Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN TIM CASEMIX

BULAN APRIL 2015

A. PENDAHULUAN
Era JKN yang sudah berjalan memasuki tahun ke-2, sebagian penduduk secara umum
sudah mulai memahami tentang JKN, namun masih banyak juga yang belum memahami,
regulasi dan juknis yang ada juga kadang kurang disosialisasikan, tarif klaim yang dirasakan
juga banyak gap dengan tarif rumah sakit membuat layanan di rumah sakit menambah komplek
permasalahan, dengan tim casemix dibentuk diharapkan bisa melakukan perbaikan layanan JKN
di rumah sakit PKU Muhammadiyah Surakarta.

Berikut ini kami sampaikan laporan kegiatan kami tim casemix bulan April, semoga ini
bisa menjadi bahan evaluasi bagi layanan JKN di rumah sakit kita, dan perbaikan untuk masa
yang akan datang.

Grafik Jumlah kunjungan rawat jalan 3 bulan terakhir (bulan April masih proses entry)

Grafik jumlah pasien rawat inap pasien JKN di RS PKU Muhammadiyah Surakarta

PERIODE TOTAL
JANUARI 5.100.281.000
FEBRUARI 4.762.497.123
MARET 5.161.724.000
Tabel : Jumlah total klaim terbayar pasien JKN RS PKU Muhammadiyah Surakarta

PERIODE Rawat Jalan Rawat Inap


JANUARI 115.144.913 438.959.607
FEBRUARI 123.398.484 97.416.229
MARET 100.357.756 (209.641.342)
Tabel : Besaran efisiensi klaim dibanding biaya rumah sakit

PERIODE INA CBG BY RS

JANUARI 4.065.432.300 5.735.285.056

FEBRUARI 3.795.609.900 5.640.145.509

MARET 4.033.421.900 6.948.205.740

Terlihat adanya gap antara biaya INA-CBG dan biaya Rumah Sakit PKU
Muhammadiyah Surakarta, pada bulan Januari dan Februari masih bisa di
kompensasi dengan cost sharing pasien yang naik kelas. Namun pada bulan Maret
terdapat selisih negatif disebabkan oleh banyak yang tidak efisien untuk pasien
yang sesuai kelas.
Secara umum pengendalian pasien Jaminan Kesehatan Nasional di rawat jalan rumah sakit PKU
Muhammadiyah Surakarta termasuk baik dan efisien. Meskipun tidak menutup kemungkinan
beberapa kasus masih kurang efisien di biaya penunjang dan obat.

B. KEGIATAN DIVISI
DIVISI CODING

1. Mengadakan In House Training dan instalasi sofware casemix


2. Melakukan penarikan data coding dan melakukan verifikasi data sehingga sesuai
template data coding

DIVISI COSTING

1. Data Costing sudah dikirim ke kemenkes dan sudah ada fedback perbaikan data.
2. Beberapa kesulitan masih dihadapi terutama untuk melakukan pemilahan bangsal yang di
sana bercampur beberapa specialisasi.

DIVISI IT

1. Entry untuk pasien bayi sudah jalan dengan baik


2. Setelah pelatihan dan instalasi software casemix, harapannya pekerjaan analisa dan
penyusunan tarif bisa kami kerjakan, memang software tersebut tidak terintegrasi dengan
SIM RS.

DIVISI CLINICAL PATHWAY

1. Clinical pathway yg sudah ada belum secara komprehensif dilakukan evaluasi, selama ini
hanya dievaluasi di beberapa sisi terutama LOS pasien, belum tentang penggunaan obat
2. Clinical pathway yang baru juga belum menyesuaikan tariff JKN
C. KENDALA-KENDALA YANG DIHADAPI
1. Masih belum dipahaminya tentang regulasi JKN-BPJS Kesehatan oleh sebagian besar
karyawan,, sehingga hal ini mempengaruhi pelaksanaan teknis layanan pasien JKN
2. Mainset para pemberi asuhan pelayanan terutama DPJP juga belum utuh, sehingga
beberapa DPJP masih memanage pasien sebagaimana pasien umum yang pembayarannya
fee for service, sehingga pasien tidak dimanage secara effisien dan terdapat over
treatment yang berakibat overbudget, semoga dengan pelatihan kemarin tanggal 6-7 Mei
tentang coding oleh DR Amrizal Muhammad Nur bisa menambah wawasan.
3. Kesulitan coder dalam mengkoding disebabkan tulisan dokter tidak terbaca dengan jelas,
resume dokter tidak lengkap, sehingga ini menjadi salah satu faktor kesalahan koding,
meskipun disisi lain kemampuan coder dalam mengkoding juga perlu terus ditingkatkan
4. Beberapa tarif pasien terutama bedah dan kebidanan terdapat gap yang tinggi antara tarif
Rumah sakit dan tarif Inacbgs JKN, mengingat salah satu unggulan RS PKU
Muhammadiyah Surakarta adalah kebidanan sehingga ini menjadi beban reguler bagi RS
PKU Muhammadiyah Surakarta

D. USULAN PERBAIKAN

1. Perlu dilakukan sosialisasi terus menerus tentang JKN, regulasi dan juknis ke semua
karyawan RS PKU MUhammadiyah di semua lini sehingga pemahaman tentang JKN
dipahami semua karyawan. Bisa dilakukan dengan : Saat orientasi karyawan baru,
gathering, rapat-rapat.
2. Perlu usaha menyamakan persepsi tentang JKN, metode pembayaran inacbgs, penulisan
diagnosis primer dan sekunder sesuai aturan JKN kepada para pemberi asuhan layanan
terutama DPJP
3. Sudah dilakukan edaran tentang tulisan DPJP di resume namun perlu dilakukan evaluasi
bagaimana pelaksanaannya, senantiasa melakukan peningkatan kemampuan koder dengan
IHT dan mengikutkan pelatihan-pelatihan
4. Perlu evaluasi clinial pathway dan menyesuaikan tarif di clinical pathway dengan tarif
JKN sehingga gap tarif akan bisa diminimalisasi, dengan konsekuensi jasa medis DPJP
akan lebih kecil dan tantangan dari DPJP akan timbul.
5. Melakukan redesign kamar/bangsal yang berisi 1 pasien apakah mungkin ditingkatkan
menjadi Utama atau VIP.

E. PENUTUP
Demikian laporan ini kami susun, mohon banyak masukan kepada tim kami, kami
menyadari di awal-awal era JKN ini banyak kesulitan dalam implementasi di lapangan dan kami
mohon masukan serta dukungan supaya tim ini bisa mengawal layanan JKN di rumah sakit ini
dengan baik dan JKN menjadi peluang kita bukan ancaman.