Anda di halaman 1dari 14

Bangunan Hukum NII

BANGUNAN HUKUM
NII

Pengertian Hukum
Definisi "hukum" dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997):
1. peraturan atau adat, yang secara resmi dianggap mengikat dan
dikukuhkan oleh penguasa, pemerintah atau otoritas.
2. undang-undang, peraturan dan sebagainya untuk mengatur
kehidupan masyarakat.
3. patokan (kaidah, ketentuan).
4. keputusan (pertimbangan) yang ditentukan oleh hakim dalam
pengadilan, vonis.

Di Amerika dan di Inggris, apa yang dimaksud dengan hukum adalah


apa yang dikatakan oleh seorang hakim (dalam sidang di pengadilan).
Putusan seorang hakim memiliki implikasi yang sangat luas di
masyarakat1.

Pengertian-pengertian Hukum Menurut Beberapa Ahli2

R. Soeroso, SH
Definisi hukum secara umum : himpunan peraturan yang dibuat oleh
yang berwenang dengan tujuan untuk mengatur tata kehidupan
bermasyarakat yang mempunyai ciri memerintah dan melarang serta
mempunyai sifat memaksa dengan menjatuhkan sanksi hukuman bagi
yang melanggarnya.
Unsur-unsur yang terkandung dalam definisi hukum sebagai berikut :

1
Dhoni Yusra S.H. Staff Pengajar Universitas INDONUSA Esa Unggul, pada tulisannya yang berjudul “What Is
Law?” dipublikasikan di: http://www.indonusa.ac.id/home/index.php?
option=com_content&task=view&id=827&Itemid=56
2
Felarianty V Sibarani, SH, V. Febrina Kusumaningrum, SH dalam tanya jawab tentang definisi Hukum pada
publikasi di: http://www.asiamaya.com/konsultasi_hukum/ist_hukum/definisi_hukum.htm

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com -101-


Bangunan Hukum NII

1. peraturan dibuat oleh yang berwenang


2. tujuannya mengatur tata tertib kehidupan masyarakat
3. mempunyai ciri memerintah dan melarang
4. bersifat memaksa dan ditaati

Abdulkadir Muhammad, SH
Hukum: segala peraturan tertulis dan tidak tertulis yang mempunyai
sanksi yang tegas terhadap pelanggarnya.
Drs. C.S.T. Kansil, SH
Hukum itu mengadakan ketata-tertiban dalam pergaulan manusia,
sebagai keamanan dan ketertiban terpelihara.

J.C.T. Simorangkir, SH dan Woerjono Sastropranoto, SH


Hukum itu ialah peraturan-peraturan yang bersifat memaksa, yang
menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat,
yang dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib, pelanggaran-
pelanggaran yang dikenai tindakan-tindakan hukum tertentu.

Plato
Hukum merupakan peraturan-peraturan yang teratur dan tersusun
baik yang mengikat masyarakat.

Aristoteles
Hukum hanya sebagai kumpulan peraturan yang tidak hanya mengikat
masyarakat tetapi juga hakim.

E. Utrecht
Hukum merupakan himpunan petunjuk hidup - perintah dan larangan
yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat yang seharusnya
ditaati oleh seluruh anggota masyarakat oleh karena itu pelanggaran
petunjuk hidup tersebut dapat menimbulkan tindakan oleh
pemerintah/penguasa itu.
Sebabnya hukum ditaati orang menurut Utrecht, yaitu:
1. Karena orang merasakan bahwa peraturan dirasakan sebagai
hukum. Mereka benar berkepentingan akan berlakunya peraturan
tersebut.

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com -102-


Bangunan Hukum NII

2. Karena orang harus menerimanya supaya ada rasa ketentraman.


Penerimaan rasional itu sebagai akibat adanya sanksi-sanksi hukum
supaya tidak mendapatkan kesukaran, orang memilih untuk taat
saja pada peraturan hukum karena melanggar hukum mendapat
sanksi hukum.
3. Karena masyarakat menghendakinya. Dalam kenyataannya banyak
orang yang tidak menanyakan apakah sesuatu menjadi
hukum/belum. Mereka tidak menghiraukan dan baru merasakan
dan memikirkan apabila telah melanggar hingga merasakan akibat
pelanggaran tersebut. Mereka baru merasakan adanya hukum
apabila luas kepentingannya dibatasi oleh peraturan hukum yang
ada.
4. Karena adanya paksaan (sanksi) sosial. Orang merasakan malu
atau khawatir dituduh sebagai orang yang asosial apabila orang
melanggar suatu kaidah sosial/hukum.

Sedangkan tujuan hukum itu sendiri menurut:


1. Apeldoorn adalah mengatur tata tertib dalam masyarakat
secara damai dan adil.
2. Prof. Soebekti, tujuan hukum adalah mengabdi tujuan negara
yang intinya mendatangkan kemakmuran dan kebahagiaan
rakyatnya.

Hukum Menurut Montesquieu (dalam uraiannya pada buku L’Esprit


des Lois)3

Yang terutama dapat diperhatikan dalam buku "L’Esprit des Lois"


adalah beberapa hal menyangkut tema hukum. Tentang definisi
hukum, walaupun tidak disebutkan secara eksplisit dan limitatif,
bahkan terkesan ambigu, tetaplah dapat ditarik suatu obyektifikasi
dengan mengumpulkan seluruh pengertian yang digunakan dalam
buku ini. Secara umum hukum digunakan untuk menunjuk hak-hak dan
kewajiban yang dilindungi atau diberlakukan oleh pengadilan serta

3
Lihat Peri Umar Farouk & M Armen Lukman di: http://omperi.wikidot.com/hukum-pemerintahan-dalam-
teropong-klasik-montesquieu

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com -103-


Bangunan Hukum NII

pada aturan-aturan dasar yang harus diikuti oleh mereka yang


menjalankan kekuasaan.

Tidak seperti filsuf dan pemikir lain sejamannya., Montesquieu tidak


memulai perhatiannya dengan mengajukan konsep-konsep umum
yang abstrak. Menurutnya, kebebasan berakar dalam tanah. Diartikan
bahwa kebebasan lebih mudah dipertahankan dengan dua prasyarat
pokok, yaitu keadaan geografis negara dan ketentraman yang timbul
dari keamanan. Prasyarat terakhir menghendaki perundang-undangan
menetapkan batas-batas kekuasaan negara serta adanya jaminan hak-
hak individu di dalam hukum.

Berkaitan dengan tema kebebasan ini, Montesquieu memberikan


batasan yang penting bagi terpeliharanya kebebasan itu sendiri, yaitu
pembatasan dengan hukum. Hukum yang baik adalah hukum yang
melindungi berbagai kepentingan umum. Sedangkan tanda dari suatu
masyarakat yang bebas ialah semua orang dimungkinkan untuk
mengikuti kecenderungan mereka sendiri sepanjang mereka tidak
melanggar hukum.

Suatu sistem hukum muncul menurut Montesquieu sebagai hasil


kombinasi dari hakikat dan prinsip-prinsip pemerintahan tertentu. Apa
yang disebut hakikat pemerintahan adalah isi yang membentuk
pemerintahan (struktur khusus atau khas dari pemerintahan).
Sedangkan prinsip adalah cara bertindak atau hasrat manusia yang
menggerakkan pemerintahan. Hakikat pemerintahan ada tiga jenis,
yaitu republik, monarki dan despotis (sewenang-wenang). Republik
dipecah menjadi dua. Apabila lembaga rakyat memiliki kekuasaan
tertinggi disebut demokrasi. Apabila kekuasaan tertinggi berada di
tangan sebagian rakyat disebut aristokrasi. Untuk Negara republik,
prinsip pemerintahan yang mutlak diperlukan adalah keutamaan.
Untuk monarki dikehendaki ilham dari prinsip kehormatan. Dan dalam
pemerintahan despotis diperlukan prinsip rasa takut (prinsip bahwa
rakyat harus takut terhadap penguasa).

Dari kombinasi tersebut dapat diterangkan kemudian tentang


rusaknya suatu pemerintahan. Rusaknya setiap pemerintahan pada

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com -104-


Bangunan Hukum NII

umumnya dimulai dengan rusaknya prinsip-prinsipnya. Prinsip


demokrasi menjadi rusak bukan hanya ketika semangat persamaan
padam; tetapi juga ketika rakyat jatuh ke dalam semangat persamaan
yang ekstrim dan ketika setiap warga negara merasa senang setingkat
dengan mereka yang telah dipilihnya untuk memerintah. Aristokrasi
rusak apabila kekuasaan para bangsawan menjadi sewenang-wenang.
Monarki bobrok ketika kekuasaan dirampas oleh seorang yang egois,
narsistis dan menyalahgunakan wewenangnya, situasinya serta
cintanya pada rakyat. Sistem pemerintahan despotis hancur oleh
ketidaksempurnaan yang melekat di dalam dirinya, karena kodratnya
sebagai suatu prinsip yang korup. Oleh karena itu menurut
Montesquieu perlu adanya pembatasan kekuasaan. Untuk membatasi
kekuasaan hanya dapat dilakukan dengan kekuasaan juga, sehingga
timbullah ide bahwa dalam sebuah Negara, kekuasaan harus
dipisahkan. Paling tidak dalam tiga komponen, yakni Legislatif,
Eksekutif dan Yudikatif.

Bidang Hukum4

Hukum dapat dibagi dalam berbagai bidang, antara lain hukum


perdata, hukum publik, hukum pidana, hukum acara, hukum tata
negara, hukum internasional.

Hukum Perdata
Salah satu bidang hukum yang mengatur hubungan-hubungan antara
individu-individu dalam masyarakat dengan saluran tertentu. Hukum
perdata disebut juga hukum privat atau hukum sipil.
Hukum perdata dapat digolongkan antara lain menjadi:
1. Hukum keluarga
2. Hukum harta kekayaan
3. Hukum benda
4. Hukum Perikatan
5. Hukum Waris

Hukum Publik

4
Lihat publikasi di: http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com -105-


Bangunan Hukum NII

Hukum publik adalah hukum yang mengatur hubungan antara subjek


hukum dengan pemerintah.

Hukum Pidana
Hukum yang mengatur perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh
undang-undang dan berakibat diterapkannya hukuman bagi barang
siapa yang melakukannya dan memenuhi unsur-unsur perbuatan yang
disebutkan dalam undang-undang pidana. Seperti perbuatan yang
dilarang dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Undang-Undang
Korupsi, Undang-Undang HAM dan sebagainya Dalam hukum pidana
dikenal, 2 jenis perbuatan yaitu kejahatan dan pelanggaran, kejahatan
ialah perbuatan yang tidak hanya bertentangan dengan undang-
undang tetapi juga bertentangan dengan nilai moral, nilai agama dan
rasa keadilan masyarakat, contohnya mencuri, membunuh, berzina,
memperkosa dan sebagainya. sedangkan pelanggaran ialah perbuatan
yang hanya dilarang oleh undang-undang, seperti tidak pakai helm,
tidak menggunakan sabuk pengaman dalam berkendaraan, dan
sebagainya.

Hukum Acara
Untuk tegaknya hukum materiil diperlukan hukum acara atau sering
juga disebut hukum formil. Hukum acara merupakan ketentuan yang
mengatur bagaimana cara agar hukum (materiil) itu terwujud atau
dapat diterapkan/dilaksanakan kepada subyek yang memenuhi
perbuatannya. Tanpa hukum acara maka tidak ada manfaat hukum
materiil. Untuk menegakkan ketentuan hukum pidana diperlukan
hukum acara pidana, untuk hukum perdata maka ada hukum acara
perdata. Hukum acara ini harus dikuasai para praktisi hukum, polisi,
jaksa, pengacara, hakim.

Hukum Internasional
Hukum yang mengatur tentang hubungan hukum antar negara satu
dengan negara lain secara internasional, yang mengandung dua
pengertian dalam arti sempit dan luas.
Dalam arti sempit meliputi : Hukum publik internasional saja
Dalam arti luas meliputi : Hukum publik internasional dan hukum
perdata internasional

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com -106-


Bangunan Hukum NII

Sistem Hukum di Dunia5

Sistem hukum dunia di masa kini terdiri dari:


1. Sistem Hukum Sipil
2. Sistem hukum Anglo Saxon atau dikenal juga dengan Common
Law.
3. Sistem Hukum Agama
4. Sistem Hukum Adat
5. Sistem Hukum negara blok timur (Sosialis)

Masing-masing negara mengembangkan variasinya sendiri dari


masing-masing sistem atau memadukan banyak aspek lainnya ke
dalam sistemnya.

1. Sistem Hukum sipil


Hukum sipil adalah sistem hukum yang berkembang di dataran Eropa
dan daerah jajahannya dimana acuan yang digunakan (menurut
urutannya) adalah:
1. Undang-undang Dasar
2. Kebiasaan
3. Yurisprudensi
4. Perjanjian (trata)
Untuk tersangka pelaku kejahatan menggunakan azas praduga tak
bersalah.
Secara umum sistem hukum Eropa Kontinental dibagi menjadi dua:
1. Hukum publik : Dimana negara dianggap sebagai
subyek/obyek hukum.
2. Hukum privat : Dimana negara bertindak sebagai wasit dalam
persidangan/persengketaan.

Hukum sipil adalah sistem hukum yang paling umum di dunia. Negara-
negara yang mendasarkan sistem hukumnya pada Hukum sipil yang
dikodifikasikan termasuk:

1. Albania 17. Jerman


5
Lihat publikasi di: http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_hukum_di_dunia

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com -107-


Bangunan Hukum NII

2. Austria 18. Kolombia


3. Belanda 19. Kroasia
4. Belgium 20. Luxembourg
5. Bulgaria 21. Meksiko
6. Brasil 22. Norwegia
7. Chili 23. Panama
8. Republik Ceko 24. Perancis
9. Denmark 25. Peru
10. Republik Dominika 26. Polandia
11. Ekuador 27. Portugal
12. Estonia 28. Rusia
13. Finlandia 29. Slowakia
14. Guatemala 30. Spanyol
15. Haiti 31. Swedia
16. Hongaria 32. Swiss
33. Thailand

Sedang Negara-negara berikut melakukan modifikasi tersendiri


masing-masingnya:

Negara Deskripsi
Didasarkan pada Sistem hukum Romawi yang
Italia dikodifikasikan, dengan unsur-unsur dari kode hukum
Napoleon.
Mengikuti sistem hukum Eropa, dengan pengaruh Inggris-
Jepang
Amerika.
Umumnya dipengaruhi oleh Jerman, sebagian pengaruh
Latvia
sistem hukum Rusia dan Soviet.
Didaasrkan pada sistem hukum Portugal yang didasarkan
Makau pada tradisi daratan Eropa, yang pada gilirannya dipengaruhi
oleh Jerman, juag dipengaruhi oleh Sistem hukum di RRT
Malta Mulanya didasarkan pada Hukum Romawi dan akhirnya
berkembang ke Kode Hukum Rohan, Codex Napoleon dengan
pengaruh dari Sistem hukum Italia. Namun Common law
Britania juga merupakan sumber dari Sistem hukum Malta,

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com -108-


Bangunan Hukum NII

yaitu Hukum publik


Republik
Didasarkan pada Sistem hukum sipil; yang diambil dari
Rakyat
prinsip-prinsip hukum sipil Soviet dan daratan Eropa.
Cina
Vietnam Teori hukum komunis dan Hukum sipil Perancis
Yunani Didasarkan pada Sistem hukum Romawi yang dikodifikasikan

2. Sistem Common Law


Sistem hukum Common-law membentuk bagian utama dari hukum
banyak negara, terutama di negara-negara yang merupakan bekas
koloni atau wilayah dari Britania (Inggris Raya). Dia terkenal karena
terdapat hukum tidak tertulis (non-statutory) yang luas mencerminkan
sebuah konsensus penghakiman dengan sejarah berabad-abad oleh
para juri.

Negara Deskripsi
Sistem peradilan federal didasarkan pada Common law
Inggris; masing-masing Negara bagian Amerika Serikat
Amerika
negara bagian mempunyai sistem hukumnya sendiri
Serikat
yang unik, yang kesemuanya, kecuali (Louisiana)
didasarkan pada Common law Inggris.
Australia didasarkan pada Common law Inggris.
Hukum Inggris (juga mencakup Wales) dan Sistem
hukum Irlandia pada dasarnya adalah common law,
dengan pengaruh Romawi awal dan sejumlah aspek
Britania hukum Eropa daratan. Skotlandia mempunyai
sistemnya sendiri yang unik, Sistem hukum Skotlandia,
yang didasarkan pada hukum sipil, dan pada
umumnya dianggap campuran.
Hong
Didasarkan pada Common law Inggris
Kong
Didasarkan pada Common law Inggris, hukum pribadi
India yang terpisah berlaku bagi orang-orang Muslim,
Kristen, dan Hindu.
Republik Didasarkan pada Common law Inggris

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com -109-


Bangunan Hukum NII

Irlandia
Didasarkan pada Common law Inggris, kecuali di
Kanada Quebec, yang sistem hukum sipilnya didasarkan pada
sistem hukum Perancis.
Didasarkan pada Common law Inggris, beberapa aspek
Pakistan Hukum Islam dalam sistem warisan. Hukum suku di
FATA.
Selandia
Didasarkan pada Common law Inggris
Baru
Singapura Didasarkan pada Common law Inggris

Sedang negara-negara berikut mencampurkan Sistem Hukum Sipil dan


Common Law dalam negaranya:
1. Afrika Selatan
2. Argentina
3. Quebec (Negara Bagian Kanada)
4. Louisiana (Negara Bagian AS)
5. Skotlandia (Britania)
6. Seychelles
7. Mauritius

3. Sistem Hukum agama


Yang dikenal menerapkan Sistem Hukum Agama:
1. Arab Saudi
2. Iran
3. Sudan
4. Suriah
5. Vatikan

4. Sistem Hukum Adat


Yang dikenal menerapkan hukum adat di dunia:
1. Mongolia
2. Sri Lanka

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com -110-


Bangunan Hukum NII

3. Indonesia6

Bagaimana Dengan Sistem Hukum Islam?

Adakah bagan dibawah ini menggambarkan apa itu Sistem Hukum


Islam?

Perbandingan Sistem Hukum Islam dengan Sistem Hukum


Sipil dan Common Law
Sistem Hukum Sistem Hukum Common Law
Islam Sipil
Jenis Hukum Hukum Positif Hukum Positif
Hukum Revelasional
Dasar Kitab Suci Al Pengalaman Pengalaman
Sumber Qur’an Kemanusiaan Kemanusiaan
Hukum
Tertib Al Qur’an Ideologi Negara Ideologi Negara
Perunda Sunnah
Ijma
ng-
Konstitusi Konstitusi Konstitusi
undanga Undang-undang Undang-undang Undang-undang
n Peraturan di Peraturan di Peraturan di
bawah undang- bawah undang- bawah undang-
undang undang undang
Peradila • Mengutam • Berdasar • Memakai
n akan Hukum Sistem Juri
persaksian Tertulis yang (bersalah
dalam hukum terkodifikasi, atau tidaknya
acaranya seseorang seorang
• Hukuman dinyatakan terdakwa
sangat terbukti ditentukan
disesuaikan bersalah jika oleh
dengan perbuatannya sekelompok
konteks si memnuhi juri)
pelaku salah satu • vonis
pasal dari
6
Republik Indonesia Serikat adalah negara yang menganut sistem hukum campuran dengan sistem hukum utama
yaitu sistem hukum Eropa Kontinental (Sistem Hukum Sipil). Selain sistem hukum Eropa Kontinental, di Republik
Indonesia Serikat juga berlaku sistem hukum adat dan sistem hukum agama, khususnya hukum (syariah) Islam
(hanya sebagian kecil saja, yang tidak merugikan orang-orang kaya yang menindas).

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com -111-


Bangunan Hukum NII

kejahatan hukum yang ditentukan


• Mengurusi sudah berdasar
hukum publik, terkodifikasi vonis
privat dan itu (contoh keputusan
keimanan KUHP yang pernah
Indonesia) diambil hakim
• Tidak sebelumnya
mengurusi • Tidak
agama mengurusi
(kecuali agama
beberapa hal
yang masuk
ke dalam
kategori
hukum yang
berkaitan
dengan
urusan
personal:
kawin dsbg.)
Proses • Terikat • Tidak • Tidak
Pembua Syari’at terikat pada terikat pada
tan • Keputusan satu pun satu pun
Hukum / Amir bisa prinsip yang prinsip yang
Undang- menjadi baku baku
undang undang- (manasuka) (manasuka)
undang • Melalui • Melalui
• Fatwa Parlemen Parlemen
Majelis Syuro • Melalui • Melalui
• Fatwa Referendum Referendum
Ulama • Perintah • Perintah
Kepala Kepala
Negara yang Negara yang
disetujui disetujui
Parlemen Parlemen

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com -112-


Bangunan Hukum NII

Hukum, Negara dan Pemerintahan

Pada prakteknya, sebuah negara bisa memiliki konstitusi atau


tidak. Hal itu tergantung kepada situasi politik di Negara yang
bersangkutan. Sejarah Republik Roma bisa memberikan gambaran
yang jelas tentang hal tersebut. Roma adalah sebuah kota di Italia
yang terkenal karena kehebatan administratifnya sehingga bisa
menguasai hampir keseluruhan benua Eropa pada zamannya. Hal ini
membuat Roma bukan hanya sebuah nama dari sebuah kota, tapi
nama sebuah Imperium yang kita kenal sebagai Romawi.
Sebelum tahun 509 SM Kekaisaran Romawi dikenal sebagai
sebuah kerajaan. Kerajaan Romawi tersebut pada waktu itu dipimpin
oleh seorang Raja bernama Tarquinus Superbus. Dia dikenal lalim,
sampai-sampai dia berani menghancurkan tempat yang disucikan oleh
orang-orang Roma pada waktu itu. Sampai kemudian pada tahun 509
SM anak Tarquinus Superbus yang bernama Sextus Tarquinus
memperkosa salah satu istri bawahan ayahnya. Hal ini membuat
munculnya pemberontakan yang akhirnya bisa menurunkan Raja dari
tahtanya.
Majelis Perwakilan dari para bangsawan, yang disebut senat,
akhirnya memutuskan untuk tidak memilih lagi seorang raja. Untuk
menjalankan pemerintahan dipilihlah 3 orang konsul yang
kekuasaannya diawasi oleh Majelis Perwakilan para bangsawan.
Seiring berjalannya pemerintahan, Senat memberlakukan peraturan-
peraturan yang mengatur sistem pemerintahan.
Itulah yang dipercaya sebagai awal dari dikenalnya suatu jenis
hukum baru dalam masalah kepemerintahan. Hukum yang mengatur
bagaimana seorang pemimpin formal sebuah negara melaksanakan
kekuasaan dan tugas-tugasnya. Hukum itu disebut constitution.
Constitution berasal dari bahasa latin constitutio yang berarti Hukum
yang Penting.
Negara-negara yang berbentuk kerajaan umumnya tidak memiliki
hukum yang mengatur raja dalam melaksanakan kekuasaan dan
tugas-tugasnya. Konstitusi membatasi kekuasaan seorang pemimpin
negara dalam melaksanakan tugasnya. Konstitusi juga mengatur
bagaimana pemilihan, pengangkatan, pemberhentian seorang
pemimpin negara. Konstitusi juga mengatur tentang siapa yang berhak

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com -113-


Bangunan Hukum NII

membuat dan memberlakukan suatu hukum di sebuah negara,


mengatur siapa saja yang menjadi warga negara beserta hak-haknya
yang harus dilindungi oleh negara, tidak luput juga mengatur
kewajiban yang harus dilaksanakan oleh warganegara. Dengan kata
lain, konstitusi adalah kontrak sosial (perjanjian untuk hidup bersama)
diantara penduduk sebuah wilayah dalam hidup bermasyarakat.
Sejarah konstitusi di dalam syari’at Muhammad sungguh sesuatu
yang menakjubkan. Masa sebelum dibuatnya Piagam Madinah, tidak
pernah ada satupun konstitusi yang tertulis. Sebelumnya yang
biasanya tertulis adalah peraturan-peraturan negara yang hanya
berkaitan dengan tindak kejahatan. Dengan tertulisnya sebuah
konstitusi membuat upaya-upaya melanggar konstitusi menjadi lebih
berat.
Sebuah konstitusi adalah bukti nyata dari sebuah kesadaran untuk
hidup bermasyarakat yang dilandasi oleh pengaturan hukum bukan
karena pengaturan orang atau pihak yang berkuasa. Di dalam sebuah
negara yang berkonstitusi tertulis, juga dimungkinkan adanya
penurunan pejabat pemerintah yang korup. Di dalam sebuah negara
berkonstitusi tertulis panglima tertingginya adalah hukum.

Daftar Pustaka

o Jafri, SHM. Political and Moral Vision of Islam.


o Khadduri, Majid. Teologi Keadilan. Surabaya: Risalah Gusti, 1999.
o Farouk, Peri Umar & M Armen Lukman. Hukum Pemerintahan Dalam Teropong Klasik
Montesquieu. Dipublikasikan di: http://omperi.wikidot.com/hukum-pemerintahan-dalam-
teropong-klasik-montesquieu
o Yusra, Dhoni S.H..What Is Law?. Dipublikasikan di:
http://www.indonusa.ac.id/home/index.php?
option=com_content&task=view&id=827&Itemid=56
o Wikipedia: Ensiklopedi Berbasis Internet

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com -114-