Anda di halaman 1dari 6

TEORI BAHASA OTOMATA

EKUIVALENSI

Disusun Oleh :
1. AYU ANGGRAINI 1410651007
2. HENI NOVIYA ISMA WATI 1410651024
3. NANI DWI INDRI ASTUTI 1410651142

Dosen Pengampu :
GINANJAR ABDURRAHMAN, S.Si., M.Pd.

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
2017
Pengertian Ekuivalensi Antar DFA
Pada bahasa reguler, kemungkinan ada sejumlah deterministic finite automata
yang dapat menerimanya. Perbedaannya hanya terletak pada jumlah state yang dimiliki
otomata-otomata yang saling ekuivalensi.
Ada dua buah istilah baru yang perlu kita ketahui :
1. Distinguishable yang berarti dapat dibedakan.
2. Indistinguishabe yang berarti tidak dapat dibedakan.
Dua deterministic finite automata M1 dan M2 dinyatakan ekuivalensi apabila
L(M1) = L(M2).

Ekuivalensi NFA ke DFA


Sebuah mesin Non-deterministic Finite Automata dapat dibuat mesin
Deterministic Finite Automata yang Ekuivalen. Ekuivalen artinya menerima bahasa yang
sama meskipun yang satu adalah Non-deterministic Finite Automata dan yang satunya
Deterministic Finite Automata namun keduanya menerima bahasa yang sama.
DFA yang ekuivalen dengan NFA
Deterministic Finite Automata yang Ekuivalen dengan Non-deterministic Finite
Automata.
Pertama buatlah tabel transisi

Kedua kita buat tupel dari tabel tersebut agar lebih detail
= {q0 , q1}
= {0 , 1}
s = q0
f = q1

Lalu kita mulai membuat DFA nya ,dimulai dari state awal q0
State {q0} bila memperoleh input 0 menjadi state {q0, q1}.
State {q0} bila memperoleh input 1 menjadi state {q1}.

Ekivalensi Non-Deterministic Automata (NFA) ke Deterministic Finite Automata (DFA)

State {q1} memperoleh input 0 menjadi state


State {q1} bila memperoleh input 1 menjadi state {q0, q1}.
Pada state {q0,q1} awalnya belum mempunyai busur dan pada DFA,sebuah state
harus mempunyai busur sebanyak himpunan inputnya, karena itu kita tentukan
terlebih dahulu arah busurnya dan busurnya ada 2.
({q0,q1},0) = {q0,0} {q1,0}
= {q0,q1}
= {q0,q1}
({q0,q1},1) = {q0,1} {q1,1}
= {q1} {q0,q1}
= {q0,q1}
Jadi arah busur pada state {q0,q1} mengarah ke state itu sendiri.
Kemudian khusus pada state himpunan kosong () hanya menerima inputan dari
statenya sendiri,jadi busur pada himpunan kosong mengarah ke state himpunan kosong.

Ekivalensi Non-Deterministic Automata (NFA) ke Deterministic Finite Automata (DFA)

Terakhir untuk menentukan final state pada DFA ini adalah dengan melihat NFA
yang ekuivalen dengan DFA ini yaitu soal awal, Kita ketahui Bahwa final state adalah
q1,jadi pada DFA final statenya adalah semua state yang ada hubungannya dengan q1
yaitu {q0,q1} dan {q1}

Ekivalensi Non-Deterministic Automata (NFA) ke Deterministic Finite Automata (DFA)


Ekuivalensi Antar DFA

State q5 tidak dapat dicapai dari state awal dengan jalan apapun (useless state). Maka
hapus state q5
Catat state-state distinguishable yaitu :
q4 F sedang q0, q1, q2, q3 F sehingga pasangan
(q0, q4) (q1, q4) (q2, q4) dan (q3, q4) adalah distinguishable.
Pasangan - pasangan state lain yang distinguishable diturunkan berdasarkan pasangan
dari langka 2 yaitu :
Untuk pasangan (q0, q1)
(q0, 0) = q1 dan (q1, 0) = q2 Belum teridentifikasi
(q0, 1) = q3 dan (q1, 1) = q4 (q3, q4) distinguishable maka (q0, q1) adalah
distinguishable.
Untuk pasangan (q0, q2)
(q0, 0) = q1 dan (q2, 0) = q1 Belum teridentifikasi
(q0, 1) = q3 dan (q2, 1) = q4 (q3, q4) distinguishable maka (q0, q2) adalah
distinguishable.
Setelah diperiksa semua pasangan state maka terdapat state-state yang distinguishable :
(q0,q1), (q0,q2), (q0,q3), (q0,q4), (q1,q4), (q2,q4), (q3,q4)
Karena berdasarkan relasi - relasi yang ada,tidak dapat dibuktikan (q1,q2),(q1,q3) dan
(q2,q3) distinguishable, sehingga disimpulkan pasangan - pasangan state tersebut
indistinguishable.
Karena q1 indistinguishable dengan q2, q2 indinguishable denganq3, maka dapat
disimpulkan q1,q2,q3 saling indistinguishable dan dapat dijadikan satu state.
Berdasarkan hasil diatas maka hasil dari DFA yang direduksi menjadi :