Anda di halaman 1dari 11

Laporan Praktikum

Laboratorium Teknik Material 1


Modul D Lelah (Fatigue)

Oleh :

Nama : Claudia
NIM : 13714025
Kelompok :4
Anggota : Juan Davin Mardoharris (13714036)
Muhammad Abduh Fuad (13714022)
Muhammad Ramzy (13713041)
Waridil Iqbal (13713016)

Tanggal Praktikum : 14 Maret 2016


Tanggal penyerahan laporan : 18 Maret 2016
Nama asisten (NIM) : Hamdani (13712029)

Laboratorium Metalurgi dan Teknik Material


Program Studi Teknik Material
Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara
Institut Teknologi Bandung
2016
I. Pendahuluan
i. Latar belakang
Jembatan, kompresor, tubin blade , pompa merupakan
material yang seringkali menerima beban dinamik. Meskipun
tegangan yang diterima material lebih rendah dari tegangan
yieldnya, kegagalan dapat terjadi suatu saat. Kegagalan
akibat pembebanan yang dinamis dan secara terus-menerus
merupakan kegagalan fatigue.
Proses kegagalan akibat fatigue sulit untuk dilihat tanda-
tandanya. Untuk menghindari hal tersebut, dilakukan
pengujian fatigue sehingga bisa diketahui batas fatigue
strength dan fatigue life material dalam menahan
pembebanan dinamis.

ii. Tujuan Praktikum


1. Menentukan daerah dimana ST 37 akan mengalami
kegagalan akibat fatigue dengan diagram goodman

II. Teori Dasar


Uji fatigue adalah uji pembebanan yang dilakukan pada suatu
material dengan tipe pembebanan dinamis dan fluktuatif ( beban
berubah secara beraturan namun tidak konstan) dapat menyebabkan
suatu material menjadi lelah dan menyebabkan terjadinya kegagalan
walaupun pembebanannya tidak melebihi kekuatan yieldnya.
Kegagalan ini sering terjadi namun tidak dapat diamati secara kasat
mata. Kegagalan fatigue adalah material yang tidak mampu menahan
beban akibat pembebanan berulang-ulang dan secara terus-menerus.

Uji fatigue yang dilakukan kali ini merupakan uji fatigue dengan alat
rotational-bending fatigue. Yang memiliki skema
Gambar 1. Skema alat rotating-bending fatigue (Callister, 2010: 257)
Untuk memperjelas pengertian beban dinamik, berikut ini diagram stress
cycle dan jenisnya (a) diagram tarik-tekan, (b) tarik-tarik (c) random stress
cycle:

Gambar 2. Diagram stress cycle (Dieter, 2010: 377)


Fenomena kegagalan fatigue pada suatu material dapat dijelaskan
dengan diagram S-N, untuk zero mean stress dimana S adalah Stress yang
dialami oleh material dan N adalah jumlah siklus yang telah dialami material
tersebut.

Pada diagram S-N seperti di atas ini, kita dapat mengetahui sifat
mekanik yang didapatkan pada uji fatigue, yaitu fatigue limit, fatigue
life dan fatigue strength. Fatigue limit adalah batas suatu material
dimana akan mampu menahan tegangan yang diberikan hingga
siklus yang tak terhingga. Fatigue limit dapat diamati dari diagram di
atas berupa garis horizontal yang ada. Sedangkan fatigue strength
adalah nilai kekuatan suatu material pada suatu siklus tertentu.
Fatigue life adalah nilai siklus suatu material jika diberi beban
tertentu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi fatigue life suatu material


- Suhu yang semakin panas menyebabkan energi kinetik atom
meningkat. Pergerakannya menjadi lebih aktif sehingga
menyebabkan ikatan antar atom/ molekul sangat mudah patah
maka umur material semakin pendek.
- Tegangan sisa (akibat rolling) menyebabkan adanya konsentrasi
tegangan di titik tertentu dan mengakibatkan umur material
pendek.
- Permukaan yang tidak rata menyebabkan adanya konsentrasi
tegangan di titik tertentu dan mengakibatkan initial crack lebih
cepat terbentuk
- Sifat-sifat yang berkaitan dengan metalurgis seperti adanya
inklusi, porositas yang mengakibatkan tegangan tidak merata di
semua bagian. Ukuran butir juga mempengaruhi tegangan
maksimum yang dapat ditahan oleh suatu material, semakin kecil
ukuran butir maka semakin besar tegangan yang dapat
ditanggung (sesuai dengan hukum patch hallow)

ST menunjukkan baja struktural, sedangkan dua digit di belakang


menunjukkan kekuatan tarik dalam kg/mm2. Oleh karena itu dapat
disimpulkan bahwa ST37 merupakan baja struktural dengan ultimate
tensile strength sebesar 37 kg/mm2 atau 370 MPa.
III. Data Percobaan
3.1 Data Pengamatan
Material : ST 37
Spesimen uji lelah menurut standar : ASTM A 283 M-98 Grade
B/ Grade C atau AISI 1020.
Asisten pengawas : Hamdani
Tabel 1 Data maks, min
Tegangan Tegangan
Maksimum (max) Minimum (min)
200 -100
150 60
250 -100
150 25
150 -50
200 -125
100 75

III.2 Pengolahan Data


Dari persamaan tegangan untuk uji lelah didapatkan tabel dibawah ini
:
max + min
Mean stress, m = 2

r = maks min
Range stress,

r
Alternating stress, a = 2

a
Amplitudo, A=
m

maks
Ratio, R=
min

Tabel 2. Data a, m, r, R
Data max min a m r R
A 200 -100 150 50 300 -0,5
B 150 60 45 105 90 0,4
C 250 -100 175 75 350 -0,4
D 150 25 62,5 87,5 125 0,16666
7
E 150 -50 100 50 200 -0,33333
F 200 -125 162,5 37,5 325 -0,625
G 100 75 12,5 87,5 25 0,75
Dalam MPa.
Penentuan fatigue limit menurut literatur (Dieter, 1988 :415), secara
umum untuk baja tempaan dan besi cor adalah setengah dari ultimate tensile
strengthnya (370 Mpa). Oleh karena itu fatigue strengthnya adalah 185 Mpa.
Dan yield strengthnya adalah 235 Mpa. Maka didapatkan diagram goodman
(max-mean) Namun untuk menempatkan data-data yang telah diberikan
sangat sulit maka lebih mudah untuk diagram goodman yang mean-a

370

235

170

0
235 370

170

Gambar 3. Diagram goodman max-mean


a

235

c
170

mean
235 370

Gambar 4. Diagram goodman mean-a

IV. Analisis Data


Didapatkan daerah pada diagram goodman dimana spesimen
tidak akan mengalami fatigue. Untuk pembebanan jenis A, F, dan C
spesimen akan mengalami fatigue untuk suatu waktu tertentu. Dapat
dilihat juga bahwa untuk pembebanan dengan variabel a akan
memberikan pengaruh kegagalan fatigue lebih besar dibandingkan
dengan mean (dapat dilihat dari slope yang ada, fatigue strength
dengan mean memberikan slope yang lebih rendah atau kecil,
sedangkan untuk yield strength memberikan slope yang cukup besar)
Namun diagram fatigue ini kurang begitu akurat karena ST-37
yang diketahui memiliki range harga yield strength dan ultimate
strength yang tergantung pada komposisinya, dapat dilihat pada tabel
5 di lampiran.

V. Kesimpulan dan saran


Kesimpulan yang didapatkan adalah daerah aman untuk spesimen
ST-37 dapat dilihat pada diagram goodman pada bab pengolahan
data. Batas-batas ini ditentukan oleh puncak, yield dan fatigue
strength.

VI. Daftar Pustaka

Anonim. St37-2 steel plate. http://www.steel-plate-


sheet.com/Steel-plate/DIN/St372.html. Diakses 17
Maret 2016.

Dieter, G.E. Mechanical Metallurgy. SI Metric Edition McGraw-


Hill Book Co. 1988.

Callister, Willian D. Material Science and Engineering


an Introduction 8th. USA.

VII. Lampiran
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan fatigue ratio (fatigue limit :
tensile strength)
Ratio perbandingan fatigue limit (atau fatigue strength saat
cyclenya 10^8 cycle) dengan tensile strength. Beberapa
nonferrous logam seperti nickel, copper dan Mg memiliki fatigue
ratio 0,35. Namun ratio ini hanya berupa pendekatan dan
pengambilan data dilakukan pada temperatur ruangan dengan
permukaan yang halus. Untuk spesimen yang bertakik (notched)
khususnya baja memiliki fatigue ratio anatara 0,2-0,3. Semakin
besar fatigue ratio maka semakin lama material untuk mengalami
kelelahan.
2. Jelaskan 3 jenis pembebanan terhadap waktu (fatigue stress
cycle)
(a) tarik-tekan dimana mean = 0 biasanya pembebanan ini
jarang terjadi karena sangat ideal, (b) tarik-tarik dimana mean
> 0 contohnya seperti tarik-tamban (c) random stress cycle yaitu
pembebanan sangat tidak terduga, contohnya jembatan yang
terkena beban akibat mobil yang lewat berubah-ubah sesuai
waktu.

3. Jelaskan perbedaan antara striation dan beachmark pada fatigue


dalam hal : (a) ukuran, (b) asal/sumber
Pada tahaan crack ada tahapan Crack Propagation, yaitu
penjalaran retakan yang disebabkan karena material mengalami
pembebanan. Pada fenomena crack propagation terdapat istilah
beachmarks dan striation. Beachmarks dapat diamati secara
makro (ukurannya) dan bersumber saat komponen sedang
dihidupkan (mengalami tegangan) dan akan tidak ada ketika
komponen dimatikan. Striation memiliki ukuran skala mikro dan
akan selalu ada walaupun komponen tidak beroperasi.
St37-2 steel plate Mechanical properties (steel-plate-sheet.com)

Notch Impact
Yield Fracture
Energy1)Ch
StrengthReH TensileStrengthRm Elongation
thickness Vcomplete
[N/mm2] [N/mm2]transv. [%]transv.
samplelongitud.
transv.min. Min.
Min [J]
t 16mm t
235 225
> 16mm
t < 3mm t
360-510 340-470
3mm
Up to
1.5mm
Degree: 0 AV:
1.51-
27J
2.00mm
16 17 18 19
2.01-
24
2.50mm
2.51-
2.99mm
3mm

Daftar gambar dan tabel


Gambar 1. Skema alat rotating-bending fatigue
Gambar 2. Diagram stress cycle
Gambar 3. Diagram goodman max-mean
Gambar 4. Diagram goodman mean-a
Tabel 1 Data maks, min
Tabel 2. Data a, m, r, R