Anda di halaman 1dari 2

Beberapa risiko yang berpotensi terjadi dalam pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat

Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai antara lain:

1. ketidaktepatan perencanaan kebutuhan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan


Bahan Medis Habis Pakai selama periode tertentu (PROBABILITY 2) (SEVERITY
3)
2. pengadaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai
tidak melalui jalur resmi PROBABILITY 2) (SEVERITY 1)
3. pengadaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai
yang belum/tidak teregistrasi
4. keterlambatan pemenuhan kebutuhan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan
Bahan Medis Habis Pakai
5. kesalahan pemesanan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis
Habis Pakai seperti spesifikasi (merek, dosis, bentuk sediaan) dan kuantitas
6. ketidaktepatan pengalokasian dana yang berdampak terhadap
pemenuhan/ketersediaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis
Habis Pakai
7. ketidaktepatan penyimpanan yang berpotensi terjadinya kerusakan dan
kesalahan dalam pemberian (SEVERITY 3) (PROBABILITY 3)
8. kehilangan fisik yang tidak mampu telusur (PROBABILITY 2) (SEVERITY 2)
9. pemberian label yang tidak jelas atau tidak lengkap (PROBABILITY 4))
(SEVERITY 5)

Beberapa risiko yang berpotensi terjadi dalam melaksanakan pelayanan farmasi klinik
adalah :

1. Faktor risiko yang terkait karakteristik kondisi klinik pasien Faktor risiko yang
terkait karakteristik kondisi klinik pasien akan berakibat terhadap
kemungkinan kesalahan dalam terapi. Faktor risiko tersebut adalah umur,
gender, etnik, ras, status kehamilan, status nutrisi, status sistem imun, fungsi
ginjal, fungsi hati.
2. Faktor risiko yang terkait terkait penyakit pasien Faktor risiko yang terkait
penyakit pasien terdiri dari 3 faktor yaitu: tingkat keparahan, persepsi pasien
terhadap tingkat keparahan, tingkat cidera yang ditimbulkan oleh keparahan
penyakit.
3. Faktor risiko yang terkait farmakoterapi pasien Faktor risiko yang berkaitan
dengan farmakoterapi pasien meliputi: toksisitas, profil reaksi Obat tidak
dikehendaki, rute dan teknik pemberian, persepsi pasien terhadap toksisitas,
rute dan teknik pemberian, dan ketepatan terapi. (PROBABILITY 4) (SEVERITY
4)
4. Tidak dilakukan rekonsiliasi obat. Rekonsiliasi Obat merupakan proses
membandingkan instruksi pengobatan dengan Obat yang telah didapat pasien
(PROBABILITY 4) dan (Dampak Moderat 3)
5. Tidak memberikan konsling obat dan PIO (PROBABILITY 4) DAN
(DAMPAK MODERAT 3).
6. Dispensing sediaan steril yang tidak tepat (PROBABILITY 3 DAN DAMPAK
4)
7. Tidak melakukan MESO dan EPO (PROBABILITY 4 DAN DAMPAK 3).
8. Kesalahan Pelayanan kepada pasien meliputi peracikan dan pemberian obat
(Probability 3 dan dampak 3)