan dalam dollar dengan total penjualan.

4
B. Perbedaan Titik Impas dengan Analisis Hubungan B-V-L

Analisis Titik Impas

Analisis biaya-volume-laba kadang-kadang disederhanakan menjadi analisis


titik impas. Padahal analisis titik impas hanyalah salah satu elemen analisis biaya-
volume-laba. Meskipun demikian, analisis titik impas adalah elemen yang
penting.

Perhitungan Titik Impas

Titik impas adalah tingkat penjualan dengan tingkat laba nol. Titik impas
dapat dihitung dengan menggunakan metode persama-an (equation method) atau
metode margin kontribusi (contribution margin method). Kedua metode tersebut
ekuivalen.

METODE PERSAMAAN. Metode persamaan memanfaatkan data-data dari


laporan laba rugi yang disusun dengan format kontribusi seperti yang telah digam-
barkan, format laporan laba rugi dapat disajikan dengan persamaan sebagai
berikut:

Laba = Penjualan - (Biaya Varibel + Biaya Tetap)


Persamaan tersebut dapat kita ubah menjadi
Penjualan = Biaya Variabel + Biaya Tetap + Laba

Analasisi Biaya-Volume-Laba seringkali diartikan sebagai analisis titik


impas. Hal ini sangat disayangkan karena analisis titik impas hanyalah satu
elemen dalam analisis Biaya-Volume-Laba, walaupun merupakan elemen yang
penting. Analisis titik impas didesain untuk menjawab pertanyaan mengenai
seberapa jauh penjualan dapat menurun sebelum perusahaan mengalami

5
kerugian. Titik impas (break even) Adalah tingkat penjualan dimana laba adalah
nol. ketika titik impas dicapai, laba bersih akan bertambah sesuai dengan
margin kontribusi per unit untuk setiap pertambahan produk yang terjual. Dengan
menggunakan analisis titik impas, manajer tidak perlu menyiapkan serangkaian
laporan laba rugi secara lengkap untuk mengetahui tingkat pengembalian dari
penjualan yang terjadi. Dalam analisis titik impas, jika tidak ada penjualan,
kerugian perusahaan akan sebesar beban tetapnya. Setiap unit yang terjual akan
mengurangi kerugian sebesar margin kontribusi per unit. Ketika titik impas
tercapai, setiap tambahan unit terjual meningkatkan laba perusahaan sebesar
margin kontribusi per unit.

Metode Margin Kontribusi. Metode ini pada dasarnya hanyalah versi jalan
pintas dari metode persamaan yang telah dijelaskan. Pendekatan ini
memusatkan pada ide bahwa setiap unit yang terjual memberikan sejumlah
margin kontribusi yang akan menutup biaya tetap. Untuk menemukan
berapa banyak unit yang harus terjual untuk mencapai titik impas, bagilah
total biaya tetap dengan margin kontribusi per unit.

C. Metode dan Penerapan Analisis Hubungan B-V-L

Adanya penerapan pada analisis hubungan Biaya-Volume-Laba diharapkan


akan memberikan dampak pengaruh dari margin kontribusi terhadap perubahan
dalam biaya variabel, biaya tetap, harga jual, dan volume penjualan. Beberapa
pengaruh penerapan dalam analisis hubungan B-V-L:

1. Perubahan dalam Biaya Tetap dan Volume Penjualan

Manajemen perusahaan mempertimbangkan untuk meningkatkan anggaran


iklan per bulan sebesar $10,000 akan meningkatkan penjualan sebesar $30,000
dan 520 unit. Perubahan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini

6
Sekarang Revisi Peningkatan %
Penjualan & Penjualan
Biaya Iklan
Penjualan $ 100,000 $ 130,000 $ 30,000 100%
(-/-) B. Variabel 60,000 78,000 18,000 60%
Margin kontribusi 40,000 52,000 12,000 40%
(-/-) Beban tetap 35,000 45,000 0
Laba bersih $ 5,000 $ 7,000 $ 12,000

Asumsikan tidak ada faktor lain yang diperhitungkan maka peningkatan


anggaran iklan akan meningkatkan laba bersih sebesar $ 2,000. terdapat 2 cara
cepat perhitungan diatas yaitu :

Perhitungan I
Proyeksi Margin Kontribusi
$ 52,000
($130,000 x 40% rasio CM)
Total Margin Kontribusi
$ 40,000
($100,000 x 40% rasio CM)
Peningkatan Margin Kontribusi 12,000
Perubahan dalam biaya tetap
(-/-) Peningkatan biaya iklan $ 10,000
Peningkatan Laba Bersih $ 2,000

Perhitungan II
Peningkatan Margin Kontribusi
$ 12,000
($30,000 x 40% rasio CM)
(-/-) Peningkatan biaya iklan 10,000
Peningkatan Laba Bersih $ 2,000

Perhitungan ini lebih singkat tidak perlu menyiapkan laporan laba rugi dan
melibatkan analisis perningkatan yang memperhitungkan faktor pendapatan, biaya
dan volume yang akan berubah jika terdapat perubahan diantara faktor-faktor
diatas.

7
2. Perubahan dalam Biaya Variabel dan Volume Penjualan

Manajemen perusahaan mempertimbangkan penggunaan komponen


berkualitas lebih tinggi yang akan mengakibatkan naiknya biaya variabel sebesar
$10 namun dengan perbaikan komponen akan meningkatkan penjualan menjadi
480 unit per bulan. Perubahan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini

Perhitungan
Proyeksi Margin Kontribusi
$ 43,200
(480 unit x $90 per unit )
Total Margin Kontribusi saat ini
40,000
(400 x $100 per unit)
Peningkatan Margin Kontribusi $13,200

Dari hasil perhitungan disimpulkan peningkatan biaya variabel dapat


dilakukan karena dapat meningkatkan penjualan sehingga meningkatkan total
margin kontribusi dan laba bersih sebesar $ 3,200.

3. Perubahan dalam Biaya Tetap, Harga Jual dan Volume Penjualan

Manajemen perusahaan mempertimbangkan menurunkan harga jual sebesar


$20 per unit dan meningkatkan biaya iklan sebesar $15,000 per bulan namun
dapat meningkatkan penjualan sebesar 50% atau menjadi 600 unit. Perubahan
tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini

Perhitungan dan Laporan Laba Rugi


Proyeksi Total Margin Kontribusi
$ 48,000
(600 unit x $ 80 per unit)
Total Margin Kontribusi sekarang
$ 40,000
(400 unit x $100 per unit)
Peningkatan Margin Kontribusi 8,000
Perubahan dalam biaya tetap

8
(-/-) Peningkatan biaya iklan $ 15,000
Penurunan Laba Bersih ($ 7,000)

Sebelum Revisi Sesudah Revisi


Total Per Total Per Selisih
Unit Unit
Penjualan $ 100,000 $ 250 $ 138,000 $ 230 $ 38,000
(-/-) B. Variabel 60,000 150 90,000 150 30,000
Margin kontribusi 40,000 $ 100 48,000 $ 80 8,000
(-/-) Beban tetap 35,000 50,000 15,000
Laba bersih $ 5,000 $ 2,000 ($ 7,000)

Perubahan seharusnya tidak dilakukan karena mengakibatkan penurunan


laba bersih.

4. Perubahan dalam Biaya Variabel, Biaya Tetap dan Volume Penjualan

Manajemen perusahaan mempertimbangkan mengganti sistem kompensasi


dari gaji tetap dengan total $6,000 per bulan menjadi komisi sebesar $15 per unit
sehingga dapat meningkatkan penjualan sebesar 15% atau menjadi 460 unit.
Perubahan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini

Perhitungan dan Laporan Laba Rugi


Proyeksi Total Margin Kontribusi
$ 39,100
(460 unit x $ 85 per unit)
Total Margin Kontribusi sekarang
$ 40,000
(400 unit x $100 per unit)
Peningkatan Margin Kontribusi (900)
Perubahan dalam biaya tetap :
(+/+) Perubahan gaji menjadi komisi $ 6,000

9
Penurunan Laba Bersih $ 5,100

Sebelum Revisi Sesudah Revisi

Total Per Total Per Selisih


Unit Unit
Penjualan $ 100,000 $ 250 $ 115,000 $ 250 $ 15,000
(-/-) B. Variabel 60,000 150 75,900 165 15,900
Margin 40,000 $ 100 39,100 $ 85 $ 900
kontribusi
(-/-) Beban 35,000 29,000 ( 6,000)
tetap
Laba bersih $ 5,000 $ 10,100 $ 5,100

Perubahan seharusnya dilakukan. Biaya tetap akan menurun sebesar $ 6,000


dari $35,000 menjadi $29,000 dan margin kontribusi per unit menurun menjadi
$85. implikasi dari semua itu akan meningkatkan laba bersih yang berasal dari
penghematan biaya tetap tadi.

5. Perubahan dalam Harga Jual reguler

Manajemen perusahaan mempertimbangkan selain penjualan biasa, untuk


menjual 150 unit kepada penjual grosir dengan harga khusus. Manajemen sedang
menyusun harga jual khusus agar mendapatkan laba bulanan sebesar $3,000.

Perhitungan
Biaya variabel per unit $ 150
Proyeksi Laba per unit
$ 20
($3,000 / 150 unit)
Proyeksi Harga jual per unit $ 170

10
Beban tetap tidak diperhitungkan karena tidak terpengaruh oleh penjualan
harga khusus dimana biaya tetap akan sama jumlahnya berapapun unit terjual dan
harga yang dkenakan.

D. Pengaruh Pajak Penghasilan dalam Penerapan Metode Analisis


Hubungan B-V-L.

Pada saat menghitung titik impas, pajak penghasilan tidak memainkan


peranan karena perusahaan tidak membayar pajak bila tidak mendapatkan
laba. Banyak perusahaan memilih menetapkan laba sasaran mereka sebagai laba
bersih seteleh pajak yang mana dalam hal ini pajak penghasilan dianggap sebagai
biaya. Semakin tinggi tarif pajak penghasilan akan semakin tinggi pula target
yang harus dicapai.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Titik impas (break-even point) adalah titik dimana total pendapatan sama
dengan total biaya, titik dimana laba sama dengan nol. Untuk pendapatan sama

11
dengan total biaya, kita focus pada laba operasi. Pertama, kita akan membahas
cara menentukan titik impas, kemudian melihat bagaimana pendekatan kita dapat
dikembangkan untuk menentukan jumlah unit yang harus dijual guna
menghasilkan laba yang ditargetkan.

pengaruh penerapan dalam analisis hubungan B-V-L : 1.Perubahan dalam


Biaya Tetap dan Volume Penjualan2.Perubahan dalam Biaya Variabel dan Volume
Penjualan 3.Perubahan dalam Biaya Tetap, Harga Jual, dan Volume Penjualan
4.Perubahan dalam Biaya Variabel, Biaya Tetap, dan Volume Penjualan.
5.Perubahan dalam Harga Jual Reguler

Analisis biaya volume laba menghasilkan informasi dampak perubahan


harga jual, biaya dan/atau volume penjualan terhadap laba bersih. Dalam
penyusunan anggaran, berbagai kemungkinan pilihan harga jual, volume
penjualan, dan biaya selalu dihadapi oleh manajemen.

SARAN

Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam pembuatan makalah ini masih


banyak terdapat kesalahan dan kekurangan didalam pembuatan makalah ini. oleh
karena itu, dengan kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran baik
dari dosen pemimbing maupun dari pembaca budiman. atas kritik dan saran
nantinya kamis ucapkan terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA

http://kk.mercubuana.ac.id/files/93004-3-160425824809.doc.

http://ilmumanajemen.wordpress.com/2009/02/20/break-event-point-bep

12
http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2101396-pengertian-break
point/#ixzz1oGheK217

13