Anda di halaman 1dari 12

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

a. Sinyal dalam kereta api


Sistem persinyalan kereta api adalah sistem yang
kompleks yang mengatur sinyal operasional KA yang
tujuannya adalah safe (security) pada switching operasional
KA dalam satu jalur dengan suatu trafict perjalanan. Sistem ini
intinya akan mengatur mekanisme interlocking mulai dari
mekanis sampai elektris (computerize).

Konstruksi dasar dan gambaran umum sistem


persinyalan KA akan mengintegrasikan sistem sinyal mekanis
dan ekektrik. Sistem persinyalan mekanis terdiri dari
hardware yang mengisi seluruh infrastruktur hardware KA
dan bekerja secara mekanis, sinyal elektrik terdiri dari
beberapa modul elektronika sebagai alat kontrolnya.

b. Jenis sistem persinyalan


1. Sistem Persinyalan Mekanik
2. Sistem Persinyalan Elektrik
Sistem Persinyalan Relay
Contoh :
DRS-60
MIS-801
Sistem Persinyalan Hybrid
Contoh :
GL-1
ANSALDO
Sistem Persinyalan Electronic
Contoh :

5
6

SSI
VPI
WESTRACE
SIL-02
ALIESTER CARGO

Persyaratan umum sistem persinyalan adalah :


Syarat utama sistem persinyalan yang harus dipenuhi
adalah azas keselamatan (fail safe
Sistem persinyalan harus mempunyai keandalan
tinggi dan memberikan aspek yang tidak meragukan
Susunan penempatan sinyal - sinyal di sepanjang jalan rel
harus sedemikian sehingga aspek menurut jalan rel

c. Persinyalan elektrik Sistem Interloc king Len 02 (Sil 02)

SIL-02 merupakan sistem persinyalan elektrik yang


dibuat oleh PT LRS Industri Persero berbasis PLC. Dimana sil
02 memiliki sistem interlocking sendiri. Sistem
Interlocking adalah otak dari sistem persinyalan
elektrik. Interlocking adalah komputer khusus yang didesain
untuk tujuan mengatur keselamatan perjalanan kereta api,
khususnya kereta api yang akan masuk dan keluar dari
stasiun. Interlocking adalah vital safety critical systemyang
dibangun dengan prinsip-prinsip failsafe.

prinsip failsafe prinsip failsafe berarti apabila


interlocking mengalami failure akan menuju kondisi yang
dijamin aman.

Berdasarkan penempatan perangkat, sistem


persinyalan elektrik dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian
dalam ruangan (indoor) dan bagian luar ruangan (outdoor).
7

1. Perangkat Persinyalan Indoor


a. Sistem Interloking Vital
b. Sistem Interloking Non-Vital

2. Perangkat Persinyalan Outdoor


a. Sinyal warna cahaya
b. Penggerak wesel elektrik
c. Perangkat pendeteksi Kereta api

Peralatan di dalam ruangan


Peralatan di dalam ruangan (wilayah vital):

Dua modul PLC (programmable logic controller):


Fungsi dua prosesor agar satu sama lain bisa saling mengecek
kinerja sistem jika ada kesalahan logika dan yang termasuk
komponen di dalam ruang operator adalah prosesor untuk
pengolahan sinyal yang berbasis PLC (programmable logic
controller), sistem perkabelan, serta panel kendali tempat
tombol-tombol, status sinyal, serta satu prosesor untuk
8

mengendalikan sinyal. PLC ini berfungsi untuk


mengatur dan mengendalikan sinyal masukan (input) dan
keluaran (output).
Pemancar vital: Mengirimkan data vital
Panel PLC: Menyampaikan informasi pada panel kendali di
ruang operator dan terminal teknisi

Peralatan di dalam ruang operator (wilayah tidak


vital)
Terminal teknisi: Merekam seluruh kondisi perjalanan
kereta api.Panel kendali (local control panel): Tempat tombol-
tombol, satu prosesor sederhana untuk mengendalikan sinyal,
serta status sinyal ditampilkan

Peralatan di luar ruangan

Gambar 2.1 peralatan outdoor kereta api


9

Berikut ini perangkat system persinyalan outdoor kereta api

Sistem pendeteksi kereta

Track detection system berfungsi untuk mengetahui


posisi kereta api pada sebuah segmen (track section) tertentu.
Posisi kereta api digunakan sebagai input logika interlocking
untuk diproses bersama-sama dengan parameter lain untuk
pengambilan keputusan. Track detection termasuk vital
safety critical system dimana kesalahan terjadi akan
membawa kepada kecelakaan fatal. Oleh karena itu track
detection juga harus didesain mengikuti prinsip failsafe.

Gambar 2.2 Axle Counter Track


10

Alat yang berfungsi sebagai train detection biasanya


adalah Track Circuitatau Axle Counter. Masing-masing alat
tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan
tersendiri. Track Circuit bekerja dengan memanfaatkan short
circuit as roda kereta atas arus feeder yang diumpankan pada
koil relay track circuit sedangkan Axle Counter bekerja dengan
cara mencacah jumlah gandar (axle) kereta yang melewati
sensornya (Counting Head).

Point Machine

Ketika kereta api memasuki stasiun kereta api harus


diarahkan kepada jalur rel tertentu yang
dinamakan emplacement atau sepur. Agar kereta api dapat
berbelok ke arah emplacement tertentu rel atau track harus
dibelokkan oleh sebuah alat yang dinamakan point
machine. Point machineadalah motor listrik yang didesain
khusus untuk menggerakkan lidah wessel. Pada point
machine dilengkapi dengan kontak untuk deteksi
posisi wessel apakah lurus (normal) atau belok (reversed).
11

Gambar 2.3 tampak luar point machine elektrik di stasiun


pasar turi

Gambar 2.4 tampak dalam point machine elektrik di


stasiun Surabaya pasar turi
12

Lampu sinyal

Gambar 2.5 Sinyal Berangkat (Direct Signal)

Sebagai output final dari keputusan interlocking


adalah penyalaan aspek sinyal pada signal lamp. Signal
Lamp adalah sederetan lampu yang disusun vertikal
menyerupai lampu traffic light. Aspek sinyal dapat berwarna
merah, kuning, hijau atau putih. Sinyal utama terdiri dari :

Sinyal Berangkat (Starter Signal) : Berfungsi untuk


mengizinkan / tidak mengizinkan keberangkatan
kereta api dari emplacement suatu stasiun dan
menetapkan kecepatan maksimal kereta api.
Sinyal Masuk (Home Signal) : Berfungsi untuk
mengizinkan / tidak mengizinkan masuknya kereta
api ke dalam emplacement stasiun dan menetapkan
kecepatan maksimalnya.
Sinyal Muka (Distant Signal) : Berfungsi sebagai
peringatan awal atas aspek yang menyala pada Sinyal
13

Masuk di depannya agar kereta dapat menyesuaikan


kecepatan secara bertahap.
Sinyal Langsir (Shunt Signal) : Berfungsi untuk
mengatur kereta api pada saat langsiran (shunting).

Selain itu ada pula signal tambahan lainnya seperti Sinyal


Arah (Direction Signal), Contra Flow Signal dan lain-lain.

Beberapa hal yang mempengaruhi kondisi sinyal


adalahsebagai berikut :
1. Kondisi konstruksi jalan rel.
2. Kondisi peralatan persinyalan atau peralatan
telekomunikasi.
3. Kondisi atau posisi kereta api lain di lintas yang sama
dengan kereta api tersebut baik berjalan searah atau berjalan
berlawanan arah.
4. Kondisi lain yang dinilai dapat mempengaruhi
keselamatan perjalanan kereta api misalnya banjir, tanah labil
/ longsor, kebakaran di area yang berdekatan dengan jalur
kereta api atau terjadi kemacetan yang luar biasa di area
pintu perlintasan.

pengaturan perjalanan kereta api secara berturutan (searah)


harus didasarkan pada :

1. Jarak pandang

Alternatif berdasarkan jarak pandang biasanya


dilakukan pada pengoperasian tram, dimana dulu Indonesia
pernah punya tram di Jakarta dan Surabaya. Kecepatan tram
relatif rendah dan jarak pengeremannya pendek, sehingga
sinyal tidak diperlukan. Akan tetapi, sebenarnya teori
perkeretaapian menganut pemahaman bahwa jarak pandang
14

harus lebih panjang dari jarak pengereman. Saat ini, di daerah


perkotaan jarak pandang masinis terhadap pintu-pintu
perlintasan sangat sempit sehingga masinis tidak akan sempat
melakukan pengereman jika ada pengendara jalan raya yang
melewati rel secara sembarangan.

2. Jarak waktu

Alternatif berdasarkan jarak waktu hanya dapat


dilakukan jika kereta api selalu dapat berjalan tepat waktu dan
tidak ada toleransi kerusakan di jalan. Sinyal juga hanya
diperlukan dalam kondisi khusus. Indonesia belum pernah
menerapkan sistem persinyalan berdasarkan alternatif ini.

3. Jarak ruang

Alternatif berdasarkan jarak ruang adalah alternatif


yang saat ini diterapkan untuk pengoperasian kereta api jarak
jauh di Indonesia. Panjang jalur dipecah-pecah menjadi
beberapa bagian yang disebut petak jalan yang ditandai
dengan sinyal masuk. Petak jalan ada dua jenis, yaitu :

1. Petak jalan bebas, terletak di antara dua sinyal masuk


stasiun berdekatan; dan
2. Petak jalan wilayah stasiun, terletak di antara dua
sinyal masuk stasiun yang sama.

Kelemahan alternatif ini adalah kereta api hanya dapat masuk


ke suatu petak jalan jika di petak jalan tersebut tidak ada kereta
api lain. Jika terdapat dua kereta api yang berjalan searah maka
kereta api yang depan harus sudah masuk ke petak berikutnya
supaya kereta api yang belakang bisa dijalankan. Atau bila ada
dua kereta api yang berjalan berlawanan, maka salah satu
15

kereta api harus sudah masuk di stasiun untuk bersilang


supaya kereta api yang lain bisa masuk ke stasiun. Persilangan
hanya terjadi di lintas jalur tunggal (single track), dan tidak ada
persilangan di lintas jalur ganda (double track).

4. Jarak pengereman

Pada prinsipnya, alternatif berdasarkan jarak


pengereman hampir sama dengan alternatif berdasarkan jarak
ruang. Namun biasanya petak jalan antara dua stasiun
diperpendek hingga mencapai jarak pengereman terjauh.
Petak jalan yang diperpendek disebut petak blok. Maksud
dari alternatif ini adalah menambah frekuensi kereta api yang
melalui jalur tersebut. Pengoperasian KA Jabotabek sudah
menganut sistem ini.

Secara umum, sinyal kereta api dibedakan menjadi sinyal


mekanik (palang sinyal) dan sinyal elektrik (lampu sinyal).
16

Halaman ini sengaja di kosongkan