Anda di halaman 1dari 6

I.

RESIN
Resin adalah substansi padat atau semi padat berbentuk amorf yang tidak larut dalam air,
tetapi larut dalam alkohol atau pelarut organic.
Resin dapat berupa bahan keras atau bahan rapuh yg transparan jika dipanaskan akan
melunak & meleleh menghasilkan campuran kompleks yg terdiri dari resinotanol, asam resin,
ester resin, resin alkohol & resena.
Resin diproduksi secara normal di saluran schizogen atau schizolysigen atau rongga2
sebagai produk akhir metabolism. Resin dianggap sebagai produk oksidasi dari terpena atau
sebagai produk akhir metabolisme destruktif , Secara alami resin mudah terbakar ,Resin tidak
menghantarkan listrik.

II. RESIN TERDISTRIBUSI LUAS PADA SUKU BERIKUT:


1) Pinaceae (Colophony atau Rosin)
2) Leguminosae (Tolu Balsam & Balsam Peru)
3) Dipterocarpaceae (Garijan, suatu pengganti Balsam untuk copaiba)
4) Burseraceae (Myrrh)
5) Umbelliferae (Asafoetida).
6) Di dalam tumbuhan resin terdistribusi pada :
7) Sel-sel resin : Zingiber officinale Roscoe (Zingiberaceae)
8) Saluran atau rongga schizogen atau schizolysogen : Pine Wood - Pinus polustris Miller
(Pinaceae) .
9) Rambut kelenjar : Ganja Cannabis sativa
10) Seluruh jaringan: Guaiacum
11) Ginger
12) Pinus wood
13) Cannabis trichome

III. KOLEKSI RESIN


1. Primary flow
a. Sekresi resin secara alami
b. Fungsi fisiologi normal tumbuhan
c. Sekresi bisa ditingkatkan dengan melukai, ex: Pinus
2. Secondary flow
a. Sekresi resin buatan dengan cara melukai bagian tumbuhan (menyadap)
b. Sekresi resin secara patologis, ex: tolu balsam & benzoin

IV. SIFAT FISIKA RESIN


1. Di alam, resin berbentuk amorf & sebagian kecil kristal.
2. Resin lebih berat dari air dgn gravitasi spesifik 0,9-1,25.
3. Kelas resin: keras, rapuh transparan atau tembus cahaya (translucent).
4. Pemanasan suhu rendah: melunak, meleleh & membentuk cairan melekat tanpa mengalami
dekomposisi atau penguapan
5. Sifat fisika resin , Jika dipanaskan di udara (+ O2) resin terbakar dengan nyala berasap
banyaknya atom C dalam strukturnya
6. Jika dipanaskan di wadah tertutup (- O2) resin terdekomposisi & jarang menghasilkan produk
yg kaya akan atom C
7. Resin konduktor jelek. Digosok :muatan (-)
8. Resin tidak larut air, tapi larut dalam etanol, minyak atsiri, minyak lemak, kloral hidrat &
pelarut non polar: benzena, n-heksana & PE

V. SIFAT KIMIA RESIN

1. Struktur kaya C, tanpa N, dengan sedikit O


2. Sebagian besar teroksidasi lambat di udara dengan warna menua & kelarutan terganggu
3. Penggolongan : resin alkohol, asam resin, ester resin, glikosida resin & resena
4. Campuran kompleks : resinotanol, asam resin, ester resin, resin alkohol & resena
5. Asam resin + lar alkali sabun resin yg tak mudah di salting out dgn NaCl

VI. KELARUTAN RESIN


1. Sebagian besar tidak larut dalam air rasa <<
2. Umumnya tidak larut dalam eter minyak bumi (PE), kecuali colophony & mastic.
3. Larut seluruhnya dalam pelarut organik : etanol, eter & kloroform membentuk larutannya,
jika menguap meninggalkan lapisan tipis seperti pernis.
4. Mudah larut dalam : aseton, karbon disulfida, minyak lemak & minyak atsiri
5. Larut dalam larutan kloral hidrat.

VII. PREPARASI RESIN

1. Resin Alam
a. Biasanya terbentuk sebagai eksudat tumbuhan yg didapatkan dengan cara normal atau
kondisi patologis (luka buatan) ex: mastic, sandarac.
b. Juga didapatkan dgn sayatan dalam atau memotong ranting tumbuhan, ex: turpentine.

2. Resin Buatan (3 cara) :


a. Serbuk simplisia mengandung resin diekstraksi dengan etanol, selanjutnya diuapkan
perlahan di atas WB listrik di dalam lemari penguap atau dituang perlahan ke dalam
aquadest dingin. Endapan resin dikumpulkan, dicuci dgn air dingin & dikeringkan di
tempat gelap atau dessicator. Ex: podophyllum, scammony & jalap.
b. Resin alkohol: pelarut eter (td 37oC), aseton (td 56,5oC), digunakan u/ ekstraksi. Fraksi
minyak atsiri dipisahkan dgn cara destilasi dengan vakum
c. Gum resin: resin tepat terekstraksi dengan alkohol 95% dengan meninggalkan sisa gum
yang tak larut di labu atau tudung soxhlet.

VIII. KOMPOSISI KIMIA RESIN


1. Asam resin
Ex: colophony, copaiba
2. Ester resin & produk dekomposisinya, yakni resin alkohol (resinol) & resin fenol
(resinotanol) Ex: ammoniacum, asafoetida, benzoin, balsam Peru, balsam Tolu, galbanum,
storax
3. Resena , senyawa yang inert secara kimia
Ex: bdellium, damar, mastic, myrrh, olibanum.
Asam Resin
Sinonim : asam resinolat (resinolic acid)
Kandungan utama : asam karboksilat & fenol dlm jumlah besar
Asam resin terdapat dalam bentuk bebas & esternya
Umumnya larut dlm larutan alkali dlm air, membentuk larutan seperti sabun atau suspensi koloid
Resinat : garam logam asam resin , yg banyak digunakan di industri sabun & pernis
Asam abietat (abietic acid)
Sinonim : sylvic acid
Asam abietat adalah senyawa diterpena trisiklik dgn gugus metil & 1 karboksilat pada
strukturnya. Terdapat juga ikatan rangkap di kedua cincinnya.
Terdapat secara luas di alam sbg asam organik
Pembuatan : isomerisasi rosin. Secara sintetis dibuat dari asam dehidroabitat.
Penggunan :
Pembuatan ester (gum ester) : ester-ester metil, vinil, gliseril untuk pernis & lak.
Pembuatan logam resinat secara luas, yakni : sabun, plastik & kertas
Membantu pertumbuhan bakteri asam laktat & asam butirat.
Resin Alkohol

1. Resinotanol
Resin alkohol yg memberikan reaksi spesifik dengan garam besi.
2. Resinol
Resin alkohol yg tidak memberikan reaksi spesifik dengan garam besi.
Resinotanol
Aloeresinotanol , berasal dari spesies Aloe seperti : A. barbadensis, A. perryi, A. ferrox, A.
africana, A. spicata.
Amoresinotanol , berasal dari Ammoniacum, yakni oleo-gum-resin dari Dorema ammoniacum
(suku: Umbelliferae).
Galbaresinotanol, berasal dari Galbanin yakni oleo-gum-resin dari Ferula galbaniflua
(Umbelliferae).
Peruresinotanol, berasal dari Balsam Peru, balsam yg didapatkan dari Myroxylon balsamum var.
Pereirae (suku: Fabaceae) .
Siaresinotanol , berasal dari Benzoin Sumatra (Benzoin, Styrax), eksudat gum dari Styrax
benzoin (suku: Styracaceae).
Toluresinotalol, berasal dari Balsam of Tolu, balsam yg didapatkan dari Myroxylon balsamum
(Linn.) Harms. (suku Leguminosae).
Resinol
Benzoresinol , berasal dari Benzoin yg secara patologis didapatkan dari Styrax benzoin dan
Styrax paralleloneurus (Benzoin Sumatra) atau Styrax tonkinensis (Benzoin Siam ) suku
Styraceae.
Storesinol , berasal dari storax, yakni resin balsam yg biasa terdapat pada cabang Liquidamber
orientalis, suku Hamamelidaceae.
Gurjuresinol, berasal dari Balsam Gurjun, yakni oleoresin yg didapatkan dari Dipterocarpus
turbinatus, suku Dipterocarpaceae.
Guaiaresinol, berasal dari Resin Guaiacum , yakni resin yg terdapat pada batang kayu (pusat)
Guaiacum officinale dan Guaiacum sanctum suku Zygophyllaceae.
Resena
Adalah senyawa teroksigenasi yang tidak dipengaruhi oleh asam atau alkali.
Senyawa ini bersifat sedikit netral atau netral
Tidak memiliki gugus fungsi dalam strukturnya sehingga tidak memiliki karakteristik kimia
Stabil terhadap oksidator & berbagai kondisi cuaca
Banyak digunakan dlm pembuatan pernis.
Dracoresena, berasal dari scale buah Dragons Blood (Daemonorops draco) dan spesies lain
bangsa Arecaceae.
Masticoresena, berasal dari Mastic-an oleo-resin yg didapatkan dari Pistacia lentiscus suku
Anacardiaceae.
Fluavil , berasal dari Gutta-percha dan juga batang tumbuhan lainnya.
Gutta-percha bersifat keras dan sifat elastisitasnya sangat rendah.
Studi difraksi sinar X :
Karet isoprena rantai panjang, isomer cis.
Gutta-percha isoprena rantai panjang, isomer trans.
Klasifikasi resin
Berdasarkan komponen utama :
Resin
Oleo-resin
Oleo-gum resin
Balsam.

Resin
Colophony
Eriodictyon
Guaiac
Cannabis
Mastic

Colophony
Sinonim : rosin
Resin kuning & abietat anhidirida.
Residu yg tersisa dari destilasi minyak atsiri dari oleoresin Pinus palustris & spesies lainnya
suku Pinaceae.
Gum rosin dikumpulkan sebagai eksudat yg berasal dari sayatan P. palustris dan P. caribaea,
diproduksi di AS.

Colophony
Karakteristik :
Bergabung secara bertahap pada 100oC & terbakar dgn mengeluarkan asap pada suhu yg lebih
tinggi
Larutan dlm alkohol warna putih susu jika di + air
Fragmen dipanaskan dgn air meleleh, mengalir bersama & membentuk masa yg lengket.
Karakteristik :
Warna kuning-kuning sawo
Fragmen yg rapuh pada suhu ruang
Bau & rasa seperti terpentin
Tidak larut air, larut dlm etanol, benzena, asam asetat glasial, minyak, karbon disulfida & lar
alkali hidroksida encer
Bilangan asam 150, d = 1,07-1,09.
Kandungan kimia:
Asam resin : 90% sebagai asam abietat, 10% sisanya adalah resena inert & ester2 asam lemak
Senyawa lain : asam dihidroabietat & asam dehidroabietat
Pada 300oC asam abietat asam neoabietat
Penggunaan :
Pembuatan salep, plester ZnO & plester lainnya
Industri tinta, karet, politur gelap, lilin segel, linoleum, lantai termoplastik.
Politur & pemoles, semen, sabun, politur kayu, kertas, plastik, kembang api,lilin, minyak rosin
Karton & dinding tahan air (water proof).

Eriodictyon
Sinonim :Yerba Santa; Consumptive's weed; Bear's weed; Mountain balm; Gum plant.
Didapatkan dari daun kering Eriodictyon californicum (suku Hydrophyllaceae), semak sepanjang
tahun yg berasal dari pegunungan California & Mexico utara.
Suku Indian di California menggunakannya sebagai obat sejak lama.
Kandungan kimia:
Minyak atsiri, resin
Eriodiktiol, yakni aglikon eriodiktin, homoeriodiktiol, krisoeriodiktiol, ksantoeriodiktiol,
eriodonol, asam eriodiktionat, erikolin
Asam format, asam butirat
Tanin
Kegunaan :
Flavoring untuk menghilangkan rasa pahit Kinin pada sediaan obat
Sebagai ekspektoran

Guaiac
Sinonim : Guaiacum resin; Gum guaiac; Resin guaiac.
Guaiac didapatkan dari hati kayu Guaiacum officinale atau G. sanctum suku Zygophyllaceae.
Pembuatan: pohon dipotong, gelondongan kayu dibakar di satu sisi, resin ditampung dari sisi yg
lain & dibiarkan membeku di tempat yg terlindung dari cahaya.
Karakteristik :
Bongkahan tak beraturan , warna coklat-coklat kehijauan. Jika dipatahkan rapuhan & serpihan
, permukaan mengkilat
Titik leleh 80-95oC
Tidak larut dlm air; mudah larut dlm etanol, eter, kloroform, kreosot, kloralhidrat & alkali; agak
larut dlm karbon disulfida & benzena
Inkompatibilitas : sediaan cair mengandung acacia, asam mineral, feri klorida, emas klorida,
air, spiritus nitrus eter dan permanganat.
Kandungan utama: lignan.
- dan -guaiaconic acids (70%) guaiaretic acid (10%) dan guaiacie acid
Cannabis
Sinonim : Indian Hemp; Indian cannabis; Marihuana; Marijuana; Pot; Grass; Weed; Bhang;
Ganja; Charas, Hashish.
Asal : bagian atas tumbuhan berbunga yg mgd putik Cannabis sativa L., (C. sativa var. indica)
Terdapat 2 tipe : Drug Type dan Hemp Type.
Drug Type (Cannabis)
Kandungan utama : senyawa psikoaktif
()-9-trans-tetra-hydrocannabinol (9-THC) s/d 15%, terkumpul di resin (hashish) di
dalam trikom pada bractea & bracteola pada bagian ujung berbunga tanaman (marijana).
Tanaman : 9-THC pada seluruh bagian tanaman, bukan pada resin.
Hemp Type (Cannapis)
Kandungan utama : cannabidiol, kandungan 9-THC sangat sedikit
Biji mengandung minyak lemak (fixed oil) 20%
Kandungan kimia:
Resin : 9-THC, cannabidiol, cannabinol, cannin, cannabol, tetrahydrocannabinol, cannabigerol,
cannabichromene dan 8-tetrahydrocannabinol.
Choline
Volatile oil
Trigonelline

Mastic
Sinonim : Mastiche; Mastich; Balsam Tree; Pistachia Galls; Mastix; Lentisk; Mastisol.
Asal : eksudat resin Pistacia lentiscus, suku Anacardiaceae.
Karakteristik : bulatan berwarna kuning muda, kuning kehijauan, atau seperti buah pir yg tak
larut dlm air, larut dlm etanol, kloroform (1g/0.5 ml), eter (0.1g/0.5 ml), larut sebagian dlm
minyak terpentin.
Mastic
Mastic
Kandungan kimia :
Resin 90% yg terdiri dari mastichic acid (-resin) yg larut etanol & masticin (-resin)
Minyak atsiri 1-2,5 % dgn bau balsam spesifik dgn kandungan utama (+)-pinena.
Zat pahit
Kegunaan :
Bahan enteric coating pada formulasi tablet.
Microscopical mountant.
Manufaktur pernis, juga dental varnish untuk menambal gigi.
Kegunaan lain : tooth cements, plester, lacquers, permen karet & dupa.
Retouching negatives