Anda di halaman 1dari 11

PLN bangun 30 PLTS komunal

Electricity

(Maluku) PT PLN akan membangun 30 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal di 30
lokasi di Provinsi Maluku dan Maluku Utara pada 2011.

"Pembangunan PLTS Komunal ini akan dilakukan di tiga cabang di bawah PLN di Maluku dan
Malut, yakni cabang Ambon, Tual dan Ternate, sekaligus sebagai bagian dari rasio
elektrikasi jangka pendek PLN pada 2011," kata General Manajer PLN Cabang Maluku dan
Malut Nyoman Astawa.

Pembangunan PLTS Komunal di 30 lokasi di dua provinsi ini menyusul suksesnya


pembangunan PLTS serupa yang merupakan pilot proyek PT PLN Pusat di Pulau Banda,
Kabupaten Maluku Tengah, tahun 2010 lalu dengan kapasitas 100 kilo watt.

Sebanyak 30 PLTS Komunal tersebut merupakan bagian dari 100 PLTS serupa yang akan
dibangun badan usaha milik negara (BUMN) itu di seluruh Tanah Air tahun 2011.

Astawa mengatakan, PLTS komunal itu akan dibangun di daerah terpencil, jauh serta
terisolasi dan selama ini belum dijangkau jaringan listrik.

Ia mengatakan di cabang Ambon, PLTS komunal dengan kapasitas 100 KW akan dibangun
di sembilan pulau yakni Pulau Tiga, Pulau Kebar, Pulau Tiga, Kabupaten Seram Bagian
Barat (SBB), Pulau Kesui, Ondor, Manawoka, Teor dan Pulau Panjang, Kabupaten Seram
Bagian Timur (SBB) serta Pulau Ambalau, dan Pulau Pasir Putih di kabupaten Buru.

"Melalui program PLTS komunal ini diharapkan dapat meningkatkan layanan PLN serta
mendorong peningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah itu," katanya.

Dia menambahkan, pada tahun 2012 mendatang direncanakan program PLTS komunal ini
akan terpasang di 1.000 pulau di Maluku.

"Diharapkan dengan program PLTS komunal ini masalah kelistrikan di Maluku dan Maluku
Utara dapat teratasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong
pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah terpencil dan terisolasi itu," katanya.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di
versi web www.tender-indonesia.com.

PLTS Terpusat atau PLTS Komunal untuk 10 KK, 20 KK,


30 KK
PLTS Sentralisasi atau PLTS Komunal untuk 10 KK.

Desain PLTS komunal 10 kk menggunakan solar sell 600 wp dengan menggunakan inverter
1200VA/700watt yang lengkap dengan charger. Sistem ini bisa di kombinasi dengan genset.
Sistem ini tiap KK akan mendapatkan lampu 35 watt 3 unit serta di sediakan untuk
mengecharge HP. Sistem ini bisa di nyalakan di malam hari selama 10 jam.

Paket ini tegangan outputnya sama dengan tegangan PLN 220V dan bisa digunakan untuk
menyalakan TV Monitor LED 19 INCH dan Decoder antena parabola.

Spesifikasi :

6 buah Modul Solar sell 100 WP


1 Set Sentral Box sistem:
1 set Inverter + charger 1200 VA/750 watt
1 set Battery Control Unit 12VDC~ 30A.
1 set box panel dan MCB.
8 Unit batery VRLA AGM khusus solar sell LPS 12 115 ah
1 set Kabel sistem NYAF 4, 6, dan 10mm
10 Set Lampu Hemat Energi 23 W dan 15 W + Fitting lampu per KK.
1 Roll kabel jaringan sistem ke klient NYYHY 32, 5mm.
10 Set Box sistem panel MCB klient/ KK.
1 Set Kontruksi modul support dan rak battery.

Harga : Rp 43.000.000,-

PAKET SENTRALISASI 5KWp.

Kami merancang dan merakit Generasi Terbaru 2010 PAKET SENTRALISASI 5KWp
( 220Volt) dari pengembangan Paket PLTS 12VDC, tenaga listrik matahari ini digunakan sesuai
kebutuhan listrik dengan desain jatah per KK/ Rumah 150-200W/ day dan membacku-up 30 KK
dan bisa digunakan backup Lampu Hemat Energy 23 W dan 1x5W untuk per KK.

Paket ini tegangan outputnya sama dengan tegangan PLN 220V dan bisa digunakan untuk
penerangan-penerangan Lampu Hemat Energy, menyalakan TV Monitor LCD 15 Inci dan
Decoder antena parabola. Paket ini memiliki

Spekifikasi :

50 Unit, Modul Solar Cell 100WP ( Poly/ Monocrystal) .


24 Unit, Battery SLA 2V-1000Ah + Air Zuur + Rak.
2 Set, Battery Control Regulator 48Vdc~ 60Ah.
1 Unit, Inverter Puresinwave 10Kva. 48Vdc~ 220V.
2 Set, Tuas ON/ OFF DC dan AC.
1 Set, Box Central MCB Panel Output
30 Set, Box Klient Limit Kwh Meter, Jatah : 150W/ day.
30 Set, Lampu Energy Saver Klient + Fitting( 3Wx2 & 5Wx1)
1 Set, Kabel Intalasi Modul NYAF : 4, 6, 10 mm.
1 Set, Kabel Intalasi Battery NYAF : 10, 25 mm.
1 Set, Kabel Jaringan Pusat NYYHY 3x4mm.
30 Set, Kabel Load Klient NYMHY 21, 5mm.
30 Set, 3 Titik saklar lampu & 1 titik Stopkontak.
1 Set, Kontruksi Modul support Pipa Galvanize.

Harga : Rp 240.000.000,-

Produk Terkait :

1. Panel Surya 100 wp

2. Battery VRLA AGM 2v 1000 AH

3. Controler untuk PLTS Terpusat

4. Inverter plus charger


Kontak kami

Toko : SCL

Ruko Panji Makmur Blok

Jl. Panjang Jiwo 48

Surabaya

031 8412377

Call 085 -336886677

Fax. 031 8480929

Mohon apabila HP Off atau online bisa sms ( menyertakan nama dan alamat perusahaan
anda)

email : marketing_scl@yahoo.com

PLTS Untuk Indonesia Timur


Ferial

User Rating: /0
Poor Best
EBTKE- Tahun ini, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN Persero) menargetkan dapat melistriki
sekitar 370 ribu masyarakat di Indonesia Timur melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Guna mencapai rasio penyambungan listrik (rasio elektrifikasi) di atas 60 persen sekitar 1,1 juta
masyarakat Indonesia Timur sudah harus mendapat listrik tahun ini. Direktur Indonesia Timur
PLN Vickner Sinaga mengatakan, perseroan akan memanfaatkan tenaga surya guna mencapai
target tersebut.Dari target tersebut, pelanggan PLN yang menggunakan listrik matahari akan
sekitar 33,36 persen,ujar dia akhir pekan lalu.

Vickner menjelaskan, ada dua jenis pelanggan PLTS di Indonesia Timur. Pertama, pelanggan
yang mendapat listrik dari PLTS mandiri. Pelanggan jenis ini akan mendapat panel surya dan tiga
lampu super ekstra hemat energi (SEHEN) yang dipasang di tiap rumah. Namun, pelanggan
PLTS mandiri hanya bisa menikmati listrik untuk lampu,kata dia. Pelanggan ini, lanjut dia, akan
difokuskan untuk daerah Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat serta dearah terpencil di
provinsi lain.Pelanggan jenis ini akan ada sekitar 120 ribu di NTT dan 120 ribu di NTB serta
100 ribu lagi di provinsi lain, tandasnya.

Pelanggan jenis kedua, menurut dia, adalah pelanggan PLTS komunal. PLTS mirip dengan
pembangkit listrik PLN pada umumnya, hanya pembangkit ini menggunakan panel surya untuk
menangkap energi matahari dan baterei untuk menyimpannya. PLTS komunal ini rencananya
akan dibangun di 100 lokasi, dimana setiap satu PLTS bisa melistriki 300 pelanggan, dari sini
PLN menargetkan sekitar 30 ribu pelanggan.

Untuk menyiapkan kedua jenis pembangkit tenaga surya ini, PLN harus menyiapkan sekitar Rp
1,7 triliun. PLTS mandiri setiap unitnya membutuhkan dana sekitar Rp 3,5 juta. Sementara untuk
memasang 240 unit PLTS mandiri, dana yang dibutuhkan sekitar Rp 840 milyar. Utuk PLTS
komunal, PLN membutuhkan dana sekitar Rp 900 milyar dimana biaya per unitnya sebesar Rp 9
milyar.

Padahal, tahun ini Indonesia Timur hanya mendapat jatah dana investasi sebesar Rp 750 milyar
dari kas PLN untuk menaikkan rasio elektrifikasi. Vickner mengatakan, PLN akan melakukan
penghematan dana dinas luar, kesehatan, dan pengadaan untuk menutup kekurangan ini.

Tahun ini dua bulan tidak akan ada dinas luar, kemudian biaya kesehatan pegawai akan
dikurangi 20 persen Dari pengadaan, PLN berhasil menghemat sekitar Rp 2 triliun tahun lalu,
jelas dia.

Sementara itu, sisa 730 pelanggan dari target tahun ini akan dilistriki melalui perluasan jaringan.
PLN akan menggunakan dana dari APBN sekitar Rp 1,4 triliun yang merupakan jatah proyek
listrik desa (prodes) Indonesia Timur. Tahun ini untuk prodes, PLN menerima dana sekitar Rp 10
triliun dari APBN.(ferial)
PLTS KOMUNAL 5 kW (PLTS-K5kW)

PLTS-K5kWp adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat yang menghasilkan out
put listrik AC (alternating current) dengan kapasitas 5 kilowatt. Menggunakan komponen
pilihan kualitas tertinggi yang tersedia di dunia PV industry. Menghasilkan energy harian sekitar
15 kWh. Cocok digunakan untuk listrik pedesaan antara 30-50 Rumah, Listrik Fasilitas Umum
Desa/Pemukiman Transmigrasi/Perkebunan.

Pengertian panel surya atau Solar sell

SOLAR SEL ATAU SEL SURYA

Sebelum membahas sistim pembangkit listrik tenaga surya. Pertama-tama akan


dijelaskan secara singkat komponen penting dalam sistim ini yang berfungsi sebagai
perubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik.

Listrik tenaga matahari dibangkitkan oleh komponen yang disebut solar cell yang
besarnya sekitar 10 ~ 15 cm persegi. Komponen ini mengkonversikan energi dari
cahaya matahari menjadi energi listrik. Solar cell merupakan komponen vital yang
umumnya terbuat dari bahan semikonduktor. multicrystalline silicon adalah bahan yang
paling banyak dipakai dalam industri solar cell. Multicrystalline dan monocrystalline
silicon menghasilkan efisiensi yang relativ lebih tinggi daripada amorphous silicon.

Sedangkan amorphus silicon dipakai karena biaya yang relatif lebih rendah. Selain dari
bahan nonorganik di atas dipakai pula molekul-molekul organik walaupun masih dalam
tahap penelitian. Sebagai salah satu ukuran performansi solar cell adalah efisiensi.
Yaitu persentase perubahan energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Efisiensi
dari solar cell yang sekarang diproduksi sangat bervariasi. Monocrystalline silicon
mempunyai efisiensi 12~15 %. Multicrystalline silicon mempunyai efisiensi 10~13 %.
Amorphous silicon mempunyai efisiensi 6~9 %. Tetapi dengan penemuan metode-
metode baru sekarang efisiensi dari multicrystalline silicon dapat mencapai 16.0 %
sedangkan monocrystalline dapat mencapai lebih dari 17 %. Bahkan dalam satu
konferensi pada September 2000, perusahaan Sanyo mengumumkan bahwa mereka
akan memproduksi solar cell yang mempunyai efisiensi sebesar 20.7 %. Ini merupakan
efisiensi yang terbesar yang pernah dicapai.Tenaga listrik yang dihasilkan oleh satu
solar cell sangat kecil maka beberapa solar cell harus digabungkan sehingga
terbentuklah satuan komponen yang disebut module. Produk yang dikeluarkan oleh
industri-industri solar cell adalah dalam bentuk module ini.Pada applikasinya, karena
tenaga listrik yang dihasilkan oleh satu module masih cukup kecil (rata-rata maksimum
tenaga listrik yang dihasilkan 130 W) maka dalam pemanfaatannya beberapa module
digabungkan dan terbentuklah apa yang disebut array. Sebagai contoh untuk
menghasilkan listrik sebesar 3 kW dibutuhkan array seluas kira-kira 20 ~ 30 meter
persegi. Secara lebih jelas lagi, dengan memakai module produksi Sharp yang
bernomor seri NE-J130A yang mempunyai efisiensi 15.3% diperlukan luas 23.1m2
untuk menghasilkan listrik sebesar 3.00 kW. Besarnya kapasitas PLTS yang ingin
dipasang menambah luas area pemasangan.

SORAL CELL

sejarah soral cell

Tenaga listrik dari cahaya matahari pertama kali ditemukan oleh Alexandre Edmund
Becquerel seorang ahli fisika Perancis pada tahun 1839. Temuannya ini merupakan
cikal bakal teknologi solar cell. Percobaannya dilakukan dengan menyinari 2 elektrode
dengan berbagai macam cahaya. Elektrode tersebut di balut (coated) dengan bahan
yang sensitif terhadapcahaya, yaitu AgCl dan AgBr dan dilakukan pada kotak hitam
yang dikelilingi dengan campuran asam. Dalam percobaanya ternyata tenaga listrik
meningkat manakala intensitascahaya meningkat. Selanjutnya penelitian dari Bacquerel
dilanjutkan oleh peneliti-peneliti lain. Tahun 1873 seorang insinyur Inggris Willoughby
Smith menemukan Selenium sebagai suatu elemen photo conductivity. Kemudian tahun
1876, William Grylls dan Richard Evans Day membuktikan bahwa Selenium
menghasilkan arus listrik apabila disinari dengan cahaya matahari. Hasil penemuan
mereka menyatakan bahwa Selenium dapat mengubah tenaga matahari secara
langsung menjadi listrik tanpa ada bagian bergerak atau panas. Sehingga disimpulkan
bahwa solar cell sangat tidak efisien dan tidak dapat digunakan untuk menggerakkan
peralatan listrik.

Tahun 1894 Charles Fritts membuat Solar Cell pertama yang sesungguhnya yaitu suatu
bahan semi conductor (selenium) dibalut dengan lapisan tipis emas. Tingkat efisiensi
yang dicapai baru 1% sehingga belum juga dapat dipakai sebagai sumber energi,
namun kemudian dipakai sebagai sensor cahaya. Tahun 1905 Albert Einstein
mempublikasikan tulisannya mengenai photoelectric effect. Tulisannya ini
mengungkapkan bahwa cahaya terdiri dari paket-paket atau quanta of energi yang
sekarang ini lazim disebut photon. Teorinya ini sangat sederhana tetapi revolusioner.
Kemudian tahun 1916 pendapat Einstein mengenai photoelectric effect dibuktikan oleh
percobaan Robert Andrew Millikan seorang ahli fisika berkebangsaan Amerika dan ia
mendapatkan Nobel Prize untuk karya photoelectric effect. Tahun 1923 Albert Einstein
akhirnya juga mendapatkan Nobel Prize untuk teorinya yang menerangkan
photoelectric effect yang dipublikasikan 18 tahun sebelumnya.
Hingga tahun 1980 an efisiensi dari hasil penelitian terhadap solar cell masih sangat
rendah sehingga belum dapat digunakan sebagai sumber daya listrik. Tahun 1982,
Hans Tholstrup seorang Australia mengendarai mobil bertenaga surya pertama untuk
jarak 4000 km dalam waktu 20 hari dengan kecepatan maksimum 72 km/jam. Tahun
1985 University of South Wales Australia memecahkan rekor efisiensi solar
cell mencapai 20% dibawah kondisi satu cahaya matahari. Tahun 2007 University of
Delaware berhasil menemukan solar cell technology yang efisiensinya mencapai 42.8%
Hal ini merupakan rekor terbaru untuk thin film photovoltaicsolar cell. Perkembangan
dalam riset solar cell telah mendorong komersialisasi dan produksi solar cell untuk
penggunaannya sebagai sumber daya listrik.
CARA KERJA PLTS

KONSEP KERJA SISTEM PLTS

Pembangkit listrik tenaga surya itu konsepnya sederhana. Yaitu mengubah cahaya
matahari menjadi energi listrik. Cahaya matahari merupakan salah satu bentuk energi
dari sumber daya alam. Sumber daya alam matahari ini sudah banyak digunakan untuk
memasok daya listrik di satelit komunikasi melalui sel surya. Sel surya ini dapat
menghasilkan energi listrik dalam jumlah yang tidak terbatas langsung diambil dari
matahari, tanpa ada bagian yang berputar dan tidak memerlukan bahan bakar.
Sehingga sistem sel surya sering dikatakan bersih dan ramah lingkungan. Badingkan
dengan sebuah generator listrik, ada bagian yang berputar dan memerlukan bahan
bakar untuk dapat menghasilkan listrik. Suaranya bising. Selain itu gas buang yang
dihasilkan dapat menimbulkan efek gas rumah kaca (green house gas) yang
pengaruhnya dapat merusak ekosistem planet bumi kita. Sistem sel surya yang
digunakan di permukaan bumi terdiri dari panel sel surya, rangkaian kontroler pengisian
(charge controller),
dan aki (batere) 12 volt yang maintenance free. Panel sel surya merupakan modul yang
terdiri beberapa sel surya yang digabung dalam hubungkan seri dan paralel tergantung
ukuran dan kapasitas yang diperlukan. Yang sering digunakan adalah modul sel
surya 20 watt atau 30 watt. Modul sel surya itu menghasilkan energi listrik yang
proporsional dengan luas permukaan panel yang terkena sinar matahari. Rangkaian
kontroler pengisian aki dalam sistemsel surya itu merupakan rangkaian elektronik yang
mengatur proses pengisian akinya. Kontroler ini dapat mengatur tegangan aki dalam
selang tegangan 12 volt plus minus 10 persen. Bila tegangan turun sampai 10,8 volt,
maka kontroler akan mengisi aki dengan panelsurya sebagai sumber dayanya. Tentu
saja proses pengisian itu akan terjadi bila berlangsung pada saat ada cahaya matahari.
Jika penurunan tegangan itu terjadi pada malam hari, maka kontroler akan memutus
pemasokan energi listrik. Setelah proses pengisian itu berlangsung selama beberapa
jam, tegangan aki itu akan naik. Bila tegangan aki itu mencapai 13,2 volt, maka
kontroler akan
menghentikan proses pengisian aki itu. Rangkaian kontroler pengisian itu sebenarnya
mudah untuk dirakit sendiri. Tapi, biasanya rangkaian kontroler ini sudah tersedia dalam
keadaan jadi di pasaran. Memang harga kontroler itu cukup mahal kalau dibeli sebagai
unit tersendiri. Kebanyakan sistem sel surya itu hanya dijual dalam bentuk paket
lengkap yang siap pakai.

Jadi, sistem sel surya dalam bentuk paket lengkap itu jelas lebih murah dibandingkan
dengan bila merakit sendiri. Biasanya panel surya itu letakkan dengan posisi statis
menghadap matahari. Padahal bumi itu bergerak mengelilingi matahari. Orbit yang
ditempuh bumi berbentuk elip dengan matahari berada di salah satu titik fokusnya.
Karena matahari bergerak membentuk sudut selalu berubah, maka dengan posisi panel
surya itu yang statis itu tidak akan diperoleh energi listrik yang optimal. Agar dapat
terserap secara maksimum, maka sinar matahari itu harus diusahakan selalu jatuh
tegak lurus pada permukaan panel surya. Jadi, untuk mendapatkan energi listrik yang
optimal, sistem sel surya itu masih harus dilengkapi pula dengan rangkaian kontroler
optional untuk mengatur arah permukaan panel surya agar selalu menghadap matahari
sedemikian rupa sehingga sinar mahatari jatuh hampir tegak lurus pada panel
suryanya. Kontroler seperti ini dapat dibangun, misalnya, dengan menggunakan
mikrokontroler 8031. Kontroler ini tidak sederhana, karena terdiri dari bagian perangkat
keras dan bagian perangkat lunak. Biasanya, paket sistem sel surya yang lengkap
belum termasuk kontroler untuk menggerakkan panel surya secara otomatis supaya
sinar matahari jatuh tegak lurus.

Komponen utama sistem surya fotovoltaik adalah modul yang merupakan unit rakitan
beberapa sel surya fotovoltaik. Untuk membuat modul fotovoltaik secara pabrikasi bisa
menggunakan teknologi kristal dan thin film. Modul fotovoltaik kristal dapat dibuat
dengan teknologi yang relatif sederhana, sedangkan untuk membuat sel fotovoltaik
diperlukan teknologi tinggi.

Modul fotovoltaik tersusun dari beberapa sel fotovoltaik yang dihubungkan secara seri
dan paralel. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat modul sel surya yaitu sebesar 60%
dari biaya total. Jadi, jika modul sel surya itu bisa diproduksi di dalam negeri berarti
akan bisa menghemat biaya pembangunan PLTS. Untuk itulah, modul pembuatan sel
surya di Indonesia tahap pertama adalah membuat bingkai (frame), kemudian membuat
laminasi dengan sel-sel yang masih diimpor. Jika permintaan pasar banyak maka
pembuatan sel dilakukan di dalam negeri. Hal ini karena teknologi pembuatan sel surya
dengan bahan silikon single dan poly cristal secara teoritis sudah dikuasai. Dalam
bidang fotovoltaik yang digunakan pada PLTS, Indonesia ternyata telah melewati
tahapan penelitian dan pengembangan dan sekarang menuju tahapan pelaksanaan
dan instalasi

Teknologi ini cukup canggih dan keuntungannya adalah harganya murah, bersih,
mudah dipasang dan dioperasikan dan mudah dirawat. Sedangkan kendala utama yang
dihadapi dalam pengembangan energi surya fotovoltaik adalah investasi awal yang
besar dan harga per kWh listrik yang dibangkitkan relatif tinggi, karena memerlukan
subsistem yang terdiri atas baterai, unit pengatur dan inverter sesuai dengan
kebutuhannya.

Bahan sel surya sendiri terdiri kaca pelindung dan material adhesive transparan yang
melindungi bahan sel surya dari keadaan lingkungan, material anti-refleksi untuk
menyerap lebih banyak cahaya dan mengurangi jumlah cahaya yang dipantulkan, semi-
konduktor P-type dan N-type (terbuat dari campuran Silikon) untuk menghasilkan
medan listrik, saluran awal dan saluran akhir (tebuat dari logam tipis) untuk mengirim
elektron ke perabot listrik. Cara kerja sel surya sendiri sebenarnya identik dengan
piranti semikonduktor dioda. Ketika cahaya bersentuhan dengan sel surya dan diserap
oleh bahan semi-konduktor, terjadi pelepasan elektron. Apabila elektron tersebut bisa
menempuh perjalanan menuju bahan semi-konduktor pada lapisan yang berbeda,
terjadi perubahan sigma gaya-gaya pada bahan. Gaya tolakan antar bahan semi-
konduktor, menyebabkan aliran medan listrik. Dan menyebabkan elektron dapat
disalurkan ke saluran awal dan akhir untuk digunakan pada perabot listrik.