Anda di halaman 1dari 1

untuk tidur dan pada pagi hari pasien merasa tubuhnya lemas dan tidak segar.

Gejala-
gejala tersebut muncul sejak pasien tidak mau mengonsumsi obat sesuai petunjuk dokter
karena ingin mencoba hidup sehat tanpa harus mengonsumsi obat yaitu sejak 14 hari SMRS.
Pasien menolak minum obat meskipun sudah dipaksa oleh ayahnya. Pasien mengaku
mendengar suara-suara yang menyuruh untuk merusak rumah. Pasien merasa orang-orang
mengetahui pikirannya karena pikirannya disiarkan di televisi. Pasien merasa dikejar-kejar
oleh orang banyak sehingga pasien merasa takut.
Menurut ayah pasien, keluhan pertama pasien sudah terjadi pada tahun 2006. Saat itu
pasien ingin melanjutkan sekolah ke SMP yang diinginkan namun tidak lulus tes penerimaan.
Setelah pengumuman penerimaan SMP itu, pasien berjalan kaki pulang sejauh 8 kilometer
dan sesampainya di rumah, pasien mengumpulkan semua buku dan seragam kemudian
membakarnya. Pasien lalu melanjutkan ke SMP lain di daerah Kalibawang, Yogyakarta.
Selama menempuh pendidikan di SMP tersebut pasien seringkali mendapat perlakuan tidak
adil dari teman-temannya. Pasien seringkali dimintai uang dan pulang ke rumah dalam
keadaan wajah lebam, pakaian kotor, serta berantakan namun pasien tidak pernah mau
bercerita kepada orangtua maupun saudara lainnya. Pasien kemudian dipindahkan ke SMP
lain di daerah Muntilan dan menyelesaikan pendidikan disana. Menurut ayah pasien, saat di
rumah, pasien sering bersembunyi di kamar saat mendengar suara motor karena mengira
didatangi teman-temannya tersebut. Pasienmerasa takut dikejar dan dipukuli oleh teman-
teman yang menjahatinya dulu. Pasien mengaku pada tahun 2006, pasien pernah melihat
bayangan laki-laki tinggi besar yang tidak dapat dilihat oleh orang lain. Bayangan tersebut
menyuruh untuk merusak rumahnya.Saat mengamuk, pasien merusak rumah dan dapat
menyakiti orang sekitarnya seperti melempar gelas ke ibu pasien, melukai hidung ayah
pasien dengan menggunakan lutut, melempar penggorengan saat ibu pasien sedang memasak,
dan merusak genteng rumah.
Saat anamnesis dan pemeriksaan dilakukan, pasien sudah merasa megalami perbaikan
namun pasien terkadang masih mendengar suara-suara tersebut. Pasien masih mudah merasa
kesal jika tidak diberikan rokok oleh ayahnya. Pasien juga mengatakan banyak tetangga di
rumah yang tidak menyukai dirinya. Pasien sudah tidak mengalami kesulitan tidur, dan
pasien tidak lagi merasa pikirannya disiarkan.