Anda di halaman 1dari 9

Konsep Bela Negara Di Indonesia

By tohir |
3 Comments

Konsep Bela Negara Di Indonesia Bela negara biasanya selalu dikaitkan dengan militer atau
militerisme, seolah-olah kewajiban dan tanggung jawab untuk membela negara hanya terletak
pada Tentara Nasional Indonesia. Padahal berdasarkan Pasal 30 UUD 1945, bela negara
merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara Republik Indonesia. Bela negara adalah
upaya setiap warga negara untuk mempertahankan Republik Indonesia terhadap ancaman baik
dari luar maupun dalam negeri.

Kesadaran bela negara merupakan satu hal yang esensial dan harus dimiliki oleh setiap warga
negara Indonesia (WNI), sebagai wujud penunaian hak dan kewajibannya dalam upaya bela
negara. Kesadaran bela negara menjadi modal dasar sekaligus kekuatan bangsa, dalam rangka
menjaga keutuhan, kedaulatan serta kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) mengatur mengenai
Upaya Bela Negara yaitu ketentuan Pasal 27 Ayat (3): Setiap warga negara berhak dan wajib
ikut serta dalam upaya pembelaan Negara, dan Pasal 30 Ayat (1): Tiap-tiap warga negara
berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Upaya bela negara
harus dilakukan dalam kerangka pembinaan kesadaran bela negara sebagai sebuah upaya untuk
mewujudkan WNI yang memahami dan menghayati serta yakin untuk menunaikan hak dan
kewajibannya. Bangsa Indonesia ingin pula memiliki peradaban yang unggul dan mulia.
Peradaban demikian dapat dicapai apabila masyarakat dan bangsa kita juga merupakan
masyarakat dan bangsa yang baik (good society and nation), damai, adil dan sejahtera,
sebagaimana yang telah diwasiatkan oleh para pendiri bangsa (founding fathers) dalam
Pembukaan UUD 1945.

Di sisi lain, bahwa UUD 1945 memberikan landasan serta arah dalam pengembangan sistem dan
penyelenggaraan pertahanan negara. Substansi pertahanan negara yang terdapat dalam UUD
1945 diantaranya adalah pandangan bangsa Indonesia dalam melihat diri dan lingkungannya,
tujuan negara, sistem pertahanan negara, serta keterlibatan warga negara. Hal ini merefleksikan
sikap bangsa Indonesia yang menentang segala bentuk penjajahan, yang bertentangan dengan
nilai-nilai kemanusian, keadilan dan kesejahteraan.
Konsep Bela Negara

Pengertian bela negara di Indonesia

Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada
Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar
1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara. Tiap-tiap warga negara berhak dan
wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara dan Syarat-syarat tentang pembelaan diatur
dengan undang-undang. Kesadaran bela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara
dan kesediaan berkorban membela negara. Spektrum bela negara itu sangat luas, dari yang paling
halus, hingga yang paling keras. Mulai dari hubungan baik sesama warga negara sampai
bersama-sama menangkal ancaman nyata musuh bersenjata. Tercakup di dalamnya adalah
bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Konsep bela negara dapat diartikan secara fisik dan non fisik. Secara fisik dengan mengangkat
senjata menghadapi serangan atau agresi musuh, secara non fisik dapat didefinisikan sebagai
segala upaya untuk mempertahankan Negara dengan cara meningkatkan rasa nasionalisme, yakni
kesadaran berbangsa dan bernegara, menanamkan kecintaan terhadap tanah air, serta berperan
aktif dalam memajukan bangsa dan negara.

Unsur Dasar Bela Negara

Unsur dasar bela negara yang dianut oleh bangsa Indonesia adalah sebagai berikut :

1. Cinta Tanah Air.

2. Kesadaran Berbangsa dan bernegara.

3. Yakin akan Pancasila sebagai Ideologi Negara.


4. Rela berkorban untuk bangsa dan negara

5. Memiliki kemampuan awal Bela Negara.

Dasar Hukum Bela Negara Indonesia

Beberapa dasar hukum dan peraturan tentang Wajib Bela Negara di negara Indonesia adalah
sebagai berikut:

1. Tap MPR No.VI Tahun 1973 tentang konsep wawasan nusantara dan keamanan nasional.

2. Undang-Undang No.29 tahun 1954 tentang Pokok-Pokok Perlawanan Rakyat.

3. Undang-Undang No.20 tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Hankam Negara RI. Diubah
oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1988.

4. Tap MPR No.VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dengan POLRI.

5. Tap MPR No.VII Tahun 2000 tentang Peranan TNI dan POLRI.

6. Amandemen UUD 45 Pasal 30 ayat 1-5 dan pasal 27 ayat 3.

7. Undang-Undang No.3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

Landasan pembentukan bela negara adalah wajib militer. Bela negara adalah pelayanan oleh
seorang individu atau kelompok dalam tentara atau milisi lainnya, baik sebagai pekerjaan yang
dipilih atau sebagai akibat dari rancangan tanpa sadar militer beberapa negara (misalnya Israel
dan Iran) meminta jumlah tertentu dinas militer dari masing-masing dan setiap salah satu warga
negara (kecuali untuk kasus khusus seperti fisik atau gangguan mental atau keyakinan
keagamaan). Sebuah bangsa dengan relawan sepenuhnya militer, biasanya tidak memerlukan
layanan dari wajib militer warganya, kecuali dihadapkan dengan krisis perekrutan selama masa
perang.

Di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Spanyol dan Inggris, bela negara dilaksanakan
pelatihan militer, biasanya satu akhir pekan dalam sebulan. Mereka dapat melakukannya sebagai
individu atau sebagai anggota resimen, misalnya Tentara Teritorial Britania Raya. Dalam
beberapa kasus milisi bisa merupakan bagian dari pasukan cadangan militer, seperti American
National Guard. Di negara lain, seperti Republik Rakyat Cina, Taiwan, Korea dan Israel, wajib
untuk beberapa tahun setelah seseorang menyelesaikan dinas nasional. Sebuah pasukan cadangan
militer berbeda dari pembentukan cadangan, kadang-kadang disebut sebagai cadangan militer,
yang merupakan kelompok atau unit personil militer tidak berkomitmen untuk pertempuran oleh
komandan mereka sehingga mereka tersedia untuk menangani situasi tak terduga, memperkuat
pertahanan Negara.

Alasan bela negara


a. Menghormati dan menghargai para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan.

b. Ingin memajukan Negara.

c. Mempetahankan Negara jangan sampai dijajah kembali.

d. Meningkatkan harkat dan martabat bangsa di mata dunia internasional.

Bentuk-bentuk bela negara

a. Secara Fisik

Segala upaya untuk mempertahankan kedaulatan negara dengan cara berpartisipasi secara
langsung dalam upaya pembelaan negara (TNI Mengangkat senjata, Rakyat Berkarya nyata
dalam proses Pembangunan).

b. Secara Non Fisik

Segala upaya untuk mempertahankan NKRI dengan cara meningkatkan kesadaran berbangsa dan
bernegara, menanamkan kecintaan pada tanah air serta berperan aktif dalam upaya memajukan
bangsa sesuai dengan profesi dan kemampuannya.

Wujud bela negara bagi pelajar

1. Lingkungan Keluarga: memahami hak dan kewajiban dalam keluarga, menjaga keutuhan
dan keharmonisan keluarga, demokratis, menjaga nama baik keluarga dll.

2. Lingkungan Sekolah: patuh pada aturan sekolah, berkata dan bersikap baik, bertanggung
jawab atas tugas yang diberikan, tidak ikut tawuran, dll

3. Lingkungan Masyarakat: aktif dalam kegiatan masyarakat, rela berkorban untuk


kepentingan masyarakat.

4. Lingkungan berbangsa dan bernegara; menghormati jasa pahlawan, berani


mengemukakan pendapat, melestarikan adat dan budaya asli daerah.

Pentingnya Masyarakat memiliki jiwa bela negara

Wilayah Indonesia yang sebagian besar adalah wilayah perairan mempunyai banyak celah
kelemahan yang dapat dimanfaatkan oleh negara lain yang pada akhirnya dapat meruntuhkan
bahkan dapat menyebabkan disintegrasi bangsa Indonesia. Indonesia yang memiliki kurang lebih
13.670 pulau memerlukan pengawas yang cukup ketat. Dimana pengawas tersebut tidak hanya
dilakukan oleh pihak TNI/POLRI saja tetapi semua lapisan masyarakat Indonesia atau bila hanya
mengandalkan TNI/POLRI saja yang persenjataannya kurang lengkap mungkin bangsa Indonesia
sudah tercabik-cabik oleh bangsa lain, atau dengan adanya bela negara kita dapat mempererat
rasa persatuan di antara penduduk Indonesia yang saling berbhineka tunggal ika.
Sikap bela negara terhadap bangsa Indonesia merupakan kekuatan negara Indonesia bagi proses
pembangunan nasional menuju tujuan nasional dan merupakan kondisi yang harus diwujudkan
agar proses pencapaian tujuan nasional tersebut dapat berjalan dengan sukses. Oleh karena itu,
diperlukan suatu konsepsi ketahanan nasional yang sesuai dengan karakterristik bangsa
Indonesia. Dengan adanya kesadaran akan bela negara, kita harus dapat memiliki sikap dan
prilaku yang sesuai kejuangan, cinta tanah air serta rela berkorban bagi nusa dan bangsa. Dalam
kaitannya dengan pemuda penerus bangsa hendaknya ditanamkan sikap cinta tanah air sejak dini
sehingga kecintaan mereka terhadap bangsa dan negara lebih meyakini dan lebih dalam. Dalam
sikap bela negara kita hendaknya mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang
sedang berlangsung di negara kita, tidak mungkin kita tunjukan sikap bela negara yang bersifat
keras seandainya situasi keamanan nasional terkendali.

Bela negara bisa dilihat secara mikro dan makro sesuai dengan negara masing-masing elemen
kehidupan. Secara mikro, implementasi bela negara diwujudkan oleh setiap elemen kehidupan
dalam bentuk pembelaan terhadap tempat di mana kaki berdiri dan di mana nafkah sebagai
belanja hidup didapat. Ini berarti, akan adanya perlawanan pada setiap intervensi yang datang
dari negara lain. Dengan bahasa sederhana dapat dinyatakan bahwa menentukan pilihan hidup
adalah hak. Namun, setelah menjatuhkan pilihan maka di situ ada kewajiban yang harus
ditunaikan. Menunaikan kewajiban hidup sebagai manusia yang bermartabat pada tempat kaki
berpijak itulah bentuk bela negara secara mikro ditunjukkan. Secara makro, bentuk bela negara
diwujudkan dengan kemampuan menggerakkan semua elemen pendukung untuk mencapai
tujuan bersama, yaitu terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, aman, tenteram, rukun,
damai, bahagia, dan sejahtera. Dengan demikian, pengambilan keputusan dilakukan dengan
mufakat bulat sehingga tidak ada tempat untuk lari dari tanggung jawab.

Makna bela Negara selalu dipersepsikan terkait dengan upaya perjuangan bangsa Indonesia
menghadapi ancaman terhadap kelangsungan hidup bangsa Indonesia pada periode-periode
berikut:

1. Periode pertama perang kemerdekaan (1945 1949).

Bela negara dipersepsikan dengan perang kemerdekaan. Artinya, keikutsertaaan warga negara
dalam bela negara diwujudkan ikut serta berperan dalam perang kemerdekaan, baik bersenjata
maupun tidak bersenjata.

2. Periode kedua (1950 1965).

Dalam menghadapi berbagai pemberontakan dan gangguan-gangguan keamanan dalam negri,


bela negara dipersepsikan identik dengan upaya pertahanan keamanan, baik bersenjata maupun
tidak bersenjata.

3. Periode ketiga (Orde Baru 1966 1998).

Dalam upaya menghadapi ATHG, dikembangkan dan diterapkan konsepsi ketahanan nasional.
Oleh karena itu, bela negara dipersepsikan identik dengan ketahanan nasional. Pada periode ini
keikutsertaan warga negara dalam bela negara diselenggarakan melalui segenap aspek kehidupan
nasional.

4. Periode keempat (Orde reformasi 1998 sekarang).

Bela negara dipersepsikan sebagai upaya untuk mengatasi berbagai krisis yang sedang dihadapi
oleh segenap bangsa Indonesia. Pada periode ini keikutsertaan setiap warga negara dalam upaya
bela negara disesuaikan dengan kemampuan dan profesi masing-masing.

KESIMPULAN

Konsep bela negara dapat diartikan secara fisik dan non fisik. Secara fisik dengan mengangkat
senjata menghadapi serangan atau agresi musuh, sedangkan secara non fisik dapat didefinisikan
sebagai segala upaya untuk mempertahankan negara dengan cara meningkatkan rasa
nasionalisme yakni kesadaran berbangsa dan bernegara, menanamkan kecintaan terhadap tanah
air, serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara. Guna menjamin tetap tegaknya
Negara Republik Indonesia dan kelangsungan hidup bangsa dan negara, maka sumber daya
manusia menjadi titik sentral yang perlu dibina dan dikembangkan sebagai potensi bangsa yang
mampu melaksanakan pembangunan maupun mengatasi segala bentuk ancaman, tantangan,
hambatan dan gangguan (ATHG) yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, hak dan kewajiban harus sejalan,
hak-hak yang telah diberikan oleh Negara harus disertai pemahaman dan kesadaran akan
kewajiban yang dilakukan oleh warga Negara dan hak yang diatur oleh Negara juga harus
memberikan ruang kesadaran bagi warga Negara untuk menunaikan kewajibannya. Pencerdasan
kehidupan bangsa sebagai amanat UUD 1945 harus dijabarkan secara arif. Kecerdasan
kehidupan bangsa tidak hanya dalam arti fisik atau material, tetapi juga psikis dan spiritual,
artinya bahwa proses mencerdaskan dalam konteks keilmuan, harusdibarengi dengan proses
mencerdaskan watak kebangsaan sebagaimana diamalkan dalam pembukaan UUD 1945.
Kemerdekaan kebangsaan Indonesia yang hendak mencerdaskan kehidupan kebangsaan,
dilakukan dengan menanamkan kesadaran tentang identitas, karakter dan integritas, serta jati diri
bangsa.

Kesadaran bela Negara merupakan sikap moral dan implementasi profesionalisme, sehingga
dalam aktualisasinya mampu menjadikannya sebagai unsur utama kekuatan bangsa dalam
menghadapi ancaman militer. Pendidikan kewarganegaraan merupakan upaya untuk
menumbuhkan sikap perilaku bela Negara yang mencakup pembangunan sikap moral dan watak
bangsa serta pendidikan politik kebangsaan. Pembangunan sikap moral dan watak bangsa
memberikan ikatan dasar yang dapat mendukung ide kewarganegaraan tersebut, memberikan
arahan sikap dan perilaku karena dapat memberikan kerangka orientasi nilai. Orientasi nilai yang
dilandasi nilai-nilai komunal (nilai-nilai kebangsaan) yang disepakati merupakan ikatan maya,
yang jika tertanam dalam sanubari tiap warga Negara justru dapat mengikat kuat karena menjadi
pedoman perilaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

http://chyrun.com/konsep-bela-negara-di-indonesia/
LANDASAN HUKUM BELA NEGARA ARTI PENTING BELA NEGARA

dyah pnf 21.46

Dasar Hukum dan Peraturan Bela Negara


1. Tap MPR No.VI Tahun 1973 tentang konsep wawasan nusantara dan keamanan
Nasional,

2. Undang-Undang No.29 tahun 1954 tentang Pokok-Pokok Perlawanan Rakyat,

3. Undang-Undang No.20 tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Hankam Negara RI.
Diubah oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1988,

4. Tap MPR No.VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dengan POLRI, dan

5. Tap MPR No.VII Tahun 2000 tentang Peranan TNI danPOLRI.

Landasan Hukum Bela Negara


UUD 1945 Pasal 27 Ayat (3) :

Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan
negara

UUD 1945 Pasal 30 Ayat (1),(2),(3),(4),(5) :

(1). Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam pertahanan dan keamanan
negara

(2). Usaha pertahanan dan keamanan Negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan
dan keamanan rakyat semesta oleh TNI dan POLRI sebagai kekuatan pendukung

(3). Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut dan
Angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan
memelihara keutuhan dan kedaulatan negara
(4). Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga
keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, melayani masyarakat,
serta menegakan hukum

(5). Susunan dan kedudukan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik
Indonesia, hubungan kewenangan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian
Negara Republik Indonesia didalam menjalankan tugasnya, syarat-syarat
keikutsertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan diatur dengan
undang-undang

3. UU No. 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara Pasal 9 Ayat (1) dan (2) :

(1). Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya Bela Negara
yang diwujudkan dalam Penyelenggaraan Pertahanan Negara

(2). Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara dimaksud ayat (1)
diselenggarakan melalui :

- Pendidikan Kewarganegaraan,

- Pelatihan dasar Kemiliteran,

- Pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau wajib, dan

- Pengabdian sesuai dengan profesi

4. UU No 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia Pasal 6B :

Setiap warga negara wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara, sesuai
dengan ketentuan yang berlaku

Arti Penting Bela Negara


1. Sebagai syarat berdirinya suatu negara

2. Untuk melindungi kedaulatan negara

3. Untuk mempertahankan keutuhan wilayah negara

4. Untuk semua warga negara agar memiliki kewajiban dan hak yang jelas dalam
ikut serta pembelaan terhadap negara.
http://dyahpnf.blogspot.co.id/2015/02/landasan-hukum-bela-negara-arti-
penting.html