Anda di halaman 1dari 4

1

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Infeksi nosokomial adalah suatu infeksi yang diperoleh atau dialami pasien
selama dirawat di rumah sakit. Infeksi nosokomial dapat terjadi akibat adanya
transmisi mikroba patogen yang bersumber dari lingkungan rumah sakit dan
perangkatnya. Kerugian dari infeksi nosokomial adalah hari rawat penderita yang
bertambah, beban biaya menjadi semakin besar, serta menjadi bukti yang menunjukan
bahwa manajemen pelayanan medis di rumah sakit tersebut kurang bermutu
(Darmadi, 2008).
Ventilator Associated Pneumonia (VAP) adalah salah satu infeksi nosokomial.
VAP didefinisikan sebagai pneumonia nosokomial yang terjadi setelah 48 jam pada
pasien dengan bantuan ventilasi mekanik baik itu melalui pipa endotrakeal maupun
pipa trakeostom. Faktor faktor terkait yang mempengaruhi VAP antara lain : Durasi
penggunaan ventilasi mekanik, penggunaan sedasi secara kontinyu, frekuensi
penggantian sirkuit ventilator, dan kurangnya praktek pengendalian infeksi (Stone, et
al. 2011). Pneumonia mempunyai hubungan yang erat pada pasien dengan
penggunaan ventilator mekanik di ruang ICU dengan angka insidensi sebesar 50
kasus per 1000 rumah sakit. Risiko pneumonia meningkat 5 hingga 10 kali lipat jika
pasien dirujuk ke unit ICU dan meningkat 20 kali pada pasien dengan penggunaan
ventilator mekanik (Blot, et al. 2006).
Menurut data WHO, angka kejadian infeksi di RS sekitar 3 21% (rata-rata 9%).
Infeksi nosokomial merupakan persoalan serius yang dapat menjadi penyebab
langsung maupun tidak langsung kematian pasien. Menurut Pusat Pengendalian dan
Pencegahan Penyakit, 1,7 juta infeksi nosokomial terjadi setiap tahun di Amerika
Serikat yang menyebabkan sekitar 99.000 kasus kematian. Hal ini menyebabkan
biaya medis yang meningkat karena terjadinya infeksi nosokomial. Di Asia kejadian
Ventilator Associated Pneumonia (VAP) 7,5% dan di Iran meningkat dari 15,4 %
menjadi 32,2 % dari jumlah infeksi yang terjadi. Kejadian VAP sekitar 8 % sampai
2

68% dengan angka kematian bervariasi dari 24 % sampai 50% (Arabnejad, et al.
2011). Secara nasional belum ada penelitian mengenai jumlah kejadian VAP di
Indonesia. Angka kejadian VAP di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah tahun 2012
sebesar 15,48 per 1000 hari pemakaian ventilator, masih di atas angka standar
nasional sebesar 10 per 1000 hari pemakaian ventilator (Azis, Abdul. 2012).
Menurut data penelitian di AS, sedikitnya ada 300.000 pasien menggunakan
ventilator mekanik di ruang ICU. Pada pasien dengan penggunaan ventilator mekanik
tentu akan menerima beberapa perlakuan khusus dalam perawatannya. Meskipun
ventilator mekanik sukses dalam menunjang dalam membantu pernapasan pada
pasien dalam kondisi kritis, namun masih ada pasien yang meninggal dalam keadaan
terpasang ventilator maupun segera setelah penggunaan ventilator mekanik.
VAP adalah infeksi nosokomial yang sering ditemukan, dengan salah satu faktor
risiko utama adalah pada penggunaan alat bantu napas berupa ventilator mekanik,
terutama pada pasien ICU. VAP merupakan penyebab utama kematian dari infeksi
yang didapat di rumah sakit, dibanding dengan infeksi saluran pernapasan non
intubasi dan sepsis berat. VAP memperpanjang pasien menggunakan ventilator,
memperpanjang pasien dirawat di ICU, dan memperpanjang pasien dirawat di rumah
sakit setelah keluar dari ICU. Salah satu metode untuk mencegah terjadinya VAP
adalah dengan ventilator bundle (IHI, 2012).
Ventilator Bundle adalah serangkaian intervensi yang berhubungan dengan
perawatan pada pasien dengan ventilator mekanik yang ketika diimplementasikan
bersama-sama akan mencapai hasil signifikan dibandingkan bila diterapkan secara
individual (IHI, 2013). Ventilator Bundle terdiri dari 5 elemen antara lain: elevasi
tempat tidur (Head Of Bed) 30 sampai 45, penghentian secara berkala agen sedasi
dan penilaian kesiapan ekstubasi, profilaksis trombosis vena dalam, profilaksis ulkus
peptikum, oral care secara berkala dengan chlorhexidine (kecuali kontraindikasi
medis). Ventilator bundle ini bertujuan untuk mencegah microaspirasi berulang,
mencegah kolonisasi dari bakteri patogen di saluran pernapasan atas dan saluran
gastrointestinal, serta mencegah ventilator/alat pernapasan terkontaminasi kuman
(Hellyer, et al. 2016).
3

Pencegahan VAP merupakan hal yang penting untuk mengurangi angka mortalitas
di rumah sakit pada pasien yang terpasang ventilator. Dalam 10 tahun terakhir ini
banyak ICU telah menerapkan VB terhadap pasien dengan ventilator mekanik. Secara
khusus, banyak ICU telah melakukan VB sebagai intervensi harian yang bertujuan
untuk mengurangi tingkat kejadian ventilator-associated pneumonia (VAP) (IHI,
2011).
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah sebagai rumah sakit pusat rujukan,
diharapkan memiliki standar operasional yang selalu diperbaharui dan disesuaikan
dengan kemajuan di bidang kesehatan. RSUP Sanglah memiliki ruang ICU dengan
pasien yang terpasang ventilator. Oleh karena VB menurut beberapa penelitian, dapat
dijadikan sebagai sekelompok langkah-langkah yang dianggap layak, aman, dan
dengan biaya yang efektif dalam mencegah terjadinya VAP, jika kepatuhan 100%
terhadap VB juga diterapkan di ICU RSUP Sanglah, diharapkan dapat menurunkan
angka kejadian VAP di ruang ICU RSUP Sanglah hingga mencapai nol.

1.2 Tujuan
a. Mengetahui keefektifan ventilator bundle untuk mencegah terjadinya VAP
pada pasien.
b. Mengetahui landasan ventialtor bundle untuk mencegah terjadinya VAP pada
pasien

1.3 Manfaat
a. Konsep dasar keilmuan yang dapat diaplikasikan pada pasien yang
menggunakan ventilator untuk mencegah terjadinya VAP di ICU

Arabnejad, H. Et al. 2011. The Combination Strategy to Reduce Early Ventilator-


Associated Pneumonia. Diakses 26 Maret 2017
4

Azis, Abdul. Sawitri dan Parwati, Tuti. 2012. Cuci tangan sebagai faktor risiko
kejadian ventilator associated pneumonia di RSUP Sanglah Denpasar tahun
2012. http://download.portalgaruda.org/article.php?
article=338003&val=4933&title=Cuci%20tangan%20sebagai%20faktor
%20risiko%20kejadian%20ventilator%20associated%20pneumonia%20di
%20RSUP%20Sanglah%20Denpasar%20tahun%202012. Dikses 28 Maret
2017
Darmadi. 2008. Infeksi Nosokomial: Problematika Dan Pengendaliannya. Jakarta:
Penerbit Salemba Medika.
Hellyer, et al. 2016. The Intensive Care Society recommended Bundle of Intervention
For The Prevention of Ventilator-Associated Pneumonia. JICS vol 17.
Pogorzelska,M., Stone,W., et al 2011 Impact of the ventilator bundle on ventilator
associated pneumonia in intensive care unit, International Journal for
quality in Health Care. Diakses 28 Maret 2017
Institute for Healthcare Improvement Web site. 2013. Implement the IHI ventilator bundle.
http://www.ihi.org/ Home/Knowledge Center/Changes/Implement the IHI
Ventilator Bundle.aspx. diakses 28 Maret 2017
Institute for Healthcare Improvement. Ventilator bundle compliance. 2011. Available from:
http://www.ihi.org/knowledge/Pages/Changes/ImplementtheVentilatorBundle .aspx.
diakses Maret 2017
Blot S, Depuydt P, Myny D,. 2006. Nosocomial Pneumonia: aetiology, diagnosis and
treatment. Current opinion in pulmonary medicine.