Anda di halaman 1dari 4

KERANGKA ACUAN POSYANDU PKM ALAS TAHUN 2015

A.PENDAHULUAN

Kesehatan merupakan hak azasi ( UUD 1945 ,pasal 28 H ayat 1 dan UU NO.36 Tahun 2009
tentang kesehatan)

Dan sekaligus sebagai investasi,sehingga perlu di upayakan,di perjuangkan dan di tingkatkan


oleh setiap individu dan oleh seluruh komponen bangsa,agar masyarakat dapat menikmati hidup
sehat,dan pada akhirnya dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal.Hal ini
perlu di lakukan karena kesehatan bukanlah tanggung jawab pemerintah dan
masyarakat,termasuk swasta.

Sumberdaya manusia yang sehat dan berkualitas merupakan modal utama atau investasi dalam
pembangunan kesehatan.Kesehatan bersama-sama dengan pendidikan dan ekonomi merupakan
tiga pilar yang sangat mempengaruhi kualitas hidup sumberdaya manusia.Dalam laporan UNDP
tahun 2011 menunjukkan bahwa pada tahun 2011 indeks pembangunan manusia ( IPM ) indonesia
yaitu sebesar 0,617 dan menduduki peringkat 124 dari 187 negara.

Sejalan dengan perkembangan paradigma pembangunan,telah di tetapkan arah kebijakan


pembangunan kesehatan,yang tertuang dalam Rencana pembangunan jangka
menengah(RPJM)2010-2014 Bidang kesehatan.Kondisi pembangunan kesehatan di harapkan telah
mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang di tunjukkan dengan membaiknya berbagai
indikator pembangunan Sumber Daya manusia seperti meningkatnya derajat kesejahteraan dari
status gizi masyarakat,meningkatnya kesetaraan gender,meningkatnya tumbuh kembang
optimal,dan laju pertumbuhan penduduk,serta menurunnya kesenjangan antara individu,antar
kelompok masyarakat dan antar daerah dengan tetap lebih mengutamakan pada upaya
preventif,promotif serta pemberdayaan keluarga dan masyarakat di bidang kesehatan.salah bentuk
upaya pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan adalah menumbuh kembangkan posyandu.

Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM)
yang di selenggarakan dari,oleh dan untuk masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan,guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat
dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar,utamanya untukmempercepat penurunan angka
kematian ibu dan bayi.

Pemberdayaan masyarakat bukan sesuatu yang dapat di selesaikan dalam


waktu sekejap,jika ingin di capai adalah kemandirian masyarakat yang
sesungguhnya(lestari.oleh sebab itu ,pemberdayaan masyarakat dalam
pengembangan Desa dan kelurahan Siaga aktif harus dilaksanakan melalui
tahap persiapan dan tahap penyelenggaraan yang benar.

Di tingkat desa atau kelurahan,kunci keberhasilan pengembangan desa siaga


aktif terletak pada dukungankebijaksanaanpemerintah desa,integrasi dengan
program dan pemberdayaan masyarakat yang ada.

Selain itu promosi kesehatan melakukan kegiatan SMD dan MMD ,yang mana di
laksanakan sekali setahun dengan menggunakan daftar pertanyaan seputar
perilaku/kebiasaan masyarakat,apa yang di lakukan dari waktu ke waktu,apa
keyakinan terhadap kebiasaan dan gambaran lingkungan yang ada di
sekitarnya.kemudian setelah melaksanakan SMD kemudian langsung di
laksanakan MMD untuk membahas hasil dari SMD seputar pemasalahan yang di
dapatkan di lapangan.

B.LATAR BELAKANG

Untuk mempercepat terwujudnya masyarakat sehat,yang merupakan bagian dari


kesejahteraan umum seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945
,depeartemen kesehatan pada tahun 1975 menetapkan kebijakan pembangunan
kesehatan masyarakat Desa(PKMD),Adapun yang di maksud dengan PKMD adalah
strategi pembangunan kesehatan yang menerapkan prinsip gotong royong dan swadaya
masyarakat dengan tujuan agar masyarakatn dapat menolong dirinya sendiri,melalui
pengenalan dan penyelesaian masalah kesehatan yang dilakukan petugas kesehatan
secara lintas program dan linsek.

Pencanagan posyandu yang merupakan bentuk baru ini,di lakukan secara massal untuk
pertama kali oleh pemerintah indonesia,pengelolaan mutu posyandu di lakukan oleh
satu kelompok kerja operasional(pokjanal) posyandu yang merupakan tanggungjawab
bersama antara masyarakat dengan pemerintah daerah.

C.TUJUAN UMUM DAN KHUSUS

1.TUJUAN UMUM

Menunjang percepatan penurunan Anka kematian ibu dan anak di


iondonesia melalui upaya pemberdayaan masyarakat.

2.TUJUAN KHUSUS

a.Meningkatnya peran masyarakat dalam penyelenggaraan upaya


kesehatan Dasar,terutama yang berkaitan
dengan penurunan AKI,AKB,AKABA.

b.Meningkatnya peranserta linsek dalam penyellenggaraan


posyandu,terutama berkaitan

penurunan AKI,AKB,AKABA.

c.Meningkatnaya cakupan dan jangkauan pelayanan kesehatan


dasar,terutama yang berkaitan

dengan penurunan AKI,AKAB,AKABA.

D.KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

Kegiatan pokok yang di lakukan di posyandu antara lain:

1.Penimbangan bayi,balita

2.Pemeriksaan ibu hamil,bufas danibu menyusui


3.Iminisasi

4.KB

5.Penyuluhan

E.CARA MELAKSANAKAN

a.Petugas promkes mempersiapkan tanggal pelaksanaan kegiatan


sebagaimana yang telah

terjadwal.

b.Kader melakukan koordinasi dengan Bidan desa apabila ada perubahan


jadwal

c.Kader mempersiapkan pelaksanaan posyandu

d.Petugas pembina posyandu mempersiapkan pelaksanaan

e.sasaran datang langsung ke pendaftaran(meja I)

f.Penimbangan (MEJA II)

g.Pencatatan(MEJA III)

h.Penyuluhan(MEJA IV)

I.Pelayanan(MEJA V)

F.SASARAN

Sasaran posyandu adalah seluruh masyarakat,utamanya:

1.Bayi

2.Anak Balita

3.Bumil,bufas,ibu menyusui

4.Pasangan usia subur

G.JADWAL PELAKSANAAN

Posyandu di lakukan

N TEMPAT HARI/JAM
O
1. Desa Senin,selasa,rabu,kamis dan
sabtu/08.00-selesai
2. Puskesmas Jum,at/08.00 - selesai
H.EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Pelaksanaan posyandu di harapakan mampu memcapai target setiap


bulannya terutama

D/S,Cakupan imunisasi,cakupan KIA

I.PENCATATAN DAN PELAPORAN

Setelah melaksanakan posyandu kader dan petugas kesehatan segera


merekap catatan posyandu

Kedalam Buku register posyandu /buku bantu untuk mengetahui sejauh mana
sasaran datang ke posyandu